Topik Buddhisme > Pengalaman Pribadi

Dukkha “Bukan” Penderitaan

<< < (2/4) > >>

Gwi Cool:

--- Quote from: xenocross on 17 November 2017, 10:25:06 PM ---dukkha ada 3 jenis
dukkha-dukkha
viparinama-dukkha
sankhara dukkha

Pembahasan diatas sedikit keliru, karena suka-duka itu sebenarnya sudah masuk ke dalam 3 jenis dukkha

Jadi benar, dukkha adalah penderitaan. Memang penderitaan. Semua pengalaman kita dalam samsara adalah menderita. Semua rasa senang dalam samsara tidak memuaskan.

Jadi jangan pakai definisi penderitaan yang umum. Bahkan potensi untuk menderita juga dikatakan penderitaan dalam buddhisme

--- End quote ---
Tuan, sepertinya maksud Tuan adalah tetap bepegang teguh bahwa dukkha = penderitaan. Akan tetapi, isi komentar malah setuju denganku (dukkha = suka-duka). Ini hal yang biasa bagi saya karena selama ini, kita telah mempertahankan dukkha = penderitaan. Karena hal inilah, kalimat jadi kacau (karena terus mempertahankan kekeliruan arti dukkha). Selama ini kita telah mempertahankan kekeliruan karena mempertahankan kekeliruan, bagaimana hal ini dapat bertahan lama atau bertahan dengan baik?

Adalah wajar jika ajaran lain mencela dan mengkritik kita karena kekeliruan kita dalam terjemahan, hal ini tidak salah. Seperti seorang anak yang ingin membela ayahnya, malah keliru dengan maksud ayahnya. Pendek kata, sang yang malu (kena celah dan kritikan). Demikianlah, jika kekeliruan dalam terjemahan, maknana akan lari.

Tuan, baik sekali jika post yang saya tulis 2 halaman (sebelumnya), dibaca dengan baik karena di sana saya bahas analisisnya. Jika komentar Tuan adalah demikian, pastinya Tuan belum membacanya dengan baik (lompat-lompat).

Saya bisa menjelaskan 3 jenis dukkha itu, jika Tuan menginginkan, tetapi sebenarnya Tuan telah setuju dukkha = suka-duka karena Tuan mengatakan ini: "... karena suka-duka itu sebenarnya sudah masuk ke dalam 3 jenis dukkha."

Satu pertanyaan Tuan:
1. Bagaimana Tuan menjelaskan arti "Dukkha vedana"?

Di sutta tertulis perasaan tidak menyenangkan/menyakitkan.

Tuan, setelah saya menganalisis dukkha, percayalah, para penerjemah pasti akan berkata seperti ini: "Oh, pantas saja, selama ini saya kesulitan dengan terjemahan dukkha = penderitaan, saya kadang bingung mau diterjemahkan seperti apa."

Mengapa demikian? Karena, di terjemahan, kerap kali arti dukkha selalu berubah-ubah. Itulah kekeliruan terjemahan. Tentu saja kita tidak bisa menyalahkan siapa pun.

Pertanyaannya: "Apakah kita ingin kekeliruan dipertahankan?"

K.K.:
Note: Dipindah ke pengalaman pribadi karena merupakan opini semata.

Gwi Cool:

--- Quote from: K.K. on 18 November 2017, 09:49:42 AM ---Note: Dipindah ke pengalaman pribadi karena merupakan opini semata.

--- End quote ---
Ini ditempatkan di mana juga tidak masalah karena ini nantina akan mendunia

K.K.:

--- Quote from: Gwi Cool on 18 November 2017, 10:36:10 AM ---Ini ditempatkan di mana juga tidak masalah karena ini nantina akan mendunia

--- End quote ---
Untuk ini saya lumayan setuju. Mungkin bisa mendunia jika dibuat meme. Apalagi bagian "dukkha = pengalaman" itu paling menggugah humor.

Hampir saya tulis lowongan kerja: "Dicari staf akuntansi, dukkha > 5 tahun"

Gwi Cool:

--- Quote from: K.K. on 18 November 2017, 02:42:57 PM ---Untuk ini saya lumayan setuju. Mungkin bisa mendunia jika dibuat meme. Apalagi bagian "dukkha = pengalaman" itu paling menggugah humor.

Hampir saya tulis lowongan kerja: "Dicari staf akuntansi, dukkha > 5 tahun"

--- End quote ---
Hahaha. Sayang sekali pengalaman memiliki 2 makna. (Ini wilayah sastra.)

Navigation

[0] Message Index

[#] Next page

[*] Previous page

Go to full version