Topik Buddhisme > Pengalaman Pribadi

hilangan nya keyakinan pada buddha dhamma dan sangha

<< < (2/5) > >>

RetjaPentung:

--- Quote from: Alucard Lloyd on 25 August 2017, 11:02:54 AM ---hai saya seorang buddhist yang mempelajari agama buddha secara otodidak tiada guru,
saya belajar dari berbagai ceramah dan buku yang ada di indonesia dalam bahasa indonesia dan mendengar ceramah dari youtube ataupun di vihara sekitar. pada awalnya saya yakin akan ajaran buddha sebagai satu satunya ajaran yang paling cocok dan bener dimuka bumi ini. tetapi setelah saya mencapai pada titik keterpurukan saya hilang dengan keyakinan itu dan merasa ajaran buddha di indonesia begitu begitu saja. tidak ada yang dapat membuat saya berbeda hanya lebih menyendiri dan semakin kehilangan arah. sampai pada titik sekarang saya meragukan buddha itu sendiri tidak lebih hanya seorang yogi yang berhasil dalam latihannya. saya hilang sudah keyakinan kepada buddha dhamma dan sangha.

pertanyaan saya adalah apa yang saya harus lakukan ?

--- End quote ---

Sepertinya harus diperjelas,
Sesungguhnya anda kehilangan keyakinan pada Tiratana, ataukah anda kecewa karena anda terpuruk, anda meminta tolong pada PATUNG Buddha, berharap akan ada keajaiban, namun keajaiban yang anda harapkan tersebut tidak pernah terjadi.

Jika, keyakinan anda hilang pada Buddha Dhamma Sangha adalah karena seperti dugaan saya di atas, maka sesungguhnya anda tidak pernah memahami ajaran Sang Buddha, karena seperti sebagian besar orang yang mengaku UMAT BUDDHA, sangat melekat pada SILABBATAPARAMASA - berpikir bahwa sembahyang, ritual, kebaktian, berlutut, bernamaskara, memohon, meminta-minta, mengemis di depan patung Buddha akan membawakan HASIL. Padahal sang Buddha sendiri sudah mengatakan bahwa Silabbataparamasa adalah salah satu dari 10 Samyojana yang harus dikikis.

Lebih dari 20 tahun, saya melepaskan LABEL UMAT BUDDHA dari diri saya, tidak pernah kebaktian, tidak pernah ritual apalagi mengemis-ngemis meminta bantuan pada patung Buddha. Saya hanya menjadi seorang praktisi Dhamma (Dhammiko), karena pada era Sang Buddha, tidak ada yang disebut sebagai Buddhist (Umat Buddha), tetapi hanya Dhammiko (Praktisi Dhamma). Saya hanya berpraktik Dhamma (walau dalam skala yang sangat kecil), tetapi saya tidak mengikat diri dalam ritual (walau dalam skala yang kecil juga). Bahkan dalam praktik meditasi saya setiap malam, saya tidak mengawali dengan ritual apapun, termasuk melafal paritta.

Tapi tidak apa-apa... yang terpenting adalah apakah anda bahagia?
Jika kehilangan keyakinan pada Buddha, Dhamma, Sangha justru membawa kebahagiaan pada anda, maka itu adalah hal yang baik.
Jadi tidak ada yang perlu anda risaukan atau khawatirkan.

Alucard Lloyd:

--- Quote from: RetjaPentung on 28 August 2017, 12:21:47 PM ---Sepertinya harus diperjelas,
Sesungguhnya anda kehilangan keyakinan pada Tiratana, ataukah anda kecewa karena anda terpuruk, anda meminta tolong pada PATUNG Buddha, berharap akan ada keajaiban, namun keajaiban yang anda harapkan tersebut tidak pernah terjadi.

Jika, keyakinan anda hilang pada Buddha Dhamma Sangha adalah karena seperti dugaan saya di atas, maka sesungguhnya anda tidak pernah memahami ajaran Sang Buddha, karena seperti sebagian besar orang yang mengaku UMAT BUDDHA, sangat melekat pada SILABBATAPARAMASA - berpikir bahwa sembahyang, ritual, kebaktian, berlutut, bernamaskara, memohon, meminta-minta, mengemis di depan patung Buddha akan membawakan HASIL. Padahal sang Buddha sendiri sudah mengatakan bahwa Silabbataparamasa adalah salah satu dari 10 Samyojana yang harus dikikis.

Lebih dari 20 tahun, saya melepaskan LABEL UMAT BUDDHA dari diri saya, tidak pernah kebaktian, tidak pernah ritual apalagi mengemis-ngemis meminta bantuan pada patung Buddha. Saya hanya menjadi seorang praktisi Dhamma (Dhammiko), karena pada era Sang Buddha, tidak ada yang disebut sebagai Buddhist (Umat Buddha), tetapi hanya Dhammiko (Praktisi Dhamma). Saya hanya berpraktik Dhamma (walau dalam skala yang sangat kecil), tetapi saya tidak mengikat diri dalam ritual (walau dalam skala yang kecil juga). Bahkan dalam praktik meditasi saya setiap malam, saya tidak mengawali dengan ritual apapun, termasuk melafal paritta.

Tapi tidak apa-apa... yang terpenting adalah apakah anda bahagia?
Jika kehilangan keyakinan pada Buddha, Dhamma, Sangha justru membawa kebahagiaan pada anda, maka itu adalah hal yang baik.
Jadi tidak ada yang perlu anda risaukan atau khawatirkan.


--- End quote ---

apa itu dhammiko ?

apa yang dilakukan sehari hari nya?

antidote:

--- Quote from: Alucard Lloyd on 27 August 2017, 08:58:09 PM ---saya mempercayai buddha sebagai guru yang sangat hebat dan dhamma yang diajarakn sangat bemanfaat tetapi saya meragukan cerita dan sutta yang ada sekarang dan ini lah yang membuat saya hilang kepercaya an saya kepada buddha dhamma dan sangha.

--- End quote ---
Contoh nya cerita dan sutta mana yg meragukan ?

seniya:

--- Quote from: Alucard Lloyd on 27 August 2017, 08:58:09 PM ---secara garis besar saya tidak mempercayai semua cerita buddha dan saya hanya menganggap buddha mendapat pencerahan seperti hal nya guru guru besar lain nya yang menjalankan spritual nya. buddha mengajarkan dhamma sama seperti para yogi mengajarkan dhamma membuat perkumpulan sangha seperti para guru membuat ashram di zaman dahulu.

--- End quote ---

Keyakinan terhadap Sang Buddha bukan berarti meyakini bahwa semua kisah tentang Buddha itu benar dan benar2 terjadi, melainkan dari hasil penyelidikan kita sendiri thd kualitas batin Sang Buddha itu sendiri (secara langsung maupun tidak langsung) spt dlm MN 47 Vimamsaka Sutta (bisa juga membaca penjelasannya secara singkat di sini: Bagaimana Menyelidiki Sang Buddha?)


--- Quote ---terlebih lagi ajaran sekarang yang banyak mencampurkan tradisi dari daerah masing masing membuat kabur asli ajaran buddha dan meragukan dhamma yang sebenarnya yang diajarkan buddha karena banyak di campur dengan tradisi masing masing sekte.
--- End quote ---

Sehubungan dengan banyaknya tradisi yg mengatasnamakan Buddhis, tetapi tidak mencerminkan ajaran Buddha yang sebenarnya, jika anda kebingungan dengan hal ini, anda dapat mempelajari ajaran2 Buddha dari sumber tertuanya, yaitu 4 Nikaya dan Agama dan mengetahui dan memilah sendiri mana yg sesuai dg ajaran Buddha, mana yg tidak. Keempat Nikaya dan beberapa bagian Khuddaka Nikaya telah tersedia terjemahannya dlm bahasa Indonesia di http://suttacentral.net, juga beberapa bagian dari Sutra Agama (MA dan SA).


--- Quote --- saya mempercayai buddha sebagai guru yang sangat hebat dan dhamma yang diajarakn sangat bemanfaat tetapi saya meragukan cerita dan sutta yang ada sekarang dan ini lah yang membuat saya hilang kepercaya an saya kepada buddha dhamma dan sangha.
--- End quote ---

Sang Buddha sendiri tidak pernah mengklaim dirinya sendiri sbg guru yg hebat dlm hal kekuatan batin. Ketika Ananda memuji keagungan Beliau saat kelahirannya sebagai Bodhisatta, beliau menekankan agar mengingat kemampuan beliau dalam mengetahui muncul, bertahan, dan lenyapnya faktor-faktor mental:

 “Karena itu, Ānanda, ingatlah ini juga sebagai kualitas mengagumkan dan menakjubkan dari Sang Tathāgata: Di sini, Ānanda, bagi Sang Tathāgata perasaan-perasaan dikenali pada saat munculnya, pada saat berlangsungnya, pada saat lenyapnya; persepsi-persepsi dikenali pada saat munculnya, pada saat berlangsungnya, pada saat lenyapnya; pikiran-pikiran dikenali pada saat munculnya, pada saat berlangsungnya, pada saat lenyapnya. Ingatlah ini juga, Ānanda, sebagai satu kualitas mengagumkan dan menakjubkan dari Sang Bhagavā.”
- MN 123 Acchariya-abbhuta Sutta

Jadi penekanannya di sini juga dalam hal internal, yaitu kualitas batin itu sendiri, bukan eksternal (kisah2 ajaib seputar kehidupan Sang Buddha)

Lex Chan:
tadinya saya mau tulis panjang lebar... tapi berhubung kemarin ini sudah tulis separuh dan tiba2 listrik mati, saya jadi malas tulis panjang lebar lagi...

by the way, keraguan itu sebenarnya adalah hal yang baik.
karena keraguan adalah awal pencarian kebenaran.
tanpa keraguan, belum tentu ada penyelidikan lebih lanjut.. dan cenderung berhenti di sana..

kalau boleh pinjam istilah Morpheus, "ragu pangkal cerah"...  _/\_ _/\_

Navigation

[0] Message Index

[#] Next page

[*] Previous page

Go to full version