//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: bulu dekat pantat bebek mandarin + baca sutra = pernikahan harmonis..benarkah?  (Read 88838 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
bulu bebek memang sakti membuat orang penasaran dan bertanya2 :))
Penasaran :))
apa bulu bebeknya, apa ada mahluk yang mengabulkan, apa yang membacanya, apa suami istrinya yang membuat efeknya bekerja :D

kalau rumit begini khan lebih baik langsung ke Tuhan daripada repot2 gini :D

Tuhan sendiri ngak bisa jawab   :P gimana dong cek. Mending tanya mbah dukun bisa menjawab. Seperti pepatah cinta ditolak dukun bertindak. Maaf mbah jangan disantet ya  ^-^ :whistle:



Tuhan itu khan masuk ke dhamma yang halus ;D
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Quote
maksudnya  Avalokitesvara itu masih mahluk yang suka bantu orang yang meminta2 ke dia?
Avalokitesvara telah terbebas dari konsep keakuan. jadi ketika orang meminta2 , mungkin reaksinya tidak akan seperti ketika kita diminta2i orang. Jadi terlalu absurd bila kita mencoba memikirkan bgm seharusnya reaksi dan tindakan dari orang yg telah terbebas dari konsep keakuan ini berdasarkan pemikiran awam kita.
  Saya sendiri masih menganalisa tentang hal2 permohonan kepada Avalokitesvara, tetapi sejauh Mahayana yg saya pelajari, rasanya sangat aneh bila bermohon sesuatu kpd avalokitesvara, karena benar2 bukan aspek utama dlm pembelajarn dharma, sedangkan kenyataan bahwa dalam Samanthamuka terdapat ajaran tentang barang siapa yg memohon akan terpenuhi, ini bagaikan penekanan pd aspek kewelas asihannya, bukan mengajarkan kita utk sekedar hidup dari memohon. Tetapi dalam keadaan genting, bila kita sering memikirkan aspek ini, maka ketika keadaan genting, kita akan lebih memiliki pegangan /pikiran terarah pd Avalokitesvara dan entah kenapa ada kalanya cukup membantu. 
Sisanya saya masih dlm tahap analisa juga, haha..



 
kalau saya menganalisa (kalau boleh nih ;D ) avalokitesvara, dewa2, yang ditanamkan dalam ajaran agama itu hanyalah sebuah simbol, manusia kadang membutuhkan suatu pegangan, sandaran untuk menghadapi problema hidup, sehingga terciptalah konsep2 penolong, konsep yang katanya dapat memberikan jalah pintas dll, terlepas dari semua itu Buddha sendiri mengajarkan justru untuk berpegang pada diri sendiri bukannya berpegang pada hal2 yang saya rasa belum pasti (seperti yang sering dijabarkan yaitu 50:50) juga semua ajaran2 itu sepertinya hanyalah teori2 yang kepastiannya belum dapat dipastikan 100%.
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Edward

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.968
  • Reputasi: 85
  • Gender: Male
  • Akulah yang memulai penderitaan ini.....
owhh pantes!
Gw dari kemaren kga nyambung, ternyata mahakarunacitta dharani bukan mahakaruna dharani  :-[
Rupanya dharani yang berbeda...

Bagaimana kalo dewa2, bodhisatva2 yang sering "dimintai tolong" itu kayak seperti kita minta tolong sama temen kita?Kadang kaga mo dibantu, kadang mo dibantu juga kaga mampu, kadang sudah dibantu tapi dengan cara yg berbeda, kadang udh berusaha dibantu,ehhhh hasilnya malah berbeda dengan yang diharapkan...

Kalo menurut gw, makhluk2 alam lain, dari alam rendah sampai dewa2 ato bahkan bodhistva tingkat tinggi itu memang ada [baca: percaya], tapi untuk menjelaskan bahwa kehidupan itu tidak hanya ada di alam manusia, bahkan bentuk kehidupan itu luassssss banget. Dan tertulis bahwa beberapa memiliki "kemampuan" yang berbeda..Dan memank dasarnya manusia aja yang sepertinya memank cenderung kalao ada yg terlihat lebih mampu, manusia akan langsung memuja2 ato bahkan memohon-mohon.

Jangankanlah sama makhluk yg kaga terlihat, di kehidupan antar manusia pun juga seperti itu, coba kalo ada pejabat yg dateng ke daerah2 pedesaan, wuih, serasa dianggap dewa yang bisa langsung menyelesaikan semua permasalahan mereka.
Ataopun misalkan di kota yang tidak ada komunitas sangha, sekali dateng ke kota mereka, itu lebih keren lagi, langsung dipuja dan disembah2...Dan langsung akan berkonsultasi dan minta solusi bermacam2 masalah...Serius, klo yg soal ini, ane pernah datang, lihat, dan mendengar secara langsung...
« Last Edit: 30 March 2010, 12:30:51 AM by Edward »
“Hanya dengan kesabaran aku dapat menyelamatkan mereka....."

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
owhh pantes!
Gw dari kemaren kga nyambung, ternyata mahakarunacitta dharani bukan mahakaruna dharani  :-[
Rupanya dharani yang berbeda...

Bagaimana kalo dewa2, bodhisatva2 yang sering "dimintai tolong" itu kayak seperti kita minta tolong sama temen kita?Kadang kaga mo dibantu, kadang mo dibantu juga kaga mampu, kadang sudah dibantu tapi dengan cara yg berbeda, kadang udh berusaha dibantu,ehhhh hasilnya malah berbeda dengan yang diharapkan...

Kalo menurut gw, makhluk2 alam lain, dari alam rendah sampai dewa2 ato bahkan bodhistva tingkat tinggi itu memang ada [baca: percaya], tapi untuk menjelaskan bahwa kehidupan itu tidak hanya ada di alam manusia, bahkan bentuk kehidupan itu luassssss banget. Dan tertulis bahwa beberapa memiliki "kemampuan" yang berbeda..Dan memank dasarnya manusia aja yang sepertinya memank cenderung kalao ada yg terlihat lebih mampu, manusia akan langsung memuja2 ato bahkan memohon-mohon.

Jangankanlah sama makhluk yg kaga terlihat, di kehidupan antar manusia pun juga seperti itu, coba kalo ada pejabat yg dateng ke daerah2 pedesaan, wuih, serasa dianggap dewa yang bisa langsung menyelesaikan semua permasalahan mereka.
Ataopun misalkan di kota yang tidak ada komunitas sangha, sekali dateng ke kota mereka, itu lebih keren lagi, langsung dipuja dan disembah2...Dan langsung akan berkonsultasi dan minta solusi bermacam2 masalah...Serius, klo yg soal ini, ane pernah datang, lihat, dan mendengar secara langsung...
lebih setuju yang pendapat ini ;D :jempol:

alam surga, neraka, dewa penolong bisa ditemui di alam manusia ini, ketika orang berdoa atau bagaimanapun biasanya jawaban / pertolongan khan tetap manusia juga yang biasanya membantu bukan dewa atau Tuhan, manusia malah mengartikan dewa atau Tuhan yang membimbing orang itu untuk menolong sesamanya ;D

kalau persoalan ada keajaiban penyembuhan atau keajaiban yang lain keknya itu beda cerita ;D
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline truth lover

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 392
  • Reputasi: 3
ya hal itu memang hak masing2, hanya adalah tidak bijaksana apa yang bukan perkataan buddha dijadikan menjadi perkataan Buddha, itu hanya akan menjadi lelucon, sama seperti buku Anthony de mello yang memberikan ilustrasi dengan menggunakan tokoh2 agama yang terkenal pembaca mungkin akan memaklumi walau ceritanya bohong karena itu hanya ilustrasi, tapi apabila ada sebuah buku/sutra yang diyakini oleh seluruh umat buddha ternyata hanyalah sutra palsu walaupun ada manfaatnya tapi sungguh menggenaskan melihat wajah ajaran Buddha seperti ini.

_/\_

Lebih memprihatinkan lagi umat yang percaya begitu saja hanya karena itu tertulis di kitab suci..... (kalama sutta)


« Last Edit: 30 March 2010, 07:26:06 AM by truth lover »
The truth, and nothing but the truth...

Offline truth lover

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 392
  • Reputasi: 3
apakah sutra ini langsung dari Sang Buddha? bila memang benar ada dikatakan demikian, coba perhatikan isinya, apakah di jaman  Sang Buddha di India pada waktu itu sudah ada bebek mandarin?

apakah Buddha mau mengajarkan hal-hal seperti itu? kok kayaknya seperti mengajarkan ilmu pelet yah. biasanya yang belajar ilmu pelet adalah praktisi magic murahan, entah black atau white.
The truth, and nothing but the truth...

Offline dukun

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 148
  • Reputasi: 8
  • Long lasting love
Kalama sutta memang top deh. Hanya dan banyak yang mengerti sepotong-sepotong. Khususnya terhadap keyakinan sendiri kalama suttanya sering lupa ha...ha. Ho oh dunia lagi.
Everjoy

Offline truth lover

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 392
  • Reputasi: 3
"Para bhikkhu dua hal ini memfitnah Tathagata. Yang manakah dua hal itu? Ia yang menerangkan sesuatu yang tidak dikatakan atau diucapkan oleh sang Tathagata sebagai dikatakan dan diucapkan oleh Tathagata.
dan ia yang menerangkan sesuatu yang dikatakan atau diucapkan oleh sang Tathagata sebagai tidak dikatakan atau diucapkan oleh Tathagata".

(AN 2.23 Abhasita Sutta: Apa yang tidak dikatakan)
The truth, and nothing but the truth...

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
maaf mas truth; itu tidak berlaku dalam mahayana.
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline truth lover

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 392
  • Reputasi: 3
maaf mas truth; itu tidak berlaku dalam mahayana.

tapi karena ini forum study sutta/sutra, jadi boleh kan mas Ryu?
The truth, and nothing but the truth...

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
maaf mas truth; itu tidak berlaku dalam mahayana.

tapi karena ini forum study sutta/sutra, jadi boleh kan mas Ryu?
;D
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))