//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: bulu dekat pantat bebek mandarin + baca sutra = pernikahan harmonis..benarkah?  (Read 88838 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.118
  • Reputasi: 128
jd yg bikin ampuh tuh, bulu bebek atau si pembacanya?
Samma Vayama

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
tapi pembacaan ditujukan kepada bulu, berarti bulunya dong yg harmonis, kalau tujuannya untuk si pasangan, kenapa gak ditujukan ke orangnya aja?

Offline GandalfTheElder

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
 [at] Kelana:
Yah... sudah aye jawab di atas...  ;D

 [at] andry:
Dua2nya. Lihat makna bebek mandarin  ;D Tapi 80% yah karena pembacanya sendiri!!  8) 8)

Quote
tapi pembacaan ditujukan kepada bulu, berarti bulunya dong yg harmonis, kalau tujuannya untuk si pasangan, kenapa gak ditujukan ke orangnya aja?

Dari bulu nanti kan ke orangnya juga. Lagipula benda2 tertentu apabila dibacakan Paritta / Mantra emang memiliki dampak tertentu toh seperti mislanya penelitian Emoto itu!!

Atau seperti di Thai banyak JATUKARM Ramathep  8)  8)

 _/\_
The Siddha Wanderer
« Last Edit: 17 March 2010, 06:41:50 PM by GandalfTheElder »
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
[at] Kelana:
Yah... sudah aye jawab di atas...  ;D

Iya tuh, aye agak telat ;D
Tapi jadi kelihatannya Sdr. Gandalf, bertanya tapi jawab sendiri  ;D :P
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline GandalfTheElder

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Quote
Iya tuh, aye agak telat ;D
Tapi jadi kelihatannya Sdr. Gandalf, bertanya tapi jawab sendiri  ;D :P

Saya bertanya untuk memancing diskusi ke arah ILMIAH  8)  8) tapi saya lihat gak bisa ya sudah saya jawab...hehe

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.118
  • Reputasi: 128
gini loh, satu pertanyaan aku, bukannya tuh org di suruh kenal dhamma,  malah di suruh yg begituann...
ini sutta atau sutta-sutta an??
Samma Vayama

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Back To Topic.
Tapi saya agak heran dengan topik ini kenapa larinya jadi ke bebek peking mandarin ya?? Apakah Sutra ini di kotbahkan di Tiongkok sehingga menggunakan perumpamaan bebek mandarin??
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline GandalfTheElder

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Quote
gini loh, satu pertanyaan aku, bukannya tuh org di suruh kenal dhamma,  malah di suruh yg begituann...
ini sutta atau sutta-sutta an??

Wah ada banyak maknanya loh kalau anda mengerti isi Sutra tersebut.

Di awal Maha Karuna Dharani Sutra DITEKANKAN PENTINGNYA BODHICITTA!! Apa itu Bodhicitta?? Tekad dan semangat mencapai Pembebasan dan membebaskan semua makhluk. Bodhicitta adalah hati yang welas asih dan penuh kebijaksanaan.

Dengan welas asih, sebuah rasa memaafkan, pengertian satu sama lain, maka SUAMI ISTRI pasti akan harmonis. Maka dari itu penting sekali bagi umat Buddhis untuk memiliki Bodhicitta dalam melakukan segala sesuatunya.  8) 8) 8)

Jadi bukan klenik, tapi pembacaan Maha Karuna Dharani harus dilandaskan Bodhicitta dan batin yang paham akan Dharma.

Tanpa Bodhicitta... yah tuh metode memang jadi klenik.

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline GandalfTheElder

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Quote
Back To Topic.
Tapi saya agak heran dengan topik ini kenapa larinya jadi ke bebek peking mandarin ya?? Apakah Sutra ini di kotbahkan di Tiongkok sehingga menggunakan perumpamaan bebek mandarin??

Di India, bebek Cakra memang menjadi simbol kesetiaan / cinta antar pasangan pula  8)  8)

Atau suatu kedekatan hubungan seperti bebek yang menyimbolkan Shantaraksita dengan muridnya Kamalashila

Kenapa dipakai bebek mandarin? Tak lain yah karena waktu diterjemahkan ya harus sesuai dengan kultur setempat (Tiongkok)!! Apalagi bebek mandarin itu juga ada loh di India!!  8) 8) 8)

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline Jerry

  • Sebelumnya xuvie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.212
  • Reputasi: 124
  • Gender: Male
  • Suffering is optional.. Pain is inevitable..
Kalo memang seperti yang Bro Gandalf kasih bocoran sih, Sutra ini satu hari nanti alamat bakal jadi cerita ke-2 "Bhiksu Kepala dan Kucing yang diikat" itu jadinya.. Karena ga ada penjelasan, ntar ujung2nya orang bakalan cuman ngambil bulu bebeknya sambil bacain ini Sutra.
appamadena sampadetha

Offline GandalfTheElder

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Quote
Kalo memang seperti yang Bro Gandalf kasih bocoran sih, Sutra ini satu hari nanti alamat bakal jadi cerita ke-2 "Bhiksu Kepala dan Kucing yang diikat" itu jadinya.. Karena ga ada penjelasan, ntar ujung2nya orang bakalan cuman ngambil bulu bebeknya sambil bacain ini Sutra.

Maka dari itu sebenarnya Maha Karuna Dharani ini termasuk dalam kategori dharani Tantra yang perlu abhiseka dan penjelasan lebih lanjut. Dari sini kita tahu kenapa kadang Tantra tampak agak dirahasiakan!!  8) 8) 8)

Baru baca dikit udah salah paham kayak di forum ini juga toh  8) Gak heran klo Tantra agak dirahasiakan metodenya!! Setelah dikasi penjelasan Bodhicitta serta secara ILMIAH dan SAINTIFIK baru semua kebuka matanya deh klo bukan klenik!!  8) 8) 8)

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline Jerry

  • Sebelumnya xuvie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.212
  • Reputasi: 124
  • Gender: Male
  • Suffering is optional.. Pain is inevitable..
Bukan klenik tapi bertele-tele. Langsung kasih tau aja artinya ga perlu pake perumpamaan atau kalimat yang masih harus ditarik lagi artinya.. Bagian mana yang saintifik dan ilmiah dari bulu "bagian belakang" bebek mandarin? Kalo bulu "bagian leher" atau "sayap" gimana Bro?

Lagian harap dibedakan antara yang bermaksud menyerang dengan yang bermaksud menyelidiki. Hindari penggunaan kata-kata "baru kebuka semua matanya deh ..." Dari tadi juga beberapa penanya sudah membuka mata dan telinga untuk mencari tahu sejelas-jelasnya.
appamadena sampadetha

Offline Peacemind

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 970
  • Reputasi: 74

 [at] Samanera Peacemind:
Ada di buku RAPB hal 2015 -2016 jilid 2, di mana ada banyak kemiripan dengan metode pembacaan mantra Mahayana, misalnya:
"Si pembaca harus termotivasi oleh keinginan mencapai Pembebasan." (Ini mirip dengan Mahayana yang menekankan Bodhicitta pada pembacaan Mantra)

Kotoran sapi (gomaya) digunakan untuk melapisi tempat di mana Atanatiya Paritta dibacakan.

The Siddha wanderer

oh..gitu. Saya pikir kotoran sapi di situ ada kekuatan magis atau sakralnya. Dalam kitab Tipitaka dan Atthakatha, memang kotoran sapi sering disebut-sebut, dan salah satu fungsinya yaitu untuk melapisi lantai. Memang tampaknya bagi kaum brahmana yang menganggap sapi sebagai binatang suci, kotoran binatang ini pun dijadikan obyek yang suci. Sebagai contoh, dalam Cundasutta dari Anguttaranikāya, seorang brahmana bernama Cunda mengungkapkan bahwa menyentuh kotoran sapi yang masih basah dianggap sebagai media untuk membersihkan diri.

Dalam kitab Komentar untuk Sekkhasutta dari Majhimanikāya, fungsi kotoran sapi inipun hanya untuk melapisi lantai. Dikatakan bahwa ketika Sang Buddha diundang orang2 Sakya untuk menempati sebuah gedung pertemuan yang baru dibangun, mereka melapisi lantai ruangan itu dengan kotoran sapi basah, dan injak2 sampai rata dan halus. Setelah itu, lantai diberi berbagai macam minyak yang harum dan ditutup dengan matras. Selanjutnya, sebagai tahap akhir, lantai tersebut ditutup dengan permadani yang dihiasi dengan berbagai macam gambar seperti kuda, singa, harimau, bulan, matahari, dll. Menggunkan kotoran sapi untuk melapisi lantai tampaknya hanya tradisi orang India yang telah dipraktikkn sebelum Sang Buddha muncul. Tradisi ini bukan diajarkan Sang BUddha, namun juga tidak ditolak oleh Sang BUddha. Bagi kaum brahmana, kotoran sapi ini dipercaya memiliki sifat sakral, tapi sejauh Tipitaka atau KOmentar memandang, kotoran sapi bukan merupakn sesuatu yang sakral.

Offline GandalfTheElder

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Quote
Bukan klenik tapi bertele-tele. Langsung kasih tau aja artinya ga perlu pake perumpamaan atau kalimat yang masih harus ditarik lagi artinya.. Bagian mana yang saintifik dan ilmiah dari bulu "bagian belakang" bebek mandarin? Kalo bulu "bagian leher" atau "sayap" gimana Bro?

Lagian harap dibedakan antara yang bermaksud menyerang dengan yang bermaksud menyelidiki. Hindari penggunaan kata-kata "baru kebuka semua matanya deh ..." Dari tadi juga beberapa penanya sudah membuka mata dan telinga untuk mencari tahu sejelas-jelasnya.

Loh-loh orang yang menyelidiki ketika ketemu jawabannya yah terbuka matanya!!  8)  8)

Kenapa bagian belakang?? Kita lihat bagian belakang bebek mandarin adalah dua "sails" seperti sayap yang berada di punggung belakang tubuhnya. Sails ini paling unik, menarik dan menonjol dari bebek mandarin dan merupakan bagian yang paling penting (karena bisa berganti2) pada saat MUSIM KAWIN!!  8) 8) 8)

The sail-like shoulder feather on the male Mandarin Duck can be replaced up to three times during the mating season if it is lost. This sail shape feature along with the white-eye stripe that extends from the bill and tapers toward the back of the head distinguishes the male from all others. The male's chestnut and green crest and the bright orange "sails" on his back are distinctive. The males are now in full breeding colours, being January in England. They will keep their wing sails until after breeding and then lose them to become plain looking birds out of breeding season. 


Bahkan (CMIIW) bulu ini dapat terlepas setelah musim kawin sehingga memungkinkan mengambil bulunya itu tanpa menyakiti si bebek!!

Wah?? Bertele2? Maha Karuna Dharani Sutra menjelaskan loh pentingnya Bodhicitta. Mereka yang teliti, pasti akan melihat bahwa dalam Sutra tersebut sebenarnya sudah ada penjelasan yang gamblang!!  8)  8)  8) Tapi biasanya banyak org sengaja / tidak sengaja nggak baca bagian awalnya sehingga sering salahh pahammm!!  8) 8) 8)

Seperti dalam Guhyasamaja Tantra. Dijelaskan loh arti2 dari sandhyabhyasanya secara gamblang!! hohoho

 _/\_
The Siddha Wanderer
« Last Edit: 17 March 2010, 07:53:02 PM by GandalfTheElder »
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Tidak ada yang aneh.... Sutra Asli kok itu

Di Theravada ada Telapatta Jataka yang menceritakan di mana seorang Pacceka Buddha memberikan pasir perlindungan dan benang pada Bodhisatta. Pasir perlindungan dan benang tersebut dibacakan Paritta sebelumnya dan terbukti efektif loh!!...wkwkwk...  8)  8)  8)

saya heran,yang ngasih kepada Bodhisatta kan seorang Pacceka Buddha dan yang nerima adalah Bodhisatta[harus menjadi pertimbangan hal tersebut mungkin terjadi karena yang menerima bukanlah orang sembarangan!!!]
Kenyataannya, dalam Anguttara Nikaya 5.5.43, Buddha bersabda bahwa bukanlah doa dan sumpah yang akan membuat kita mendapatkan apa yang kita inginkan, melainkan kamma (perbuatan atau tindakan). Buddha meraih pencerahan melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan, begitu juga dengan siswa-siswa Arahat-Nya.


Quote
[at] bro andry: Kalau saya melihat sama sekali tidak rendah. Karena yang dibahas di sutra di atas adalah suami istri yang tidak rukun. Sedangkan Sang Buddha sangat menjunjung tinggi keharmonisan keluarga serta suami istri seperti dalam Sigalovada Sutta, kisah Nakulapita dsb. Tentunya adalah sangat wajar apabila Sang Buddha mengajarkan sebuah metode yang membuat suami istri harmonis toh...

Buddha mengajarkan "pelepasan" keduniawian,Buddha mengajar "kesadaran" bukan "kemelekatan"..

Quote
Yang harus diingat adalah..... pembacaan Maha Karuna Dharani sebanyak 1008 kali itu harus didasari dan DILANDASI OLEH BODHICITTA dan MENGERTI MAKNANYA. Tanpa Bodhicitta dan memahami maknanya, maka akan sia-sia saja dan tidak beda dengan klenik.

DENGAN BODHICITTA maka tidak mustahil SUAMI ISTRI pun pasti akan RUKUN..  8)  8)  8)

 _/\_
The Siddha Wanderer

Saya tidak mempercayainya... :)

Bodhicitta?apa bedanya antara baca 1 kali dengan Bodhicitta dan baca sampai ribuan kali?sampai2 ada rujukan angkanya mau baca berapa kali..tak masuk akal saya.. :)

sekali lagi merujuk pada  Anguttara Nikaya 5.5.43, Buddha bersabda bahwa bukanlah doa dan sumpah yang akan membuat kita mendapatkan apa yang kita inginkan, melainkan kamma (perbuatan atau tindakan). Buddha meraih pencerahan melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan, begitu juga dengan siswa-siswa Arahat-Nya.

Anumodana _/\_
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

 

anything