//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Sebuah Keyakinan  (Read 2465 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Toni

  • Sebelumnya: medan_kia
  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 334
  • Reputasi: 3
Sebuah Keyakinan
« on: 30 April 2009, 10:20:42 PM »
 _/\_
Mohon dibimbingi w yang masih awam ini akan masalah keyakinan yang kalian miliki.
Mengapa:
1. Kalian begitu mempercayai tentang suatu jalan akhir atau nibanna? Apakah kalian telah menjumpai jalan tersebut atau hanya mendengar cerita dari yang lain dan kedengarannya menarik dan sesuai dengan hidup anda maka anda mempercayai atau menyakininya?
2. "Sang Buddha". Mengapa kalian begitu menyakini jalan yang ditempuh oleh dirinya merupakan jalan untuk mencapai pencerahan? Apakah anda pernah bertemu dengan dirinya? Atau hanya melihat kitab "suci"?
3. Alam yang berbeda-beda. Sekali lagi kalian pernah menyebutkan bahwa terdapat alam-alam yang berbeda diantara/sekeliling kita. Ok, w anggap saja itu benar. Kenapa kita mempunyai rasa egois bahwa hanya kita yang disebut manusia?

Mungkin tulisan w ada yang tidak cocok mohon dikoreksi. Terima kasih atas penjelasannya. Mohon dipahami pemikiran ini

Offline dipasena

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Sudah Meninggal
Re: Sebuah Keyakinan
« Reply #1 on: 30 April 2009, 10:37:38 PM »
1. sy tau mengenai jalan akhir atau nibbana, tp sekali lg itu hanya teori bagi saya... apakah sy telah menjumpai jalan tersebut, sudah... tp saya belum sampai ke tujuannya... sy tidak sedang mendengarkan cerita atau sesuatu yg kedengarannya menarik dari nibbana, karena hal itu bukan objek yg digunakan untuk berimajinasi atas sesuatu hal yg belum kita capai/diluar jangkauan kita... apakah ajaran buddhism (konsep dasar buddhism) yg menguraikan jalan ke nibbana sangat sesuai dengan kehidupan sy dan semua orang ?  jawabannya adalah "ya" jika sy dan semua orang mau melalui jalan (praktek) yg telah ditunjukan dan dapat melihat kenyataan antara realita kehidupan kita dan masyarakat dengan ajaran buddhism...

2. karena ajarannya begitu logis, mengajar seseorang untuk berpikir realitis bukan praktis tp dituntun dalam sebuah proses panjang dalam pencapaian tujuan, dimana itu sesuai dengan kenyataan dalam kehidupan kita sehari-hari, bukan seperti mie instan... taruh mie, kasih air panas, tutup, jadi deh... (bukan promosi mie loh ya)
apakah pernah bertemu buddha ? belum... perjalanan masih panjang dan sy tidak perlu capek2 untuk berimajinasi dan bermimpi untuk bertemu, karena ajarannya sudah menyatakan dirinya, sy yakin disemua agama, tidak ada satu pun umatnya yg pernah bertemu sosok tuhan/nabi/guru/tokoh yang dinyatakan didalam kitab suci mereka masing2, terus untuk apa dipertanyakan ?? apakah ada yg pernah bertemu tuhan/nabi/guru/tokoh yang dinyatakan didalam kitab suci nya ?? jika ada saya yakin orang itu pasti pandai berbual, berimajinasi, berspekulasi dan bermimpi...

3. pemahaman atas alam2 kehidupan bukan egois kita sebagai manusia, tp realita, kita sebagai manusia hidup dibumi ini, binatang juga hidup dan ada dibumi ini, beberapa orang dari jaman dulu sampai saat ini banyak yang bercerita, dapat melihat/menyaksikan, berinteraksi dengan (secara kebetulan atau tidak, dapat melihat dimensi lain dunia kasat mata) mahluk halus dari alam2 rendah seperti genduruwo/gandhaba, peta/setan kelaparan, dewa-dewi bertubuh cerah, bersih dan bersinar.. dimana semua kenyataan yg ada sangat mendekati teori alam2 kehidupan yg diuraikan secara jelas dan gamblang didalam buddhism... bandingkan dengan agama samawi yg menyatakan bumi ini cm terisi atas binatang dan manusia, setelah itu surga dan neraka dan kerajaan allah... jika ada yg mengatakan melihat mahluk halus alam rendah, dikatakan iblis/setan dan tidak mempercayainya (padahal hati kecil nya jg takut ketika melihat itu)
apakah anda bisa menyatakan hal yg lebih realistis dari pada itu ? akan sy analisa, jika mendekati benar/sesuai realita/logis sy akan menerima nya sebagai ajaran baru dr bro toni... simple bukan ?? tp sy bukan orang bodoh yg mudah menaruh kata percaya cm sekali ucap tanpa mikir, karena sy punya pikiran dan akal yg fungsinya menganalisa dan berpikir logis serta kritis...
« Last Edit: 30 April 2009, 10:45:42 PM by dhanuttono »

Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: Sebuah Keyakinan
« Reply #2 on: 30 April 2009, 11:15:55 PM »
1.gambarannya sama seperti.... saya mendapat peta harta karun....dari seseorang... dan kata orang tersebut sudah ada orang sebelumnya yg mendapatkan harta karun tersebut...namun tidak diketahui isinya.. hanya orang yg sudah membuka peti harta karun yg tau isinya.....

nah kalo e... di posisi orang yg mendapat peta, kira2 apa tindakan anda?

2. Seperti gambaran diatas.....kalo saya pribadi lebih tertarik sama harta karun nya daripada orang yg sebelumnya sudah menemukan harta karun tersebut...

3. Manusia cuma label aja......intinya kita cuma mamalia....
i'm just a mammal with troubled soul



Offline lykim176

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 236
  • Reputasi: 7
  • Gender: Male
Re: Sebuah Keyakinan
« Reply #3 on: 01 May 2009, 10:03:34 AM »
1. pertama saya taunya dari kitab suci, saya langsung "yakin" saja karena itu khan dari kitab suci. kedua setelah diterangkan secara logika, maka saya jadi tambah "yakin". ketiga karena belum merealisasi ternyata saya menyadari tingkat keyakinan saya masih sebatas logika.

2. pertama karena ajarannya lebih masuk akal dan cocok sama aku, kedua karena dikitab suci tertera ada gurunya, ada ajarannya, dan ada murid yg berhasil.

3. alam? ego? gak tahu deh, tapi kalo ada orang yang kelakuannya lebih rendah dari manusia aku sebut dia "binatang" atau "setan"
Dunia tidak runtuh dari langit

Offline g.citra

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.372
  • Reputasi: 31
  • Gender: Male
  • Hidup adalah Belajar, Belajar adalah Hidup
Re: Sebuah Keyakinan
« Reply #4 on: 02 May 2009, 12:20:18 AM »
Quote
1. Kalian begitu mempercayai tentang suatu jalan akhir atau nibanna? Apakah kalian telah menjumpai jalan tersebut atau hanya mendengar cerita dari yang lain dan kedengarannya menarik dan sesuai dengan hidup anda maka anda mempercayai atau menyakininya?

IMO... ada sebab, ada akibat ... karena ada sebab yang menimbulkan akibat, pasti ada :
akibat yang timbul bukan karena suatu sebab, sebab yang tidak menimbulkan akibat dan bukan karena sebab dan tidak menmbulkan akibat...

Quote
2. "Sang Buddha". Mengapa kalian begitu menyakini jalan yang ditempuh oleh dirinya merupakan jalan untuk mencapai pencerahan? Apakah anda pernah bertemu dengan dirinya? Atau hanya melihat kitab "suci"?

Anda punya akal? punya pikiran buat menilai?

Quote
3. Alam yang berbeda-beda. Sekali lagi kalian pernah menyebutkan bahwa terdapat alam-alam yang berbeda diantara/sekeliling kita. Ok, w anggap saja itu benar. Kenapa kita mempunyai rasa egois bahwa hanya kita yang disebut manusia?

enggak juga tuh... coba aja kalo orang bule atau orang yang gak ngerti bahasa indonesia, bakal bilang dirinya 'manusia' jugakah ? :))

Offline Toni

  • Sebelumnya: medan_kia
  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 334
  • Reputasi: 3
Re: Sebuah Keyakinan
« Reply #5 on: 02 May 2009, 11:09:58 AM »
_/\_
Terima kasih teman2 ada yg memberikan komentar. W kira pertanyaan yg mendasar dan bodoh ini tidak ada yang akan menjawab. ;D

Sering w mendengar teman2 disini ataupun divihara ataupun ditempat lain selalu menyinggung tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Membaca, mendengar hal tersebut, w menjadi tertawa kecil sendiri. Walau w tidak mengerti apa2 tentang apa yang mereka bicarakan tetapi sedikit kemunafikan ataupun kefanatikan muncul dalam ego. Mungkin w menilainya terlalu salah.

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Sebuah Keyakinan
« Reply #6 on: 02 May 2009, 02:06:43 PM »
1. Kalian begitu mempercayai tentang suatu jalan akhir atau nibanna? Apakah kalian telah menjumpai jalan tersebut atau hanya mendengar cerita dari yang lain dan kedengarannya menarik dan sesuai dengan hidup anda maka anda mempercayai atau menyakininya?
yg pasti pertama harus mulai dari percaya dulu.
namun percaya itupun dibangun dg membanding2kan dg pengalaman sendiri.

Quote
2. "Sang Buddha". Mengapa kalian begitu menyakini jalan yang ditempuh oleh dirinya merupakan jalan untuk mencapai pencerahan? Apakah anda pernah bertemu dengan dirinya? Atau hanya melihat kitab "suci"?
personal question nih... dijawab bagaimanapun percuma...
krn apapun yg orang lain katakan, itu adalah pengalaman dia atau mungkin kitab suci atau yg lain2, yg pasti itu bukan pengalaman anda, bukan kenyataan yg anda alami sendiri.

Quote
3. Alam yang berbeda-beda. Sekali lagi kalian pernah menyebutkan bahwa terdapat alam-alam yang berbeda diantara/sekeliling kita. Ok, w anggap saja itu benar. Kenapa kita mempunyai rasa egois bahwa hanya kita yang disebut manusia?
krn emg sifat kita egois
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Sebuah Keyakinan
« Reply #7 on: 02 May 2009, 06:03:04 PM »
_/\_
Mohon dibimbingi w yang masih awam ini akan masalah keyakinan yang kalian miliki.
Mengapa:
1. Kalian begitu mempercayai tentang suatu jalan akhir atau nibanna? Apakah kalian telah menjumpai jalan tersebut atau hanya mendengar cerita dari yang lain dan kedengarannya menarik dan sesuai dengan hidup anda maka anda mempercayai atau menyakininya?
2. "Sang Buddha". Mengapa kalian begitu menyakini jalan yang ditempuh oleh dirinya merupakan jalan untuk mencapai pencerahan? Apakah anda pernah bertemu dengan dirinya? Atau hanya melihat kitab "suci"?
3. Alam yang berbeda-beda. Sekali lagi kalian pernah menyebutkan bahwa terdapat alam-alam yang berbeda diantara/sekeliling kita. Ok, w anggap saja itu benar. Kenapa kita mempunyai rasa egois bahwa hanya kita yang disebut manusia?

Mungkin tulisan w ada yang tidak cocok mohon dikoreksi. Terima kasih atas penjelasannya. Mohon dipahami pemikiran ini
wah, hebat sekali sadha rekan-rekan disini....
keyakinan umat buddha timbul bukan karena semata percaya saja tanpa "pembuktian"
tetapi lebih kepada "sudah terbukti" baru percaya.

1.penderitaan adalah nyata saat ini bahkan bisa dirasakan saat ini...
dan sumber dari penderitaan pun bisa kita tahu saat ini, kalau tahu sumber pasti tahu akhir.....
masalah jalan ke nibbana...

jalan tentu tidak langsung kita percaya-i begitu saja.....
seperti anda ingin pergi ke kota. katakanlah kota "A"..kemudian anda diberi gambaran jalan...menuju ke-kota "A" oleh seseorang(Gotama)

anda tidak mesti langsung percaya, tetapi telusuri saja dulu.....setelah telusuri anda akan tahu anda akan menuju ke-mana,bahkan kota "A" pun anda bisa lihat saat anda hidup/saat ini...bukan setelah mati.

ketika anda telah setengah jalan, anda sudah tahu bahwa kemana arah jalan itu, percayalah...
persis seperti anda telah/sedang makan, anda akan tahu bahwa pasti akan mengakibatkan "kenyang"



2. "Sang Buddha". Mengapa kalian begitu menyakini jalan yang ditempuh oleh dirinya merupakan jalan untuk mencapai pencerahan? Apakah anda pernah bertemu dengan dirinya? Atau hanya melihat kitab "suci"?

ajaran buddha begitu nyata bisa dilihat, bukan di kitab suci saja...atau lewat rupang patung beliau..
tepat sekarang ini,
apakah anda sedang mengalami proses kelapukan?
jadi telaah sendiri apakah kata seorang buddha atau tulisan di kitab suci itu bohongan belaka atau sesuai dengan kenyataan saat ini.



3. Alam yang berbeda-beda. Sekali lagi kalian pernah menyebutkan bahwa terdapat alam-alam yang berbeda diantara/sekeliling kita. Ok, w anggap saja itu benar. Kenapa kita mempunyai rasa egois bahwa hanya kita yang disebut manusia?

alam-alam itu nyata sesuai kata saudara Dhanuttono, kalau anda tanya mengapa kita(anda) mempunyai rasa egois bahwa hanya kita yang disebut manusia.....
bukankah menarik untuk anda telusuri sendiri....mengapa anda tidak mencoba memecahkan dan menemukan jawabannya atas pengalaman langsung anda. ^^

cara dan jalan semua tersedia.......tinggal dari niat anda mau tahu atau tidak.

salam metta.
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!