//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?  (Read 30123 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?
« Reply #105 on: 09 November 2010, 06:58:26 AM »
saya tidak merasa perlu menyelidiki statement "tali kecapi yang terlalu kendor, maka suara kecapi tidak bagus, tali kecapi yang terlalu ketat, maka tali senar akan putus" itu referensinya memang dr buku pelajaran agama di sd, bisa saja bahasa kiasan untuk membuat murid sd lebih paham sewaktu Siddharta samadhi dan mengetahui cara samadhinya yg terlalu ekstrem, mengapa siddharta bisa tahu yah dengan kiasan tersebut jadi murid sd bisa lebih paham.

saya mau bertanya sutra mahayana banyak yang tidak ada di Tipitaka, bagaimana penjelasan anda? apakah sedikit2 anda mengatakan dengan perkataan " sudahkah anda menyelidiki dulu? sutra tsb tidak ada dalam Tipitaka?"



sutra mahayana jika terdapat dalam Tripitaka juga dianggap valid bagi penganut mahayana walaupun tidak terdapat dalam Tipitaka. Tripitaka adalah sah bagi umat mahayana seperti Tipitaka adalah sah bagi umat Theravada. ada sutra yg memang tidak terdapat dalam Tripitaka, dan sutra jenis ini pun dianggap tidak sah oleh penganut mahayana.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?
« Reply #106 on: 09 November 2010, 07:04:04 AM »
Selama ada kemelekatan timbul pula ego dari Aku. Ini ajaran yg Aku tahu, Ini Ajaran Sang Buddha yang mutlak.
maka akhir-akhir ini forum jadi banyak debatnya daripada membangun. _/\_ ;D

Swatthi Hottu,

Namo Buddhaya.

mungkin karena pengaruh kepercayaan membuta anda membuat anda secara tidak sengaja memutar-balikkan ajaran Buddha. menurut yg saya pelajari, adalah karena pandangan aku/ego (yaitu pandangan "aku", "diriku", "milikku") yang menimbulkan kemelekatan. bukan sebaliknya

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?
« Reply #107 on: 09 November 2010, 07:05:37 AM »
sutra mahayana jika terdapat dalam Tripitaka juga dianggap valid bagi penganut mahayana walaupun tidak terdapat dalam Tipitaka. Tripitaka adalah sah bagi umat mahayana seperti Tipitaka adalah sah bagi umat Theravada. ada sutra yg memang tidak terdapat dalam Tripitaka, dan sutra jenis ini pun dianggap tidak sah oleh penganut mahayana.
kalau kamasutra itu termasuk ajaran mana om =))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?
« Reply #108 on: 09 November 2010, 07:19:09 AM »
kalau kamasutra itu termasuk ajaran mana om =))

kalo gak salah itu sub-bagian dari kitab ryupitaka yg mengajarkan ajaran pencapaian kegelapan melalui seks

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?
« Reply #109 on: 09 November 2010, 07:21:40 AM »
kalo gak salah itu sub-bagian dari kitab ryupitaka yg mengajarkan ajaran pencapaian kegelapan melalui seks

aliran ryuyana
 =)) =))
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline Udyata-sahanubhuti

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 112
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?
« Reply #110 on: 09 November 2010, 09:11:54 AM »
Loh kok bilang begitu bro ryu? statement apa itu? kan kamu nanya referensi dari mana? udah dijawab lu malah ngeyel anda percaya begitu saja? pertanyaan apa itu? mau complain percaya atau tidak percaya benar atau tidak benar bukan sama saya, tp sama pencetaknya? atau sama menteri depdikbud? di tahun dikeluarkannya buku pelajaran agama tsb. Wong pandita kumala dari jawa juga sendiri yang mengajarkan kami begitu. Saya sih ok ok saja dan masih masuk di logika mengenai tali/senar kecapi tersebut karena buku tsb pelajaran agama sewaktu di SD. Itu yang diajarkan guru pandita kumala kpd kami.

atau emang sifatmu begitu? selalu mengintimidasi? kita di sini forum diskusi bro bukan forum saling memojokkan. Apalagi satu agama seharusnya membangun. Lihat dulu topiknnya. kecuali topik berdebat ok lah kamu menjawab dengan begitu ataupun topik mengenai LSY yang mengaku sudah pernah minum kopi bareng Sang Buddha, boleh kamu kritik.
Lu boleh nanya atau cari statement mengenai tali kecapi tsb yang akhirnya menyadarkan siddharta dari samadhinya yg ekstrem, ada atau kaga sewaktu pelajaran di SD, atau jangan2 kamu gak pernah masuk SD?

Belajarlah menghormati jawaban orang lain bukan dengan pertanyaan "Oh ya dan anda percaya begitu saja?"
kalau memang sifatmu selalu mengintimidasi begitu saya rasa tidak ada gunanya forum diskusi buat kamu, buat saja forum berdebat. dan tidak ada gunanya meminta pendapat dari kamu.

cukup sekian dan terima kasih  _/\_ :o

Dear Bro freecloud79,
 _/\_
Diskusi yg baik berubah jadi debat yg panas dipelopori oleh diri kita sendiri (pikiran).
Jadi pada saat diskusi, coba kita mengamati gejolak batin yang timbul seperti apa? apakah ada kebencian, kemarahan, kekesalan, perasaan menang, gembira, dll. Tujuan kita berdiskusi sebenarnya adalah mulia...cuma implementasi nya oleh diri kita sendiri juga kadang kemuliaan berubah jadi debu yg semakin menutupi batin kita. Jika pada saat diskusi saya tiba2 menyadari bahwa diskusi ini hanya untuk melambungkan ego ke-buddhis-an saya, itu indikasi pikiran kita hadir di saat ini juga. coba kita belajar berdiskusi secara meditatif....mungkin semua hal2 positif bisa kita jumpai bahkan di dalam kata2 kritikan pedas sekalipun.
Jika ada statement saya yang kurang tepat dan tidak enak dibaca...tolong jangan diberi label.
Semoga bermanfaat bro  ^:)^
o

Offline sobat-dharma

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.286
  • Reputasi: 45
  • Gender: Male
  • sharing, caring, offering
Re: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?
« Reply #111 on: 09 November 2010, 09:18:22 AM »
Menurut saya keduanya tidak ada yang lebih baik. Ajaran Buddha mengajarkan kita untuk tidak terjerumus kepada tindakan ekstrem, termasuk terlalu naïf maupun licik. Kenaifan yang terlalu membuat seseorang tidak bisa membedakan mana benar dan salah dan akan mudah terjebak dalam melakukan perbuatan buruk yang ia anggap sebagai bukan perbuatan buruk.

Hanya kebijaksanaan-lah yang terbaik di antara terlalu naïf dan licik.  :) _/\_


Kalau begitu, berdana tidak sama baik ataupun buruknya jika dibandingkan dengan merampok? ==> Meniru gaya argumen bro ryu dan adi lim  ;D
« Last Edit: 09 November 2010, 09:20:00 AM by sobat-dharma »
Mereka yang melihat-Ku dari wujud dan mengikuti-Ku dari suara terlibat dalam upaya salah. Mereka takkan melihat Aku. Dari Dharma-lah mestinya ia melihat Para Buddha. Dari Dharmakaya datang tuntunan baginya. Namun hakikat sejati Dharma tak terlihat dan tiada seorangpun bisa menyadarinya sebagai obyek

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?
« Reply #112 on: 09 November 2010, 09:24:40 AM »
Kalau begitu, berdana tidak sama baik ataupun buruknya jika dibandingkan dengan merampok? ==> Meniru gaya argumen bro ryu dan adi lim  ;D

Sebab sama-sama tidak mengerti kebenaran, hanya menjalankan sesuai nafsu (bagi si licik) dan kebodohan (bagi si naif). Yang mana lebih baik, susah dibedakan.


Offline sobat-dharma

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.286
  • Reputasi: 45
  • Gender: Male
  • sharing, caring, offering
Re: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?
« Reply #113 on: 09 November 2010, 09:33:37 AM »
Sebab sama-sama tidak mengerti kebenaran, hanya menjalankan sesuai nafsu (bagi si licik) dan kebodohan (bagi si naif). Yang mana lebih baik, susah dibedakan.

Angulimala adalah contoh tokoh yang naif.... Walau membunuh sedemikian banyaknya orang, bahkan hendak membunuh Sang Buddha,  namun sekali Sang Buddha berhasil menunjukkan kesalahannya, sekali ia berubah langsung masuk ke jalan yang benar hingga mencapai Kerahatan.

Devadatta adalah contoh tokoh yang licik... Meski sebelumnya tidak pernah membunuh dan selalu mendengarkan Buddhadharma namun hatinya penuh intrik dan ambisi. Sekali mendapatkan kesempatan ia langsung hendak membunuh Sang Buddha sehingga akhirnya terlempar ke Neraka Avicci.

Manakah yang lebih baik, silahkan putuskan sendiri  :)
« Last Edit: 09 November 2010, 09:35:16 AM by sobat-dharma »
Mereka yang melihat-Ku dari wujud dan mengikuti-Ku dari suara terlibat dalam upaya salah. Mereka takkan melihat Aku. Dari Dharma-lah mestinya ia melihat Para Buddha. Dari Dharmakaya datang tuntunan baginya. Namun hakikat sejati Dharma tak terlihat dan tiada seorangpun bisa menyadarinya sebagai obyek

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?
« Reply #114 on: 09 November 2010, 09:52:50 AM »
Angulimala adalah contoh tokoh yang naif.... Walau membunuh sedemikian banyaknya orang, bahkan hendak membunuh Sang Buddha,  namun sekali Sang Buddha berhasil menunjukkan kesalahannya, sekali ia berubah langsung masuk ke jalan yang benar hingga mencapai Kerahatan.

Devadatta adalah contoh tokoh yang licik... Meski sebelumnya tidak pernah membunuh dan selalu mendengarkan Buddhadharma namun hatinya penuh intrik dan ambisi. Sekali mendapatkan kesempatan ia langsung hendak membunuh Sang Buddha sehingga akhirnya terlempar ke Neraka Avicci.

Manakah yang lebih baik, silahkan putuskan sendiri  :)
Saya tidak bisa putuskan yang mana lebih baik, apalagi hanya dari satu kasus.
Tapi kisah ini pun memang bagus. Devadatta, walaupun dia licik, tapi punya pemikiran sendiri. Tanpa perlu dinasihati secara khusus ia menjadi sadar sendiri dan berpegang keyakinan penuh pada Buddha Gotama. Maka walaupun masuk Avici yang mengerikan, pada saatnya berakhirnya kamma di Avici, ia akan terlahir menjadi manusia dan mencapai pencerahan sebagai Pacceka Buddha.

Sebaliknya Angulimala yang baik, karena kenaifannya, mudah sekali dijerumuskan oleh gurunya. Tidak bisa membedakan mana yang benar dan yang salah, hanya membuta terhadap perkataan gurunya, ingin membunuh 1000 orang, bahkan hampir membunuh ibunya sendiri, kalau bukan digagalkan oleh Buddha.

Manakah yang lebih baik? Tergantung sudut pandang. Jika anda mampu menilai secara objektif, maka bisa melihat keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan (yang kadang fatal). Itu sebabnya saya katakan tidak tahu yang mana yang lebih baik. Entahlah kalau anda punya kecenderungan tersendiri terhadap salah satunya.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?
« Reply #115 on: 09 November 2010, 10:21:06 AM »
Kalau begitu, berdana tidak sama baik ataupun buruknya jika dibandingkan dengan merampok? ==> Meniru gaya argumen bro ryu dan adi lim  ;D

kek robihhud yak, sudah merampok trus berdana, jadi pahlawan gitu betul yak? =))

kek biku bergitar, sudah menyanyi, blessing, dapet duit buat berdana yak =))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline sobat-dharma

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.286
  • Reputasi: 45
  • Gender: Male
  • sharing, caring, offering
Re: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?
« Reply #116 on: 09 November 2010, 10:59:21 AM »
Saya tidak bisa putuskan yang mana lebih baik, apalagi hanya dari satu kasus.
Tapi kisah ini pun memang bagus. Devadatta, walaupun dia licik, tapi punya pemikiran sendiri. Tanpa perlu dinasihati secara khusus ia menjadi sadar sendiri dan berpegang keyakinan penuh pada Buddha Gotama. Maka walaupun masuk Avici yang mengerikan, pada saatnya berakhirnya kamma di Avici, ia akan terlahir menjadi manusia dan mencapai pencerahan sebagai Pacceka Buddha.

Sebaliknya Angulimala yang baik, karena kenaifannya, mudah sekali dijerumuskan oleh gurunya. Tidak bisa membedakan mana yang benar dan yang salah, hanya membuta terhadap perkataan gurunya, ingin membunuh 1000 orang, bahkan hampir membunuh ibunya sendiri, kalau bukan digagalkan oleh Buddha.

Manakah yang lebih baik? Tergantung sudut pandang. Jika anda mampu menilai secara objektif, maka bisa melihat keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan (yang kadang fatal). Itu sebabnya saya katakan tidak tahu yang mana yang lebih baik. Entahlah kalau anda punya kecenderungan tersendiri terhadap salah satunya.


Sederhana saja, tidak perlu bersilat lidah, cukup dipilih:
[1] orang naif melakukan kesalahan karena tidak tahu, maka mudah diperbaiki,
[2] orang licik melakukannya dengan sengaja bahkan bangga dengan perbuatannya.
Pilih mana ya kira2?

Sorry supaya diskusi nggak OOT lebih jauh lagi, saya membahas soal ini sampai sini saja. kukuku  ^-^
Mereka yang melihat-Ku dari wujud dan mengikuti-Ku dari suara terlibat dalam upaya salah. Mereka takkan melihat Aku. Dari Dharma-lah mestinya ia melihat Para Buddha. Dari Dharmakaya datang tuntunan baginya. Namun hakikat sejati Dharma tak terlihat dan tiada seorangpun bisa menyadarinya sebagai obyek

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?
« Reply #117 on: 09 November 2010, 11:05:34 AM »
saya tidak pernah bilang debat itu tidak membangun loh  ;D

kalau begitu kenapa anda mempermasalahkan soal debat dengan membangun ?
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?
« Reply #118 on: 09 November 2010, 11:11:08 AM »
Sederhana saja, tidak perlu bersilat lidah, cukup dipilih:
[1] orang naif melakukan kesalahan karena tidak tahu, maka mudah diperbaiki,
[2] orang licik melakukannya dengan sengaja bahkan bangga dengan perbuatannya.
Pilih mana ya kira2?

Sorry supaya diskusi nggak OOT lebih jauh lagi, saya membahas soal ini sampai sini saja. kukuku  ^-^
Kalau anda memakai contoh yang dilihat dari sudut pandang anda, adalah benar, menyuruh orang lain merenungkan. Sedangkan kalau saya babarkan dari sudut pandang saya, adalah bersilat lidah? Anda sepertinya orang rendah juga. Silahkan lanjutkan, saya tidak minat.

« Last Edit: 09 November 2010, 11:15:40 AM by Kainyn_Kutho »

Offline sobat-dharma

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.286
  • Reputasi: 45
  • Gender: Male
  • sharing, caring, offering
Re: Adakah aliran Theravada + Mahayana = TheraMahavadayana?
« Reply #119 on: 09 November 2010, 11:17:32 AM »
Kalau anda memakai contoh yang dilihat dari sudut pandang anda adalah benar, menyuruh orang lain merenungkan. Sedangkan kalau saya babarkan dari sudut pandang saya, adalah bersilat lidah? Anda sepertinya orang rendah juga. Silahkan lanjutkan, saya tidak minat.

Terimakasih atas masukkannya bro  :| 
Mereka yang melihat-Ku dari wujud dan mengikuti-Ku dari suara terlibat dalam upaya salah. Mereka takkan melihat Aku. Dari Dharma-lah mestinya ia melihat Para Buddha. Dari Dharmakaya datang tuntunan baginya. Namun hakikat sejati Dharma tak terlihat dan tiada seorangpun bisa menyadarinya sebagai obyek

 

anything