//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - wen78

Pages: 1 ... 61 62 63 64 65 66 67 [68]
1006
Perkenalan / Re: hello
« on: 06 March 2009, 12:49:19 PM »
met kenal jg to all  ;)

salam kenal... osin koq postingnya pagi2 (bukan malam lagi...)
menang tidurnya jam berapa?

iya.. baru kelar meditasi, isenk cek email & FB sekalian buka DC ;D

Jadi ingat film Jepang jadul..
Oshin.. :D

Welcome..

sama.... gua suka film Oshin juga. kisah yg menarik dan penuh arti  ;D
tapi Naruto kayanya lebih seru... aih2.... hinata berani mati utk naruto  :'(
tinggal tunggu Chibaku Tensei kaya apa  :))

oh ya... gua co.. bkn ce  :))

1007
Perkenalan / hello
« on: 06 March 2009, 01:34:33 AM »
hello, perkenalkan gua osin.
ude cukup lama baca2 di forum ini, cuma baru kl ini terpanggil untuk ikutan  ;D

mohon petunjuknya dari para senior2  _/\_

1008
Lingkungan / Re: Buddha Bar Dinilai Melecehkan Agama Buddha
« on: 06 March 2009, 01:09:51 AM »
pohon bukan makhluk hidup karena cuma punya rupa, tdk punya nama (batin).
trus pohon apa dong kok bisa tumbh gede?
pohon adalah benda hidup.

saya tidak ingin membahas apakah pohon adalah benda hidup ato mahluk hidup.
IMO, sesuatu yg hidup memiliki energi dan pohon sendiri memiliki energi. dan untuk saya benda hidup dan mahluk hidup adalah sama. sebab saya tidak pernah mendengar ada istilah mahluk mati.
kata mahluk itu sendiri memiliki arti sesuatu benda yg hidup.

jika anda merasa hal tersebut adalah berbeda, yaa.. itu pendapat anda.


jadi karena patung bukanlah Buddhanya sendiri, jd menurut u kan fine2 aja nih kl mo ditaro di WC, tempat org ee & pipis...

nah g tanya, kl gt pohon Bodhi napa mesti dihormatin sm Sang Buddhanya sendiri? ada apa emangnya di pohon Bodhinya kenapa ga (maaf) dipipisin aja sm Sang Buddhanya?

jika Siddharta Gautama pipis-in pohon tersebut, siapa yg tau? saya senang jika Siddharta Gotama pipis-in bahkan buang air besar di pohon tersebut. sebab pohon tersebut akan makin subur.
air seni dan kotoran dari manusia sesungguhnya bukan lah sesuatu yg kotor. hanya pikiran kita yg mengatakan hal tersebut adalah kotor.
air seni dan kotoran manusia sangat berguna bagi tumbuhan. dan air seni kita bisa di gunakan sebagai pertolongan pertama jika kita dipukulin habis babak belur hingga luka dalam.


nah lu jawabnya karena pohon Bodhi dah berjasa melindungi Sang Buddha dari panas dan terik, hujan dan badai wkt Sang Buddha lagi meditasi, kalo gitu napa kita ga sepatutnya menghormati rupang Buddha sebagai SIMBOL (bukan penyembah berhala) keagamaan kita karena tuh rupang udah berjasa bantu kita utk inget sifat2 baik Sang Buddha pas liat tuh rupang, bantu konsentrasi juga pas kebaktian.

saya mengerti maksud anda. perumpamaan pohon Bodhi dengan patung Buddha yg sama2 memiliki fungsi membantu. tetapi saya tidak begitu mengerti maksud anda menghormati "patung Buddha sebagai SIMBOL".

patung Buddha hanya membantu agar mudah menggambarkan sosok Siddharta Gotama dipikiran. tidak lebih dari itu. dan patung tersebut tidak memiliki jasa apapun.
tidak ada jasa, karena patung tsb dibuat oleh manusia dan memiliki tujuan. dan tujuannya hanya memberikan gambaran sosok Siddharta Gotama sedang meditasi, dll(tergantung posisi tangannya)

contoh: anggaplah saya adalah seorang yg pelupa. saya terus mencatat  dengan bolpen dan kertas, apa saja yg harus dibeli dan dikerjakan. apakah bolpen dan kertas tsb yg telah membantu saya, harus saya hormati? apakah saya tidak boleh bawa bolpen dan kertas tsb ke WC? dan apakah kertas dan bolpen itu berjasa?

sekali lg & sekali lg perumpamaan bendera diambil, napa pas upacara bendera di sekolah lu hormatin tuh bendera? karena menurut u kan simbol hanyalah simbol, bendera adalah bendera sebagaimana rupang Buddha hanyalah simbol belaka & boleh ditaro di WC (menurut u tadi) maka g jg bisa tanya dong napa tiang bendera ga lu (sorry) pipisin?

kenapa tidak?


jika persepsi anda patung Buddha berjasa, dan anda ingin hormati, silahkan.....
tetapi menurut saya, akan lebih baik untuk tidak memperlakukan patung Buddha bagaikan sesuatu yg suci.

jika ingin di telaah lebih dalam, sebenarnya patung Buddha tidak memberikan gambaran apapun dipikiran kita. pikiran kitalah yg memberikan "gambaran" itu sendiri. untuk yg ini saya tidak ingin membahasnya. sebab menurut saya tidak ada kata2 yg tepat untuk membahasnya. malah akan terjadi salah paham karena keterbatasan kata.

1009
Lingkungan / Re: Buddha Bar Dinilai Melecehkan Agama Buddha
« on: 05 March 2009, 10:15:54 PM »
kalo gitu ketika Buddha Gotama mencapai penerangan sempurna, kenapa dia menghormati pohon Bodhi dgn melihat pada pohon tsb selama 7 hari ???
IMO, Siddhartha Gautama menghormati pohon Bodhi karena pohon Bodhi memberikan perlindungan kepada Siddhartha Gautama dari teriknya matahari dan hujan hingga saat Siddhartha Gautama mencapai penerangan sempurna.

pohon juga lah mahluk hidup yg memberikan kehidupan (memberikan oksigen) kepada kita.

mengenai kenapa dia menghormati pohon Bodhi dgn melihat pada pohon tsb selama 7 hari, mungkin harus tanyakan langsung kepada yg bersangkutan jika suatu saat bertemu. gua gak brani berandai2 ato berpendapat soal ini ;D

1010
Lingkungan / Re: Buddha Bar Dinilai Melecehkan Agama Buddha
« on: 05 March 2009, 10:03:20 PM »
kalo dipostingan ini, semua kata "patung Buddha" diganti dengan "foto kakek/nenek/ayah/ibu" yang sudah almarhum, apakah sama?

benarkah kalo suatu benda/objek dianggap simbol, berarti tidak perlu dihormati?
sama.
yg sudah tiada akan selalu hidup di pikiran dan di hati kita. foto hanyalah sebuah gambaran sosok atau memory sebuah moment yg membantu kita untuk mengingatkan pada orang tsb ato moment tsb. yg kita ingat, hormati, bahagia, sedih, .. dll adalah kepada sosoknya ato moment tsb. ato dengan kata lain isi-nya, bukan pada bendanya.

sebuah benda/objek sebagai simbol yg mengandung arti, harus kita hormati. walaupun tidak sesuai dengan prinsip ato diri kita. yg di hormati adalah arti ato isi ato makna dari simbol tersebut, bukan simbolnya.

1011
Lingkungan / Re: Buddha Bar Dinilai Melecehkan Agama Buddha
« on: 05 March 2009, 07:30:53 PM »
[at] om Felix

masa orang bayar mahal2 sewa private room, cuma buat nyaman baca dhammapada :))

paling kalo efektif sih, di jadiin pocket book yg dikasih pas mo pulang... :D

 [at] Tesla

yg ini ya



waw.. juga
qt bikin ebook dhammapada gitu yak??
n qt supply ke BB....hohoho...
nice

kalo rupang Buddha tidak untuk dihormati, lalu buat apa yah di vihara2 ada rupang?
mungkin kata yg sudah gak melekat lagi sebagai pajangan saja, para bhante aja menghormat kepada rupang buddha kenapa kita gak boleh menghormat rupang buddha?
apa takut disebut menyembah berhala makanya gak perlu rupang buddha lagi?



betul juga ya

apa seharusnya di vihara tidak perlu patung buddha lagi
patung buddha cuma buat aksesori buat bar, buat cafe, buat restoran
ato buat tiang beton saja kale ye, buat penyangga bangunan?

patung, is just a patung.....

mungkin sang buddha sudah pencerahan sempurna, dan dia tidak akan marah

nah kalau dewa melihat perbuatan tersebut? apakah dewa akan marah?
trus gimana perhitungan karma tersebut?

:hammer: no karma, karena tidak ada cetana  :-? that's it???
Bro nav, ini semua kan cuma simbol2
sama kayak pemilu, simbol2 juga pakai lambang2,warna2.
kalau gak ada simbol2, gimana mau milihnya?? dgn adanya simbol2 lbh gampang.

Adanya patung buddha d Vihara pun, sama cuma simbol/materi
Tapi apakah semua umat, sudah bisa membebaskan diri dari simbol2 dan materi2?
Tdk semua juga kan? So, hal tersebut masih harus ada. Untuk mendukung produksi karma baik bagi mereka.
Setidaknya ketika melihat patung buddha. Mereka teringat jasa2 SB, Nilai2 SB.
Kalau kosong gimana? gak semua org bisa lsg proses produksi kamma baik kan..
justru karena simbol itulah kami protes agar simbol itu ditempatkan pada tempat yg sepantasnya
patung Buddha hanyalah sebuah simbol yg menggambarkan sosok Siddharta Gautama berada di hadapan kita.
pada saat melihat patung Buddha, dipikiranlah yg ada sosok Siddharta Gautama. bukan pada patungnya. patung Buddha hanya membantu agar pikiran kita mudah menggambarkan sebuah sosok Siddharta Gautama.

ketika melihat patung Buddha, mengingatkan pada sosok Siddharta Gautama dan hormat kepada Siddharta Gautama, tetapi bukan pada patungnya.

berbeda dengan patung Buddha, yg tidak boleh kotor, tidak boleh ditempatkan di tempat yg kotor, harus diberikan bunga agar wangi, harus dimandikan, tidak boleh ada sarang laba2 didekatnya, ...... dll. hal seperti ini menunjukan bahwa patung tersebut adalah sesuatu yg suci. dan seakan2 Siddharta Gautama adalah patung tersebut.

apa yg terjadi jika menaruh patung Buddha di WC?
ketika saya sedang buang air besar, saya melihat patung tersebut dan saya mengingat ajaran Buddha. dan semua itu ada dipikiran sendiri dan patung tersebut tetap hanyalah sebuah patung.
akan berbeda jika kita beranggapan bahwa patung tersebut akan bau dan tidak pantas taruh di WC karena kotor. ini berarti menunjukan bahwa patung tersebut seakan2 adalah Siddharta Gautama

simbol hanyalah simbol. arti dan inti dari simbol tersebut ada di diri kita sendiri.
patung hanyalah patung. arti dan inti dari patung tersebut ada di diri kita sendiri.

kira2 begitu saja......
mungkin akan lebih baik tanyakan langsung pada Bhikku. tanyakan kepada Bhikku tsb, apa bedanya menghormati dengan melekat terhadap patung Buddha. mungkin akan mendapatkan penjelasan yg lebih baik drpd saya  ;D






1012
Lingkungan / Re: Buddha Bar Dinilai Melecehkan Agama Buddha
« on: 05 March 2009, 03:57:37 PM »
apakah anda pikir umat Buddha seperti anda yg pengetahuannya begitu tinggi tanpa melekat?
saya msh melekat dgn uang,benda,simbol2 dll dan jg berusaha semampu saya menjalahkan pancasila dan 8 jalan kebenaran
kl anda membandingkan melakukan Dhamma dgn patung. saya jg tau mana yg lbh tinggi itu adalah menjalankan Dhamma Sang Guru saya,tp saya lbh baek jujur kl saya itu msh MELEKAT
setiap orang memiliki tingkat kemelekatan yg berbeda2. contoh saya, saya sudah 99% tidak melekat  pada sosok patung Buddha dan nama Buddha , tetapi saya masih 100% melekat pada daging apalagi daging babi dan kepiting.
mungkin orang lain sudah tidak melekat pada bentuk dan rasa makanan baik daging ato  sayur, tetapi masih melekat pada sosok patung Buddha.

kemelekatan adalah hal yg paling susah dibahas, karena menyangkut ego kita dimana tidak ingin direndahkan. so.. semua orang masih melekat, hanya saja berbeda. dan tidak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah.

bagi yg merasa melekat pada sesuatu, mencobalah untuk tidak melekat.

IMO, melepaskan kemelekatan pada patung Buddha adalah yang termudah. yg tersulit adalah melepaskan kemelekatan kita terhadap pikiran dan ego diri kita sendiri.


don't speak non sense

loe bilang patung itu bukan sang buddha (ato sapa yang bilang itu semua)
masalahnya loe berani ga, pipis di patung sang buddha tepat di kepala-nya?
loe berani tidak?


itu menimbulkan karma tidak? think it yourself!!!
think, read n sleeeppppppp....
lebih baik saya kencingin patung Buddha tepat di kepala-nya, daripada hanya karena ego saya mengakibatkan orang lain kehilangan pekerjaan.


 

1013
Lingkungan / Re: Buddha Bar Dinilai Melecehkan Agama Buddha
« on: 05 March 2009, 11:25:44 AM »
wakakkakakakaka... thread ini lucu banget yeeeee.......

i'm on your side Kainyn_Kutho  ;)

IMO,
kl mo ngomong image Buddha rusak karena Buddha Bar, justru menolak Buddha Bar menunjukan umat Buddha menganggap bahwa patung Buddha adalah sesuatu yg suci  :))

tapi terserah d...
bagi yg mo protes sampe Buddha Bar berubah nama ato tutup terserah.... suka2 kalian....
khan gua gak merasa menderita karena kehadiran Buddha Bar  :))



Pages: 1 ... 61 62 63 64 65 66 67 [68]