//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)  (Read 95531 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #15 on: 15 November 2011, 11:02:13 AM »
Buddha Gotama sampai sekarang masih guru terbaik dan terhebat di alam ini, tiada mahluk lain yang bisa mengalahkannya.

Darimana anda tau?

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #16 on: 15 November 2011, 11:05:11 AM »
1.tidak usah bertemu, memang ajaran THE BEST kok !  :jempol:
dan sudah banyak muridnya yang terbukti berhasil menjadi Arahant, baik bimbingan langsung Beliau atau murid2 lainnya yang tidak dibawah bimbingan Beliau.

2. apakah bro sobat ragu terhadap ajaran Beliau ?   ^-^

1. Darimana anda tau?

2. Bisa anda buktikan gak? Jika belum bisa seharusnya anda meragukan sampai anda membuktikan sendiri kebenarannya.
Fanatisme berasal dari keyakinan buta

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #17 on: 15 November 2011, 11:08:30 AM »
memang benar ! yaitu Buddha Gotama
tapi sayanknya kita semua masih belum mau praktek dengan serius.  ;D

Dari mana anda tau?
Tidak mau berpraktek tetapi mengambil kesimpulan the Best kepercayaan dari mana yah?

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.552
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #18 on: 15 November 2011, 11:11:02 AM »
Pendapatku, bro Johan3000 jangan buang2 waktu dan tenaga untuk sekadar  menilai LSY. Saya pikir, bro Johan3000 sudah punya jawabannya sendiri. Itu saja cukup.

saya sendiri bukan Si Fu, dan tidak bekerjadi di bidang klasifikasi/certifikasi, jadi tetaplah sebaiknya open minded dalam hal menilai seseorang, bila ada yg memiliki keahlian dalam menilai kambali. Dan kalau dilihat dari sisi jumlah vihara FZF yg ada di Indonesia, itu adalah suatu kemajuan (kemajuan dlm jumlah) !
« Last Edit: 15 November 2011, 11:14:07 AM by johan3000 »
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #19 on: 15 November 2011, 03:00:10 PM »
Dari mana anda tau?
Tidak mau berpraktek tetapi mengambil kesimpulan the Best kepercayaan dari mana yah?

wow, master lalat muncul lagi  :)) :))
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #20 on: 15 November 2011, 03:01:15 PM »
Darimana anda tau?


dari mata turun ke hati  :))
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline sobat-dharma

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.286
  • Reputasi: 45
  • Gender: Male
  • sharing, caring, offering
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #21 on: 15 November 2011, 05:31:11 PM »
Tanya:
Bagaimana caranya agar seorang praktisi awam bisa mengenali guru yang salah?

Shih Fu:
Yang terpenting dalam mengenali guru adalah adanya kemampuan untuk menentukan apakah mereka memiliki pandangan yang benar tentang Buddhadharma. Kalau pandangan mereka benar, walaupun ada kelemahan dalam perilaku mereka, mereka tidak boleh dianggap sebagai guru yang salah. Sebaliknya, kalau sang guru tidak memiliki pandangan yang benar, mereka tidak bisa dianggap sebagai guru yang benar atau sejati.

Tentu saja, di sini dipakai asumsi bahwa orang yang menilai ini telah memahami Dharma dengan benar, Tanpa mengerti Dharma, seorang praktisi tidak akan mungkin bisa menentukan apakah seorang guru itu benar atau salah.

Ada beberaoa kriteria dasar yang dapat dipakai dalam memilih seorang guru. Pertama, pertimbangkan sebab dan kondisi mereka. Artinya, tindakan mereka harus didasarkan kepada kesunyataan; harusnya tidak ada kemelekatan dalam tindakan mereka. Kedua, pertimbangkan sebab musabab atau karma mereka. Makna kesunyataan yang menyertai tindakan para guru yang sejati (sebab dan akibat) haruslah selaras dengan karma mereka (sebab dan akibat). Begitulah tindakan mereka harus diiringi oleh rasa tanggungjawab. Mereka harus, pada setiap, saat sadar penuh akan akibat tindakan mereka. Makanya, ada hubungan yang erat antara tanggungjawab dan ketidakmelekatan.

Inilah pertanda seorang guru yang sejati; mereka memiliki pandangan yang benar tentang Dharma, tindakan mereka tidak memperlihatkan kemelekatan dan mereka bertanggungjawab penuh.

Ch'an Master Sheng-yen.
Kebijakan Zen: Pengetahuan dan Tindakan.
Mereka yang melihat-Ku dari wujud dan mengikuti-Ku dari suara terlibat dalam upaya salah. Mereka takkan melihat Aku. Dari Dharma-lah mestinya ia melihat Para Buddha. Dari Dharmakaya datang tuntunan baginya. Namun hakikat sejati Dharma tak terlihat dan tiada seorangpun bisa menyadarinya sebagai obyek

Offline GandalfTheElder

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #22 on: 15 November 2011, 08:11:03 PM »
Quote
Nada ini terkesan akrab sekali. Saya akan catat ini untuk diskusi kita di lain kesempatan.

Kaya org K fanatik, bener bro? ^-^

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #23 on: 15 November 2011, 09:27:54 PM »
Kaya org K fanatik, bener bro? ^-^

 _/\_
The Siddha Wanderer

bukannya kayak Buddhis fanatik ?  ^-^
« Last Edit: 15 November 2011, 09:30:01 PM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.403
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #24 on: 15 November 2011, 11:20:31 PM »
Tanya:
Bagaimana caranya agar seorang praktisi awam bisa mengenali guru yang salah?

Shih Fu:
Yang terpenting dalam mengenali guru adalah adanya kemampuan untuk menentukan apakah mereka memiliki pandangan yang benar tentang Buddhadharma. Kalau pandangan mereka benar, walaupun ada kelemahan dalam perilaku mereka, mereka tidak boleh dianggap sebagai guru yang salah. Sebaliknya, kalau sang guru tidak memiliki pandangan yang benar, mereka tidak bisa dianggap sebagai guru yang benar atau sejati.

Tentu saja, di sini dipakai asumsi bahwa orang yang menilai ini telah memahami Dharma dengan benar, Tanpa mengerti Dharma, seorang praktisi tidak akan mungkin bisa menentukan apakah seorang guru itu benar atau salah.
maaf nyela, pandangan benarnya yang seperti apa? dan pandangan benarnya menurut siapa?

Quote
Ada beberaoa kriteria dasar yang dapat dipakai dalam memilih seorang guru. Pertama, pertimbangkan sebab dan kondisi mereka. Artinya, tindakan mereka harus didasarkan kepada kesunyataan; harusnya tidak ada kemelekatan dalam tindakan mereka. Kedua, pertimbangkan sebab musabab atau karma mereka. Makna kesunyataan yang menyertai tindakan para guru yang sejati (sebab dan akibat) haruslah selaras dengan karma mereka (sebab dan akibat). Begitulah tindakan mereka harus diiringi oleh rasa tanggungjawab. Mereka harus, pada setiap, saat sadar penuh akan akibat tindakan mereka. Makanya, ada hubungan yang erat antara tanggungjawab dan ketidakmelekatan.

Inilah pertanda seorang guru yang sejati; mereka memiliki pandangan yang benar tentang Dharma, tindakan mereka tidak memperlihatkan kemelekatan dan mereka bertanggungjawab penuh.

Ch'an Master Sheng-yen.
Kebijakan Zen: Pengetahuan dan Tindakan.
tahu dari mana mereka tidak mempunyai kemelekatan? apa seperti biksu yang menggendong wanita? biksu yang membunuh kucing? biksu yang main gitar? biksu yang mengkoleksi foto cewe? biksu yang main FB?
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #25 on: 16 November 2011, 09:12:58 AM »
tahu dari mana mereka tidak mempunyai kemelekatan? apa seperti biksu yang menggendong wanita? biksu yang membunuh kucing? biksu yang main gitar? biksu yang mengkoleksi foto cewe? biksu yang main FB?

yang ini mah BODHISATVA tingkat 9,
biksu guru demikian memang tidak boleh di cela, tidak boleh dikatai, tidak boleh di pergunjingkan, biar saja apa adanya.
karena Bodhisatva memang lagi melatih diri dan mengumpulkan 'kebajikan' utk meraih pencerahan tingkat 10.
Dan jika ada umat mengatai perbuatan biksu/guru berarti umat itu tidak memahami ajaran tsb dan ilmu masih rendah (setingkat SD), dan guru/biksu tsb memang sedang praktek Upaya Kausalya (titik)  :)) :))
« Last Edit: 16 November 2011, 09:16:26 AM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #26 on: 16 November 2011, 09:23:07 AM »
Tanya:
Bagaimana caranya agar seorang praktisi awam bisa mengenali guru yang salah?

Shih Fu:
Yang terpenting dalam mengenali guru adalah adanya kemampuan untuk menentukan apakah mereka memiliki pandangan yang benar tentang Buddhadharma. Kalau pandangan mereka benar, walaupun ada kelemahan dalam perilaku mereka, mereka tidak boleh dianggap sebagai guru yang salah. Sebaliknya, kalau sang guru tidak memiliki pandangan yang benar, mereka tidak bisa dianggap sebagai guru yang benar atau sejati.

Tentu saja, di sini dipakai asumsi bahwa orang yang menilai ini telah memahami Dharma dengan benar, Tanpa mengerti Dharma, seorang praktisi tidak akan mungkin bisa menentukan apakah seorang guru itu benar atau salah.


ini membingungkan, seorang murid mau mencari guru harus bisa mengenali gurunya, dan untuk mengenali gurunya itu si murid ini harus "telah memahami Dharma dengan benar". jadi kalau sudah memahami Dharma dengan benar, apa lagikah yg harus ia pelajari? setelah menemukan guru yg memiliki pandangan benar tentang buddhadharma, guru itu juga paling2 adalah seorang yg juga "telah memahami Dharma dengan benar", suatu pengetahuan yang telah ia miliki.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #27 on: 16 November 2011, 09:34:52 AM »

Saya tidak pernah tahu apakah saya meragukan atau mempercayai ajaran Sang Buddha Gotama, bahkan saya tidak pernah peduli apakah Buddha Gotama itu, Guru THE BEST atau Guru jelek, tokoh nyata atau sekadar tokoh dongeng: Yang pasti saya mempraktikkan Buddhadharma dalam kehidupan sehari2 saya. Bahkan kalau seandainya ada bukti sangat ilmiah yang menyatakan bahwa Buddha Gotama itu tidak pernah ada atau sebenarnya bukan orang suci, saya tidak akan peduli: Praktik Buddhadharma saya tidak akan terpengaruh.

saya memahami bahwa kita memiliki keyakinan berbeda dalam hal ini.
dalam Theravada, prasyarat untuk praktik buddhadhamma adalah Tisarana, yaitu menerima Buddha, Dhamma, Sangha sebagai perlindungan.

Berlindung pada Buddha bermakna, menerima Sang Buddha bahwa Sang Buddha adalah seorang yg tercerahkan sempurna, sempurna dalam pengetahuan dan perilaku, guru para dewa dan manusia, dst, dst.

Jadi Tisarana ini menuntut saddha yg diarahkan pada bukan hanya sekedar keberadaan sosok Sang Buddha, tetapi juga termasuk atribut-atribut Sang Buddha spt di atas.

Apakah metode Tisarana ini tidak berlaku dalam Mahayana? kalau boleh tau, apa makna Trisarana dalam Mahayana?

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #28 on: 16 November 2011, 09:38:42 AM »
1. Darimana anda tau?

2. Bisa anda buktikan gak? Jika belum bisa seharusnya anda meragukan sampai anda membuktikan sendiri kebenarannya.
Fanatisme berasal dari keyakinan buta


pertanyaan Bro Adi itu ditujukan kepada Bro Sobat, apakah anda adalah klonengan Bro Sobat?

Offline sobat-dharma

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.286
  • Reputasi: 45
  • Gender: Male
  • sharing, caring, offering
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #29 on: 16 November 2011, 10:49:23 AM »
bukannya kayak Buddhis fanatik ?  ^-^

kau merasa dirimu sebagai "Buddhis fanatik"?
Mereka yang melihat-Ku dari wujud dan mengikuti-Ku dari suara terlibat dalam upaya salah. Mereka takkan melihat Aku. Dari Dharma-lah mestinya ia melihat Para Buddha. Dari Dharmakaya datang tuntunan baginya. Namun hakikat sejati Dharma tak terlihat dan tiada seorangpun bisa menyadarinya sebagai obyek