//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)  (Read 95530 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.229
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #105 on: 18 November 2011, 01:26:12 PM »
sesat apa-nya ?
mohon diperjelas...


Lihat yang anda warnai tanda merah di quote saya sebelumnya http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=21492.msg379975#msg379975 >>> saya rasa dalam kalimat tersebut, saya tidak ingat dan juga tidak menulis kata "sesat", di bagian mana saya menulis kata "sesat" ? MOHON DIPERJELAS...thanks :)
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.403
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #106 on: 18 November 2011, 01:28:05 PM »
Karena yang bisa palsu atau tidak itu cuma doktrin, sedangkan Buddhadharma mengajarkan langsung melihat pada realitas tunggal yang tanpa sifat palsu ataupun sejati. Doktrin hanya alat bantu untuk menunjuk pada realitas, tapi bukan realitas itu sendiri.
kalau boleh tahu budadarma yang di maksud yang seperti apa? apa sutra sutra dalam mahayana termasuk budadarma atau tidak, dan kalau sutra palsu termasuk ke yang mana?


pengetahuan setidaknya berasal dari doktrin terlebih dahulu, apabila doktrin dari pertama salah apakah bisa menjadi benar?

dan dalam post pertama yang di katakan oleh master sheng yen, gurunya mengatakan begini dan berbuat begitu bukanlah guru yang baik, sekarang guru yang "tidak nyata" yang malah tidak berbuat sama sekali hanya mengatakan harus begini, berjanji begitu, berikrar begini............ bijimana tuh?
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #107 on: 18 November 2011, 01:30:07 PM »
sesat apa-nya ?
mohon diperjelas...
IMO maksudnya sebelum petapa Bahiya berpandangan salah menggangap sendiri adalah orang suci, sesudah dapat Dhammadesana dari Buddha Gotama, beliau baru menjadi Arahat dan tidak lama kemudian Parinibbana diseruduk oleh Banteng. _/\_
« Last Edit: 18 November 2011, 01:32:36 PM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline sobat-dharma

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.286
  • Reputasi: 45
  • Gender: Male
  • sharing, caring, offering
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #108 on: 18 November 2011, 02:26:43 PM »
jawaban ambigu yg saya maksudkan adalah jawaban tidak tegas antara tiga dan satu, bisakah anda menjawab dengan tegas "tiga" dengan penjelasan, atau "satu" juga dengan penjelasan, tidak dua2nya sekaligus. karena tiga tentu bukan satu, sebaliknya satu juga bukan tiga.

"Tiga adalah satu" ini bagi orang awam spt saya sungguh membingungkan.

Kan sudah kujelaskan maksud "tiga adalah satu."
Mereka yang melihat-Ku dari wujud dan mengikuti-Ku dari suara terlibat dalam upaya salah. Mereka takkan melihat Aku. Dari Dharma-lah mestinya ia melihat Para Buddha. Dari Dharmakaya datang tuntunan baginya. Namun hakikat sejati Dharma tak terlihat dan tiada seorangpun bisa menyadarinya sebagai obyek

Offline sobat-dharma

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.286
  • Reputasi: 45
  • Gender: Male
  • sharing, caring, offering
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #109 on: 18 November 2011, 02:29:37 PM »
mas sobat, saya tegaskan lagi, saya tidak punya motif lain, selain mengatakan sebenar-benarnya bahwa Buddha Gotama, BEST TEACHER, karena demikian adanya.

cuma sayangnya mas sobat seperti kebakaran jenggot (istilah awam), sehabis saya mengatakan demikian, dan bertanya saya kembali ? serta dengan meminta pendapat saya, apakah Buddha Gotama benar atau tidak benar ada, atau tokoh fiksi dst....
kemudian mas sobat juga meragukan keberadaan dan pencapaian para Arahat, dengan menjawab 'yakin dan tidak yakin'.

sepertinya anda bukan praktek BuddhaDharma tapi budadama,
jadi mas sobat memang harus hati2 dengan guru2 anda yang tidak bisa menjelaskan dengan baik dan benar kepada anda mengenai Buddha Dhamma :)

Andaikan anggapan mas sobat benar, menganggap saya meng idola kan Buddha Gotama dan para pencapaian para Siswa-i Beliau, apakah dilarang ?, apakah salah ?

bagaimana ?  ;D


:)) Saya tidak punya jenggot, sehingga tidak mungkin terbakar :)

Saya hanya mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Bro Adi Lim, mohon maaf kalau terdengar seperti mengancam. Ini semuanya hanya kesalahpahaman :)

Kalau Bro Adi Lim merasa tidak demikian, ya syukurlah. Trims atas klarifikasinya :)
« Last Edit: 18 November 2011, 02:39:28 PM by sobat-dharma »
Mereka yang melihat-Ku dari wujud dan mengikuti-Ku dari suara terlibat dalam upaya salah. Mereka takkan melihat Aku. Dari Dharma-lah mestinya ia melihat Para Buddha. Dari Dharmakaya datang tuntunan baginya. Namun hakikat sejati Dharma tak terlihat dan tiada seorangpun bisa menyadarinya sebagai obyek

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #110 on: 18 November 2011, 02:33:45 PM »
Kan sudah kujelaskan maksud "tiga adalah satu."

karena dalam penjelasan anda sebelumnya saya tetap tidak menangkap adanya makna bahwa tiga adalah satu, melainkan tiga tetap tiga.

Quote

Namun pada hakikatanya, di dalam sila terdapat panna dan samadhi, begitu juga di dalam samadhi terdapt sila dan panna, dan di dalam panna berarti terdapat sila dan samadhi.

Sama halnya juga di dalam Sangha, terdapat Dharma dan Buddha, di dalam Dharma terdapat Sangha dan Buddha, dan di dalam Buddha terdapat Sangha dan Dharma.

tolong ditunjukkan, mana yg "satu" itu?

Offline sobat-dharma

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.286
  • Reputasi: 45
  • Gender: Male
  • sharing, caring, offering
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #111 on: 18 November 2011, 02:37:54 PM »
kalau boleh tahu budadarma yang di maksud yang seperti apa?
Buddharma yang mengajarkan berpraktik dengan menjalankan sila, samadhi dan prajna.

apa sutra sutra dalam mahayana termasuk budadarma atau tidak, dan kalau sutra palsu termasuk ke yang mana?
Tergantung sutra mana yang kamu maksudkan.

pengetahuan setidaknya berasal dari doktrin terlebih dahulu, apabila doktrin dari pertama salah apakah bisa menjadi benar?
Pengetahuan bisa juga dari pengalaman realitas. Doktrin diuji oleh pengalaman realitas. Salah benarnya sebuah doktrin akan terbukti jika di dalam praktik tidak sesuai.

dan dalam post pertama yang di katakan oleh master sheng yen, gurunya mengatakan begini dan berbuat begitu bukanlah guru yang baik, sekarang guru yang "tidak nyata" yang malah tidak berbuat sama sekali hanya mengatakan harus begini, berjanji begitu, berikrar begini............ bijimana tuh?
Karena guru yang "tidak nyata" (kalau seandainya demikian), sudah pasti lepas dari tanggungjawab berbuat begini atau begitu.  Semuanya bisa dikarang sesuai dengan prinsip yang seharusnya. Sedangkan guru yang nyata, atau guru yang kita kenal dan temui sehari-hari, selalu dibebani oleh penilaian orang lain pada perbuatannya, dan karena ia adalah manusia biasa, mungkin saja ia melakukan kesalahan.
Mereka yang melihat-Ku dari wujud dan mengikuti-Ku dari suara terlibat dalam upaya salah. Mereka takkan melihat Aku. Dari Dharma-lah mestinya ia melihat Para Buddha. Dari Dharmakaya datang tuntunan baginya. Namun hakikat sejati Dharma tak terlihat dan tiada seorangpun bisa menyadarinya sebagai obyek

Offline sobat-dharma

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.286
  • Reputasi: 45
  • Gender: Male
  • sharing, caring, offering
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #112 on: 18 November 2011, 02:38:42 PM »
karena dalam penjelasan anda sebelumnya saya tetap tidak menangkap adanya makna bahwa tiga adalah satu, melainkan tiga tetap tiga.

tolong ditunjukkan, mana yg "satu" itu?


Praktik
Mereka yang melihat-Ku dari wujud dan mengikuti-Ku dari suara terlibat dalam upaya salah. Mereka takkan melihat Aku. Dari Dharma-lah mestinya ia melihat Para Buddha. Dari Dharmakaya datang tuntunan baginya. Namun hakikat sejati Dharma tak terlihat dan tiada seorangpun bisa menyadarinya sebagai obyek

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #113 on: 18 November 2011, 02:44:10 PM »
dalam forum diskusi wajar saja seseorang mengemukakan pendapatnya, walaupun itu subjektif dan pribadi, namun hendaknya pendapat tersebut disertai alasan dan sebuah argumen.

tidak cerdas kalo sebuah pendapat nongol di forum diskusi, "pacarku paling huebat sejagad, karena begitulah adanya". mbok ya disertai alasan kalo pacarnya itu kulitnya halus bikin laler kepleset, test iqnya 140 point, punya tutur bahasa + kepribadian putri keraton, sertifikat menjahit level advance dan masak manca negara level 8. gitu...
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #114 on: 18 November 2011, 02:44:37 PM »
Praktik

Berlindung pada Buddha, Dharma, dan Sangha, darimanakah penjelasannya sehingga tiba2 menjadi "praktik"? apakah menggunakan ilmu sihir di sini? jelaskanlah tanpa bermain2 kata2, bagaimana kita ber"praktik" Buddha, bagaimana ber"praktik" Dhamma, dan bagaimana ber"praktik" Sangha . yg saya maksudkan adalah bagaimana tiga bisa menjadi satu? bukan dalam hal jumlah kata, tapi lebih pada maknanya.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #115 on: 18 November 2011, 02:46:02 PM »
dalam forum diskusi wajar saja seseorang mengemukakan pendapatnya, walaupun itu subjektif dan pribadi, namun hendaknya pendapat tersebut disertai alasan dan sebuah argumen.

tidak cerdas kalo sebuah pendapat nongol di forum diskusi, "pacarku paling huebat sejagad, karena begitulah adanya". mbok ya disertai alasan kalo pacarnya itu kulitnya halus bikin laler kepleset, test iqnya 140 point, punya tutur bahasa + kepribadian putri keraton, sertifikat menjahit level advance dan masak manca negara level 8. gitu...


memang demikianlah hendaknya, dan seharusnya itu pula yg harus dipertanyakan sebelum sampai pada vonis fanatik, dsb.

Offline sobat-dharma

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.286
  • Reputasi: 45
  • Gender: Male
  • sharing, caring, offering
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #116 on: 18 November 2011, 02:52:49 PM »
Berlindung pada Buddha, Dharma, dan Sangha, darimanakah penjelasannya sehingga tiba2 menjadi "praktik"? apakah menggunakan ilmu sihir di sini? jelaskanlah tanpa bermain2 kata2, bagaimana kita ber"praktik" Buddha, bagaimana ber"praktik" Dhamma, dan bagaimana ber"praktik" Sangha . yg saya maksudkan adalah bagaimana tiga bisa menjadi satu? bukan dalam hal jumlah kata, tapi lebih pada maknanya.

Kalau tidak ada praktik tidak ada Buddha, kalau tidak ada praktik tidak ada Dharma, kalau tidak ada praktik tidak ada Sangha. Buddha lahir karena praktik, Dharma ada karena praktik, Sangha terbentuk karena praktik.
« Last Edit: 18 November 2011, 02:56:39 PM by sobat-dharma »
Mereka yang melihat-Ku dari wujud dan mengikuti-Ku dari suara terlibat dalam upaya salah. Mereka takkan melihat Aku. Dari Dharma-lah mestinya ia melihat Para Buddha. Dari Dharmakaya datang tuntunan baginya. Namun hakikat sejati Dharma tak terlihat dan tiada seorangpun bisa menyadarinya sebagai obyek

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #117 on: 18 November 2011, 02:59:14 PM »
Kalau tidak ada praktik tidak ada Buddha, kalau tidak ada praktik tidak Dharma, kalau tidak ada praktik tidak Sangha. Buddha lahir karena praktik, Dharma ada karena praktik, Sangha terbentuk karena praktik.

benarkah demikian? ambil bagian Dharma? misalnya bagian 4KM, dan tilakkhana, baik ada praktik ataupun tidak ada praktik 4KM dan tilakkhana tetap ada kok, siapa bilang tidak ada? pada masa kegelapan (dimana tidak ada kemunculan Buddha), apakah 4KM dan tilakkhana tidak berlaku? makanya saya bilang tidak perlu bermain kata2, bahkan tidak perlu membuat rhyme dalam suatu pernyataan agar tampak indah. jelaskan saja dengan kalimat2 yg mudah dimengerti, dan bersabarlah dalam menjelaskan pada saya, karena saya sungguh ingin mengetahui tentang 3 in 1 ini.

Offline sobat-dharma

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.286
  • Reputasi: 45
  • Gender: Male
  • sharing, caring, offering
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #118 on: 18 November 2011, 03:04:52 PM »
benarkah demikian? ambil bagian Dharma? misalnya bagian 4KM, dan tilakkhana, baik ada praktik ataupun tidak ada praktik 4KM dan tilakkhana tetap ada kok, siapa bilang tidak ada? pada masa kegelapan (dimana tidak ada kemunculan Buddha), apakah 4KM dan tilakkhana tidak berlaku? makanya saya bilang tidak perlu bermain kata2, bahkan tidak perlu membuat rhyme dalam suatu pernyataan agar tampak indah. jelaskan saja dengan kalimat2 yg mudah dimengerti, dan bersabarlah dalam menjelaskan pada saya, karena saya sungguh ingin mengetahui tentang 3 in 1 ini.

:) Sebab Dharma kalau tidak dipraktikkan sama dengan omong kosong. Tanpa praktik, 4KM dan tilakkhana hanya kata-kata kosong. Inilah maksudnya tanpa praktik tidak ada Dharma.  Dan pengetahuan mengenai 4KM dan tilakkhana didapatkan oleh Sang Buddha dari praktik-Nya. Inilah maksudnya Dharma ada karena praktik.
Mereka yang melihat-Ku dari wujud dan mengikuti-Ku dari suara terlibat dalam upaya salah. Mereka takkan melihat Aku. Dari Dharma-lah mestinya ia melihat Para Buddha. Dari Dharmakaya datang tuntunan baginya. Namun hakikat sejati Dharma tak terlihat dan tiada seorangpun bisa menyadarinya sebagai obyek

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kriteria Guru yang Baik dan Buruk (Master Shengyen)
« Reply #119 on: 18 November 2011, 03:08:19 PM »
:) Sebab Dharma kalau tidak dipraktikkan sama dengan omong kosong. Tanpa praktik, 4KM dan tilakkhana hanya kata-kata kosong. Inilah maksudnya tanpa praktik tidak ada Dharma.  Dan pengetahuan mengenai 4KM dan tilakkhana didapatkan oleh Sang Buddha dari praktik-Nya. Inilah maksudnya Dharma ada karena praktik.

jadi anda mengatakan bahwa tanpa praktik maka tidak ada yg namanya dukkha, tidak ada sumber dukkha, tidak ada lenyapnya dukkha, dst? tanpa praktikk maka tidak ada anicca, tidak ada anatta? demikiankah yg anda maksudkan ya? [pertanyaan ini dapat dijawab dengan ya atau tidak]