//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Vajra Prajña Paramita Sutra  (Read 79261 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Vajra Prajña Paramita Sutra
« Reply #90 on: 09 May 2011, 10:39:40 AM »
kok saya tidak melihat jawaban anda atas pertanyaan dari Bro Kelana? dimanakah dalam sutra Mahayana ada dikatakan "all dharmas are impermanent?" kenapa anda berkomentar seolah-olah sudah terjawab? apakah untuk menutup persoalan ini? yg saya lihat Bro Kelana hanya sudah tidak ingin mendebat anda lagi dan memilih menunggu jawaban dari member lain, bukan berarti pertanyaannya sudah terjawab.

tambahan "Memang tidak perlu dipertanyakan/dipikirkan." tidak ter-quote karena anda meng-edit tulisan anda. jadi saya terpaksa meng-edit tulisan saya juga

ada beberapa pertanyaan yg menurut sutta adalah tidak perlu dipertanyakan/dipikirkan, tapi itu tidak termasuk pertanyaan "di mana dikatakan dalam sutra bahwa : all dharmas are impermanent", apakah anda sedang berusaha untuk merevisi sutta/sutra?

Kenapa anda musti pusing dengan tertulis atau tidak tertulis.  Pusing dengan kata - kata.
Saya tidak menyangkal bahwa sutra/sutta sebagai sumber dari mana kita pelajari dharma. Mereka adalah sumber yang penting.

Kenapa kita juga tidak mau melihat dharma yang hidup? Dharma yang ada disekeliling kita.
Dharma yang merefleksikan ajaran tersebut?

Lihat link ini untuk lebih jelas
http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=735.0;message=346056

Terhadap semua saudara - saudara  saya minta maaf jika ada ucapang yang salah, Tujuan saya bukan ingin manghasut atau mengacau. Tujuan awal saya sebenarnya agar kita tidak terlibat dalam asli dan palsu, tetapi mengajak kita lebih mengamati  dharma hidup?

Karena setiap postingan saya selalu dibelokkan ke sisi negatif , saya khawatir teman - teman yang masih awam dengan ajaran Buddha akan terjadi salah pengertian. Lebih baik kita selalu melihat dari sisi positif. Nilai positif yang kita gali ini semoga bisa digunakan oleh teman teman yang masih awam.
« Last Edit: 09 May 2011, 10:48:35 AM by djoe »

Offline kuswanto

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 399
  • Reputasi: 16
  • kematian bisa saja menghampiriku hari ini..
Re: Vajra Prajña Paramita Sutra
« Reply #91 on: 09 May 2011, 10:41:42 AM »
jurus taksi argo, muter2 dulu.. =)) =)) =))

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Vajra Prajña Paramita Sutra
« Reply #92 on: 09 May 2011, 10:46:35 AM »
pintar berarti bodoh, bodoh beerarti pintar, saya pintar dan anda bodoh jadi artinya? bukankah anda orang yg luar biasa rendah hati dengan menganggap anda diri sendiri bodoh? selain menularkan kebodohan, apakah ada kemungkinan anda menularkan penyakit kelamin juga?

Terima kasih

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Vajra Prajña Paramita Sutra
« Reply #93 on: 09 May 2011, 10:48:23 AM »
Kenapa anda musti pusing dengan tertulis atau tidak tertulis.  Pusing dengan kata - kata.
Saya tidak menyangkal bahwa sutra/sutta sebagai sumber dari mana kita pelajari dharma. Mereka adalah sumber yang penting.
kita di sini berkomunikasi hanya dengan kata2, jadi bagaimana lagi menurut anda?

Quote
Kenapa kita juga tidak mau melihat dharma yang hidup? Dharma yang ada disekeliling kita.
itu kan hanya kesimpulan anda, faktanya kami juga banyak membahas dharma yg hidup kok, tapi apakah itu bearti dharma yg mati menjadi tidak berguna?

Quote
Lihat link ini untuk lebih jelas
http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=735.0;message=346056
link yg anda berikan selalu kembali ke thread ini, silakan copas saja bagian yg anda maksudkan.

Quote
Terhadap semua saudara - saudara  saya minta maaf jika ada ucapang yang salah, Tujuan saya bukan ingin manghasut atau mengacau.
maaf diterima.

Quote
Tujuan awal saya sebenarnya agar kita tidak terlibat dalam asli dan palsu, tetapi mengajak kita lebih mengamati  dharma hidup?

apakah pengetahuan akan sesuatu yg asli dan yg palsu tidak berguna menurut anda? silakan anda mengajak, tapi biarkanlah para member diberikan kuasa untuk memutuskan untuk diri mereka masing-masing.

Quote
Karena setiap postingan saya selalu dibelokkan ke sisi negatif , saya khawatir teman - teman yang masih awam dengan ajaran Buddha akan terjadi salah pengertian. Lebih baik kita selalu melihat dari sisi positif. Nilai positif yang kita gali ini semoga bisa digunakan oleh teman teman yang masih awam.


permata asli akan bertahan terhadap segala pengujian. permata palsu akan hancur bahkan hanya dengan sedikit tekanan atau gesekan

Offline blood_demon

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 371
  • Reputasi: 15
  • Gender: Male
  • Om guru lian shen sidhi hum
Re: Vajra Prajña Paramita Sutra
« Reply #94 on: 09 May 2011, 10:49:12 AM »
Heran nich., apa kagak bs beri jawaban yg lgsg. haiz muter muter nga menjawab, yg ada suruh baca syair. =))
Om guru lian shen sidhi hum

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Vajra Prajña Paramita Sutra
« Reply #95 on: 09 May 2011, 11:02:29 AM »
Dikatakan tidak menghina sebagai menghina makanya dikatakan tidak menghina,.
To humiliate as not to humiliate, therefore it is to humiliate.

Saya tidak sekolah tidak sepintar Bro Indra. Dari awal saya bilang saya orang Bodoh. Maaf jika anda kecewa dengan kenyattaan tersebut

mungkin dalam ajaran anda "berbohong" adalah hal wajar dan benar, tapi kami sebagai umat Buddha menganggap bahwa "berbohong" adalah pelanggaran. bisakah anda menegaskan sekali lagi bahwa anda tidak sekolah? seorang yg tidak sekolah mampu ber-internet dan aktif dalam forum? ayo katakan bahwa anda tidak sekolah dan itu bukan kebohongan, beranikah anda?

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.869
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: Vajra Prajña Paramita Sutra
« Reply #96 on: 09 May 2011, 11:10:14 AM »
Kenapa anda musti pusing dengan tertulis atau tidak tertulis.  Pusing dengan kata - kata.
Saya tidak menyangkal bahwa sutra/sutta sebagai sumber dari mana kita pelajari dharma. Mereka adalah sumber yang penting.

Bukannya memusingkan tulisan, tapi dalam mempelajari sesuatu tentu kita perlu pegangan alias text-book (dalam hal ini Tripitaka) untuk kita renungkan, ehipassiko dan jadikan pegangan.

Quote
Kenapa kita juga tidak mau melihat dharma yang hidup? Dharma yang ada disekeliling kita.
...cut...
Terhadap semua saudara - saudara  saya minta maaf jika ada ucapang yang salah, Tujuan saya bukan ingin manghasut atau mengacau. Tujuan awal saya sebenarnya agar kita tidak terlibat dalam asli dan palsu, tetapi mengajak kita lebih mengamati  dharma hidup?

- Ada yg setelah membaca sutta2 kemudian merenungkan dan mengamati sekelilingnya dan kemudian menyimpulkan: "Oh, memang sutta ini benar..."
- Ada juga yg tanpa mengenal sutta, tapi mengambil pelajaran sendiri dari pengalaman kehidupannya.

Dua2nya bisa dikategorikan "Dhamma hidup", mungkin ini maksud anda.

Namun, karena kita memilih Ajaran Buddha, selain "Dhamma -hidup", wajib bagi kita untuk mengetahui "Dhamma-text book" juga, yaitu Tipitaka. Kita akan lebih menghargai Sang Buddha, karena memanfaatkan apa yg diwariskan kepada kita.

Contohnya yg sedang didebatkan sekarang, kalimat: Semua Dhamma adalah tidak-kekal... Banyak yg protes, meminta anda menunjukkan di sutta mana tercatat kalimat itu, atau jika memang tidak bisa anda tunjukkan, setidaknya anda bisa menjelaskan pemikiran anda soal kalimat itu.

IMO, Jika anda benar2 merenungkan "Dhamma-hidup" maka anda akan dapat menyimpulkan bahwa kalimat "Semua Dhamma tidak kekal" adalah pernyataan yg salah. Kenapa? Karena Dhamma mencakup hal-hal yg berkondisi dan hal2 yg tidak berkondisi. Jika semua hal yg berkondisi dan tidak berkondisi ini 'mengalami perubahan' maka semua hal baik berkondisi ataupun tidak berkondisi adalah dukkha, jadi Nibbana juga termasuk dukkha. Apa gunanya kita mempraktikkan Ajaran Buddha jika Nibbana ternyata adalah dukkha juga?

Saran saya kepada Bro Djoe, selain mengamati Dhamma-hidup, ada baiknya anda juga mengambil referensi dari sumber yang valid, yakni Tipitaka. 

::
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Vajra Prajña Paramita Sutra
« Reply #97 on: 09 May 2011, 11:11:27 AM »
mungkin dalam ajaran anda "berbohong" adalah hal wajar dan benar, tapi kami sebagai umat Buddha menganggap bahwa "berbohong" adalah pelanggaran. bisakah anda menegaskan sekali lagi bahwa anda tidak sekolah? seorang yg tidak sekolah mampu ber-internet dan aktif dalam forum? ayo katakan bahwa anda tidak sekolah dan itu bukan kebohongan, beranikah anda?

Kenapa anda selalu membicarakan hal - hal yang tidak penting, tetapi hal yang seharusnya dibicarakan tidak dibicarakan.
Saya tidak akan berdebat lagi karena semakin jauh semakin negatif da out of topic.

Saya minta maaf jika ada kata ucapan/menyinggung.

Semoga semua makhluk berbahagia selalu.
 _/\_



Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Vajra Prajña Paramita Sutra
« Reply #98 on: 09 May 2011, 11:19:50 AM »
Bukannya memusingkan tulisan, tapi dalam mempelajari sesuatu tentu kita perlu pegangan alias text-book (dalam hal ini Tripitaka) untuk kita renungkan, ehipassiko dan jadikan pegangan.

- Ada yg setelah membaca sutta2 kemudian merenungkan dan mengamati sekelilingnya dan kemudian menyimpulkan: "Oh, memang sutta ini benar..."
- Ada juga yg tanpa mengenal sutta, tapi mengambil pelajaran sendiri dari pengalaman kehidupannya.

Dua2nya bisa dikategorikan "Dhamma hidup", mungkin ini maksud anda.

Namun, karena kita memilih Ajaran Buddha, selain "Dhamma -hidup", wajib bagi kita untuk mengetahui "Dhamma-text book" juga, yaitu Tipitaka. Kita akan lebih menghargai Sang Buddha, karena memanfaatkan apa yg diwariskan kepada kita.

Contohnya yg sedang didebatkan sekarang, kalimat: Semua Dhamma adalah tidak-kekal... Banyak yg protes, meminta anda menunjukkan di sutta mana tercatat kalimat itu, atau jika memang tidak bisa anda tunjukkan, setidaknya anda bisa menjelaskan pemikiran anda soal kalimat itu.

IMO, Jika anda benar2 merenungkan "Dhamma-hidup" maka anda akan dapat menyimpulkan bahwa kalimat "Semua Dhamma tidak kekal" adalah pernyataan yg salah. Kenapa? Karena Dhamma mencakup hal-hal yg berkondisi dan hal2 yg tidak berkondisi. Jika semua hal yg berkondisi dan tidak berkondisi ini 'mengalami perubahan' maka semua hal baik berkondisi ataupun tidak berkondisi adalah dukkha, jadi Nibbana juga termasuk dukkha. Apa gunanya kita mempraktikkan Ajaran Buddha jika Nibbana ternyata adalah dukkha juga?

Saran saya kepada Bro Djoe, selain mengamati Dhamma-hidup, ada baiknya anda juga mengambil referensi dari sumber yang valid, yakni Tipitaka. 

::

Terima kasih, response yang sangat bagus dan membangun dan memberi inspirasi. Mengenai kata itu dan arti kata tersebut setelah anda membaca semua bab dari sutra intan tersebut baru sebenarnya dapat diambil kesimpulan apakah artinya seperti yang tertulis seperti itu.
Makanya dari awal saya tidak mau memperdebat bab itu. Tadinya saya ingin memposting secara bertahap, setelah semua di baca baru kita bisa mengambil kesimpulan.

Dharma yang tidak berkondisi, bisakah dipikirkan?Bisakah seseorang yg tercerahakan dalam pikiran mengatakan saya telah mendapatkan dharma yang tidak berkonsisi?

sorry saya ada edit dikit
« Last Edit: 09 May 2011, 11:33:12 AM by djoe »

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Vajra Prajña Paramita Sutra
« Reply #99 on: 09 May 2011, 11:47:41 AM »
Kenapa anda selalu membicarakan hal - hal yang tidak penting, tetapi hal yang seharusnya dibicarakan tidak dibicarakan.
Saya tidak akan berdebat lagi karena semakin jauh semakin negatif da out of topic.

Saya minta maaf jika ada kata ucapan/menyinggung.

Semoga semua makhluk berbahagia selalu.
 _/\_




mungkin menurut anda tidak penting, tapi saya ingin lebih mengenal anda secara pribadi, jika untuk hal-hal yg tidak penting sja anda lebih suka berbohong daripada jujur, apalagi untuk hal2 penting spt dharma, anda tentu akan lebih memilih berbohong jika itu bisa menyelamatkan anda.

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.197
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Vajra Prajña Paramita Sutra
« Reply #100 on: 09 May 2011, 03:26:14 PM »
7 halaman masih belum ada jawaban... :(

Offline M14ka

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.821
  • Reputasi: 94
  • Gender: Female
  • Live your best life!! ^^
Re: Vajra Prajña Paramita Sutra
« Reply #101 on: 09 May 2011, 11:11:42 PM »
 [at] djoe
Kalo byk yg ga ngerti ad baiknya jelasin pake cara lain... Jgn nyerah y kk.. ​​​​HE³³E³;){^⌣^}HE³³E³;)³E³:D ...

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Vajra Prajña Paramita Sutra
« Reply #102 on: 10 May 2011, 08:39:39 AM »
[at] djoe
Kalo byk yg ga ngerti ad baiknya jelasin pake cara lain... Jgn nyerah y kk.. ​​​​HE³³E³;){^⌣^}HE³³E³;)³E³:D ...

Alasan saya tidak menjawab pertanyaan saudara Kelana adalah karene pertanyaan saudara Kelana beersifat ada/ya atau tidak seperti pertanyaan seorang pengacara terhadap saksi tanpa melihat substansi dari masalah tersebut sehingga jawabnya nanti memberi suatu opini yang mengarah sesuatu. Dan saya khawatir ada teman - teman yg awam yg membaca ini nantinya mempunyai pandangan opini terhadap sutra tersebut tanpa melihat isi dan mengerti apa yang dibicarakan dalam sutra tersebut.

Makanya saya ada menanyakan beberapa pertanyaan kepada Saudara Kelana yang sebenarnya pertannyaan tersebut tidak perlu dijawab atau tidak perlu dipikirkan. Dan dijawab saudara Kelana persis seperti yang saya harapkan, demikian juga pertannyaannya kepada saya. Makanya saya mengatakan saudara Kelana telah menjawab pertanyaanya sendiri.

Mengapa pertanyaan saudara Kelana bersifat opini? Kenapa saya katakan pertannyaannya sperti seorang jaksa/pengacara bertanya kepada seorang saksi? Karena jawaban yang diiginkan adalah Ya/Ada atau tidak.
Kenapa bersifat opini.

Contoh
Suatu hari si y mengunjungi rumah x dan menginap dirumahnya. Dengan demikian si y mempunyai akses terhadap ruang pribadi si x.
Kemudian si x kehilangan barang berharga dan menuduh si y pelakunya dan dibwa ke pengadilan. Seorang pencuri masuk dari pintu belakang dan mencuri barang berharga si x tanpa ada yang tahu.

Sementara tidak ada bukti yang bisa mengatakan si y pencuri dan fakta ada pintu belakang yang di jebol atau jejak sepatu pencuri diabaikan oleh jaksa, si jaksa memberi pertanyaan yang bersifat opini hanya untuk memenangkan perkara tersebut. Pertanyaannya adalah :

Si jaksa bertanya kepada si  y, Apakah anda menginap di rumah x pada hari dan tgl tersebut? Ya
si jaksa bertanya kepada si y lagi, Apakah anda mempunyai akses terhadap barang berharga si x? Ya

Katakan si y misalnya agak nakal dan terlibat pergaulan yang tidak sehat atau katakan si y misalnya lagi butuh uang dan ada keluarganya yang sakit dan butuh uang mendadak. Si jaksa menggunakan keadaan ini untuk mengarahkan opini dengan bertanya
Si jaksa bertanya kepada si y, apakah anda terlibat kenakalan remaja? Apakah anda membutuhkan uang karena keluarga ada yang sakit?


Pertanyaan - pertannyaan tersebut bersifat mengarahkan opini kepara juri - juri yang tidak berada di tempat tersebut dan tidak mengetahui persis kejadian yang ada sehingga merugikan si y yang memang tidak mencuri barang berharga temannya.

Ini hanyalah contoh saja


Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.851
  • Reputasi: 268
Re: Vajra Prajña Paramita Sutra
« Reply #103 on: 10 May 2011, 09:17:21 AM »
Alasan saya tidak menjawab pertanyaan saudara Kelana adalah karene pertanyaan saudara Kelana beersifat ada/ya atau tidak seperti pertanyaan seorang pengacara terhadap saksi tanpa melihat substansi dari masalah tersebut sehingga jawabnya nanti memberi suatu opini yang mengarah sesuatu. Dan saya khawatir ada teman - teman yg awam yg membaca ini nantinya mempunyai pandangan opini terhadap sutra tersebut tanpa melihat isi dan mengerti apa yang dibicarakan dalam sutra tersebut.

Makanya saya ada menanyakan beberapa pertanyaan kepada Saudara Kelana yang sebenarnya pertannyaan tersebut tidak perlu dijawab atau tidak perlu dipikirkan. Dan dijawab saudara Kelana persis seperti yang saya harapkan, demikian juga pertannyaannya kepada saya. Makanya saya mengatakan saudara Kelana telah menjawab pertanyaanya sendiri.

Mengapa pertanyaan saudara Kelana bersifat opini? Kenapa saya katakan pertannyaannya sperti seorang jaksa/pengacara bertanya kepada seorang saksi? Karena jawaban yang diiginkan adalah Ya/Ada atau tidak.
Kenapa bersifat opini.

Contoh
Suatu hari si y mengunjungi rumah x dan menginap dirumahnya. Dengan demikian si y mempunyai akses terhadap ruang pribadi si x.
Kemudian si x kehilangan barang berharga dan menuduh si y pelakunya dan dibwa ke pengadilan. Seorang pencuri masuk dari pintu belakang dan mencuri barang berharga si x tanpa ada yang tahu.

Sementara tidak ada bukti yang bisa mengatakan si y pencuri dan fakta ada pintu belakang yang di jebol atau jejak sepatu pencuri diabaikan oleh jaksa, si jaksa memberi pertanyaan yang bersifat opini hanya untuk memenangkan perkara tersebut. Pertanyaannya adalah :

Si jaksa bertanya kepada si  y, Apakah anda menginap di rumah x pada hari dan tgl tersebut? Ya
si jaksa bertanya kepada si y lagi, Apakah anda mempunyai akses terhadap barang berharga si x? Ya

Katakan si y misalnya agak nakal dan terlibat pergaulan yang tidak sehat atau katakan si y misalnya lagi butuh uang dan ada keluarganya yang sakit dan butuh uang mendadak. Si jaksa menggunakan keadaan ini untuk mengarahkan opini dengan bertanya
Si jaksa bertanya kepada si y, apakah anda terlibat kenakalan remaja? Apakah anda membutuhkan uang karena keluarga ada yang sakit?


Pertanyaan - pertannyaan tersebut bersifat mengarahkan opini kepara juri - juri yang tidak berada di tempat tersebut dan tidak mengetahui persis kejadian yang ada sehingga merugikan si y yang memang tidak mencuri barang berharga temannya.

Ini hanyalah contoh saja


Memangnya pertanyaan bro kelana menggiring opini ke mana? Apakah ada yang diadili di sini?

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.225
  • Reputasi: 142
Re: Vajra Prajña Paramita Sutra
« Reply #104 on: 17 May 2011, 09:19:39 PM »
Hanya ingin mengingatkan pertanyaan saya, saya bertanya, apakah ada di dalam sutra Mahayana tertulis dimana artinya adalah: All dharmas are impermanent atau semua dharma adalah tidak kekal atau dalam Sanskertanya : sarva dharma anitya??

GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -