//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)  (Read 111494 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)
« Reply #15 on: 15 January 2011, 09:46:31 AM »
Bro Indra yang baik,

Saya sebagai praktisi Zen, kadang juga salah nulis istilah dalam bahasa Sansekerta atau Pali, ya harap dimaklumi, karena dalam tradisi Zen, kata-kata atau bahasa itu bisa dikatakan penting tidak penting, yang penting adalah pemahaman langsung, terutama dalam meditasi. Bahasa pengantar meditasi bisa jadi Mandarin, Inggris, Indonesia, dll, tapi yang penting ya bahasa tersebut dapat membuat sang meditator menyelami meditasi itu sendiri. Ibarat jari menunjuk bulan. Jangan melihat jari tapi lihatlah bulan. Lebih kurang begitu.

 _/\_

janganlah mengangap kesalahan kecil jadi pembenaran
mengakui kesalahan kemudian koreksi adalah perbuatan terpuji ^:)^
efeknya kesalahan seterusnya bisa berlanjut bagi pembaca/pemirsa/pemula.
gimana kata meditasi Zen saya ganti jadi meditasi Ze atau meditasi Ten, apakah masalah ?  :))

 _/\_
« Last Edit: 15 January 2011, 09:49:50 AM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)
« Reply #16 on: 15 January 2011, 09:49:06 AM »
janganlah mengangap kesalahan kecil jadi pembenaran
mengakui kesalahan kemudian koreksi adalah perbuatan terpuji ^:)^
efeknya kesalahan seterusnya bisa berlanjut bagi pembaca/pemirsa/pemula.

 _/\_

saya bisa menganggap itu sebagai kesalahan penulisan jika muncul 1 kali, tapi muncul secara berulang dan tidak ada satu pun tulisan yg benar, saya kira ini bukan salah tulis

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)
« Reply #17 on: 15 January 2011, 09:51:23 AM »
saya bisa menganggap itu sebagai kesalahan penulisan jika muncul 1 kali, tapi muncul secara berulang dan tidak ada satu pun tulisan yg benar, saya kira ini bukan salah tulis

setuju ! 'Dewa Sakka' yang baik  =)) =))
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline sutarman

  • Teman
  • **
  • Posts: 68
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)
« Reply #18 on: 15 January 2011, 10:03:28 AM »
Kutipan dari buku Mircale of Mindfulness / Keajaiban Hidup Sadar karya Master Zen Thich Nhat Hanh (Halaman 110) :

Di tengah gejolak perang
Bangkitkanlah welas asih
Bantulah semua makhluk hidup
Buang niat bertarung
Di manapun ada pertempuran sengit
Gunakan semua cara
Untuk menjaga kekuatan kedua pihak tetap setara
Kemudian masuklah ke tengah-tengah konflik untuk merekonsiliasi
(Vimalakirti Nirdesa)

Saya tidak tahu darimana Master Thich Nhat Hanh mengutipnya, namun setelah saya membaca Vimalakirti Nirdesa yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Robert A.F. Thurman saya menemukan seloka/syair  yang serupa walaupun dalam kata/bahasa yang berbeda dan jauh lebih singkat.
 
In the middle of great battles
They remain impartial to both sides;
For bodhisattvas of great strength
Delight in reconciliation of conflict.
(Vimalakirti Nirdesa).

Yah, walaupun bahasanya berbeda namun semangatnya sama. Begitulah saya sebagai praktisi Zen menjaga pikiran tenang namun tetap skeptis dalam mencermati kutipan sutta / sutra bahkan yang dikutip oleh Master Zen Thich Nhat Hanh.

Dan begitu pula saya seperti Master Zen Thich Nhat Hanh berharap dapat merekonsiliasi Theravada dan Mahayana yang memang merupakan dua belah pihak yang sama kuat. Rekonsiliasi yang saya ajukan adalah mari kita tidak melekat pada sutta/sutra namun berusaha menemukan SPIRIT dari Buddha Dharma di balik sutta/sutra, yang menurut saya pribadi adalah keterbebasan (ketidakmelekatan), menyucikan pikiran (dalam Zen ini diterjemahkan sebagai pikiran yang tenang, fokus, dan jernih setiap saat), berbuat kebaikan (termasuk toleransi, jangan sampai mencontoh pengikut agama-agama tetangga yang tega untuk saling membunuh karena perbedaan pendapat/ajaran/kitab suci).

Di website ini, dimana Theravada langsung atau tak langsung menuduh Mahayana sebagai semacam Mahasanghika yang ‘suka memberontak dan mengubah-ubah aturan/ajaran’ dan sebaliknya Mahayana langsung atau tak langsung menuduh Theravada sebagai semacam Hinayana yang ‘egoistik dan nihilis’. Prasangka-prasangka buruk ini hanya membawa PENDERITAAN pada kedua belah pihak.

Saya yakin bahwa semua perselisihan Theravada dan Mahayana ini berawal dari perbedaan sutra/sutta/kitab suci. Saling menuduh yang lain palsu. Ujung-ujungnya sama persis dengan agama-agama tetangga yang juga bertengkar karena perbedaan ajaran/kata-kata dalam kitab suci, tanpa berusaha menangkap semangat berbuat kebaikan yang ada dalam masing-masing ajaran.

Dalam tradisi Buddhisme semangat itu tidak hanya berbuat kebaikan. Namun lebih tinggi dari itu yaitu darimana datangnya semua perbuatan baik itu? Dari pikiran! Pikiran yang bagaimana? Pikiran yang telah dimurnikan. Dimurnikan dari apa? Dari jeratan tanha, lobha-dosa-moha (LDM). Dengan kata lain pikiran yang terbebaskan dari dukkha. Pikiran suci alias kesadaran murni yang tak lain adalah pikiran 'Buddha'. Sang Guru yang telah mengajarkan keterbebasan sejati yang tiada banding bahkan hingga masa kini.

Keterbebasan (dari PENDERITAAN), menyucikan PIKIRAN, berbuat kebaikan (UCAPAN & TINDAKAN yang baik). Itulah SPIRIT BUDDHA DHARMA menurut saya pribadi. Dan saya sedih bila melihat ada netter yang menuliskan kata-kata yang tidak mencerminkan etika / perilaku seorang Buddhist.
 
Kita tahu baik sutta maupun sutra bukan tulisan langsung junjungan kita bersama: Sang Buddha Gotama Sakyamuni. Jadi mengapa kita yang sudah mengerti makna keterbebasan (melalui meditasi) itu malah melekat pada sutta/sutra? Sutta/Sutra adalah sarana belajar Buddha Dharma dan semestinya kita tidak melekat secara harafiah tapi mencoba menangkap maksud/makna di balik rangkaian kata-kata itu.

Karena itulah Master Zen sangat selektif memilih kitab suci yang dijadikan pegangannya, tak peduli itu datang dari Theravada atau Mahayana sebagai pengantar meditasinya. Bahkan ada Master Zen yang ekstrem yang tak segan ‘membakar’ semua sutta/sutra dan lebih menyukai transmisi meditasi dan Dharma secara langsung kepada muridnya tanpa melibatkan satu sutta/sutra pun.

Tapi saya pribadi bukan tipe orang yang suka membakar kitab suci, saya hanya mencoba untuk memahami mengapa kok sampai ada Master Zen berperilaku ekstrem semacam itu.

 _/\_

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)
« Reply #19 on: 15 January 2011, 10:09:48 AM »
 [at] Bro Sutarman,

awalnya ketika anda memulai topik ini dengan membawa materi Satipatthana Sutta, saya pikir anda membuka diri untuk berdiskusi, dan dalam diskusi adalah wajar terjadi saling tanya jawab sebagai bentuk kekritisan peserta diskusi. namun anda sekarang malah menghindar dengan dalih "jangan melekat pada sutta". jika anda tidak ingin melanjutkan diskusi ini lagi, sebagai TS anda bisa mengajukan permohonan kepada moderator untuk me-lock thread ini. selanjutnya terserah keputusan moderator

Offline sutarman

  • Teman
  • **
  • Posts: 68
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)
« Reply #20 on: 15 January 2011, 10:16:56 AM »
janganlah mengangap kesalahan kecil jadi pembenaran
mengakui kesalahan kemudian koreksi adalah perbuatan terpuji ^:)^
efeknya kesalahan seterusnya bisa berlanjut bagi pembaca/pemirsa/pemula.
gimana kata meditasi Zen saya ganti jadi meditasi Ze atau meditasi Ten, apakah masalah ?  :))

 _/\_

Bro Adi Lim yang baik,

Saya mewakili netter lain di sini mohon maaf atas kesalahan tulis Samatha menjadi Samantha tersebut.  Dalam meditasi Zen juga ada metode agar 'pikiran berhenti' walaupun mungkin metodenya berbeda karena kita berbeda tradisi.  Forgive me and correct me if i'm wrong.
 _/\_

Offline sutarman

  • Teman
  • **
  • Posts: 68
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)
« Reply #21 on: 15 January 2011, 10:30:12 AM »
[at] Bro Sutarman,

awalnya ketika anda memulai topik ini dengan membawa materi Satipatthana Sutta, saya pikir anda membuka diri untuk berdiskusi, dan dalam diskusi adalah wajar terjadi saling tanya jawab sebagai bentuk kekritisan peserta diskusi. namun anda sekarang malah menghindar dengan dalih "jangan melekat pada sutta". jika anda tidak ingin melanjutkan diskusi ini lagi, sebagai TS anda bisa mengajukan permohonan kepada moderator untuk me-lock thread ini. selanjutnya terserah keputusan moderator

Bro Indra yang baik,

Usulan Bro bagus juga, saya pikir kalau topik ini hanya membawa pada saling mengolok-olok, lebih baik ditutup saja. Maksud saya membuka thread ini adalah agar orang mau belajar meditasi. Dan tujuan meditasi adalah agar pikiran kita tenang, jernih, dan fokus, yang saya harapkan dapat membawa efek positif dalam ucapan dan tindakan kita. Dalam diskusi memang ada kemungkinan berujung pada debat kusir (debat mengenai istilah, konsep, kata, bahasa) padahal maksud saya bukan demikian, saya justru bermaksud menyiram air atas api yang berkobar. Tapi mungkin karena apinya terlalu besar, air yang saya berikan tak dapat memadamkannya. Bahkan mungkin ada pihak yang berpendapat saya menyiram api dengan bensin! Seperti itu pula situasi yang dihadapi Master Zen Thich Nhat Hanh ketika berusaha merekonsiliasi Vietnam Utara yang komunis (otoriter) dengan Vietnam selatan yang (kapitalis) demokratis.

Saya juga tak mau berlama-lama di website ini. Takutnya 'kemelekatan' saya terhadap website ini berlarut-larut dan tidak baik bagi kemajuan meditasi saya sendiri.
Bila saya punya banyak kesalahan sehingga menyinggung hati rekan-rekan sekalian, langsung atau tidak langsung, mohon diampuni dan dimaafkan.

 _/\_

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)
« Reply #22 on: 15 January 2011, 10:38:30 AM »
Bro Indra yang baik,

Usulan Bro bagus juga, saya pikir kalau topik ini hanya membawa pada saling mengolok-olok, lebih baik ditutup saja. Maksud saya membuka thread ini adalah agar orang mau belajar meditasi. Dan tujuan meditasi adalah agar pikiran kita tenang, jernih, dan fokus, yang saya harapkan dapat membawa efek positif dalam ucapan dan tindakan kita.
saya sepenuhnya setuju dengan anda mengenai tujuan meditasi, tetapi kita di sini bukan sedang bermeditasi, anda salah masuk. kita di sini berdiskusi, dan andalah yg membawakan topik diskusi ini.

Quote
Dalam diskusi memang ada kemungkinan berujung pada debat kusir (debat mengenai istilah, konsep, kata, bahasa) padahal maksud saya bukan demikian, saya justru bermaksud menyiram air atas api yang berkobar. Tapi mungkin karena apinya terlalu besar, air yang saya berikan tak dapat memadamkannya. Bahkan mungkin ada pihak yang berpendapat saya menyiram api dengan bensin! Seperti itu pula situasi yang dihadapi Master Zen Thich Nhat Hanh ketika berusaha merekonsiliasi Vietnam Utara yang komunis (otoriter) dengan Vietnam selatan yang (kapitalis) demokratis.
kami di sini mendiskusikan dan mengkritisi ajaran-ajaran Buddha, bukan berpolitik.

Quote
Saya juga tak mau berlama-lama di website ini. Takutnya 'kemelekatan' saya terhadap website ini berlarut-larut dan tidak baik bagi kemajuan meditasi saya sendiri.
Bila saya punya banyak kesalahan sehingga menyinggung hati rekan-rekan sekalian, langsung atau tidak langsung, mohon diampuni dan dimaafkan.

anda bisa mengatasi kemelekatan pada kitab dan sutta/sutra tapi anda takut tidak bisa mengatasi kemelekatan pada forum. forum ini bahkan melebihi kitab dan sutta/sutra. akhir kata, semoga anda berbahagia.

_/\_

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)
« Reply #23 on: 15 January 2011, 11:25:35 AM »
Bro Adi Lim yang baik,

Saya mewakili netter lain di sini mohon maaf atas kesalahan tulis Samatha menjadi Samantha tersebut.  Dalam meditasi Zen juga ada metode agar 'pikiran berhenti' walaupun mungkin metodenya berbeda karena kita berbeda tradisi.  Forgive me and correct me if i'm wrong.
 _/\_

mengenai koreksi kata 'samantha' harusnya samatha, SELESAI. ;D

mengenai kata 'pikiran berhenti' tidak ada penulisan yang salah, Praktisi Zen ada mengenal kata pikiran berhenti, silahkan ! ^:)^
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)
« Reply #24 on: 15 January 2011, 11:27:42 AM »
Quote
Saya juga tak mau berlama-lama di website ini. Takutnya 'kemelekatan' saya terhadap website ini berlarut-larut dan tidak baik bagi kemajuan meditasi saya sendiri.
Bila saya punya banyak kesalahan sehingga menyinggung hati rekan-rekan sekalian, langsung atau tidak langsung, mohon diampuni dan dimaafkan.


Quote
anda bisa mengatasi kemelekatan pada kitab dan sutta/sutra tapi anda takut tidak bisa mengatasi kemelekatan pada forum. forum ini bahkan melebihi kitab dan sutta/sutra. akhir kata, semoga anda berbahagi

semoga semua mahkluk berbahagia  ;D


« Last Edit: 15 January 2011, 11:35:42 AM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline sutarman

  • Teman
  • **
  • Posts: 68
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)
« Reply #25 on: 15 January 2011, 01:20:11 PM »
saya sepenuhnya setuju dengan anda mengenai tujuan meditasi, tetapi kita di sini bukan sedang bermeditasi, anda salah masuk. kita di sini berdiskusi, dan andalah yg membawakan topik diskusi ini.
_/\_

Bro Indra yang baik,

Saya tahu ada kesalahpahaman, terutama mengenai kata Zen itu sendiri. Mungkin banyak orang berpikir Zen sebagai aliran yang anti  kitab atau sutra, atau suka bakar patung Buddha atau anti agama/religion padahal sebenarnya tidak demikian. Zen adalah meditasi dalam arti yang sebenar-benarnya. Meditasi adalah inti dan jantung-nya Zen. Sebuah 'Kitab Zen' seharusnya dimengerti sebagai sebuah 'Kitab Meditasi' walaupun saya akui sesungguhnya dalam Zen sendiri terdapat banyak metode yang berlainan antar Guru Zen sehingga berlainan sutra/sutta yang dijadikan bahan pelajaran dasar dalam meditasi. Tapi ada satu hal yang sama dari begitu banyak aliran Zen yang berbeda yaitu Mindfullness yang menekankan meditasi dari waktu ke waktu.

Semoga moderator bisa lock topik/thread ini agar tidak terjadi kesalahpahaman lebih jauh.

 _/\_

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)
« Reply #26 on: 15 January 2011, 04:44:53 PM »
Saya juga tak mau berlama-lama di website ini. Takutnya 'kemelekatan' saya terhadap website ini berlarut-larut dan tidak baik bagi kemajuan meditasi saya sendiri.
Bila saya punya banyak kesalahan sehingga menyinggung hati rekan-rekan sekalian, langsung atau tidak langsung, mohon diampuni dan dimaafkan.
om sutarman, gak perlu berulang2 meminta maaf. kesalahan kecil itu biasa saja.

kalo bisa, saya minta anda mempertimbangkan untuk tetap menulis di forum ini, hanya saja anda cukup menanggapi yg penting2 saja. yg kurang penting bisa anda abaikan saja sehingga tidak terlalu mengganggu praktik anda.

saya meminta anda tetap di sini karena begitu banyak ketidaktahuan mengenai zen di forum ini. katakanlah anda menulis di sini karena compassion dan kebaikan pembaca. tidak seluruh pembaca itu menentang, mengolok2 ataupun mencari2 kesalahan tulisan anda. banyak silent majority yg membaca dan mengambil manfaat dari tulisan anda. satu saja yg bisa mengambil manfaatnya berarti anda telah berdana dhamma dalam arti sesungguhnya. tetaplah menulis demi kebaikan mereka...
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)
« Reply #27 on: 15 January 2011, 05:52:40 PM »
om sutarman, gak perlu berulang2 meminta maaf. kesalahan kecil itu biasa saja.

kalo bisa, saya minta anda mempertimbangkan untuk tetap menulis di forum ini, hanya saja anda cukup menanggapi yg penting2 saja. yg kurang penting bisa anda abaikan saja sehingga tidak terlalu mengganggu praktik anda.

saya meminta anda tetap di sini karena begitu banyak ketidaktahuan mengenai zen di forum ini. katakanlah anda menulis di sini karena compassion dan kebaikan pembaca. tidak seluruh pembaca itu menentang, mengolok2 ataupun mencari2 kesalahan tulisan anda. banyak silent majority yg membaca dan mengambil manfaat dari tulisan anda. satu saja yg bisa mengambil manfaatnya berarti anda telah berdana dhamma dalam arti sesungguhnya. tetaplah menulis demi kebaikan mereka...


two thumbs to u bro Morph...anda bijaksana sekali...

saya sependapat dg bro Morph...

silahkan dilanjut diskusinya, mohon TS jangan mudah terbakar juga jika disentil...anggap ini latihan ya...

Offline Triyana2009

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 756
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
Re: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)
« Reply #28 on: 15 January 2011, 06:14:54 PM »
Namo Buddhaya,

Bro Indra yang baik,

Usulan Bro bagus juga, saya pikir kalau topik ini hanya membawa pada saling mengolok-olok, lebih baik ditutup saja. Maksud saya membuka thread ini adalah agar orang mau belajar meditasi. Dan tujuan meditasi adalah agar pikiran kita tenang, jernih, dan fokus, yang saya harapkan dapat membawa efek positif dalam ucapan dan tindakan kita. Dalam diskusi memang ada kemungkinan berujung pada debat kusir (debat mengenai istilah, konsep, kata, bahasa) padahal maksud saya bukan demikian, saya justru bermaksud menyiram air atas api yang berkobar. Tapi mungkin karena apinya terlalu besar, air yang saya berikan tak dapat memadamkannya. Bahkan mungkin ada pihak yang berpendapat saya menyiram api dengan bensin! Seperti itu pula situasi yang dihadapi Master Zen Thich Nhat Hanh ketika berusaha merekonsiliasi Vietnam Utara yang komunis (otoriter) dengan Vietnam selatan yang (kapitalis) demokratis.

Saya juga tak mau berlama-lama di website ini. Takutnya 'kemelekatan' saya terhadap website ini berlarut-larut dan tidak baik bagi kemajuan meditasi saya sendiri.
Bila saya punya banyak kesalahan sehingga menyinggung hati rekan-rekan sekalian, langsung atau tidak langsung, mohon diampuni dan dimaafkan.

 _/\_

Bung Sutarman tidak usah takut nanti yang Samanta saya yang tanggapi, terus saja menulis dan posting di forum ini.

 _/\_

Offline Triyana2009

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 756
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
Re: Satipatthana Sutta (Sebuah Kitab Utama Zen)
« Reply #29 on: 15 January 2011, 06:37:37 PM »
Namo Buddhaya,

Itu adalah Smrtyupasthana Sutra. Anda harus mengubah judul thread bro... Kitab utama Zen adalah: Madhyagama Smrtyupasthana Sutra bukan Satipatthana Sutta dari digha Nikaya  :)

Tapi isi Taisho Tripitaka yang ini jelas bertentangan dengan kitab suci Mahayana lainnya, yaitu: large Sutra on perfect Wisdom yang menganggap ajaran Shravaka adalah dahan, cabang dan ranting belaka.

Satipatthana jelas adalah jalan Shravaka bro....   Jadi mengapa dianggap kitab utama di Zen/Chan/Dhyana/Jhana?

Pertanyaan saya bukan itu bro... Coba perhatikan lagi pertanyaan saya:
Boleh tahu apa yang terjadi dalam pencerahan seketika bro...? Bisa beri contoh...?

Mettacittena,

1. Apa bedanya Smrtyupasthana Sutra dengan Satipatthana Sutta ?

2. Silahkan tanyakan kepada Zen Master  :)

 _/\_