//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Recent Posts

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 10
1
Jurnal Pribadi / Re: Hilang nya tempat penyimpanan
« Last post by hexel on 01 October 2022, 06:28:26 PM »
Bagaimanakah rasanya jika bathin yg sudah bebas dari kotoran?....maaf sebelumnya agak vulgar tapi tak bermaksud jorok atau kurang ajar...

Anda bisa bayangkan saat anda buang air besar...bagaimana rasanya?....lega...nikmat...mantap....

Nah bathin yg terbebas dari kotoran....lebih nikmat dari buang air besar....

2
Jurnal Pribadi / Re: Hilang nya tempat penyimpanan
« Last post by hexel on 30 September 2022, 11:50:02 PM »
Jika saya melakukan meditasi maka mereka akan membunuh....
Jika saya bicara atau menulis tentang abhinna maka mereka akan membunuh...
Jika mereka melihat warna aura kepala saya (berwarna tertentu) (dimana warna ini menunjukkan pikiran dalam keadaan tenang) lewat kamera tersembunyi  maka mereka mengancam membunuh walaupun kadang kadang ketenangan pikiran tersebut saya peroleh tanpa sengaja saat beraktivitas sehari hari...kadang pada saat tersebut jaringan mereka sibuk sengaja membuat kebisingan dengan teriakan...bunyi tembok digedor...bunyi klakson...bunyi knalpot motor yg digeber geber...dll...dimana tujuannya untuk membuyarkan ketenangan pikiran saya tersebut...
Setiap hari jaringan mereka menggunakan tetangga untuk menyerang otak saya dengan peralatan frekwensi gelombang otak agar pikiran saya kacau dan tidak fokus...
Dan hal ini didukung jokowowi
Jaringan ini memposisikan diri mereka sebagai pihak yang benar dan baik padahal kerjaannya mengancam dan membunuh....dan yg dukung jaringan ini ...plecident.....kan gila banget...hanya gara gara janji mereka investasi ratusan trilyunan maka pemerintah mendukung jaringan ini....ini bener bener gila...

" bayangkan jika orang yang sudah bersatu dengan alam dan dilarang pikirannya tenang....dilarang pikirannya fokus....dan diharapkan oleh mereka agar saya tak bisa mengontrol pikiran saya......

3
Jurnal Pribadi / Re: Hilang nya tempat penyimpanan
« Last post by hexel on 30 September 2022, 06:43:54 PM »
"Menggerakkan"
4
Jurnal Pribadi / Re: Hilang nya tempat penyimpanan
« Last post by hexel on 30 September 2022, 06:41:52 PM »
Bhante...tolong ajari saya teori untuk menhherakkan benda mati?...saya penasaran bhante
5
Jurnal Pribadi / Re: Hilang nya tempat penyimpanan
« Last post by hexel on 30 September 2022, 06:40:22 PM »
Mengapa setiap buddha memiliki keunggulan tertentu...
Buddha gautama memiliki keunggulan kebijaksanaan sedangkan buddha maitreya memiliki keunggulan cinta kasih?...
Dimasa buddha gautama terdapat banyak mata manusia yang terhalang debu makanya buddha gautama unggul pada kebijaksanaan
Dimasa buddha maitreya saya perkirakan banyak tangan manusia berlumur darah makanya buddha maitreya unggul pada cinta kasih
6
Jurnal Pribadi / Re: Hilang nya tempat penyimpanan
« Last post by hexel on 28 September 2022, 06:34:50 PM »
Saya telah menaklukkan"fiona" demi mereka tapi aceh yg dibanana
Sekarang saya tak mau menaklukkan "ians" demi mereka karena pasti balasannya banana.lagi...wakaka...

Demi menghindari " perang nuklir" maka terpaksa saya memberikan rusia solusi yaitu " bermain banana di usa".... ukraina hanya pion....usa adalah dalangnya....secara logika....jika ingin memenangkan perang maka ukraina atau usa yang harus diatasi?....sudah pasti usa yg harus diatasi....

7
Jurnal Pribadi / Re: Hilang nya tempat penyimpanan
« Last post by hexel on 26 September 2022, 11:39:39 PM »
Ada 2 orang yogi ditanyai seorang guru meditasinya...
Apakah tujuan kalian meditasi?
Yogi 1 menjawab untuk mendapatkan abhinna
Yogi 2 menjawab untuk mencapai nibbana
Lalu sang guru menggunakan abhinanya untuk membaca pikiran kedua yogi tersebut.
Dan sang guru menemukan bahwa
Yogi 1 menjawab dengan jujur walaupun tau bakal dianggap sesat
Sedangkan yogi 2 menjawab dengan kebohongan agar tidak dianggap sesat dan agar bisa tetap eksis

Jadi menurut kalian...yogi 1 atau yogi 2 ....pilihan kalian?
8
Sutta Vinaya / Re: Vinaya Pitaka - Bhikkhu Vibhaṅga
« Last post by Indra on 17 September 2022, 10:29:44 AM »
 _/\_ _/\_ _/\_
9
Sutta Vinaya / Adhikaraṇasamatha 1-7
« Last post by Indra on 17 September 2022, 10:29:20 AM »
Koleksi Theravāda tentang Hukum Monastik
Aturan Kebhikkhuan dan Analisisnya

Adhikaraṇasamatha 1-7

PENYELESAIAN PERSOALAN-PERSOALAN HUKUM

Para Mulia, tujuh prinsip penyelesaian persoalan-persoalan hukum ini akan dibacakan.

"Untuk menyelesaikan dan memutuskan persoalan-persoalan hukum kapan pun munculnya terdapat:
Resolusi tatap-muka diterapkan;
Resolusi melalui pengingatan diberikan;
Resolusi karena ketidak-warasan masa lalu diberikan;
Bertindak menurut apa yang telah diakui;
Keputusan mayoritas;
Hukuman lebih jauh;
Menutupi seolah-olah dengan rumput.
Para Mulia, ketujuh prinsip untuk menyelesaikan persoalan-persoalan hukum ini telah dibacakan. Sehubungan dengan hal ini aku bertanya kepada kalian, 'Apakah kalian murni dalam hal ini?' Untuk kedua kalinya aku bertanya, 'Apakah kalian murni dalam hal ini?' Untuk ketiga kalinya aku bertanya, 'Apakah kalian murni dalam hal ini?' Kalian murni dalam hal ini dan oleh karena itu kalian berdiam diri. Aku akan mengingatnya demikian."

Ketujuh prinsip penyelesaian persoalan-persoalan hukum selesai.

"Para Mulia, pendahuluan telah dibacakan; empat aturan tentang pengusiran telah dibacakan; tiga belas aturan tentang penskorsan telah dibacakan; dua aturan yang tidak ditentukan telah dibacakan; tiga puluh aturan tentang pelepasan dan pengakuan telah dibacakan; sembilan puluh dua aturan tentang penebusan telah dibacakan; empat aturan tentang pengakuan telah dibacakan; aturan-aturan yang harus dilatih telah dibacakan; tujuh prinsip untuk menyelesaikan persoalan-persoalan hukum telah dibacakan. Sebanyak ini telah diturunkan dan termasuk dalam Kode Monastik Sang Buddha dan untuk dibacakan setiap setengah bulan. Sehubungan dengan ini semua orang harus berlatih dalam kesatuan, dalam kerukunan, tanpa perselisihan."ATURAN-ATURAN PARA BHIKKHU DAN ANALISISNYA SELESAI
10
Sutta Vinaya / Sekhiya 75
« Last post by Indra on 16 September 2022, 09:38:07 PM »
Koleksi Theravāda tentang Hukum Monastik
Aturan Kebhikkhuan dan Analisisnya
Bab tentang Latihan
Sub-bab tentang Sepatu
 
Sekhiya 75. Aturan Latihan tentang Buang Air Besar di Air
 
Kisah Asal-mula

Sub-kisah pertama

Pada suatu ketika Sang Buddha sedang menetap di Sāvatthī di Hutan Jeta, Vihara Anāthapiṇḍika. Pada saat itu para bhikkhu dari kelompok enam sedang buang air besar, buang air kecil, dan meludah di air. Orang-orang mengeluhkan dan mengkritik mereka, "Bagaimana mungkin para monastik Sakya buang air besar, buang air kecil, dan meludah di air? Mereka persis seperti para perumah tangga yang menikmati kenikmatan duniawi!"

Para bhikkhu mendengar keluhan orang-orang itu, dan para bhikkhu yang memiliki sedikit keinginan mengeluhkan dan mengkritik mereka, "Bagaimana mungkin para bhikkhu dari kelompok enam melakukan hal ini?" ... "Benarkah, para bhikkhu, bahwa kalian melakukan hal ini?"

"Benar, Yang Mulia."

Sang Buddha menegur mereka ... "Orang-orang dungu, bagaimana mungkin kalian melakukan hal ini? Hal ini akan mempengaruhi keyakinan orang-orang ..." ... "Dan, para bhikkhu, aturan latihan ini harus dibacakan sebagai berikut:

Aturan awal

"'Aku tidak akan buang air besar, buang air kecil, atau meludah di air," ini adalah bagaimana kalian harus berlatih.'"

Dengan cara inilah Sang Buddha menetapkan aturan latihan ini untuk para bhikkhu.

Sub-kisah kedua

Tidak lama kemudian, karena takut melakukan kesalahan, para bhikkhu yang sakit tidak buang air besar, buang air kecil, atau meludah di air. Mereka memberitahu Sang Buddha. Segera setelah itu Sang Buddha membabarkan suatu ajaran dan berkata kepada para bhikkhu: "Para bhikkhu, Aku memperbolehkan seorang bhikkhu yang sakit untuk buang air besar, buang air kecil, atau meludah di air.

Dan para bhikkhu, aturan latihan ini harus dibacakan sebagai berikut:

Aturan akhir

"'Ketika tidak sakit, aku tidak akan buang air besar, buang air kecil, atau meludah di air," ini adalah bagaimana kalian harus berlatih.'"

Jika seseorang tidak sakit, maka ia tidak boleh buang air besar, buang air kecil, atau meludah di air. Jika, karena tidak hormat, seorang bhikkhu yang tidak sakit buang air besar, buang air kecil, atau meludah di air, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah.

Tidak ada pelanggaran

Tidak ada pelanggaran: Jika itu tidak disengaja; jika ia tidak sadar; jika ia tidak mengetahui; jika ia sakit; jika ia melakukannya di tanah yang kering, tetapi kemudian mengalir ke air; jika terjadi situasi darurat; jika ia gila; jika ia kehilangan akal sehat; jika ia dikuasai kesakitan; jika ia adalah pelaku pertama.

Aturan latihan yang kelima belas selesai

SUB-BAB KETUJUH TENTANG SEPATU SELESAI

"Para Mulia, aturan-aturan yang harus dilatih telah dibacakan. Sehubungan dengan hal ini aku bertanya kepada kalian, "Apakah kalian murni dalam hal ini?' Untuk kedua kalinya aku bertanya, 'Apakah kalian murni dalam hal ini?' Untuk ketiga kalinya aku bertanya, 'Apakah kalian murni dalam hal ini?' Kalian murni dalam hal ini dan oleh karena itu kalian berdiam diri. Aku akan mengingatnya demikian."

Aturan-aturan yang harus dilatih selesai

BAB TENTANG LATIHAN SELESAI
Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 10
anything