//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pemerintah Myanmar Larang Peredaran Majalah TIME Terbaru  (Read 1588 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Sunya

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 876
  • Reputasi: -16
  • Nothing, but your perception ONLY
Pemerintah Myanmar Larang Peredaran Majalah TIME Terbaru
« on: 27 June 2013, 06:19:16 AM »
Rabu, 26 Juni 2013 17:38 WIB

NAYPYIDAW, tribunkaltim.co.id - Pemerintah Myanmar, Selasa (25/6/2013) malam, melarang peredaran majalah TIME edisi terbaru yang menyoroti kekerasan sektarian di negeri itu untuk "menghindari konflik baru".
Larangan untuk majalah TIME, yang memuat foto seorang biksu radikal yang diduga ikut memicu aksi anti-Muslim itu muncul meski Myanmar belakangan mulai melonggarkan sensor terhadap media massa.
Juru bicara Pemerintah Myanmar, Ye Htut, mengumumkan pelarangan ini lewat akun Facebook-nya.
"Artikel majalah TIME terbitan 1 Juli berjudul 'The Face of Buddhist Terror' dilarang dijual, diedarkan, atau diperbanyak demi mencegah konflik rasial dan agama lebih jauh," demikian Ye Htut lewat akun Facebook-nya.
Sejauh ini belum diketahui bagaimana Pemerintah Myanmar akan melakukan sensor terhadap sampul dan isi majalah yang juga diterbitkan secara online.
Sebelumnya, para pengguna media jejaring sosial di Myanmar menyuarakan kemarahan akibat pemuatan foto biksu Wirathu asal kota Mandalay, yang beberapa pernyataan anti-Muslimnya membuat konflik sektarian di Myanmar semakin rumit.
Istana Kepresidenan Myanmar pada Minggu (23/6/2013) menilai artikel terbaru majalah itu menciptakan "pemahaman yang salah terhadap agama Buddha".
Selain itu, Pemerintah Myanmar menilai artikel TIME tersebut dianggap memengaruhi upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi pascadua kerusuhan sektarian besar yang mengakibatkan puluhan warga —terutama warga Muslim— tewas dan ribuan orang harus kehilangan tempat tinggal.


http://kaltim.tribunnews.com/2013/06/26/pemerintah-myanmar-larang-peredaran-majalah-time-terbaru



Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Pemerintah Myanmar Larang Peredaran Majalah TIME Terbaru
« Reply #1 on: 27 June 2013, 09:35:58 AM »


this usa edition cover for 1 july 2013



the rest the world edition


sebuah pertanyaan bila cover time magazine edisi usa tidak berani menggunakan cover bhikku wirathu, kenapa pemerintah mynmar tidak berhak melarang peredaran majalah time tersebut.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Pemerintah Myanmar Larang Peredaran Majalah TIME Terbaru
« Reply #2 on: 28 June 2013, 06:23:06 AM »
tidak heran pemerintah Myanmar melarang majalah TIME, namanya juga tuan rumah
jika bro Sunya berbuat onar di negara Myanmar, anda akan juga di larang masuk negara Myanmar

semuanya hanya percepsi anda
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Pemerintah Myanmar Larang Peredaran Majalah TIME Terbaru
« Reply #3 on: 28 June 2013, 08:57:13 AM »
kalo soal cover majalah sih itu bukan masalah berani atau gak berani. topik dan cover itu ditentukan dari proyeksi penjualan aja, yang mana yang lebih laku di pasar yang bersangkutan, alias uud.
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Srilankan: Time Magazine Stop at costum
« Reply #4 on: 29 June 2013, 11:56:53 PM »
Time magazine, carrying a cover
story comparing the Myanmar
Buddhist Monk Wirathu and his
organization `Buddhist 969` to the
Bodu Bala Sena (BBS), has been
withheld by customs at the
Bandaranaike International Airport
(BIA).

http://www.lankanewspapers.com/news/2013/6/83565.html


Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Srilankan: Time Magazine Stop at costum
« Reply #5 on: 30 June 2013, 08:28:41 PM »
Time magazine, carrying a cover
story comparing the Myanmar
Buddhist Monk Wirathu and his
organization `Buddhist 969` to the
Bodu Bala Sena (BBS), has been
withheld by customs at the
Bandaranaike International Airport
(BIA).

http://www.lankanewspapers.com/news/2013/6/83565.html

Saya sudah baca dan agak sedikit geli melihat mereka menanggapi nya enteng sekali :
Quote
Time magazine stopped at Customs
Saturday, 29 June 2013 - 12:41 PM SL Time

Time magazine, carrying a cover story comparing the Myanmar Buddhist Monk Wirathu and his organization `Buddhist 969` to the Bodu Bala Sena (BBS), has been withheld by customs at the Bandaranaike International Airport (BIA).
 The Myanmar Government has taken steps to ban the July issue of Time, as the cover page of the magazine portrays the Monk with the headline describing him as `The Face of Buddhist Terror.`
 
 It is reported that as a result of the activities carried out by the `Buddhist 969` organization against the Muslims of Myanmar, over 140,000 residents of Myanmar have been displaced, and over 200 people have lost their lives.
 The Wall Street Journal, meanwhile, reports that most of those who died were Muslims, while the `Buddhist 969` organization carried out attacks against mosques, Muslim businesses and properties, thereafter sticking posters and stickers of their organization over the desecrated property.It is said the article carries comparisons between the BBS and the Myanmar Buddhist organization, and has also cited similarities between self-immolation attempts by monks. The Myanmar Government claims the magazine has been banned in order to prevent the recurrence of racial and religious riots .
 
 When Ceylon Newspapers queried about the BIA Customs withholding the magazines, Minister of Mass Media and Information, Keheliya Rambukwella said he was unaware of the Customs having done such a thing, and said he would look into the matter and then comment on it.

Padahal jelas2 disana amat ketat Bea Cukai nya, semua barang yang masuk benar2 digeledah dibuka dan diburai isinya dikeluarkan semua dikebas2kan untuk memastikan bahwa tidak ada apapun yang diselipkan, saya lihat sendiri dan mengalami sendiri, untungnya barang2 saya tidak diperlakukan demikian, mereka masih menghormati untuk kalangan tertentu, sedangkan yang tidak, kasihan sekali, bayangin koper penuh isinya diburai dilantai. Jadi kalo dalam hal ini, mereka sudah tahu dengan JELAS hanya menanggapi nya enteng banget "masak sih? wah saya ga liat tuh, coba nanti ya saya cek dulu" kesan nya seperti ini.  ;D


***)Quote nya kok jadi imut ya ? saya sudah berusaha memperbaiki dengan mengganti sampai beberapa kali ternyata tetap tampak imut, maafkan. ^:)^
« Last Edit: 30 June 2013, 08:47:13 PM by Shasika »
I'm an ordinary human only