//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Topics - Sunya

Pages: 1 2 3 [4]
46


JAKARTA–Jaringan terorisme disinyalir akan kembali meledakkan lokasi wisata Candi Borobudur yang terletak di Magelang Jawa Tengah. Sasaran ini sengaja dipilih karena candi terbesar di Indonesiaitu merupakan simbul masyarakat dunia

Menurut pengamat teroris Universitas Indonesia, Ery Sofyan, teroris sepertinya ingin menarik perhatian dunia dengan meledakan Candi Borobudur. Selain itu, dampaknya juga akan lebih luas karena bisa menimbulkan kepedulian internasional.

“Bisa dibayangkan jika Candi Borobudur diledakan pasti akan menimbulkan kemarahan dunia. Apalagi Borobudur termasuk salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang bisa menggemparkan dunia internasional bila diledakan,” tegas Ery kepada Harian Terbit, Senin (24/9).

Saat ini katanya, sasaran terorisme tak hanya masalah agama atau turis asing saja. Borobudur dipilih karena menjadi icon pariwista dunia krena akan memberikan efek lebih luas disbanding meledakkan hotel maupun kafe.

Pengamat politik Universitas Indonesia, Prof Maswadi Rauf juga mengatakan sasaran teroris meledakan Candi Borobudur karena sudah menjadi simbul dunia. Selain itu, pengamanan di sekitar Candi Borobudurpun dirasakan tidak seketat pengamanan Istana Negara.

“Siapa saja bisa masuk dengan bebas, termasuk teroris bisa memasukan jenis bom ke Candi Borobudur. Tentu saja dampaknya juga akan menjadi luas. Hal itu bukan semata-mata alasan agama atau turis asing saja,” tegasnya.

Sementara itu pengamat teroris, Umar Abduh menilai terlalu banyak pernyataan pejabat keamanan mengenai ancaman teroris justru membuat masyarakat bingung. Sebelumnya disebut-sebut teroris merayakan ulang tahun bom Bali I , sekarang muncul lagi pernyataan teroris akan menyerang candi borobodur.

Umar berharap dalam membasmi teroris janganlah berlebihan publikasinya. “Kalau perlu masyarakat tidak diberitahu soal penangkapan terduga teroris. Masyarakat mengetahui setelah kasusnya di sidangkan di pengadilan agar tidak terlalu banyak komentar yang justru membingungkan rakyat.”

Dalam aksi penangkapan juga tidak berlebihan kalau untuk menangkap seorang terduga teroris jangan pula mengerahkan ratusan petugas dan diusahakan bisa ditangkap hidup-hidup agar kasusnya bisa terbongkar tuntas, kata Umar Abduh yang pernah terlibat kasus pembajakan pesawat Woyla.

“Saya lebih setuju cara-cara zaman sebelumnya dalam penangkapan teroris. Tersangka tiba-tiba hilang dan tiga bulan kemudian baru masyarakat tahu tersangka ditangkap petugas,” tambahnya.

Sebelumnya Komandan Korem (Danrem) 072 Pamungkas, Brigjen Adi Widjaja, mengatakan jaringan teroris disinyalir mengincar Candi Borobudur yang terletak di Magelang Jawa Tengah. Berdasar data-data intelejen TNI AD, Candi Borobudur dijadikan sasaran berikutnya karena dipandang sebagai tempat ibadah yang harus dihancurkan sekaligus tempat berkumpulnya warga asing.

Adi Widjaja membenarkan bahwa informasi dari intelejen tersebut berhasil mengungkapkan gerakan-gerakan yang mengarah pada rencana pada kegiatan aksi teror di Candi Borobudur.

Candi Borobudur pada 1985 pernah diledakkan. “Belajar dari pola-pola teror selama ini, candi-candi di wilayah Indonesia juga dianggap sebagai produk masa lalu yang layak dihancurkan. Karena itu, meski data tersebut masih sangat mendasar, butuh pengolahan lebih lanjut, namun indikasi itu sudah jelas,” tegasnya.

http://nasional.lintas.me/go/harianterbit.com/harian-terbit-candi-borobudur-diancam-diledakkan/

47
Para jemaat dari sembilan gereja di Kota Banda Aceh tersebut menggelar misa di lokasi terpisah secara tertutup.

Seperti Gereja Bethel Indonesia yang berencana melakukan misa dan perayaan natal secara sederhana di salah satu rumah makan di ibukota provinsi Aceh.

Pendeta Nico Tarigan dari Gereja Bethel Indonesia mengatakan misa dan perayaan Natal terpaksa dilakukan tertutup karena khawatir adanya ancaman pembubaran dari pihak tertentu.

"Kami sudah dapat tempatnya dan besok kita akan mengadakan ibadah Natal pada pukul 9, di sebuah restoran, kalo tahun sebelumnya bisa lebih meriah ya kita ga punya rasa takut atau khawatir untuk mengadakan ibadah, apalagi Natal kan umum dimana-mana orang merayakan Natal," kata Nico.

Menurut Nico, perayaan Natal ini berbeda dengan tahun lalu.

"Tahun ini sifatnya lebih mencekam begitu takut juga sih, tiba-tiba nanti ada orang atau apa gitu," tambah Nico.

Sementara itu untuk ibadah mingguan dilakukan di rumah-rumah jemaat Gereja Bethel secara bergantian.

Pertengahan Oktober lalu, pemerintah Kota Banda Aceh menutup dan menghentikan kegiatan keagamaan di sembilan gereja dan enam Vihara Budha dengan alasan tidak memiliki ijin.

Lembaga pemerhati masalah HAM Setara Institut menyebutkan kasus penutupan rumah ibadah di Aceh banyak terjadi selama tahun 2012, padahal sebelumnya tidak pernah terjadi kasus semacam itu selamalimatahun terakhir.

Aceh termasuk provinsi yang menurut Setara memiliki tingkat pelanggaran kebebasan beragama tertinggi dengan 36 peristiwa, setelah Jawa Barat, Jawa Timur, kemudian Jawa tengah dan Sulawesi Selatan.

Dari hasil pantauan selama 2012, Setara mencatat terjadi 264 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama dan 371 merupakan bentuk tindakan yang menghambat kebebasan beragama.

Peneliti Setara Ismail Hasani mengatakan kondisi pelarangan ibadah di berbagai wilayah diIndonesiatak banyak berubah karena pemerintah pusat tidak melakukan upaya pencegahan.

"Pembiaran yang dilakukan oleh kepala negara disituasi semacam ini membuat pemda-pemda menjadi amat liar tidak memiliki pedoman yang sama dalam mengatasi situasi semacam ini, sepeti kita lihat di Aceh dan di wilayah lain, kepala daerah memainkan isu ini dikonteks lokal," jelas Ismail.

Untuk pengamanan misa Natal, pemeriksaan dilakukan di gereja-gereja yang ada di Jakarta dan sejumlah daerah, yang melibatkan personil penjinak bom Gegana, mulai Senin (24/12) pagi.

Kepolisian Indonesia menerjunkan lebih dari 82 ribu personil di 3.000 pos untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru.

http://news.okezone.com/read/bbc/2012/12/24/5/21930989/sebagian-umat-kr****n-di-aceh-tak-bisa-gelar-misa-di-gereja

48
Bantuan Teknis, kritik dan saran. / Mohon Moderasi
« on: 27 December 2012, 07:59:51 PM »
Di topik ini banyak postingan yang tidak etis dan berupaya mengganggu jalannya diskusi:
http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,23523.msg430196.html#msg430196

Mohon ditindak dan terima kasih pada moderator. _/\_

49
Pengalaman Pribadi / "Kosong = Isi, Isi = Kosong"
« on: 04 December 2012, 09:18:27 PM »
Topik ini saya buat untuk menyoroti kalimat "kosong = isi, isi = kosong", yang menjadi perdebatan di thread sebelumnya: http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,23460.new.html#new

Sekedar saran dari saya sebagai pembuat topik, ada baiknya bila ingin memberikan pendapat/pandangan, sanggahan, dlsb, agar ditunjang/dilandasi dengan pengetahuan (prajna/wisdom) dari meditasi (khususnya vipassana). Karena bila membahas sesuatu berkenaan dengan kebenaran, terutama yang sulit dijangkau oleh intelektual, maka samadhi menjadi jalan keluar yang baik (menurut saya).

Bila hanya menggunakan intelektual, dikhawatirkan terdapat banyak batasan; dari pengalaman tiap makhluk yang subyektif, tingkat kemampuan berpikir yang berbeda-beda, ego (LDM) yang setiap saat bisa mempengaruhi pandangan (delusi), dan banyak faktor-faktor mental non-konstruktif lainnya yang berpengaruh terhadap pencarian dari kebenaran itu sendiri.

Baiklah, tanpa panjang lebar lagi, mari langsung masuk pada pembahasan, "kosong = isi, isi = kosong".

Terlepas apakah kalimat ini valid atau tidak, secara historis diakui/tidak, kejelasan sumber literatur, dsb...

Saya hanya akan membahas dari perspektif Sunyata (dalam korelasinya dengan thread sebelumnya).

Jadi topik ini fokus pada esensi kalimat "kosong = isi, isi = kosong", bukan kevalidan secara konvensional, historis literatur, dsb.

Mari langsung pada makna tulisan ini: "kosong = isi, isi = kosong". Apakah maksud tulisan itu ditinjau dari pemahaman (khususnya penembusan/realisasi) Sunyata?

Saya akan lanjutkan di postingan berikutnya.

50
Bantuan Teknis, kritik dan saran. / Kenapa thread ini ditutup?
« on: 03 December 2012, 03:25:21 PM »
Hanya ingin tahu, apa alasan thread ini ditutup?
http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,23460.45.html

Terima kasih atas adanya penjelasan atau pun tidak adanya penjelasan.

Salam.

Pages: 1 2 3 [4]