//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Lord Buddha - Wall Paintings  (Read 122861 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Lord Buddha - Wall Paintings
« Reply #90 on: 14 March 2010, 02:16:09 AM »


  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Lord Buddha - Wall Paintings
« Reply #91 on: 14 March 2010, 02:17:32 AM »


  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Lord Buddha - Wall Paintings
« Reply #92 on: 14 March 2010, 02:18:17 AM »


  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Lord Buddha - Wall Paintings
« Reply #93 on: 14 March 2010, 02:23:49 AM »
« Last Edit: 15 March 2010, 10:21:47 PM by Virya »
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Lord Buddha - Wall Paintings
« Reply #94 on: 14 March 2010, 02:25:56 AM »


"Orangtua, kakek-nenek, dan leluhurku hanya bisa menimbun kekayaan itu, namun tak sekeping emas pun dapat mereka bawa ketika mereka mati. Suatu hari, aku pun akan menjadi tua, sakit, dan akhirnya mati. Alangkah baiknya jika setelah melepaskan semua harta ini aku meninggalkan kehidupan keduniawian, masuk ke hutan, dan menjadi petapa. Aku akan mencari jalan menuju Pembebasan dari belenggu kehidupan ini"
« Last Edit: 15 March 2010, 10:23:17 PM by Virya »
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Lord Buddha - Wall Paintings
« Reply #95 on: 15 March 2010, 10:24:53 PM »


"O Para Bhikkhu, Sumedha, petapa ini, akan menjadi Yang Tercerahkan di antara para brahma, dewa, dan manusia dengan nama Gotama setelah memenuhi Kesempurnaanya selama empat kurun waktu tak terhingga dan seratus ribu kurun waktu yang sangat lama sejak saat ini."
"O Sumedha, gadis ini, Sumitta, akan menjadi pendampingmu. Ia akan hidup bersamamu, membantumu untuk menjadi Buddha dengan semangat dan tindakan yang sebanding."
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Lord Buddha - Wall Paintings
« Reply #96 on: 15 March 2010, 10:26:46 PM »


"O Bodhisatta Deva, Engaku telah memenuhi Sepuluh Kesempurnaan, bukan untuk memperoleh kebahagiaan Sakka, Mara, Brahma atau Raja Dunia. Engkau memenuhi Kesempurnaan ini dengan cita-cita hanya untuk mencapai Kebuddhaan, agar memperoleh Kebebasan, juga untuk membebaskan makhluk-makhluk lain, manusia, deva, dan brahma. O Bodhisatta Deva, ini adalah waktu yang paling tepat bagi-Mu untuk menjadi Buddha, Ini benar-benar waktu yang tepat untuk menjadi Buddha! Oleh karena itu, sudilah Engkau masuk ke rahim ibu-Mu di alam manusia. Setelah mencapai Pencerahan Sempurna, semoga Engkau juga membebaskan manusia, deva, dan brahma dari samsara dengan mengajarkan Dhamma Keabadian, Nibbana."
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Lord Buddha - Wall Paintings
« Reply #97 on: 15 March 2010, 10:27:33 PM »


"Kemudian, Bodhisatta berdiri dengan kukuh, memandang ke sepuluh penjuru, menyadari tiada satu makhluk pun yang lebih luhur dari-Nya. Setelah itu, Ia menghadap ke utara dan berjalan maju tujuh langkah. Bunga teratai muncul dari tanah di bawah setiap jejak telapak kaki-Nya."

Bodhisatta berhenti pada langkah ketujuh, mengangkat tangan kanan di atas kepala-Nya, dan dengan lantang Ia berseru:

"Akulah yang terluhur di dunia ini!
Akulah yang teragung di dunia ini!
Akulah yang termulia di dunia ini!
Inilah kelahiran-Ku yang terakhir!
Tak akan ada lagi kelahiran kembali bagi-Ku!"
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Lord Buddha - Wall Paintings
« Reply #98 on: 15 March 2010, 10:28:37 PM »


"Di antara para putri tersebut, Pangeran Siddhattha akhirnya memilih Putri Yasodhara, sepupu-Nya yang cantik, putri Raja Suppabuddha dari Kerajaan Koliya dan Ratu Amita, saudara perempuan Raja Suddhodana. Sebagai sebuah pemberian, pangeran menghadiahkan kalung emas yang sangat menawan, yang lebih berharga dari apa yang diberikan-Nya kepada putri-putri lainnya. Raja Suddhodana merasa sangat bahagia mengetahui bahwa sang pangeran telah memilih Putri Yasodhara sebgai istri-Nya, dan ia merestui putranya untuk menikah dengan sang putri."
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Lord Buddha - Wall Paintings
« Reply #99 on: 15 March 2010, 10:29:51 PM »


"Kita semua, tanpa terkecuali, akan menjadi tua, dan tak seorang pun mampu mengatasi sifat penuaan ini."
"Kita bisa sakit kapan pun dan di mana pun; lalu kita akan menderita karenanya. Kita tak dapat sepenuhnya menghindari sakit."
"Tidaklah mungkin untuk menghindari ataupun menghentikan kematian saat ia menjelang. Tak seorang pun yang dapat hidup selamanya. Tak ada seorang pun yang mampu mengatasi kematian."
"Saya telah meninggalkan segala kesenangan duniawi guna mencari obat untuk mengatasi kelahiran, usia tua, penyakit, dan kematian, yang semuanya menyebabkan penderitaan."
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Lord Buddha - Wall Paintings
« Reply #100 on: 15 March 2010, 10:30:42 PM »


Namun tepat ketika Ia menunggangi kuda keluar dari gerbang itu, Mara Vasavatti menghentikan-Nya. Saat itu, ia datang untuk membujuk Bodhisatta agar tidak meninggalkan keduniawian dengan memperdayai-Nya supaya percaya bahwa pembatalan usaha-Nya itu adalah demi kebaikan diri-Nya sendiri dan juga lebih bermanfaat bagi makhluk lain. Seraya mengambang di udara, Mara berkata demikian untuk mencegah Bodhisatta: "O Bodhisatta muda nan berani, janganlah meninggalkan keduniawian! Engkau tidak perlu menjadi bhikkhu, karena tujuh hari nanti, Harta Roda Agung akan muncul di hadapan-Mu. Aku berjanji Engkau akan menjadi adiraja dunia penuh dengan kemakmuran dan kekuatan perkasa. Kembalilah ke istana-Mu, Pangeran, kembalilah!"

Bodhisatta bertanya: "Siapakah engkau? Alangkah beraninya engkau mencegah pelepasan keduniawian-Ku?"

Mara menjawab: "Pangeran, aku adalah Mara Vasavati."

Bodhisatta menjawab dengan lantang: "Enyahlah, Mara! Jangan menghalangi-Ku lagi! Aku bahkan sudah mengetahu sebelum engkau katakan, bahwa Harta Roda Agung pasti akan menjadi milik-Ku. Namun Aku sama sekali tidak berkeinginan menjadi adiraja dunia karena bagi-Ku menjadi Buddha sangatlah luhur. Dengan kekuatan agung sebagai Buddha, Aku akan menolong semua makhluk agar terbebas dari penderitaan akibat kelahiran, usia tua, penyakit, dan kematian. Akan kubimbing mereka untuk mencapai kebahagiaan Nibbana yang abadi."
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Lord Buddha - Wall Paintings
« Reply #101 on: 15 March 2010, 10:32:07 PM »


"Setelah itu Bodhisatta menghunus pedang emas-Nya dengan tangan kanan-Nya serta menggenggam rambut-Nya yang panjang dengan tangan kiri. Dengan sekali ayun, rambut-Nya yang panjang itu tertebas. Lalu rambut itu dipegang-Nya bersama dengan mahkota-Nya. Rambut yang tersisa di kepala-Nya, sepanjang lebar dua jari tak memanjang lag sampai akhir hayat-Nya. Lalu Ia mengucapkan tekad dengan kesungguhan: 'Jika Aku memang akan menjadi Buddha, biarlah rambut ini tetap melayang di udara! Kalau tidak, biarlah rambut ini jatuh kembali ke tanah!' Lalu, dilemparkan-Nya rambut itu ke udara. Sungguh mengherankan. Rambut itu tetap melayang di udara."
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Lord Buddha - Wall Paintings
« Reply #102 on: 15 March 2010, 10:33:03 PM »


"Di Hutan Uruwela, Bodhisatta berjuang untuk mencapai Pencerahan dengan melakukan segala jenis tapa yang paling berat yang sulit dipratikkan oleh orang biasa. Ia menyatakan tekad kuat beruas empat sebagai berikut: "Biarlah hanya kulit-Ku yang tertinggal! Biarlah hanya urat daging-Ku yang tertinggal! Biarlah hanya tulang belulang-Ku yang tertinggal! Biarlah daging dan darah-Ku mengering!"
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Lord Buddha - Wall Paintings
« Reply #103 on: 15 March 2010, 10:34:30 PM »


"Dengan bertunggangkan gajah bengis, Girimekhala, ia(Mara) memimpin pasukannya yang menempati ruang seluas dua belas yojana di depan, kanan, dan kiri dirinya, sampai ke akhir Cakkavala di belakan dan sembilan yojana di atas dirinya. Suara ancaman, teriakan, dan seruan dari para pasukan besar Mara dapat terdengar sampai sejauh seribu yojana. Mereka menyerang Bodhisatta untuk menaklukkan, menghancurkan, serta mengguncang diri-Nya, namun pikiran-Nya tetap tercerap dalam meditasi yang dalam."
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Lord Buddha - Wall Paintings
« Reply #104 on: 15 March 2010, 10:35:36 PM »


"O pembuat rumah! Sekarang engkau telah terlihat! Engkau tak dapat membuat rumah lagi! Semua kasaumu telah dihancurkan! Batang bubunganmu telah diruntuhkan! Kini batin-Ku telah mencapai Yang Tak Terkondisi! Tercapai sudah berakhirnya nafsu keinginan!"
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....