//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - Indra

Pages: 1 [2] 3 4 5 6 7 8 9 ... 937
16
format

Code: [Select]
[flash=640,480]http://....link youtube ...[/flash]
Tetapi Ganti bagian "watch?v" menjadi "v/"
contoh

Code: [Select]
https://www.youtube.com/watch?v=T4DCoZRr2SE
ketik menjadi
Code: [Select]
[flash=640,480]https://www.youtube.com/v/T4DCoZRr2SE[/flash]<a href="https://www.youtube.com/v/T4DCoZRr2SE" target="_blank" rel="noopener noreferrer" class="bbc_link bbc_flash_disabled new_win">https://www.youtube.com/v/T4DCoZRr2SE</a>

17
Diskusi Umum / Re: Happy New Year!!! <:-P <:-P <:-P
« on: 02 January 2018, 08:37:40 AM »
apakah cumi polos = cumi transparan?

18
Diskusi Umum / Re: Happy New Year!!! <:-P <:-P <:-P
« on: 01 January 2018, 10:27:56 PM »
happy new year... <:-P
salam kenal, mohon bimbingannya..  ;D

lupa password ya?

19
Diskusi Umum / Re: Happy New Year!!! <:-P <:-P <:-P
« on: 01 January 2018, 08:32:57 PM »
Sorry, you can't repeat a karma action without waiting 168 hours.

20
Theravada / Re: Hutang karma
« on: 31 December 2017, 05:16:33 PM »
inovasi dalam kampanye anti daging ini sebenarnya udah cukup bagus, tapi sayangnya masih ada kelemahan sehingga mudah ditebak.

21
Theravada / Re: Sayur dan daging
« on: 30 December 2017, 10:35:34 PM »
ini sepertinya inovasi baru dalam kampanye anti daging

22
Mengingat banyak referensi penolakan diatas dari Sangha non Indo

Apa dan bagaimana reaksi organisasi Buddhis di Indonesia lainnya?

Pembiaran berjamaah?

sejauh ini terlihat banyak penolakan secara sporadis di kalangan umat Buddhis melalui media sosial tapi tampaknya belum ada statement resmi dari lembaga resmi Buddhis Indonesia

23
Statement Regarding “Lu Jun Hong’s Function in Malaysia” 「盧軍宏台長訪馬」一事之文告
February 22, 2014 at 1:43pm
Joint Press Statement by Major Buddhist Associations in Malaysia

21 February 2014

 

Mr. Lu Jun Hong from Australia (Director of Australia’s Eastern Radio Station, also known as Director Lu), will be organizing a Q&A seminar regarding “A Summary on the Art of Mystery” on 2nd of March 2014 in Malaysia. In relation to this seminar, many Buddhist associations have received enquiries from the public on whether the contents of this seminar are in accordance with the real Buddhist teachings. Thus, the major Buddhist associations in Malaysia felt the need to clarify and reiterate the true Buddhist teachings in order to educate the public.

 

Buddhism has been propagated for more than 2500 years and Mahayana and Tibetan Buddhism have been inherited and developed for more than a thousand years. Every sutra and mantra consists of profound meanings and teachings to relieve the sufferings of sentient beings and such teachings should not be altered by any lay person.

 

The spiritual teachings advocated by Director Lu contains interpretations that are unknown in Buddhism, including opposing the transference of merits, indicating timings that are unsuitable for chanting, advocating that certain sutra and mantra can fulfill the different needs of devotees, advocating that the “heavenly way” is more invincible than the Buddha’s realm, sketching a small house and burning it after chanting to seek merits etc. Even though he cites many Buddhist sutras and mantras in his teachings, if one compares them to the real Buddhist texts, one will know that such teachings are not the real teachings of the Buddha.

 

Buddhist teachings emphasize on educating devotees to realize the true reality of the universe and human life and do not encourage greed and attachment to worldly pleasures. Buddhism emphasizes on benefiting oneself and others, one can transfer his or her merits to family, friends, the world and the Dharma realm. Focusing on these two points, Director Lu opposes such practice and limits the teachings of The Great Compassion Mantra and Heart Sutra within the pursuit of worldly merits, healing of diseases, and is against the act of transference of merits, thereby disregarding the main objectives of compassion and wisdom in Buddhism.

 

Apart from this, Director Lu specializes in interpreting dreams and Feng Shui and he claims to be able to converse with the Avalokitesvara Bodhisattva and thus he is rather popular among the public; some devotees even worship him as the incarnation of the Avalokitesvara Bodhisattva. Buddhism emphasizes on following the Dharma but not the individual, the practice of promoting personal worshipping is not encouraged in Buddhism.

 

Lastly, if you wish to know more about Buddhism and its cultivation methods, we would like to appeal to the public to participate in Dharma services and courses organized by major Buddhist Dharma centers, so that you will be on the right path and not be confused by the teachings of a cult. Should you have any enquiries, you may contact any Buddhist associations and Dharma teachers within the country.

 

Thus, the major Buddhist associations of Malaysia hereby release a press statement to ensure a correct understanding on this issue.

 

Joint Statement by:

Malaysian Buddhist Association

Young Buddhist Association of Malaysia

Malaysian Buddhist Dharma Propagation Association

Sri Lankan Buddhist Progress Association of  Malaysia

Malaysian Buddhist Vajrayana Association

Theravada Buddhist Association of Malaysia

Buddha’s Light International Association of Malaysia

Fo Guang Shan Malaysia

Fa Gu Shan Malaysia

Petaling Guan Yin Temple

Kuala Lumpur He Ming Zen Temple

https://www.facebook.com/notes/young-buddhist-association-of-malaysia/statement-regarding-lu-jun-hongs-function-in-malaysia-%E7%9B%A7%E8%BB%8D%E5%AE%8F%E5%8F%B0%E9%95%B7%E8%A8%AA%E9%A6%AC%E4%B8%80%E4%BA%8B%E4%B9%8B%E6%96%87%E5%91%8A/10152271605167329?stream_ref=10

24
pertanyaan: ini targetnya brp halaman? mohon transparansinya ya

25
link pls

26
Theravada / Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« on: 24 December 2017, 01:55:08 PM »
Bentukan jasmani lenyap pada jhana 4.

Intinya, saya ragu anapanasati menghasilkan jhana, daripada pusing-pusing meditasi anapanasati, lebih baik meditasi kasina saja, lebih mudah karena anapanasti nafas itu gak tentu. Atau latih saja kasina hingga dapat satu jhana baru transit ke anapanasati, ckckck. terutama kasina warna, tinggal persepsikan saja warna itu, print bentuk bulat atau beli kain warna atau bunga. Kalau bisa beli bunga (mungkin cowok agak malu) yang hidup, biar bisa lihat langsung ketidakkekalan, seberapa cantik/rupawan, Anda akan layu juga sampai mati. Atau jika tidak ya beli bunga mati, lebih hemat uang, trus duduk perepsikan saja sesuai warna apa yang kamu ingingkan. Waktu luang, trus persepsikan, lagi tidur juga persepsikan. Dengan begitu hayalan akan semakin berkurang.

*Untuk yang berlatih nila kasina, ingat bukan yang warna biru atau biru terang, tetapi warna nila (biru gelap). Pelangi ada 7 warna, yang warna nomor 6, itulah nila. Harus dibedakan dengan blue

ini mungkin pengalaman pribadi, orang lain tentu punya pengalaman berbeda

27
Dapet saran koreksi dari seseorang Bhikkhu untuk MN 83 Maghadeva Sutta di SC :

...
“Selama delapan puluh empat ribu tahun Raja Makhādeva MEMAINKAN PERMAINAN ANAK-ANAK; selama delapan puluh empat ribu tahun ia bertindak sebagai WAKIL KEPALA DAERAH
“For eighty-four thousand years King Makhādeva played childish games; for eighty-four thousand years he acted as viceregent;
“rājā kho panānanda, maghadevo caturāsītivassasahassāni KUMĀRAKĪḶITAṂ KĪḶI, caturāsītivassasahassāni OPARAJJAṂ kāresi,
Oparajja itu wakil raja atau gubernur (kepala daerah), bukan wakil kepala daerah.
Terus, masa dari orang yang masih memainkan permainan anak-anak langsung bisa jadi wakil raja. Kalau diartikan secara harafiah memang bisa benar, tetapi maknanya jadi lucu, tidak nyambung dengan kalimat berikutnya.
Menurut bhante, kurang lebih artinya dalam bahasa sederhadanya adalah ‘menikmati masa mudanya.’

Berikutnya, ini mudah, jadi bhante tidak kasih petunjuk, harusnya sih kamu tahu di mana salahnya.
Anakku Pangeran, jika ada dua orang yang hidup bersama, ia yang di bawah siapa melakukan pelanggaran atas praktik yang baik ini—ia adalah orang terakhir di antara keduanya.
Dear prince, when there are two men living, he under whom there occurs a breach of this good practice - he is the last man among them.
yasmiṃ kho, tāta kumāra, purisayuge vattamāne evarūpassa kalyāṇassa vattassa samucchedo hoti so tesaṃ antimapuriso hoti.
Untuk bagian ini ...cek juga paragraf kedua dari terakhir.

Berikutnya, coba cek apakah terjemahannya benar?
“Keturunan putera Raja Makhādeva hingga berjumlah delapan puluh empat ribu berturut-turut,...
10. “The descendants of King Makhādeva’s son to the number of eighty-four thousand kings in succession,...
“rañño kho panānanda, maghadevassa puttapaputtakā tassa paramparā caturāsītirājasahassāni {caturāsītikhattiyasahassāni (sī. pī.), caturāsītisahassāni (syā. kaṃ.)}
Kalau tidak yakin, coba lihat penjelasan nimi jataka di DPPN (Dictionary Pali Proper Name)

Berikutnya,
19. “Sekarang pada akhir dari banyak tahun, ratusan tahun, ribuan tahun, xPUTERAx Raja Nimi berkata kepada tukang cukurnya sebagai berikut: … (seperti di atas §§4–6, dengan menggantikan “Raja Makhādeva” menjadi “Raja Nimi” pada seluruh bagian) … …
...

 _/\_

ini lagi ngomong apa sih?

permainan anak-anak

kumārakīḷitaṃ

[Kumāra] [Vedic kumāra] a young boy, son Sn 685 sq. (kuhiṃ kumāro aham api daṭthukāmo: w. ref. to the child Gotama); Pv iii.52; PvA 39, 41 (=māṇava); daharo kumāro M ii.24, 44. —a son of ( —°) rāja° PvA 163; khattiya°, brāhmaṇa° Bdhd 84; deva° J iii.392 yakkha° Bdhd 84.    -kīḷā the amusement of a boy J i.137; -pañhā questions suitable for a boy Kh iii.; -lakkhaṇa divination by means of a young male child (+kumāri°) D i.9.

[Kīḷita] [pp. of kīḷati] played or having played, playing, sporting; celebrated (of a festival) A iv.55 (hasitalapita°); PvA 76 (sādhu°). —(nt.) amusement, sport, celebration M i.229 (kīḷita-jātaṃ kīḷati). Cp. sahapaṃsu°°; see also keḷi & khiḍḍā.

PUTERA

bisa saja diartikan sesuai saran di atas, tapi itu adalah interpretasi, penerjemahan harus sebisa mungkin tidak melibatkan interpretasi. serahkan interpretasi pada pembaca.

28
Theravada / Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« on: 23 December 2017, 12:34:38 PM »
MN 119 Kāyagatāsati Sutta juga menjelaskan pencapaian jhana melalui perhatian pada pernafasan.

jika tidak tertulis dalam 1 sutta kita sebaiknya tidak terburu2 menyimpulkan tidak ada, melainkan crosscheck dulu dengan sutta-sutta lain.

29
Theravada / Re: Makan daging dan sila pertama
« on: 22 December 2017, 04:23:06 PM »
Sudah banyak studi membuktikan pemakan daging melibatkan pembunuhan jauh lebih besar drpd pemakan sayur, karna hewan2 ternak itu juga makan sayur yg juga melibatkan pembunuhan, namun saya tidak mau membahas ke sana.

Mungkin pertanyaan saya yang kurang jelas.
Yang saya maksudkan disini bukan kematian hama2 dan serangga kecil namun kematian hewan2 ternak yang khusus diambil dagingnya.

Saya copy lagi pertanyaan saya:
Jadi pendek kata, ia yang serakah makan daging hanya bertanggung jawab atas keserakahannya sendiri? Ia tidak bertanggung jawab atas kenaikan jumlah pembunuhan hewan ternak yang disebabkan oleh keserakahannya, begitu?



tidak begitu, tentu saja pembunuhan ayam memang disebabkan oleh adanya konsumsi ayam, tapi ini adalah pengukuran yang tidak adil. dan kalau mau jujur, ayam itu bahkan memang tidak ada jika tidak ada yg mengkonsumsi.

di sini berlaku hukum ekonomi demand and supply, tapi dengan berkurangnya anda seorang tidak akan menurunkan jumlah demand secara ekonomi itu, anda perlu melakukan mogok makan daging secara massal baru bisa mengurangi demand itu.

Dan makan daging juga tidak melulu disebabkan oleh keserakahan, beberapa wilayah di dunia ini memakan daging lebih karena kebutuhan daripada keserakahan.

30
Theravada / Re: Makan daging dan sila pertama
« on: 21 December 2017, 04:36:08 PM »
Terima kasih atas kutipan Suttanya, cerita Sang Buddha dengan Jain. Saya juga pernah baca mengenai 3 syarat daging yg boleh dimakan, tapi mungkin itu peraturan untuk para bhikkhu.



Jadi pendek kata, ia yang serakah makan daging hanya bertanggung jawab atas keserakahannya sendiri? Ia tidak bertanggung jawab atas kenaikan jumlah pembunuhan hewan yang disebabkan oleh keserakahannya, begitu?

Jika seseorang misalkan makan 1 piring nasi goreng ayam, terus setelah habis dia belum kenyang dia tambah lagi 1 piring nasi goreng ayam lagi. Apakah itu termasuk keserakahan? Terima kasih sekali lagi _/\_

tanggung jawab kenaikan jumlah pembunuhan tidak dapat dibebankan pada pemakan daging, jika mau jujur, kaum pemakan daging tidak menyebabkan lebih banyak pembunuhan daripada pemakan rumput. anda bisa melakukan hitung2an, brp banyak binatang yg tewas karena pembukaan lahan pertanian, apalagi pembukaan lahan yg dilakukan dengan cara membakar hutan. kemudian brp banyak pembantaian hama tanaman demi agar pertanian bebas dari hama, dst, dst.

soal makan double porsi ini tidak bisa dijadikan indikator keserakahan. seseorang yg makan ayam double belum tentu lebih serakah daripada orang yang makan hanya sepotong. kecukupan makanan berbeda-beda untuk tiap-tiap individu.

Pages: 1 [2] 3 4 5 6 7 8 9 ... 937