//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - dilbert

Pages: 1 ... 249 250 251 252 253 254 255 [256]
3826
Theravada / Re: Sharing mengenai kenapa??
« on: 17 October 2007, 10:31:52 PM »
Saya ada sedikit sharing kepada rekan2.. mohon dibalas jika ada waktu
Pertanyaan ini sekedar bersifat intropeksi kedalam

Ketika kita di pertemukan filosopi dhamma ajaran buddha seperti daun, dan diungkapkan melalui perumpamaan : bagaikan daun yg digenggam buddha di tengah hutan dan masih ada daun lain di luar genggamannya

muncul beberapa pertanyaan :

3. Kini seiring perkembangan zaman dan situasi.. perumpamaan daun tersebut menjadi berkenaan bahwa dhamma juga ada di agama lain..
jika demikian maka mengapa kita bersusah payah mendirikan sekolah budhist, melantik dhammadutta baru, mendirikan vihara??

pertanyaan ini menggambarkan bahwa penyebaran dhamma seolah-olah berkaitan semua dengan kegiatan pendirian vihara, sekolah buddhis, pelantikan dhammaduta. Hal ini tentunya kita temukan pada dewasa ini. Tetapi menurut yang saya temukan dalam historis perjalanan ajaran buddha (sewaktu sang buddha masih hidup), bahwa penyebaran dhamma pada awal mulanya tidak dilakukan pada suatu tempat khusus yang disebut dengan "vihara". Penyebaran dhamma dilakukan dimana saja.

Pembangunan vihara baru dilakukan setelah buddha melihat adanya kebutuhan tempat bagi anggota sangha yang sudah sedemikian banyaknya apalagi ditambah dengan anggota sangha bhikkhuni, yang tentunya dengan penyebaran dhamma di tempat umum bahkan di hutan-hutan, tentunya tidak nyaman.

saya pernah membaca kisah aliran zen pada penindasan ajaran buddhis pada jaman kaisar WU, dikatakan bahwa dengan semangat yang diajarkan oleh sesepuh Zen BAIZHANG, ajaran buddhis zen tetap berkembang di tengah-tengah penindasan karena aliran zen ini tidak terikat pada penyebaran dhamma hanya di vihara-vihara.

3827
Theravada / Re: Sharing mengenai kenapa??
« on: 17 October 2007, 10:25:23 PM »
Saya ada sedikit sharing kepada rekan2.. mohon dibalas jika ada waktu
Pertanyaan ini sekedar bersifat intropeksi kedalam

Ketika kita di pertemukan filosopi dhamma ajaran buddha seperti daun, dan diungkapkan melalui perumpamaan : bagaikan daun yg digenggam buddha di tengah hutan dan masih ada daun lain di luar genggamannya

muncul beberapa pertanyaan :

2. lalu mengapa buddha mengutus Bhikku YA. Yasa dan ratusan arahat untuk berpencar ke berbagai penjuru
untuk mengenalkan dhamma demi kebahagiaan mahluk lain?? bukan kah dhamma juga ada di luar ajaran buddha??


Dhamma (dalam huruf besar) pada dasarnya sudah ada di alam semesta ini, hanya saja hukum kesunyataan tersebut dipahami oleh samma sambuddha dan dhamma (ajaran buddha) itulah  berisi hukum-hukum kesunyataan. Karena belas kasihan dan cinta kasih buddha, maka buddha berpesan kepada para bhikkhu untuk berpencar dan menyebarkan dhamma (ajaran buddha berisi hukum hukum kesunyataan yang dipahami oleh seorang samma sambuddha).

kegiatan penyebaran dhamma ajaran buddha selama 2500 tahun lebih telah terbukti jauh dari upaya-upaya "pemaksaan" kehendak dan doktrinisasi dan jauh dari pertumpahan darah. Tidak ada catatan sejarah bahwa penyebaran dhamma menumpahkan darah.

3828
Theravada / Re: Sharing mengenai kenapa??
« on: 17 October 2007, 10:15:51 PM »
Saya ada sedikit sharing kepada rekan2.. mohon dibalas jika ada waktu
Pertanyaan ini sekedar bersifat intropeksi kedalam

Ketika kita di pertemukan filosopi dhamma ajaran buddha seperti daun, dan diungkapkan melalui perumpamaan : bagaikan daun yg digenggam buddha di tengah hutan dan masih ada daun lain di luar genggamannya

muncul beberapa pertanyaan :

1. Apakah benar yg dimaksud "daun lain diluar genggaman buddha" adalah agama lain dalam pengertian yg diungkapkan buddha waktu itu??
jika bukan mengapa pengertian itu dianggap itulah yg dimaksudkan buddha?? jika benar maka perntanyaan no.2 muncul

saya sering menemukan istilah dhamma (dengan huruf kecil) dan Dhamma (dengan huruf besar). dhamma (dengan huruf kecil) dikatakan adalah semua ajaran buddha, sedangkan Dhamma adalah semua fenomena hukum alam yang melingkupi semua kehidupan. jadi dhamma adalah bagian dari Dhamma. Jika dikatakan bahwa dhamma ajaran buddha bagaikan segenggam daun dalam hutan, diartikan bahwa banyak pengetahuan yang sebenarnya diketahui oleh seorang samma sambuddha tetapi diajarkan atau diberitahukan karena tidak membawa kepada jalan pembebasan / pencerahan. Pertanyaan-pertanyaan misalnya tentang apakah tathagata itu ada setelah parinirvana, atau tidak ada setelah parinirvana menjadi pengetahuan yang tidak diajarkan oleh samma sambuddha karena tidak  berkaitan dengan tujuan pencapaian nibbana.

menurut saya, maksud perkataan buddha adalah tidak menyangkut bahwa dhamma itu ada di agama lain. menurut yang saya pahami, saya tahu betul mana ajaran yang paling "benar". Jadi kalau ajaran tersebut sudah "benar", apakah ajaran yang lain juga dapat dikatakan "benar", jika ya... ajaran tersebut pada hakekatnya sama, cuma beda merek. Jika ajarannya bertolak belakang. berarti "tidak benar".



3829
Theravada / Re: Was the Buddha born as a Once Returner?
« on: 17 October 2007, 10:01:16 PM »
 Mencapai kesucian / nibbana (dengan mematahkan semua kilesa) menurut saya tidak sama dengan pencapaian seorang samma sambuddha. Menurut saya, seorang samma sambuddha merupakan pencapaian buddha (arahanta) yang paling sempurna dalam pengetahuan dhamma.

Dengan mematahkan semua kilesa, seseorang bisa mencapai tingkat arahanta, tetapi mungkin dalam penguasaa dhamma dan pengetahuan lainnya, pencapaian seorang samma sambuddha di atas pencapaian arahanta yang lain (savaka buddha maupun pacceka buddha). Oleh sebab itu, hanyalah samma sambuddha yang bisa menurunkan ajaran.

Jadi pencapaian sakadagami yang dicapai oleh siddharta, mungkin tidak sama dengan pencapaian sakadagami oleh individu lain, karena siddharta adalah seorang calon samma sambuddha (sehingga disebut bahwa kelahirannya adalah a once returner, bandingkan dengan semua siswa sang buddha yang mencapai tingkat arahat, apakah memang status mereka adalah sakadagami, jika ya, apakah penguasaan dhamma mereka sama dengan pencapaian dhamma seorang samma sambuddha???).

Demikian yang bisa saya pahami.

Pages: 1 ... 249 250 251 252 253 254 255 [256]