//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran  (Read 97023 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran
« Reply #15 on: 30 June 2010, 11:47:23 AM »
saya iseng coba cari :
http://hbis.wordpress.com/2008/11/21/kisah-nabi-idris-as/

Quote
Idris atau Nabi Idris a.s. (Arab: إدريس ) adalah salah seorang rasul yang merupakan putra Adam yang pertama kali diberikan hak kenabian oleh Allah setelah Adam sendiri dan Shiyth a.s. (Set menurut Yahudi dan Nasrani). Dalam Alkitab, Idris dikenal dengan nama Henokh.

Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam, putra dari Yarid bin Mihla’iel bin Qinan bin Anusy bin Shiyth bin Adam a.s. yang menjadi keturunan pertama yang diutus menjadi nabi setelah Adam dan Shiyth. Menurut kitab tafsir, beliau hidup 1.000 tahun setelah Nabi Adam wafat.

Nabi Idris dianugerahi kepandaian dalam berbagai disiplin ilmu, kemahiran, serta kemampuan untuk menciptakan alat-alat untuk mempermudah pekerjaan manusia, seperti pengenalan tulisan, matematika, astronomi, dan lain sebagainya. Menurut suatu kisah, terdapat suatu masa di mana kebanyakan manusia akan melupakan Allah sehingga Allah menghukum manusia dengan bentuk kemarau yang berkepanjangan. Nabi Idris pun turun tangan dan memohon kepada Allah untuk mengakhiri hukuman tersebut. Allah mengabulkan permohonan itu dan berakhirlah musim kemarau tersebut dengan ditandai turunnya hujan.

Nabi Idris diperkirakan bermukim di Mesir di mana ia berdakwah untuk menegakkan agama Allah, mengajarkan tauhid, dan beribadah menyembah Allah serta memberi beberapa pendoman hidup bagi pengikutnya supaya selamat dari siksa dunia dan akhirat.

Menurut buku berjudul The Prophet of God Enoch: Nabiyullah Idris, Idris adalah sebutan atau nama Arab bagi Enoch, nenek moyang Nabi Nuh. Beliau dinyatakan di dalam Al-Quran sebagai manusia pilihan Allah sehingga Dia mengangkatnya ke langit. Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahwa Nabi Idris wafat saat beliau sedang berada di langit keempat ditemani oleh seorang malaikat. Beliau hidup sampai usia 82 tahun

saya tidak tahu apakah tulisan ini benar.. tapi dari tulisan ini jelas berbeda dari gambaran Buddha Gotama.
baik dari orang tua, pemukiman dll. dan jika ini tidak valid, maka sudah jelas TIDAK SEMUA UMAT ISLAM MENYAKINI BUDDHA ADALAH NABI IDRIS.

Maka teori Deva19 gugur dengan sendirinya..
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Deva19

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 821
  • Reputasi: 1
Re: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran
« Reply #16 on: 30 June 2010, 12:14:22 PM »
Quote from: forte
Mengapa ada perbedaan antara penduduk Malaysia dan umat Islam ? Sungguh tidak adil =))
Dan sekarang saya balik, jika semua umat Buddhisme menyangkal Buddha adalah Nabi apakah juga BENAR ?

bukan hal yang salah jika seluruh umat budha menyangkal bahwa Sidharta adalah nabi. yang salah adalah "sikap tidak menghormati kelompok agama lain yang menyakini bahwa sidharta adalah nabi mereka".

Quote from: forte
Klaim2 yang dilakukan sungguh tidak masuk akal, terkesan menarik beberapa hal2 yang sama.. dan dengan pembodohan mengatakan A = B

jika klaim2 tersebut tidak masuk akal, sebaiknya bro menunjukan apa yang masuk akal. tetapi sebelum itu, anda harus menyelidiki dulu dasar argumentasi orang lain atas klaim-klaim tersebut. ketika anda mengatakan bahwa Islam merupakan ajaran yang berpusat pada theosenstris adalah menjadi hal yang tidak masuk akal, jika ternyata anda memaknai theo bukan dengan konsep ketuhanan Islam itu sendiri.

Quote from: wen78
anda harus bisa membuktikan kebenarannya dari 5 sisi jika menurut bro seperti yg di bold yaitu dari sisi sejarah Islam, sisi sejarah Hinduism, sisi sejarah Buddhism, sisi sejarah dunia, dan dari sisi sejarah manusia itu sendiri.

saya melihatnya dari sisi logika saja.

Quote from: forte
India dulu juga pernah diserbu oleh umat I, ajaran Buddhisme di sana porak poranda.. Pengeboman patung oleh Taliban. Katanya Nabi Islam, kenapa diporak porandakan ?

apakah karena si A diserbut oleh si B itu menjadi bukti si A tidak seagama dengan si B.

anda tahu, siapa yang membantai keluarga suci nabi Muhammd di padang Karbala? mereka adalah pasukan yang mengaku diri Muslimin. Anda tahu siapa yang menghancurkan dan memporak-porandakan rumah peninggalan nabi muhammad, menghancurkan makam-makan keluarga suci nabi? mereka adalah orang-orang yang mengaku muslimin. oleh karena itu, si A di serang oleh si B, tidak membuktikan bahwa kedua belah pihak berasal dari agama yang berbeda.

Offline Deva19

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 821
  • Reputasi: 1
Re: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran
« Reply #17 on: 30 June 2010, 12:21:18 PM »
Quote from: forte
saya tidak tahu apakah tulisan ini benar.. tapi dari tulisan ini jelas berbeda dari gambaran Buddha Gotama.
baik dari orang tua, pemukiman dll. dan jika ini tidak valid, maka sudah jelas TIDAK SEMUA UMAT ISLAM MENYAKINI BUDDHA ADALAH NABI IDRIS.

Maka teori Deva19 gugur dengan sendirinya..

belum juga saya kemukakan teori-teori saya tentang benarnya kenabian Sidharta, bagaimana bisa sudah gugur?

teori apa yang harus saya buktikan. "50 % umat Islam meyakini bahwa Sidharta adalah nabi" 50 % itu berarti bukan semuanya. apakah itu berdasarkan data statistic? bukan. tapi dengan logika.

di dunia ini, ada dua aliran Islam yang besar, seumpama dalam Budha antara Theravada dan Mahayana. sedangkan dalam Islam ada sunni dan syiah. jumlah pengikut kedua aliran ini hampir sama besarnya. oleh karena itu bisa saya katakan 50-50. aliran Islam sunni yang kini mendominasi Arab Saudi tidak pernah meyakini bahwa Sidharta adalah nabi Allah. sebaliknya, dalam ajaran Islam sunni, Sidharta adalah "orang kafir sesat dan menyesatkan". pandangan ini bertolak belakang dengan keyakinan dalam ajaran Islam syiah yang kini mendominasi Iran. ulama dan umat syiah meyakini bahwa Sidharta Gautama adalah nabi Allah.

di dalam literatur ajaran Syiah, seorang ulama syiah bernama Ali Syariati menguaraikan argumentasi nya, mengapa Sidharta dikelompokan kepda nabi Allah.

Offline Deva19

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 821
  • Reputasi: 1
Re: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran
« Reply #18 on: 30 June 2010, 12:37:05 PM »
lagi pula, di sini saya tidak bermaksud menunjukan kebenaran argumen bahwa Sidharta itu adalah salah satu dari nabi Islam, saya hanya ingin menyampaikan bahwa muslimin meyakini Sidharta itu sebagai nabi Allah. terlepas dari persoalan apakah itu benar atau tidak. untuk soal pembuktian, mungkin di lain waktu saja.

Quote
Terima kasih mas anggoro. Ternyata sidarta dan nabi muhammad sama sama mengesakan tuhan, mengajarkan pada manusia bagaimana mengenal diri. Bagus ya jika manusia bisa mengenal diri sendiri. Moga2 aku bisa spt itu. Amien….

komentar tersebut saya petik dari  : http://nurahmad.wordpress.com/38/

itu menggambarkan, apa yang diyakini muslim tentang Sang Budha. dan di jagat internet, kita bisa menemukan banyak komentar muslim yang senada dengan hal itu.

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran
« Reply #19 on: 30 June 2010, 12:37:54 PM »
hm.. statement ini menarik.. apakah kita harus menghargai sikap malaysia yang katanya mengambil budaya indonesia ? terus mengapa diterapkan hukum syariah islam untuk maling.. toh maling kan gak salah kalau mengklaim barang yang dicuri miliknya.. ^-^ sama aja kan kalau boleh mengklaim seenaknya si A nabi gw.. tanpa ada argumentasi yang jelas..

dikatakan bro, Buddha = nabi Idris, beda tuh dengan literatur..

Quote from: forte
Mengapa ada perbedaan antara penduduk Malaysia dan umat Islam ? Sungguh tidak adil =))
Dan sekarang saya balik, jika semua umat Buddhisme menyangkal Buddha adalah Nabi apakah juga BENAR ?

bukan hal yang salah jika seluruh umat budha menyangkal bahwa Sidharta adalah nabi. yang salah adalah "sikap tidak menghormati kelompok agama lain yang menyakini bahwa sidharta adalah nabi mereka".


Soal pembantaian Nabi Muhammad oleh muslimin.. itulah yang menandakan umat muslim masih perlu berbenah diri daripada sibuk mengklaim si A atau si B si C adalah nabi mereka.. masih banyak hal2 yang lebih penting, seperti memperbaiki MORAL
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran
« Reply #20 on: 30 June 2010, 12:53:12 PM »
Ada ayat koran yang setidaknya mendukung pernyataan om dewa19?
i'm just a mammal with troubled soul



Offline Deva19

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 821
  • Reputasi: 1
Re: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran
« Reply #21 on: 30 June 2010, 01:30:24 PM »
Quote from: forte
hm.. statement ini menarik.. apakah kita harus menghargai sikap malaysia yang katanya mengambil budaya indonesia ? terus mengapa diterapkan hukum syariah islam untuk maling.. toh maling kan gak salah kalau mengklaim barang yang dicuri miliknya.. ^-^ sama aja kan kalau boleh mengklaim seenaknya si A nabi gw.. tanpa ada argumentasi yang jelas.

selama Indonesia tidak dapat membuktikan bahwa budaya tersebut milik Indonesia, sebaiknya Indonesia menghormati keyakinan masyarakat malaysia. tetapi apabila Indonesia bisa membuktikannya, maka Malaysia harus berhenti mengklaim.

dalam persoalan Sidharta sebagai nabi, Muslim punya argumentasi. akan tetapi, argumentasi ini tidak bisa dikompromikan dengan umat budha, karena hanya akan menjadi perdebatan yang tidak berujung. sebagiamana saya nyatakan bahwa yang dimaksud Allah dalam Islam adalah Nibbana dalam Budhisme. akan tetapi, tentu anda dan umat Budhis pada umumnya, akan membantah seribu kali membantah. bahkan lebih dari seribu kali, mungkin. padahal, saya merasa semua itu sudah berdasarkan argumentasi yang valid. tetapi, apa yang saya anggap valid, belum tentu dianggap valid oleh anda. demikian pula sebaliknya. sedangkan untuk persoalan agama ini, kita tidak memiliki pengadilan internasional untuk memutuskan perkara. oleh karena itu, cukuplah bagi saya untuk menghormati keyakinan anda bahwa Nibbana itu berbeda dengan Allah. adapun keyakinan saya bahwa Nibbana adalah Allah, pun tak bisa diganggu gugat. karena kebebasan berkeyakinan termasuk kepada suatu bentu yang dilindungi oleh hukum di Indonesia.

diluar keyakinan, kita akan mendikusikan dasar-dasar dari keyakinan tersebut. boleh saja, selama ada kesedian dari kedua belah pihak untu berdiskusi. saya sendiri, tidak ingin mendiskusikan persoala ini lebi jauh, hanya menyampaikan sedikit saja dari yang saya fahami. menurut beberapa informasi, K.H Jalaludin Rakhmat telah mengundang beberapa orang Bikhu Budhis untuk menyampaikan sejarah keterkaitan Islam dengan agama Budha, serta menjelaskan ramalan-ramalan sang Budha akan kedatangan nabi Muhammad. saya tidak tahu, apakah informasi itu benar atau tidak, tetapi hal itu saya ceritakan untuk menggambarkan bahwa dalam literatur Islam terdapat argumentasi-argumentasi yang dianggap kuat oleh Muslimin untuk mengakui sang Budha sebagai nabi, yang tentunya argumentasi ini umumnya tidak akan diakui oleh umat Budha. persoalan ini menjadi sensitifisme agama. oleh karena itu, ulama-ulama Islam yang mengerti persoalan ini tidak secara gamblang mengungkap fakta-fakta yang mereka ketahui untuk menjaga kerukunan umat beragama. sama halnya seperti ulama-ulama syiah yang merahasiakan riwayat-riwayat lengkap Abu Bakar, sahabat nabi muhamad , dari public, karena bisa memicu konflik. oleh karena itu, diskusi tentang Sidharta sebagai nabi Allah, cukuplah sampai di sini saja.

Quote from: forte
Soal pembantaian Nabi Muhammad oleh muslimin.. itulah yang menandakan umat muslim masih perlu berbenah diri daripada sibuk mengklaim si A atau si B si C adalah nabi mereka.. masih banyak hal2 yang lebih penting, seperti memperbaiki MORAL

soal berbenah diri, itu memang benar bro. bukan hanya muslimin, sepertinya semua umat juga harus berbenah diri. tentu bro juga tau, apa saja persoalan-persoalan yang ada ditubuh umat budha yang perlu dibenahi. akan tetapi, soal apa yang anda sebut "klaim" itu adalah bukan soal kesibukan bro, tapi soal keyakinan yang perlu untuk di informasikan, bukan untuk diperdebatkan. nabi Isa adalah Yesus, menurut sebagian kelompok kristiani. dan itu adalah tuhan mereka. tetapi kaum muslimin mengkalim bahwa Isa itu adalah nabi mereka. karena itu tercatat dalam quran dan hadits kaum muslimin. walaupun umat kr****n tidak suka, tuhan mereka disebut sebagai nabi kaum muslimin, tapi melarang kaum muslimin untuk tidak mengklaim nabi Isa sebagai nabinya merupakan pelanggaran HAK ASASI.

Offline dukun

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 148
  • Reputasi: 8
  • Long lasting love
Re: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran
« Reply #22 on: 30 June 2010, 01:31:44 PM »
Ada namanya Buddhahu akbar wkwkwkwk

Quote

Ada ayat koran yang setidaknya mendukung pernyataan om dewa19?
Everjoy

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran
« Reply #23 on: 30 June 2010, 01:37:08 PM »
oke deh..
pada intinya seh gini ya.. karena saya sudah baca maksud bro.. saya juga gak mau perpanjang.. juga gak guna seh.. inti yang ingin saya sampaikan hanya ini : daripada mengklaim Buddha sebagai Nabi lah, dll. Masih banyak hal lain yang lebih penting yang bisa dikembangkan oleh umat Islam itu sendiri..
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline g.citra

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.372
  • Reputasi: 31
  • Gender: Male
  • Hidup adalah Belajar, Belajar adalah Hidup
Re: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran
« Reply #24 on: 30 June 2010, 01:56:22 PM »
... dalam persoalan Sidharta sebagai nabi, Muslim punya argumentasi. akan tetapi, argumentasi ini tidak bisa dikompromikan dengan umat budha, karena hanya akan menjadi perdebatan yang tidak berujung. sebagiamana saya nyatakan bahwa yang dimaksud Allah dalam Islam adalah Nibbana dalam Budhisme. akan tetapi, tentu anda dan umat Budhis pada umumnya, akan membantah seribu kali membantah. bahkan lebih dari seribu kali, mungkin. padahal, saya merasa semua itu sudah berdasarkan argumentasi yang valid. tetapi, apa yang saya anggap valid, belum tentu dianggap valid oleh anda. demikian pula sebaliknya. sedangkan untuk persoalan agama ini, kita tidak memiliki pengadilan internasional untuk memutuskan perkara. oleh karena itu, cukuplah bagi saya untuk menghormati keyakinan anda bahwa Nibbana itu berbeda dengan Allah. adapun keyakinan saya bahwa Nibbana adalah Allah, pun tak bisa diganggu gugat. karena kebebasan berkeyakinan termasuk kepada suatu bentu yang dilindungi oleh hukum di Indonesia.

Persepsi adalah salah satu proses dari si Aku bro! Itu sah-sah aja selama dipergunakan didalam diri ... Dari sini, semoga anda sudah bisa menangkap apa yang terjadi kalau persepsi itu ditampilkan (di ekspose) keluar ? ... "Sebuah Rangkaian" (siklus/samsara) ... :)

Quote
diluar keyakinan, kita akan mendikusikan dasar-dasar dari keyakinan tersebut. boleh saja, selama ada kesedian dari kedua belah pihak untu berdiskusi. saya sendiri, tidak ingin mendiskusikan persoala ini lebi jauh, hanya menyampaikan sedikit saja dari yang saya fahami. menurut beberapa informasi, K.H Jalaludin Rakhmat telah mengundang beberapa orang Bikhu Budhis untuk menyampaikan sejarah keterkaitan Islam dengan agama Budha, serta menjelaskan ramalan-ramalan sang Budha akan kedatangan nabi Muhammad. saya tidak tahu, apakah informasi itu benar atau tidak, tetapi hal itu saya ceritakan untuk menggambarkan bahwa dalam literatur Islam terdapat argumentasi-argumentasi yang dianggap kuat oleh Muslimin untuk mengakui sang Budha sebagai nabi, yang tentunya argumentasi ini umumnya tidak akan diakui oleh umat Budha. persoalan ini menjadi sensitifisme agama. oleh karena itu, ulama-ulama Islam yang mengerti persoalan ini tidak secara gamblang mengungkap fakta-fakta yang mereka ketahui untuk menjaga kerukunan umat beragama. sama halnya seperti ulama-ulama syiah yang merahasiakan riwayat-riwayat lengkap Abu Bakar, sahabat nabi muhamad , dari public, karena bisa memicu konflik. oleh karena itu, diskusi tentang Sidharta sebagai nabi Allah, cukuplah sampai di sini saja.

Yup, itu langkah yang baik untuk nilai sebuah "toleransi" ... Saya mendukung dan menghargai itu ... :)

Offline wen78

  • Sebelumnya: osin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.014
  • Reputasi: 57
  • Gender: Male
Re: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran
« Reply #25 on: 30 June 2010, 03:36:56 PM »
Quote from: wen78
anda harus bisa membuktikan kebenarannya dari 5 sisi jika menurut bro seperti yg di bold yaitu dari sisi sejarah Islam, sisi sejarah Hinduism, sisi sejarah Buddhism, sisi sejarah dunia, dan dari sisi sejarah manusia itu sendiri.

saya melihatnya dari sisi logika saja.
logika? 100% logika ato logika yg bergabung dengan ego?
jika 100% logika, logika sendiri atau logika dari fakta?
jika dari fakta, fakta hasil penelitian sendiri atau fakta hasil dari penilitian orang lain?



dalam persoalan Sidharta sebagai nabi, Muslim punya argumentasi. akan tetapi, argumentasi ini tidak bisa dikompromikan dengan umat budha, karena hanya akan menjadi perdebatan yang tidak berujung. sebagiamana saya nyatakan bahwa yang dimaksud Allah dalam Islam adalah Nibbana dalam Budhisme. akan tetapi, tentu anda dan umat Budhis pada umumnya, akan membantah seribu kali membantah. bahkan lebih dari seribu kali, mungkin. padahal, saya merasa semua itu sudah berdasarkan argumentasi yang valid. tetapi, apa yang saya anggap valid, belum tentu dianggap valid oleh anda. demikian pula sebaliknya. sedangkan untuk persoalan agama ini, kita tidak memiliki pengadilan internasional untuk memutuskan perkara. oleh karena itu, cukuplah bagi saya untuk menghormati keyakinan anda bahwa Nibbana itu berbeda dengan Allah. adapun keyakinan saya bahwa Nibbana adalah Allah, pun tak bisa diganggu gugat. karena kebebasan berkeyakinan termasuk kepada suatu bentu yang dilindungi oleh hukum di Indonesia.
menurut anda atau menurut muslim?
jika adalah benar hal ini adalah menurut muslim, keberatankah bila saya tanya ke MUI atau NU untuk memastikan kebenarannya?

diluar keyakinan, kita akan mendikusikan dasar-dasar dari keyakinan tersebut. boleh saja, selama ada kesedian dari kedua belah pihak untu berdiskusi. saya sendiri, tidak ingin mendiskusikan persoala ini lebi jauh, hanya menyampaikan sedikit saja dari yang saya fahami. menurut beberapa informasi, K.H Jalaludin Rakhmat telah mengundang beberapa orang Bikhu Budhis untuk menyampaikan sejarah keterkaitan Islam dengan agama Budha, serta menjelaskan ramalan-ramalan sang Budha akan kedatangan nabi Muhammad. saya tidak tahu, apakah informasi itu benar atau tidak, tetapi hal itu saya ceritakan untuk menggambarkan bahwa dalam literatur Islam terdapat argumentasi-argumentasi yang dianggap kuat oleh Muslimin untuk mengakui sang Budha sebagai nabi, yang tentunya argumentasi ini umumnya tidak akan diakui oleh umat Budha. persoalan ini menjadi sensitifisme agama. oleh karena itu, ulama-ulama Islam yang mengerti persoalan ini tidak secara gamblang mengungkap fakta-fakta yang mereka ketahui untuk menjaga kerukunan umat beragama. sama halnya seperti ulama-ulama syiah yang merahasiakan riwayat-riwayat lengkap Abu Bakar, sahabat nabi muhamad , dari public, karena bisa memicu konflik.
anda yakin 100%?
silahkan anda periksa lagi.. sebenarnya ramalan kedatangan Muhamand berasal Buddha atau Hindu?


oleh karena itu, diskusi tentang Sidharta sebagai nabi Allah, cukuplah sampai di sini saja.
baik, tapi anda masih punya utang pembuktian dari 5 sisi sejarah  ;D
« Last Edit: 30 June 2010, 03:39:26 PM by wen78 »
segala post saya yg tidak berdasarkan sumber yg otentik yaitu Tripitaka, adalah post yg tidak sah yg dapat mengakibatkan kesalahanpahaman dalam memahami Buddhism. dengan demikian, mohon abaikan semua statement saya di forum ini, karena saya tidak menyertakan sumber yg otentik yaitu Tripitaka.

Offline kur0bane

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 392
  • Reputasi: 8
  • namo buddhaya,namo dhammaya,namo sanghaya
Re: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran
« Reply #26 on: 30 June 2010, 09:31:25 PM »
waduh lucu deh:d
ini berita ada di kaskus.us juga

Offline Jerry

  • Sebelumnya xuvie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.212
  • Reputasi: 124
  • Gender: Male
  • Suffering is optional.. Pain is inevitable..
Re: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran
« Reply #27 on: 01 July 2010, 05:37:11 AM »
kalian hanya mengerti soal apa itu Jhana, apa itu nibbana, apa itu vitaka, apa itu manasikara. tetapi kalian tidak mengerti apa itu Allah. dan apa itu artinya "Allah menciptakan". dan kalian tidak bisa melihat hubungan agama-agama di dunia, sehingga tidak dapat melihat pula adanya kemungkinan Borobudur sebagai hal yang dibadikan alquran dengan kisah sulaiman.

ingat lho.. lebih dari 50 % muslimin di dunia menganggap sang Buddha atau Sidharta Gautama termasuk kepada salah satu dari nabi-nabi Allah.  dalam keyakinan kaum Muslimin, Sidharta Gautama adalah tak lain dari Nabi Idris a.s. ini bukan keyakinan segelintir muslim, tapi keyakinan puluhan juta muslim di dunia. oleh karena itu, mereka bisa berkata, "sang Budha adalah nabi kami".

dan bagi muslim, tidak agama kecuali Islam. dan ajaran sang Budha merupakan bagian dari ajaran islam. sama halnya dengan persoalan candi borobudur,   ini bukan soal klaim mengklaim, tetapi soal keyakinan yang berdasarkan kepada fakta-fakta yang tertulis dalam literatur agama Islam.

Seperti kata iklan di TV: "Mau eksis? Jangan lebay pliss.." Piss.. :>-
appamadena sampadetha

Offline Jerry

  • Sebelumnya xuvie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.212
  • Reputasi: 124
  • Gender: Male
  • Suffering is optional.. Pain is inevitable..
Re: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran
« Reply #28 on: 01 July 2010, 05:38:35 AM »
begini seh bro Deva..
No Offense ya..

Misal seluruh penduduk Malaysia mengklaim Reog adalah budaya murni Malaysia apakah itu berarti BENAR ?
belum tentu bukan..

Intinya apa ? silakan saja seluruh umat Islam di dunia mengklaim Buddha adalah Nabi, tapi apakah itu BENAR ?
saya rasa tidak.. karena Buddhisme sangat berbeda dengan agama samawi yang berlandaskan Theosentris, sedangkan paham Buddhisme lebih cenderung ke Non Theism. Jadi bagaimana bisa klaim kesamaan dengan landasan ajaran yang berbeda ?
Itu adalah FAKTA..
Ada perbedaan lebih mendasar lagi Ko.. Ajaran Buddha berdasarkan pada anatta. Sedangkan Islam berdasarkan pada atta. Jika dasar sudah beda, ujung2nya pasti beda.
appamadena sampadetha

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Klaim Fahmi Basya: Borobudur dalam Alquran
« Reply #29 on: 01 July 2010, 07:24:20 AM »
ya.. dibiarkan sajalah..
soalnya ada 1 kesadaran juga.. not my business..
kenapa saya katakan begitu ?

contoh simpel : gw punya barang elektronik katakanlah laptop misalnya dan gw beli itu dengan sah dan ada bon pembeliannya.. misal si A yang claim eh laptop itu sebenarnya punya gw..

ya gw kembali berpikir.. perlukah diladenin selagi gw masih bisa menggunakan laptop gw dengan baik dan tenang ? silakan aja dia berteriak2 woiiiiiiiii laptop itu punya gw.. selagi dia tidak mengganggu aktivitas gw..
silakan aja dia mau kumpulin beribu2 pengikut untuk menyatakan laptop itu milik dia.. tapi tetep pemilik sah laptop adalah gw.. tentunya sesuai dengan bukti bon..

intinya : gw tidak bertanggung jawab untuk membenarkan pandangan salah si A. selagi dia gak ganggu ya wes lar.. udah dikasih tahu juga gak berubah.. tetep mempersoalkan barang milik orang lain sebagai miliknya..
daripada begitu bagus urus yang lain bukan ?

begitu juga dengan thread ini, sebenarnya pemberi seminar cerdas.. bisa raup untung dari topik yang unique.. sayangnya gak memperhatikan kaumnya.. dan membodoh2i dengan TAFSIRAN (BUKAN FAKTA) sendiri..
sebenarnya hal ini juga biasa terjadi kalau suatu produk itu bagus.. pasti banyak yang pengen bukan..
contoh : kalau kita kaya.. banyak yang ngaku sebagai sodara kita.. bahkan mengaku-ngaku..
contoh lain : iPhone terkenal.. banyak yang pengen sehingga dibikin imitasinya seperti Hiphone / replika lainnya..
apakah iPhone tergeser dengan produk replika ? tentu tidak.. iPhone tetep iPhone.. Replika teteplah replika

Jadi umat Buddha boleh berbangga kalau ajarannya berusaha diklaim.. karena ajaran Buddha bagus.. ;D walau dikatakan sesuai dengan FAKTA BLABLABLA.. silakan saja.. toh Ajaran Buddha LEBIH DULU ADA.
« Last Edit: 01 July 2010, 07:29:28 AM by Forte »
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl