//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: manusia hidup untuk apa?  (Read 7272 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline g.citra

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.372
  • Reputasi: 31
  • Gender: Male
  • Hidup adalah Belajar, Belajar adalah Hidup
Re: manusia hidup untuk apa?
« Reply #30 on: 17 May 2010, 02:42:12 PM »
Manusia terlahir dan hidup untuk apa?
Saya menanyakan dalam kontes kehidupan manusia dibumi ini.

Untuk menuju apa yang INGIN dituju ...
untuk memilih apa yang INGIN diplih ...
untuk mendapat apa yang INGIN didapat ...
untuk mengetahui apa yang INGIN diketahui ...

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: manusia hidup untuk apa?
« Reply #31 on: 17 May 2010, 02:44:06 PM »
TS harusnya lebih spesifik, maunya dalam sudut pandang mana? dari agama? agama yang mana?
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: manusia hidup untuk apa?
« Reply #32 on: 18 May 2010, 02:40:57 PM »
Pertanyaan dari TS: Manusia hidup utk apa?

Menurut saya memang penting menentukan apa yang benar-benar kita inginkan dalam hidup ini. Apakah yang kita kejar saat ini adalah sesuatu yang memang berharga untuk dikejar. Sesuatu yang berharga sehingga kita menginvestasikan hidup kita untuk mencapainya.
Kalau demikian, apa yang paling berharga menurut Buddhisme?

Weww... sy berusaha menjawab pertanyaan ini, tapi gak kejawab. Bukan berarti menurut Buddhisme tidak ada hal yang berharga, tapi sy sendiri yang bahkan bingung apa itu berharga. Bahkan ketika saya mengatakan bahwa “kebahagiaan” adalah sesuatu yang berharga, sy terbukti jatuh berulang kali karena terperangkap konsep bagaimana “kebahagiaan” itu seharusnya. Atau ketika saya mengatakan bahwa “ketidakmelekatan” adalah hal yang berharga, bahkan saya masih sering menciptakan “penolakan” yang memakai topeng “ketidakmelekatan”. Atau ketika saya mengatakan bahwa “kebijaksanaan” adalah sesuatu yang berharga. Hmm... ilusi sy masih terlalu kental untuk memahami bagaimana kebijaksaan itu sebenarnya. Akhir kata ;D 'sesuatu yang berharga' mungkin sulit dilukiskan dengan kata-kata, dan hanya dapat dipahami oleh setiap orang di dalam dirinya sendiri, seiring berkembangnya kebijaksanaannya.

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: manusia hidup untuk apa?
« Reply #33 on: 23 May 2010, 06:55:08 AM »
Manusia di dunia ini hidup lebih banyak manusia yg melakukan karma buruk, baik secara sadar ato tidak sadar.. Hiduplah hari demi hari dengan mengurangi melakukan karma buruk..

dan memperbanyak kamma baik
serta menyucikan batin

hati2 jgn separuh2 loh bro, karena mengurangi kamma buruk itu belum berarti memperbanyak kamma baik atau menyucikan batin
karena saat seseorang mencapai arahat, bukan kamma buruknya yang habis melainkan timbunan kamma baiknya yang sudah mencukupi dan kondisi batinnya sudah "pas" sehingga membuat dia mencapai arahat
dan saat mencapai arahat, kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi utk berbuahnya kamma, kecuali yang efeknya memang berat

semoga bermanfaat, cmiiw

Offline VinBaik

  • Teman
  • **
  • Posts: 54
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
  • OM MANI PADME HUM
Re: manusia hidup untuk apa?
« Reply #34 on: 27 May 2010, 05:59:48 AM »
Ini pertanyaan paling mendasar yang setiap orang mencari jawabannya
dan sepertinya memang benar, jawabannya terpulang pada masing-2 orang

Jawaban yang paling pas buat aku sih :
kelahiran ini untuk belajar agar menjadi lebih baik dari sebelumnya
dalam hal yang berharga, berguna, bermanfaat
:)
VAYADHAMMA SANKHARA, APPAMADENA SAMPADETHA

Nasehat terakhir Sang Buddha sebelum Parinibbana :
"Segala sesuatu yang terjadi dari paduan unsur adalah sasaran perubahan.
Berjuanglah mencapai kebebasan dengan sadar dan waspada"