//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - g.citra

Pages: 1 2 3 4 [5] 6 7 8 9 10 11 12 ... 92
61
Theravada / Re: Sejarah Organisasi Buddhist dan Sangha di Indonesia
« on: 15 March 2010, 08:10:14 PM »
tidak setiap Bhikkhu Sangha harus mendapat jabatan khusus atau lainnya tetapi setiap Bhikkhu adalah bagian dari Sangha. hanya permainan kata2 antara kata organisasi dgn persamuan/persaudaraan, kalau kata persamuaan/persaudaraan keliatan lebih akrab/harmonis antara sesama Bhikkhu.
sebenarnya nama keren adalah organisasi, tidak dipermasalahkan
memang demikian yang ada.
kam sia

Lha iyalah ... Kalo semua dapet jabatan, mana 'anggota'nya ? :))

Memang organisasi dan persamuan/persaudaraan mempunyai arti yang mirip, hanya kalau mendengar kedua kata itu disebut, saya lebih 'sreg' kalau para bhikkhu (dalam kelompok tertentu) hanya hidup sebagai kelompok (persaudaraan) tidak membagi-bagi 'tugas kerja' layaknya seperti beberapa organisasi awam yang saya kenal (punya struktur dan aturan) dan kalau ditelusuri, itu dibuat hanya berdasar pada sifat-sifat yang seharusnya 'ingin' mereka tinggalkan saat penahbisan ...

62
Theravada / Re: Sejarah Organisasi Buddhist dan Sangha di Indonesia
« on: 15 March 2010, 12:08:54 AM »
Sangha adalah organisasi yang paling lama didunia (hampir 2600 tahun).
Dan sampai sekarang Sangha masih di puja & di hormati umat Buddhis Theravada sedunia.

Saya lebih suka sangha diartikan sebagai persamuan atau persaudaraan para bhikkhu, tidak bersifat organisasi yang ada pada saat ini ... Bhikkhu yang berlatih di hutan (dutanga) pun bagian dari sangha walau mungkin mereka tidak ditahbiskan untuk menjabat jabatan khusus pada organisasi yang mentahbiskannya ...

Kalau organisasi, sudah menyangkut posisi, jabatan, pembagian tugas kerja dll yang nantinya akan menimbulkan hal-hal yang saya sebut diatas ...

Lha gimana dong tujuan seseorang menjadi bhikkhu ? Mending jadi seorang pandita aja kali yah ? 'Garis tugasnya' masih terlihat lebih jelas bagi umum (umat awam) ketimbang seorang bhikkhu tapi masih 'berkecimpung' dalam urusan-urusan awam ...

63
Theravada / Re: Sejarah Organisasi Buddhist dan Sangha di Indonesia
« on: 13 March 2010, 11:18:52 PM »
Para Bhikkhu kalau sudah ber- ... organisasi ... kepentingan ... pendapat ... perbedaan ... pertentangan ... kapan 'stop'nya ?

Makanya gak salah kalau Sang Buddha mengkategorikan gaya hidup organisasi termasuk gaya hidup yang 'rendah' bagi para samana ... (brahmajala sutta)

Quote
... Atau ia berkata: "Sementara beberapa pertapa dan brahmana hidup dari makanan yang disediakan oleh umat yang berbakti, namun mereka masih tetap membicarakan hal-hal yang rendah seperti berikut: ceritera tentang kepala negara, menteri, pencuri, peperangan, terror, makanan dan minuman, pakaian, tempat tidur, bunga kalung, wangi-wangian, keluarga, kendaraan, desa, kampung, kota, negara, pertempuran, pahlawan, gosip jalanan, ditempat pengambilah air, setan, yang tidak ada ujung pangkalnya, spekulasi tentang terciptanya daratan dan lautan atau tentang eksistensi dan non eksistensi. Tetapi Samana Gotama tidak membicarakan hal-hal tersebut ...

64
Diskusi Umum / Re: perbedaan waktu di alam manusia dan alam dewa
« on: 13 March 2010, 09:46:15 PM »
Cuma Spekulasi!

Sepertinya waktu alam dewa tidak melihat dari gelap dan terang akibat rotasi bumi terhadap matahari (walau ada yang tinggal di pohon-pohon dan ikut berotasi pula) ...

Waktu yang selama ini dikenal kan dibuat bukan berdasarkan hukum-hukum niyama, tapi dibuat berdasarkan kesepakatan manusia (siang-malam, gelap terang dsb)...

Sama halnya seperti dialam dewa (berdasarkan tingkatnya), waktu pun diatur menurut kesepakatan mereka, dan kalau dikonversikan di alam manusia itu menjadi seperti yang telah ditulis di kitab-kitab ...

65
Theravada / Re: Pentingkah Umat Awam Belajar Abhidhamma ?
« on: 11 March 2010, 10:42:08 PM »
Mohon diberi pengarahan, apakah belajar Abhidhamma bagi umat awam sangat penting ?


Ada banyak hal-hal mengenai jasmani dan batin yang tidak bisa kita 'definisikan' ... sepertinya batin itu hanya berdiri sendiri (tunggal) ... Ini yang menimbulkan kesalahan pemahaman mengenai 'atta'  ...

Sedangkan, dalam abhidhamma mengupas pikiran menjadi rangkaian pembentuknya dan juga mengupas jasmani secara detail ...

Dari situ, ada banyak pemahaman yang dapat diserap nantinya mengenai segala bentuk kesadaran yang timbul akibat kondisi-kondisi para makhluk hidup di 31 alam ini ...

Mengenai penting tidaknya, tinggal tergantung anda, seberapa perlukah anda mengenal 'diri' anda ? Itu saja ...

:)
salam,

66
Diskusi Umum / Re: Jarak dari Alam Brahma ke Bumi
« on: 11 March 2010, 10:28:46 PM »
Ya, benar, kemungkinan memang benar alam brahma terletak kurang lebih di dekat planet Mars dan
kita hanya bisa berspekulasi bahwa poin2 yang anda katakan mungkin benar, karena kita tidak bisa membuktikannya secara langsung, terlebih karena kita tidak memiliki kemampuan mata dewa (dibbacakkhu)

Timbul pertanyaan, yang berjarak sekitar 64.915.199.999 m itu, jarak antara orbit bumi dengan orbit mars atau jarak kedua planet ?


67
Diskusi Umum / Re: Jarak dari Alam Brahma ke Bumi
« on: 10 March 2010, 11:28:11 PM »
wadoh, bukunya pink ada gambar galaksi, karangan lulusan itb...

Oh gitu ... saya pikir, emang pernah ada pertemuan 2 galaksi ... oke deh anumodana ...

68
Diskusi Umum / Re: Jarak dari Alam Brahma ke Bumi
« on: 10 March 2010, 10:35:30 PM »
jangankan 7 matahari sejajar, 2 galaksi bertemu aja belon tentu kiamat.
2 galaksi bertemu yang rusak hampir gak ada, kalau menurut para astronom 2 galaksi bertemu kemungkinan ada planet yang tubrukan sama seperti 2 lalat tubrukan di atas danau toba.

boleh tau sumber bacaannya bro ? _/\_

69
Diskusi Umum / Re: Jarak dari Alam Brahma ke Bumi
« on: 10 March 2010, 10:25:52 PM »
Quote
Sistem yang terdiri dari 7 bintang ini akan terlihat seolah-olah sebuah tata surya memiliki 7 bintang. Namun yang sebenarnya terjadi adalah 7 bintang beserta 7 tata surya telah bergabung menjadi satu sistem. Ketika fenomena ini terjadi, tata surya gabungan itu akan sangat panas. Planet-planet, satelit-satelit, maupun benda angkasa di sekitarnya akan habis terbakar. Bahkan bintang-bintang (matahari) itu sendiri pun pastilah akan habis terbakar. Dan perlu diingat juga bahwa setiap tata surya pasti berotasi mengelilingi pusat galaksi. Sehingga ledakan (kehancuran) ini diawali di area pusat galaksi.

Mengenai 7 bintang yang bersinggungan di titik pertemuan, saya tidak bertanya lebih lanjut ... Lalu mengenai yang di bold, darimana (adakah sumbernya) bahwa titik persinggungan 7 bintang ini ada di area pusat galaksi ?

Quote
Selain itu, di dalam Kitab Vissudhimagga juga dinyatakan bahwa ketika matahari ketujuh muncul, maka seratus milyar tata surya lainnya juga akan habis terbakar. Seratus milyar tata surya lain ini sepertinya merujuk pada kumpulan tata surya di sekitarnya; yang notabene adalah galaksi, yakni Galaksi Bimasakti. Yang cukup mengejutkan, dalam pandangan astronomi barat, Galaksi Bimasakti juga dideteksi terdiri dari seratus milyar tata surya.

Menimbang referensi ini, sepertinya kiamat yang akan terjadi kelak adalah kiamat yang akan melanda seiisi Galaksi Bimasakti.

Oke anumodana suttanya ...
Ini jadi bahasan mengenai logika ... Kita berandai-andai ... seperti kita tau, bahwa matahari melakukan gerak revolusi terhadap bima sakti (sama halnya seperti bumi terhadap matahari), suatu saat, ada satu titik dimana matahari berada di tepat 'bersinggungan' dengan 6 bintang lain ... Saat salah satu bintang yang bertemu itu adalah matahari, itu yang dikenal dalam Buddhisme sebagai kiamat (bumi yang kita diami)...

Yang masih saya ragukan adalah mengenai penjelasan 7 bintang yang dapat menghacurkan 100 milyar (apalagi seisi galaksi ikut hancur karenanya) ...

Misal gini ...
Andaikata titik dimana 7 bintang itu berada di sisi luar barat galaksi, apakah sisi luar timur akan juga habis terbakar ? Ataukah memang ada penjelasan mengenai titik persinggungan revolusi 7 bintang itu terhadap bima sakti (khususnya di Vissudhimagga) ?

70
Diskusi Umum / Re: Jarak dari Alam Brahma ke Bumi
« on: 10 March 2010, 01:41:19 AM »
...
Jika memang Alam Brahma berada di sekitar orbit Merkurius-Venus-Bumi-Mars, maka wajar sekali jika kelak Alam Brahma juga mengalami kehancuran. Namun Alam Abhasara, kelompok Alam Brahma Jhana Ketiga, kelompok Alam Brahma Jhana Keempat dan kelompok Alam Arupa Brahma tidak ikut mengalami kehancuran. Padahal kehancuran dunia yang dimaksud Sang Buddha ini adalah mencakup kehancuran seisi Galaksi Bimasakti.

Kesimpulan yang bisa ditarik saat ini, mungkin Alam-alam Brahma yang tidak ikut mengalami kehancuran ini berada di luar Galaksi Bimasakti. Yang artinya jarak dari alam-alam ini ke Bumi adalah luar biasa jauh.


Yang di bold ...
Pertanyaannya, apakah memang benar maksud Sang Buddha tentang kiamat adalah hancurnya galaksi bimasakti ? Boleh tau sumber tulisannya bro ?

anumodana _/\_

71
Meditasi / Re: mau tanya meditasi(pemula)
« on: 07 March 2010, 12:38:28 AM »
 [at] bro alverus...

Obyek apapun (dalam samatha atau vipassana) bila sudah berada dalam saat fokus atau perhatian terhadap obyek, maka ketakutanpun lenyap saat itu ... Karena ketakutan hanyalah juga salah satu obyek pikiran yang timbul dari ketidak tahuan (moha) ...

_/\_

72
Kalau memang mau selaras, intinya, dalam 'bersaing' jangan menimbulkan kerugian pihak lain (dalam batas normal) ... bisakah demikian ?

Kalau memang tidak bisa (dalam artian kalau ada yang terangkat pasti ada yang turun), yah memang demikianlah nuansa hidup dialam kammabumi ... selalu ada dualisme ...

Yang terpenting, dalam melakukan tindakan, pikirlah masak-masak supaya tidak berbuntut penyesalan nantinya ... :)

_/\_

73
Sutta Vinaya / Re: Dewa angin, dewa matahari, dewa hujan???
« on: 07 March 2010, 12:02:00 AM »
Quote
Jika kejadian alam seperti jalannya matahari, terjadinya badai dan hujan diatur oleh hukum Utu Niyama dan tidak ada sosok makhluk pun apakah dewa atau brahma yang dapat mempengaruhi jalannya hukum tersebut, mengapa para dewa dalam kisah di atas bisa "menciptakan" terik matahari yang panas, angin kencang, badai, hujan deras dan hujan batu tersebut?

Tehnologi dialam manusia telah bisa membuat sebuah pohon berbuah lebih lebat, lebih cepat dengan buah yang lebih besar ... dan itu semua adalah kenyataan ... mengapa harus mempersoalkan hal ini ? :)

_/\_

74
Bagaimana menghilangkan pikiraan jahat saya ? yang selalu ingin membunuh org lain, membenci semua org, tidak percaya pada orang dan pikiran buruk lain... iri, benci, sombong DLL...

Saat anda bisa membaca pikiran jahat timbul, saat itu sebenarnya dalam pikiran sudah ada 'benih' pemotong arus-arus jahat didalam pikiran ... Cobalah saat itu untuk mempertahankan benih tersebut, biar bisa tumbuh (walau sulit) ... Mungkin saja dengan memulai berpikir (merenung) apa sebabnya anda ingin 'menjahati' orang/makhluk lain ? atau sejenisnya ... Lalu bahas didalam hati tentang manfaat/kerugian seandainya anda tetap mempertahankan atau bahkan sampai melakukan hal-hal tersebut (pikiran jahat) ...

Quote
Didalam kepala saya seperti ada yg saling menghasut saya... mungkin seperti 80% pikiran jahat selalu ingin berbuat jahat dan 20% ingin membantu orng....

Jangan menyalahkan makhluk lain! Ini semua hanyalah pikiran anda ... Walau seandainyapun memang ada makhluk lain yang ikut 'mempengaruhi' anda, toh pilihan terakhir dalam 'berbuat' ada pada anda (tanpa harus menyalahkan) ...

Kebiasaan ada hubungannya dengan sebab kemunculan ... Karena seringnya obyek pikiran tidak baik itu muncul dan terpelihara (walau akhirnya disadari bahwa itu tidak baik), maka perkembangan proses berpikirpun akan kemana-mana (salah satunya menyalahkan makhluk lain) ...

Quote
Seperti terjadi dilema dalah pikiran dan hidup saya.....
Saya seperti dalam kegelapan... hati yg kosong dan hampa... dan tidak perduli pada kehidupan lagi, hanya ingin mati dan segala penderitaan didunia bisa hilang...

Yang saya bold diatas juga salah satu perkembangan dari proses berpikir sehingga menjadi menyalahkan diri sendiri ... Sebenarnya timbulnya cuma dari rasa yang tidak menyukai obyek ... itu saja ...

Quote
Yang saya inginkan cuma agar pikiran jahat saya hilang, mudah berinteraksi dgn orang dan berpikiran positif dan ingin membantu orang.... misal saya ke vihara atau mendengar ceramah, saya seperti sadar... tapi itupun hanya saat itu saja, setelah itu pikiran itu kembali lagi. Rasa pesimis, depresi, iri, dengki DLL. 
Sepertiny hanya saran tidak bisa berpengaruh banyak terhadap saya, bisakah dengan sesuatu hal ?
bahkan untuk mengosongkan pikiran saya saja, saya ngak bisa. Saya seperti bicara sama pikiran saya sendiri.... Mohon bantuannya.

Seperti halnya tubuh ini (rupa) pikiran senantiasa bergerak/tidak tetap/berubah ... Itu Kenyataan dan tak bisa dielakan bagi manusia biasa seperti kita-kita ... Hanya saja kalau kita dapat "senantiasa menyadari" timbul tenggelamnya pikiran kita saat demi saat, itulah yang saya sebut sebagai sesuatu yang tak lagi terkondisi ...
Gampang untuk ditulis (diteorikan), tapi sulit (bahkan sangat sulit) untuk dipraktekkan ...

Quote
Oh iya, saya pernah minta gambar makhluk halus yg mengikutin saya, dari salah satu forum

apakah ada hubungannya dengan yg ada digambar tersebut ?

Saya tidak komentar ... :)

_/\_

75
Theravada / Re: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma
« on: 03 March 2010, 12:50:24 PM »
Quote
Salah satu kelemahan ajaran Buddha adalah tenggang rasa, dan dengan mengatasnamakan tenggang rasa itu maka apabila ada aliran yang menyimpang di biarkan, ada sutra yang dipalsukan di biarkan, sehingga itu menjadi kebiasaan dan menjangkiti kesemua elemen buddhism sehingga ya beginilah wajah Buddhism suka atau tidak suka harus diterima, penyebaran dhamma dengan cara2 yang "katanya" modern lah dengan berbagai macam alasan dan pembenaran dengan mudahnya diterima oleh mereka karena "katanya" harus begitu demi menjaring umat dan "mungkin" menarik dana demi kelangsungan hidup vihara atau bhikkhunya.

Ikut kasih pendapat ...
Tenggang rasa timbul karena berbagai sebab yang mendasari ... Salah 1-nya adalah karena 'telah mengerti' ...
Lain halnya dengan melihat sesuatu dengan "apa adanya" karena telah mengerti ... Itu yang sulit ... Dan itu bukan kelemahan ataupun kelebihan (yang sebatas penilaian terhadap orang tertentu) ...

Pages: 1 2 3 4 [5] 6 7 8 9 10 11 12 ... 92