Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Buddhisme Awal, Sekte dan Tradisi => Theravada => Topic started by: Janindra d' Sihamuni on 21 June 2011, 10:17:02 AM

Title: Kesalahpahaman soal aliran Theravada.
Post by: Janindra d' Sihamuni on 21 June 2011, 10:17:02 AM
Banyak orang yang mengatakan,"Wah Theravada gak boleh percaya deva,", "Wah,Theravada itu ajaran dasar dari agama buddha,dan setelah dipelajari ajaran Theravada,musti pindah lagi ke aliran lain,lalu ke aliran tertinggi"

Nah,pernyataan pertama itu sudah salah besar.Theravada tetap percaya adanya deva,tetapi Sang Buddha telah melarang adanya pemujaan terhadap Devata.Karena deva masih merupakan makhluk yang terikat dalam samsara.Tetapi,sekarang udah banyak umat Theravada yang menyembah deva-devi,misalnya di Thai,udah ada Jatukham,Maha Phrom,dsb.Nah,kalau Mahayana itu dulunya juga sama,Gak menyembah deva devi.Hampir ga ada perbedaan ne dengan Theravada,yang beda hanya sutra-sutranya aja.

Pernyataan kedua juga salah.Tidak ada tingkatan-tingkatan dalam agama Buddha,Banyak orang berkata Theravada adalah ajaran dasar,karena selain Theravada adalah aliran agama Buddha tertua di dunia,juga karena ajaran Theravada masih menyangkut soal moral,kehidupan sehari2,dan yang lain2 berhubung dengan kehidupan di 31 alam,sehingga bisa dibilang masih agak mudah dipahami (bukan berarti aliran lain susah dipahami),dan karena itu dikatakan sebagai "ajaran dasar"/



 ;D ;D ;D ;D
Title: Re: Kesalahpahaman soal aliran Theravada.
Post by: rooney on 21 June 2011, 10:21:53 AM
SETUJU !

Tidak ada yang namanya naik kelas, apalagi kelasnya itu yana-yana... ;D
Title: Re: Kesalahpahaman soal aliran Theravada.
Post by: William_phang on 21 June 2011, 10:25:38 AM
orang salah faham karena belum mengerti atau memahami aliran theravada.....orang memilih aliran ya sebaiknya yang cocok dengannya..
Title: Re: Kesalahpahaman soal aliran Theravada.
Post by: rooney on 21 June 2011, 10:39:22 AM
Kalo menurut Chade-Meng Tan (Head of Google University's School of Personal Growth.)

- Theravada is my root, my foundation. This is the body of my practice. The body of my practice is Virtue, Concentration, and Wisdom (Sila, Samadhi, and Panna).
- Vajrayana is Buddhism on steroids. It has awed and inspired me. It has given me my Compassion practice. It inspired me to take my Bodhisattva Vows. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice. The heart of my practice is Emptiness and Compassion (Sunyata and Karuna).
- Zen is my no-self. This is the soul of my practice. The soul of my practice is. Just is.

Kesimpulannya : Hence, I belong to all three major schools of Buddhism. At the same time, I belong to none of them.

Spoiler: ShowHide
 My true Dharma is the Hahayana. Ha ha.
Title: Re: Kesalahpahaman soal aliran Theravada.
Post by: William_phang on 21 June 2011, 10:44:10 AM
Sebenarnya di theravada juga ada compassion...dimana compasion itu adalah salah satu faktor dari metta... compassion itu menyangkut tentang suffering...
Title: Re: Kesalahpahaman soal aliran Theravada.
Post by: Janindra d' Sihamuni on 21 June 2011, 11:01:14 AM
Sebenarnya di theravada juga ada compassion...dimana compasion itu adalah salah satu faktor dari metta... compassion itu menyangkut tentang suffering...
iya setuju,butuh pengorbanan untuk compassion,banyak juga orang salah faham,kalo Theravada tu egois,ga mau nolong orang lain,tidak seperti di aliran lain.Padahal,tidak ada yang dapat menolong diri kita sendiri selain diri kita sendiri.Karena kita semua dilindungi oleh karma sendiri,mewarisi karma sendiri.

Dan orang2 bilang kalo Theravada itu sulit untuk capai pencerahan,musti samadhi,kumpulin paramita,tidak melekat,padahal memang seperti itulah cara untuk menjadi tercerahkan.Butuh pengorbanan fisik,mental,keluarga,lahir,dan batin.... ;D ;D ;D
Title: Re: Kesalahpahaman soal aliran Theravada.
Post by: rooney on 21 June 2011, 11:13:53 AM
Sebenarnya di theravada juga ada compassion...dimana compasion itu adalah salah satu faktor dari metta... compassion itu menyangkut tentang suffering...

Betul, mungkin pertimbangan hal tersebut dituliskan pada Vajrayana/Mahayana karena di Theravada dipandang lebih baik untuk menyepi dan berlatih bhavana. Kalo dari sudut pandang mahayana hal ini dianggap egois, karena mencari ketenangan dan pembebasan untuk diri sendiri sedangkan banyak makhluk lain yang masih menderita.

Munculnya perbedaan ini sebagai kritikan untuk abhidhamma theravada yang dianggap materialisme karena membicarakan Nibbana dalam bahasa teknis (phala-sammaphati). pada waktu itu mungkin banyak bhikku yang mengklaim diri mereka sudah mencapai tingkat kesucian tertentu, namun tidak sama dengan apa yang dipersepsikan tentang Nibbana pada di dalam sutta. Alasan lain, mengapa harus ada banyak teori dan spekulasi tentang hal teknis yang pada akhirnya harus dilepaskan juga ketika mencapai pantai seberang.

Dan akhirnya pembicaraan mentok di perbedaan pendapat   :|
Title: Re: Kesalahpahaman soal aliran Theravada.
Post by: Indra on 21 June 2011, 11:16:46 AM
pesan sponsor

http://dhammacitta.org/dcpedia/Para_Arahant,_Boddhisattva,_dan_Buddha_(Bodhi) (http://dhammacitta.org/dcpedia/Para_Arahant,_Boddhisattva,_dan_Buddha_(Bodhi))
Title: Re: Kesalahpahaman soal aliran Theravada.
Post by: Janindra d' Sihamuni on 21 June 2011, 11:18:36 AM
coba waktu jaman sang Buddha,manusia mencapai rata2 umur 100.000 tahun,maka Sang Buddha akan hidup sampai sekarang,dan bisa menjelaskan perbedaan pendapat.Dan tentunya,tidak akan ada lagi aliran2,terutama yang baru2 ini muncul alias aliran sesat....
Title: Re: Kesalahpahaman soal aliran Theravada.
Post by: antidote on 21 June 2011, 07:45:07 PM
coba waktu jaman sang Buddha,manusia mencapai rata2 umur 100.000 tahun,maka Sang Buddha akan hidup sampai sekarang,dan bisa menjelaskan perbedaan pendapat.Dan tentunya,tidak akan ada lagi aliran2,terutama yang baru2 ini muncul alias aliran sesat....
sama aja bro,
walau pun kita misalkan rata2 umur manusia jaman ini = 100.000 tahun,
maka Sang Buddha hidup nya sampai 80.000 tahun aja
setelah itu, keadaan ya seperti saat ini lagi.
Title: Re: Kesalahpahaman soal aliran Theravada.
Post by: Janindra d' Sihamuni on 21 June 2011, 07:53:23 PM
sama aja bro,
walau pun kita misalkan rata2 umur manusia jaman ini = 100.000 tahun,
maka Sang Buddha hidup nya sampai 80.000 tahun aja
setelah itu, keadaan ya seperti saat ini lagi.
iya maksudne,waktu jaman buddha gotama,waktu buddha gotama hidup,manusia rata2 hanya mencapai umur 100 tahun,makanya buddha  gotama wafat pada umur 80 tahun.Nah,maksud saya.Jika saja pada saat itu,2645 tahun yang lalu,manusia umurnya rata2 sampai 100.000 tahun,maka pasti Buddha Gotama bisa hidup sampe 80.000 tahun,nah tentunya sekarang kita masih bisa bertemu sama Buddha Gotama lalu kita bisa nanya2 apa yang selama ini kita bingung.... ;D ;D ;D ;D
Title: Re: Kesalahpahaman soal aliran Theravada.
Post by: andry on 21 June 2011, 08:07:25 PM
iya maksudne,waktu jaman buddha gotama,waktu buddha gotama hidup,manusia rata2 hanya mencapai umur 100 tahun,makanya buddha  gotama wafat pada umur 80 tahun.Nah,maksud saya.Jika saja pada saat itu,2645 tahun yang lalu,manusia umurnya rata2 sampai 100.000 tahun,maka pasti Buddha Gotama bisa hidup sampe 80.000 tahun,nah tentunya sekarang kita masih bisa bertemu sama Buddha Gotama lalu kita bisa nanya2 apa yang selama ini kita bingung.... ;D ;D ;D ;D
ehehehe....
Title: Re: Kesalahpahaman soal aliran Theravada.
Post by: Smurfette on 21 June 2011, 11:20:24 PM
Kalo menurut Chade-Meng Tan (Head of Google University's School of Personal Growth.)

- Theravada is my root, my foundation. This is the body of my practice. The body of my practice is Virtue, Concentration, and Wisdom (Sila, Samadhi, and Panna).
- Vajrayana is Buddhism on steroids. It has awed and inspired me. It has given me my Compassion practice. It inspired me to take my Bodhisattva Vows. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice. The heart of my practice is Emptiness and Compassion (Sunyata and Karuna).
- Zen is my no-self. This is the soul of my practice. The soul of my practice is. Just is.

Kesimpulannya : Hence, I belong to all three major schools of Buddhism. At the same time, I belong to none of them.

Spoiler: ShowHide
 My true Dharma is the Hahayana. Ha ha.


bijaksana banget yang bilang begini ya.
Title: Re: Kesalahpahaman soal aliran Theravada.
Post by: icykalimu on 28 June 2011, 02:18:19 PM
iya maksudne,waktu jaman buddha gotama,waktu buddha gotama hidup,manusia rata2 hanya mencapai umur 100 tahun,makanya buddha  gotama wafat pada umur 80 tahun.Nah,maksud saya.Jika saja pada saat itu,2645 tahun yang lalu,manusia umurnya rata2 sampai 100.000 tahun,maka pasti Buddha Gotama bisa hidup sampe 80.000 tahun,nah tentunya sekarang kita masih bisa bertemu sama Buddha Gotama lalu kita bisa nanya2 apa yang selama ini kita bingung.... ;D ;D ;D ;D

sama saja

(1) Ayu Vematta
Ayu vematta adalah perbedaan umur kehidupan manusia saat
munculnya Buddha.
Buddha Dipankarà, Kondanna, Anomadassi, Paduma, Padumuttara,
Atthadassi, Dhammadhassi, Siddhatta, dan Tissa—sembilan Buddha
ini muncul dalam kappa saat umur kehidupan manusia adalah
seratus ribu tahun.
Buddha Mangala, Sumanà, Sobhita, Nàrada, Sumedhà, Sujàta,
Piyadassi, dan Phussa—delapan Buddha ini muncul saat umur
kehidupan manusia adalah sembilan puluh ribu tahun.
Buddha Revata dan Vessabhu--dua Buddha ini muncul saat umur
kehidupan manusia adalah enam puluh ribu tahun.
Buddha Vipassi muncul saat umur kehidupan manusia adalah
delapan puluh ribu tahun. Buddha Sikhi muncul saat umur
kehidupan manusia adalah tujuh puluh ribu tahun. Buddha
Kakusandha muncul saat umur kehidupan manusia adalah
empat puluh ribu tahun. Buddha Konàgamana muncul saat umur
kehidupan manusia adalah tiga puluh ribu tahun. Buddha Kassapa
muncul saat umur kehidupan manusia adalah dua puluh ribu tahun.
Dan Buddha Gotama muncul saat umur kehidupan manusia adalah
seratus tahun.

pada masa buddha2 sebelumnya ngapain saja kita?
Title: Re: Kesalahpahaman soal aliran Theravada.
Post by: Janindra d' Sihamuni on 28 June 2011, 04:51:19 PM
sama saja

(1) Ayu Vematta
Ayu vematta adalah perbedaan umur kehidupan manusia saat
munculnya Buddha.
Buddha Dipankarà, Kondanna, Anomadassi, Paduma, Padumuttara,
Atthadassi, Dhammadhassi, Siddhatta, dan Tissa—sembilan Buddha
ini muncul dalam kappa saat umur kehidupan manusia adalah
seratus ribu tahun.
Buddha Mangala, Sumanà, Sobhita, Nàrada, Sumedhà, Sujàta,
Piyadassi, dan Phussa—delapan Buddha ini muncul saat umur
kehidupan manusia adalah sembilan puluh ribu tahun.
Buddha Revata dan Vessabhu--dua Buddha ini muncul saat umur
kehidupan manusia adalah enam puluh ribu tahun.
Buddha Vipassi muncul saat umur kehidupan manusia adalah
delapan puluh ribu tahun. Buddha Sikhi muncul saat umur
kehidupan manusia adalah tujuh puluh ribu tahun. Buddha
Kakusandha muncul saat umur kehidupan manusia adalah
empat puluh ribu tahun. Buddha Konàgamana muncul saat umur
kehidupan manusia adalah tiga puluh ribu tahun. Buddha Kassapa
muncul saat umur kehidupan manusia adalah dua puluh ribu tahun.
Dan Buddha Gotama muncul saat umur kehidupan manusia adalah
seratus tahun.

pada masa buddha2 sebelumnya ngapain saja kita?


saya kan hanya bilang, seandainya :hammer: