Buddhisme Awal, Sekte dan Tradisi > Theravada

AbhiDhamma Class

<< < (52/52)

bond:

--- Quote from: markosprawira on 29 September 2009, 01:34:02 PM ---jika berkenan, mungkin bro bond bisa berhubungan dengan guru abhidhamma yg lebih berkompeten seperti pak pandit j kaharudin atau pak selamat rodjali karena saya memang sulit untuk bisa menerangkan lebih lanjut

 _/\_

--- End quote ---

Ok, smoga bisa bertemu mereka dan bisa bertanya langsung. Paling tidak bro sudah berusaha menjelaskan itu sudah baik. _/\_

markosprawira:
anumodana juga untuk diskusi yg terasa kondusif bagi saya   _/\_

marcedes:
sama-sama all..

saya juga tidak pintar bahasa abhidhamma,tetapi yang saya rasakan dan di jelaskan oleh bro markos sepertinya ga cocok....

nanti lah coba sy tanyakan kalau ada bikkhu jagoan meditasi
kebetulan sekarang ada asisten bhante boukry datang, hanya saja sulit bertemu dan tanya jawab dengan beliau.

markosprawira:
dear marcedes

sesungguhnya bahasa abhidhamma juga dipakai dalam berbagai sutta, tidak ada istilah yg berbeda kok

Jadi kalo saya bilang, ini adalah masalah pengungkapan bahasa

misal mengenai menolak melanggar sila.
jika benar batin menolak maka itu adl dosa mula citta. Kenapa bisa dosa? karena melekat pada sila
tapi jika org sudah memegang sila dengan panna, dia bukan menolak melainkan secara batin, dia tahu bahwa itu adalah perbuatan yg akusala (hiri dan ottapa)

kembali masalah bahasa, hiri sendiri bukan malu seperti yg selama ini dikenal demikian juga dengan ottapa, bukan takut

Mari dilihat secara bahasa inggirs :
"Hiri" refers to conscience, moral shame.
"ottapa" refers to concern for the results of actions, or moral concern.

disini bisa dilihat bhw konteksnya adalah moral/sila

demikianlah keterbatasan bahasa indonesia makanya saya lebih cenderung untuk melihat kembali ke rujukan dalam bahasa pali

silahkan dikonfirmasi kembali dan senang jika bisa berdiskusi lagi.....  _/\_

Navigation

[0] Message Index

[*] Previous page

Go to full version