//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi  (Read 7071 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi
« on: 19 November 2007, 05:27:33 PM »
Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi

Ibarat Ayam Mengerami Telur di Tengah Pasar Yang Ramai
Karena telah mahir dalam mengerami telur, maka ayam dapat mengerami telur tersebut di tengah pasar yang ramai tanpa terganggu oleh keramaian tersebut.
Demikian pula dengan seorang meditator, pada mulanya memerlukan tempat yang cocok (tidak ramai) untuk latihan meditasi.  Apabila tingkat konsentrasi dan perhatian cukup kuat, dengan kata lain sudah cukup mahir dengan subjek meditasinya, maka meditator tersebut dapat melakukan bermeditasi tanpa tergantung oleh tempat.

Ibarat Menjinakkan AnakSapi Liar
Seperti penggembala sapi yang ingin menjinakkan anak sapi liar yang sejak lama disusui oleh induk sapi, ia akan membawa anak sapi itu dan mengikatkannya sendiri dengan sehelai tali kuat pada satu batang kayu yang ditancapkan ke dalam tanah dengan kuat; anak sapi itu akan berlari kian kemari, namun tak dapat lebih jauh dari batang kayu tersebut dan  sapi itu akan duduk atau berbaring di dekat batang kayu itu.
Demikian pula seseorang yang berniat menjinakkan batinnya yang kotor, yang sejak lama telah diberi makan objek-objek indera yang menyenangkan, akan mengambil tempat yang tepat, mengikatkan batinnya di sana dengan tali “perhatian” (sati) pada batang kayu “keluar dan masuknya nafas.” Dengan demikian, pikirannya, walaupun akan bergejolak kian kemari, namun karena tidak lagi mendapatkan objek-objek seperti yang biasa diperolehnya, tidak dapat memutuskan tali perhatian (sati) dan melarikan diri, ia duduk, berbaring, di dekat objek tersebut, dengan konsentrasi mendekati (upacara samadhi) dan konsentrasi penuh mencerap (apanna samadhi).

Ibarat Menyiram Bara Api
Bara api apabila disiram sedikit air, maka bara api itu tidak akan padam dan hanya akan memberikan reaksi yang tidak terlalu besar; namun apabila disiram sekaligus dengan air yang banyak maka akan menimbulkan reaksi yang sangat besar dengan suara yang keras dan asap yang banyak. Bara api apabila disiram dengan air sedikit demi sedikit secara konstan tidak akan menimbulkan rekasi yang terlalu bergejolak, dengan suara tidak terlalu besar dan uap yang tidak banyak, namun akhirnya bara api itu padam seluruhnya.
Demikian pula batin kita pada awalnya penuh dengan kekotoran batin. Ketika kita melatih meditasi, ibarat kekotoran batin (bara api) disiram dengan batin yang bersih (air). Apabila proses penghancuran kekotoran batin itu dilakukan dengan mendadak dengan dipaksakan, maka dapat menimbulkan reaksi yang mengkondisikan efek samping sangat berbahaya. Oleh karena itu proses pengikisan/penghancuran kekotoran batin seyogyanya dilakukan  secara bertahap dan terus-menerus sampai akhirnya seluruh kekotoran batin itu padam.

Ibarat Kodok Duduk Bersila
Ibarat katak duduk bersila bukan berarti katak tersebut suci dengan posisi duduknya.
Demikian pula, posisi duduk tidak menjamin seseorang akan menjadi suci.

Ibarat  Menggergaji Kayu
Seseorang yang sedang menggergaji batang kayu di atas tanah, perhatiannya ditujukan pada gigi gergaji pada titik kontaknya dengan batang kayu, tanpa memperhatikan gigi gergaji yang mendekat atau menjauh, dan ia dengan penuh semangat, melakukan tugasnya dan mencapai hasil yang baik.
Seperti batang kayu di atas tanah, mengibaratkan ikatan (dari perhatian). Seperti gigi gergaji demikian pula keluar masuknya nafas. Seperti perhatian orang yang ditujukan pada gigi gergaji pada titik kontaknya dengan batang kayu tanpa memberi perhatian pada gigi gergaji yang datang mendekat atau menjauh, demikian pula seorang meditator setelah menetapkan perhatiannya pada ujung hidung atau bibir batian atas, tanpa memberi perhatian pada keluar dan masuknya nafas yang datang dan pergi, dengan penuh semangat, menunaikan tugasnya dan mencapai hasil yang baik.


Dhamma Study Group Bogor

 _/\_  :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi
« Reply #1 on: 12 December 2007, 06:19:38 PM »
Bagus mi.. perumpamaanya, semakin tercerahkan ..kalo ada bahan2 lagi keep posting ^:)^ ^:)^ ^:)^
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi
« Reply #2 on: 13 December 2007, 01:40:03 PM »
Oce....Bond....

Ingat Misi dan Visi Kita.... :)) :)) :))

 _/\_ :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline jamescoa

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 102
  • Reputasi: 8
  • Gender: Male
Re: Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi
« Reply #3 on: 16 December 2007, 09:19:39 PM »
perumpamaannya bagus. Keep posting ya
_/\_

James

Offline Asia

  • Teman
  • **
  • Posts: 74
  • Reputasi: 9
  • Gender: Male
Re: Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi
« Reply #4 on: 23 September 2010, 04:21:30 PM »
Jack Elias memberi sebuah ilustrasi yang menarik, yaitu tentang papan jungkat jungkit. Ketika seseorang merasakan penderitaan, maka ada kecenderungan untuk menganggap kesenangan sebagai pemecahan masalahnya. Kutub yang lainnya itu hanyalah sisi lain yang sama, yaitu penderitaan. Aktivitas yang hanya berkutat pada polaritas adalah papan jungkat jungkit. Papan itu bergerak dari kutub yang satu ke kutub lainnya, dan seterusnya, semua itu akan memperkuat roda pemikiran egoik. Terapi kebahagiaan melalui praktik meditasi adalah terapi yang bertujuan menyelesaikan masalah secara tuntas. Akan lebih mudah seseorang mempraktikkan meditasi, jika dia telah mengerti bahwa satu sisi bukanlah pengobat dari sisi lainnya. Selama pemikiran egoik masih terlibat, maka bebas dari perangkap adalah tidak mungkin.
« Last Edit: 23 September 2010, 04:23:38 PM by Asia »

Offline Balhamoth

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 128
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
  • semoga semua makhluk hidup bahagia
Re: Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi
« Reply #5 on: 18 November 2010, 12:33:00 AM »
 _/\_ verry nice
Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun
Yang lain dengan denyut jantung, gairah, dan air mata
Tapi ukuran sejati di bawah mentari
Adalah apa yang telah engkau lakukan dalam hidup ini
Untuk orang lain - Ruth Smiller

Offline pengelana_abadi

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 653
  • Reputasi: 14
  • Gender: Male
  • walking on the path of Dhamma
Re: Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi
« Reply #6 on: 21 December 2014, 03:54:45 AM »
perumpaan yang sangat bagus sekali
^o^**May All living beings be always happy and kind**^o^

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi
« Reply #7 on: 21 December 2014, 11:22:23 PM »
perumpaan yang sangat bagus sekali
Bongkar2 kuburan lama ya bro.... ;D
Anumodana oma jadi bisa baca juga...
Memang perumpamaan nya bagus sekali, sayang sis Lily udh leave, andai beliau mau sekali2 mampir kesini utk posting sepatah dua patah alangkah sangat indahnya....
I'm an ordinary human only

Offline metra

  • dandakamma
  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 269
  • Reputasi: -11
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi
« Reply #8 on: 05 December 2017, 07:42:41 PM »
Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi

Ibarat Ayam Mengerami Telur di Tengah Pasar Yang Ramai
Karena telah mahir dalam mengerami telur, maka ayam dapat mengerami telur tersebut di tengah pasar yang ramai tanpa terganggu oleh keramaian tersebut.
Demikian pula dengan seorang meditator, pada mulanya memerlukan tempat yang cocok (tidak ramai) untuk latihan meditasi.  Apabila tingkat konsentrasi dan perhatian cukup kuat, dengan kata lain sudah cukup mahir dengan subjek meditasinya, maka meditator tersebut dapat melakukan bermeditasi tanpa tergantung oleh tempat.

Ibarat Menjinakkan AnakSapi Liar
Seperti penggembala sapi yang ingin menjinakkan anak sapi liar yang sejak lama disusui oleh induk sapi, ia akan membawa anak sapi itu dan mengikatkannya sendiri dengan sehelai tali kuat pada satu batang kayu yang ditancapkan ke dalam tanah dengan kuat; anak sapi itu akan berlari kian kemari, namun tak dapat lebih jauh dari batang kayu tersebut dan  sapi itu akan duduk atau berbaring di dekat batang kayu itu.
Demikian pula seseorang yang berniat menjinakkan batinnya yang kotor, yang sejak lama telah diberi makan objek-objek indera yang menyenangkan, akan mengambil tempat yang tepat, mengikatkan batinnya di sana dengan tali “perhatian” (sati) pada batang kayu “keluar dan masuknya nafas.” Dengan demikian, pikirannya, walaupun akan bergejolak kian kemari, namun karena tidak lagi mendapatkan objek-objek seperti yang biasa diperolehnya, tidak dapat memutuskan tali perhatian (sati) dan melarikan diri, ia duduk, berbaring, di dekat objek tersebut, dengan konsentrasi mendekati (upacara samadhi) dan konsentrasi penuh mencerap (apanna samadhi).

Ibarat Menyiram Bara Api
Bara api apabila disiram sedikit air, maka bara api itu tidak akan padam dan hanya akan memberikan reaksi yang tidak terlalu besar; namun apabila disiram sekaligus dengan air yang banyak maka akan menimbulkan reaksi yang sangat besar dengan suara yang keras dan asap yang banyak. Bara api apabila disiram dengan air sedikit demi sedikit secara konstan tidak akan menimbulkan rekasi yang terlalu bergejolak, dengan suara tidak terlalu besar dan uap yang tidak banyak, namun akhirnya bara api itu padam seluruhnya.
Demikian pula batin kita pada awalnya penuh dengan kekotoran batin. Ketika kita melatih meditasi, ibarat kekotoran batin (bara api) disiram dengan batin yang bersih (air). Apabila proses penghancuran kekotoran batin itu dilakukan dengan mendadak dengan dipaksakan, maka dapat menimbulkan reaksi yang mengkondisikan efek samping sangat berbahaya. Oleh karena itu proses pengikisan/penghancuran kekotoran batin seyogyanya dilakukan  secara bertahap dan terus-menerus sampai akhirnya seluruh kekotoran batin itu padam.

Ibarat Kodok Duduk Bersila
Ibarat katak duduk bersila bukan berarti katak tersebut suci dengan posisi duduknya.
Demikian pula, posisi duduk tidak menjamin seseorang akan menjadi suci.

Ibarat  Menggergaji Kayu
Seseorang yang sedang menggergaji batang kayu di atas tanah, perhatiannya ditujukan pada gigi gergaji pada titik kontaknya dengan batang kayu, tanpa memperhatikan gigi gergaji yang mendekat atau menjauh, dan ia dengan penuh semangat, melakukan tugasnya dan mencapai hasil yang baik.
Seperti batang kayu di atas tanah, mengibaratkan ikatan (dari perhatian). Seperti gigi gergaji demikian pula keluar masuknya nafas. Seperti perhatian orang yang ditujukan pada gigi gergaji pada titik kontaknya dengan batang kayu tanpa memberi perhatian pada gigi gergaji yang datang mendekat atau menjauh, demikian pula seorang meditator setelah menetapkan perhatiannya pada ujung hidung atau bibir batian atas, tanpa memberi perhatian pada keluar dan masuknya nafas yang datang dan pergi, dengan penuh semangat, menunaikan tugasnya dan mencapai hasil yang baik.


Dhamma Study Group Bogor

 _/\_  :lotus:

Offline metra

  • dandakamma
  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 269
  • Reputasi: -11
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi
« Reply #9 on: 05 December 2017, 07:46:24 PM »
Dharma study group bogor pimpinan rojali, pandita dari sti. Menurut saya lily w ini membawakan tulusan palsu krn salah.mungkin salah mengetik. Sayang ybs sudah tidak ada di dunia forum dhammacitta.bila ada yg kenal, boleh diundang sambil diskusi nengenai danda kamma dari rojali karena merubah cara melatih meditasi yg benar jadi salah.

Gara gara tulusan rojali dan supportnya si lily, banyak orang yg meditasinya sudah benar jadi salah.yg meditasi salah jadi salah 2x.

Sebentar.saya susun kata katanya.
« Last Edit: 05 December 2017, 07:50:13 PM by metra »

Offline metra

  • dandakamma
  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 269
  • Reputasi: -11
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi
« Reply #10 on: 05 December 2017, 08:27:28 PM »
Quote
Ibarat Ayam Mengerami Telur di Tengah Pasar Yang Ramai
Karena telah mahir dalam mengerami telur, maka ayam dapat mengerami telur tersebut di tengah pasar yang ramai tanpa terganggu oleh keramaian tersebut.
Demikian pula dengan seorang meditator, pada mulanya memerlukan tempat yang cocok (tidak ramai) untuk latihan meditasi.  Apabila tingkat konsentrasi dan perhatian cukup kuat, dengan kata lain sudah cukup mahir dengan subjek meditasinya, maka meditator tersebut dapat melakukan bermeditasi tanpa tergantung oleh tempat.

Itu pandangan salah.ini lah menyebabkan keruntuhan samadhi.istilahnya gali lobang tutup lobang. Bila perhatian dan konsentrasi sdh mahir dia akan melihat hal hal yg menguntungkan di tempat yg sunyi, hal hal yg tidak menguntungkan di tempat yg ramai.
Ybs bisa memilih dan memutuskan.

slamet rojali dan lily w sudah merubah cara meditasi yg benar sebagaimana di ajarkan Buddha dgn tulisan mereka yg salah.inilah menyebabkan danda kamma pada mereka berdua.
Gara gara tulisan ini, orang yg samadhinya sudah benar jadi salah.yg salah malah bertambah keyakinannya jadi salah 2x.
Tutup saja dharma study group itu.nulis tidak karuan.

Offline metra

  • dandakamma
  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 269
  • Reputasi: -11
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi
« Reply #11 on: 05 December 2017, 08:30:18 PM »
Quote

Ibarat Menjinakkan AnakSapi Liar
Seperti penggembala sapi yang ingin menjinakkan anak sapi liar yang sejak lama disusui oleh induk sapi, ia akan membawa anak sapi itu dan mengikatkannya sendiri dengan sehelai tali kuat pada satu batang kayu yang ditancapkan ke dalam tanah dengan kuat; anak sapi itu akan berlari kian kemari, namun tak dapat lebih jauh dari batang kayu tersebut dan  sapi itu akan duduk atau berbaring di dekat batang kayu itu.
Demikian pula seseorang yang berniat menjinakkan batinnya yang kotor, yang sejak lama telah diberi makan objek-objek indera yang menyenangkan, akan mengambil tempat yang tepat, mengikatkan batinnya di sana dengan tali “perhatian” (sati) pada batang kayu “keluar dan masuknya nafas.” Dengan demikian, pikirannya, walaupun akan bergejolak kian kemari, namun karena tidak lagi mendapatkan objek-objek seperti yang biasa diperolehnya, tidak dapat memutuskan tali perhatian (sati) dan melarikan diri, ia duduk, berbaring, di dekat objek tersebut, dengan konsentrasi mendekati (upacara samadhi) dan konsentrasi penuh mencerap (apanna samadhi).


Sebentar disusun kata katanya.bila ada yg mau discuss silakan.

Offline metra

  • dandakamma
  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 269
  • Reputasi: -11
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi
« Reply #12 on: 05 December 2017, 11:11:29 PM »

saya tunda dulu pembahasannya.kehabisan grp.

Offline metra

  • dandakamma
  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 269
  • Reputasi: -11
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi
« Reply #13 on: 06 December 2017, 05:30:24 AM »
Quote

Ibarat Kodok Duduk Bersila
Ibarat katak duduk bersila bukan berarti katak tersebut suci dengan posisi duduknya.
Demikian pula, posisi duduk tidak menjamin seseorang akan menjadi suci.


Terlalu, menyamakan posisi duduk teratai , setengah teratai dengan hewan.lily mesri malu. Kalau tidak kuat mengambil posisi duduk teratai, ambilah yg setengah teratai.jangan karena tidak mampu, orang yang mampu disamakan dgn hewan.
Lihat gambar Buddha di uruwela, mesti full lotus.lihat beliau ketika malam menjelang pencerahan, full lotus.lihat ketika menyiksa diri, kurus keringtetap full lotus.

Orang yg bernama lily di dharma study group tidak boleh menyamakan posisi duduk yg sulit yg mereka tidak mampu dgn tulisan diatas.jika mampu dan kuat itu bukan menyiksa diri.

Apa hubungannya dgn kesucian. Syarat dr kesucian salah satunya semangat viriya.dengar sendiri apa yg siddharta ucapkan ketika menerima dana rumput sebagai alas duduk.dia tidak bangkit dr duduknya sebelum mencapai tujuan. habisan habisan atau mati di bawah pohon.itu tetap full lotus,

Lily dan rojali menulis yg tidak benar,memberikan pandangan salah shg orang yg melatihsamadhi jadi kendur, tidak mau berusaha, meremehkan mereka yg tekun dan berusaha keras.sudah seperti itu , dikatai hewan lagi.inilah danda kamma yg mereka kumpulkan melalui tulisan di forum.semakin banyak orangyg memiliki pandangan salah krn tulisan kodok ini, semakin besar danda kamma yg mereka miliki.






« Last Edit: 06 December 2017, 05:32:48 AM by metra »

Offline metra

  • dandakamma
  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 269
  • Reputasi: -11
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Perumpamaan-Perumpamaan Dalam Meditasi
« Reply #14 on: 06 December 2017, 07:36:00 AM »
Quote

Ibarat Menjinakkan AnakSapi Liar
Seperti penggembala sapi yang ingin menjinakkan anak sapi liar yang sejak lama disusui oleh induk sapi, ia akan membawa anak sapi itu dan mengikatkannya sendiri dengan sehelai tali kuat pada satu batang kayu yang ditancapkan ke dalam tanah dengan kuat; anak sapi itu akan berlari kian kemari, namun tak dapat lebih jauh dari batang kayu tersebut dan  sapi itu akan duduk atau berbaring di dekat batang kayu itu.
Demikian pula seseorang yang berniat menjinakkan batinnya yang kotor, yang sejak lama telah diberi makan objek-objek indera yang menyenangkan, akan mengambil tempat yang tepat, mengikatkan batinnya di sana dengan tali “perhatian” (sati) pada batang kayu “keluar dan masuknya nafas.” Dengan demikian, pikirannya, walaupun akan bergejolak kian kemari, namun karena tidak lagi mendapatkan objek-objek seperti yang biasa diperolehnya, tidak dapat memutuskan tali perhatian (sati) dan melarikan diri, ia duduk, berbaring, di dekat objek tersebut, dengan konsentrasi mendekati (upacara samadhi) dan konsentrasi penuh mencerap (apanna samadhi).


Ini benar u pemula namun salah u tingkat lanjut.tidak dibahas detail dan lebih lanjut sampai ybs penulis lily w aktif dan beragument.saya percaya lily sekalipun keliru, boleh diskusi.

orang ygsdh mumpuni kmd menuruti tulisan ini , sama dengan orang yg membakar sampah, ternyata keliru.barangnya bukan sampah, masih berharga.
Inilah bahaya pandangan salah jika melatih samadhi melalui tulisan, forum ataupun buku.
Apa yg disampaikan sering kali berubah, tidak sama dengan yg sesungguhnya.sering disebabkan krn penulis lalai, tidak memperhatikan dan cermat dgn tulisannya.
Jika ada orang yg sdh bagus dan mumpuni kemampuan samadhinya, kemudian berlatih menuruti tulisan di atas, dia pasti akan mengalami kemunduran dan hancur samadhinya,


Karena itu bimbingan guru secara langsung itu no1.no 2 juga bimbingan guru.no3 tetap bimbingan guru.

jika benar ada orang yg membaca kmd rusak latihannya krn tulisan diatas, sudah pasti lily mengumpulkan danda kamma melalui thread ini di forum.



« Last Edit: 06 December 2017, 07:41:00 AM by metra »

 

anything