Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Topik Buddhisme => Diskusi Umum => Topic started by: williamhalim on 16 January 2013, 09:27:07 PM

Title: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: williamhalim on 16 January 2013, 09:27:07 PM
Dapat ini:


Membina Hubungan
Buddha menginstruksikan bhikkhu pengikutnya untuk tidak berhubungan dengan bhikkhu yang mengikuti Dhamma-Vinaya yang berbeda. Berhubungan di sini berarti makan bersama dari baki atau mangkuk makanan yang sama, tidur dalam atap yang sama, membaca pāṭimokkha bersama atau melakukan rutinitas formal dari Sangha (Sanghakamma) bersama-sama. Bhikkhu Theravāda dan Mahayana mengikuti Dhamma-Vinaya yang berbeda karena buku-buku mereka, terutama buku-buku Dhamma (yakni Sutta atau kotbah), adalah berbeda dan bahkan tidak jarang berkontradiksi. Pelatihan mereka, terutama Vinaya, pada umumnya juga cukup berbeda.


Dari sini:


http://dhammacitta.org/dcpedia/Peraturan_Kedisiplinan_Bhikkhu:_Panduan_Bagi_Umat_Awam_(Dhammavuddho)#Membina_Hubungan (http://dhammacitta.org/dcpedia/Peraturan_Kedisiplinan_Bhikkhu:_Panduan_Bagi_Umat_Awam_(Dhammavuddho)#Membina_Hubungan)

Sy baru tau ada aturan ini, apakah ini benar?

::
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: Indra on 16 January 2013, 10:41:35 PM
gak pernah baca yg begini dalam Vinaya, sptnya hanya penafsiran pribadi
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: morpheus on 16 January 2013, 11:20:49 PM
jangankan beda aliran, saya baca dharmayut dan mahanikay aja dibedakan perlakuannya dan dipisah2kan...
mungkin berasal dari ide yang sama.
cmiiw
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: adi lim on 17 January 2013, 04:59:43 AM
jangankan beda aliran, saya baca dharmayut dan mahanikay aja dibedakan perlakuannya dan dipisah2kan...
mungkin berasal dari ide yang sama.
cmiiw

sekarang sama rata kok, terlihat dengan adanya status gelar Somdhet diberikan kepada Bhikkhu Mahanikaya dan Dhammayut
jabatan Sangharaja bergiliran kok, sekarang ketuanya dari Dhammayuta, berhubung Sangharaja sekarang sudah tidak bisa aktif lagi dan jabatan sementara di serahkan kepada Somdhet Mahanikaya, dan isunya jika Sangharaja yang sekarang meninggal, jabatan Sangharaja nya akan diserahkan kepada yang Mahanikaya.
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: williamhalim on 17 January 2013, 08:08:43 AM
kalimat di artikel tsb yg bikin surprise:

Quote
Buddha menginstruksikan bhikkhu pengikutnya untuk tidak berhubungan dengan bhikkhu yang mengikuti Dhamma-Vinaya yang berbeda.

::
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: seniya on 17 January 2013, 08:29:56 AM
Kalo gak salah hanya hal2 yg berhubungan dengan tindakan Sangha yg formal (Sanghakamma) saja yg tdk bisa dilakukan bersama. Selebihnya tdk masalah....
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: adi lim on 17 January 2013, 09:30:10 AM
jika tidak salah, Vinaya sekarang memang ada peraturan kalau untuk larangan patimokha bersama dengan bukan se aliran yang sama Vinaya.
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: Indra on 17 January 2013, 12:01:29 PM
untuk pelaksanaan vinaya masih masuk akal karena vinaya yg berbeda, tapi masak sampe gak boleh "tidur dalam atap yang sama", bagaimana jika sama2 di undang misalnya, utk konferensi, peresmian vihara, acara waisak bersama di candi borobudur, dll?
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: dilbert on 17 January 2013, 05:32:31 PM
Mahanikaya dan Dhammayut melaksanakan vinaya yang berbeda ? ada berapa versi vinaya mahzab Theravada ?
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: seniya on 17 January 2013, 07:24:55 PM
Mahanikaya dan Dhammayut melaksanakan vinaya yang berbeda ? ada berapa versi vinaya mahzab Theravada ?

Among the Theravāda nations of Southeast Asia and Sri Lanka, nikāya is also used as the term for a monastic division or lineage; these groupings are also sometimes called "monastic fraternities" or "frateries". Nikāyas may emerge among monastic groupings as a result of royal or government patronage (such as the Dhammayuttika Nikāya of Thailand, due to the national origin of their ordination lineage (the Siyam Nikāya of Sri Lanka), because of differences in the interpretation of the monastic code, or due to other factors (such as the Amarapura Nikāya in Sri Lanka, which emerged as a reaction to caste restrictions within the Siyam Nikāya). These divisions do not rise to the level of forming separate sects within the Theravāda tradition, because they do not typically follow different doctrines or monastic codes, nor do these divisions extend to the laity.

In Myanmar, nikayas (monastic orders) have emerged in response to the relative conservativeness with which the Vinayas are interpreted, and the hierarchical structure within the nikaya. Since 1980, no new nikayas have been allowed, and there are a total of 9 legally-recognized monastic orders in Burma today, under the 1990 Law Concerning Sangha Organizations.[3] The largest of these is the Thudhamma Nikaya, which was founded in the 1800s during the Konbaung dynasty.

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Nik%C4%81ya#Monastic_divisions (http://en.wikipedia.org/wiki/Nik%C4%81ya#Monastic_divisions)
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: Indra on 17 January 2013, 07:59:58 PM
Among the Theravāda nations of Southeast Asia and Sri Lanka, nikāya is also used as the term for a monastic division or lineage; these groupings are also sometimes called "monastic fraternities" or "frateries". Nikāyas may emerge among monastic groupings as a result of royal or government patronage (such as the Dhammayuttika Nikāya of Thailand, due to the national origin of their ordination lineage (the Siyam Nikāya of Sri Lanka), because of differences in the interpretation of the monastic code, or due to other factors (such as the Amarapura Nikāya in Sri Lanka, which emerged as a reaction to caste restrictions within the Siyam Nikāya). These divisions do not rise to the level of forming separate sects within the Theravāda tradition, because they do not typically follow different doctrines or monastic codes, nor do these divisions extend to the laity.

In Myanmar, nikayas (monastic orders) have emerged in response to the relative conservativeness with which the Vinayas are interpreted, and the hierarchical structure within the nikaya. Since 1980, no new nikayas have been allowed, and there are a total of 9 legally-recognized monastic orders in Burma today, under the 1990 Law Concerning Sangha Organizations.[3] The largest of these is the Thudhamma Nikaya, which was founded in the 1800s during the Konbaung dynasty.

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Nik%C4%81ya#Monastic_divisions (http://en.wikipedia.org/wiki/Nik%C4%81ya#Monastic_divisions)
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: Mas Tidar on 17 January 2013, 09:48:23 PM
pada suatu acara long retreat, banyak para yogi berdatangan dan berlatih dibawah bimbingan bhikkhu senior. Para yogi tsb terdiri dari kalangan umat awam dan 2 tradisi besar buddhisme: Theravada & Mahayana.
Sebagai panitia penyelenggara & pengelola, panitia menyediakan kebutuhan pokok para yogi terutama pangan (dana makanan) & papan (tempat tinggal) selama berlangsungnya acara long retreat tsb.

Acara tersebut berjalan normal dan lancar tanpa halangan suatu apapun dan pembacaan ulang patimoka diadakan setiap bulan gelap & terang. Tetapi ada hal yang aneh pada acara ini, para bhikkhu theravada tetap mengulang 227 sila dan bhikkhu mahayana dilarang mengikuti pengulangan patimoka tsb karena kedapatan makan malam.

suatu cerita lagi seorang bhikkhu theravada melakukan perjalanan jauh dan pada saat malam tiba bhikkhu tsb selalu beristirahat pada vihara yang berdekatan dan keesokan harinya bhikkhu tsb melanjutkan perjalanannya kembali.
pada suatu kesempatan, dia kemalaman dijalan dan harus mencari vihara terdekat untuk beristirahat (& bhikkhu malam2 ndak boleh berkeliaran). kebetulan vihara tersebut berciri khas khas theravada. Setelah dipersilakan oleh tuan rumah masuk dan ditunjukan kamar istirahat, beristirahatlah bhikkhu tersebut.

tapi pada pagi hari, setelah bangun pagi, bhikkhu pengembara tersebut diberi hidangan oleh para bhikkhu tuan rumah dan akhirnya si bhikkhu tamu itu bertanya: siapa yang memasak hidangan ini.
dan dijawab oleh tuan rumah: saya (bhikkhu tuan rumah)
bhikkhu tamu: maaf bro, saya ndak bisa panggil kamu avuso ...

sedikit cerita dari pengalaman, sesuai dengan topik diatas


Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: Indra on 17 January 2013, 10:33:31 PM
pada suatu acara long retreat, banyak para yogi berdatangan dan berlatih dibawah bimbingan bhikkhu senior. Para yogi tsb terdiri dari kalangan umat awam dan 2 tradisi besar buddhisme: Theravada & Mahayana.
Sebagai panitia penyelenggara & pengelola, panitia menyediakan kebutuhan pokok para yogi terutama pangan (dana makanan) & papan (tempat tinggal) selama berlangsungnya acara long retreat tsb.

Acara tersebut berjalan normal dan lancar tanpa halangan suatu apapun dan pembacaan ulang patimoka diadakan setiap bulan gelap & terang. Tetapi ada hal yang aneh pada acara ini, para bhikkhu theravada tetap mengulang 227 sila dan bhikkhu mahayana dilarang mengikuti pengulangan patimoka tsb karena kedapatan makan malam.


sama sekali tidak aneh, pada acara pengulangan Patimokkha oleh Sangha Theravada, tentu saja Bhiksu Mahayana tidak bisa mengikuti, karena peraturan yg dijalankan memang berbeda.

Quote
suatu cerita lagi seorang bhikkhu theravada melakukan perjalanan jauh dan pada saat malam tiba bhikkhu tsb selalu beristirahat pada vihara yang berdekatan dan keesokan harinya bhikkhu tsb melanjutkan perjalanannya kembali.
pada suatu kesempatan, dia kemalaman dijalan dan harus mencari vihara terdekat untuk beristirahat (& bhikkhu malam2 ndak boleh berkeliaran). kebetulan vihara tersebut berciri khas khas theravada. Setelah dipersilakan oleh tuan rumah masuk dan ditunjukan kamar istirahat, beristirahatlah bhikkhu tersebut.

tapi pada pagi hari, setelah bangun pagi, bhikkhu pengembara tersebut diberi hidangan oleh para bhikkhu tuan rumah dan akhirnya si bhikkhu tamu itu bertanya: siapa yang memasak hidangan ini.
dan dijawab oleh tuan rumah: saya (bhikkhu tuan rumah)
bhikkhu tamu: maaf bro, saya ndak bisa panggil kamu avuso ...


ini juga tidak aneh, tidak disebutkan siapa yg lebih senior di antara kedua bhikkhu itu, tapi sapaan "Avuso (Teman)" memang sudah dilarang oleh Sang Buddha dalam Mahaparinibbana Sutta.

6.2. ‘Dan sementara para bhikkhu memiliki kebiasaan memanggil satu sama lain sebagai “Teman,” kebiasaan ini harus dihilangkan setelah Aku meninggal dunia. Bhikkhu senior boleh memanggil bhikkhu yang lebih junior dengan nama mereka, atau marga mereka, atau “Teman”, [85]- sedangkan bhikkhu yang lebih junior harus memanggil senior mereka dengan panggilan “Bhante”[86] atau “Yang Mulia”.’
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: morpheus on 18 January 2013, 09:52:21 AM
betul, panggilan avuso udah dibatalkan, namun yg saya lihat esensi dari cerita om tidar adalah adanya perbedaan perlakuan --dalam hal ini panggilan-- kepada bhikkhu berlainan lineage walaupun satu aliran. cmiiw.
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: Mas Tidar on 18 January 2013, 01:11:48 PM
yah, itu sebenarnya arti sesungguhnya
thx's om Morph sdh menguatkan statement-nya

betul, panggilan avuso udah dibatalkan, namun yg saya lihat esensi dari cerita om tidar adalah adanya perbedaan perlakuan --dalam hal ini panggilan-- kepada bhikkhu berlainan lineage walaupun satu aliran. cmiiw.




contoh cerita diatas sesuai dengan judul trit dari sisi kontekstual dan cerita dari sisi kenyataan juga perlu diungkapkan, sebagai penyeimbang.

sama sekali tidak aneh, pada acara pengulangan Patimokkha oleh Sangha Theravada, tentu saja Bhiksu Mahayana tidak bisa mengikuti, karena peraturan yg dijalankan memang berbeda.


terima kasih sudah mengingatkan kembali kutipan tsb dr DN _/\_
apakah larangan tsb juga berpotensi melanggar vinaya ?
karena pernah suatu kali mendengar secara langsung seorang bhikkhu senior memanggil yuniornya dengan avuso, di Indo.
Quote
ini juga tidak aneh, tidak disebutkan siapa yg lebih senior di antara kedua bhikkhu itu, tapi sapaan "Avuso (Teman)" memang sudah dilarang oleh Sang Buddha dalam Mahaparinibbana Sutta.

6.2. ‘Dan sementara para bhikkhu memiliki kebiasaan memanggil satu sama lain sebagai “Teman,” kebiasaan ini harus dihilangkan setelah Aku meninggal dunia. Bhikkhu senior boleh memanggil bhikkhu yang lebih junior dengan nama mereka, atau marga mereka, atau “Teman”, [85]- sedangkan bhikkhu yang lebih junior harus memanggil senior mereka dengan panggilan “Bhante”[86] atau “Yang Mulia”.’

Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: williamhalim on 19 January 2013, 07:36:46 AM
ok.. trims,
Sudah cukup jelas dan cukup mudah bagi2 Bhikkhu2 yg berlainan mahzab menjalankan perbedaan ini krn toh mereka memang berbeda sosialiasinya (viharanya beda, uatnya beda, kegiatannya beda...). Jalanin masing2 aktivitas saja sesuai dengan vinaya masing2..

Yg menjadi tanda-tanya sy berikutnya:
Bagaimana dengan Bhikkhu2 Buddhayana? Mereka terdiri dari mahzab2 berlainan: Theravada, Mahayana, Vajrayana, yg jelas memiliki vinaya masing2... tapi seringkali sy lihat mereka memimpin puja bersama, tidur dibawah atap bersama, melakukan perjalanan bersama?

::
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: ryu on 19 January 2013, 09:40:23 AM
ok.. trims,
Sudah cukup jelas dan cukup mudah bagi2 Bhikkhu2 yg berlainan mahzab menjalankan perbedaan ini krn toh mereka memang berbeda sosialiasinya (viharanya beda, uatnya beda, kegiatannya beda...). Jalanin masing2 aktivitas saja sesuai dengan vinaya masing2..

Yg menjadi tanda-tanya sy berikutnya:
Bagaimana dengan Bhikkhu2 Buddhayana? Mereka terdiri dari mahzab2 berlainan: Theravada, Mahayana, Vajrayana, yg jelas memiliki vinaya masing2... tapi seringkali sy lihat mereka memimpin puja bersama, tidur dibawah atap bersama, melakukan perjalanan bersama?

::
bagi budhayana yang berlaku khan hinaya, harus konfirmasi dulu sama orang budhayananya nih.
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: adi lim on 19 January 2013, 10:45:55 AM

Yg menjadi tanda-tanya sy berikutnya:
Bagaimana dengan Bhikkhu2 Buddhayana? Mereka terdiri dari mahzab2 berlainan: Theravada, Mahayana, Vajrayana, yg jelas memiliki vinaya masing2... tapi seringkali sy lihat mereka memimpin puja bersama, tidur dibawah atap bersama, melakukan perjalanan bersama?

::

Aliran Buddhayana ini memang ciri khas unik aliran Indonesia,
sesuai filosofi : bersatu kita teguh, bercerai kita rubuh :))
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: adi lim on 19 January 2013, 10:48:10 AM
bagi budhayana yang berlaku khan hinaya, harus konfirmasi dulu sama orang budhayananya nih.

pada 'ngeri' ama si kumis  :))
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: sanjiva on 19 January 2013, 05:18:45 PM
pada 'ngeri' ama si kumis  :))

Kumis yg mana lagi om Adi?  ::)
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: adi lim on 20 January 2013, 08:43:25 AM
Kumis yg mana lagi om Adi?  ::)

sssstttt......  :))
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: K.K. on 25 January 2013, 06:11:41 PM
Dapat ini:


Membina Hubungan
Buddha menginstruksikan bhikkhu pengikutnya untuk tidak berhubungan dengan bhikkhu yang mengikuti Dhamma-Vinaya yang berbeda. Berhubungan di sini berarti makan bersama dari baki atau mangkuk makanan yang sama, tidur dalam atap yang sama, membaca pāṭimokkha bersama atau melakukan rutinitas formal dari Sangha (Sanghakamma) bersama-sama. Bhikkhu Theravāda dan Mahayana mengikuti Dhamma-Vinaya yang berbeda karena buku-buku mereka, terutama buku-buku Dhamma (yakni Sutta atau kotbah), adalah berbeda dan bahkan tidak jarang berkontradiksi. Pelatihan mereka, terutama Vinaya, pada umumnya juga cukup berbeda.


Dari sini:


http://dhammacitta.org/dcpedia/Peraturan_Kedisiplinan_Bhikkhu:_Panduan_Bagi_Umat_Awam_(Dhammavuddho)#Membina_Hubungan (http://dhammacitta.org/dcpedia/Peraturan_Kedisiplinan_Bhikkhu:_Panduan_Bagi_Umat_Awam_(Dhammavuddho)#Membina_Hubungan)

Sy baru tau ada aturan ini, apakah ini benar?

::

Mau tambahkan saja, yang dihindari dalam melakukan bersama adalah Sanghakamma (kegiatan formal sangha seperti penahbisan), Pavarana, dan Uposatha. Kalau ini dilakukan bersama, maka orang bisa keliru menyamakan sangha bhikkhu dengan sangha petapa aliran lain, juga menghindari ketidak-cocokan dalam gaya hidup.

Misalnya kalau Sangha Siswa Sang Buddha yang telah meninggalkan urusan perumah-tangga hidup bersama petapa dengan vinaya lain yang larut dalam kegiatan duniawi menjadi icon pengumpulan dana umat awam, kemudian melaksanakan uposatha bersama, maka orang bisa keliru bahwa Sangha Siswa Sang Buddha telah melakukan tindakan di luar vinaya dan bertindak tidak pantas, padahal itu dua sangha berbeda.

"Ketidak-cocokan" misalnya Sangha Siswa Sang Buddha yang menghindari diri dari musik hidup seatap dengan petapa aliran lain yang suka bermusik dan berhura-hura, akan mengganggu latihan dari bhikkhu itu sendiri.

Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: sanjiva on 26 January 2013, 09:34:40 AM
Mau tambahkan saja, yang dihindari dalam melakukan bersama adalah Sanghakamma (kegiatan formal sangha seperti penahbisan), Pavarana, dan Uposatha. Kalau ini dilakukan bersama, maka orang bisa keliru menyamakan sangha bhikkhu dengan sangha petapa aliran lain, juga menghindari ketidak-cocokan dalam gaya hidup.

Misalnya kalau Sangha Siswa Sang Buddha yang telah meninggalkan urusan perumah-tangga hidup bersama petapa dengan vinaya lain yang larut dalam kegiatan duniawi menjadi icon pengumpulan dana umat awam, kemudian melaksanakan uposatha bersama, maka orang bisa keliru bahwa Sangha Siswa Sang Buddha telah melakukan tindakan di luar vinaya dan bertindak tidak pantas, padahal itu dua sangha berbeda.

"Ketidak-cocokan" misalnya Sangha Siswa Sang Buddha yang menghindari diri dari musik hidup seatap dengan petapa aliran lain yang suka bermusik dan berhura-hura, akan mengganggu latihan dari bhikkhu itu sendiri.

Contohnya kayak satria biku bergitar itu ya?   ::) ;D
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: K.K. on 26 January 2013, 10:11:51 AM
Contohnya kayak satria biku bergitar itu ya?   ::) ;D
Persis. Kasihan kalau Sangha Siswa Sang Buddha sekuti sama satria biku bergitar 'kan? Bhikkhu lagi mau berlatih meditasi, dia malah nyanyi balada cinta.
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: Shasika on 22 February 2013, 06:21:51 PM
ijinkan saya bertanya, tapi mohon maaf jika saya salah.
begini : jika memang dilarang oleh Sang Buddha mengapa beliau menginstruksikan 60 Bhikkhu pertama utk membabarkan Dhamma ke seluruh penjuru dunia menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh masing-masing umat (sehingga ada kemungkinan beda tradisi dari generasi ke generasi).

terima kasih.
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: adi lim on 22 February 2013, 06:48:33 PM
ijinkan saya bertanya, tapi mohon maaf jika saya salah.
begini : jika memang dilarang oleh Sang Buddha mengapa beliau menginstruksikan 60 Bhikkhu pertama utk membabarkan Dhamma ke seluruh penjuru dunia menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh masing-masing umat (sehingga ada kemungkinan beda tradisi dari generasi ke generasi).

terima kasih.


memang salah.

Sebenarnya yang diutuskan kepada 60 siswa yang sudah mencapai Arahat untuk membabarkan Dhamma demi kesejahteraan dan kebahagiaan manusia dan para dewa.
Jadi kemungkinan akan terjadi beda tradisi tidak pernah dibahas.
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: seniya on 22 February 2013, 10:22:34 PM
Baru ketemu nih: Ternyata anggota kelompok Sangha yang berbeda tradisi memang tidak boleh melakukan uposatha dan pavarana bersama, tetapi untuk kegiatan/tindakan ("transaksi") Sangha [Sanghakamma] lainnya masih diperbolehkan dilakukan bersama. Selebihnya keharmonisan kelompok-kelompok Sangha dari tradisi yang berbeda didasarkan pada penghormatan pada Dhamma (apakah kelompok yang berbeda tersebut mengajarkan Dhamma atau bukan Dhamma).

Quote
Once separate affiliations have formed, the Canon provides guidelines for how they should behave toward one another. Because not all separations need to be based on a disagreement over what is and is not Dhamma, Cv.VI.6.5 requires that a bhikkhu show homage to a senior bhikkhu of a separate affiliation who speaks what is Dhamma. In this case, respect for the Dhamma overrides sectarian issues. If, however, the separation is based on a disagreement over Dhamma, a bhikkhu is forbidden to show homage to a senior bhikkhu of a separate affiliation who speaks what is not Dhamma. In this case, respect for the Dhamma overrides concern for superficial harmony.

A bhikkhu is allowed to sit in on most Community transactions of a separate affiliation and his presence does not invalidate the transaction as long as he does not have to be counted to complete the quorum (Mv.IX.4.2; Mv.IX.4.7). There are, however, two transactions that bhikkhus of separate affiliations are strictly forbidden from joining — knowing that their affiliation is separate and without having resolved their differences: the uposatha (Mv.II.34.10) and the Invitation (Mv.IV.13). Communities of separate affiliation are allowed to perform separate Community transactions within the same territory (Mv.X.1.9-10), but because this step would turn their de facto schism into a formal one, most Communities are loathe to take it.

http://www.accesstoinsight.org/lib/authors/thanissaro/bmc2/bmc2.app5.html (http://www.accesstoinsight.org/lib/authors/thanissaro/bmc2/bmc2.app5.html)
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: adi lim on 23 February 2013, 01:04:09 PM
Baru ketemu nih: Ternyata anggota kelompok Sangha yang berbeda tradisi memang tidak boleh melakukan uposatha dan pavarana bersama, tetapi untuk kegiatan/tindakan ("transaksi") Sangha [Sanghakamma] lainnya masih diperbolehkan dilakukan bersama. Selebihnya keharmonisan kelompok-kelompok Sangha dari tradisi yang berbeda didasarkan pada penghormatan pada Dhamma (apakah kelompok yang berbeda tersebut mengajarkan Dhamma atau bukan Dhamma).


bold, mix
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: Vincent Theonardo on 28 February 2013, 05:34:55 PM
Memang pernah baca sih di Dhammapada Atthakatta dimana murid sang buddha bersahabat karib dengan seorang bhiksu dibawah ajaran salah dri devadatta, maka buddha menasehatinya, dengan alasan meskipun kamu tidak mengikuti ajaran dri devadatta, tapi kamu berbuat seolah" mencerminkan sbagai pengikutnya.. Tapi belum tentu beda vinaya adalah ajaran salah
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: K.K. on 28 February 2013, 06:48:29 PM
ijinkan saya bertanya, tapi mohon maaf jika saya salah.
begini : jika memang dilarang oleh Sang Buddha mengapa beliau menginstruksikan 60 Bhikkhu pertama utk membabarkan Dhamma ke seluruh penjuru dunia menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh masing-masing umat (sehingga ada kemungkinan beda tradisi dari generasi ke generasi).

terima kasih.
Vinaya yang sama mau diterjemahkan ke 100 bahasa tetap akan bermakna sama. Perbedaan tradisi tidak disebabkan oleh penerjemahan, tapi memang pandangan yang berbeda saja.
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: dilbert on 04 March 2013, 11:49:59 AM
Vinaya yang sama mau diterjemahkan ke 100 bahasa tetap akan bermakna sama. Perbedaan tradisi tidak disebabkan oleh penerjemahan, tapi memang pandangan yang berbeda saja.

Diterjemahkan secara harfiah akan berbeda dengan kalau di-edit... hehehehe...
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: Indra on 04 March 2013, 11:52:19 AM
Diterjemahkan secara harfiah akan berbeda dengan kalau di-edit... hehehehe...

perbedaan bisa terjadi jika diinterpretasikan menurut pemahaman si penerjemah
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: dilbert on 04 March 2013, 12:49:36 PM
perbedaan bisa terjadi jika diinterpretasikan menurut pemahaman si penerjemah

setuju... maka-nya kalau terjemahan secara harfiah... yah hanya terjemahan. Tetapi karena mungkin saja karena perbedaan perbendaharaan kosa kata antar bahasa, menyebabkan terjemahan bisa berbeda-beda...

Tetapi esensi-nya tetap saja terjemahan itu berbeda dengan edit-an (merubah).
Title: Re: Apakah Benar Bhikkhu Beda Dhamma-Vinaya Tidak Boleh Berhubungan?
Post by: Indra on 04 March 2013, 12:55:53 PM
setuju... maka-nya kalau terjemahan secara harfiah... yah hanya terjemahan. Tetapi karena mungkin saja karena perbedaan perbendaharaan kosa kata antar bahasa, menyebabkan terjemahan bisa berbeda-beda...

Tetapi esensi-nya tetap saja terjemahan itu berbeda dengan edit-an (merubah).

edit-an juga tidak akan merubah esensi, semua produk penerbitan pasti melewati proses edit (penyuntingan), ini adalah tahap penyesuaian dengan kaidah2 tata bahasa, tata kalimat, dll, tapi tanpa merubah esensi.