//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pertanyaan aja  (Read 9125 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Pertanyaan aja
« on: 05 August 2014, 06:14:02 PM »
Salam kenal buat senior2, mo nanya nih... katanya buddha ga menyembah berhala tapi kenapa di tempat2 ibadahnya ada patung2 segede gaban?

Lalu candi itu sbnernya tempat apaan?

Offline Sukma Kemenyan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.840
  • Reputasi: 109
Re: Pertanyaan aja
« Reply #1 on: 05 August 2014, 06:20:19 PM »
Gaban... ini?


Masih dalam ukuran manusia normal...
Rasa-rasanya patung-patung buddha jauh lebih besar lagi,

Contoh:
Tian Tan statue
Spoiler: ShowHide

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #2 on: 05 August 2014, 06:25:05 PM »

 :o itu segede naganya gaban...

kenapa mesti gede gede?


Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Pertanyaan aja
« Reply #3 on: 05 August 2014, 07:14:25 PM »
Quote
Tetapi saya mendengar bahwa orang-orang berkata bahwa Buddhis memuja berhala.

Pernyataan demikian hanya menunjukkan kesalahpahaman orang yang mengatakannya. Kamus mendefiniskan berhala sebagai 'sebuah gambaran atau patung yang disembah sebagai tuhan.' Seperti yang sudah kita ketahui, Buddhis tidak mempercayai Buddha sebagai tuhan, lalu bagaimana mungkin mereka dapat mempercayai sepotong kayu atau logam adalah tuhan? Semua agama menggunakan simbol untuk mewakili berbagai keyakinan mereka. Dalam Taoisme, diagram yin-yang digunakan sebagai simbol harmoni diantara yang saling berlawanan. Dalam Sikhisme, pedang digunakan sebagai lambang perjuangan spiritual. Dalam Kristiani, ikan digunakan sebagai lambang keberadaan Kristus dan salib untuk mewakili pengorbanannya. Dalam Buddhisme, patung Buddha mengingatkan kita dimensi manusia dalam ajaran Buddhis, fakta bahwa Buddhisme adalah ajaran tentang manusia bukan tentang tuhan, dimana kita harus melihat kedalam, bukan keluar untuk mencari kesempurnaan dan pengertian. Karena itu, mengatakan bahwa Buddhis menyembah berhala adalah sama seperti mengatakan Kristiani menyembah ikan atau bentuk geometris.

http://dhammacitta.org/dcpedia/Pertanyaan_Baik_Jawaban_Baik_(Dhammika)


Quote
Umat Buddha bukanlah memuja gambar namun menghormati Buddha sebagai guru besar yang religius, serta penghargaan terhadap guru besar religius yang luar biasa serta mencapai tingkat kesempurnaan penuh. Bagi umat Buddha, gambar hanyalah semata-mata sebagai tanda, simbol dan pernyataan yang menolong untuk mengenang sang Buddha (Ven.Dr.K.Sri.Dhammananda)

Umat Buddha bukan berdoa pada gambar atau patung Buddha, melainkan pada Buddha itu sendiri. Patung atau gambar hanyalah sebagai kenangan atau memori yang memudahkan umat Buddha untuk mengingat Buddha.

Sebagai contoh jika seseorang melihat foto kakeknya yang telah meninggal dunia, otak akan memunculkan berbagai macam memori terhadap perbuatan si kakek selama hidupnya. Dari melihat sebuah foto, seseorang dapat bercerita banyak hal dan mengingat banyak hal. Jadi bukan gambarnya yang puja, melainkan untuk mengenang ataupun melakukan penghormatan kepada Sang guru besar yang telah mencapai kesempurnaan.

http://justmyclippings.wordpress.com/2011/07/14/buddha-bukan-penyembah-berhala/
« Last Edit: 05 August 2014, 07:18:48 PM by dhammadinna »

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #4 on: 05 August 2014, 07:58:28 PM »
kenapa ukuran harus gede?
umat tradisi cung2cep sembayang depan patung dewa... kalo yg buddha nung2dhu (nungging-nungging sadhu) depan patung artinya apa ?

buat kenangan... kalo buddhis ga tau cerita atau sejarah buddha tapi berdoa depan patung ada gunanya nggak??

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Pertanyaan aja
« Reply #5 on: 05 August 2014, 08:34:52 PM »
kenapa ukuran harus gede?

di vihara memang pada umumnya berukuran besar, tapi bukan berarti harus besar.

Quote
umat tradisi cung2cep sembayang depan patung dewa... kalo yg buddha nung2dhu (nungging-nungging sadhu) depan patung artinya apa ?

Tergantung orangnya. Dia sujud, tujuannya apa?

Jika ia mengetahui sifat-sifat atau kualitas Buddha, bisa saja bersujud adalah salah satu cara yang digunakannya untuk menghormati sifat/kualitas ke-Buddha-an tersebut. Tapi IMHO, biasanya di vihara itu menjadi sekadar formalitas (orang lain begitu, saya pun begitu. Biasanya begitu, ya sudah saya rutin begitu).

Quote
buat kenangan... kalo buddhis ga tau cerita atau sejarah buddha tapi berdoa depan patung ada gunanya nggak??

Tidak berguna. "Berdoa meminta-minta" itu sendiri pun ga ada gunanya.
« Last Edit: 05 August 2014, 08:41:16 PM by dhammadinna »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Pertanyaan aja
« Reply #6 on: 06 August 2014, 06:58:36 AM »
tahu kan kerajaan romawi dan yunani (kalau sudah belajar sejarah dunia di sekolah), patung Buddha dan yesus dari sebelah ketularan budaya mereka hingga ada patung tersebut, sebelumnya Buddhist tidak memakai simbol dan patung utk menghormati Buddha Gautama, juga simbol yg di pakai biasa swastika dan tapak kaki Buddha, karena di tipitaka (tripitaka ) ada tertulis tentang ciri2 dan rincian dari tanda yg di miliki Sang Buddha Gautama maka ada yg terpengaruh dari Budaya Helenisme (budaya roma dan yunani, mungkin juga pengaruh The Great Alexandar seperti di ketahui Wilayah penjelajahan The Great Alxander mencapai India [tepian wilayah India]) hingga para seniman di daerah tertentu yang terpengaruh budaya helenisme ada yang membuat Patung Buddha dan kemudian menyebar, jadi patung Buddha ini budaya yg di impor (atau terpengaruh) dari budaya lain.


Silahkan di baca cerita atau gambaran  sejarah budaya dan culture Buddhisme serta munculnya patung Buddha di wikipedia
http://en.m.wikipedia.org/wiki/Buddhist_art
http://en.m.wikipedia.org/wiki/Buddhist_art

Quote
Anthropomorphic representations of the Buddha started to emerge from the 1st century AD in Northern India . The two main centers of creation have been identified as Gandhara in today’s North West Frontier Province , in Pakistan , and the region of Mathura, in central northern India.

The art of Gandhara benefited from centuries of interaction with Greek culture since the conquests of Alexander the Great in 332 BC and the subsequent establishment of the Greco-Bactrian and Indo-Greek Kingdoms, leading to the development of Greco-Buddhist art . Gandharan Buddhist sculpture displays Greek artistic influence, and it has been suggested that the concept of the "man-god" was essentially inspired by Greek mythological culture. Artistically, the Gandharan school of sculpture is said to have contributed wavy hair, drapery covering both shoulders, shoes and sandals, acanthus leaf decorations, etc.

« Last Edit: 06 August 2014, 07:16:20 AM by kullatiro »

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan aja
« Reply #7 on: 06 August 2014, 10:01:56 AM »
Salam kenal buat senior2, mo nanya nih... katanya buddha ga menyembah berhala tapi kenapa di tempat2 ibadahnya ada patung2 segede gaban?

Lalu candi itu sbnernya tempat apaan?
wah.. raja semut chimera menyerang dc :))

sebenarnya kalau dipikir secara logika pertanyaannya, ada bbrp hal lagi yang perlu ditanyakan dulu kepada TS nya..

1. apakah menghormati sesuatu benda mati = menyembah berhala ? jika iya, berarti kita berhala pada bendera donk ?
umat muslim berhala pada ka'abah karena menyembah ka'abah, umat nasrani berhala pada salib karena menyembah salib ?
2. masih meyangkut soal objek, apakah semakin besar benda tersebut berarti berhalanya makin besar ? katakanlah bendera diletak di mobil atau gantungan salib ada di mobil menandakan berhalanya lebih kecil dibanding bendera di tiang / salib yang ada di gereja ?

jika TS sudah bisa menjawab pertanyaan di atas.. berarti sebenarnya TS sudah menyadari bahwa pertanyaannya sudah bisa dijawab sendiri ;D
« Last Edit: 06 August 2014, 10:10:45 AM by Forte »
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Pertanyaan aja
« Reply #8 on: 06 August 2014, 10:22:23 AM »
wah.. raja semut chimera menyerang dc :))

sebenarnya kalau dipikir secara logika pertanyaannya, ada bbrp hal lagi yang perlu ditanyakan dulu kepada TS nya..

1. apakah menghormati sesuatu benda mati = menyembah berhala ? jika iya, berarti kita berhala pada bendera donk ?
umat muslim berhala pada ka'abah karena menyembah ka'abah, umat nasrani berhala pada salib karena menyembah salib ?
2. masih meyangkut soal objek, apakah semakin besar benda tersebut berarti berhalanya makin besar ? katakanlah bendera diletak di mobil atau gantungan salib ada di mobil menandakan berhalanya lebih kecil dibanding bendera di tiang / salib yang ada di gereja ?

jika TS sudah bisa menjawab pertanyaan di atas.. berarti sebenarnya TS sudah menyadari bahwa pertanyaannya sudah bisa dijawab sendiri ;D
ati ati, kekuatannya imba =))

ikut sundul aja, apa kabar nih =))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan aja
« Reply #9 on: 06 August 2014, 11:03:16 AM »
ati ati, kekuatannya imba =))

ikut sundul aja, apa kabar nih =))
baik.. :)) lagi nunggu hunter x hunter terbaru, harusnya hari ini keluar :))


Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Pertanyaan aja
« Reply #10 on: 06 August 2014, 11:05:58 AM »
baik.. :)) lagi nunggu hunter x hunter terbaru, harusnya hari ini keluar :))



good lah, iye lagi nunggu yang udah translate indo =))

Back to topic :D
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #11 on: 07 August 2014, 09:28:01 AM »
di vihara memang pada umumnya berukuran besar, tapi bukan berarti harus besar.

Tergantung orangnya. Dia sujud, tujuannya apa?

Jika ia mengetahui sifat-sifat atau kualitas Buddha, bisa saja bersujud adalah salah satu cara yang digunakannya untuk menghormati sifat/kualitas ke-Buddha-an tersebut. Tapi IMHO, biasanya di vihara itu menjadi sekadar formalitas (orang lain begitu, saya pun begitu. Biasanya begitu, ya sudah saya rutin begitu).

Tidak berguna. "Berdoa meminta-minta" itu sendiri pun ga ada gunanya.
jadi beda2 buat tiap org
tp kalo sama bhikunya dijelasin ga?
kenapa berdoa minta2 ga ada gunanya?

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #12 on: 07 August 2014, 09:29:05 AM »
tahu kan kerajaan romawi dan yunani (kalau sudah belajar sejarah dunia di sekolah), patung Buddha dan yesus dari sebelah ketularan budaya mereka hingga ada patung tersebut, sebelumnya Buddhist tidak memakai simbol dan patung utk menghormati Buddha Gautama, juga simbol yg di pakai biasa swastika dan tapak kaki Buddha, karena di tipitaka (tripitaka ) ada tertulis tentang ciri2 dan rincian dari tanda yg di miliki Sang Buddha Gautama maka ada yg terpengaruh dari Budaya Helenisme (budaya roma dan yunani, mungkin juga pengaruh The Great Alexandar seperti di ketahui Wilayah penjelajahan The Great Alxander mencapai India [tepian wilayah India]) hingga para seniman di daerah tertentu yang terpengaruh budaya helenisme ada yang membuat Patung Buddha dan kemudian menyebar, jadi patung Buddha ini budaya yg di impor (atau terpengaruh) dari budaya lain.


Silahkan di baca cerita atau gambaran  sejarah budaya dan culture Buddhisme serta munculnya patung Buddha di wikipedia
http://en.m.wikipedia.org/wiki/Buddhist_art
http://en.m.wikipedia.org/wiki/Buddhist_art
ooo jadi budaya impor.. kalo candi gimana?

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #13 on: 07 August 2014, 09:39:32 AM »
wah.. raja semut chimera menyerang dc :))

sebenarnya kalau dipikir secara logika pertanyaannya, ada bbrp hal lagi yang perlu ditanyakan dulu kepada TS nya..

1. apakah menghormati sesuatu benda mati = menyembah berhala ? jika iya, berarti kita berhala pada bendera donk ?
umat muslim berhala pada ka'abah karena menyembah ka'abah, umat nasrani berhala pada salib karena menyembah salib ?
2. masih meyangkut soal objek, apakah semakin besar benda tersebut berarti berhalanya makin besar ? katakanlah bendera diletak di mobil atau gantungan salib ada di mobil menandakan berhalanya lebih kecil dibanding bendera di tiang / salib yang ada di gereja ?

jika TS sudah bisa menjawab pertanyaan di atas.. berarti sebenarnya TS sudah menyadari bahwa pertanyaannya sudah bisa dijawab sendiri ;D
ga makin gede sptnya tp cuman heran tujuannya buat apa

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan aja
« Reply #14 on: 07 August 2014, 10:08:39 AM »
ga makin gede sptnya tp cuman heran tujuannya buat apa
tujuannya tergantung sih.. apa motifnya.. kalau saya pribadi apa pun ukurannya ya sama saja.. hanya membantu visualisasi saja dan menghormati sifat2 kualitas Buddha itu sendiri..

jadi kalau ditanya :
1. apa harus gede ? tidak harus.
2. kenapa harus dibantu visualisasinya ? ini hanya pendapat saya pribadi, terkadang lebih gampang bagi saya dengan metoda visualisasi agar pikiran tidak melayang2.. dan fokus pada objek
3. lalu kalau gak harus gede kenapa dibikin segede "gaban" ? ini banyak jawabannya tergantung individu, tapi saya melihat tidak ada salahnya.. dan bagus juga buat simbol kota atau objek wisata seperti :

- Patung Big Buddha di Phuket
- Patung Cristo Redentor (Kristus Penebus) di Rio de Jainero
- Patung Daibutsu di Jepang

Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Pertanyaan aja
« Reply #15 on: 07 August 2014, 10:22:07 AM »
kalo teori saya ada dua kemungkinan:

1. pengen exist dan berbangga diri
disadari atau nggak, yang namanya agama itu kan sebuah identitas yang memisahkan kelompok penganut agama tertentu dengan penganut agama yang lain. karena adanya pemisahan, agama menjadi perpanjangan "aku". ada agamaku dan agamamu. jadi antara yang satu dengan yang lain perlu ada kebanggaan, perlu ingatan bahwa agamaku exist, agamaku gak kalah dengan agamamu, agamaku hebat, patung agamaku lebih gede, lebih bagus, lebih megah, dst.

2. iman
dari jaman purba, manusia hatinya tergetar kepada sesuatu kekuatan yang dianggap lebih besar dari dirinya. hatinya tergetar kepada kekuatan alam, binatang, bencana alam, dsb. ada rasa takut kepada kekuatan2 ini. sama seperti patung2 yang gede itu, melihat kemegahan dan ke-gaban-an patung tadi, hati manusia jadi merasa bergetar dan merasa kecil dibandingkan yg gede2 itu sehingga imannya menjadi semakin kuat dan takluk.
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.130
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Re: Pertanyaan aja
« Reply #16 on: 07 August 2014, 12:09:25 PM »
Salam kenal buat senior2, mo nanya nih... katanya buddha ga menyembah berhala tapi kenapa di tempat2 ibadahnya ada patung2 segede gaban?

Lalu candi itu sbnernya tempat apaan?

klo sacheng pikir semangkin besar semangkin baik..
itu sebagai tempat wisata dan pemasukan (duit) pemerintah daerah...

klo bisa buatlah besar dan sebagai hotel.... jadi didalamnya ada resto,
ada hotel, ada convention center, kolam renang, dst dst....

klo ada hotel, ada toilet, ada kloset dan sekalian bisa dikencingin atao di "BOOM"....

enak kan...!
merryXmas n happyNewYYYY 2018

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.448
  • Reputasi: 169
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Pertanyaan aja
« Reply #17 on: 07 August 2014, 02:33:21 PM »
Konon katanya Sang Buddha itu berbadan sangat tinggi seperti raksasa. Mungkin itu sebabnya patungnya raksasa jg.... ;D
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Pertanyaan aja
« Reply #18 on: 07 August 2014, 03:48:59 PM »
jadi beda2 buat tiap org
tp kalo sama bhikunya dijelasin ga?

patung dan bersujud adalah hal lumrah, jarang yang tanya, maka jarang pula dijelasin.


kenapa berdoa minta2 ga ada gunanya?

quote sayadaw u tejaniya: "things happen, not because you want them to happen, but because conditions are right."

cukup jelas?

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Pertanyaan aja
« Reply #19 on: 07 August 2014, 10:00:19 PM »
Salam kenal buat senior2, mo nanya nih... katanya buddha ga menyembah berhala tapi kenapa di tempat2 ibadahnya ada patung2 segede gaban?

Lalu candi itu sbnernya tempat apaan?

Gini tentang patung buddha di tempat ibadah gede gede, seperti di ketahui bila umat buddhis melaukan puja bakti, tuh kan duduk di lantai bila patung nya tidak besar orang yang duduk di lantai paling belakang tidak bakal melihat ujud patung nya bila ukuran tidak memadai, mungkin cuma melihat rambut patung saja. seperti di ketahui umumnya anggota sangha mempunyai aturan untuk tidak duduk di tempat yang tinggi (bisa baca dasa sila [10 sila]), berbeda dgn tetangga kita yang melakukann ibadah dengan duduk di bangku dan para pendeta nya biasa melakukan perjamuan suci di altar  yang cukup tinggi hingga bisa di lihat oleh yang lain juga salib bisa di letakan di tempat tinggi dan ada juga gereja yang mempunyai salib yang cukup besar.

candi dan stupa, jaman dulu nya merupakan tempat ibadah, dalam hal ini ada yang berupa cetiya, vihara, arama. kompleks candi ada yang di susun ssperti gambaran mandala buddhis (semesta alam yang di coba gambarkan menurut cara pandang alam semesta pada waktu itu), stupa sebenarnya adalah tempat relix dari manusia pada jaman nya. ada cerita tentang muncul nya kembali sebuah stupa buddha yang tersisa pada masa lampau dan muncul pada jaman Buddha gautama.


Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Pertanyaan aja
« Reply #20 on: 07 August 2014, 10:42:38 PM »
Bila patung nya cukup besar maka umat yg duduk di belakang dapat melihat patung buddha tersebut meski anggota sangha yang berdhamma desana mungkin tidak terlihat oleh deretan umat yang menempati urutan belakang, hingga muncul, efect seolah olah dhamma desana tersebut di lakukan oleh patung buddha yang mewakili gambaran Buddha Gautama /deity hingga seolah olah melihat sang Buddha Gautama melewati waktu yang lampau ke masa saat ini dan berdhamma desana berlangsung ke umat (terutama umat yang berada pada deretan bagian belakang.
« Last Edit: 07 August 2014, 10:44:50 PM by kullatiro »

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #21 on: 08 August 2014, 07:54:36 PM »
Mau buat patung segede apapun, seukuran gunung sekalipun, semua itu tidak ada gunanya jika kita tidak menjalankan ajarannya dengan benar.

Mau dikencingi ato poop sekalipun kagak masalah (#SETUJU ama bro cumpol#)
I'm an ordinary human only

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #22 on: 11 August 2014, 10:13:06 AM »
tujuannya tergantung sih.. apa motifnya.. kalau saya pribadi apa pun ukurannya ya sama saja.. hanya membantu visualisasi saja dan menghormati sifat2 kualitas Buddha itu sendiri..

jadi kalau ditanya :
1. apa harus gede ? tidak harus.
2. kenapa harus dibantu visualisasinya ? ini hanya pendapat saya pribadi, terkadang lebih gampang bagi saya dengan metoda visualisasi agar pikiran tidak melayang2.. dan fokus pada objek
3. lalu kalau gak harus gede kenapa dibikin segede "gaban" ? ini banyak jawabannya tergantung individu, tapi saya melihat tidak ada salahnya.. dan bagus juga buat simbol kota atau objek wisata seperti :

- Patung Big Buddha di Phuket
- Patung Cristo Redentor (Kristus Penebus) di Rio de Jainero
- Patung Daibutsu di Jepang
visualisasi berarti bkn sperti yg "diisi" gt yah?


Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #23 on: 11 August 2014, 10:14:42 AM »
kalo teori saya ada dua kemungkinan:

1. pengen exist dan berbangga diri
disadari atau nggak, yang namanya agama itu kan sebuah identitas yang memisahkan kelompok penganut agama tertentu dengan penganut agama yang lain. karena adanya pemisahan, agama menjadi perpanjangan "aku". ada agamaku dan agamamu. jadi antara yang satu dengan yang lain perlu ada kebanggaan, perlu ingatan bahwa agamaku exist, agamaku gak kalah dengan agamamu, agamaku hebat, patung agamaku lebih gede, lebih bagus, lebih megah, dst.

2. iman
dari jaman purba, manusia hatinya tergetar kepada sesuatu kekuatan yang dianggap lebih besar dari dirinya. hatinya tergetar kepada kekuatan alam, binatang, bencana alam, dsb. ada rasa takut kepada kekuatan2 ini. sama seperti patung2 yang gede itu, melihat kemegahan dan ke-gaban-an patung tadi, hati manusia jadi merasa bergetar dan merasa kecil dibandingkan yg gede2 itu sehingga imannya menjadi semakin kuat dan takluk.
ha ha ha tp kalo dr agama buddha ada ngomong ttg ginian ga?

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #24 on: 11 August 2014, 10:16:23 AM »
klo sacheng pikir semangkin besar semangkin baik..
itu sebagai tempat wisata dan pemasukan (duit) pemerintah daerah...

klo bisa buatlah besar dan sebagai hotel.... jadi didalamnya ada resto,
ada hotel, ada convention center, kolam renang, dst dst....

klo ada hotel, ada toilet, ada kloset dan sekalian bisa dikencingin atao di "BOOM"....

enak kan...!
tp buddha bar disegel tu..
gede2 ntar kalo longsor kepalanya nyundul tetangga gmana dong....??   

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #25 on: 11 August 2014, 10:18:17 AM »
Konon katanya Sang Buddha itu berbadan sangat tinggi seperti raksasa. Mungkin itu sebabnya patungnya raksasa jg.... ;D
yg bner?? badannya sgitu makannya brp karung sehari??

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #26 on: 11 August 2014, 10:22:11 AM »
patung dan bersujud adalah hal lumrah, jarang yang tanya, maka jarang pula dijelasin.

quote sayadaw u tejaniya: "things happen, not because you want them to happen, but because conditions are right."

cukup jelas?
Jd sabbe satta apa gitu sama baca parita jg hal lumrah, jarang yg tanya, jarang dijelasin pdhl ga ada gunany?

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #27 on: 11 August 2014, 10:29:07 AM »


Gini tentang patung buddha di tempat ibadah gede gede, seperti di ketahui bila umat buddhis melaukan puja bakti, tuh kan duduk di lantai bila patung nya tidak besar orang yang duduk di lantai paling belakang tidak bakal melihat ujud patung nya bila ukuran tidak memadai, mungkin cuma melihat rambut patung saja. seperti di ketahui umumnya anggota sangha mempunyai aturan untuk tidak duduk di tempat yang tinggi (bisa baca dasa sila [10 sila]), berbeda dgn tetangga kita yang melakukann ibadah dengan duduk di bangku dan para pendeta nya biasa melakukan perjamuan suci di altar  yang cukup tinggi hingga bisa di lihat oleh yang lain juga salib bisa di letakan di tempat tinggi dan ada juga gereja yang mempunyai salib yang cukup besar.

candi dan stupa, jaman dulu nya merupakan tempat ibadah, dalam hal ini ada yang berupa cetiya, vihara, arama. kompleks candi ada yang di susun ssperti gambaran mandala buddhis (semesta alam yang di coba gambarkan menurut cara pandang alam semesta pada waktu itu), stupa sebenarnya adalah tempat relix dari manusia pada jaman nya. ada cerita tentang muncul nya kembali sebuah stupa buddha yang tersisa pada masa lampau dan muncul pada jaman Buddha gautama.
Bknnya anggota sangha duduknya lbh tinggi ya?

kalo jaman dulu ibadah di candi knapa skrg pindah ke vihara?

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #28 on: 11 August 2014, 10:31:39 AM »
Mau buat patung segede apapun, seukuran gunung sekalipun, semua itu tidak ada gunanya jika kita tidak menjalankan ajarannya dengan benar.

Mau dikencingi ato poop sekalipun kagak masalah (#SETUJU ama bro cumpol#)
Kalo kita udah menjalankan ajarannya dgn bnr, patungnya br berguna?

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Pertanyaan aja
« Reply #29 on: 11 August 2014, 01:22:35 PM »
Jd sabbe satta apa gitu sama baca parita jg hal lumrah, jarang yg tanya, jarang dijelasin pdhl ga ada gunany?

Asumsi saya, berdoa = meminta-minta (minta rejeki, umur panjang, dll). Ini yang menurut saya tidak berguna.

Kalo baca paritta, beda kasus.

_________________________

Tentang patung = jarang tanya, jarang dijelasin. Tapi saya tidak bilang kalo tidak berguna.
« Last Edit: 11 August 2014, 01:25:36 PM by dhammadinna »

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #30 on: 13 August 2014, 09:53:34 AM »
mo nanya lg nih

"Pattidana,Bermanfaat atau Sekedar Tradisi Ritualistik?"

DhammaTalk by : Ayya Santini
Date : Minggu  tgl 17 augus'14 
Time : 9.15 WIB-selesai
Place: Cetiya Sanghamitta
Jl.Taman Kebon Jeruk, Ruko Intercon blok AA1/6 Jakarta.

Daftarkan nama2 Leluhur Anda dan ikut Acara Patidana
Pendaftaran ke no:
- Wira (08979325584)
- Anna (0815 8716860)

Yg ingin berdana dpt transfer ke rek Bhikkhuni Susilavati, Bca, Ac. 084-513-9488
Sukhi Hotu,semoga berbahagia.

pattidana begitu kalo mnrt tripitaka penjelasanny gmana??

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan aja
« Reply #31 on: 13 August 2014, 12:46:08 PM »
mo nanya lg nih

pattidana begitu kalo mnrt tripitaka penjelasanny gmana??

kalau mau bahas mengenai pattidana.. coba ikuti pembahasannya di sini :

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,19154.0.html
« Last Edit: 13 August 2014, 12:48:33 PM by Forte »
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.448
  • Reputasi: 169
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Pertanyaan aja
« Reply #32 on: 13 August 2014, 08:09:22 PM »
mo nanya lg nih

pattidana begitu kalo mnrt tripitaka penjelasanny gmana??


Pattidāna

Pattidāna yang berarti transfer atau membagi jasa baik adalah sebuah upacara sekte Theravāda yang dilakukan untuk mengirim atau membagi jasa baik seseorang yang telah sebelumnya diperbuat kepada sanak saudara yang telah meninggal yang terlahir dialam hantu kelaparan (peta). Kegiatan ini dikenal juga dengan pelimpahan jasa. Dalam Buddhisme Mahāyāna juga melakukan kegiatan ini dengan nama Ulambana.

Dalam teorinya kegiatan ini hanya dapat dilakukan kepada sanak-saudara atau keluarga yang sudah meninggal dan terlahir sebagai hantu kelaparan akan tetapi banyak yang melakukannya kepada mereka yang masih hidup juga, terutama yang sedang sakit kritis. Biasanya sebelum melakukan pelimpahan jasa ini mereka melakukan Fangshen atau pelepasan mahluk hidup lalu melimpahkan jasa baiknya kepada orang yang sedang sakit kritis dengan harapan akan dapat berbuah dengan kesembuhan.

Kegiatan Pattidāna menggunakan rujukan teks-teks belakangan dari sekte Theravāda, baik dalam Petavatthu 1.5 juga Khuddakapāṭha 7 dengan judul yang sama, Tirokudda Sutta. Selain itu juga pelimpahan jasa ini dapat ditemukan dalam komentarnya yang menceritakan latar belakang sutta tersebut.

Ada juga kelompok dalam sekte Thervāda yang menentang proses transfer jasa baik ini, terutama dari kelompok yang mempelajari Abhidhamma. Mereka menjelaskan proses Pattidāna adalah proses bermudita citta atau turut bersenang atas jasa perbuatan baik. Tetapi logika ini mendapat kritik juga bahwa jika memang turut bersenang maka dapat dilakukan kepada siapa saja tidak terbatas, bukan hanya kepada sanak saudara saja, tetapi yang mengetahui, dan tidak perlu dibuat dengan label kegiatan Pattidāna itu karena memang sudah bertentangan dengan makna katanya.

Dalam Buddhisme Awal, tidak pernah disinggung tentang upacara ataupun kegiatan pelimpahan jasa ini. Pelimpahan jasa ini juga bertentangan dengan konsep bagaimana seseorang akan mendapatkan hasil dari Kamma atau perbuatannya. Dalam AN 5.57: Abhiṇhapaccavekkhitabbaṭhāna Sutta dikatakan bahwa,

Aku memiliki kammaku sendiri, mewarisi kammaku sendiri, terlahir karena kammaku sendiri, berhubungan dengan kammaku sendiri, terlindung oleh kammaku sendiri. Apapun kamma yang ku lakukan, baik ataupun buruk, aku akan mewarisinya.

Dalam AN 10.177: Jāṇussoṇī Sutta dijelaskan bahwa kita dapat memberikan persembahan makanan kepada mereka yang terlahir dialam hantu kelaparan, bukan dialam lainnya.

“Seorang lainnya lagi membunuh … dan menganut pandangan salah. Dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, ia terlahir kembali di alam hantu menderita. Ia memelihara dirinya dan bertahan di sana dengan makanan hantu menderita, atau jika tidak, maka ia memelihara dirinya di sana dengan apa yang teman-temannya, sahabat-sahabatnya, sanak-saudaranya, atau anggota keluarganya di dunia ini persembahkan kepadanya. Ini adalah kesempatan yang tepat, ketika pemberian itu bermanfaat bagi seseorang yang hidup di sana.

Dalam AN 7.53: Nandamātā Sutta, ada kejadian dimana seorang Deva meminta kepada manusia untuk melakukan persembahan makanan yang didedikasikan atas nama dia. Dalam sutta tersebut tidak dikonfirmasi apakah terjadi proses transfer tetapi kita dapat memahaminya seperti orang yang meminta atau menyuruh seseorang melakukan perbuatan atas nama orang tersebut. Dan justru sebaliknya dalam MN 35: Cūḷasaccaka_Sutta, Sang Buddha mengoreksi Saccaka ketika melimpahkan jasa dāna makanannya kepada Sang Buddha kepada rekan-rekannya para Licchavi, dan Sang Buddha mengatakan bahwa jasa itu tetap miliknya tidak terlimpahkan.

Sumber: http://dhammacitta.org/dcpedia/Pattidāna
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #33 on: 14 August 2014, 09:32:29 AM »
kalau mau bahas mengenai pattidana.. coba ikuti pembahasannya di sini :

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,19154.0.html
wah... panjang juga tp ttp blom final ya. jd ritual ini ngasi makanannya ke makhluk halus ga?
kalo mrk bs makan tanpa keliatan artiny yg di toko buah jg bisa uda pernah diicip2 gitu??  :o

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #34 on: 14 August 2014, 09:47:39 AM »
Pattidāna

Pattidāna yang berarti transfer atau membagi jasa baik adalah sebuah upacara sekte Theravāda yang dilakukan untuk mengirim atau membagi jasa baik seseorang yang telah sebelumnya diperbuat kepada sanak saudara yang telah meninggal yang terlahir dialam hantu kelaparan (peta). Kegiatan ini dikenal juga dengan pelimpahan jasa. Dalam Buddhisme Mahāyāna juga melakukan kegiatan ini dengan nama Ulambana.

Dalam teorinya kegiatan ini hanya dapat dilakukan kepada sanak-saudara atau keluarga yang sudah meninggal dan terlahir sebagai hantu kelaparan akan tetapi banyak yang melakukannya kepada mereka yang masih hidup juga, terutama yang sedang sakit kritis. Biasanya sebelum melakukan pelimpahan jasa ini mereka melakukan Fangshen atau pelepasan mahluk hidup lalu melimpahkan jasa baiknya kepada orang yang sedang sakit kritis dengan harapan akan dapat berbuah dengan kesembuhan.

Kegiatan Pattidāna menggunakan rujukan teks-teks belakangan dari sekte Theravāda, baik dalam Petavatthu 1.5 juga Khuddakapāṭha 7 dengan judul yang sama, Tirokudda Sutta. Selain itu juga pelimpahan jasa ini dapat ditemukan dalam komentarnya yang menceritakan latar belakang sutta tersebut.

Ada juga kelompok dalam sekte Thervāda yang menentang proses transfer jasa baik ini, terutama dari kelompok yang mempelajari Abhidhamma. Mereka menjelaskan proses Pattidāna adalah proses bermudita citta atau turut bersenang atas jasa perbuatan baik. Tetapi logika ini mendapat kritik juga bahwa jika memang turut bersenang maka dapat dilakukan kepada siapa saja tidak terbatas, bukan hanya kepada sanak saudara saja, tetapi yang mengetahui, dan tidak perlu dibuat dengan label kegiatan Pattidāna itu karena memang sudah bertentangan dengan makna katanya.

Dalam Buddhisme Awal, tidak pernah disinggung tentang upacara ataupun kegiatan pelimpahan jasa ini. Pelimpahan jasa ini juga bertentangan dengan konsep bagaimana seseorang akan mendapatkan hasil dari Kamma atau perbuatannya. Dalam AN 5.57: Abhiṇhapaccavekkhitabbaṭhāna Sutta dikatakan bahwa,

Aku memiliki kammaku sendiri, mewarisi kammaku sendiri, terlahir karena kammaku sendiri, berhubungan dengan kammaku sendiri, terlindung oleh kammaku sendiri. Apapun kamma yang ku lakukan, baik ataupun buruk, aku akan mewarisinya.

Dalam AN 10.177: Jāṇussoṇī Sutta dijelaskan bahwa kita dapat memberikan persembahan makanan kepada mereka yang terlahir dialam hantu kelaparan, bukan dialam lainnya.

“Seorang lainnya lagi membunuh … dan menganut pandangan salah. Dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, ia terlahir kembali di alam hantu menderita. Ia memelihara dirinya dan bertahan di sana dengan makanan hantu menderita, atau jika tidak, maka ia memelihara dirinya di sana dengan apa yang teman-temannya, sahabat-sahabatnya, sanak-saudaranya, atau anggota keluarganya di dunia ini persembahkan kepadanya. Ini adalah kesempatan yang tepat, ketika pemberian itu bermanfaat bagi seseorang yang hidup di sana.

Dalam AN 7.53: Nandamātā Sutta, ada kejadian dimana seorang Deva meminta kepada manusia untuk melakukan persembahan makanan yang didedikasikan atas nama dia. Dalam sutta tersebut tidak dikonfirmasi apakah terjadi proses transfer tetapi kita dapat memahaminya seperti orang yang meminta atau menyuruh seseorang melakukan perbuatan atas nama orang tersebut. Dan justru sebaliknya dalam MN 35: Cūḷasaccaka_Sutta, Sang Buddha mengoreksi Saccaka ketika melimpahkan jasa dāna makanannya kepada Sang Buddha kepada rekan-rekannya para Licchavi, dan Sang Buddha mengatakan bahwa jasa itu tetap miliknya tidak terlimpahkan.

Sumber: http://dhammacitta.org/dcpedia/Pattidāna
  8-} kok byk beda2nya?? jd yg acara di iklan itu pk jurus yg mana?


Offline Predator

  • Sebelumnya: Radi_muliawan
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 585
  • Reputasi: 34
  • Gender: Male
  • Idealis tapi realistis dan realistis walau idealis
Re: Pertanyaan aja
« Reply #35 on: 14 August 2014, 11:35:06 AM »
  8-} kok byk beda2nya?? jd yg acara di iklan itu pk jurus yg mana?



Pk jurus harimau menerkam elang
susah dan senang, sakit dan sehat selalu silih berganti

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #36 on: 14 August 2014, 05:21:37 PM »
Tertarik dengan judul thread "pertanyaan aja"....ya saya hanya "sekedar jawab aja"

Bila ingin melakukan kebajikan baik, itu untuk diri sendiri atau untuk almarhum ortu atau almarhum leluhur, ya jangan menanyakan jurus2 apa, anda tidak perlu ditempat itu bila tidak suka, bisa dilakukan ditempat lain, namun tidak ada salahnya anda ingin ikut dalam acara patidana ditempat itu dengan hati yang tulus, percuma saja kebajikan yang anda lakukan bila tidak tulus walau ditempat lain sekaipun.
I'm an ordinary human only

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #37 on: 15 August 2014, 12:24:23 PM »
Tertarik dengan judul thread "pertanyaan aja"....ya saya hanya "sekedar jawab aja"

Bila ingin melakukan kebajikan baik, itu untuk diri sendiri atau untuk almarhum ortu atau almarhum leluhur, ya jangan menanyakan jurus2 apa, anda tidak perlu ditempat itu bila tidak suka, bisa dilakukan ditempat lain, namun tidak ada salahnya anda ingin ikut dalam acara patidana ditempat itu dengan hati yang tulus, percuma saja kebajikan yang anda lakukan bila tidak tulus walau ditempat lain sekaipun.
???
yg sy tanya acara di iklan itu rujukannya yg mana, sy ga tanya ttg suka ato ikhlas. ndak konek ah...


Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.130
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Re: Pertanyaan aja
« Reply #38 on: 23 August 2014, 05:06:37 AM »
apa defenisi berhala ? :P
merryXmas n happyNewYYYY 2018

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #39 on: 23 August 2014, 09:29:16 AM »
apa defenisi berhala ? :P
apa ya... mgkn benda yg dibikin utk disembah ato dianggep sakral.

tp reputasi jd -1 ga asik nih...  :'(  ga bs kasi penjelasan maenny brp

Offline suwarto8116f

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 202
  • Reputasi: 3
  • kilesa sebab akibat.
Re: Pertanyaan aja
« Reply #40 on: 27 August 2014, 09:33:57 PM »

Offline wijananda

  • Teman
  • **
  • Posts: 95
  • Reputasi: -10
  • brahmajala. sutra
Re: Pertanyaan aja
« Reply #41 on: 28 August 2014, 07:21:36 PM »
Uhuk uhuk uhuk.
Cah ayu kakeknya masih idup dan waras.
Berhala dalam agama buddha tidak disembah seperti agama lain. Dalam agama baall oleh kaum anti hadis dan kitabnya dianggap berhala karena bermusuhan

Kita kan tidak bermusuhan
Dinegara pancasila agama mengajarkan keseimbangan rohani dan materi.
Kenapa bertanya seperti ini.
Apa meragukan pancasila
Di negara yg majemuk ini.
Jangan begitu ya bertanya nya

Offline wijananda

  • Teman
  • **
  • Posts: 95
  • Reputasi: -10
  • brahmajala. sutra
Re: Pertanyaan aja
« Reply #42 on: 28 August 2014, 07:26:33 PM »
Tanya kakek dulu dong jika membuat pertanyaan.
Kakek pasti bantu.
U moderator jangan lupa
Naikin peringkatnya ya.
Sy sudah mau tolong dia.

Offline wijananda

  • Teman
  • **
  • Posts: 95
  • Reputasi: -10
  • brahmajala. sutra
Re: Pertanyaan aja
« Reply #43 on: 28 August 2014, 07:53:41 PM »
Sasika sampai hati anda komentar spt itu.
Dijaman dulu nak laki wanita semuanya
Mengangkat pedang jika vihara diganggu.
Apalagi patung buddha dihina.
Perang nak jika hal itu terjadi.

sekarang krn minor mungkin diam saja.
tetap dalam hati sy tidak bisa terima.


Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #44 on: 29 August 2014, 10:01:05 AM »
kakek bau tanah ga usah komen ya... mangkin komen mangkin bikin ga ngerti..

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #45 on: 29 August 2014, 10:08:48 AM »
http://bukubuddhis.wordpress.com/2010/06/05/apakah-umat-buddha-penyembah-berhala/

semoga mencerahkan  ;D
di bukunye ada ini

Penyembahan berhala secara umum berarti mendirikan patung dewa-dewi di beberapa agama theistik dalam berbagai bentuk oleh pemeluknya untuk disembah, mencari berkah dan perlindungan serta untuk berkah kemewahan, kesehatan dan kekayaan para pemohon. Beberapa pemohon bahkan memohon kepada patung untuk memenuhi bermacam kekuasaan pribadi walaupun kekuasaan itu diperolehi dengan cara yang salah. Mereka juga berdoa agar dosa mereka diampuni.

bukannye ada patung yg gendut kaya boboho megang emas ato patung siwali tempat umat buddha minta rizki ya??  ::)

Offline namarupa

  • Teman
  • **
  • Posts: 52
  • Reputasi: 2
  • Gender: Male
  • Lanjutkan!
Re: Pertanyaan aja
« Reply #46 on: 26 September 2014, 06:38:44 AM »
Berhentilah buat patung yg besar2, coba buat patung nano, dari atom/molekul  ;D
Tetap Semangat!

Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.130
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Re: Pertanyaan aja
« Reply #47 on: 27 September 2014, 07:55:55 AM »
sebaiknya cakra kita dibukakan oleh (master) atao tidak dilihat dari sisi Buddhist ?

merryXmas n happyNewYYYY 2018

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.230
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan aja
« Reply #48 on: 27 September 2014, 09:29:54 AM »
di bukunye ada ini

Penyembahan berhala secara umum berarti mendirikan patung dewa-dewi di beberapa agama theistik dalam berbagai bentuk oleh pemeluknya untuk disembah, mencari berkah dan perlindungan serta untuk berkah kemewahan, kesehatan dan kekayaan para pemohon. Beberapa pemohon bahkan memohon kepada patung untuk memenuhi bermacam kekuasaan pribadi walaupun kekuasaan itu diperolehi dengan cara yang salah. Mereka juga berdoa agar dosa mereka diampuni.

bukannye ada patung yg gendut kaya boboho megang emas ato patung siwali tempat umat buddha minta rizki ya??  ::)

itu secara pengertian umum yg blm lengkap... memang ada patung yg kek boboho dan patung sivali...

sebenarnya semua berasal dari tradisi india.. penghormatan... dan bentuk penghormatan ini bisa di nilai sebagai penyembahan.. jgnkan patung, pohon jika di taruh sesajen, atau org bersujud di dpnnya..dlm konteks umum termasuk menyembah. jd objeknya bukan cuma patung. objeknya bisa apa saja..termasuk org, candi, stupa, bangunan, batu, pohon dll.

cara melakukan penghormatan.. dlm tradisi india macam2..selain bersujud (model bersujud ini mirip kek umat Buddha atau islam) mengarah ke 1 objek tertentu, jaman dulu sebelum ada patung... umat Buddha biasanya mengarahkan sujudnya kearah dimana Buddha berada, pemuja matahari..melakukannya ke arah matahari terbit atau terbenam, klo di muslim ..(setelah ada patung) ke arah di mana mekkah berada.


cara lain berlutut..kek kr****n

cara lain merangkupkan tangan..ini juga di pakai di buddhist dan kr****n..dan sering jd tanda salam

cara lain mengelilingi objek... jaman Buddha dulu caranya dgn bahu kanan menghadap objek (jd mengelilingi dlm arah jarum jam), tp dlm tradisi india ada 2 cara..arah jarum jam, dan berlawan jarum jam...

cara lain..ken jaman dulu pakaiannya modelnya jubah, salah satu model penghormatan dgn membiarkan bahu kanannya terbuka, biasanya para Bhikkhu melakukan ini saat dlm vihara, atau klo di islam..saat mereka menuju mekah pake baju putih2..

ini cara penghormatan dari tradisi india...

kemudian kok jd menyembah berhala? ini logis..cara apaun yg di pake bisa di anggap menyembah berhala...tergantung si penilai

misal si A..berkeyakinan ke sosok X, jika si B..melakukan hal ini ke mahluk lain..misalnya sosok Y, atau tulisan Y atau sesuatu mengenai Y... menurut si A..si B menyembah berhala...

sebaliknya... jika si A melakukan bentuk penghormatan ini kepada sosok X, tulisan X, sesuatu yg berhubnyag dgn X..menurut si B ...si A menyembah berhala

kemudia dtg si C... saat si melakukan penyembahan terhadap sosok X, tulisan X, atau sesatu yg ada hubnya dgn X..menurut si A..si C benar..., tp menurut si B si C menyembah Berhala.

hubnya dgn patung boboho..nah itu sebenarnya bukan patung Buddha..tp krn banyaknya skte di buddhist..jdnya gitu...
klo patung sivali..krn Sivali adalah salah satu Arahat... yah memang bentuk penghormatan...., tp dari jaman dulu biasanya penghormatan..kemudian org berdana makanan..biasanya mengharapkan sesuatu...

walau demikian hal ini ga dilarang di Buddhist untuk umat awamnya...
...

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Pertanyaan aja
« Reply #49 on: 28 September 2014, 05:39:03 PM »
di bukunye ada ini

Penyembahan berhala secara umum berarti mendirikan patung dewa-dewi di beberapa agama theistik dalam berbagai bentuk oleh pemeluknya untuk disembah, mencari berkah dan perlindungan serta untuk berkah kemewahan, kesehatan dan kekayaan para pemohon. Beberapa pemohon bahkan memohon kepada patung untuk memenuhi bermacam kekuasaan pribadi walaupun kekuasaan itu diperolehi dengan cara yang salah. Mereka juga berdoa agar dosa mereka diampuni.

bukannye ada patung yg gendut kaya boboho megang emas ato patung siwali tempat umat buddha minta rizki ya??  ::)

Apakah Buddha pernah mengajarkan untuk minta rejeki pada patung (sivali)? Atau menciptakan patung (gendut) lalu men-sakral-kan patung itu?

Jika ya, maka benar Buddhism mengajarkan untuk menyembah berhala. Silakan copas dari sutta, kalau ada ajaran itu.

Kamu ngotot kasih bukti kalau Buddhism itu (mungkin) ngajarin menyembah berhala, tapi buktinya tidak relevan.

Misalnya muncul pertanyaan, apakah Buddhism menganjurkan pembunuhan? Untuk tau jawabannya, kamu harus kaji ajaran Buddha. Apakah ada anjuran membunuh? Bukannya cari pembunuh beragama Buddha lalu dijadikan bukti bahwa Buddhism menganjurkan pembunuhan.
« Last Edit: 28 September 2014, 05:40:56 PM by dhammadinna »

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #50 on: 30 September 2014, 05:04:46 PM »
itu secara pengertian umum yg blm lengkap... memang ada patung yg kek boboho dan patung sivali...

sebenarnya semua berasal dari tradisi india.. penghormatan... dan bentuk penghormatan ini bisa di nilai sebagai penyembahan.. jgnkan patung, pohon jika di taruh sesajen, atau org bersujud di dpnnya..dlm konteks umum termasuk menyembah. jd objeknya bukan cuma patung. objeknya bisa apa saja..termasuk org, candi, stupa, bangunan, batu, pohon dll.

cara melakukan penghormatan.. dlm tradisi india macam2..selain bersujud (model bersujud ini mirip kek umat Buddha atau islam) mengarah ke 1 objek tertentu, jaman dulu sebelum ada patung... umat Buddha biasanya mengarahkan sujudnya kearah dimana Buddha berada, pemuja matahari..melakukannya ke arah matahari terbit atau terbenam, klo di muslim ..(setelah ada patung) ke arah di mana mekkah berada.


cara lain berlutut..kek kr****n

cara lain merangkupkan tangan..ini juga di pakai di buddhist dan kr****n..dan sering jd tanda salam

cara lain mengelilingi objek... jaman Buddha dulu caranya dgn bahu kanan menghadap objek (jd mengelilingi dlm arah jarum jam), tp dlm tradisi india ada 2 cara..arah jarum jam, dan berlawan jarum jam...

cara lain..ken jaman dulu pakaiannya modelnya jubah, salah satu model penghormatan dgn membiarkan bahu kanannya terbuka, biasanya para Bhikkhu melakukan ini saat dlm vihara, atau klo di islam..saat mereka menuju mekah pake baju putih2..

ini cara penghormatan dari tradisi india...

kemudian kok jd menyembah berhala? ini logis..cara apaun yg di pake bisa di anggap menyembah berhala...tergantung si penilai

misal si A..berkeyakinan ke sosok X, jika si B..melakukan hal ini ke mahluk lain..misalnya sosok Y, atau tulisan Y atau sesuatu mengenai Y... menurut si A..si B menyembah berhala...

sebaliknya... jika si A melakukan bentuk penghormatan ini kepada sosok X, tulisan X, sesuatu yg berhubnyag dgn X..menurut si B ...si A menyembah berhala

kemudia dtg si C... saat si melakukan penyembahan terhadap sosok X, tulisan X, atau saesatu yg ada hubnya dgn X..menurut si A..si C benar..., tp menurut si B si C menyembah Berhala.

hubnya dgn patung boboho..nah itu sebenarnya bukan patung Buddha..tp krn banyaknya skte di buddhist..jdnya gitu...
klo patung sivali..krn Sivali adalah salah satu Arahat... yah memang bentuk penghormatan...., tp dari jaman dulu biasanya penghormatan..kemudian org berdana makanan..biasanya mengharapkan sesuatu...

walau demikian hal ini ga dilarang di Buddhist untuk umat awamnya...
:-? jd tradisi ya? tp klo berdana makanan mengharapkan sesuatu kan jd berhala jg dong?

trus knp melulu siwali?? arahat kan banyak... sama kok nga ada patung yg arahat cewe ye? buddha diskriminasi jender ga?

Offline Meruem

  • Teman
  • **
  • Posts: 88
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pertanyaan aja
« Reply #51 on: 30 September 2014, 05:29:23 PM »
Apakah Buddha pernah mengajarkan untuk minta rejeki pada patung (sivali)? Atau menciptakan patung (gendut) lalu men-sakral-kan patung itu?

Jika ya, maka benar Buddhism mengajarkan untuk menyembah berhala. Silakan copas dari sutta, kalau ada ajaran itu.

Kamu ngotot kasih bukti kalau Buddhism itu (mungkin) ngajarin menyembah berhala, tapi buktinya tidak relevan.

Misalnya muncul pertanyaan, apakah Buddhism menganjurkan pembunuhan? Untuk tau jawabannya, kamu harus kaji ajaran Buddha. Apakah ada anjuran membunuh? Bukannya cari pembunuh beragama Buddha lalu dijadikan bukti bahwa Buddhism menganjurkan pembunuhan.
contohny ga tepat dunk...  [-X
klo ada pembunuh yg beragama buddha tinggal di liat buddhis lain dukung sambil treak sadhu2 ato nggak trus di bandingin perbuatany sm sutta
klo ada org nungging2 depan patung boboho ama siwali trus umat lain rame2 berbondong2 ikutan nungging2 dan wiharanya sediain tempat nungging bahkan bikhuny jg diem2 aja ane kan jd galaw..  :??

kk emg uda baca smua sutta?? jgn2 sutta nomer 84001 ada tuh pakem bikin boboho.  #-o
mustiny kk dong yg kasi penjelasan ato sutta ttg patung2an. masa ane yg lugu ini dimintain sutta..   ~X(
 :>-

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.230
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan aja
« Reply #52 on: 30 September 2014, 08:27:39 PM »
:-? jd tradisi ya? tp klo berdana makanan mengharapkan sesuatu kan jd berhala jg dong?

trus knp melulu siwali?? arahat kan banyak... sama kok nga ada patung yg arahat cewe ye? buddha diskriminasi jender ga?

sebenarnya berhala bukan krn berharap koq.., dari contoh di atas..di sebut berhala biasanya krn objek yg di hormati menurut org  tidak pantas, ga peduli mo berharap atau gak..

bahkan menghormat bendera pun di anggap berhala oleh bbrp..padahal banyak yg hormat bendera..tidak mengharapkan  "buah" dari menghormat bendera.

knp cuma sivali..sepertinya krn sivali punya ciri tersendiri..seperti membawa payung, patung yg lain juga ada, tp kurang terkenal.. dan tidak ada ciri khusus.

knp ga ada patung arahat cewe.ini juga ada seh..tp kurang terkenal..krn tidak memiliki ciri khusus..jd sulit di bilang ini patungnya siapa...


...

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.230
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan aja
« Reply #53 on: 30 September 2014, 08:36:05 PM »
contohny ga tepat dunk...  [-X
klo ada pembunuh yg beragama buddha tinggal di liat buddhis lain dukung sambil treak sadhu2 ato nggak trus di bandingin perbuatany sm sutta
klo ada org nungging2 depan patung boboho ama siwali trus umat lain rame2 berbondong2 ikutan nungging2 dan wiharanya sediain tempat nungging bahkan bikhuny jg diem2 aja ane kan jd galaw..  :??

kk emg uda baca smua sutta?? jgn2 sutta nomer 84001 ada tuh pakem bikin boboho.  #-o
mustiny kk dong yg kasi penjelasan ato sutta ttg patung2an. masa ane yg lugu ini dimintain sutta..   ~X(
 :>-


ga perlu baca semua sutta untuk tau seh...

masalah membunuh.. tidak di anjurkan..
masalah org nunging di dpn patung, atau mengarah ke mekkah, atau di dpn altar, atau di dpn simbol agamanya, di dpn org (org tau, guru, dll) ...itu namanya penghormatan... bagimu mereka menyembah berhala, bagi org lain blm tentu gitu, penjelasannya..jd klo kmu galauw wajar...org lain seh fine2 aja...

untuk sutta tdak ada penomoran 84001.. klo di DC untuk sutta tinggal Khundakka Nikaya.. 4 sutta Utama sudah ada di forum dan e-booknya...bagi yg niat baca ga sampe 1 thn selesai tuh semua
...

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Pertanyaan aja
« Reply #54 on: 30 September 2014, 08:49:26 PM »
contohny ga tepat dunk...  [-X
klo ada pembunuh yg beragama buddha tinggal di liat buddhis lain dukung sambil treak sadhu2 ato nggak trus di bandingin perbuatany sm sutta
klo ada org nungging2 depan patung boboho ama siwali trus umat lain rame2 berbondong2 ikutan nungging2 dan wiharanya sediain tempat nungging bahkan bikhuny jg diem2 aja ane kan jd galaw..  :??

 :-? Jadi menurut anda, kalau Buddhis melakukan sesuatu kemudian diikuti banyak Buddhis lainnya berarti realitasnya, kebenarannya adalah prilaku itu ada di dalam sutta dan diajarkan oleh Buddha?

Quote
kk emg uda baca smua sutta?? jgn2 sutta nomer 84001 ada tuh pakem bikin boboho.  #-o
mustiny kk dong yg kasi penjelasan ato sutta ttg patung2an. masa ane yg lugu ini dimintain sutta..   ~X(
 :>-
Tanggapan atas hal ini setelah pertanyaan di atas dijawab.
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Pertanyaan aja
« Reply #55 on: 01 October 2014, 02:19:28 PM »
terserah kamulah, meruem...