//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!  (Read 64073 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline ivandemello

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 5
  • Reputasi: 1
Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!
« on: 22 January 2009, 10:54:14 PM »
Halo saudara-saudaraku,

Saya menemukan sebuah PDF yang sangat menarik yang membahas mengenai Sang Buddha dan Vegetarian, lengkap dengan kutipan-kutipan dari sutra-sutra pendukungnya. Silahkan download di: http://agusriady22.googlepages.com/SangBuddhaVegetarian2.pdf

Berikut ini contoh kutipan yang dapat ditemui di PDF tersebut:


“Di masa depan, akan ada orang-orang yang secara salah menjelaskan arti sila pantangan dan disiplin. Mereka mengganggu dan menghancurkan Dharma yang benar, bahkan memfitnah ajaran Buddha. Orang-orang ini akan berkata, “Buddha mengijinkan kita makan daging. Beliau sendiri juga makan daging.” Bodhisattva Kebijaksanaan Agung, Saya telah mengatakannya pada pertemuan yang lainnya bahwa ada sepuluh perintah sekunder, dan alasan Saya mengijinkan para biarawan tiga kondisi karena Saya berpikir bahwa mungkin mereka tidak dapat meninggalkan makan daging dengan segera, jadi Saya mengambil jalan yang tepat untuk menolong mereka. Tetapi maksud Saya yang sebenarnya adalah agar mereka meninggalkan makan daging secara keseluruhan dan memulai latihan. Sekarang, pada pertemuan ini, Saya menguraikan hal ini kepada Anda secara langsung. Mulai sekarang, Anda tidak boleh makan daging dari makhluk hidup apapun, tidak menjadi soal bagaimana mereka mati — secara alami atau disembelih. Jika masih ada orang bodoh yang memfitnah Saya, mengatakan bahwa Saya telah mengijinkan makan daging, Anda harus mengetahui bahwa ia akan terikat oleh akibat dari karma buruk dan turun ke tiga alam derita (neraka, setan kelaparan, binatang.)”

—Sang Buddha, Sutra Lankavatara,


“Para Bhiksu, beberapa ratus tahun setelah Saya memasuki Nirwana, akan ada beberapa bhiksu yang mengikuti ajaran Saya dalam bentuk luarnya saja tetapi masih rakus akan makanan. Mereka bukanlah bhiksu sejati. Mereka adalah bhiksu palsu, benaknya dipenuhi dengan pikiran jahat, mereka akan berkata, ‘Sang Buddha mengijinkan kita makan daging’!”

—Sang Buddha, Sutra Nirvana


Semoga Berguna... ;-)
 _/\_

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!
« Reply #1 on: 22 January 2009, 11:36:51 PM »
Saya pernah menyampaikan hal ini di suatu forum. Saya copy paste

Mengenai Lankavatara Sutra atau nama lengkapnya Saddharma-Lankavatara-Sutra. Konon isi sutra ini adalah kotbah Sang Buddha ketika Ia secara mistis datang ke negara Lanka (Sri Lanka). Meskipun konon dikatakan sebagai kotbah yang dibabarkan oleh Sang Buddha namun para ahli sepakat bahwa sutra ini tidak lain adalah literatur yang baru selesai disusun pada sekitar tahun 350 s/d 400 Masehi. Dan menurut H. Nakamura (Indian Buddhism, 1987), terdapat beragam versi dari Lankavatara Sutra. Lankavatara Sutra ada 2 versi, versi panjang dan versi pendek. Mengenai vegetarian hanya ada pada versi panjang. Lalu mana yang “asli”? Menurut para ahli termasuk Master Zen D.T. Suzuki (“The Lankavatara Sutra - A Mahayana Text, 1931), Bab mengenai vegetarian bukanlah perkataan autentik dari Sang Buddha, tetapi merupakan penambahan oleh seseorang. Jadi sebenarnya tidak ada mengenai vegetarian dalam Lankavatara Sutra versi aslinya.
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline N1AR

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 930
  • Reputasi: 22
  • Yui
Re: Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!
« Reply #2 on: 23 January 2009, 12:22:07 AM »
maksudnya gertak nih

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.118
  • Reputasi: 128
Re: Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!
« Reply #3 on: 23 January 2009, 01:06:26 AM »
haha.. dari dulu masalah daging kagak pernah beres..
orang bodoh selalu mempeributkan tentang boleh tidaknya makan daging...
oh sungguh sayang... hahaha...
Samma Vayama

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!
« Reply #4 on: 23 January 2009, 05:26:29 PM »
yuk list down Sutra-Sutra karangan....
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline live in the forest

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 6
  • Reputasi: 2
Re: Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!
« Reply #5 on: 24 January 2009, 12:20:58 AM »
Ada Suatu pemahaman sendiri yang mungkin telah diketahui, bahwa kita sendiri sebaiknya tidak mudah mempercayai suatu hal karena itu tertulis dalam kitab suci, diturunkan dari orang-orang tua, sudah turun temurun, karena ada orang besar yang mengatakannya dan lain sebagainya.

sifat dari semua fenomena adalah netral, dan akan memiliki makna dan nilai jika telah masuk pada indera dan pemahaman kita.

tema vegetarian itu sendiri adalah netral, tidak benar juga tidak salah
namun bagi individu yang memiliki pemaknaan dan nilai yang saling berbeda memiliki sudut pandang masing-masing.

bagi seseorang yang mendukung vegetarian, secara alami akan mendapatkan alasan-alasan yang mendukung ke arah vegetarian. bentuknya bisa berbagai macam, alasan berasal dari sutra, alasan kesehatan, panggilan cinta kasih, alasan perbedaan karakter binatang pemakan daging dan karakter binatang pemakan sayur dan lain sebagainya.

bagi seseorang yang tidak mendukung vegetarian, secara alami akan mendapatkan alasan-alasan yang mendukung tidak ke arah vegetarian. bentuknya bisa berbagai macam, alasan berasal dari suatu peraturan yang tidak mengharuskan ataupun tidak melarang, alasan makan daging berasal dari aturan boleh terjadi dalam beberapa kondisi, alasan dari penilaian suatu sutta asli atau tidak, dan alasan lainnya

namun, soal vegetarian tidak perlu terlalu jauh.
kita semua adalah mahluk yang saling terkait satu sama yang lain. udara yang kita hirup juga dihirup oleh semua mahluk apa pun jenisnya. kita semua saling terkait dan saling mempengaruhi. keberadaan mahluk lain tentu dipengaruhi kehadiran, cara berpikir, berkata dan berperilaku kita.

jika seseorang memutuskan untuk vegetarian, maka dia memilih cara memperlakukan diri sendiri dan lingkungan dengan cara seperti itu
tentu dengan dampak bagi pribadi dan lingkungan sekitarnya.
jika seseorang memutuskan untuk tidak vegetarian, maka secara alami, dia memilih cara memperlakukan diri sendiri dan lingkungan dengan cara seperti itu,
tentu dengan dampak bagi pribadi dan lingkungan sekitarnya.

kehadiran tema vegetarian yang netral, sebaiknya disadari sebagai tema yang patut direnungkan
1. apakah masing-masing dari diri kita telah berusaha melepaskan keterikatan pada masakan tertentu, atau pun terikat dengan masakan jenis lain
2. apakah masing-masing dari diri kita telah berusaha mengembangkan cinta kasih universal yang berlaku bagi semua mahluk atau demi kebahagiaan pribadi semata
3. apakah pernah direnungkan bahwa suatu saat kita kembali mencicipi kematian sesering yang dimakan setiap hari atau tidak

salah satu sila dasar adalah "bertekad" untuk menghindari pembunuhan. bukan melarang pembunuhan.
pengembangan tekad/niat adalah hal yang lebih esensial daripada perilaku menghindari membunuh itu sendiri.
tekad/niat menghindari pembunuhan ini sangat terkait dengan kepedulian demi kesejahteraan hidup semua mahluk.

suatu alur berpikir yang dirasa tidak "mungkin" adalah:
jika banyak orang memiliki tekad menghindari pembunuhan,
maka dapat diperoleh hasil hanya sedikit orang yang makan daging.

suatu alur berpikir yang dirasa "mungkin" adalah:
jika kebanyakan orang tidak memiliki tekad menghindari pembunuhan,
maka cukup banyak orang yang makan daging.

kedua alur berpikir di atas adalah sama-sama "mungkin" dapat terjadi

singkat kata dari dua kemungkinan tersebut, Seseorang cenderung terikat dengan kondisi yang telah ada ada, mungkin dirasa sulit melepaskan keterikatan itu.
Tujuan besar Dharma adalah penghancuran keterikatan, ego, Pengembangan cinta kasih, dan mencapai kesucian mutlak demi kebahagiaan semua makhluk tak terbatas di semesta raya.

berangkat dari pemahaman ini,
Dalam perubahan diri dari seorang yang biasa menjadi manusia luar biasa tidak terjadi dalam semalam
membutuhkan tekad yang besar dan mulia disertai perilaku, melalui proses yang panjang dan bermakna di dalamnya
tekad vegetarian ataupun tidak vegetarian menjadi bagian kecil dalam proses tersebut
soal vegetarian atau tidak, diserahkan kembali bagi individu masing-masing yang masih bertekad untuk mencapai tujuan luhur tersebut
yang diterapkan dalam pikiran, perkataan dan perilaku.

kita sebaiknya berusaha menyembuhkan racun dari panah yang menancap di tubuh kita
mencoba tidak memfokuskan energi mencari alasan jawaban dari mana asal panah tersebut,

kita sebaiknya berusaha mencapai tujuan kelahiran sebagai manusia
mencoba tidak memfokuskan energi mencari alasan dan jawaban permasalahan yang dirasakan panca indera yang tiada henti.

jika seseorang memiliki tujuan ingin hidup bahagia melalui panca indera, terlahir di alam surga, hingga alam brahma
sebenarnya memeluk dharma yang lain dapat dinilai sudah cukup.

jika seseorang memeluk Buddha Dharma, secara tidak langsung seseorang telah mengkondisikan diri berada dalam jalan dharma mencapai Kebuddhaan. Kebahagiaan sejati.
realisasikan dharma dengan mencapai cita-cita luhur, kesucian mutlak sesuai dengan tujuan pembabarannya
demi kesejahteraan dan kebahagiaan sejati semua mahluk.

keraplah hal ini direnungkan, tidak berakhir dalam identitas yang semu.


Penjelasan ini didedikasikan untuk pencapaian kebahagiaan sejati semua mahluk di semesta raya

Sabbe Satta Bhavantu Sukkhitattha

Offline asiang_karuna

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 8
  • Reputasi: 1
Re: Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!
« Reply #6 on: 24 January 2009, 01:45:51 AM »
Dahulu, sebelum Bodhisatta Kassapa mencapai kebuddhaan, ia memiliki sahabat bernama Tissa yang kemudian meninggalkan keduniawian dan menjadi pertapa. Dalam pertapaannya, Tissa menjauhkan diri dari makanan yang berasal dari daging dan menggolongkannya sebagai Amagandhā (yang menodai).
Sewaktu Bodhisatta Kassapa meninggalkan keduniawian dan mencapai kebuddhaan, Tissa sangat gembira. (Tissa percaya akan pencapaian yang akan dicapai oleh Kassapa karena melihat 32 tanda manusia agung (maha purisa lakkhana) pada tubuh Kassapa, di mana dikatakan jika berumah tangga, akan menjadi seorang Cakkavati, dan bila meninggalkan kehidupan berumah tangga, akan menjadi seorang Samma Sambuddha).

Kemudian Tissa pergi mengunjungi Buddha Kassapa dan mencari tahu apakah Buddha Kassapa ini makan daging. Dan ketika melihat bahwa ternyata Buddha Kassapa ini makan daging, ia menjadi kecewa. Kemudian Buddha Kassapa berkata kepada Tissa:

‘Menghancurkan mahluk hidup, membunuh, mengikat, mencuri, berbohong, penipuan, bicara tak berguna, berzinah dengan istri orang lain, inilah amagandhā, bukan memakan daging;

Mereka di dunia yang tidak mengendalikan diri dalam kenikmatan indriah, tamak akan hal-hal yang indah; berkumpul dengan yang tidak baik, berpandangan salah, tidak adil, tidak rasional, inilah amagandhā, bukan memakan daging;

Mereka yang tidak sopan, kasar, menghasut, pengkhianat, kejam, sombong, memaksakan kehendak, kikir, inilah amagandhā, bukan memakan daging;

Kemarahan, bermabuk-mabukan, keras kepala, tidak menghargai pendapat orang, dusta, iri hati, omong besar, angkuh, tinggi hati, bergaul dengan yang tidak bermoral, inilah amagandhā, bukan memakan daging;

Mereka di dunia yang jahat, yang tidak membayar hutangnya, pemfitnah, pengingkar janji, pemalsu, mereka yang melakukan perbuatan rendah, inilah amagandhā, bukan memakan daging;

Mereka di dunia ini yang tidak menjaga perilaku terhadap mahluk lain, yang tidak mengaku setelah mengambil milik orang lain, jahat, kejam, kasar, tidak memiliki rasa hormat, inilah amagandhā, bukan memakan daging;

Para mahluk yang haus akan permusuhan, menyakiti, selalu melakukan kejahatan, yang karenanya, setelah meninggal, akan pergi pada kegelapan dan jatuh ke alam neraka, inilah amagandhā, bukan memakan daging;

Bukan daging atau ikan, atau berpuasa, atau ketelanjangan, atau rambut tercukur, atau rambut kusut, atau kotoran, atau kulit kasar, atau pemujaan pada api, atau penyiksaan diri, atau mantra-mantra, atau sumpah (keagamaan), atau persembahan (pengorbanan), atau perayaan musim yang dapat menyucikan seseorang yang belum mengalahkan keragu-raguan;

Seorang yang bijaksana berjalan dengan indera yang terjaga, indera yang terkendali, teguh dalam Dhamma, berbahagia dalam hal yang benar dan wajar; mengalahkan semua ikatan dan meninggalkan semua dukkha, tidak melekat dengan apa yang dilihat dan didengar’

Setelah itu, Tissa bersujud di kaki Buddha Kassapa dan bersama dengan dua puluh ribu pengikutnya memasuki Sangha Buddha Kassapa. Tissa bersama Bharadvaja kemudian menjadi murid utama (Agga Savaka) Buddha Kassapa, seperti halnya Sariputta dan Maha-Moggallana pada jaman Buddha Gotama.

---

Buddha Kassapa adalah Buddha setelah Buddha Konagamana, sebelum Buddha Gotama.

Apakah semua ajaran Samma Sambuddha sama atau tidak?

Offline ivandemello

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 5
  • Reputasi: 1
Re: Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!
« Reply #7 on: 24 January 2009, 03:08:40 AM »
Sabbe Satta Bhavantu Sukkhitattha.

Artinya adalah:

Semoga Semua Makhluk Berbahagia.


Vegetarianisme bukanlah masalah suci atau tidak suci, dosa atau tidak dosa, Buddhis sejati atau tidak, dan hal-hal yang selalu diperdebatkan oleh banyak saudara-saudara Buddhis kita sendiri. Perdebatan semacam itu hanya memecah belah persatuan kita semua. Buddha adalah agama yang damai dan penuh cinta kasih, tidak selayaknya hal-hal semacam ini terus menciptakan kontroversi.

Vegetarian menurut saya hanyalah sesederhana "mempraktekkan apa yang kita ucapkan" atau orang bule bilang "practice what you preach". Di mulut, kita mengucapkan doa SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA, tetapi kenyataannya perbuatan kita seringkali bertentangan dengan apa yang kita doakan.
SESUNGGUHNYA SANGAT TIDAK ADA YANG PATUT DIBANGGAKAN DENGAN MENJADI VEGETARIAN. Vegetarian hanyalah hal mendasar yang patut kita lakukan bila kita mengucapkan “Sabbe Satta Bhavantu Sukkhitattha”, atau mungkin menempel stiker, memasang wallpaper komputer,atau memiliki pernak-pernik dengan kata-kata itu.

Jadilah seorang Buddhis yang tidak hanya mengucapkan doa dan afirmasi kosong belaka, tetapi jadilah seorang Buddhis yang benar-benar mempraktekkan apa yang sudah seharusnya kita lakukan agar makhluk-makhluk yang kita doakan itu benar-benar berbahagia. Tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang ingin dibunuh. Apapun alasannya kematian adalah hal yang paling tidak diinginkan oleh makhluk hidup. Bukankah kita sendiri tidak menginginkan hal itu?

Tanyakanlah kepada orang-orang yang memelihara dan menyayangi hewan, mereka dapat memberitahukan kepada Anda bahwa hewan adalah makhluk yang sama dengan kita. Mereka punya cinta, kesedihan, kegembiraan, dan martabat yang harus kita hormati. Mereka bukanlah obyek tidak berperasaan yang bisa kita eksploitasi sesuka hati. Mereka menangis, meronta, berteriak, dan berusaha lari hingga nafas terakhirnya. Tetapi sungguh kita tidak memberi mereka kesempatan...

Bila Anda harus membunuh sendiri ayam, sapi, babi, atau hewan apapun yang Anda makan, dapatkan Anda melakukannya? Dapatkah hati nurani kita diam melihat perjuangan, teriakan, dan tangisan makhluk-makhluk malang itu sampai nafas terakhirnya? Dapatkah hati nurani kita diam melihat darah yang mengucur deras dan organ-organ tubuh hewan yang terburai? Banyak dari kita yang sesungguhnya langsung kehilangan nafsu makan ketika melihat bangkai hewan segar dengan segala isi perut dan darah yang mengalir dimana-mana.

Melalui media ini saya ingin mengajak kawan-kawan, teman-teman, dan saudara-saudara semua untuk merenungkan. Diam sejenak dan biarkanlah hati nurani Anda untuk berbicara kepada Anda. Kemudian putuskanlah apa yang terbaik bagi Anda...

Terima kasih atas komentar-komentarnya. Dan saya juga ingin mengingatkan: bacalah PDF yang sudah disediakan sebelum Anda berkomentar. Download di:

http://agusriady22.googlepages.com/SangBuddhaVegetarian2.pdf


Terima kasih kepada semuanya…

Sabbe Satta Bhavantu Sukkhitattha.

Semoga Semua Makhluk Berbahagia.


 _/\_

Offline Sukma Kemenyan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.840
  • Reputasi: 109
Re: Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!
« Reply #8 on: 24 January 2009, 05:27:51 AM »
Gua lebih memilih untuk tidak memilih-milih apa yang gue makan,
Dari pada gue harus bersikeras kalao upil itu bervitamin
terlebih lagi setelah gue ngarang2x akan zat-zat kandungan didalam upil
yang didukung oleh bukti-bukti (yang dipelesetin) agar opini gue terlihat benar

Offline Umat Awam

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 773
  • Reputasi: 28
  • Gender: Male
Re: Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!
« Reply #9 on: 24 January 2009, 08:42:34 AM »
Hidup adalah pilihan, mau vege ato ga, itu pilihan.. Yang harus direnungkan, sudahkah anda melepas?

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!
« Reply #10 on: 24 January 2009, 09:15:16 AM »
Saya pribadi dalam topik ini hanya mengomentari penggunaan sutra dalam file .pdf dan juga topik ini yang tidak bisa dipertanggungjawabkan sebagai acuan vegetarian. Masalah diskusi vegetarian, saya rasa sudah cukup banyak di sub forum ini.


Sabbe Satta Bhavantu Sukkhitattha.

Artinya adalah:

Semoga Semua Makhluk Berbahagia ,BUKAN Semoga Semua DAGING Berbahagia. Adalah hal yang berbeda antara makhluk hidup dengan seonggok daging. Betul tidak? Pasti Betul :)
« Last Edit: 24 January 2009, 09:17:50 AM by Kelana »
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline asiang_karuna

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 8
  • Reputasi: 1
Re: Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!
« Reply #11 on: 24 January 2009, 03:31:44 PM »
Halo saudara-saudaraku,

Saya menemukan sebuah PDF yang sangat menarik yang membahas mengenai Sang Buddha dan Vegetarian, lengkap dengan kutipan-kutipan dari sutra-sutra pendukungnya. Silahkan download di: http://agusriady22.googlepages.com/SangBuddhaVegetarian2.pdf

Berikut ini contoh kutipan yang dapat ditemui di PDF tersebut:


“Di masa depan, akan ada orang-orang yang secara salah menjelaskan arti sila pantangan dan disiplin. Mereka mengganggu dan menghancurkan Dharma yang benar, bahkan memfitnah ajaran Buddha. Orang-orang ini akan berkata, “Buddha mengijinkan kita makan daging. Beliau sendiri juga makan daging.” Bodhisattva Kebijaksanaan Agung, Saya telah mengatakannya pada pertemuan yang lainnya bahwa ada sepuluh perintah sekunder, dan alasan Saya mengijinkan para biarawan tiga kondisi karena Saya berpikir bahwa mungkin mereka tidak dapat meninggalkan makan daging dengan segera, jadi Saya mengambil jalan yang tepat untuk menolong mereka. Tetapi maksud Saya yang sebenarnya adalah agar mereka meninggalkan makan daging secara keseluruhan dan memulai latihan. Sekarang, pada pertemuan ini, Saya menguraikan hal ini kepada Anda secara langsung. Mulai sekarang, Anda tidak boleh makan daging dari makhluk hidup apapun, tidak menjadi soal bagaimana mereka mati — secara alami atau disembelih. Jika masih ada orang bodoh yang memfitnah Saya, mengatakan bahwa Saya telah mengijinkan makan daging, Anda harus mengetahui bahwa ia akan terikat oleh akibat dari karma buruk dan turun ke tiga alam derita (neraka, setan kelaparan, binatang.)”

—Sang Buddha, Sutra Lankavatara,


“Para Bhiksu, beberapa ratus tahun setelah Saya memasuki Nirwana, akan ada beberapa bhiksu yang mengikuti ajaran Saya dalam bentuk luarnya saja tetapi masih rakus akan makanan. Mereka bukanlah bhiksu sejati. Mereka adalah bhiksu palsu, benaknya dipenuhi dengan pikiran jahat, mereka akan berkata, ‘Sang Buddha mengijinkan kita makan daging’!”

—Sang Buddha, Sutra Nirvana


Mau Tanya dong, pernahkah Sang Thatagata mengucapkan kata SAYA yg menunjuk ke pribadi Sang BUddha dalam setiap Khobahnya?.

Offline luis

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 118
  • Reputasi: 22
  • Gender: Male
Re: Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!
« Reply #12 on: 24 January 2009, 03:38:17 PM »
Yup kata "saya" digunakan oleh Sang Buddha untuk menunjuk pada dirinya :) contohnya ini saya kutip dari Venagapura Sutta (Anguttara Nikaya 3.63), tetapi ini terjemahan dalam bahasa Inggris :)

"Here, brahmin, I, dwelling dependent on a village or a market town, having risen early in the morning, having dressed myself, and taking robe and bowl, I enter the village of the market town for alms".

Jadi penggunaan kata "I" (saya) hanya berupa konvensi saja dalam percakapan sehari2 :) Agak OOT ya hehehe moga2 bermanfaat.

Semoga semua makhluk berbahagia.

Mettacittena,
Luis
Do not blame nor criticise anyone, as there is no one to blame in the first place.

Offline N1AR

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 930
  • Reputasi: 22
  • Yui
Re: Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!
« Reply #13 on: 24 January 2009, 04:10:23 PM »
http://www.buddhanet.net/e-learning/qanda08.htm   

Vegetarianism

Question:
Buddhists should be vegetarians, shouldn't they?

Answer:
Not necessarily. The Buddha was not a vegetarian. He did not teach his disciples to be vegetarians and even today, there are many good Buddhists who are not vegetarians.

Question:
But if you eat meat you are indirectly responsible for the death of a creature. Isn't that breaking the first precept?

Answer:
It is true that when you eat meat, you are indirectly and partially responsible for killing a creature but the same is true when you eat vegetables. The farmer has to spray his crop with insecticides and poisons so that the vegetables arrive on your dinner plates without holes in them. And once again, animals have been killed to provide the leather for your belt or handbag, oil for the soap you use and a thousand other products as well. It is impossible to live without, in some way, being indirectly responsible for the death of some other beings, and this is just another example of the First Noble Truth, ordinary existence is suffering and unsatisfactory. When you take the First Precept, you try to avoid being directly responsible for killing beings.

Question:
Mahayana Buddhists don't eat meat.

Answer:
That is not correct. Mahayana Buddhism in China laid great stress on being vegetarian but both the monks and laymen/laywomen of the Mahayana tradition in Japan and Tibet usually eat meat.

Question:
But I still think that a Buddhist should be vegetarian.

Answer:
If there was a person who was a very strict vegetarian but who was selfish, dishonest and mean, and another person who was not a vegetarian but who was thoughtful to others, honest, generous and kind, which of these two would be the better Buddhist?

Question:
The person who was honest and kind.

Answer:
Why?

Question:
Because such a person obviously has a good heart.

Answer:
Exactly. One who eats meat can have a pure heart just as one who does not eat meat can have an impure heart. In the Buddha's teachings, the important thing is the quality of your heart, not the contents of your diet. Many Buddhists take great care never to eat meat but they are not concerned about being selfish, dishonest, cruel or jealous. They change their diet which is easy to do, while neglecting to change their hearts which is a difficult thing to do. So whether you are a vegetarian or not, remember that the purification of the mind is the most important thing in Buddhism.

Offline J.W

  • Sebelumnya: Jinaraga, JW. Jinaraga
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.864
  • Reputasi: 103
  • Gender: Male
Re: Sutra Sang Buddha Tentang Vegetarian, Menarik!! Buktikan!!
« Reply #14 on: 24 January 2009, 06:22:59 PM »
Quote
Jika masih ada orang bodoh yang memfitnah Saya, mengatakan bahwa Saya telah mengijinkan makan daging, Anda harus mengetahui bahwa ia akan terikat oleh akibat dari karma buruk dan turun ke tiga alam derita (neraka, setan kelaparan, binatang.)

Seremm.... sejak kapan ajaran sang buddha ada bernada ancaman ??

Aizzzz....lagi2 ada pertapa telanjang....