//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas  (Read 78442 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas
« Reply #15 on: 14 September 2007, 03:40:53 PM »
kegiatan itu (vegetarian) memang baik. Sebenarnya tergantung niat yg memotivasi tindakan itu.

vegetarian = tindakan baik
motivasi: agar masuk surga = niat salah

vegetarian = tindakan baik
motivasi: tidak ingin banyak binatang mati = niat baik

vegetarian = tindakan baik
motivasi: tidak ingin binatang mati = niat baik
tetapi... (ada tetapinya nih).... terlalu melekat dengan niat tsb, akhirnya disaat tidak ada sayuran, perasaan menderita timbul = kemelekatan yg menimbulkan penderitaan

ujung2nya bicara soal vegetarian ini membawa kita kembali kepada basic dhamma:
~ janganlah melekat terhadap keinginan (meskipun keinginan itu ber objek baik)

mohon juga koreksi dan masukkan dari para suhu   ^:)^

::
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline Wi Tjong

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 40
  • Reputasi: 7
Re: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas
« Reply #16 on: 14 September 2007, 04:42:57 PM »
Banyak orang yang keliru dengan kata vegetarian yang dikira berasal dari kata vegetable (sayur-sayuran), yang benar adalah vegetarian berasal dari Bahasa Latin, 'vegetus' yang berarti 'aktif, yang hidup, teguh, bergairah, dan kuat'. Di Inggris, kata veget sempat dipakai untuk mengatakan seseorang yang kuat dan sehat.

Istilah 'vegetarianism' muncul pertama kali sekitar tahun 1847. Namun sebenarnya pantangan memakan makanan yang berasal dari daging hewan segar adalah salah satu ajaran dari ahli filsafat Pythagoras, yang kemudian diikuti oleh Plato, Epicurus, Plutarch, dan ahli filsafat lainnya. Dalam buku "The Vegetarian Alternative, USA: Rodale Press Emmaus", yang ditulis oleh Victor Stephen Sussman, mengatakan bahwa orang-orang Inggris dan Amerika sudah mengenal vegetarian sejak tahun 1840 atas prakarsa dari Pendeta Sylvester Graham, Ellen White (salah seorang pendiri gereja 'Advent Hari Ke-7), dan John H. Kellog (ahli bedah dan pendiri Sanatorium Battle Creek). Di India dan Tiongkok, vegetarianism sudah ada jauh sebelum masehi. Di India sendiri, vegetarianism sudah dilakukan dengan sangat ketat oleh pengikut Jainism, sekte Hindu tertua di India, dimana mereka bertujuan untuk menghormati dan mengasihi semua makhluk hidup.

Buddha Gotama seringkali menghadapi masalah vegetarianism ini. Yang pertama adalah dari Devadatta, saudara sepupu Sang Buddha yang terkenal ambisius dan jahat. Devadatta mencoba mengadu domba Sangha dengan mengajukan lima aturan kebhikkhuan kepada Sang Buddha agar diterapkan oleh Sangha, yakni bhikkhu hanya hidup dari dana yang diterima, tidak boleh memakan ikan atau daging, selamanya harus hidup di hutan, mengenakan jubah dari bekas mayat atau sampah, dan hidup di bawah pohon. Lima aturan ini menyulitkan Sang Buddha untuk memutuskannya, Devadatta yakin jika Sang Buddha menolak permintaannya, maka akan banyak bhikkhu yang mendukungnya serta menyatakan bahwa Sang Buddha tidak welas asih (menolak vegetarian) dan senang hidup dalam kemewahan. Sedangkan apabila Sang Buddha menerimanya, maka berarti Sang Buddha menerapkan pola menyiksa diri.

Menanggapi hal ini, Sang Buddha dengan penuh kebijaksanaan menyatakan bahwa bhikkhu yang menyenangi vegetarianism boleh melakukannya. Beliau tidak secara tegas menyatakan menolak atau menerima hal tersebut sebagai suatu keharusan. Berdasarkan keputusan Sang Buddha ini, sangat jelas bahwa vegetarianism sebenarnya bukan bagian resmi dalam Dharma Vinaya. Vegetarianism bukanlah pasport mencapai kesucian dan kebebasan sejati (Nibbana). Dengan kata lain, apakah vegetarianism dilaksanakan atau tidak, seseorang tetap mempunyai kesempatan dan kemampuan untuk mencapai kesucian dan Nibbana.

Selain masalah Devadatta, Sang Buddha pun pernah menghadapi masalah tentang vegetarianism dengan Nigantha Nathaputta, yang dikenal sebagai Mahavira, pemimpin Jainism. Ia seringkali mencemooh Sang Buddha dengan berkata, "Pertapa Gotama makan daging yang disiapkan bagiNya dengan mata kepalaNya sendiri." Cemoohan ini kemudian disanpaikan oleh kaum Brethen kepada Sang Buddha. Mendengar ini Sang Buddha menjawab, "Ini bukan pertama kalinya, Brethen, bahwa Nathaputta mencemooh aku karena Aku makan daging yang disediakan bagiKu, dia melakukannya seperti pada masa lampau."

Kemudian Beliau menceritakan tentang suatu kehidupan yang lalu (Telovada Jataka) dimana Sang Buddha dilahirkan sebagai seorang Brahmana, Brahmadatta menjadi Raja Benare, dan Nathaputta sebagi orang kaya. Suatu waktu Brahmana turun dari Himalaya dan pergi ke kota untuk meminta dana makanan, orang kaya ini berniat untuk mengganggunya. Ia membawa Brahmana ke rumahnya, mempersilakan duduk, dan menyajikan ikan, dan berkata, "Makanan ini disediakan untukmu dengan membunuh makhluk hidup. Ini bukan kesalahanku tetapi kesalahanmu."

Menjawab hal ini Bodhisatva berkata, "Pembunuhan yang kejam, dimasak, dan disediakan untuk dimakan. Dia menjadi kotor oleh dosa dengan memakan daging." "Pembunuhan ini dilakukan untuk menghidupi anak dan istri. Namun, jika dimakan dengan hati yang suci, tidak ada dosa yang diperbuat." Jadi, dapat dikatakan bahwa membunuh merupakan suatu kesalahan tetapi bukan kesalahan yang memakan daging. Para bhikkhu diizinkan untuk makan makanan apapun sepanjang apa yang dilakukannya tanpa disertai kesenangan atau nafsu. Sang Buddha tidak mempunyai hak untuk mencegah siapa saja untuk melakukan pembunuhan, seseorang dapat melakukan apa saja dan bertanggung jawab terhadap akibat dari perbuatannya itu.

Sang Buddha bersabda, "Aku memiliki cinta kasih kepada makhluk-makhluk tanpa kaki, kepada yang berkaki dua pun Aku memiliki cinta kasih. Aku memiliki cinta kasih kepada makhluk-makhluk berkaki empat, kepada yang berkaki banyak pun Aku memiliki cinta kasih." (Anguttara Nikaya, II,72).

"Bila seseorang memiliki pikiran cinta kasih, ia merasa kasihan kepada semua makhluk di dunia, yang ada di atas, di bawah, dan di sekelilingnya, tak terbatas di mana pun." (Jataka, 37).

Dalam banyak kejadian, Buddha Gotama juga menjelaskan bahwa pembunuhan adalah perbuatan yang tidak baik (akusala kamma) dan perdagangan daging (mamsa vanijja) adalah salah satu dari lima jenis perdagangan yang seharusnya dihindari oleh umat Buddhis. Untuk para bhikkhu, Sang Buddha mengatakan di manapun mereka berada, seorang bhikkhu dalam Dhamma Vinaya selalu mengembangkan cinta kasih (metta), belas kasihan (karuna), simpati (mudita), dan keseimbangan batin (upekkha) bagi semua makhluk. Jika seorang perumah tangga mengundang mereka untuk makan, mereka akan menerimanya dengan hati-hati apa saja yang disediakan bagi mereka.

Selain itu, Sang Buddha juga menjelaskan bahwa siapa saja yang sering membunuh makhluk hidup untuk dipersembahkan bagi Sang Tathagata atau murid-muridNya, akan menimbun keburukan; sebelum mempersembahkan dana, mereka berkata, "Pergi dan tangkaplah makhluk hidup." Waktu itu, ketika mereka dibunuh mereka mengalami kesakitan dan penderitaan. Kemudian mereka mempersembahkan kepada Tathagata dan murid-muridNya apa yang tidak diperkenankan untuk mereka lakukan.

Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa hewan yang dibunuh (oleh dirinya sendiri atau orang lain) dan kemudian dipersembahkan sebagai pengabdian (udissa-mamsa) adalah makanan yang tidak diperkenankan bagi seorang bhikkhu, sedangkan daging atau ikan yang dibeli oleh umat yang saleh dari pasar, yang dijual sebagai konsumsi umum (pavatia-mamsa) adalah makanan yang diperkenankan oleh Sang Buddha, dan bisa diterima dan dimakan oleh muridNya.

Akhirnya, keputusan ada di tangan kita sendiri, apakah akan menjalankan vegetarian atau tidak? Sang Buddha sudah cukup menjelaskan di atas, tinggal bagaimana kita menerapkannya karena apa yang kita lakukan, kita sendiri yang akan menerima akibatnya.


Dikutip dari:
1. Issues of Vegetarianism: 'Are You Herbivore or Carnivore?' oleh Jan Sanjivaputta
2. Tiga Guru-Satu Ajaran oleh Sutradharma Tj. Sudarman, MBA
[FF]

Offline hengki

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 741
  • Reputasi: 49
Re: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas
« Reply #17 on: 27 November 2007, 03:41:08 PM »
Untuk andre golden dan lex chan yang di Taiwan.
Saya boleh tanya sedikit yah.
Di Taiwan Aliran Maitreya diakui tidak?
Dan Lu Sheng Yen juga diakui tidak?

Terima kasih sebelumnya.

Omithofo,
Hengki
Berbuat Baik dan Melatih Diri sebaiknya dilakukan sedari muda. Jangan menunggu sudah bungkuk, pikun, mata rabun, jalan pakai tongkat baru mau Berbuat Baik dan Melatih Diri

Offline El Sol

  • Sebelumnya: El Sol
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.753
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
Re: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas
« Reply #18 on: 29 November 2007, 12:45:40 AM »
vegie itu bodoh kalo yg makan bodoh...

vegie itu bagus kalo yg makan itu pinter...

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.437
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
Re: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas
« Reply #19 on: 29 November 2007, 11:00:20 AM »
^ apa maksudnya yha? :P

Btw, 2 hari terakhir ini gue latihan jadi vegie lagi karena belakangan ini tiap bangun pagi rasanya kurang tidur..
Alhasil pagi ini mulai berasa manfaatnya. Bisa melek dengan perasaan segar.. yay! woo hoo! ;)
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline pejuang_gk

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 2
  • Reputasi: 0
Re: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas
« Reply #20 on: 29 November 2007, 09:33:02 PM »
Sebenarnya Vegetarian bagus untuk dilakukan dengan tujuan
melatih Metta (Cinta Kasih ) terhadap semua Mahluk,  :) :) :)

Melatih diri dengan Vegetarian emang tidak menjadikan seseorang menjadi suci akan tetapi melatih diri dengan melaksanakan vegetarian merupakan salah satu perbuatan baik dilatar belakangi mengurangi pembunuhan mahluk hidup.

Kalo kita lihat Semua daging-daging yang kita beli dipasar hampir 98% merupakan hasil dari penjagalan mahluk hidup, kemungkinan kecil jika mengatakan daging dipasar adalah mayat mahluk hidup yang mati karena umurnya, kecelakaan (pembunuhan secara tidak sengaja).  ;D ;D ;D

Kita sebagai umat buddhist selalu sadar akan pentingnya metta cinta kasih kepada semua mahluk akan tetapi bila kita terus saja dengan serakah memakan daging berlebihan apakah benar kita sudah melaksanakan metta kepada semua mahluk.

jadi dapat disimpulkan


Semakin banyak manusia yang membeli dan memakan daging

semakin banyak permintaan daging di pasar menyebabkan semakin banyak hewan-hewan yang dibunuh untuk memenuhi permintaan pembeli

semakin banyak hewan yang mederita karena perbuatan manusia

semakin sedikit kita memakan daging

semakin sedikit permintaan daging di pasar menyebabkan semakin sedikit hewan-hewan yang dibunuh karena tidak adanya permintaan dari pembeli

semakin banyak hewan tidak mederita

 _/\_ _/\_ _/\_



Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas
« Reply #21 on: 29 November 2007, 09:59:49 PM »
Sebenarnya Vegetarian bagus untuk dilakukan dengan tujuan
melatih Metta (Cinta Kasih ) terhadap semua Mahluk,  :) :) :)

Melatih diri dengan Vegetarian emang tidak menjadikan seseorang menjadi suci akan tetapi melatih diri dengan melaksanakan vegetarian merupakan salah satu perbuatan baik dilatar belakangi mengurangi pembunuhan mahluk hidup.

Kalo kita lihat Semua daging-daging yang kita beli dipasar hampir 98% merupakan hasil dari penjagalan mahluk hidup, kemungkinan kecil jika mengatakan daging dipasar adalah mayat mahluk hidup yang mati karena umurnya, kecelakaan (pembunuhan secara tidak sengaja).

jadi kamu mengetahui sayur yg kamu beli dipasar itu lebih baik daripada daging? (dalam hal mahkluk hidup yg terbunuh)

apa kamu jg tahu berapa mahkluk hidup yg terbunuh pada saat rumah tempat tinggal kamu dibangun?

apa kamu jg tahu berapa mahkluk hidup yg terbunuh pada saat kamu makan obat cacing?

apa kamu jg tahu berapa mahkluk hidup yg mati untuk dijadikan kelinci percobaan obat-obatan, kosmetik, dll?

sudah kenyataan, bahwa dalam hidup itu kita harus bersaing dengan mahkluk hidup lain...
kenapa mencoba membohongin diri sendiri dg kasus makanan??
« Last Edit: 29 November 2007, 10:08:29 PM by tesla »
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas
« Reply #22 on: 29 November 2007, 10:13:24 PM »
jadi dapat disimpulkan

Semakin banyak manusia yang membeli dan memakan daging

semakin banyak permintaan daging di pasar menyebabkan semakin banyak hewan-hewan yang dibunuh untuk memenuhi permintaan pembeli

semakin banyak hewan yang mederita karena perbuatan manusia

semakin sedikit kita memakan daging

semakin sedikit permintaan daging di pasar menyebabkan semakin sedikit hewan-hewan yang dibunuh karena tidak adanya permintaan dari pembeli

semakin banyak hewan tidak mederita

 _/\_ _/\_ _/\_

kalau saya berpikir seperti kamu, maka disimpulkan

semakin banyak manusia semakin banyak mahkluk hidup yg terbunuh...

manusia dapat membunuh mahkluk lain dg alasan sederhana, mis kesenangan (berburu), kecantikan, dll

dg membunuh manusia, kita dapat mengurangi pembunuhan mahkluk hidup... simple mathematics 1 < 2. bunuh 1 manusia, selamatkan byk gajah & harimau.

atau saya akan membuat virus yg memandulkan semua manusia di bumi (no one killed) :) :) :)

anyway, Anumodana atas share pendapatnya  _/\_
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Kembara

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 426
  • Reputasi: 13
Re: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas
« Reply #23 on: 30 November 2007, 12:41:24 PM »
Quote from: Sumedho
vegetarian ketika dilandasi oleh ingin mengurangi pembunuhan itu bagus. Tapi ketika sadar bahwa sayuran juga melewati proses terbunuhnya mahluk juga (bahkan bisa lebih banyak), ini bikin stress. Loh koq jadi nga ada yah makanan yang tanpa melibatkan terbunuhnya mahluk.....

Dalam penanaman secara organik yang tidak memakai insektisida dan pestisida saja tidak bisa dihindari terjadinya pembunuhan terhadap makhluk hidup, karena penanaman secara organik masih memanfaatkan seratus lebih jenis serangga untuk memakani kutu2 pemakan sayur2an, memang sebagian dipakai metode menanam tanaman yang digemari oleh kutu2 pemakan sayuran disekeliling tanaman yang ingin dihindarkan dari dimakan oleh kutu2 pemakan sayuran tersebut (Contoh, untuk memancing agar sayuran bayam tidak dimakan oleh kutu2 pemakan sayuran bayam, maka disekeliling tanaman bayam tersebut ditanam jenis tanaman lainnya yang lebih disukai oleh kutu pemakan bayam sebagai pancingan agar bayam terhindar dari dimakan kutu pemakan bayam tersebut), dan lain2 metode yang digunakan yang intinya tidak dapat menghindari terjadinya pembunuhan terhadap makhluk lain, hanya dari beberapa metode yang digunakan memang dapat menghindari / mengurangi terjadinya pembunuhan terhadap makhluk hidup.



Quote from: Sumedho
Sebenarnya fokus kita adalah untuk tidak melekat. Ada apa ya makan apa. Tidak menolak atau komplen. Makan untuk menyambung hidup, bukan untuk pemuasan koq.

Setuju, menurut saya kita jangan terlalu melekat, selama kita makan bukan karena nafsu, melainkan untuk hidup, maka tidak menjadi masalah.

Saya pribadi melihat pilihan untuk menjadi vegetarian itu adalah dari segi kesehatan, seperti yang Sdr. Lex Chan katakan bahwa badan akan lebih segar, karena dengan lebih banyak mengkonsumsi sayur dan buah, akan meningkatkan kadar oksigen dalam darah kita sehingga membuat kita terasa lebih segar, dan lain2. Akan tetapi dalam hal ini yang dimaksud dengan vegetarian adalah murni memakan sayur2an dan buah2an serta bahan makanan yang dibuat secara alami dari tumbuh2an seperti tahu dan lain2, bukan seperti yang makan daging palsu, ikan, udang palsu dan lain2 yang nota bene diproses dengan tambahan kimia buatan seperti bahan perasa, pewarna dan lain2. Sehat tidaknya vegetarian juga perlu dilihat dari cara mengolah makanan vegetarian itu sendiri, karena sering kita dengar seorang Bikkhu yang vegetarian juga terkena penyakit kolesterol, stroke dan lain2.

Seperti yang Sdr. Lex Chan katakan juga, bahwa manusia dengan struktur giginya, idealnya memang adalah pemakan sayur2an, akan tetapi kenyataannya manusia jaman sekarang persentase makan dagingnya jauh lebih banyak dari makan sayuran, sehingga jaman sekarang banyak penyakit berat yang menyerang manusia usia muda, biar bagaimanapun untuk alasan kesehatan manusia disarankan lebih banyak makan sayur2an dan buah2an dari segi resiko kesehatan, untuk itu vegetarian yang murni memakan sayur2an, buah2an dan bahan makanan yang diproses secara alami, patut dijadikan pilihan, ini pendapat saya pribadi.

Sedikit ralat untuk Sdr. Lex Chan, panjang usus manusia adalah 6 kali tinggi badan kita atau setara sekitar >9 meter s/d sekitar 12 meter  panjangnya.

Kalau vegetarian dari sudut pandang agama, saya 'no comment', mungkin rekan2 yang lain yang lebih ahli dalam hal ini bisa memberi pandangan. Terima kasih.
SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATTA
SADHU, SADHU, SADHU.

_/\_


Offline mei_lee

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 433
  • Reputasi: 14
  • Gender: Female
Re: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas
« Reply #24 on: 09 December 2007, 09:07:19 PM »
ingin menambahkan jg... ^^V kalo masalah vege ni buat mengurangi pembunuhan makhluk hidup itu salah besar, karena pada dasar na dalam aiir saja da bakteri yang hidup.. kalo kita memasak air sudah membunuh berapa banyak makluk hidup disana???? kalau alasan vege jg karena melatih metta kepada smua makluk hidup... lantas apakah dengan kita tidak makan dg metta tidak dapat terpancarkan??? lg pula dengan kita memakan daging makhluk itu bukan na ada kemungkinan ia akan terlahir lagi ke alam yang lebih baik?? dengan begitu kita kan membatu mereka ^^V :P lg pula yang membunuh makluk itu bukan kita n bukan kita jg jang menjd jiam lu ong. :P (misalnya kaya kita milih ikan yang segar2 gt yang masi idup, karena kita mau makan ikan itu jd ikan na mati)..
setau aku vege itu untuk menyadari kesederhaan hidup gt. soalnya dl waktu kita lum ada panggang2an kita ini mam daun ajah... n juga hidup sehat tanpa koresterol tinggi ^^V
« Last Edit: 09 December 2007, 09:17:06 PM by mei_lee »

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas
« Reply #25 on: 09 December 2007, 10:00:16 PM »
Quote from: meilee
lg pula dengan kita memakan daging makhluk itu bukan na ada kemungkinan ia akan terlahir lagi ke alam yang lebih baik?? dengan begitu kita kan membatu mereka ^^V
maksudnya apa dg membunuhnya ia akan terlahir di alam yg lebih baik? shg dapat dikatakan membantu?

kalau ini saya kurang setuju... IMO, kematian apalagi yg ga wajar seperti dibunuh/disembelih menghasilkan penderitaan yg luar biasa. sakit, marah, dendam, benci... malah kayaknya semakin menjatuhkan mahkluk tsb ke alam yg lebih menderita... CMIIW

note: saya ga vege sama sekali ;D
« Last Edit: 09 December 2007, 10:02:15 PM by tesla »
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline mei_lee

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 433
  • Reputasi: 14
  • Gender: Female
Re: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas
« Reply #26 on: 09 December 2007, 10:46:18 PM »
waaaah masa sih ko tesla?? aku gak tau tuh ko... hehe kalo menurut ku seh, makluk yang di bunuh itu kan di karmana di sudah berakhir dunk dialam itu?? jd barang kali aja terlahir ke alam yang lebih baik.. ato pandangan ku itu salah ya..

mh....

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas
« Reply #27 on: 09 December 2007, 11:19:48 PM »
kalau 'dibunuh' justru bukan karma kehidupannya berakhir, tetapi karma buruknya berbuah... kemungkinan terlahir di alam lebih baik tetap ada.

Quote
CAUSES OF DEATH

NOW LET US see what the Abhidhamma has to say about death
and rebirth. Death comes about because of one of the following
causes:
- through the expiration of the life-span;
- through the expiration of the productive kammic force;
- through the expiration of both;
- through the intervention of a destructive kamma.
« Last Edit: 09 December 2007, 11:22:13 PM by tesla »
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline mei_lee

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 433
  • Reputasi: 14
  • Gender: Female
Re: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas
« Reply #28 on: 10 December 2007, 01:13:41 AM »
mh.... jg jd maksudna akhir dr karma di kehidupan na itu membuahkan karma yang baruu?? gt ya?? mh... ic ic

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.437
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
Re: Vegetarian maksudnya apa? apa bener cinta kasih? yuk kita bahas
« Reply #29 on: 11 December 2007, 02:33:01 AM »
Apakah kalau dibunuh ada kemungkinan terlahir di alam yang lebih baik?
Coba ingat2 teorinya.. ;D

Bukankah alam berikutnya ditentukan oleh pikiran terakhir si makhluk..?

Kalau pikiran terakhirnya bahagia, maka ada peluang besar lahir lagi di alam bahagia.
Sedangkan kalau pikirannya takut, cemas, marah, benci, dll.. Apakah berpeluang untuk lahir di alam bahagia?

Nah.. kalau dibunuh, kira2 pikiran yang muncul sebelum mati apa yah..? :)
Makanya ada cerita "Si Manis Jembatan Ancol" (yang gentayangan.. hihihi..)
*scary background sound on* >:D

Kok jadi OOT ya? :hammer:
« Last Edit: 11 December 2007, 02:34:37 AM by Lex Chan »
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-