//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Perjalanan Menuju Padam  (Read 64087 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #60 on: 23 April 2012, 10:46:35 AM »
Numpang tanya aja, kalo menurut bro tesla, kenapa ada orang yang terlahir di komunitas Buddhis, fanatik Buddhisme, tapi tetap dungu dan berperilaku tidak baik?


terseret nafsunya jd tidak sadar dan hidup mengikuti nafsunya.
bahkan pengetahuan dhamma bisa digunakan pemuas nafsu utk merendahkan yg lain, meninggikan diri sendiri.
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #61 on: 23 April 2012, 11:29:14 AM »
terseret nafsunya jd tidak sadar dan hidup mengikuti nafsunya.
bahkan pengetahuan dhamma bisa digunakan pemuas nafsu utk merendahkan yg lain, meninggikan diri sendiri.
OK. Saya asumsi kita percaya pada kelahiran kembali yah (CMIIW). Kalau menurut bro tesla lagi, kenapa ada orang yang dari lahir mudah terseret mengikuti nafsu (sehingga biarpun lahir dekat dengan Buddhasasana, tetap terbawa nafsu), dan ada yang tidak mudah terseret nafsu (sehingga biarpun lahir jauh dari Buddhasasana, tetap tidak mudah terseret nafsu)?

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #62 on: 23 April 2012, 12:30:29 PM »
karena masih suka dg memuaskan nafsu duniawinya. jadi terlahir kembalipun prioritas utamanya adalah memuaskan duniawi/indranya.

dan sebaliknya, orang yg udah mulai sadar, nafsunya juga sudah semakin tipis.
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #63 on: 23 April 2012, 02:07:47 PM »
karena masih suka dg memuaskan nafsu duniawinya. jadi terlahir kembalipun prioritas utamanya adalah memuaskan duniawi/indranya.

dan sebaliknya, orang yg udah mulai sadar, nafsunya juga sudah semakin tipis.
;D Iya. Itu dia maksud saya. Orang terlahir kembali kemungkinan besar lupa semua pengetahuan 4KM, Tilakkhana, sutta-vinaya, dan sebagainya. Tapi kecenderungan yang terbentuk dari mengembangkan perhatian terus-menerus, kesadaran pada ketidak-kekalan, ketenangan dan keterpusatan pikiran, itu akan selalu mengarahkan seseorang untuk berjalan dalam dhamma, walaupun tidak kenal Buddhasasana, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sebaliknya, jika kita belajar dhamma cuma sekadar tahu, tidak dijalani, tidak dikembangkan, 'memegang ular di ekor', sudah seharusnya khawatir melekat pada 'merk' Buddhisme, namun kecenderungannya tetap pada nafsu, kebencian, dan kebodohan bathin.


Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #64 on: 23 April 2012, 02:25:38 PM »
saya rasa yang dimaksud dalam kutipan yang ditulis bro tesla itu merujuk pada arahat...
jadi mungkin tidak akan terlahir kembali??
CMIIW
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #65 on: 23 April 2012, 04:51:43 PM »
saya rasa yang dimaksud dalam kutipan yang ditulis bro tesla itu merujuk pada arahat...
jadi mungkin tidak akan terlahir kembali??
CMIIW

arahat itu finalnya, role model kalau bahasa sehari2. krn tujuan utama kita menjadi arahat, tentu kita melihat ternyata role model tidak bergantung pada pengetahuan. jadi kita juga tidak perlu menggantungkan diri pada pengetahuan atau pandangan. suttanya memang menunjuk kepada arahat sbg role model ideal, pembahasannya adalah ke diri saya sendiri yg pasti belum arahat. kalau saya mati skrg, saya tau saya akan terlahir lagi.
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #66 on: 23 April 2012, 04:58:28 PM »
arahat itu finalnya, role model kalau bahasa sehari2. krn tujuan utama kita menjadi arahat, tentu kita melihat ternyata role model tidak bergantung pada pengetahuan. jadi kita juga tidak perlu menggantungkan diri pada pengetahuan atau pandangan. suttanya memang menunjuk kepada arahat sbg role model ideal, pembahasannya adalah ke diri saya sendiri yg pasti belum arahat. kalau saya mati skrg, saya tau saya akan terlahir lagi.
pandangan ini yang agak kurang tepat menurut saya...
sang buddha pernah berkata bahwa ajarannya adalah bagaikan rakit, yang harus ditinggalkan ketika kita telah mencapai pantai seberang..
kalau kita tidak mau lepas dari rakit itu, maka kita tidak akan pernah menginjak pantai seberang...  :)
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #67 on: 23 April 2012, 06:17:16 PM »
pandangan ini yang agak kurang tepat menurut saya...
sang buddha pernah berkata bahwa ajarannya adalah bagaikan rakit, yang harus ditinggalkan ketika kita telah mencapai pantai seberang..
kalau kita tidak mau lepas dari rakit itu, maka kita tidak akan pernah menginjak pantai seberang...  :)

jadi rakit jgn dilepas dulu ya?

nah bagaimana jika saya mati & terlahir tanpa rakit ;)
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #68 on: 23 April 2012, 10:15:10 PM »
udah ada penjelasannya dari om KK di atas kok.. :)

;D Iya. Itu dia maksud saya. Orang terlahir kembali kemungkinan besar lupa semua pengetahuan 4KM, Tilakkhana, sutta-vinaya, dan sebagainya. Tapi kecenderungan yang terbentuk dari mengembangkan perhatian terus-menerus, kesadaran pada ketidak-kekalan, ketenangan dan keterpusatan pikiran, itu akan selalu mengarahkan seseorang untuk berjalan dalam dhamma, walaupun tidak kenal Buddhasasana, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sebaliknya, jika kita belajar dhamma cuma sekadar tahu, tidak dijalani, tidak dikembangkan, 'memegang ular di ekor', sudah seharusnya khawatir melekat pada 'merk' Buddhisme, namun kecenderungannya tetap pada nafsu, kebencian, dan kebodohan bathin.


hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #69 on: 23 April 2012, 10:33:42 PM »
dari post om KK, yg saya tangkap justru emg tidak ada ketergantungan kepada pengetahuan.
lho? :)

berjalan dalam dhamma ini bisa beda antara saya, kamu & om KK
bagi saya dhamma ada di mana2, kebenaran yg langsung,
kalau debu di mata sudah sedikit apalagi tidak ada debu, yah jelas terlihat

kalau masih perlu pengetahuan sbg 'kaca mata' utk melihat, hmmm... memang kita bertolak belakang :)
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #70 on: 23 April 2012, 10:43:58 PM »
maybe...  :)
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #71 on: 25 April 2012, 10:57:37 PM »
kenapa byk orang yg memilih utk mengambil KPR demi memiliki rumah? apa salahnya sewa? kenapa pada umumnya orang merasa lebih secure jika rumah yg ditempatinya atas nama dirinya (atau keluarganya)?

saya bukan menentang membeli rumah, tapi saya menentang penggunaan KPR, jika mampu belilah rumah cash.
kenapa mengeluh membayar sewa sementara tidak mengeluh membayar bunga?

kepemilikan hanyalah sebuah konsep.
aku memiliki rumah?
rumah milikku?

coba kita ganti.


ini adalah gambar 1 keping koin emas.

asumsi saja, ini adalah koinku, kusimpan di sakuku.
suatu saat koin ini terjatuh di jalan dan kamu menemukannya.
apakah ada kepemilikan yg berpindah dari aku ke kamu?
itu cuma konsep. dari pikiranku, aku masih memiliki koin itu, dan menggerutu, "ku taruh di mana yah"
sementara kamu yg menemukan, dalam muncul pikiran "ini jadi milikku, krn aku menemukannya"
beradu bukan? jadi kepemilikan memang bukanlah kebenaran yg sebenarnya.

back to topic,
kepemilikan yg ilusif tadi telah menjaring orang2 utk berlomba memiliki rumah dan bersedia membayar lebih utk sekedar menempatinya.
utk saat ini, katakanlah bunga bank 10% (per tahun). layakkah meminjam uang dan membayar bunga 10%/thn, sementara sewanya hanya 5% setahun?
ini semua terjadi karena pihak bankir, pandai mengelola rasa serakah & rasa takut (akan ketidakpastian) nasabahnya >:D
rental rate bahkan jarang menyentuh 5%, biasanya di bawah itu. kenapa harus membayar bunga yg 10% bahkan di atasnya?


solusi,
setiap bulan KPR harus membayar. simulasikan saja seolah2 kamu sedang KPR, tetapi uangnya ditaruh di tabungan (or deposito, or gold)
dari uang hilang saja, bunga 10% - rental rate 5%, kamu sudah saving 5%/year.
dg demikian jika kamu KPR 10thn, saya estimasi sekitar 4-5thn kamu sudah bisa beli rumah tsb full cash.

kenaikan harga rumah, ini salah satu faktor pendorong orang utk memilikinya, tidak bisa dipungkiri,
dekade lalu (sebelum resesi global, 2007) rumah memang menjadi kendaraan investasi (bahkan bubble)
tapi tidak utk saat ini, dan mungkin jika dilihat jangka panjang, kenaikan harga rumah tidak konsisten, tidak mengalahkan inflasi.
paling2 harga rumah yg naik hanya membuat kamu perlu 6-7 thn utk beli full cash. masih hemat 3 thn.

rumah yg harganya akan naik, kira2 spotnya adalah yg daerah tidak dikenal (harga sangat murah) dan akan dikembangkan (dalam 2 thn kedepan akan naik). mungkin utk kategori ini masih logis utk mengambil KPR, sebagai kendaraan spekulatif. sementara utk investasi, masih byk yg lebih baik.

jgn terburu2 my friend...
periksa rumah yg kamu beli, apakah emg bunga bank lebih kecil daripada rental ratenya? :)


buka kartu
saya juga masih menikmati bunga, dalam taraf tertentu bertindak seperti bankir. dalam hal ini saya cuma parasite dunia. tidak memproduksi apa2, tidak membangun jembatan, tetapi bisa mengkonsumsi produk yg dihasilkan orang lain :p bankir dibayar hanya karena menelan resiko (rasa takut orang lain).
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #72 on: 09 May 2012, 11:53:51 AM »
bosan...
sunyi di rumah sendiri, ga nyaman
jalan2 cari keramaian, juga ga nyaman
ngobrol dg orang, semakin ga nyambung
sendiri diam2, kesepian...
mo ngapa2in ga ada gairah
diam meditasi juga gelisah
apalah yg aku mau ini... zzz
(sehari tidur 8 jam masih ngantuk)
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Wijayananda

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 532
  • Reputasi: 69
  • Gender: Male
  • Semua akan berlalu...
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #73 on: 09 May 2012, 01:34:50 PM »
bosan...
sunyi di rumah sendiri, ga nyaman
jalan2 cari keramaian, juga ga nyaman
ngobrol dg orang, semakin ga nyambung
sendiri diam2, kesepian...
mo ngapa2in ga ada gairah
diam meditasi juga gelisah
apalah yg aku mau ini... zzz
(sehari tidur 8 jam masih ngantuk)
  wah kurang lebih hampir sama kondisinya dgn gua..dukhha oh dukhha,..

Offline juanpedro

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 949
  • Reputasi: 48
  • Gender: Male
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #74 on: 27 July 2012, 10:32:17 PM »
sudah padamkah anda? ;D