//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Perjalanan Menuju Padam  (Read 64078 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #105 on: 02 October 2012, 07:39:10 PM »
Sedikit nimbrung ya,...

Pada suatu pagi hari pada saat saya berjalan pagi untuk olahraga. Saya merenungkan setiap langkah yang saya lakukan. Dan saya berpikir setiap detik saya mati dan hidup kembali. Mengapa saya berpikir seperti itu mari kita bayangkan bersama,...

Pada langkah pertama dengan Langkah berikut nya hanya terlihat sama karena ini sebenanya adalah langkah yang baru dan selalu baru setiap langkah. Waktu yang menjadi kunci nya, setiap detik yang kita punya adalah sesuatu yang baru. Kita tak akan bisa menarik kembali waktu yang sudah terlewat, dan selalu menjadi baru setiap detik nya. Inilah kehidupan manusia sesungguhnya hidup dan mati. Hidup sesaat mati seketika,...

Terima kasih sudah boleh ikut nimbrung,...
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #106 on: 23 October 2012, 12:48:37 AM »
Menjadi Tua dan Akan Mati

just a thought, entah sejak kapan, kita selalu mengumpulkan apa2 saja yg kita perlukan nanti. menumpuk baju, sepatu, uang, rumah, dll... sebut saja kekayaan. seandainya saja kita tidak bisa mati, menurutku kita akan mengumpulkan luar biasa byk kekayaan yg akan digunakan nantinya dan dari waktu ke waktu jumlah kekayaan yg ditumpuk semakin banyak.

beruntung suatu saat kita akan mati. karenanya kita mulai berpikir apa maknanya hidup. segala kekayaan yg kita kumpulkan mulai menjadi tidak ada artinya ketika kita mati. pada dasarnya kekayaan kita memang semata utk menunjang hidup kita. ketika kita akan mati mau tidak mau, kita akan memberikan kekayaan kita pada kehidupan yg lain, bukan diri kita sendiri. suatu pelajaran tentang memberi.

karena ada yg menerimalah, hidup ini jadi punya arti. bukan sekedar sebuah badan yg makan, minum, bersenang2. namun sebuah jembatan kebaikan dari satu kehidupan ke kehidupan lainnya.

Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #107 on: 07 October 2013, 10:46:26 PM »
wah tidak terasa sudah hampir setahun berlalu...
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline neutral

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.510
  • Reputasi: 89
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #108 on: 08 October 2013, 11:07:20 PM »
Datang ke sini karena thread sebelah..menarik jg kisahnya.

Lanjutttt..

sudah padam?  ;D
Be it one day or a hundred day..Say good bye..it's hearbeat..no one ever prepared

Offline sanjiva

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.091
  • Reputasi: 101
  • Gender: Male
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #109 on: 09 October 2013, 11:22:04 AM »
Thread ini cukup mencerahkan  ^:)^
«   Ignorance is bliss, but the truth will set you free   »

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #110 on: 09 October 2013, 09:49:27 PM »
belum padam :-)

skrg lagi jalan2 ke kota semarang, liat culture yg berbeda
nanti baru update lagi
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline neutral

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.510
  • Reputasi: 89
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #111 on: 09 October 2013, 10:19:23 PM »
yup yup ditunggu.

mgkn bisa ke lawang sewu biar ada yg bisa diceritain nanti  ;D
Be it one day or a hundred day..Say good bye..it's hearbeat..no one ever prepared

Offline juanpedro

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 949
  • Reputasi: 48
  • Gender: Male
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #112 on: 10 October 2013, 08:01:07 PM »
belum padam :-)

skrg lagi jalan2 ke kota semarang, liat culture yg berbeda
nanti baru update lagi
kita berjodoh, Ko =)) =)) =))

Offline juanpedro

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 949
  • Reputasi: 48
  • Gender: Male
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #113 on: 10 October 2013, 08:07:37 PM »
belum padam :-)

skrg lagi jalan2 ke kota semarang, liat culture yg berbeda
nanti baru update lagi
kita berjodoh, Ko =)) =)) =))

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #114 on: 03 November 2013, 10:55:43 PM »
Hidup adalah pilihan
tetapi
kadang... eh sering, pilihan yg ada semua tidak ada yg mengenakan :)


dukkha...

Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: "Hidup Adalah Penderitaan"
« Reply #115 on: 03 November 2013, 11:08:43 PM »
bukan sok Buddhist.

post 2, ini background kenapa journal perjalanan ini dimulai.

pertama, aku telah melihat hidupku adalah penderitaan. bagiku, dunia ini adalah sebuah kesalahan. aku melihat mahkluk hidup sebagai suatu entitas yg memiliki karakter mempertahankan diri. aku hidup utk mempertahankan diriku semata, demikian juga dg dia, kamu, mereka, manusia, hewan, tanaman. dalam upaya mempertahankan diri ini, jika dihadapkan pada pilihan mempertahankan aku atau mempertahankan kamu, tentu saja aku akan memilih "mempertahankan aku"

begitulah aku sebenarnya mahkluk yg mengerikan ini.

tipu-menipu, makan-memakan, pengkhianatan, selingkuh, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, dst... adalah hal-hal yg sangat lumrah terjadi di dunia ini, karena nature dari mahkluk hidup sendiri.

bahkan ketika aku  berdana, ketika aku mendoakan orang lain "semoga dia bahagia" sebenarnya tak lain adalah wujud rencana diriku sendiri, agar kelak diriku mendapatkan kondisi hidup yg lebih baik.

pada suatu ketika, aku pernah mengalami momen yg sangat berharga dalam hidup ini. yaitu ketika semua keinginanku lenyap, itu sesuatu yg sangat berbeda, semoga kamu yg membaca tulisan ini pernah juga mengalami hal itu. aku tidak bisa mendeskripsikannya dg tulisan, yg jelas itu adalah pengalaman yg sama sekali berbeda dg hidup saya sebelumnya. seperti seorang tahanan yg baru bebas dari penjara (a.k.a jailbreak haha).

but itu sudah berlalu, sekarang aku disini, penuh dgn keinginan, penuh dgn cita-cita, penuh dengan harapan. aku suka pemandangan indah, suka lihat dada perempuan  :-[ , suka uang, suka memerintah, suka makanan enak, suka ruangan ber-AC, dan masih banyak lagi. aku tidak ingin melepasnya...

journal ini dibuat juga sebagai penyemangat biar aku ga sway lagi... semoga membantu
Melihat Nibbana sekilas... ^:)^
I'm an ordinary human only

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #116 on: 04 November 2013, 12:10:56 AM »
Melihat Nibbana sekilas... ^:)^

ga yakin juga...

kalau dalam ilmu pengetahuan Buddhisme ada byk tahapan...
kemungkinan paling besarnya menurut saya adalah hilangnya panca nivarana
kemungkinan lebih kecilnya adalah jhana, dan hampir tidak mungkin adalah nibbana...
*apa nibbana bisa dilihat sekilas?
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline juanpedro

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 949
  • Reputasi: 48
  • Gender: Male
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #117 on: 04 November 2013, 08:12:15 AM »
ga yakin juga...

kalau dalam ilmu pengetahuan Buddhisme ada byk tahapan...
kemungkinan paling besarnya menurut saya adalah hilangnya panca nivarana
kemungkinan lebih kecilnya adalah jhana, dan hampir tidak mungkin adalah nibbana...
*apa nibbana bisa dilihat sekilas?
mungkin kondisi ataraxia, nibbana versi epicureanisme... :-?

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.467
  • Reputasi: 169
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #118 on: 04 November 2013, 09:44:17 AM »
Atau mungkin hanya kekotoran pandangan terang (vipassana upakkilesa)  ^-^

 [at] TS: No offence lho  ;D
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perjalanan Menuju Padam
« Reply #119 on: 04 November 2013, 06:51:01 PM »
Atau mungkin hanya kekotoran pandangan terang (vipassana upakkilesa)  ^-^

 [at] TS: No offence lho  ;D

mungkin saja
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

 

anything