//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Dear diary  (Read 354743 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Dear diary
« Reply #90 on: 02 February 2011, 03:46:41 PM »
namanya frame latihan gitu, tidak tahu juga yahh mungkin lebih pada ketegasan atau saddhanya hingga tidak plinplan atau kabur akan suatu batas hingga memberi kejelasaan.
Oh, OK. Sekilas info & numpang opini saja. Mengenai apa yang berhubungan sebatas kebiasaan, Buddha mengatakan bisa dilakukan oleh siapa saja (dari raja sampai budak). Tetapi melatih apa yang berhubungan dengan pengikisan keserakahan, kebencian, dan kebodohan bathin, itu baru dikatakan latihan yang mulia.

Demikian juga menurut saya menghindari perangkat bekas daging, hanyalah suatu kebiasaan, yang jika dilekati, hanya akan mengembangkan sifat 'sulit diurus'. Baik vegetarian maupun non vegetarian juga sebetulnya hanya perbedaan menu saja. Tidak terlalu susah untuk dibiasakan. Apa yang menjadi latihan adalah pengendalian nafsu indriah: berlatih tidak melekat pada rasa, dan berusaha makan secukupnya. Menurut saya, inilah latihan yang susah, yang tidak semua orang bisa melakukannya (termasuk saya masih banyak sekali bolongnya). 


Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #91 on: 04 February 2011, 02:18:58 PM »
hari ini dapet tanggalan meja ekayana 2011, lihat punya lihat ternyata perayaan hari kathina di ekayana  jatuh tanggal 16 oktober 2011 pas banget sama ultah ku. tanggalan meja dari Ekayana graha ini memudahkan melihat hari hari uposatha.

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #92 on: 04 February 2011, 05:01:52 PM »
simpan sini saja mudah jadinya kalau mau cari

http://financiallyfit.yahoo.com/finance/article-111733-7972-1-15-ways-to-never-run-out-of-money

http://financiallyfit.yahoo.com/finance/article-111775-8031-1-22-ways-to-fight-rising-food-prices

wah gak butuh sihh tapi bagus juga siapa tahu berguna nanti nya (10 langkah membebaskan diri dari credit card)
http://finance.yahoo.com/banking-budgeting/article/109839/10-simple-steps-to-freedom-from-credit-cards;_ylt=AmSCc_aSIFHNa.yFx3bdQrYJo9IF;_ylu=X3oDMTE2cmVudnZvBHBvcwMyBHNlYwNhcnRpY2xlTWFpbgRzbGsDaG93dG9mcmVleW91?mod=oneclick



Quote
New sheets usually have the thread count listed on the packaging. There's a misguided notion that more is better, says Barbara Flanagan, author of "Flanagan's Smart Home: 98 Essentials for Starting Out, Starting Over, Scaling back."

Sheets with a lower thread count are better for several reasons, Flanagan says. They can be washed and dried faster, which saves money on laundering, as they take up less space and dry quicker.

In addition to the money saved, lighter sheets are better for your skin, she says.

"You want your body to breathe through the sheets," Flanagan says, "and you want to get your laundry done in as few loads as possible, so the choice of sheets is really important."

Flanagan also recommends using waffle-weave towels over the traditional large fluffy towels that Americans tend to buy. Waffle weave towels are also cheaper to wash -- and can even be air-dried, she says.

"So that really saves a lot of money in the dryer," Flanagan says. "Your dryer is one of the most expensive appliances (to run) in the house."
http://financiallyfit.yahoo.com/finance/article-111447-7590-3-6-ways-conventional-wisdom-wastes-money

pic waffle weave towels


Jobs Outlook: Careers Headed For the Trash Pile (died)
http://finance.yahoo.com/career-work/article/111881/careers-headed-for-the-trash-pile;_ylt=AtpCNE_scOTcGa0wX93HTKUJo9IF;_ylu=X3oDMTFhcGptMjQyBHBvcwM3BHNlYwNmZWF0dXJlZEFydGljbGUEc2xrAzVjYXJlZXJzaGVhZA--

top paying company
http://finance.yahoo.com/career-work/article/111878/top-paying-companies;_ylt=Am2klXD1tf_3dvLgxQSgQ1YJo9IF;_ylu=X3oDMTFidGhiZXJqBHBvcwMxMQRzZWMDZmVhdHVyZWRBcnRpY2xlBHNsawN0b3AtcGF5aW5nYmU-?mod=career-salary_negotiation
« Last Edit: 04 February 2011, 05:27:16 PM by daimond »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #93 on: 04 February 2011, 05:39:53 PM »
sudah baca tapi banyak yang belum di mengerti simpan dulu dah nanti satu  satu di lihat lagi

30 menit (30-Minute Investing Start-Up Kit)
http://content.kiplinger.com/columns/starting/archive/2007/st0711.htm


bisa satu dollar?
Quote
FOR SHORT-TERM INVESTMENTS: You want to put your money somewhere safe to protect it and someplace accessible so you can take it out when you need it. (No, your underwear drawer doesn't qualify.) You also want the bank to pay you a bit of interest while you wait to use the money. The solution is a high-interest online savings account. Two good choices are HSBC Direct and ING Direct. HSBC currently pays a higher interest rate -- 5.05% vs. ING's 4.5%. That's a 55-cent difference for every $100 in the account. However, ING, in my opinion, has a more user-friendly interface. You can decide for yourself which is more important to you.

No matter which one you choose, you can open an account even if you've only got $1 to deposit. And it only takes less than ten minutes at the banks' Web sites to sign up. Have your checkbook handy. You fund the accounts by transferring money directly from an existing checking account at your regular bank. You'll need your bank's routing number and your account number (found on the bottom of your paper check) to give to the online folks.

While you're signing up, enroll in the automatic savings plan. You can arrange to have a certain amount of money deposited into your account on a regular basis -- a surefire way to keep your savings goal on track. (Learn more ways to put your finances on autopilot.)

Read more: http://content.kiplinger.com/columns/starting/archive/2007/st0711.htm#ixzz1CzAXQAMU
Become a Fan of Kiplinger's on Facebook


hmm bisa 50 u$ (500.000,-) sangat menarik di baca dulu banyak yang gak ngerti nya
Quote
FOR LONG-TERM INVESTMENTS: You want your money to appreciate a little more -- but that means taking on more risk. You can afford it, though, because you have a long time period to smooth out the market's ups and downs. Your simplest option is a one-stop target mutual fund. A nice choice when you're low on cash is the T. Rowe Price Retirement funds. These funds are a ready-made portfolio in a single fund. They invest in a variety of other funds (so you're not putting all your eggs in one basket), and they gradually tone down your risk as you approach your target date.

Fidelity and Vanguard also have top-notch target funds, but they require $2,500 and $3,000 respectively to get your foot in the door. The nice thing about T. Rowe Price is it'll let you invest with as little as $50 a month when you sign up for its automatic investment program. So go to www.troweprice.com/welcome, click on "open an account" then "mutual funds." It'll ask you what type of account you want. A tax-free Roth IRA is a fine choice (learn more). Or, for a regular taxable account, select "individual" or "joint."

Read more: http://content.kiplinger.com/columns/starting/archive/2007/st0711.htm#ixzz1CzAk3N86
Become a Fan of Kiplinger's on Facebook

dan juga mesti tunggu bulan depan wa baru saja deposit, gak mungkin wa punya deposit lsg beralih masih mempelajari bagiamana menginvest wa punya uang dengan baik.
« Last Edit: 04 February 2011, 05:46:30 PM by daimond »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #94 on: 07 February 2011, 10:03:01 PM »
kadang kita berjalan dan berjalan tahu tahu seperti kembali lagi ketempat semula.

Lake manasarovar ini sungguh aneh dan maha ajaib terus terang belum pernah kesana dalam dunia nyata. tetapi waktu dulu permulaan meditasi masalah nya danau yang sering ku datangi mirip sekali dengan si manasarovar ini. bahkan salah satu namanya danau pikiran juga membuat ku terkejut dan letak nya di tibet juga (meskipun aku hanya menduga duga saja waktu itu letak dan lokasi nya saja tidak tahu). bahkan dalam danau itu ada naga nya tidak  mungkin semuanya serba kebetulan kan.


dulu tadi nya di pikir ini semua adalah ilusi ciptaan dari pikiran dan setelah membaca abhidahamma ada yang namanya apacaya, tetapi beberapa hari lalu terjadi hal seperti ini

sejernih air hingga dapat di minum dan di gunakan untuk ber macam macam keperluan dan kebutuhan di dalam pot air yang di bawa gerobak.

"Accordingly this young merchant took great big water-jars on his carts"

http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1004.htm


tadi nya berpikir ini hanya untuk pikiran saja tetapi bila dipikirkan dengan baik baik maka akan timbul pertanyaan, apabila wadah nya kotor dan tidak di bersihkan bagaimana bisa mempunyai pikiran sejernih air? atau air tersebut dapat di pergunakan dengan baik dan memberi manfaat.

jadi sila sangat pentting tampaknya, biasa aku hanya wah asal bisa melaksanakan sila dah bagus lohh tidak mempunyai target tertentu, sekarang rasanya harus memikirkan target kedepan nya seperti apa dari tahun ini 2011 ke tahun 2012.
dalam setahun ada 12 bulan dalam sebulan ada 4 hari uposatha jadi ada 48 hari uposatha akan ada  tambahan bila ada bulan kembar maka menjadi 52 hari. setidak nya harus bertambah lebih dari 52 hari ini.

Memang bila di bandingkan dengan cerita gambar kelinci di bulan dari jataka athakata maka tekad ku sangat jauh lebih lemah di bandingkan si kelinci, cerita ini dapat menjadi tolak ukur mengukur sejauh mana tekad dan kemauan kita melakukan sila.

kenapa seperti kembali ke tepi danau ini lagi dan lagi yahh.

dulu sekali aku membuat diri ku berjalan ke tepi sungai yang ada dermarganya memasukan diri ku kedalam perahu dan tidur membiarkan perahu berjalan menghanyutkan diri ku ke tempat yang bisa membantu ku meditasi ku. ketika membuka mata maka tepi danau ini lah yang hadir berjalan dalam rupa anak kecil di tempat tersebut dan bermeditasi. meskipun sekarang sudah tidak melakukan hal seperti ini lagi. tetapi kadang perasaan kembali ke tempat ini lagi dan lagi sungguh aneh.

malah lebih aneh lagi lambang anavapatva sang naga ada di tunggangi oleh anak kecil tidak tahu gambar nya ada kemana tapi pernah lihat gambar seperti itu

lebih aneh lagi "anavapta gatha" manuscript  beneran muncul kembali kedunia ini.

hal hal ini masih menjadi misteri bagi ku

« Last Edit: 07 February 2011, 10:08:08 PM by daimond »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #95 on: 09 February 2011, 01:55:47 AM »
well, ternyata masih banyak yg menjalankan sila ke 5 terpaku pada minuman berakohol dan candu/ narkoba saja. di luar kasarnya seperti itu tetapi bila seperti diri ku tdk lgi berurusan dgn hal tersebut problem ku adalah coklat dan permen. jadi wa membatasi diri terhadap hal tsb. terjemahan baru sila ke 5 juga menjadi pertanyaan? ' aku bertekad untuk menghindari makan dan minum yang melemahkan kesadaran' bagaimana dengan tape singkong, tape uli dan brem bukankah makanan ini mengandung alkohol juga ? berapa banyak tape singkong/uli yang bisa melemahkan kesadaran?

Offline No Pain No Gain

  • Sebelumnya: Doggie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.796
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
  • ..............????
Re: Dear diary
« Reply #96 on: 09 February 2011, 01:59:39 AM »
well, ternyata masih banyak yg menjalankan sila ke 5 terpaku pada minuman berakohol dan candu/ narkoba saja. di luar kasarnya seperti itu tetapi bila seperti diri ku tdk lgi berurusan dgn hal tersebut problem ku adalah coklat dan permen. jadi wa membatasi diri terhadap hal tsb. terjemahan baru sila ke 5 juga menjadi pertanyaan? ' aku bertekad untuk menghindari makan dan minum yang melemahkan kesadaran' bagaimana dengan tape singkong, tape uli dan brem bukankah makanan ini mengandung alkohol juga ? berapa banyak tape singkong/uli yang bisa melemahkan kesadaran?

haha..iya ya gmn dgn tape? gimana dgn mknan fermentasi lainnya?
No matter how dirty my past is,my future is still spotless

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #97 on: 10 February 2011, 03:09:47 PM »
hmm, selama ini menjalankan sila tanpa mengetahui sumber acuan sila baik dari panca sila, atahatsila, dasasila dan pandita sila dari mana semua sila ini sumber yang menyatakan mereka di tulis di tipitaka di bagian sutta mana tentang pancasila, athatasil, dasa sila, pandita sila

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #98 on: 10 February 2011, 07:10:53 PM »
wah avatarku dah kembali pantesan kok aneh yahh.

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #99 on: 20 February 2011, 05:10:26 PM »
 Martin Niemöller, 1892-1984:

They came first for the Communists, and I didn't speak up because I wasn't a Communist.
Then they came for the Jews, and I didn't speak up because I wasn't a Jew.
Then they came for the trade unionists, and I didn't speak up because I wasn't a trade unionist.
Then they came for the Catholics, and I didn't speak up because I was a Protestant.
Then they came for me, and by that time no one was left to speak up.

Artinya:
Kali pertama mereka datang menindas kaum komunis,
saya tidak bersikap karena saya bukan seorang komunis.
Kemudian mereka menindas kaum Yahudi,
saya tidak bersikap karena saya bukan seorang Yahudi.
Seterusnya mereka menindas Perkumpulan,
saya tidak bersikap karena saya bukan anggotanya.
Ketika kaum ka to lik ditindas, saya tidak bersikap karena saya seorang Protestant.
Ketika mereka datang menindasku, tidak ada lagi yang tersisa untuk membantuku.

wah akhirnya dapet juga nih quote

http://en.wikipedia.org/wiki/Martin_Niem%C3%B6ller
« Last Edit: 20 February 2011, 05:14:14 PM by daimond »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #100 on: 20 February 2011, 05:50:28 PM »
Museum Seni Rupa dan Keramik

Jl. Taman Fatahillah (/ Jl. Pos kota)  no 2 Jakarta Barat

 
Catatan tambahan:
Museum keramik memberikan pelatihan membuat keramik setiap hari Selasa s/d Minggu, jam 9.00-15.00.
Biaya:
• Pelajar/Mahasiswa: perorangan Rp. 15.000, rombongan >20 orang Rp.10.000
• Umum : perorangan Rp. 20.000, rombongan > 20 orang Rp.15.000

Museum keramik juga menyewakan tungku pembakaran :
• Satu tungku penuh Rp. 250.000
• Per 3 (tiga) buah produk Rp. 10.000


Keterangan lebih lanjut hubungi :
• 021-6926090, muesumsenirupa_k [at] yahoo.co.id

http://niagautama.multiply.com/reviews/item/2

duh nyari nya susah susah ternyata dekat gitu lohh (dekat tempat kerja wa), minta ampun dah  ^:)^
wah pokoknya hari minggu gitu loh susah susah nyari nya kursus yang bisa hari minggu ( bagus nya bisa sewa tempat pembakaran juga gitu)
« Last Edit: 20 February 2011, 06:04:14 PM by daimond »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #101 on: 22 February 2011, 07:52:35 AM »
well, beberapa hari ini memperhatikan berita ttg susu berbakteri e sakazaki.  melihat cara depkes mengatasi masalah ini membuat diri ku bertanya sebenarnya keberadan depkes ini untuk siapa? bukankah keberadan depkes dan jajaran aparatnya ada untuk rakyat indonesia bukan untuk suatu golongan atau suatu profesi. ( kita masih ingat kasus prita dan bagaimana depkes dlm kasus tersebut?)
« Last Edit: 22 February 2011, 07:57:54 AM by daimond »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #102 on: 25 February 2011, 09:56:56 PM »
walah kita memerhatikan e sakazakii ternyata di bagian lain indo muncul antharax (smoga bukan, soalnya baru suspect gitu ).

http://www.drstandley.com/hta_anthrax.shtml

http://www.notimetokill.org/ch4.htm

uhhh, seram


Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #103 on: 03 March 2011, 12:14:02 PM »
well,waktunya melakukan review terhadap vegetrian ku selama setahun ini.
permulaan bervegetrian ini memerlukan pertimbangan yg lama, kenapa hal ini tdk sesuai logika/ pandangan diri ku pada titik tertentu.

biasa nya setiap bulan membuat anggaran kasar kemana saja post pengeluaran. Biasa bervegetrian ini terlama adalah sebulan. sesuai logika ketika bervegetarian ini aku terpaksa mengeluarkan dari keuangan ku sendiri untuk uang makan siang, karena toko tdk membagi uang makan pada pekerja depan tapi berlangganan rantangan utk makan para pegawai. jadi aku memberatkan hal ini karena akan memberatkan keuangan dan kebalik dari penghematan.

Tapi bila melihat kondisi saat ini, aku mempunyai tabungan dan deposito jagat atau dunia kok rasanya terbalik gitu aneh kalau menurut standrat logika.

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.107
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #104 on: 04 March 2011, 11:04:04 AM »
wah, lagi di Lindetives habis bayaran angsuran apertement hihi, soalnya rekening menara Latumenten pindah sekarang di BII bukan di BCA lagi. Jadi bayar disini lindetives soalnya ada cabang BII disini jadi mudah (juga tidak bayar 5.000 buat berita acara [kalau BCA kena bayar 5.000 buat berita acara]) sekalian ngenet gratis gitu lohh (di puja seranya Lindetives). Sangat beruntung kan. ohya pegawai yang lain pada titip barang untuk di beli sudah dulu.