//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Indonesia Telat Merespons Isu Vegetarian  (Read 2790 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline F.T

  • Sebelumnya: Felix Thioris, MarFel, Ocean Heart
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.135
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • • Save the Children & Join with - Kasih Dharma Peduli • We Care About Their Future • There Are Our Next Generation.
Indonesia Telat Merespons Isu Vegetarian
« on: 21 August 2009, 01:17:06 AM »
OGYAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia jauh terlambat merespons isu tentang vegetarian jika dibanding negara-negara maju. Di sana, sudah muncul kesadaran pentingnya bervegetarian, dengan isu yang diangkat berhubungan dengan lingkungan.

Di Gent, salah satu kota di Belgia misalnya, sejak Mei 2009, pemerintah setempat mengimbau warganya tidak menyantap daging sehari dalam sepekan. Sedangkan di Inggris (United Kingdom), sedang digodok pembahasan tentang memasukkan menu makan ke semua rumah sakit.

Harga daging, di negara-negara Eropa sudah dibanderol mahal karena dikenakan tambahan biaya (pajak) sebagai konsekuensi dampak lingkungan yang ditimbulkan. Daging yang dihasilkan dari industri peternakan, seperti diketahui memang menyumbang pencemaran tanah, air, dan udara (pemanasan global).

"Tentu ada alasan sangat kuat mengapa kebijakan-kebijaka n itu dilakukan, yang mestinya ditelaah Indonesia. Itu tak lahir begitu saja, tanpa pemikiran mendalam," ujar Chindy Tanjung, Koodinator Indonesia Vegetarian Society (IVS) DIY-Jawa Tengah, yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Info Vegetarian.

Menurut dia, itu bukan semata tentang vegetarian saja, namun juga apakah manusia mau tahu apa akar permasalahan kerusakan lingkungan dan mengapa terjadi penurunan derajat kesehatan manusia. Manusia jarang mau legowo dan menggunakan nurani dan logika ketika berbicara tentang daging dan dampaknya.

"Misalnya, ketika kita kecil, kita diarahkan untuk sayang sapi, kambing, dan ayam. Tapi kita memakan daging mereka. Daging dikatakan sumber protein, tapi di usia menuju tua, dokter mengultimatum kita tidak boleh kebanyakan daging. Kita sedih kala melihat hewan disembelih dan kesakitan, tapi kok tetap tega menyantap soto dan sate?" katanya.

Ada dua hal yang berbenturan-antara sayang pada hewan, serta masih terus menyantap daging-yang selalu dan seharusnya ada di benak manusia. Namun manusia jarang mau mengaitkannya.

Memang, memakan daging dan tidak memakan daging adalah pilihan. Orang punya keyakinan sendiri-sendiri yang sangat tidak bisa disalahkan, seperti bahwa makan daging tak dilarang agama. Agama jelas tak bisa disalahkan. Namun fakta, juga sebuah kebenaran, ujarnya.

Dari sisi vegetarian, tidak memandang dari sisi agama semata, tapi bahwa pilihan makan daging mengandung banyak konsekuesi, dari masalah kesehatan a-z, hingga kerusakan lingkungan.  



Save the Children & Join With :
Kasih Dharma Peduli ~ Anak Asuh
May all Beings Be Happy


Contact Info : Kasihdharmapeduli [at] yahoo.com

Offline L1M

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 141
  • Reputasi: 5
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Indonesia Telat Merespons Isu Vegetarian
« Reply #1 on: 07 June 2010, 01:34:28 AM »
OGYAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia jauh terlambat merespons isu tentang vegetarian jika dibanding negara-negara maju. Di sana, sudah muncul kesadaran pentingnya bervegetarian, dengan isu yang diangkat berhubungan dengan lingkungan.

Di Gent, salah satu kota di Belgia misalnya, sejak Mei 2009, pemerintah setempat mengimbau warganya tidak menyantap daging sehari dalam sepekan. Sedangkan di Inggris (United Kingdom), sedang digodok pembahasan tentang memasukkan menu makan ke semua rumah sakit.

Harga daging, di negara-negara Eropa sudah dibanderol mahal karena dikenakan tambahan biaya (pajak) sebagai konsekuensi dampak lingkungan yang ditimbulkan. Daging yang dihasilkan dari industri peternakan, seperti diketahui memang menyumbang pencemaran tanah, air, dan udara (pemanasan global).

"Tentu ada alasan sangat kuat mengapa kebijakan-kebijaka n itu dilakukan, yang mestinya ditelaah Indonesia. Itu tak lahir begitu saja, tanpa pemikiran mendalam," ujar Chindy Tanjung, Koodinator Indonesia Vegetarian Society (IVS) DIY-Jawa Tengah, yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Info Vegetarian.

Menurut dia, itu bukan semata tentang vegetarian saja, namun juga apakah manusia mau tahu apa akar permasalahan kerusakan lingkungan dan mengapa terjadi penurunan derajat kesehatan manusia. Manusia jarang mau legowo dan menggunakan nurani dan logika ketika berbicara tentang daging dan dampaknya.

"Misalnya, ketika kita kecil, kita diarahkan untuk sayang sapi, kambing, dan ayam. Tapi kita memakan daging mereka. Daging dikatakan sumber protein, tapi di usia menuju tua, dokter mengultimatum kita tidak boleh kebanyakan daging. Kita sedih kala melihat hewan disembelih dan kesakitan, tapi kok tetap tega menyantap soto dan sate?" katanya.

Ada dua hal yang berbenturan-antara sayang pada hewan, serta masih terus menyantap daging-yang selalu dan seharusnya ada di benak manusia. Namun manusia jarang mau mengaitkannya.

Memang, memakan daging dan tidak memakan daging adalah pilihan. Orang punya keyakinan sendiri-sendiri yang sangat tidak bisa disalahkan, seperti bahwa makan daging tak dilarang agama. Agama jelas tak bisa disalahkan. Namun fakta, juga sebuah kebenaran, ujarnya.

Dari sisi vegetarian, tidak memandang dari sisi agama semata, tapi bahwa pilihan makan daging mengandung banyak konsekuesi, dari masalah kesehatan a-z, hingga kerusakan lingkungan. 

untuk telat sich rasanya tidak,dan ga ada yang perlu disesalkan khususnya terhadap negara indonesia sendiri yang mayoritas mungkin ga mengenal pemahaman tentang beberapa sebab2 yang berdampak pemanasan global tersebut.. dikarenakan diindonesia sendiri terdapat  banyak suku-suku yang sudah mengADATkan budaya "KURBAN"

Offline Juice_alpukat

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 734
  • Reputasi: 11
  • Gender: Male
Re: Indonesia Telat Merespons Isu Vegetarian
« Reply #2 on: 07 June 2010, 08:11:55 AM »
Kita mulai dari agama hindu n Buddha.
Hindu memang mengajarkan vegetarian. Meditasi pun jadi santapan tiap hari umat hindu.

Offline pemula

  • Teman
  • **
  • Posts: 89
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga segala sesuatunya menjadi lebih baik.
Re: Indonesia Telat Merespons Isu Vegetarian
« Reply #3 on: 07 June 2010, 09:38:44 AM »
Sehat murah di ikuti, Mahal di obati.

daging yang di mamfaatkan adalah proteinnya, temasuk segala jenis susu umumnya.
anjuran 10-15 % (tidak lebih dari 85-1115 gram per hari).

sayuran 30 % perhari
buah-buah han 5-10% per hari
biji-bijian utuh 50 % (beras coklat, pasta dari gnadum utuh, jelai, sereal, roti dari gandum utuh, polong-polongan termasuk kacang kedelai, kacang merah, kacang hitam, kacang putih, kacang merah muda).

(HIROMI SHINYA. MD) Guru besar kedokteran Albert Eiinstein College of Medicine. AS.
dari buku nya The mracle of Enzyme "Self-Healing program"
Terjual +2 juta copy. The international Healt Bestseller.
enakan pilih yang mana?
« Last Edit: 07 June 2010, 09:46:18 AM by pemula »

Offline L1M

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 141
  • Reputasi: 5
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Indonesia Telat Merespons Isu Vegetarian
« Reply #4 on: 07 June 2010, 04:48:29 PM »
intinya kembali kediri masing2 aja dah untuk menjawab keadaan(isu2)yang berkembang mengenai topik diatas,makan daging ok n kaga juga egp  :x :x ...yang penting hati,pikiran,dan perbuatan bisa tetap diarahkan :whistle: :whistle:  _/\_
wong sang president RI kita aja dijamin 99,99%(halal) tiap hari makan daging  :)) :)) :)) gimana kita2 yang kebetulan jadi rakyat bisa(mungkin cepet sukses)menggalakan makna vegetarian diIndonesia,menyusul negara2 yang sudah duluan nanggepin isu2 tersebut  :lotus: :lotus:

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.117
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Indonesia Telat Merespons Isu Vegetarian
« Reply #5 on: 07 June 2010, 07:35:06 PM »
 coba ke timur tengah omong vegetarian coba

Offline L1M

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 141
  • Reputasi: 5
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Indonesia Telat Merespons Isu Vegetarian
« Reply #6 on: 07 June 2010, 10:06:55 PM »
coba ke timur tengah omong vegetarian coba

yang ada ntar dipenjara,dibebasinnya tunggu pas lebaran haji,dengan syarat bersedia dengan sepenuh hati pasrah n rela untuk dijadiin salah satu korban sembelih
 :-* :-* :-* rasanyeee sekarang jadi rindu sama surga nich :-* :-* :-* coba dikitab2 lain diajarin tentang JIHAT yeeeee  =)) =)) lol