//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan  (Read 431244 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan
« Reply #90 on: 21 June 2009, 10:06:52 PM »
Ok, nah bagaimana menurut anda mengenai tokoh agamanya nih seperti Mr. J. beliau sendiri saja LDM nya belum tentu terkikis nih, bagaimana ke umatnya/yang mengimaninya apakah bisa?
Nyela.. Kalo nurut saya susah yah.. dr yg salah gmn bisa timbul yg benar? sebuah deviasi bersudut kecil dari garis lurus, akan menjadi perbedaan yg besar pd satu jarak tertentu, meski di awal pembelokannya perbedaan tsb tidak terlihat signifikan.
Contoh kasus: Y.A Sariputta sendiri tdk mengalami kemajuan yg berarti dibawah ajaran Sanjaya. Hanya dari keterbukaan dia mendengar sebait dhamma dari Y.A Assaji, barulah terealisasikan sebuah pandangan benar. Sesudahnya beliau tdk 'kekeuh' tetap memelihara pandangan benarnya dibawah ajaran Sanjaya yg berpandangan keliru. Tapi tidak berarti beliau tdk lagi menaruh hormat pd mantan gurunya. Malah Y.A Sariputta mencoba mengajak gurunya utk mengambil perlindungan dlm Buddha sasana.
Saya rasa itu pula sebabnya pandangan benar diletakkan sebagai dasar dlm Jalan Mulia Berunsur 8.
Demikian pula deviasi yg terjadi dlm ajaran Mr.J. Ungkapan yg cukup mengena 'guru kencing berdiri, murid kencing berlari.'
Apa yg baik belum tentu benar. Dan menyikapi kebenaran ini pun hendaknya berhati-hati, krn jika tidak akan menjadi fanatisme yg tdk membawa kemajuan pula.

Nah makanya dari situ bisa di ambil kesimpulan semua agama tidak sama, karena dari ajaran, goalnya pun sudah berbeda, kebenarannya pun berbeda ;D
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan
« Reply #91 on: 21 June 2009, 11:37:22 PM »
Quote
saudara kaiyin, masalah kecocokan...

ketika anda memberikan orang sebuah nasehat, misalkan jangan mencuri apakah anda yakin ini benar 100% ( sudah absolut/paramatha )
atau hanya 50% ( masih relatif ) dimata orang lain, karena bisa saja pencuri bilang benar.

sy tunggu jawaban anda. ^^

Quote
Saya tidak pernah menganggap kebenaran demikian adalah absolut.

Saya juga tidak memberikan nasihat dengan mengatakan "ini kebenaran absolut", "saya sudah realisasi/punya pengalaman langsung" atau lain-lain sebagainya. Saya berikan orang lain nasihat sebagaimana layaknya teman, bukan menggurui. Teman boleh menerima atau menolak nasihat temannya, tergantung kecocokannya.

anda tidak menangkap poin yg saya maksudkan....
yg saya maksudkan adalah "dari mana anda tahu standard akan suatu hal, apabila berdasarkan rasa cocok/tidak cocok...karena rasa cocok/tidak cocok bagi orang relatif, bahkan bagi anda juga seperti kata anda.
hingga anda membagikannya kepada orang lain. :P

jadi pernyataan
perbuatan mencuri adalah perbuatan tercela adalah sebuah kebenaran relatif
apakah ini pernyataan anda maksudkan?

salam metta.
« Last Edit: 21 June 2009, 11:39:16 PM by marcedes »
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan
« Reply #92 on: 22 June 2009, 10:08:48 AM »
Ok, nah bagaimana menurut anda mengenai tokoh agamanya nih seperti Mr. J. beliau sendiri saja LDM nya belum tentu terkikis nih, bagaimana ke umatnya/yang mengimaninya apakah bisa?

Wah, kalau sampai sejauh itu sih saya tidak tahu yah. Kalau mau dispekulasikan juga sudah terlalu luas.
Tapi kalau saya 'kan percayanya setiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri, bukan harus bergantung pada guru untuk mencapai kemajuan. Jadi bisa saja bagi mereka yang tidak ketemu ajaran Buddha, tetap mengambil jalur Pacceka Buddha.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan
« Reply #93 on: 22 June 2009, 10:17:04 AM »
Ok, nah bagaimana menurut anda mengenai tokoh agamanya nih seperti Mr. J. beliau sendiri saja LDM nya belum tentu terkikis nih, bagaimana ke umatnya/yang mengimaninya apakah bisa?

Wah, kalau sampai sejauh itu sih saya tidak tahu yah. Kalau mau dispekulasikan juga sudah terlalu luas.
Tapi kalau saya 'kan percayanya setiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri, bukan harus bergantung pada guru untuk mencapai kemajuan. Jadi bisa saja bagi mereka yang tidak ketemu ajaran Buddha, tetap mengambil jalur Pacceka Buddha.
bukan spekulasi, bisa dilihat koq di kitab mengenai ajaran dan prilakunya khan ;D
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan
« Reply #94 on: 22 June 2009, 10:21:34 AM »
anda tidak menangkap poin yg saya maksudkan....
yg saya maksudkan adalah "dari mana anda tahu standard akan suatu hal, apabila berdasarkan rasa cocok/tidak cocok...karena rasa cocok/tidak cocok bagi orang relatif, bahkan bagi anda juga seperti kata anda.
hingga anda membagikannya kepada orang lain. :P

jadi pernyataan
perbuatan mencuri adalah perbuatan tercela adalah sebuah kebenaran relatif
apakah ini pernyataan anda maksudkan?

salam metta.
Saya tidak menerapkan standard "ini kebenaran, ini bukan kebenaran". Ketika saya sharing, saya lebih membahas apakah suatu perbuatan bermanfaat baginya atau tidak.

Saya beri contoh yang terakhir, yang semoga bisa nyambung.

Anda katakan mencuri perbuatan tercela = kebenaran mutlak. Atas dasar apakah?  

Di sini kita melihat orang mencuri, ada yang tertangkap dan dipenjara, dihina, dipukuli bahkan mati dihakimi massa; ada juga yang tidak ketahuan dan bisa menikmati hasil curian secara sembunyi-sembunyi; ada lagi yang walaupun ketahuan mencuri, tetap bisa bebas karena kekuasaan yang dimilikinya, bahkan dipuji oleh orang lain.

Dari fakta seperti ini, anda mau bagaimana bilang mencuri itu PASTI berakibat buruk bagi semua orang?

Paling-paling anda kembali pada teori kamma yang berbuah di kehidupan mendatang. Itu pun KALAU berbuah 1 kehidupan sesudahnya. Terlebih lagi, itu pun KALAU yang anda ajak bicara percaya tumimbal lahir dan teori kamma. Ujung-ujungnya spekulasi juga.

Bagi saya, hal seperti itu adalah tidak mutlak. Namun kembali lagi anda mau bilang hal itu adalah kebenaran mutlak, tidak masalah bagi saya. Saya hargai kalau anda juga tidak memaksakan pandangan itu ke saya.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan
« Reply #95 on: 22 June 2009, 10:30:04 AM »
bukan spekulasi, bisa dilihat koq di kitab mengenai ajaran dan prilakunya khan ;D

Kalau hanya dari buku, saya pikir tidak ada artinya. Kalau dari sisi Buddhisme, pasti melihat dari sudut LDM, sedangkan kalau dari sisi "seberang" pasti lihatnya dari sisi lain, misalnya Buddha hanya manusia biasa yang mati lalu selesai, sedangkan Mr. J ini bisa bangkit dari kematian. Tidak ada habisnya.

Bagaimana seorang melihat satu ajaran itu sangat relatif sekali. Misalnya ajaran Buddha yang sudah jelas-jelas menentang pembunuhan, tapi kita tahu ada orang yang menyikapinya dengan "ada pembunuhan yang diperbolehkan", semacam pembunuhan suci begitu. Jadi kalau saya bilang, ajaran, walaupun memang sangat berpengaruh bagi perkembangan seseorang, bukanlah hal yang utama. Hal yang paling utama dan terpenting adalah dari diri orang itu sendiri. Terlepas dari ajaran agama, umat agama apa pun pasti ada yang baik, ada yang bejad.


Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan
« Reply #96 on: 22 June 2009, 10:33:15 AM »
bukan spekulasi, bisa dilihat koq di kitab mengenai ajaran dan prilakunya khan ;D

Kalau hanya dari buku, saya pikir tidak ada artinya. Kalau dari sisi Buddhisme, pasti melihat dari sudut LDM, sedangkan kalau dari sisi "seberang" pasti lihatnya dari sisi lain, misalnya Buddha hanya manusia biasa yang mati lalu selesai, sedangkan Mr. J ini bisa bangkit dari kematian. Tidak ada habisnya.

Bagaimana seorang melihat satu ajaran itu sangat relatif sekali. Misalnya ajaran Buddha yang sudah jelas-jelas menentang pembunuhan, tapi kita tahu ada orang yang menyikapinya dengan "ada pembunuhan yang diperbolehkan", semacam pembunuhan suci begitu. Jadi kalau saya bilang, ajaran, walaupun memang sangat berpengaruh bagi perkembangan seseorang, bukanlah hal yang utama. Hal yang paling utama dan terpenting adalah dari diri orang itu sendiri. Terlepas dari ajaran agama, umat agama apa pun pasti ada yang baik, ada yang bejad.


IMO justru ajaran itu paling berpengaruh lho, kalau dari ajarannya saja sudah tidak benar apalagi yang prakteknya, memang betul ajaran benar belum tentu yang prakteknya benar, tapi bukankah lebih baik ajarannya dahulu yang benar khan ;D
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan
« Reply #97 on: 22 June 2009, 10:45:14 AM »
IMO justru ajaran itu paling berpengaruh lho, kalau dari ajarannya saja sudah tidak benar apalagi yang prakteknya, memang betul ajaran benar belum tentu yang prakteknya benar, tapi bukankah lebih baik ajarannya dahulu yang benar khan ;D

Mungkin bagi sebagian orang, ya.
Memang ada dua jenis manusia yang belajar. Jenis pertama adalah jenis "bayi" yang hanya mau "disuapi" sesuatu yang hampir tidak perlu dicerna. Orang bilang A, yah dia lakukan A. Bagi orang seperti ini, memang ajaran lebih penting. Baginya, hidup seperti "jackpot". Kalau lahir dengan lingkungan yang ngajarin bener, yah masuk sorga. Kalau lahir di antara orang-orang ga bener, yah celakalah dia.

Jenis ke dua adalah orang dewasa yang bisa memilah makanan. Ia bisa mencoba, menerapkan dan mencerna sendiri manfaat dari ajaran itu. Ketika ada yang bilang A, dia menyelidiki apakah A itu benar. Orang seperti ini tidak bisa dikadali atau ditakut-takuti. Bagi orang seperti ini, ajaran apa pun yang didengar, hanya yang bermanfaat yang diambil, yang tidak bermanfaat, ditinggalkan. 

Nah, kenapa saya bilang ajaran bukan hal utama? Karena bagi tipe "bayi", ajaran apa pun "yang sudah jadi nasibnya" tetap ditelan. Bagi orang "dewasa" ajaran apa pun tetap dipilah. Jadi tidak masalah.

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan
« Reply #98 on: 22 June 2009, 11:58:57 AM »
anda tidak menangkap poin yg saya maksudkan....
yg saya maksudkan adalah "dari mana anda tahu standard akan suatu hal, apabila berdasarkan rasa cocok/tidak cocok...karena rasa cocok/tidak cocok bagi orang relatif, bahkan bagi anda juga seperti kata anda.
hingga anda membagikannya kepada orang lain. :P

jadi pernyataan
perbuatan mencuri adalah perbuatan tercela adalah sebuah kebenaran relatif
apakah ini pernyataan anda maksudkan?

salam metta.
Saya tidak menerapkan standard "ini kebenaran, ini bukan kebenaran". Ketika saya sharing, saya lebih membahas apakah suatu perbuatan bermanfaat baginya atau tidak.

bukan itu yg saya maksudkan, lebih dari pada diri anda.
pegangan mana yg anda ancungkan sebagai hal pasti.

pencuri share ke sesama mereka dengan mengatakan bahwa mencuri adalah baik. > mereka anggap bermanfaat.
anda share ke sesama teman, mencuri di anggap tidak bermanfaat.

nah standar apa yg anda pakai dalam menembus realita dhamma bahwa mencuri itu tidak bermanfaat?
sekedar cocok tidak cocok saja kah? ^^

salam metta.
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan
« Reply #99 on: 22 June 2009, 01:13:41 PM »
bukan itu yg saya maksudkan, lebih dari pada diri anda.
pegangan mana yg anda ancungkan sebagai hal pasti.

pencuri share ke sesama mereka dengan mengatakan bahwa mencuri adalah baik. > mereka anggap bermanfaat.
anda share ke sesama teman, mencuri di anggap tidak bermanfaat.

nah standar apa yg anda pakai dalam menembus realita dhamma bahwa mencuri itu tidak bermanfaat?
sekedar cocok tidak cocok saja kah? ^^

salam metta.


Ya. Hanya cocok-cocokan saja.
Saya tidak menawarkan doktrin, apalagi dogma. Hanya berbincang-bincang saja.

Dengan menempatkan "standar saya sudah benar" dalam satu perbincangan, maka yang ada hanya pemaksaan ide kepada orang lain. Hal itu juga tidak bermanfaat bagi diri sendiri karena dengan menggenggam pola pikir demikian, seseorang tidak akan merasa dirinya salah. Kalau memang dia benar, itu bagus. Tapi kalau ternyata dia sendiri salah, sampai kapan bisa berubah?

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan
« Reply #100 on: 22 June 2009, 05:40:19 PM »
bukan itu yg saya maksudkan, lebih dari pada diri anda.
pegangan mana yg anda ancungkan sebagai hal pasti.

pencuri share ke sesama mereka dengan mengatakan bahwa mencuri adalah baik. > mereka anggap bermanfaat.
anda share ke sesama teman, mencuri di anggap tidak bermanfaat.

nah standar apa yg anda pakai dalam menembus realita dhamma bahwa mencuri itu tidak bermanfaat?
sekedar cocok tidak cocok saja kah? ^^

salam metta.


Ya. Hanya cocok-cocokan saja.
Saya tidak menawarkan doktrin, apalagi dogma. Hanya berbincang-bincang saja.

Dengan menempatkan "standar saya sudah benar" dalam satu perbincangan, maka yang ada hanya pemaksaan ide kepada orang lain. Hal itu juga tidak bermanfaat bagi diri sendiri karena dengan menggenggam pola pikir demikian, seseorang tidak akan merasa dirinya salah. Kalau memang dia benar, itu bagus. Tapi kalau ternyata dia sendiri salah, sampai kapan bisa berubah?


jadi bisa saya simpulkan menjadi..........
"pernyataan mencuri adalah baik" merupakan pemaksaan ide dari orang yg hidup sesuai sila kepada pencuri.
apa begitu?

salam metta.
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline tula

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 482
  • Reputasi: 24
Re: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan
« Reply #101 on: 22 June 2009, 09:41:43 PM »
GRP for kainyn ... tar 1 1 deh utk yg lainnya ... karena diskusi di thread ini memang .. seolah beda gitu .... dan bener2 "mengingatkan" kembali bermacam2 hal ...

terima kasi kainyn .. terima kasih yg lain2 :)


ok smua sudah beres (sampe post di atas itu), tp terus terang baru tau hari ini .. di DC bisa kasi grp lebih dari 1 ya dalam sehari .. asal tidak ke orang yg sama ....

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan
« Reply #102 on: 23 June 2009, 09:58:47 AM »
jadi bisa saya simpulkan menjadi..........
"pernyataan mencuri adalah baik" merupakan pemaksaan ide dari orang yg hidup sesuai sila kepada pencuri.
apa begitu?

salam metta.

Maksudnya "pernyataan mencuri adalah tidak baik"?
Ya, betul. Pemaksaan ide tersebut cocoknya untuk anak kecil yang belum ngerti apa-apa, atau orang dewasa tipe "bayi" (yang saya bahas dengan ryu di atas).

Bagi orang yang mengutamakan pengertian, maka pernyataan demikian tidak berarti apa pun selain suatu "pemaksaan ide". Yang berarti bagi orang "dewasa" adalah analisa, bukan kesimpulan orang lain.

Buddha sendiri dalam mengajar, jika ingin membuat orang itu mengerti, mengajak menganalisa satu masalah bersama-sama, BUKAN menawarkan kesimpulan.

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan
« Reply #103 on: 23 June 2009, 02:50:40 PM »
jadi bisa saya simpulkan menjadi..........
"pernyataan mencuri adalah baik" merupakan pemaksaan ide dari orang yg hidup sesuai sila kepada pencuri.
apa begitu?

salam metta.

Maksudnya "pernyataan mencuri adalah tidak baik"?
Ya, betul. Pemaksaan ide tersebut cocoknya untuk anak kecil yang belum ngerti apa-apa, atau orang dewasa tipe "bayi" (yang saya bahas dengan ryu di atas).

Bagi orang yang mengutamakan pengertian, maka pernyataan demikian tidak berarti apa pun selain suatu "pemaksaan ide". Yang berarti bagi orang "dewasa" adalah analisa, bukan kesimpulan orang lain.

Buddha sendiri dalam mengajar, jika ingin membuat orang itu mengerti, mengajak menganalisa satu masalah bersama-sama, BUKAN menawarkan kesimpulan.
aduh, sekali lagi bukan point yg saya maksudkan disitu...
tapi sudah lah saya tidak akan membahas lagi.....karena tidak connect2 yg saya tanyakan dan jawaban yg anda berikan.
terima kasih

salam metta.
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Merespon Pertanyaan Rekan-rekan
« Reply #104 on: 26 June 2009, 12:31:16 PM »
anda tidak menangkap poin yg saya maksudkan....
yg saya maksudkan adalah "dari mana anda tahu standard akan suatu hal, apabila berdasarkan rasa cocok/tidak cocok...karena rasa cocok/tidak cocok bagi orang relatif, bahkan bagi anda juga seperti kata anda.
hingga anda membagikannya kepada orang lain. :P

jadi pernyataan
perbuatan mencuri adalah perbuatan tercela adalah sebuah kebenaran relatif
apakah ini pernyataan anda maksudkan?

salam metta.
Saya tidak menerapkan standard "ini kebenaran, ini bukan kebenaran". Ketika saya sharing, saya lebih membahas apakah suatu perbuatan bermanfaat baginya atau tidak.

Saya beri contoh yang terakhir, yang semoga bisa nyambung.

Anda katakan mencuri perbuatan tercela = kebenaran mutlak. Atas dasar apakah? 

Di sini kita melihat orang mencuri, ada yang tertangkap dan dipenjara, dihina, dipukuli bahkan mati dihakimi massa; ada juga yang tidak ketahuan dan bisa menikmati hasil curian secara sembunyi-sembunyi; ada lagi yang walaupun ketahuan mencuri, tetap bisa bebas karena kekuasaan yang dimilikinya, bahkan dipuji oleh orang lain.

Dari fakta seperti ini, anda mau bagaimana bilang mencuri itu PASTI berakibat buruk bagi semua orang?

Paling-paling anda kembali pada teori kamma yang berbuah di kehidupan mendatang. Itu pun KALAU berbuah 1 kehidupan sesudahnya. Terlebih lagi, itu pun KALAU yang anda ajak bicara percaya tumimbal lahir dan teori kamma. Ujung-ujungnya spekulasi juga.

Bagi saya, hal seperti itu adalah tidak mutlak. Namun kembali lagi anda mau bilang hal itu adalah kebenaran mutlak, tidak masalah bagi saya. Saya hargai kalau anda juga tidak memaksakan pandangan itu ke saya.

dear Kai,

kalau saya boleh masuk, Kamma bukanlah TEORI mengenai vipaka yang akan menimpa melainkan sebenarnya setelah dilakukan, sudah berdampak langsung ke batin (silahkan baca tulisan bro william di perpus DC mengenai KAMMA CASH BASIS) dimana ini sesungguhnya selaras dengan apa anda sebut bermanfaat atau tidak

Sedikit penjelasan
Saat 1 perbuatan dilakukan, saat itu juga sebenarnya ada proses yg sama di dalam batinnya.
Jika melakukan perbuatan akusala maka secara batin, akan masuk trend baru yg akusala juga
demikian juga jika melakukan perbuatan kusala, di batin masuk trend yg kusala

Jadi secara buddhism (dan secara logika juga), sudah jelas bahwa itu bukanlah spekulasi

End of Selingan dikit

 

anything