//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Perlukah para vegan khawatir akan kekurangan Vitamin B12?  (Read 2616 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline aitristina

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.758
  • Reputasi: 52
  • Gender: Female
  • every1 is #1...

Posted by: "Be Veg Go Green Save The Planet" beveg.gogreen [at] ymail.com   beveg.gogreen [at] ymail.com
Tue May 5, 2009 2:13 am (PDT)


Perlukah para vegan khawatir akan kekurangan Vitamin B12?

Sejumlah penelitian mengatakan bahwa kekurangan vitamin B12 dapat membuat berbagai kerusakan, seperti : kerusakan otak, anemia, cepat lupa, tidak bergairah, kekebalan tubuh berkurang dan masih banyak lagi. Banyak dokter dan ahli gizi yang terus menerus menggarisbawahi betapa penting B12 bagi manusia sehingga bila orang melakukan diet vegan dia harus minum suplemen atau mencari makanan yang mengandung vitamin B12 untuk menjaga kesehatan tubuh dan otaknya. Mereka melihat sejumlah pasien vegan mereka yang kekurangan vitamin B12 dan lalu menyimpulkan bahwa para vegan cenderung kekurangan vitamin B12. Mungkin mereka memang datang ke dokter dalam kondisi sakit dan sakit itulah yang membuat mereka mengubah cara hidup mereka.

Sebagian besar dari mereka berharap mereka akan menjadi lebih sehat jika mereka mulai mengubah cara hidup mereka. Satu atau dua orang yang vegan mungkin nampak sedikit kekurangan vitamin B12, tapi tidaklah berarti bahwa itu berlaku untuk semua penganut vegan ketat sekarang dan pada yang akan datang.

Semua vitamin B12 di dunia berasal dari bakteri. Baik tumbuhan maupun hewan ataupun manusia dapat memproduksinya dengan bakteri yang ada di dalamnya. Tumbuhan dapat terkontaminasi B12 ketika mereka berhubungan dengan bakteri tanah yang memproduksinya. Daging hewan memamahbiak kaya akan B12 hanya jika hewan itu makan makanan yang terkontaminasi atau bakteri itu hidup di usus hewan tersebut memproduksinya.

Tetapi sejumlah ahli gizi juga mengatakan bahwa hanya ada sangat sedikit tumbuhan yang merupakan sumber B12 yang baik dan bisa mencukupi kebutuhan manusia akan vitamin B12. Atau, mereka juga mengatakan bahwa vitamin B12 tetap ada bila tanaman itu tidak dicuci bersih bila akan dikonsumsi. Atau bahkan karena mereka mereka mengira bahwa B12 hanya diproduksi di usus besar, dan tidak terdapat di usus halus, padahal penyerapan tertinggi terjadi di usus halus., mereka mengejek dan mengatakan, "Akankah kita makan kotoran kita sendiri?"

Pada manusia, vitamin B12 tidak harus berasal dari tanaman atau hewan.. Mulut, usus bagian atas, usus bagian bawah semuanya mengandung bakteri yang menghasilkan B12. Kenyataan ini dibuat karena Albert MU mengamati bahwa banyak para vegan yang sehat tanpa terlalu peduli dengan vitamin B12 (Albert MJ, Mathan VI, Baker SJ. Vitamin B12 synthesis by human small intestinal bacteria. Nature. 1980;283(Feb 21):781-2.)

Kita harus menghentikan propaganda yang membuat orang takut menjadi vegan. Kita tahu bahwa pola makan bijian, kacang dan sayuran merupakan pola makan yang seyogyanya kita lakukan dalam hidup ini. Kita akan menjadi berkecukupan nutrisi dan lebih sehat jika kita hanya makan makanan itu.

Ada sebuah pemikiran lain. Mengapa Alam hanya memberikan sedikit vitamin B12 dalam makanan? Pasti ada sebuah alasan. Mungkin kita tak memerlukannya begitu banyak atau kita cukup menggantungkannya pada bakteri yang memang ada dalam tubuh kita. Kita ternyata tidak memerlukan sebanyak yang dipikirkan banyak orang, Sesuai dengan sumber-sumber medis, hanya satu mikrogram per hari sudah cukup untuk menyembuhkan penderita pernicious anemia.

Hanya karena beberapa ilmuwan memperhatikan pada kelompok orang-orang konvensional atau para pelaku diet omnivora, lalu mereka menggunakan rata-rata jumlah vitamin B12 di dalam diri orang-orang itu. Mereka tidak bisa mengatakan bahwa jumlah itu harus juga dipunyai bagi orang yang sehat dan para vegan. Seorang dokter ahli, Dr. Shelton, mengatakan bahwa pengukuran rata-rata pada kelompok orang yang sakit tidak punya arti apa-apa. Mengapa kita harus mempedulikan hasil pengamatan atas kadar vitamin B12 pada orang-orang yang makan serampangan, rakus, dan tiap hari makanan yang berasal dari sampah-sampah yang berasal dari tubuh hewan?

Para pemakan daging seharusnya mendapat kecukupan vitamin B12, tetapi mengapa ada juga dari mereka yang menderita pernicious anemia? Mengapa mereka tidak sembuh dengan tambahan B12, ekstrak hati dan pil B12? Semua itu terjadi karena sebenarnya secara sederhana, hidup dan kesehatan tidak hanya sekedar sebuah vitamin. Kehidupan lebih dari sekedar dua vitamin. Hidup dan kesehatan tergantung pada banyak sekali rekasi dan inter-reaksi antar material dan pengaruh lingkungan, tidak hanya satu. Memberikan hanya sebuah asupan unsur yang diperlukan tubuh tidak akan menghasilkan kesehatan yang prima.

Hanya karena polusi pada lingkungan kita baik dari mobil, pembangkit tenaga nuklir, pembangkit listrik, cara menanam yang tidak benar, kebiasaan makan yang buruk maka banyak orang yang dilahirkan dengan ketidaksempurnaan sehingga mereka tidak dapat mencerna dan menyerap vitamin B12 dengan baik, apakah mereka vegan atau tidak. Jadi, tidaklah benar bahwa tiap vegan harus kawatir dengan vitamin B12.
Para vegan mungkin mengeluh karena mereka tidak hidup di dalam lingkungan yang sehat. Lalu jika mereka menderita anemia, tak bisa dikatakanlah bahwa diet vegan itulah penyebabnya. Kita harus mengamati secara mendalam sejarah kehidupannya untuk melihat apakah mereka benar-benar melakukan diet vegan dengan benar. 9 dan 10 dari mereka dapat dipastikan, tidak melakukan.

Mengapa orang-orang dengan pernicious anemia bisa pulih kesehatannya begitu mereka melakukan diet vegan organic raw food? Hal itu secara sederhana terjadi karena anemianya hilang dan kondisi kesehatannya tercukupi dan tubuh mereka menyembuhkan diri mereka sendiri.

Vitamin B12 hanya diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit, bahkan bukan hanya milligram, tetapi hanya mikrogram saja perhari. Banyak orang yang mempunyai gangguan pencernaan tidak dapat menyerap makanannya dengan sempurna. Merekalah yang mungkin kekurangan vitamin B12. Jadi, yang diperlukan adalah memperbaiki gangguan itu bukan dengan menambah asupan vitamin B12.

Vitamin B12 atau cobalamin terdapat pada usus orang normal, dan juga pada kotoran penderita pernicious anemia. Banyak para ilmuwan yang mengatakan bahwa makanan nabati kekurangan vitamin B12, tetapi mereka tidak bisa menyatakan bahwa makanan nabati tidak mengandung vitamin B12 sama sekali. Berikut ini adalah daftar kandungan vitamin B12 dari makanan nabati, yang dikutip dari Heinz Handbook of Nutrition (halaman 11) :
.
Vitamin B12 dalam Makanan Nabati
Mikrograms per 100-g porsi yang dapat dimakan
Kacang hijau : 0-0.2
Bit : 0-0.1
Bread, Wholewheat : 0.2-0.4
Wortel : 0-0.1
Oats :  0.3
Polong  : 0.0-1.0
Kedelai : 0.2
Dalam buku itu disebutkan bahwa 1 mikrogram vitamin B12 per hari sudah cukup untuk memperbaiki pasien pernicious anemia. Hal ini menunjukkan bahwa penyerapan satu midrogram per hari sudah mencukupi kebutuhan normal orang dewasa. Bila terlalu banyak akan tidak bagus untuk kesehatan dan semua yang berlebihan akan menurunkan kualitas kesehatan. Kebiasan menggunakan produk olahan, merokok, mengkonsumsi antibiotik dan alkohol membuat orang menjadi kekurangan akan vitamin. Kebiasaan yang jelek yang membuat lambung mereka bekerja teralu keras dan makan terlalu banyak juga akan membuat masalah pada pencernaan dan akhirnya juga menyebabkan kemampuan tubuh menyerap vitamin berkurang.

Para ilmuwan dan dokter juga mengakui bahwa kekurangan vitamin B12 itu dapat terjadi karena:
o asupan vitamin B12 nya kurang
o kurangnya kemampuan tubuh untuk menggunakan vitamin B12
o ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi vitamin B12

Vitamin B12 juga terdapat pada buah, bijian dan sayuran. Almond, aspargagus, kacang mete, pekan, apukad, sprout, kembang kol, walnut , plum dsb juga mengandung vitamin B12.

Hampir semua ahli nutrisi dan orang kesehatan mengatakan bahwa para vegan yang ketat harus mengkonsumi pil jika mereka tidak ingin kekurangan vitamin B12 atau mati karena kelainan saraf dan gangguan peredaran darah. Tapi semua itu tidak terbukti bahkan para vegan organic raw food justru tidak menderita pernicious anemia dan bahkan mereka sehat, jauh lebih sehat dari teman-teman mereka yang pemakan daging.

Jika seandainya benar bahwa vitamin B12 tidak terdapat pada buah, sayuran dan bijian, dan bakteri tidak dapat memproduksinya di usus halus sehingga manusia tak dapat menyerapnya maka sebenarnya kita tak memerlukannya. Ataukah memang Alam ini yang salah? Mengapa orang pada jaman dahulu tidak pernah peduli dengan keadaan ini padahal mereka secara alami sudah vegan organic raw food? Kita telah melupakan ciptaan alami yang terbaik ini.
(Herbert V. Vitamin B-12: plant sources, requirements, and assay. Am J Clin Nutr 1988;48:852- 8.)

Kita tahu bahwa Alam tidak akan melupakan manusia. Kita tak perlu meyakinkan diri dengan pil, ganggang, tempe atau bagian tubuh hewan agar tubuh kita tak kekurangan vitamin B12. Alam yang penuh kasih ini tak akan melupakan manusia yang mengertinya. Kekawatiran tentang vitamin B12 yang terlalu disangatkan itu adalah sebuah hoax besar yang dilakukan oleh para ahli gizi dan nutrisi agar orang-orang tidak mau menjadi vegetarian dan/atau membeli produk-produk vitamin (seaweed, ganggang dsb).

Makanlah kacang, buah, sayuran dan biji dalam kombinasi yang baik agar tercerna dengan baik dan terserap dengan baik. Biarkan semuanya dalam kondisi tidak dimasak (raw food), dan jangan konsumsi antibiotik agar bakteri yang memproduksi B12 tidak mati. Inilah suatu kebenaran untuk hari ini, dan begitu pula kemarin serta yang akan datang. Kebenaran tak akan berubah.

(disadur dan dilengkapi terutama dari The Vitamin B12 Hoax by V.V. Vetrano, B.S., D.C.)

Jadilah Vegan Organik!
dengan Kasih Guru, p a
Life is about living...

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Perlukah para vegan khawatir akan kekurangan Vitamin B12?
« Reply #1 on: 05 May 2009, 09:08:42 PM »
ralat.. Vitamin B12 = Cyanocobaltamine.
Cukupkan juga asam folat.. berguna untuk cegah anemia megaloblastic

Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline aitristina

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.758
  • Reputasi: 52
  • Gender: Female
  • every1 is #1...
Re: Perlukah para vegan khawatir akan kekurangan Vitamin B12?
« Reply #2 on: 05 May 2009, 09:16:40 PM »
hmmmm

hebat!

ralat.. Vitamin B12 = Cyanocobaltamine.
Cukupkan juga asam folat.. berguna untuk cegah anemia megaloblastic


Life is about living...