//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - kullatiro

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 408
1


Di amankan dulu baru dengar seperempat nya

2
Theravada / Re: Membaca sutta dalam hati
« on: 14 August 2022, 02:35:21 AM »




Memasuki Stanza ke Empat

Bila di Stanza ke tiga kita bicara mabuk (terhanyut)  mabuk berat yang membuat lupa diri
Di stanza ke empat ini kita akan berbicara tentang YA Angulimala sebelum menjadi anggota sangha!

Untuk itu kita semestinya mengandalkan data historis, culture, antropologi situasi pada masa tersebut

Beberda dengan masa saat ini thn 2022, dari mode kendaraan nya jaman saat tersebut, status sosial dari

Kasta Brahmana
Kasta Kastria
Kasta vaisya
Kasta Sudra

Bahkan ada kasta Paria

Bila kita melihat secara strata sosial mengecap pendidikan di suatu perguruan atau suatu pedepokan (boarding school) tempat belajar menimba ilmu

Menjadi pertanyaan alat tulis jaman itu seperti apa ? Dari kulit hewan atau daun lontar kah?

Kita tahu bagian tipitaka (tripitaka) di tulis di sutra hingga di sebut sutta atau sutra!

Meski sampai saat ini daku tidak tahu bagaimana cara kain sutra di tulis pada masa lampau

Terus tingkat buta huruf  dan tingkat literasi di masyarakat pada saat itu.

Setiap Jaman selalu  menawarkan keuntungan (benefit) dan belenggu keterbatasan  (shackles)

Stanza ke empat akan di bagi beberapa bagian

Saat ini sedang membicarakan latar belakang dimana YA Angulima belum menjadi anggota Sangha



3
Informasi dan Pengumuman Kegiatan Buddhis / PATTIDANA (14 AUG 2022)
« on: 06 August 2022, 12:27:34 PM »
Pattidana

Minggu 14 Aug 2022

Doa leluhur : 15:30 - sampai selesai

Puja Pattidana : 16:30 - 20:00 WIB

Cetiya Dhamma Manggala

Live : Youtube & Facebook

Info dan pendaftaran

pattidana.dhammamanggala.org

Dhamnadesana oleh:

Y.M Dhammasubho Mahathera
‐‐--------
Di hadiri Bhikkhu Sangha

4
Oke langsung saja kita akan bahas kata "Metta" dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai dasar interpertasi

Kita akan menggunakan tehnic yang terdapat pada stanza ke empat dari "Jaya Manggala Gatha"

Pembahasan dari stanza ke 4 dari "Jayamanggala gatha"

Yang di bahas di sini adalah kata "Metta"

Pembahasan stanza ke 4 pendahuluan tidak akan di bahas di sini
Kita langsung masuk tehnik reflection yang terdapat pada stanza ke empat

Dari tehnik reflection ini tidak di bahas tehnik memory yang ada pada jaman Buddha Gautama masih hidup sampai tehnik memory yang ada pada saat ini .

Tidak di bahas tehnik memory Audio yang di lakukan anggota sangha jaman dahulu (masa Buddha gautama masih ada)
Tidak di bahas tehnik  memory Visual dan Audio yang ada pada YA Ananda
Tidak di bahas tehnik yang memory Buddha Gautama miliki pada Stanza pertama.

Kita langsung masuk pada bagian kecil dari tehnik Reflection eksplorasi dan interpertasi dari kata "Meta" dengan menggunkan bahasa Indonesia (atau bahasa Ibu yang di gunakan )

Kasih
Cinta
Suka
Sayang
Dan Kebaikan



Kasih

Kasih ibu
Kasih bapa
Kasih sayang

Cinta
 
Cinta ibu
Cinta anak

Suka

Suka Cita
Bersuka cita ( turut bersuka cita=> Mudita)

Duka cita (turut berduka citta => karuna)


Sayang

Sayang ibu
Sayang bapa
Sayang keluarga


Kebaikan (kindness)


Kasih Sayang => Metta

Yang bagaimana

Kasih sayang penuh kebaikan => Loving Kindness

Cinta (/ love) => Metta

Cinta yang bagaimana ?

Cinta yang bukan berdasarkan nafsu Indria
Cinta yang umum (universe) => Universal Love

Kebaikan (kindness)

Kebaikan seperti apa?

Kehendak penuh kebaikan  ==> Good will

Semangat kebaikan => Kindness Siprit


Pada dasar nya "Metta" adalah seperti sebuah permata yang mempunyai banyak facet
Tergantung bagaimana kalian melihatnya dan menginterpertasi facet facet tersebut







5
Jurnal Pribadi / UniversalLove and GoodWill
« on: 01 August 2022, 11:27:09 AM »
In the past

Metta translate as universal Love

Right now

Metta translate as GoodWill

Acept them as wisdom in the era

In the past era people wisdom in that time translate Metta as Universal Love

In this newer era people wisdom in this Era translate as  GoodWill

The Future Era Metta may be transleted with new terms

Semua nya memperkaya pengertian akan Metta

Tidak perlu langsung menghilangkan pengertian lama tapi justru dengan pengertian baru menambah wawasan dalam pengertian Metta

6
Jurnal Pribadi / A part of Kariniya Metta Sutta
« on: 23 July 2022, 08:27:37 PM »
Kariniya metta sutta

Karaṇīyam-attha-kusalena yantaṁ santaṁ padaṁ abhisamecca, Sakko ujū ca suhujū ca suvaco cassa mudu anatimānī,

Santussako ca subharo ca appakicco ca sallahuka-vutti, Santindriyo ca nipako ca appagabbho kulesu ananugiddho.

Na ca khuddaṁ samācare kiñci yena viññū pare upavadeyyum. Sukhino vā khemino hontu sabbe sattā bhavantu sukhitattā.

Ye keci pāna-bhūtatthi tasā vā thāvarā vā anavasesā, Dīghā vā ye mahantā vā majjhimā rassakā anuka-thūlā,

Ditthā vā ye aditthā ye ca dūre vasanti avidūre, Bhūtā vā sambhavesī vā sabbe sattā bhavantu sukhitattā.

Na paro paraṁ nikubbetha nātimaññetha katthaci naṁ kanci, Byārosanā patīgha-saññā nāñña-maññassa dukkham-iccheyya.

Mātā yathā niyaṁ puttaṁ āyusā eka-putta-manurakkhe, Evampi sabba-bhūtesu mānasam-bhāvaye aparimānaṁ.

Mettañca sabba-lokasmim mānasam-bhāvaye aparimānaṁ, Uddhaṁ adho ca tiriyañca asambādhaṁ averaṁ asapattaṁ.

Titthañcaraṁ nisinno vā sayāno vā yāva tassa vigata-middho, Etaṁ satiṁ adhittheyya brahmametaṁ vihāraṁ idhamāhu.

Ditthiñca anupagamma sīlavā dassanena sampanno, Kāmesu vineyya gedhaṁ na hi jātu gabbha-seyyaṁ punaretī ti.


Inilah yang harus dikerjakan oleh mereka yang tangkas dalam kebaikan, Untuk mendapat ketenangan, Ia harus mampu, jujur dan sungguh jujur, Rendah hati, lemah lembut, tiada sombong.

Merasa puas, mudah disokong/dilayani, Tiada sibuk, sederhana hidupnya. Tenang indranya, berhati-hati, Tahu malu, tak melekat pada keluarga.

Tidak berbuat kesalahan, walaupun kecil, Yang dapat dicela oleh para bijaksana Hendaklah ia berpikir, Semoga semua makhluk berbahagia dan tenteram. Semoga semua makhluk berbahagia.

Makhluk hidup apapun juga, Yang lemah dan kuat tanpa kecuali, Yang panjang atau besar, Yang sedang, pendek, kecil atau gemuk.

Yang tampak atau tak tampak, Yang jauh ataupun yang dekat, Yang terlahir atau yang akan lahir, Semoga semua makhluk berbahagia

Jangan menipu orang lain Atau menghina siapa saja, Jangan karena marah dan benci Mengharap orang lain celaka.

Bagaikan seorang ibu yang mempertaruhkan jiwanya Melindungi anaknya yang tunggal. Demikianlah terhadap semua makhluk hidup, Dipancarkannya pikiran (kasih sayang) tanpa batas

Kasih sayangnya ke segenap alam semesta, Dipancarkannya pikirannya tanpa batas, Ke atas, ke bawah, dan ke sekeliling Tanpa rintangan, tanpa benci dan permusuhan.

Selagi berdiri, berjalan atau duduk, Atau berbaring, selagi tiada lelap Ia tekun mengembangkan kesadaran ini. Yang dikatakan : Berdiam dalam Brahma

Tiada berpegang pada pandangan yang salah, Dengan sila dan penglihatan yang sempurna, Hingga bersih dari nafsu indranya, Ia tak akan lahir dalam rahim manapun juga.


Kita kaum Pria tentu saja kurang bisa memahami bagian yang di warnai tersebut

Karena gw anak terbungsu dari 4 bersaudara kurang memahami hal ini

Tapi kadang kita bisa melihat di sekeliling kita untuk mengambil contoh !!!

Seorang guru pernah bertanya Hitler adalah seorang yang kejam dan di benci oleh masyarakat luas

Murid nya ada bertanya siapa yang mau memancarkan dan mengasihi Hitler kepada guru tersebut?
Pada saat dia mengajarkan Metta.

Gw menjawab tentu ibu nya Hitler akan selalu mengasihi anaknya pada guru tersebut di sebuah forum.


Keponakan wanita gw beserta suaminya setelah bersusah payah akhirnya membuat bayi tabung.

Akhirnya melahirkan anak lelaki!

Kadang jadi sering mendengar kabar dari keponakan gw tersebut

Dari sedang menyusui kemudian bayinya ngambek menggigit sampai terluka puting susunya

Dst

Pengorbanan seorang ibu untuk anak lelaki yang tunggal



7
Satu kali ada yang datang tanya obat

Untuk tapak kaki nya yang kering pecah pecah
Juga mata kaki nya tebal karena kapalan kering
Ada bekas bekas kapalan karena kena gesek sendal

Sudah pakai banyak pelembab tapi tidak sembuh sembuh

Gw lihat ketawa dalam hati

Ini mah sama seperti gw kebanyak pakai sendal yang kaku kering dan bergesek ke kulit di kaki

Sekarang demi harga murah banyak sendal slop yang tidak memerhatikan kelenturan dan kelembaban sendal slop yang penting trendy di lihat hingga muncul banyak tragedey kapalan akibat gesekan.

Percuma pakai bermacam obat pelembab dari berbagai Merk terkenal yang tidak perlu di sebut kan namamya

Solusi nya sederhana pakai "Kaos Kaki" hingga ada terjaga kelembaban nya (moisturize) secara alami

Pakai kaos kaki tidak perlu harus selalu pakai sepatu, dan sendal slop.

Baik nya pakai kaos kaki dengan jempol terpisah hingga lebih bebas gerakan nya.

Saya tanya ke orang tersebut ini pasti tidak pernah pakai kaoskaki yah?

Iya katanya tidak pernah pakai "Kaos kaki', sudah ke banyak dokter dan pakai obat pelembab bermacam Merk tidak sembuh juga

Saya bilang pakai "Kaoskaki" setiap hari selama 3 bulan problem tersebut akan hilang dengan sendiri nya

Problem seperti ini juga tidak hanya di kaki (/matakaki) tapi juga siku yang kering dan kapalan jadi nya solusi nya sederhana bila tidak pakai baju lengan panjang bisa juga menggenakan kaos siku atau semacam kaos (seperti kaoskaki) pembungkus tangan  namanya ternyata "Manset Tangan" hingga kelembaban siku tangan terjaga secara natural!



Note:

Karena di tulis jadi bisa tahu namanya "Manset Tangan"

8
Jurnal Pribadi / Alamat Surat menyurat
« on: 22 July 2022, 02:34:48 PM »
Secara historis dari

Surat menyurat menjadi penggunan telpon

Sampai telegram untuk kondisi darurar

Text digital

Sampai muncul E-Mail

Saat ini bertukar text message dengan WA.app

Makin berkurang orang mengirim surat menyurat dan telegram

Hingga Alamat Rumah Sendiri menjadi tidak jelas membuat orang bingung membaca nya

Di jaman era online Shop yang menggunakan jasa post (courir)

Tentu saja mesti menggunakan alamat yang jelas

Dari nama pengirim

Untuk abu janda dan winata

Sebaik nya menggunakan dua nama karena kebetulan sekali di toko kita pernah terjadi ada nama kembar (erna pagar merah dan erna pager kuning) pada satu kampung di bogor yang pesan ternyata Erna pager kuning sedang yang terima ternyata Erna pager merah  untung masih satu RT.

Di kita pihak toki bertanya ke  tiki nya berdasar kan bukti photo telah di terima oleh Erna pager merah ternyata !!!

Kitanya pihak toko di marah marahin sama Erna Pager kuning yang pesan barang karena barang  nya tidak di terima dst

Akhirnya Erna pager kuning ini bertanya ke RT nya dan benar barang nya sampai ke Erna pager merah dan barang tersebut di serahkan ke Erna pager Kuning.

Ini terjadi ketika kirim paket dari Jakarta Barat ke Bogor (jarak nya masih sekitar jabodatabek)

Ada yang kirim alamat tidak ada nomer rumah nya hanya ada nama kampungnya saja yang terjadi seperti di atas.


Ada yang tulis alamat 100 meter dari stadiun bojong gede

Terus di sertakan peta google yang tidak terlihat nama jalan nya

Memang nya itu peta google yang tidak jelas tersebut mesti kita print lalu tempel ke paket kirim ke jasa pengantar paket !!!

Jadi saat ini bila menulis alamat, mesti lengkap

Setidak nya selain nama pengirim utama ada nama kedua yang ada di rumah supaya paket yang di kirim toko melalui jasa pengantar paket jelas

Alamat mohon yang jelas contoh ada 2 jalan pancoran di jakarta

Satu, Jalan Pancoran, Jakarta Barat.
Dua , Jalan Pancoran, jakarta Selatan.

Ada RW dan RT

Bila bisa

Bila alamat ada di pelosok tanah air

Mesti ada nama desa(/kampung)
Ada nama kota/ kecamatan/ kelurahan /kabupaten

Ada nama Propensi
Ada kode post

Ada nomer Hp Dan telpon rumah

Yang bisa di gunakan agar pengiriman barang atau paket bisa sampai dengan tujuan




9
Jurnal Pribadi / Re: Dear diary
« on: 21 July 2022, 10:17:52 AM »
Dear diary

Menulis disini menghemat banyak kertas yang di tulis

Menulis diary adalah satu latihan untuk mengorganisasi pikiran yang tersebar (scatered in minds) di pikiran hingga lebih menyatukan gagasan yang ada hinga terkumpul dan lebih mudah di review ulang.

Meskipun kita kadang menulis sesuatu di diary yang non sense  juga non logica sekalipun

Kita tidak memiliki ingatan sangat kuat hingga bisa mengingat sampai kegidupan kehidupan sebelum nya

Tapi saat ini jaman semakin maju

Dari alat tulis menulis muncul kertas
Ada nya catatan histories.

Log (catatan)  perjalan navigasi di kapal laut

Hingga ada nya catatan pribadi yang menjadi dairy harian!

10
Jurnal Pribadi / Re: Dear diary
« on: 21 July 2022, 10:06:35 AM »
Dear diary

Kasus ACT lembaga sosial sangat membukakan mata

Bahwa donasi yang di berikan ternyata di potong 1/7 dari total sumbangan yang di berikan

Mui mengatakan 1/8 (12,5%) untuk potongan bagi badan amal, badan zakat, dst

Sedang pemerintah hanya memperbolehkan pungutan 10% untuk biaya administrasi

Sedang ACT mengenakan 13,5% (/13,7 %) bahkan pada suatu kasus kecelakan dari sumbangan sebesar 412 juta korban hanya mendapat bantuan sembako dan uang sebesar 3 juta rupiah


Bila majalah tempo tidak menanyakan sumbangan tersebut, itu uang selamanya tidak di berikan ke korban kecelakaan tersebut



11
Jurnal Pribadi / Re: Dear diary
« on: 21 July 2022, 09:59:47 AM »
Dear diary

Sudah lama tidak posting

Sudah vaksinasi dosis pertama pakai vaksin moderna

Kena efecct samping sakit di bahu kiri tempat suntik vaksin merambat sampai kepunggung belakang dan akhir nya 1/2 badan kiri sakit

Hingga tidak masuk kerja

Mau vaksin ke dua tidak mau pakai vaksin sama (moderna) tidak bisa waktu itu

Saat ini sudah bisa menggunakan vaksin yang berbefa masih belum bisa pergi vaksin untuk dosis ke dua dan pergi vaksin dosis ketiga (booster)

12
Theravada / Re: Membaca sutta dalam hati
« on: 20 July 2022, 09:51:28 PM »
Kita akan membahas stanza ke tiga





Nãlãgirim gajavaram atimatta bhutam
Dãvaggi cakka masaniva sudãrunantam
Mettambuseka vidhinã jitavã munindo
Tan tejasã bhavatu te jayamangalãni


Nāḷāgiri gajah mulia menjadi sangat gila
Sangat kejam bagaikan hutan terbakar,
bagai senjata roda atau halilintar;
Raja para Bijaksana menaklukkannya dengan percikan air cinta kasih;
Dengan kekuatan ini semoga engkau mendapat kemenangan sempurna.


Seperti dahulu dari stanza ke dua ada benang yang berkaitan dengan stanza ke tiga

Kita bahas lagi dalam mengumpulkan pengetahuan dari dhamma desana, dst kita memberi warna warni dan mengukir beragam bunga bunga dhamma dan ini membutuhkan kesabaran juga dari hari ke hari kita menguncar (reacite or chanting) the sutta atau sutra

Seperti di katakan kita menerima pengaruh pengaruh baik dari luar maupun dari pengalaman pribadi

Sekali lagi kita melihat dari aspect membaca sutta atau sutra (recite dan chanting) yang di lakukan setiap hari

Pengaruh dari luar tersebut membuat kita mabuk dan akhir nya tersimulasi secara emosi
 
Nalagiri adalah gajah istana yang jinak, patuh dan terhormat (gajah biasa di gambarkan sebagai mempunyai virtue) dalam kejadian ini ada sesorang membuat nya mabuk dan menstimulasi Nalagiri punya emosi hingga menjadi murka (angry) dan melakukan penyerangan.

Seperti manusia juga dapat terjatuh dan mabuk dalam pengetahuan tertentu  dan terstimulasi hingga menimbulkan amarah juga tidak sadar menimbulkan kebencian.

Dalam membaca sutta emosi atau perasaan harus terkontrol dengan membasuh diri kita dengan metta
Harus di ingat metta (cinta kasih universal) tidak berdiri sendiri ada kelanjutan nya yaitu karuna, mudita dan upheka.

Sebenarnya dari stanza ke dua kita sudah mulai belajar menerapkan praktek Upheka dengan menerima segala sesuatu nya baik dari segi positif, negatif, netral dst !!! Dalam kertas kosong yang kita punyai tersebut !!!

Ini adalah titik perbedaan antara Menyanyi (Sing) dan menguncar (reciting or Chanting),

 menguncar (Reciting or Chanting) tidak membiarkan diri  kita untuk terhanyut dan mabuk dalam perasaan  (Emosi).

Tergantung kalian bagaimana mengatur atau mengontrol perasaan yang ada.

Ada yang berbicara dengan luapan cinta kasih universal,

Ada yang berbicara dengan tetesan tetesan air cinta kasih,

dalam membaca (reciting or chanting) sutta atau Sutra


Mabuk (drunk) yang tidak tertulis dalam stanza ketiga ini memberitahu kita bahwa manusia sangat mudah terhanyut dan tidak kebal oleh pengaruh dari luar yang ada

Mabuk harta
Mabuk tahta
Mabuk nafsu

Note:

Akan lebih baik mempunyai buku cerita Jayamanggala Gatha
Mengenal "Karuniya metta sutta"
Mengenal "Bhrama Vihara Parana"




13
Theravada / Re: Membaca sutta dalam hati
« on: 04 July 2022, 07:31:27 PM »



Mārātirekam-abhiyujjhita-sabba-rattim
Ghorampanāḷavaka-makkham-athaddha yakkham
Khantī-sudanta-vidhinā jitavā munindo
Tan-tejasā bhavatu te jaya-mangalāni.



Lebih dari Māra yang membuat onar sepanjang malam
Adalah Yakkha Āḷavaka yang menakutkan, bengis dan congkak
Raja para Bijaksana menaklukkannya, menjinakkannya dengan kesabaran;
Dengan kekuatan ini semoga engkau mendapat kemenangan sempurna.



Lebih jahat dari mâra – yaksa Alavaka
Menyerang Sang Sakyamuni – lama s’panjang malam
Mahâ Muni melenyapkan – musuh dengan Khanti
Berkat itu Kejayaan – semoga pada kita.



Oke kita akan berbicara tentang setanza ke dua sebelum berbicara stanza ke dua kita mesti melihat lagi stanza pertama karena stanza pertama dan stanza ke dua berhubungan satu sama lain.

Sekali kita melihat dari aspect membaca sutta atau sutra

kita sudah membahas " Menghimpun kesempurnaan Dhamma-Dana " tapi untuk kata "kesempurnan"  sang raja kebijaksanaan Buddha telah melalui kelahiran dan kematian berulang ulang dalam jangka waktu eons eons atau berkalpa kalpa !!!

Kita tentu saja tidak mempunyai kemampuan seperti raja bijaksana mengingat sampai
Pertapa Sumedha
, tapi mari kita fokus pada kehidupan kita saat ini !!!

Seperti stanza pertama "menghimpun Dhamma Dana " tentu nya mulai dari suatu sutta dan kemudian kita mendengar Dhamma desana tentang sutta tersebut mulai lah kita mengisi kertas kosong (blank paper) tersebut dari satu Dhamma desana sampai berulangkali juga melakukan praktek sehari membuat kertas kosong tersebut terisi dengan gambaran dan warna warni dan menjadi sebuah prepesi yang dimiliki oleh kita sendiri !!

Akan tetapi kita akan mendapat update dan influence (pengaruh misal pengaruh dari aliran aliran sangha yang ada ) baik dari luar maupun internal berdasarkan pengalaman pribadi masing masing orang!

Hal ini membuat mungkin terjadi conflict atau contradiksi, secara otomatis kita akan melakukan REVIEW dan REVISI dengan sangat sangat cepat kita akan menghapus dan memotong bagian bagian yang sudah kita anggap tertinggal dengan update atau revisi terbaru

Kadang terjafi Contradiksi dengan cepat kita seperti yaksa alavaka menghapus bagian bagian yang tidak sesuai tersebut seperti senjata pamungkas yaksha Avalaka menyerang Sang Buddha Gaotama tapi apa yang terjadi pada serangan tersebut senjata sakti yaksa Avalaka  berubah menjadi kain yang di hembus angin penuh bunga bunga!

Artinya kita tidak perlu tergesa gesa menghapus yang lama dan lebih flexible (lentur), lebih ringa seperti kain yang terhembus angin dan tidak boleh merasa terberatkan sekali akan ada nya macam macam versi, update dan contradiksi yang ada. Anggap sebagai bunga bunga yang menghiasi Dhamma karena bila tidak mungkin kita akan melukai, mencelakai (Bodhi) citta  atau menghancurkan kita punya badan (body) Dhamma yang kita punyai saat tersebut.

Dalam mengumpulkan (akumulasi)  pengetahuan atau menghimpun  Dhamma Dana kita harus flexible (lentur)   tidak berat (seperti berat kain, kain ada berat nya ), penuh kesabaran dalam melakukan akumulasi pengetahuan !





14
Theravada / Re: Membaca sutta dalam hati
« on: 01 July 2022, 04:46:13 AM »
Salah satu aspet yang di ajarkan di "JayaMangala Gatha" adalah cara membaca sutta atau sutra agar umat awam bisa mendapat manfaat sepenuh nya






Bāhum sahassam-abhinimmita-sāyudhantam
Grīmekhalam udita-ghora-sasena-māram
Dānādi-dhamma-vidhinā jitavā munindo
Tan-tejasā bhavatu te jaya-mangalāni.


Dengan seribu tangan,
yang masing-masing memegang senjata
Dengan menunggang gajah Girimekhala,
Māra bersama pasukannya meraung menakutkan;
Raja para Bijaksana menaklukkannya dengan menghimpun kesempurnaan Dhamma-Dāna
Dengan kekuatan ini semoga engkau mendapat kemenangan sempurna.

Kita sudah membahas bagian membaca setiap hari dan manfaat kesehatan dari membaca (recite sutta atau chanting sutta) dengan suara

Kalian membaca ( recite atau chanting) tentu nya ada yang bersuara merdu, dan di lafalkang dengan bermacam gaya suara dsb (dengan seribu tangan, yang masing masing memegang senjata )

Bahkan mungkin seperti Imee Ooi yang suara merdu nya mengguncang dunia (mara bersama pasukannya meraung menakutkan)

Tapi itu semua adalah hal di luar (external ), Raja para bijaksana (Buddha Gautama) (menaklukan semua itu dengan menghimpun Dhamma dana ) disini di maksud Dhamma desana biasa di lakukan anggota sangha ke para umat, apa maksud menghimpun kesempurnaan  dhamma dana, sebelum melakukan Dhamma desana para anggota sangha atau para pengkotbah atau para penceramah biasa mempersiapkan materi pembahasan sutta atau pokok pembahasan hingga ketika materi atau sutta di dhamma desana kan sudah understanding dan  familar dengan materi yang akan di dhama desanakan, tentu saja ketika pertama kali seperti kertas kosong (blank paper ) tapi seiring waktu berjalan dengan mendengarkan dhamma desana yang di lakukan para anggota sangha, para pengkotbah dan para penceramah perlahan tapi pasti kertas kosong tersebut akan terisi oleh pandangan pandangan tersebut dan tentu nya kalian akan melakukan REVIEW dan mengisi kertas kosong tersebut ini di sebut menghimpun dhamma dana!


Sudah di kasih tiny SECRET di "JAYAMANGALA GATHA" sebagai kunci untuk memahami "JayaMangala Gatha"


Sudah di jelaskan Stanza pertama dari "JayaMangala Gatha"

Saya tidak perlu menjelasakan semua isi Secret dari "JayaMangala Gatha"

Lebih asyik diri anda sendiri untuk  membuka tabir dari "JAYAMANGALA GATHA"








15
Theravada / Re: Apakah bisnis restoran mata pencaharian benar?
« on: 29 June 2022, 11:39:26 PM »
Ada banyak macam dari restoran

Membuka restoran vegetarian tidak termasuk mata pencharian yang salah

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 408