News:

Semoga anda berbahagia _/\_

Main Menu
Menu

Show posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.

Show posts Menu

Topics - Kelana

#1
Lowongan / Lowongan Kerja: Staf Home Visit
25 April 2016, 11:42:28 AM
Lowongan kerja

Dibutuhkan segera Staf Home Visit untuk Perusahaan produk baby di Jakarta

Dengan memenuhi kelengkapan yg diperlukan seperti berikut:

- Pria/Wanita
- Maksimum usia 35 tahun
- Lulusan SMA/K/Diploma/Sarjana
- Penampilan menarik
- Punya SIM C
- Bisa pakai apps Android & Gmaps
- Menyukai bidang anak dan bayi
- Tidak merokok
- Domisili sekitar Sunter

Silahkan kirim CV dan lamaran lengkapnya ke :

email: hr[at]3dportrait.asia

Terima kasih

Sumber:
[spoiler]http://berita.bhagavant.com/lowongan-kerja[/spoiler]
#2
Franklin D. Roosevelt (FDR) adalah Presiden Amerika Serikat Ke-32. Ia menjadi seseorang yang disegani setelah perannya di Perang Dunia Ke-2. Ia menjadi orang keenam dari abad ke-20 yang paling dikagumi oleh warga A.S.

Kebesaran namanya membuat orang-orang mengutip perkataan-perkataan yang dianggap memberikan inspirasi. Ada yang mengutip perkataan yang diklaimnya berasal dari Franklin D. Roosevelt seperti ini:

"Semakin besar kemampuan, semakin besar tanggung jawab."
(Franklin Roosevelt)

Sebenarnya tidak persis demikian. Mungkin yang bersangkutan terlalu banyak menonton film atau membaca komik Spider-Man.

"And a lean, silent figure slowly fades into the gathering darkness, aware at last in this world, with great power there must also come great responsibility"(Spider-Man from Amazing Fantasy #15 August 1962)

Yang benar adalah:

"With them the problem is different and the responsibility is different."
"Dengan mereka masalahnya berbeda dan tanggung jawabnya berbeda."
(Franklin D. Roosevelt, Annual Message to Congress - January 4, 1935)
http://www.presidency.ucsb.edu/ws/?pid=14890

Dan jika ada pertanyaan adakah pria yang merupakan hasil binaan seorang wanita, Franklin D. Roosevelt jawabannya karena ia merupakan pria hasil binaan seorang wanita, yaitu ibunya.

FDR lahir dari seorang ibu bernama Sara Ann Delano pada 30 Januari 1882. Sara adalah seorang yang posesif, tangguh dan merupakan pengaruh dominan dalam kehidupan-kehidupan awal FDR.

"Siapakah anak kecil berpakaian wanita ini?" Jawabannya: [spoiler]Franklin D. Roosevelt di tahun 1884.[/spoiler]

Sara mengajarkan FDR membaca dan geografi, dan mempekerjakan pengajar daripada mengirim FDR ke sekolah konvensional. Setelah kematian suaminya pada tahun 1900, ia pindah ke Boston untuk sementara untuk dekat dengan FDR yang saat itu belajar di Universitas Harvard.

Dengan demikian jelas bahwa FDR awalnya dididik oleh ibunya. Dan jika ada seseorang yang menolak adanya pria binaan seorang wanita namun ia berusaha mengutip perkataan Franklin D. Roosevelt yang jelas-jelas awalnya dibina oleh wanita, berarti ia pun adalah seorang pendukung pria binaan wanita, bukankah demikian? Tentu saja demikian. Jika tidak demikian mungkin ia adalah orang yang terlalu bodoh untuk tahu bahwa FDR dibina oleh wanita karena mengutip sembarangan perkataan orang yang tidak ia ketahui latar belakangnya.

Jadi tidak salah jika ada seorang pria dibina oleh seorang wanita. Hasil pembinaan seorang wanita tidaklah berarti tidak baik, tidak bernilai. Semua tergantung dari isi atau jenis, cara pembinaan dan bagaimana orang yang dibina mengolahnya. Contohnya adalah Franklin D. Roosevelt.

Begitu juga dengan pembinaan dalam spiritual. Bukan jenis kelamin, tua atau muda, miskin atau kaya si pembina, yang menentukan kualitas hasil dari orang yang dibina dalam spiritual. Tetapi isi, cara dan kualitas diri orang yang dibina.

Demikian, semoga bermanfaat.

-----
NB:
Saya akan menanggapi tanggapan yang layak ditanggapi.

Untuk Moderator, saya tidak tahu posting mau ditaruh di mana, kadi saya masukan dalam Politik, jika tidak sesuai silahkan dipindahkan.
#3
Seremonial / Selamat Tahun Baru 2015
05 January 2015, 03:10:38 PM
Agak ketinggalan 5 hari  ;D , lagi pula DC nampaknya tidak bisa diakses pas tahun baru karena lagi bebenah

Selamat Tahun Baru 2015!  <:-P
#4
Lowongan / Dibutuhkan segera: Field Operational Staff
17 November 2014, 10:37:28 AM
Berikut ada titipan lowongan pekerjaan:

Dibutuhkan Field Operational staff 3dPortrait , dengan memenuhi kelengkapan yg diperlukan seperti berikut:

QuoteUsia < 35 thn.
Min S1.
Penampilan baik.
Tidak merokok.
Menyukai bidang bayi/anak.
Memiliki SIM C.
Mengetahui dan paham jalan-jalan di Jadetabek atau bisa mengoperasikan gmaps.
Disukai bisa mandarin atau Inggris

Silahkan kirim CV dan lamaran lengkapnya ke :

Sunter Hijau 3 Blok C 2 No. 14

atau

email: hr [at] 3dportrait.asia

Terima kasih

Sbr: [spoiler]http://berita.bhagavant.com/lowongan-kerja[/spoiler]
#5
Saya angkat topik ini karena ada yang menyinggung mengenai "sutra"ini: 佛說大通方廣懺悔滅罪莊嚴成佛經 atau judul aslinya 大通方廣懺悔滅罪莊嚴成佛經 (Dàtōng fāng guǎng chànhuǐ mièzuì zhuāngyán chéng fójīng)

Selidik punya selidik atas bantuan Mbah Google:
"Sutra" ini ditemukan di:

Taisho Tripitaka Vol. 85, No. 2871
Kategori: 疑似部 Yísì bù (Diragukan)

Sedikit penyelidikan lagi, saya menemukan paper dari Buddhist Studies at National Taiwan University. 18th issue, 2009. Sayangnya berbahasa Mandarin.

提 要

這篇論文調查從第六世紀起一個中國佛教在家眾所創的懺悔
儀式。他們在涅槃經的基礎上,混和懺悔、念佛的儀式,主張如
此可以成佛。解脫滅罪的教義、功效與進行的方式記載在《大通
方廣懺悔滅罪莊嚴成佛經》,此部經被所有的經錄指摘為「疑經」
甚至為「偽經」。然而這部經深受在家信徒歡迎,以致它的教義滲
入中國、韓國與日本各宗派佛教中。更有趣的是此經翻譯成藏文,
被西藏佛教視為真經。這篇論文從三個方面檢驗這部佛經:成書
時間、內容與教義的傳布。同時闡明此經宣稱此經解脫之功能,
又排斥其他佛經具有解脫之功

Yang bisa Mandarin mungkin bisa minta bantuan menerjemahkannya. Mungkin ini bisa menjadi jawaban mengapa "sutra" ini dikategorikan pada bagian Yísì bù (Diragukan), dan bisa membantu mereka yang sedang membahas mengenai "sutra" ini. Kalau Google yang terjemahkan sangat ancur, bisa-bisa salah pengertiannya.

Thanks

NB: judul topik tidak bisa memuat karakter.
#6
Seremonial / Selamat Vesak 2556 / 2012
06 May 2012, 12:08:01 AM
Selamat Vesak 2556 / 2012

Semoga semua makhluk berbahagia.

_/\_
#7
Seremonial / Selamat Vesak 2554 B.E / 2010
27 May 2010, 07:15:34 PM
 _/\_
Untuk rekan-rekan semuanya:

Selamat Vesak 2554 B.E / 2010
Semoga kita semakin maju dalam Dhamma.

Sabbe satta avera hontu, sabbe satta abyapajjha hontu

_/\_
#8
Theravada / Gandhabba, kapan dia muncul??
02 October 2009, 10:16:58 PM
Menurut Mahatanhasamkhaya Sutta,

"Para Bhikkhu, kehamilan terjadi karena penggabungan tiga hal. Sekalipun ada pertemuan unsur laki-laki dan perempuan, jika perempuan tidak sedang dalam kondisi masa subur dan tidak ada gandhabba yang siap terlahir kembali, tidak akan terjadi kehamilan dalam kandungan; Ada pertemuan unsur laki-laki dan perempuan, perempuan dalam kondisi masa subur, tetapi tidak ada gandhabba yang siap untuk terlahir kembali, juga tidak akan terjadi kehamilan dalam kandungan; Lain halnya apabila ada pertemuan unsur laki-laki dan perempuan, perempuan dalam kondisi masa subur dan ada gandhabba yang siap terlahir kembali, maka terjadi kehamilan karena pertemuan ketiga faktor itu...."

Pertanyaannya:
Kapankah gandhabba itu muncul? Apakah pada waktu masa pembuahan sel telur dengan sel sperma? Waktu masa pembentukan zigot? Waktu pembentukan embrio? Atau waktu embrio berusia tertentu misalnya 49 hari?

Thanks
#9
Apakah ada yang tahu informasi mengenai prasekolah Buddhis di Jakarta??

Thanks
#10
Ada yang berpengalaman dengan paspor??
Paspor saya habis masa berlakunya, tinggal 3 hari lagi, padahal belum pernah digunakan berhubung selama ini belum ada dana  :-[, dan pas ada dana muncul kasus flu h1n1 di negara tujuan  :'(

Pertanyaanya:
apakah ketika mengajukan ganti paspor, nanti dipersulit karena paspor masih kosong??
apa saja yang diperlukan?
ongkosnya berapa?
apakah ada yang berpengalaman dengan buat paspor online??

Thanks
#11
Theravada / [Ask] Abhidhamma dan 2 Kebenaran
17 June 2009, 08:43:14 PM
Saya pernah membaca sebuah tulisan Profesor N. A. de S. Amaratunga dari Sri Lanka. Beliau mengatakan bahwa Kebenaran itu sebenarnya hanya ada 1 (satu), tetapi ada 2 (dua) cara untuk mempresentasikannya (menyajikannya) yang kemudian muncul istilah Kebenaran Relatif (Samutti Sacca) dan Kebenaran Sejati (Paramatha Sacca).  Beliau mengatakan bahwa  menurut para pakar Abhidhamma tidak ada perbedaan tingkat antara kedua Kebenaran ini. Tidak ada yang lebih tinggi. Dan keduanya bisa digunakan untuk menuju Pencerahan.

Jika misalnya, seorang manusia dijelaskan dalam istilah lima "khandha", hal ini dianggap sebagai Kebenaran Sejati. Di sisi lain, jika seorang manusia dijelaskan sebagai seseorang yang akan menjalani hidup, dan menderita serta akhirnya meninggal dalam sebuah proses "samsara" tanpa akhir, maka akan menjadi Kebenaran Relatif.

Bagaimana menurut pendapat rekan-rekan mengenai hal ini? Apakah benar menurut Abhidhamma tidak ada perbedaan tingkat antara Kebenaran Sejati dengan Kebenaran Relatif?

Thanks
_/\_
#12
Hayo bagaimana pendapat rekan-rekan mengenai keberadaan GolPut dilihat dari konteks keagamaan dan kenegaraan. Silahkan ajukan pendapatnya  :)
#13
Tolong ! / Cari Info Kontak PERBHIKTIN
22 December 2008, 05:59:49 PM
Ada yang tahu alamat lengkap PERBHIKTIN (Persaudaraan Bhikkhuni Theravada Indonesia) berikut kontak untuk Ayya Santini atau Ayya Silavati?

Diharapkan tanggapannya segera.

Ps: kalau ada juga alamat email Ayya Santini.

Thanks ya _/\_
#14
 :)) DC jadi ajang promosi Kaskus  :))
Ini termasuk spam bukan ya?? ^-^
#15
Analisa Mahaparinibbana Sutta - Catumahāpadesakathā (Digha Nikaya 16)

Pertanyaan:
Terdapat kata 'sutta' dalam isi Mahaparinibbana Sutta – Catumahāpadesakathā. Dengan demikian adakah kejanggalan? "Otentik"-kah??

Fakta yang ada dalam Sutta:
1.   Adanya kata 'sutta'
2.   Adanya nasihat untuk mencocokkan dengan sutta
3.   Tetap adanya pasangan kata : Inilah Dhamma, Inilah Vinaya (Dhamma dan Vinaya). Dan TIDAK adanya pasangan kata: Inilah Sutta, Inilah Vinaya (Sutta-Vinaya).
Note: antara no. 2 dan 3. adalah berbeda konteks.


Ada 2 kemungkinan dalam Mahaparinibbana Sutta (Catumahāpadesakathā)

1. Ada penambahan dalam sutta tersebut.
Saya katakan penambahan oleh penyusun dan bukannya rekaan secara keseluruhan karena dalam sutta tersebut masih adanya pasangan kata : Inilah Dhamma, Inilah Vinaya (Dhamma dan Vinaya) "ayaṃ dhammo ayaṃ vinayo". TIDAK disebut :  Inilah Sutta, Inilah Vinaya (Sutta-Vinaya).
Perkiraan adanya tambahan muncul dalam nasihat membandingkan antara sutta dengan vinaya. Dan anggapan ini benar jika kata 'sutta' langsung diidentikan dengan susunan Kitab Pitaka atau diartikan sebagai discourse = written.

Jika kita TIDAK menemukan di sutta manapun tentang nasihat membandingkan antara sutta dengan vinaya ataupun pasangan kata Inilah Sutta, Inilah Vinaya (Sutta-Vinaya), maka kemungkinan ini (adanya penambahan) cukup besar. Tapi saya belum menemukannya, dan kita juga tidak bisa langsung sesumbar mengatakan tidak ada ketika kita baru membaca 10 buah sutta. Jadi yang terakhir ini agak sukar.

Lalu untuk apa sutta ini ditambah? Kemungkinan untuk mempertahankan tradisi. Kemungkinan ini kuat jika hal-hal di atas juga kuat.

2."Otentik"
Pertama, masih adanya pasangan kata : Inilah Dhamma, Inilah Vinaya (Dhamma dan Vinaya) yang disabdakan setiap sebelum nasihat untuk penyocokan. Dan tidak adanya pasangan kata: Inilah Sutta, Inilah Vinaya (Sutta-Vinaya). Jadi dalam Catumahāpadesakathā ini TIDAK membahas mengenai pasangan kata Sutta-Vinaya.

Kedua. Kata 'sutta' tidak langsung diidentikan dengan susunan Kitab Pitaka atau diartikan sebagai discourse = written, tetapi diartikan sebagai discourse = spoken, conversation, speak. Menurut merriam-webster.com maupun askoxford.com kata 'discourse' memiliki makna ganda yaitu writen and spoken

Jadi:
"....Without approval and without scorn, but carefully studying the sentences word by word, one should trace them in the Discourses (Conversation, Speak,) and verify them by the Discipline. .."

"....Kemudian, tanpa menerima atau menolak, tetapi pelajari kalimat kata demi kata, diperbandingkan dengan Percakapan (Ceramah, Pidato) dan dipelajari di bawah cahaya Disiplin...."

Percakapan /ceramah/pidato siapa? Jelas, Sang Buddha. Dan apakah isi dari Percakapan /ceramah/pidato Sang Buddha? Jelas, Dhamma.

Ketiga. Jika kita lihat situasi yang tergambar dalam sutta, jelas sutta ini adalah kisah seorang Guru, yang sangat dipuja yang akan "wafat", yang kata-katanya perlu diingat bahkan secara otomatis "membekas" dalam pikiran para siswanya. Sama seperti seorang anak yang akan mengingat kata-kata terakhir dari ayahnya yang akan meninggal. Jadi hampir minim, sekali lagi hampir minim ada yang berani merubah perkataannya.

---
Demikian analisa saya. Yang mana yang benar? Silahkan di kaji lagi, di buktikan, dicari lagi indikasi-indikasi yang menguatkan masing-masing kemungkinan.
#16
 _/\_ Well, seperti judul topik ini, Yathabhutam Nyanadassanam (melihat apa adanya), Apakah Arti dan Maksudnya? Ada yang bisa menjelaskannya beserta contoh?
Saya merasa perlu mengangkat hal ini karena mungkin ada yang tidak tahu, ada yang ingin konfirmasi karena ragu-ragu (termasuk saya  ;D), dll. Silahkan, mangga dan monggo ;D _/\_
#17
Diskusi Umum / Pernyataan Bodoh
04 January 2008, 10:26:03 PM
Sebenarnya berita ini sudah sangat basi, tapi kebetulan tadi lagi "berkelana" di dunia maya dan menemukan berita berikut:

---------
Meski Ditentang, Biksu Tertinggi Abe Niken Tetap Didatangkan
Rabu, 19 Januari 2005 | 22:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengurus Yayasan Pandita Sabda Budha Dharma Indonesia tetap akan mendatangkan biksu tertinggi agama Budha aliran Niciren Syosyu, Abe Niken meski sebelumnya mendapat protes dari sekelompok orang.

"Semua kelengkapan dan ijin dari pemerintah sudah diperoleh," kata Ketua Badan Pengurus Yayasan Pandita Sabda Budha Dharma Indonesia Aiko Seno Soenoto, Rabu (19/1).

Kehadiran biksu tertinggi sekte Niciren Syousu, kata Aiko dalam rangka acara ruwatan kemanusiaan dan doa untuk korban tsunami Aceh yang diselenggarakan oleh Yayasan Pandita Sabda Budha, 27 Januari mendatang. Sebelumnya menurut Aiko, rencana kedatangan biksu tertinggi itu untuk acara peresmian kuil Hosei-Ji, kuil khusus aliran Niciren Syousu di Jalan Padang Manggarai Jakarta Pusat.

"Namun karena kondisi bangsa Indonesia sedang terkena musibah semacam ini, permintaan biksu tertinggi sendiri akhirnya acara peresmian ditunda, dan diganti dengan ruwatan," ujar Aiko. Menanggapi kemungkinan aksi teror oleh sekelompok orang yang tidak menginginkan kehadiran biksu tertinggi, Aiko mengaku telah mempersiapkan pengamanan dan meminta bantuan pengamanan dari aparat.

Dijadwalkan Abe Niken akan berada di Indonesia selama tiga hari, mulai 26 Januari dan mengikuti acara ruwatan kemanusiaan dan pemberian bantuan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk korban Aceh. Aiko sendiri menjelaskan penolakan kedatangan biksu tertinggi Abe Niken, didalangi sekelompok umat Budha aliran Soka Gakkai. Aliran ini, kata Aiko, sebelumnya merupakan bagian umat aliran Niciren Syousu. Namun karena dinilai keluar dari akidah Budha Niciren Syousu, kelompok ini dikeluarkan.

Saat ini, kata Aiko, kelompok ini terus menghalangi kegiatan biksu tertinggi. "Setiap kegiatan biksu tertinggi ke luar negeri selalu dihalang-halangi," katanya. Menurutnya, motif aksi seperti ini juga tidak diketahui. Untuk menghalangi kehadiran biksu tertinggi ke Indonesia, kelompok Soka Gakkai juga menggulirkan isu cabul dan pertentangan dengan agama Islam.

Isu itu sendiri menurut Aiko tidak diketahui dasarnya. Isu itu dikembangkan gara-gara biksu aliran ini menghalalkan untuk menikah. "Kami sendiri beralasan, biksu memang harus menikah. Kalau tidak menikah bagaimana memahami umatnya yang menikah," katanya.

Sedangkan isu yang berkaitan dengan pertentangan dengan agama Islam, menurut Aiko, digulirkan kelompok Soka Gakkai dengan mengutip pidato atau ceramah kelas pendeta tertinggi tentang sejarah umat Budha, dimana biksu tertinggi pernah menceritakan riwayat tentang pembantaian umat Budha saat Islam masuk. "Tapi ini kan, cerita sejarah," katanya.

----------
Pernyataan dan alasan dari  Ketua Badan Pengurus Yayasan Pandita Sabda Budha Dharma Indonesia Aiko Seno Soenoto ini (yang dibold) merupakan benar-benar jawaban yang bodoh, maaf sekali lagi benar-benar bodoh. Dan jika memang alasan ini digunakan untuk memperbolehkan bhiksu untuk menikah, maka aliran ini benar jika disebut sebagai aliran sesat.

Alasan mengapa pernyataan: "....biksu memang harus menikah. Kalau tidak menikah bagaimana memahami umatnya yang menikah.",  merupakan  pernyataan yang benar-benar bodoh:
1.   Tidak ada vinaya manapun yang menyebutkan bahwa bhiksu harus menikah. Ya kecuali vinaya akal-akalan.
2.   Jika dikatakan harus menikah untuk bisa memahami umat yang menikah, maka bagaimana untuk memahami umat yang melakukan pembunuhan? Apa mengharuskan para bhiksu untuk membunuh sehingga mereka bisa memahami umat tersebut? Apa mengharuskan para bhiksu ikutan untuk minum sabu-sabu untuk memahami umat yang sakau karena sabu-sabu? [-X

Nah, inilah salah satu bukti mengapa kita harus menggunakan istilah Ehipassiko with Wisdom, dengan kebijaksanaan.

#18
Seremonial / Selamat Hari Metta dan Tahun Baru 2008!
31 December 2007, 10:18:50 AM
_/\_ To: all DeCeners (DC-ners)

'Met Hari Metta dan Tahun Baru 2008 !
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata

CU di tahun depan! ;)
#19
Theravada / Ajaran Sunnata Dalam Theravada
14 November 2007, 09:51:04 PM
Sunyata..sunyata dan sunyata, kita sering mendengar istilah ini dan kita lebih sering mendengarnya dari umat Mahayana yang mengacu pada Prajnaparamita Hrdaya Sutra. Lalu apakah dalam Theravada tidak terdapat istilah ataupun mengenal ajaran mengenai Sunyata?

Nampaknya tidak demikian. Dalam Theravada nampaknya juga terdapat istilah maupun ajaran mengenai Sunyata. Tapi nampaknya istilah Sunyata atau dalam bahasa Pali "Suññata" dalam Theravada tidaklah sepopuler dalam Mahayana. Mengapa tidak populer? Karena istilah Suññata adalah suatu bentuk penggambaran dari istilah lainnya yaitu Anatta. Istilah Anatta inilah yang lebih populer dikalangan Theravadin.

Istilah Suñña atau Suññata terdapat dalam Kitab Pali salah satunya dalam Suññataloka Sutta

Atha kho āyasmā ānando...pe... bhagavantaṃ etadavoca – '''suñño loko, suñño loko'ti, bhante, vuccati. Kittāvatā nu kho, bhante, suñño lokoti vuccatī''ti?

''Yasmā ca kho, ānanda, suññaṃ attena vā attaniyena vā tasmā suñño lokoti vuccati......"


Kira-kira demikian terjemahannya:

Y.M. Ananda mengunjungi Sang Bhagava dan setelah tiba ia memberikan sujud hormat, dan duduk di salah satu sisi. Saat ia duduk di sana ia berkata kepada Sang Bhagava, "Dikatakan bahwa dunia itu kosong (sunna), dunia adalah kosong, Bhante, dalam hal apakah dikatakan bahwa dunia itu adalah kosong?"

"Sejauh dimana dunia kosong dari diri sejati/inti (atta), karena hal itulah dikatakan, Ananda, bahwa dunia itu kosong."


(Sunnataloka Sutta; Samyutta Nikaya 35.85 {S 4.53})

Dari sini kita bisa melihat bahwa dalam Theravada terdapat istilah Sunyata / Suññata dan mengajarkan mengenai Suññata. Sang Buddha mengajarkan mengenai Suññata. Dan kemudian ajaran Sunyata ini ditempa kembali, dikembangkan dan dipopulerkan oleh Nagarjuna, hingga menjadi populer dikalangan Mahayanis. Sedangkan Theravadin lebih menggunakan istilah Anatta dibandin dengan Suññata.

Demikian.
#20
September 20, 2007

For the last week, thousands of Burmese monks have marched against the repressive Burmese military regime in cities across that nation. This is the largest public demonstration against the junta in nearly 20 years. As the Alliance of All Burmese Buddhist Monks march, chant, and overturn their almsbowls (patam nikkujjana kamma), refusing to accept donations from members of the military regime, the Buddhist Peace Fellowship offers our full support and solidarity.

Burma has lived under direct social and political repression for nearly 20 years, since the democracy uprisings of 1988. The army's answer to the people's yearning for freedom in 1988 was the killing of thousands of demonstrators. This repression has in no way abated over the years, bringing with it ethnic cleansing of minority groups, corruption, forced labor, and widespread poverty.

On Tuesday, September 18, 2007, monks demonstrated in cities across Burma (see news story at bottom of this page). In Sittwe, west of Rangoon, they faced tear gas and gunfire before dispersing. According to reports from exile groups in Thailand, some monks were beaten and arrested. On Wednesday, September 19, more than a 1000 monks in Rangoon marched and briefly occupied the Sule Pagoda in the center of the city, after being barred from the famous Shwedagon Pagoda.

Day by day, we closely follow this news from Burma. These non-violent demonstrations by Buddhist monks  are expressions of compassion at a time when the already impoverished nation is staggering under August's government mandated price hikes. Burma's monks have historically used techniques on non-violence against oppression. They initiated civil disobedience against British colonialists. They were visible and central in the movement of 1988. In 1990, the sangha declared patam nikkujjana kamma and the government crackdown saw more than 130 monasteries raided, and at least 300 monks forcibly disrobed, arrested, imprisoned, and tortured.  As truly engaged Buddhists, Burma's monks have earned the trust and respect of their nation. Today, they are leading the way to democracy and human rights.

Win Min, a Thai-based Burmese analyst, said the generals were cautious about stirring a public backlash if they acted against the clergy. "It's a dilemma for the junta. If they don't crack down on protests by monks, more people will join protests. But if they do, it could trigger massive public outrage against the government," he said.

We call on all our friends in the international Buddhist community support Burma's monks as they take a stand for liberation and the end of military rule in this suffering land. We urge Burma's leaders to meet the monks, and all the millions yearning for freedom with open eyes and ears, and with all weapons set aside. Then Burma will again find its rightful place as a beacon of freedom and dhamma in the world.



Earthlyn Manuel, executive director

and

Rev. Hozan Alan Senauke, associate director

on behalf of the Buddhist Peace Fellowship community