//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?  (Read 14433 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Dhamma Ratani

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 2
  • Reputasi: 2
Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?
« on: 28 June 2009, 07:03:17 PM »
Namo Buddhaya...

Belakangan ini marak sekali permasalahan sekte-sekte didalam agama Buddha...
Terus terang saya bingung... Apakah diperlukan sekte-sekte didalam pengembangan agama Buddha itu sendiri ya?

Bahkan sering kali vihara-vihara menolak bhikkhu-bhikkhu berceramah atau mengajarkan meditasi hanya karena beliau tidak termasuk di dalam sekte vihara tersebut... padahal setau saya sudah banyak vihara-vihara yang pengurusnya sudah muak dengan sekte-sekte sehingga mengikrarkan diri menjadi vihara yang independen dan universal...

Sedangkan bagi saya, buddha dharma itu hanya satu untuk selamanya  :) Jadi jika orang bertanya kepada saya "Vihara kamu dimana" saya selalu mengatakan vihara saya ada dimana-mana karena memang saya pergi ke vihara tidak melihat sekte...

Saya disarankan untuk mengikuti pelatihan dharmaduta tetapi jujur saya tidak menyukai wadah organisasi yang memandang 1 lebih tinggi dari yang lainnya, lebih mementingkan teoritis daripada praktek dhamma yang sesungguhnya sehingga menjadi manusia yang ceriwis dan hanya suka mengkritik orang lain tanpa bercermin pada diri sendiri, lebih mementingkan ego daripada pengembangan metta yang sesungguhnya... Saya jadi bingung menanggapi masalah ini padahal, bisa menjadi dharmaduta adalah karma baik bukan? Apakah untuk berbuat kebajikan yang lebih banyak benar-benar membutuhkan sebuat wadah? Bagaimana jika wadah itu sendiri ternyata tidak sebaik diluarnya?

Mohon masukannya ya...

Anumodana...


Offline epicentrum

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 169
  • Reputasi: 17
  • Gender: Female
Re: Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?
« Reply #1 on: 28 June 2009, 07:54:52 PM »
hello dharma ratani :)
kalau soal sekte2/ aliran2 dalam agama Buddha memang sempat qta bahas ama teman2, kenapa mesti seperti ini. misalnya terkadang qta sangat butuh seorang bhikkhu untuk memberikan dhammadesana, dikarenakan keterbatasan jumlah bhikkhu qta mencoba mengundang dr aliran lain namun ditentang oleh pengurus atas, padahal untuk di kalangan umat, siapapun yg memberi dhammadesana, asal berkualitas n bisa membuat qta merenung kembali, kenapa tidak. bahkan aliran buddhayana yg dimunculkan untuk menggabungkan semua aliran yg ada pun, tetap saja menjadi spt satu aliran tersendiri, terkadang condong ke aliran a, kadang condong ke aliran b, dsbnya.

kalau menurutku, qta tetap perhatikan apa yg diri qta ingin capai. misalnya qta mau jadi dhammaduta, dengan tujuan agar bisa berbagi dhamma ke lebih banyak orang. pikirkan saja hal tersebut, gimana caranya qta mengembangkan diri, belajar & praktek dhamma lebih banyak. jika memang merasa tidak nyaman & merasa terganggu sekali di suatu wadah, bisa pindah ke wadah yg lain.

kalau misalnya muncul org2 ceriwis yg hanya suka mengkritik orang lain tanpa bercermin pada diri sendiri, lebih mementingkan ego daripada pengembangan metta yang sesungguhnya, cobalah mengerti mereka. spt kata Bhante Saddha, cobalah mengerti mengapa seseorang melakukan sesuatu, maka qta akan menjalani hidup ini dg lebih mudah. kalau mereka demikian, cobalah renungkan kenapa bisa demikian, kenapa mereka begitu ceriwis (mgkn mksdnya suka ngobrol n suka protes kali yah hehe....sptnya ini identik ama cewek d hahaha) trus qta cb renungkan, oh karena masi ada kesombongan yg besar dlm diri mereka, kesombongan itu termasuk lobha, berarti termasuk salah satu kekotoran batin. kenapa kesombongan itu masi muncul, oh karena qta belum menyadarinya/ karena qta udah menyadari tp belum dpt cara mengatasinya/ pannanya belum cukup kuat, etc. nah kalo hal ini muncul bagaimana cara mengatasinya, lewat meditasikah, lewat membaca buku2 dhamma. bagaimana meningkatkan kesadaran diri bahwa qta masih terbelenggu kesombongan ini.. apakah dg mengembangkan metta dpt membantu mengurangi kesombongan ini dstnya... nah uda bisa dijadikan satu dhammtalk neh hehe...

so our mind when doing something is more important than others... _/\_
« Last Edit: 28 June 2009, 07:56:25 PM by epicentrum »
tiada 1 sebab menghasilkan 1 akibat
tiada banyak sebab menghasilkan 1 akibat
tiada 1 sebab menghasilkan banyak akibat
yg ada banyak sebab menghasilkan banyak akibat

Offline Dhamma Sukkha

  • Sebelumnya: Citta Devi
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.607
  • Reputasi: 115
  • kilesaa... .... T__T""" :) _/\_
Re: Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?
« Reply #2 on: 28 June 2009, 10:22:46 PM »
apapun itu yg penting bagaimana kita menanggapinyaa...
bagus dongg jadi Dhammaduta...\;D/\;D/\;D/
kan bisa membantu membabarkan Dhamma \;D/\;D/\;D/

Apakah untuk berbuat kebajikan yang lebih banyak benar-benar membutuhkan sebuat wadah? Bagaimana jika wadah itu sendiri ternyata tidak sebaik diluarnya?
maksudnya sebuah wadah, bagaimana cthnya?

met kenal permata dhamma \;D/\;D/\;D/ _/\_ _/\_ _/\_
Metta cittena,
Citta _/\_




May All being Happy in the Dhamma ^^ _/\_

Karena Metta merupakan kebahagiaan akan org lain yg tulus \;D/

"Vinayo ayusasanam"
sasana/ajaran Buddha akan bertahan lama karena vinaya yg terjaga... _/\_ \;D/

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?
« Reply #3 on: 28 June 2009, 10:29:39 PM »
Dari pernyataan Anda sendiri sebenarnya sudah meng-kotak2kan dan membeda2kan wadah/ sekte
dalam pikiran anda .......  :)

IMO ..... tak perlu cemas, kecewa, khawatir dengan keadaan tersebut
karena kita semua masih tertututp debu yg tebal ......
jadi situasi yg tidak menyenangkan itu akan selalu terjadi ....

Kita tak mungkin bisa merubah keadaan tersebut, karna kita pun sebenarnya berada didalamnya
Kalo kita selalu berpegang teguh dengan Buddha Dhamma, dimanapun kita berada, kita gak akan kecewa
di mulai dari diri kita sendiri ........ jangan selalu menjudce/mengklaim, membanding2kan bahwa kita yg terbaik
kalo hal demikian yg terjadi ...... berarti kita memupuk kesombongan didalam pikiran kita

 _/\_

  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline lophenk

  • Sebelumnya: 4kupak
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 685
  • Reputasi: 28
  • Gender: Male
Re: Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?
« Reply #4 on: 29 June 2009, 09:14:36 AM »
Jadi spt air aja yg selalu menyesuaikan diri dgn wadah yg ditempatinya ,

tp tetap solid & tdk kehilangan jati dirinya :)
thanks Buddha...

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?
« Reply #5 on: 29 June 2009, 09:38:44 AM »
Terjadinya sekte-sekte di dalam setiap aliran agama baik itu kita lihat dalam Buddhisme sendiri ataupun di dalam agama lain lebih dikarenakan banyaknya ide - ide yang muncul dalam me"wadahi" bentuk agama tersebut namun di dalam Buddhisme sendiri hal ini adalah wajar dikarenakan manusia membentuk beragam pola pikiran sebelum mengetahui arti Dhamma sesungguhnya dan terlebih lagi, Dhamma itu sangat susah diwujudkan oleh kata2...interpretasi terhadap Dhamma membuat lebih luas lagi cara berpikir dan cara mneyampaikan bentuk Dhamma tersebut.

namun diingat...banyaknya aliran Buddhism hampir tidak pernah saling mencari masalah terhadap siapa yang benar siapa yang salah..jika itupun ada..kita lihat pada oknum terkait(secara perseorangan) bukan secara menyeluruh satu tubuh Buddhist..

Semoga bermanfaat
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?
« Reply #6 on: 29 June 2009, 01:02:01 PM »
Namo Buddhaya...

Belakangan ini marak sekali permasalahan sekte-sekte didalam agama Buddha...
Terus terang saya bingung... Apakah diperlukan sekte-sekte didalam pengembangan agama Buddha itu sendiri ya?

Bahkan sering kali vihara-vihara menolak bhikkhu-bhikkhu berceramah atau mengajarkan meditasi hanya karena beliau tidak termasuk di dalam sekte vihara tersebut... padahal setau saya sudah banyak vihara-vihara yang pengurusnya sudah muak dengan sekte-sekte sehingga mengikrarkan diri menjadi vihara yang independen dan universal...

Sedangkan bagi saya, buddha dharma itu hanya satu untuk selamanya  :) Jadi jika orang bertanya kepada saya "Vihara kamu dimana" saya selalu mengatakan vihara saya ada dimana-mana karena memang saya pergi ke vihara tidak melihat sekte...

Saya disarankan untuk mengikuti pelatihan dharmaduta tetapi jujur saya tidak menyukai wadah organisasi yang memandang 1 lebih tinggi dari yang lainnya, lebih mementingkan teoritis daripada praktek dhamma yang sesungguhnya sehingga menjadi manusia yang ceriwis dan hanya suka mengkritik orang lain tanpa bercermin pada diri sendiri, lebih mementingkan ego daripada pengembangan metta yang sesungguhnya... Saya jadi bingung menanggapi masalah ini padahal, bisa menjadi dharmaduta adalah karma baik bukan? Apakah untuk berbuat kebajikan yang lebih banyak benar-benar membutuhkan sebuat wadah? Bagaimana jika wadah itu sendiri ternyata tidak sebaik diluarnya?

Mohon masukannya ya...

Anumodana...



dear Dhamma Ratani,

Yang pasti, keinginan utk menjadi Dhammaduta adalah sesuatu yg baik

Lalu menjawab pertanyaan apakah sekte diperlukan? Kalau boleh saya bandingkan, mirip seperti metode vipassana yang ada saat ini
Begitu banyak metode meditasi sehingga kadang org bingung mana yg harus diikuti

Kalau saya boleh saran,marilah kita kembalikan ke tujuan Buddhism sebagaimana ada dalam Ovada Patimokkha yaitu :
- Kurangi Akusala (perbuatan yg tidak bermanfaat utk batin)
- Perbanyak Kusala (perbuatan yg bermanfaat utk batin)
- Sucikan Batin

Demikian juga dengan sekte. Lihatlah apakah sesuai dengan 3 hal diatas atau tidak. Vihara dengan sama sekte yg mgkn paling sesuai dengan 3 hal diatas, belum tentu penerapannya serupa juga loh

Semoga bermanfaat

metta

Offline Gunawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 374
  • Reputasi: 28
  • Gender: Male
  • Siswa Berbaju Putih
Re: Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?
« Reply #7 on: 29 June 2009, 01:22:37 PM »
 [at] Dhamma Ratani = Pilih lah sesuai dgn kecocokan anda.....Kalau Masih binggung terus kapan mulai berbuat Baik nya....

 _/\_
Gunawan
Yo kho Vakkali dhamma? passati so ma? passati; yo ma? passati so dhamma? passati.
Dhammañhi, vakkali, passanto ma? passati; ma? passanto dhamma? passati"

Offline epicentrum

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 169
  • Reputasi: 17
  • Gender: Female
Re: Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?
« Reply #8 on: 02 July 2009, 12:42:11 AM »
[at] Dhamma Ratani = Pilih lah sesuai dgn kecocokan anda.....Kalau Masih binggung terus kapan mulai berbuat Baik nya....

 _/\_
Gunawan

yeah, ini spt memilih point of view mana yg ingin anda pakai :)
tiada 1 sebab menghasilkan 1 akibat
tiada banyak sebab menghasilkan 1 akibat
tiada 1 sebab menghasilkan banyak akibat
yg ada banyak sebab menghasilkan banyak akibat

Offline savana_zhang

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 253
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
  • om mani padme hum
Re: Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?
« Reply #9 on: 03 July 2009, 01:10:42 PM »
Namo Buddhaya...

Belakangan ini marak sekali permasalahan sekte-sekte didalam agama Buddha...
Terus terang saya bingung... Apakah diperlukan sekte-sekte didalam pengembangan agama Buddha itu sendiri ya?

Bahkan sering kali vihara-vihara menolak bhikkhu-bhikkhu berceramah atau mengajarkan meditasi hanya karena beliau tidak termasuk di dalam sekte vihara tersebut... padahal setau saya sudah banyak vihara-vihara yang pengurusnya sudah muak dengan sekte-sekte sehingga mengikrarkan diri menjadi vihara yang independen dan universal...

Sedangkan bagi saya, buddha dharma itu hanya satu untuk selamanya  :) Jadi jika orang bertanya kepada saya "Vihara kamu dimana" saya selalu mengatakan vihara saya ada dimana-mana karena memang saya pergi ke vihara tidak melihat sekte...

Saya disarankan untuk mengikuti pelatihan dharmaduta tetapi jujur saya tidak menyukai wadah organisasi yang memandang 1 lebih tinggi dari yang lainnya, lebih mementingkan teoritis daripada praktek dhamma yang sesungguhnya sehingga menjadi manusia yang ceriwis dan hanya suka mengkritik orang lain tanpa bercermin pada diri sendiri, lebih mementingkan ego daripada pengembangan metta yang sesungguhnya... Saya jadi bingung menanggapi masalah ini padahal, bisa menjadi dharmaduta adalah karma baik bukan? Apakah untuk berbuat kebajikan yang lebih banyak benar-benar membutuhkan sebuat wadah? Bagaimana jika wadah itu sendiri ternyata tidak sebaik diluarnya?

Mohon masukannya ya...

Anumodana...


            sepanjang sekte2 buddhis itu masih memegang teguh segel dhamma maka baik untuk diikuti
segel dhamma adalah ajaran inti sang buddha yaitu
1.tisarana yg sama
2.tilakhana yg sama
3.empat kesunyataan mulia yg sama
4.paticca samupada yg sama
5.nirvana yg sama
6.8 jalan utamanya sama
7.bahasanya beda gpp

no.4 lah yg menjadi inti dr pecahnya aliran2 pd umumnya
karena perbedaan interpetasi,metode meditasi juga sering2 berbeda
tapi TUJUANNYA sama yaitu NIBANA,kecuali yi guang dao TUJUANNYA yaitu masuk surga

mereka yg memandang tinggi aliran sendiri dan merendahkan yg lain sesungguhnya masih umat buddha KTP
termasuk merendahkan YI GUANG DAO juga tidak boleh,hanya boleh menegaskan bahwa mereka bukanlah bagian dari agama buddha ini untuk melindungi kemurnian ajaran sang buddha yg dewasa ini sudah tidak bgt murni lg.
karena selain agama buddha byk aliran lain sebenatnya juga mengkalim bahwa ajaran mereka juga dapat membawa ke ke-buddha-an
cth:agama JAIN,dan hindu(sebutannya aja beda)
dan bahwa dhamma bukanlah milik umat buddha
dhamma orang lain juga mungkin mengandung kebenaran cthnya agama Tao juga banyak kesamaan dg agama buddha
klo MLDD itu sama dalam hal kulit luarnya saja isinya beda JAUH
yaitu karena perbedaan interpetasinya

Offline ge2004

  • Teman
  • **
  • Posts: 81
  • Reputasi: 7
Re: Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?
« Reply #10 on: 15 July 2009, 11:00:06 PM »
Dalam setiap agama, pasti terdapat sekte, hal yang utama yang menyebabkan timbulnya sekte adalah sifat manusia yang ingin menang sendiri dan selalu merasa dirinya yang paling benar, sehingga dibuatlah aliran/sekte sesuai dengan pemikirannya. (Kayaknya sih begitu)
Sabbapapassa Akaranam
Kusalassupasampada
Sacittapariyodapanam
Etam Buddhana Sasanam

Offline Xcript

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 137
  • Reputasi: 8
Re: Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?
« Reply #11 on: 01 August 2009, 05:42:06 PM »
Biasanya Vihara-vihara yang demikian itu, yang tidak mengizinkan
bhikkhu / bhikkhuni dari tradisi lain untuk berDhammadesana di Vihara
tersebut adalah vihara dalam naungan tradisi tertentu.

Sebenarnya bukannya tidak boleh, saya rasa umat di sana juga akan
senang kalau kedatangan bhikkhu / bhikkhuni dari sekte lain, akan
tetapi, dari para pengurus/organisator yang mengorganisir vihara itu
memiliki suatu visi/misi/amanat untuk mempertahankan tradisi tertentu
agar umat awam yang sedang belajar tidak keburu kebingungan sebelum
memantapkan belajarnya dulu.

Dan saya rasa Vihara yang berdiri independen juga bagus, sehingga
umat dan bhikkhu/bhikkhuni yang datang dari tradisi manapun dapat
belajar Dhamma dari berbagai tradisi, baik umat awam yang bisa cpt
belajarnya ataupun umat yang pembelajarannya sudah agak mantap.
Kesembuhan itu datang dari obat yang sangat pahit

Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
Re: Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?
« Reply #12 on: 01 August 2009, 07:44:26 PM »
Namo Buddhaya...

Belakangan ini marak sekali permasalahan sekte-sekte didalam agama Buddha...
Terus terang saya bingung... Apakah diperlukan sekte-sekte didalam pengembangan agama Buddha itu sendiri ya?

Bahkan sering kali vihara-vihara menolak bhikkhu-bhikkhu berceramah atau mengajarkan meditasi hanya karena beliau tidak termasuk di dalam sekte vihara tersebut... padahal setau saya sudah banyak vihara-vihara yang pengurusnya sudah muak dengan sekte-sekte sehingga mengikrarkan diri menjadi vihara yang independen dan universal...

Sedangkan bagi saya, buddha dharma itu hanya satu untuk selamanya  :) Jadi jika orang bertanya kepada saya "Vihara kamu dimana" saya selalu mengatakan vihara saya ada dimana-mana karena memang saya pergi ke vihara tidak melihat sekte...

Saya disarankan untuk mengikuti pelatihan dharmaduta tetapi jujur saya tidak menyukai wadah organisasi yang memandang 1 lebih tinggi dari yang lainnya, lebih mementingkan teoritis daripada praktek dhamma yang sesungguhnya sehingga menjadi manusia yang ceriwis dan hanya suka mengkritik orang lain tanpa bercermin pada diri sendiri, lebih mementingkan ego daripada pengembangan metta yang sesungguhnya... Saya jadi bingung menanggapi masalah ini padahal, bisa menjadi dharmaduta adalah karma baik bukan? Apakah untuk berbuat kebajikan yang lebih banyak benar-benar membutuhkan sebuat wadah? Bagaimana jika wadah itu sendiri ternyata tidak sebaik diluarnya?

Mohon masukannya ya...

Anumodana...


            sepanjang sekte2 buddhis itu masih memegang teguh segel dhamma maka baik untuk diikuti
segel dhamma adalah ajaran inti sang buddha yaitu
1.tisarana yg sama
2.tilakhana yg sama
3.empat kesunyataan mulia yg sama
4.paticca samupada yg sama
5.nirvana yg sama
6.8 jalan utamanya sama
7.bahasanya beda gpp

no.4 lah yg menjadi inti dr pecahnya aliran2 pd umumnya
karena perbedaan interpetasi,metode meditasi juga sering2 berbeda
tapi TUJUANNYA sama yaitu NIBANA,kecuali yi guang dao TUJUANNYA yaitu masuk surga

mereka yg memandang tinggi aliran sendiri dan merendahkan yg lain sesungguhnya masih umat buddha KTP
termasuk merendahkan YI GUANG DAO juga tidak boleh,hanya boleh menegaskan bahwa mereka bukanlah bagian dari agama buddha ini untuk melindungi kemurnian ajaran sang buddha yg dewasa ini sudah tidak bgt murni lg.
karena selain agama buddha byk aliran lain sebenatnya juga mengkalim bahwa ajaran mereka juga dapat membawa ke ke-buddha-an
cth:agama JAIN,dan hindu(sebutannya aja beda)
dan bahwa dhamma bukanlah milik umat buddha
dhamma orang lain juga mungkin mengandung kebenaran cthnya agama Tao juga banyak kesamaan dg agama buddha
klo MLDD itu sama dalam hal kulit luarnya saja isinya beda JAUH
yaitu karena perbedaan interpetasinya
mldd baguslah punya tujuan masuk surga, masak bagusnya masuk neraka, wkaka.

CMIIW.FMIIW.

Offline No Pain No Gain

  • Sebelumnya: Doggie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.796
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
  • ..............????
Re: Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?
« Reply #13 on: 01 August 2009, 11:13:57 PM »
Namo Buddhaya...

Belakangan ini marak sekali permasalahan sekte-sekte didalam agama Buddha...
Terus terang saya bingung... Apakah diperlukan sekte-sekte didalam pengembangan agama Buddha itu sendiri ya?

Bahkan sering kali vihara-vihara menolak bhikkhu-bhikkhu berceramah atau mengajarkan meditasi hanya karena beliau tidak termasuk di dalam sekte vihara tersebut... padahal setau saya sudah banyak vihara-vihara yang pengurusnya sudah muak dengan sekte-sekte sehingga mengikrarkan diri menjadi vihara yang independen dan universal...

Sedangkan bagi saya, buddha dharma itu hanya satu untuk selamanya  :) Jadi jika orang bertanya kepada saya "Vihara kamu dimana" saya selalu mengatakan vihara saya ada dimana-mana karena memang saya pergi ke vihara tidak melihat sekte...

Saya disarankan untuk mengikuti pelatihan dharmaduta tetapi jujur saya tidak menyukai wadah organisasi yang memandang 1 lebih tinggi dari yang lainnya, lebih mementingkan teoritis daripada praktek dhamma yang sesungguhnya sehingga menjadi manusia yang ceriwis dan hanya suka mengkritik orang lain tanpa bercermin pada diri sendiri, lebih mementingkan ego daripada pengembangan metta yang sesungguhnya... Saya jadi bingung menanggapi masalah ini padahal, bisa menjadi dharmaduta adalah karma baik bukan? Apakah untuk berbuat kebajikan yang lebih banyak benar-benar membutuhkan sebuat wadah? Bagaimana jika wadah itu sendiri ternyata tidak sebaik diluarnya?

Mohon masukannya ya...

Anumodana...



cmiiw..

pertanyannya menurut saya bukan apakah diperlukan sekte2 tersebut. perlu atau tidak perlu tersebut tidak dapat kita nilai secara subjektif. banyak sekte muncul akibat adanya asimilasi dari budaya setempat. Asimilasi tersebut mungkin saja terjadi karena kenyamanan dalam pemahaman konsep buddhism sendiri dengan basis budaya masing2. selama esensi dari buddhism itu sendiri tidak "lekang", maka menurut saya sah2 aja. memang tidak dapat dipungkiri kalo masih terdapat "chauvinis". tapi itulah konsekuensi yang mestinya dihadapi.
No matter how dirty my past is,my future is still spotless

Offline savana_zhang

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 253
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
  • om mani padme hum
Re: Perlukah Sekte-sekte untuk pengembangan Buddha Dharma?
« Reply #14 on: 02 August 2009, 10:13:03 PM »
Namo Buddhaya...

Belakangan ini marak sekali permasalahan sekte-sekte didalam agama Buddha...
Terus terang saya bingung... Apakah diperlukan sekte-sekte didalam pengembangan agama Buddha itu sendiri ya?

Bahkan sering kali vihara-vihara menolak bhikkhu-bhikkhu berceramah atau mengajarkan meditasi hanya karena beliau tidak termasuk di dalam sekte vihara tersebut... padahal setau saya sudah banyak vihara-vihara yang pengurusnya sudah muak dengan sekte-sekte sehingga mengikrarkan diri menjadi vihara yang independen dan universal...

Sedangkan bagi saya, buddha dharma itu hanya satu untuk selamanya  :) Jadi jika orang bertanya kepada saya "Vihara kamu dimana" saya selalu mengatakan vihara saya ada dimana-mana karena memang saya pergi ke vihara tidak melihat sekte...

Saya disarankan untuk mengikuti pelatihan dharmaduta tetapi jujur saya tidak menyukai wadah organisasi yang memandang 1 lebih tinggi dari yang lainnya, lebih mementingkan teoritis daripada praktek dhamma yang sesungguhnya sehingga menjadi manusia yang ceriwis dan hanya suka mengkritik orang lain tanpa bercermin pada diri sendiri, lebih mementingkan ego daripada pengembangan metta yang sesungguhnya... Saya jadi bingung menanggapi masalah ini padahal, bisa menjadi dharmaduta adalah karma baik bukan? Apakah untuk berbuat kebajikan yang lebih banyak benar-benar membutuhkan sebuat wadah? Bagaimana jika wadah itu sendiri ternyata tidak sebaik diluarnya?

Mohon masukannya ya...

Anumodana...


            sepanjang sekte2 buddhis itu masih memegang teguh segel dhamma maka baik untuk diikuti
segel dhamma adalah ajaran inti sang buddha yaitu
1.tisarana yg sama
2.tilakhana yg sama
3.empat kesunyataan mulia yg sama
4.paticca samupada yg sama
5.nirvana yg sama
6.8 jalan utamanya sama
7.bahasanya beda gpp

no.4 lah yg menjadi inti dr pecahnya aliran2 pd umumnya
karena perbedaan interpetasi,metode meditasi juga sering2 berbeda
tapi TUJUANNYA sama yaitu NIBANA,kecuali yi guang dao TUJUANNYA yaitu masuk surga

mereka yg memandang tinggi aliran sendiri dan merendahkan yg lain sesungguhnya masih umat buddha KTP
termasuk merendahkan YI GUANG DAO juga tidak boleh,hanya boleh menegaskan bahwa mereka bukanlah bagian dari agama buddha ini untuk melindungi kemurnian ajaran sang buddha yg dewasa ini sudah tidak bgt murni lg.
karena selain agama buddha byk aliran lain sebenatnya juga mengkalim bahwa ajaran mereka juga dapat membawa ke ke-buddha-an
cth:agama JAIN,dan hindu(sebutannya aja beda)
dan bahwa dhamma bukanlah milik umat buddha
dhamma orang lain juga mungkin mengandung kebenaran cthnya agama Tao juga banyak kesamaan dg agama buddha
klo MLDD itu sama dalam hal kulit luarnya saja isinya beda JAUH
yaitu karena perbedaan interpetasinya
mldd baguslah punya tujuan masuk surga, masak bagusnya masuk neraka, wkaka.


mencerminkan perbedaan yg sangat mendasar dibanding aliran buddhis lainnya
sehingga melalui threadh ini maka pembaca yg awam dapat membedakan antara MLDD dan aliran buddhis yg lainnya sehingga bisa dg jelas memilih mana yg lebih tepat sebagai acuan spiritual...
              klo memilih ajaran Buddhis asli seperti Theravada,mahayana,tantrayana maka anda akan dibimbing untuk mencapai nibana,tentunya dalam pengertian buddhis nirvana jauh melampaui surga karena nirvana bukanlah alam kehidupan.namun tentunya ajaran sang buddha juga menunjukkan cara2 untuk pergi ke surga sebelum n sesudah kematian(dg RASIONAL & APA ADANYA tidak digampang2kan)
              nah klo tujuannya mo mencapai surga aja sebaiknya memilih MLDD karena jauh lebih gampang caranya n hanya dapat dilakukan sesudah kematian sehingga sulit kirim2 kabar kepada yg masih hidup.


        Nah silahkan memilih

 

anything