//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Peringatan 10th Parinirwana Sukong  (Read 93502 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #15 on: 21 April 2012, 08:53:21 AM »
Masa sih jadi pelopr satu2-nya di-Indonesia, bukannya kedatangan bhante Narada dari Sri Langka (Ceylon) pada tahun 1934 yang merupakan pelopor utama (pionir) kebangkitan ajaran sang guru agung. Atau masih ada bhikkhu lain yang belum pernah terungkap kedatangannya ke Indo sebelum bhante Narada.

kami kira tim marketing sedikit berlebihan dengan memotong rentang waktu sejarah dan menggunakan kata "pelopor"
kalau sekiranya berkenan, mungkin "pelopor" bisa digantikan dengan lebih tepat, "... sebagai penerus kebangkitan ...".
kalau ndak ada kedatangan bhante Narada, mungkin The Boan An nggak kenal buddhism kali yah ...


akhir kata, kita di DC Forum ini juga sebagai penerus buddhisme di indo


Kenyataan bahwa Bhikkhu Ashin Jinarakhita adalah pelopor penerus kebangkitan agama Buddha di Indonesia sesungguhnya terdapat dalam perjalanan sejarah perkembangan agama Buddha.
« Last Edit: 21 April 2012, 09:15:36 AM by Mas Tidar »
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #16 on: 21 April 2012, 09:03:29 AM »
pelopor :: pe.lo.por
1   Kelas Kata:   kata benda
   Ragam:   ki
   Definisi:   yg berjalan terdahulu; yg berjalan di depan tt perarakan dsb
2   Kelas Kata:   kata benda
   Ragam:   ki
   Definisi:   perintis jalan; pembuka jalan; pionir:
   Contoh:   dia dipandang oran g sbg pelopor dl dunia pendidikan wanita
3   Kelas Kata:   kata benda
   Ragam:   ki
   Definisi:   pasukan perintis (yg terdepan) gerak pembaharuan (tanpa memperhitungkan risiko yg mungkin dialami)

pe·ne·rus n yg meneruskan (melanjutkan; menggantikan): generasi ~ perlu menghayati sejarah perjuangan bangsa;
« Last Edit: 21 April 2012, 09:09:00 AM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #17 on: 21 April 2012, 09:35:16 AM »
Sesungguhnya dalam hal ini saya tidak komentar tentang polemik parinibbana, tetapi yg ingin saya pertanyakan adalah bagaimana anda bisa tahu seseorang sudah mencapai kesucian atau umat puthujana?

Ketika masih terlahir-kan kembali, berarti awal-nya adalah pasti belum mencapai kesucian nibbana (karena yang sudah pernah nibbana di kehidupan lampau ~ setidaknya menurut konsep Theravada ~ adalah tidak terlahirkan kembali.

1. Terlahir The Bon An, pasti belum mencapai nibbana pada awal-nya.
2. setuju dengan argumen bro yang ini... "bagaimana anda bisa tahu seseorang sudah mencapai kesucian atau umat puthujana" ?
Jawabnya : Kecuali seorang sammasambuddha mengkonfirmasi pencapaian seseorang, setidaknya memang sulit (memant tidak bisa) untuk bisa menilai bathin orang lain.

Jadi label parinibbana (parinirvana) untuk Y.A.Ashin Jinarakkhita itu di-konfirmasi oleh siapa ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #18 on: 21 April 2012, 10:04:59 AM »
Masa sih jadi pelopr satu2-nya di-Indonesia, bukannya kedatangan bhante Narada dari Sri Langka (Ceylon) pada tahun 1934 yang merupakan pelopor utama (pionir) kebangkitan ajaran sang guru agung. Atau masih ada bhikkhu lain yang belum pernah terungkap kedatangannya ke Indo sebelum bhante Narada.
Ada
Kwee Tek Hoay, tahun 1920 an Beliau yg menerbitkan majalah berbahasa Indonesia berisi ajaran agama Buddha dengan nama Moestika Dharma. Ia membuka mata orang2 tentang apa itu agama Buddha, walau kebanykan tulisannya ditujukan untuk kalangan tionghoa.
Tahun 1929, orang2 belanda pemeluk agama Buddha mendirikan organisasi Buddhis yg pertama, Java Buddhist Association berorintasi aliran Theravada, Presidennya Pandita Josias van Dienst.
tahun 1934 Bhikkhu Narada datang selama tiga minggu ke Indonesia, menahbiskan beberapa orang upasaka di Yogya

Perayaan Waisak di Candi Borobudur  diperingati secara besar-besaran pertama kali 22 Mei 1953, oleh Gabungan Tiga Ajaran (Sam Kauw), Theosofi, dan masyarakat Jawa di daerah sekitar yg dimotori oleh Bhikkhu Ashin Jinarakhita yg belum menjadi Bhikkhu

Tahun 1955, perayaan Waisak di Borobudur dirayakan dipimpin oleh Bhikkhu Ashin Jinarakhita sebagai putra bangsa Indonesia pertama yg menjadi Bhikkhu sejak berakhirnya Dinasti Majapahit. Dari situlah agama Buddha berkembang.
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #19 on: 21 April 2012, 10:08:06 AM »
Jadi label parinibbana (parinirvana) untuk Y.A.Ashin Jinarakkhita itu di-konfirmasi oleh siapa ?
Sejujurnya saya tidak tahu. Dan untuk polemik parinibbana saya tidak berkomentar.
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #20 on: 21 April 2012, 11:02:13 AM »

tuh kan, jauh seblm the bo An ditahbiskan menjadi bhikkhu pun indonesia sudah memiliki perintis (pelopor, whatever the word's name) di era 1920'an.
Ini yang sudah tercatat dalam sejarah. Sebab awal juga belum diketahui pula.
jadi ada perbedaan makna kata perintis, pelopor dan penerus. Masih ada yang lain, yi: pencetus.

apa mangsudnya dengan "'bhikkhu' yang belum menjadi 'bhikkhu'" ?


Ada
Kwee Tek Hoay, tahun 1920 an Beliau yg menerbitkan majalah berbahasa Indonesia berisi ajaran agama Buddha dengan nama Moestika Dharma. Ia membuka mata orang2 tentang apa itu agama Buddha, walau kebanykan tulisannya ditujukan untuk kalangan tionghoa.
Tahun 1929, orang2 belanda pemeluk agama Buddha mendirikan organisasi Buddhis yg pertama, Java Buddhist Association berorintasi aliran Theravada, Presidennya Pandita Josias van Dienst.
tahun 1934 Bhikkhu Narada datang selama tiga minggu ke Indonesia, menahbiskan beberapa orang upasaka di Yogya

Perayaan Waisak di Candi Borobudur  diperingati secara besar-besaran pertama kali 22 Mei 1953, oleh Gabungan Tiga Ajaran (Sam Kauw), Theosofi, dan masyarakat Jawa di daerah sekitar yg dimotori oleh Bhikkhu Ashin Jinarakhita yg belum menjadi Bhikkhu

Tahun 1955, perayaan Waisak di Borobudur dirayakan dipimpin oleh Bhikkhu Ashin Jinarakhita sebagai putra bangsa Indonesia pertama yg menjadi Bhikkhu sejak berakhirnya Dinasti Majapahit. Dari situlah agama Buddha berkembang.


Quote
Masa sih jadi pelopr satu2-nya di-Indonesia, bukannya kedatangan bhante Narada dari Sri Langka (Ceylon) pada tahun 1934 yang merupakan pelopor utama (pionir) kebangkitan ajaran sang guru agung. Atau masih ada bhikkhu lain yang belum pernah terungkap kedatangannya ke Indo sebelum bhante Narada.
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline ChandraOyuget

  • Teman
  • **
  • Posts: 85
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #21 on: 21 April 2012, 11:41:52 AM »
"sebaik apapun juga, jika ada yang mencela, itu hal biasa...."

 _/\_ memang luar biasa seorang Sukong pada masa perjuangan Beliau _/\_

beliau telah mempraktekkan jalan Bodhisattva dengan bertindak benar....







Offline Choa

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 412
  • Reputasi: -12
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #22 on: 21 April 2012, 12:09:49 PM »
Peringatan Sepuluh Tahun Parinirwana Sukong (oleh Bhadra Ruci, biksu)   18 Apr '12
   

Namo Sanghyang Adi Buddhaya
Namo Buddhaya, Bodhisatwaya-Mahasatwaya.


Sepuluh tahun yang lalu ketika semua anggota Sangha Agung Indonesia mengadakan upacara doa demi kesembuhan Sukong di Jakarta, waktu itu kami diingatkan bahwa saat ini kita semua adalah memakan makanan sisa dari beliau. Betapa tidak , Beliau adalah peletak pondasi Buddhayana, sebuah wadah bagi aneka mazhab dan sekte di dalam kebhinnekaan budaya nusantara. Beliau adalah juga pelopor agama Buddha di Indonesia. Saat ini kita dapat melihat banyak orang yang berpraktek Dharma. Dapat kita temui banyak anggota Sangha dan pusat-pusat Dharma berdiri di mana-mana, vihara-vihara banyak berdiri sampai ke pelosok negeri. Semua itu adalah jasa besar Beliau.

Suatu sore sepuluh tahun yang lalu, ketika sedang belajar di India, saya ditelpon dari Bandung yang mengabarkan bahwa Sukong telah wafat. Seketika itu, saya mengabarkan berita ini ke Perancis. Dagpo Rinpoche menyarankan saya segera kembali ke Indonesia untuk mengikuti upacara perkabungan bagi Beliau. Beliau mengatakan bahwa Sukong adalah seorang tokoh besar yang menghidupkan Buddhadharma di Indonesia. Jasa Beliau sangat besar. Bagi Rinpoche, Sukong adalah salah satu orang yang sangat memberi kesan yang mendalam, karena kesahajaan dan ketokohan beliau.

Saat ini, Indonesia kembali merindukan kehadiran sosok Sukong yang menginspirasi semangat akan praktek Dharma yang murni. Banyaknya pusat dharma yang berkembang juga memberi dampak akan merosotnya keyakinan umat Buddha akan Hukum Karma dan Keyakinan pada Triratna. Kesibukan sehari-hari yang membuat kita semua lebih mementingkan kehidupan pada saat sekarang ini, kita melupakan praktek dharma yang murni.

Banyaknya pusat dharma yang berkembang tidak serta-merta menjadi parameter makin majunya batin seseorang. Banyak di antara kita yang mengenakan jubah upasaka atau anggota sangha hanya sekedar memenuhi kemelekatan akan status sosial dan kebanggaan akan kesibukan berorganisasi. Saya sangat yakin bahwa Sukong tidak menginginkan hal ini terjadi. Saya ingat dalam buku riwayat “Menabur Benih Dharma di Nusantara,” Beliau mengatakan bahwa Beliau ingin melihat banyak orang suci di mana-mana. Kita masih jauh dari sebutan orang suci.

Saat ini bertepatan dengan peringatan sepuluh tahun parinirwana Sukong. Bangsa Indonesia sangat merindukan sosok seorang Sukong yang memberikan inspirasi dalam praktek dharma dan memberikan semangat keharmonisan dalam keanekaragaman buddhadharma dalam aneka ragam budaya Indonesia. Semoga putra terbaik bangsa Indonesia dan tokoh besar jelmaan para guru leluhur bangsa Indonesia ini kembali hadir dalam jiwa setiap umat buddha Indonesia, terutama bagi segenap keluarga besar Buddhayana Indonesia.

Semoga benih benih buddhayana yang telah Beliau semai tidak surut tetapi dapat berkembang dengan pesat.

Sarwa Manggalam,
Bhadra Ruci
Maha Lekhanadikari Sagin

http://www.kadamchoeling.or.id/news.php?nav_id=1&lang=id&id=394&title=Peringatan%20Sepuluh%20Tahun%20Parinirwana%20Sukong%20%28oleh%20Bhadra%20Ruci,%20biksu%29

saya mengucakpan anumodana atas perbuatan beliau
semoga harapan murid-muridnya yang menghormati gurunya dapat tercapai

mettacetanna

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.118
  • Reputasi: 128
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #23 on: 21 April 2012, 02:00:45 PM »
buset parinirwana? hebat yaaa.... (kalau betul)
Samma Vayama

Offline dakota

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 22
  • Reputasi: -1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #24 on: 21 April 2012, 03:14:02 PM »
buset parinirwana? hebat yaaa.... (kalau betul)

menyebut bhiksu yg wafat sbg parinirwana adalah ucapan kebiasaan umum utk menghormati orang yg wafat bagi kalangan buddhis tiongkok. Semua orang tiongkok jg tau blm tentu orang itu benar2 parinirvana.  Ini adalah istilah yg bermakna konotatif ,bukan denotatif. Istilah lain utk menyebut orang meninggal di Tiongkok adalah "wangsheng" utk orang yg terlahir di alam bahagia, pdhal tidak semua orang dipercaya terlahir di alam bahagia.     
 Sama seperti menuliskan RIP di batu nisan , pdahal blm tentu semua orang mati dgn tenang.
RIP jg bermakna konotatif. Apa harus didebatin dulu orang yg mati itu sebenarnya tenang atau tidak tenang ?

semua adalah bentuk penghormatan belaka. 




Offline bawel

  • Sebelumnya: Comel
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.755
  • Reputasi: 71
  • Gender: Male
  • namanya juga bawel ;D
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #25 on: 21 April 2012, 03:20:54 PM »
"sebaik apapun juga, jika ada yang mencela, itu hal biasa...."

 _/\_ memang luar biasa seorang Sukong pada masa perjuangan Beliau _/\_

beliau telah mempraktekkan jalan Bodhisattva dengan bertindak benar....

kalo mempraktekkan jalan Bodgisattva itu artinya belom paranirwana om ;D.
kecuali kalo sudah menjadi samasambuddha ;D.

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #26 on: 21 April 2012, 04:00:19 PM »

jeli banget si Bawel  _/\_


kalo mempraktekkan jalan Bodgisattva itu artinya belom paranirwana om ;D.
kecuali kalo sudah menjadi samasambuddha ;D.
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #27 on: 21 April 2012, 04:56:30 PM »
Setuju.  _/\_Sesungguhnya dalam hal ini saya tidak komentar tentang polemik parinibbana, tetapi yg ingin saya pertanyakan adalah bagaimana anda bisa tahu seseorang sudah mencapai kesucian atau umat puthujana?
saya justru tidak tahu dan tidak punya kemampuan utk mengetahui seseorang itu Arahat atau bukan Arahat.
maka itu saya anggap sukong itu masih puthujana, sedangkan para penggemar sukong, kayaknya gampang sekali mengklaim sukong itu sudah Arahat ! yaitu  memperingati 10 th sukong parinirwana

Quote
Kenyataan bahwa Bhikkhu Ashin Jinarakhita adalah pelopor kebangkitan agama Buddha di Indonesia sesungguhnya terdapat dalam perjalanan sejarah perkembangan agama Buddha.

cetek benar ! mosok begitu dianggap sudah mencapai nirwana !  ^-^ 
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.118
  • Reputasi: 128
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #28 on: 21 April 2012, 04:58:05 PM »

menyebut bhiksu yg wafat sbg parinirwana adalah ucapan kebiasaan umum utk menghormati orang yg wafat bagi kalangan buddhis tiongkok. Semua orang tiongkok jg tau blm tentu orang itu benar2 parinirvana.  Ini adalah istilah yg bermakna konotatif ,bukan denotatif. Istilah lain utk menyebut orang meninggal di Tiongkok adalah "wangsheng" utk orang yg terlahir di alam bahagia, pdhal tidak semua orang dipercaya terlahir di alam bahagia.     
 Sama seperti menuliskan RIP di batu nisan , pdahal blm tentu semua orang mati dgn tenang.
RIP jg bermakna konotatif. Apa harus didebatin dulu orang yg mati itu sebenarnya tenang atau tidak tenang ?

semua adalah bentuk penghormatan belaka. 

tanpa mengurangi sedikitpun hormat saya kepada anda atau pun ybs.
saya ingat kata2 dari kawan saya,
"hendaklah segala sesuatu itu baik,benar,bijaksana"

saya tidak ingin mendebatkan atau apapun itu namanya, katakanlah bila menuruti keinginan
bahwa kata2 parinirwana ilaha lumrah bagi org tiongkok di sana.

tp ini indonesia my men, apakah kata2 parinirwana ini sudah
tepat?
pas?
cocok?
baik?
benar?
bijaksana?

sedikit masukan dari saya. terima kasih atas penjelasannya


Wasalamualaikum
Samma Vayama

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #29 on: 21 April 2012, 05:02:29 PM »
Jadi label parinibbana (parinirvana) untuk Y.A.Ashin Jinarakkhita itu di-konfirmasi oleh siapa ?

kalau tidak diangkat judul yang menarik, tentunya bisa sepi
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.