//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: EA 27.5 Empat Latihan Seorang Bodhisattva  (Read 274 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.467
  • Reputasi: 169
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
EA 27.5 Empat Latihan Seorang Bodhisattva
« on: 18 August 2020, 03:46:37 PM »
Ekottarāgama 27.5

[Empat Latihan Seorang Bodhisattva]*

聞如是:
一時,佛在舍衛國祇樹給孤獨 園。

Demikianlah telah kudengar. Suatu ketika Sang Bhagavā sedang berdiam di Sāvatthī di taman milik Anāthapiṇḍika dalam Hutan Jeta.

爾時,彌勒菩薩至如來所,頭面禮足,在 一面坐。爾時,彌勒菩薩白世尊言:「菩薩摩 訶薩成就幾法,而行檀波羅蜜,具足六 波羅蜜,疾成無上正真之道?」

Pada waktu itu, Bodhisattva Maitreya mendatangi tempat kediaman Sang Tathāgata, memberikan penghormatan dengan menjatuhkan kepalanya pada kaki [Sang Buddha], kemudian duduk pada satu sisi. Saat itu Bodhisattva Maitreya berkata kepada Sang Bhagavā: “[Terdapat] berapakah hal yang dicapai seorang Bodhisattva-mahasattva sehingga ia melatih kesempurnaan memberi (dāna pāramitā), menyempurnakan enam kesempurnaan (sad pāramitā), dan dengan segera mencapai pencerahan sempurna yang tiada bandingnya?”

佛告彌勒:「若 菩薩摩訶薩行四法本,具足六波羅蜜,疾 成無上正真等正覺。云何為四?於是,菩薩 惠施佛、辟支佛,下及凡人,皆悉平均不選擇 人,恒作斯念:『一切由食而存,無食則喪。』是 謂菩薩成就此初法,具足六度。

Sang Buddha menjawab Maitreya: “Jika seorang Bodhisattva-mahasattva berlatih empat hal utama, maka ia menyempurnakan enam kesempurnaan dan dengan segera mencapai pencerahan sempurna yang tiada bandingnya. Apakah empat hal itu? Di sini, seorang Bodhisattva memberikan pemberian [makanan] kepada seorang Buddha, Pacceka Buddha, sampai dengan orang-orang biasa, semuanya sama tanpa membeda-bedakan orang, dengan selalu mengingat hal ini: ‘Semua [makhluk] bergantung pada makanan untuk bertahan [hidup]; jika tidak makan, [mereka] akan meninggal.’ Ini adalah hal pertama yang dicapai seorang Bodhisattva untuk menyempurnakan enam kesempurnaan.”

「復次,菩薩 若惠施之時,頭、目、髓、腦,國、財、妻、子,歡喜惠施, 不生著想。由如應死之人臨時還活,歡 喜踊躍,不能自勝。爾時,菩薩發心喜悅,亦復 如是,布施誓願不生想著。

“Selanjutnya, ketika memberikan pemberian [berupa] kepala, mata, sumsum, otak, kerajaan, harta kekayaan, istri, dan anak, seorang Bodhisattva bergembira dalam perbuatan memberi tersebut dan tidak memunculkan pikiran kemelekatan. Bagaikan seseorang yang seharusnya meninggal dunia ketika waktunya tiba masih hidup, melompat-lompat kegirangan, dan tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri. Demikian juga, pada saat itu seorang Bodhisattva memunculkan pikiran sukacita dan tekad kedermawannya tidak memunculkan pikiran kemelekatan. [Ini adalah hal kedua yang dicapai seorang Bodhisattva untuk menyempurnakan enam kesempurnaan.]”

「復次,彌勒!菩薩 布施之時,普及一切,不自為己使成無上 正真之道,是謂成就此三法,具足六度。

“Selanjutnya, Maitreya, ketika melakukan kedermawanan, seorang Bodhisattva menjangkau semua [makhluk] dan tidak demi dirinya sendiri ia mencapai pencerahan sempurna yang tiada bandingnya. Ini adalah hal ketiga yang dicapai [seorang Bodhisattva] untuk menyempurnakan enam kesempurnaan.”

「復 次,彌勒!菩薩摩訶薩布施之時,作是思惟:『諸 有眾生之類,菩薩最為上首,具足六度,了 諸法本。何以故?食已[以]**,諸根寂靜,思惟禁 戒,不興瞋恚,修行慈心,勇猛精進,增其 善法,除不善法,恒若一心,意不錯亂,具足 辯才,法門終不越次,使此諸施具足六度, 成就檀波羅蜜。』

“Selanjutnya, Maitreya, ketika melakukan kedermawanan, seorang Bodhisattva-mahasattva merenungkan demikian: ‘Di antara semua makhluk, Bodhisattva adalah yang terunggul, yang menyempurnakan enam kesempurnaan, dan memahami semua asal mula fenomena. Mengapakah demikian? Karena semua indrianya tenang, pikirannya terkendali, tidak memunculkan kebencian, mengembangkan pikiran cinta kasih, dengan penuh semangat mengerahkan usaha untuk mengembangkan kualitas-kualitas bermanfaat dan melenyapkan kualitas-kualitas tidak bermanfaat, pikirannya selalu terpusat, batinnya tidak kacau, memiliki kelancaran berbicara, mempelajari penjelasan Dharma (dharmaparyāya) secara berurutan, menyebabkan semua kedermawan ini memiliki enam kesempurnaan, dan mencapai kesempurnaan memberi.’ [Ini adalah hal keempat yang dicapai seorang Bodhisattva untuk menyempurnakan enam kesempurnaan.]”

「若菩薩摩訶薩行此四法,疾 成無上正真等正覺。是故,彌勒!若菩薩摩訶 薩欲施之時,當發此誓願,具足諸行。如是, 彌勒!當作是學。」

“Jika seorang Bodhisattva-mahasattva berlatih empat hal ini, maka ia akan dengan segera mencapai pencerahan sempurna yang tiada bandingnya. Oleh sebab itu, Maitreya, ketika akan melakukan kedermawanan, seorang Bodhisattva-mahasattva harus membangkitkan tekad ini untuk menyempurnakan semua perbuatannya. Demikianlah, Maitreya, ini adalah latihan yang seharusnya dilakukan.”

爾時,彌勒聞佛所說,歡喜 奉行。

Pada waktu itu, Bodhisattva Maitreya setelah mendengarkan apa yang dikatakan Sang Buddha, bergembira dan mengingatnya dengan baik.

Catatan Kaki:

* Judul ditambahkan penerjemah (dalam teks aslinya sutra ini tidak berjudul)

** Menggunakan bacaan varian dalam kurung siku
« Last Edit: 19 August 2020, 03:56:26 PM by seniya »
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

 

anything