//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain  (Read 10117 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline ahiong sukarni

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 2
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain
« on: 03 October 2010, 06:31:13 PM »
Sahabat Dhammacitta sedhamma,perkenalkan saya ahiong telah mempunyai 3anak. Saya menikah secara Buddhist di vihara dan istri yg tadinya Konghucu kemudian ikut saya ke vihara hampir setiap minggu untuk kebaktian.Disamping itu juga kami kadang juga mengikuti hari besar Buddhist yg lainnya.
Selama ini kehidupan keluarga kami boleh dibilang ok ok saja.
Hingga pada suatu hal yg agak berat yaitu : ibu mertua yg telah tua lebih banyak membutuhkan biaya tambahan,hal ini yg dirasakan cukup sulit pada saat kondisi saat itu.
Istri saya,mertua,kakak ipar telah berdoa selama ini agar diberikan jalan keluar tetapi belum membuahkan hasil.
Anak anak saya kebetulan sekolah disekolah yg beragama K+++++N yg jelas banyak para orang tua yg beragama sejenis.Melalui cerita dan curhat dgn ibu ibu kemudian ditawarkan untuk mengikuti komunitas disana yang katanya nanti dibantu DOA.
Semula istri saya meminta ijin yg katanya tidak ada paksaan untuk masuk agama itu saya pun boleh. Tetapi lama kelamaan koq melanjut ke hal hal lebih mendalam lagi.
Saya pun mengeluarkan larangan terhadap istri saya.
Istri saya kelihatannya menolak,dengan alasan yg dia punyai. Alasannya adalah dia menemukan ketenangan disana selain itu selama ini doa doa yg dia panjatkan tidak ada hasilnya tetapi dgn agamanya yg baru itu hanya beberapa lama DOA DIA TERJAWABKAN. TUHAN dalam agama tersebut telah memberikan pertolongan sedangkan yg di Bhuddist boro boro ada.Memang saya akui selama dia mengikuti agama nya yg baru itu dana yg dibutuhkan mulai ada. Tetapi saya tetap mempunyai prinsip mana mungkin dalam 1perahu ada 2kapten sehingga timbul keributan terus menerus dalam keluarga saya.
Saya juga telah berusaha untuk menjelaskan kepada teman nya yg mengajak,tetapi herannya malah suaminya mau berkenan untuk datang kerumah saya yang katanya supaya IKUT DITERANGKAN DARI JALAN GELAP.
Saya semakin ribut saja dengan istri sampai pada keputusan yg saya ambil : ikut saya atau ikut agamamu yg baru itu.
Semula istri saya memilih untuk masuk ke agama itu tetapi karena desakan dari pihak keluarganya akhirnya dia mengalah.
TETAPI SAMPAI HARI INI SAYA HANYA MENGAJAK anak anak ke vihara sedangkan istri saya kelihatannya sdh tdk berminat lagi.
Dari gaya tingkah sehari hari saya juga menilai prinsip nya sdh seperti agama yg baru itu.

Mohon teman teman sedhamma berikan masukan untuk saya bagaimana harus berlaku,terima kasih .


sabbe sattha bavanthu sukhitata

Offline No Pain No Gain

  • Sebelumnya: Doggie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.796
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
  • ..............????
Re: Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain
« Reply #1 on: 03 October 2010, 06:38:39 PM »
hmmm...di ajaran buddha tdk ada paksaan..jd tindakan bro salah sekali...bro hanya bisa memberikan pandangan yg benar ke istri bro..tp tidak boleh memksanya dgn cara demikian...biarkan istri anda memilih..toh ini jln hidup spiritual dia..tdk ada sangkut paut dgn anda..
No matter how dirty my past is,my future is still spotless

Offline Wolvie

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 805
  • Reputasi: 25
Re: Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain
« Reply #2 on: 03 October 2010, 06:49:50 PM »
coba diajak bicara pelan2 bro, apa yang menyebabkan dia tertarik sama agama baru, selain dari yang katanya merasa doanya lebih didenger. bisa jadi ada hal lain yang istri anda denger dari orang2 beda agama tersebut yang tidak ato belum diceritakan kepada anda (semacam cuci otak gitu lah)

mungkin saja ada faktor lain, jadi coba bro lebih korek2 lagi hatinya, biasanya sih yang tertarik sama agama lain tersebut karena suasananya lebih meriah, orang2 lebih ramah (terlepas ramah beneran ato dibuat2)

Offline rooney

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.750
  • Reputasi: 47
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia...
Re: Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain
« Reply #3 on: 03 October 2010, 06:55:52 PM »
Sebnarnya saya masih belum berpengalaman soal masalah keluarga, sorry ya kalo terkesan menggurui huhuhu...

Menurut saya dana tersebut ada karena usaha kalian berdua. Mungkin sejak dikasih doa, motivasi sang istri jadi lebih baik. Namun bukan berarti harus diberi doa agar motivasinya terangkat. Dalam Buddhisme, untuk dapat mengatasi segala sesuatu harus mengandalkan usaha sendiri, jangan bergantung pada sapa-sapa termasuk Sang Buddha. Mungkin selama ini hanya sekedar kebaktian, coba mulai belajar serius tentang esensi Buddhisme...

Sekali lagi sorry ya jika terkesan menggurui orang yang jauh lebih senior, hanya ingin mencoba membantu...  _/\_
« Last Edit: 03 October 2010, 07:01:00 PM by rooney »

Offline Mr.Jhonz

  • Sebelumnya: Chikennn
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.164
  • Reputasi: 148
  • Gender: Male
  • simple life
Re: Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain
« Reply #4 on: 03 October 2010, 07:11:01 PM »
^aye juga masih melajang ;D


Di agama buddha memang tidak "menjual" doa,tapi lebih kepada PENGERTIAN,emang waktu om kevihara apa saja yg om lakukan?
Apa om+istri pernah mengikuti kelas pendalaman dhamma?

Memang marketing yg dijalankan di tetangga lebih proaktif,jadi ga heran banyak yg tertarik.
Saran sy,perbanyak diskusi dgn istri soal agama,jangan sering mengunakan kalimat negatif kepada istri.

**sabbe sankara anicca,ketika membeli mobil kita harus siap mental ketika mobil penyok dan tergores,begitu juga berumah tangga harus siap dikecewakan istri,anak.dll ;D
 
« Last Edit: 03 October 2010, 07:18:15 PM by Mr.Jhonz »
buddha; "berjuanglah dengan tekun dan perhatian murni"

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain
« Reply #5 on: 03 October 2010, 07:18:33 PM »
Quote
Saya semakin ribut saja dengan istri sampai pada keputusan yg saya ambil : ikut saya atau ikut agamamu yg baru itu.

bila bro gak dapat mengajarkan kasih, kasih yg lembut dan penuh pengertian....tanpa marah maupun ancaman...
bagaimana lagi bro bisa mengajarkan Buddhisme ? Pernahkan Buddha Gautama mengancam ?

bukan soal agama saja bro... orang yg lagi kesusahan, gak ada jalan...
tiba2 ada sekelompok orang yg mau membantu, mendengar, dst, dst... maka sebagian orang akan pindah perahu...

kalau memang Tuhan yg itu sanggup membayar uang rumah sakit dan si mertua tambah sehat... gw rasa sihhh itu ada sisi baiknya juga tohhh.................cuma apakah itu berbuahnya karma atau ada turun tangan dari TUHAN ?....

tua, sakit dan mati....

semua orang akan mengalaminnya.... laluilah dgn bijak, laluilah dgn penuh kegembiraan....  _/\_

semoga bro diberi keteguhan, kesabaran dan kebijiksanaan utk menjalanin hidup ini.....


ngomong2 kapan ya gw mau di CABUT ?....
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline wiithink

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.630
  • Reputasi: 32
  • Gender: Female
Re: Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain
« Reply #6 on: 03 October 2010, 07:22:01 PM »
gw bingung.. kenapa orang orang itu, selalu menyebut orang dari agama lain itu "gelap", apa dengan ucapan mereka yang men-judge agama orang lain itu, mereka tetep "terang"..

Offline coecoed

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 196
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain
« Reply #7 on: 03 October 2010, 07:44:43 PM »
salam damai sejahtera pak ahiong....

begini pak ahiong, saya dapat merasakan bagaimana perasaan pak ahiong, oleh karena pak ahiong mencintai istri dan keluarga anda.

saran saya, bagaimana kalau pak ahiong berpikir  positif, mengetahui bahwa hal ini adalah bukan sesuatu yang membahayakan atau jahat,

sebagai kepala keluarga yang mau melindungi istri dan keluarga anda dan juga sebagai kepala keluarga yang sudah seharusnya bertindak bijaksana, bagaimana kalau pak ahiong coba menyelidiki, menelusuri dengan mengikuti kegiatan rohani istri anda, sehingga pak ahiong dapat menilai apakah itu suatu praktek kegiatan yang membahayakan atau yang mengajarkan kejahatan atau praktek kegiatan sesat, sehingga setelah mengetahui nya paling tidak pak ahiong dapat mengambil keputusan yang bijaksana dan bisa menjelaskan (melarang) jika ada kesalahan/peyimpangan/praktek jahat/sesat atau menjadi tenang/damai sejahtera setelah mengetahui (membuktikan) tidak ada hal-hal yang tidak baik dalam kegiatan rohani istri anda, sehingga anda tidak terombang-ambing oleh pandangan-pandangan pemikiran sendiri yang terus bergerak salah yang terbentuk oleh karena masukan kesaksian dari luar, sedangkan anda sendiri tidak atau belum mengetahui keadaan yang sebenar-benarnya.

semoga nasehat ini membawa kerukunan dan perubahan, memberi jalan keluar, dan membawa kekuatan dan damai sejahtera bagi seluruh keluarga anda setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
coeda, the believer
« Last Edit: 03 October 2010, 08:06:27 PM by coecoed »
INILAH APA YANG TUHANKU TELAH KATAKAN, 'DALAM SATU TAHUN SEJAK HARI INI, KEJAYAAN MEREKA AKAN PUDAR'.


September 2010
coedabgf-the believer

Offline Xcript

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 137
  • Reputasi: 8
Re: Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain
« Reply #8 on: 03 October 2010, 07:52:18 PM »
Saya punya beberapa jawaban untuk Anda, walaupun
saya belum berkeluarga :)

Dalam kasus Anda, setiap hari istri berdoa tapi belum
juga ada harapan atau apapun yang, kelihatannya, terkabul.
Padahal, pada saat istri Anda berdoa, ia sedang memulai
menanam karma baik lewat ucapan, perbuatan dan pikiran.
Setidaknya, ketiga gerbang perbuatannya (ucapan, perbuatan,
pikiran) tidak sedang melakukan perbuatan jahat.

Pada saat seseorang berdoa, yang selanjutnya bisa dipahami
sebagai membaca paritta, liamkeng, membaca mantra, sutra,
dll, ucapan seseorang sedang mengucapkan sesuatu yang
baik karena sutra/paritta/mantra isinya adalah pesan2 kebaikan.
Demikian juga perbuatannya yang secara fisikiah, ia sedang
tidak melakukan perbuatan buruk. Dan yang terakhir adalah
pikirannya yang mana pada saat membaca paritta/sutra/mantra,
pikiran seseorang diarahkan ke hal-hal dan harapan2 yang baik.

Berdoa di sini jangan diartikan sebagai meminta-minta dengan
siapapun, "namun" membaca dan mengulang kembali apa yang
pernah dikotbahkan oleh Sang Bhagava, Sang Guru Buddha
yang telah mencapai penerangan sempurna. Hal ini perlu saya
tekankan lebih dulu.

Dengan demikian, karma (perbuatan) baik Anda/istri
sesungguhnya sedang mulai ditanam sedikit demi sedikit, tapi
belum berbuah. Setiap hari karma itu terus ditanam dan ditanam
lewat pembacaan paritta/sutta/mantra, meskipun belum berbuah.

Seperti menanam tetumbuhan. Biji yang ditanamkan di tanah
tidak akan langsung tumbuh dalam beberapa hari saja supaya
menjadi tanaman besar, namun butuh waktu beberapa bulan
hingga ia bisa tumbuh besar. Demikian juga dengan karma baik
yang Anda/istri tanam setiap harinya, belum berbuah karena
belum waktunya.

Nah, pada saat istri Anda mulai mengikuti dan lama kelamaan
tertarik dengan "tetangga" barunya, dapat diasumsikan bahwa
"buah" karma baik yang ditanam selama membaca paritta/sutta/
mantra itu sudah saatnya berbuah, maka sedikit demi sedikit
harapanpun terkabul. Sebenarnya prinsip kerja hukum karma
sangat simple dan dapat dijelaskan dgn sangat masuk akal.
Tidak perlu ada bantuan makhluk Adikuasa apapun yang turut
campur tangan dalam hal ini karena hukum karma adalah hukum
alam semesta yang universal yang mencakupi makhluk apapun,
suka atau tidak suka, tau ataupun tidak tau.

Oleh sebab itu, saudara, jangan memaksa istri Anda. Sudah
semestinya Anda memberikan pandangan yang benar tentang
Buddhisme kepada istri Anda. Namun, Anda sendiri harus
mengerti terlebih dahulu mengenai pemahaman/ajaran Buddha.
Untuk pemahaman mengenai Buddhisme, sebaiknya, kalau
mau cepat, bisa dikonsultasikan/ditanyakan langsung kepada
rekan2 Anda sendiri yang pengetahuan Buddhis nya baik untuk
menjadi teman bertanya Anda. Atau dapat menghubungi rekan2
Vihara terdekat yang juga mengerti Buddhisme dengan baik.

Kalau setiap hari Buddhisme itu hanya dilaksanakan sebagai
hal-hal yang berbau ritual saja, misalnya, hanya puja bhakti
minggu, puja bhakti hari-hari besar, tapi tanpa ikut acara-acara
lain yang justru lebih bermanfaat, misalnya ceramah Dharma,
latihan meditasi, atau forum-forum agama Buddha, saya rasa
percuma saja karena pemahaman mengenai Buddhisme nya
juga tidak diperhatikan.

Mulailah dari diri sendiri, kemudian berikan pemahaman
tentang Buddhisme yang benar kepada istri. Semoga keluarga
kembali harmonis, sejahtera dan bahagia.
« Last Edit: 03 October 2010, 08:13:40 PM by Xcript »
Kesembuhan itu datang dari obat yang sangat pahit

Offline coecoed

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 196
  • Reputasi: -6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain
« Reply #9 on: 03 October 2010, 08:03:34 PM »
klo pak ahiong sudah melihat masukan saya sebagai masukan yang baik berguna dan dipraktekan membawa hasil yang baik, please pak ahiong ketik ucapan thank you pada sisi kanan atas yah.... sehingga sayapun turut bergembira  atas selesainya masalah ini.

coeda, the believer
INILAH APA YANG TUHANKU TELAH KATAKAN, 'DALAM SATU TAHUN SEJAK HARI INI, KEJAYAAN MEREKA AKAN PUDAR'.


September 2010
coedabgf-the believer

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain
« Reply #10 on: 03 October 2010, 08:08:03 PM »
klo pak ahiong sudah melihat masukan saya sebagai masukan yang baik berguna dan dipraktekan membawa hasil yang baik, please pak ahiong ketik ucapan thank you pada sisi kanan atas yah.... sehingga sayapun turut bergembira  atas selesainya masalah ini.

coeda, the believer
ASTAGA!!!

baca lagi matius 6 cuy :))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Mr.Jhonz

  • Sebelumnya: Chikennn
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.164
  • Reputasi: 148
  • Gender: Male
  • simple life
Re: Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain
« Reply #11 on: 03 October 2010, 08:38:52 PM »
 [at] mbah ryu
Kutipkan kesini dunk.penasaran nhe..
buddha; "berjuanglah dengan tekun dan perhatian murni"

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain
« Reply #12 on: 03 October 2010, 08:42:24 PM »
[at] mbah ryu
Kutipkan kesini dunk.penasaran nhe..
6:1. "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
6:2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
6:4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

6:5. "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.118
  • Reputasi: 128
Re: Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain
« Reply #13 on: 03 October 2010, 10:54:46 PM »
Quote
Saya semakin ribut saja dengan istri sampai pada keputusan yg saya ambil : ikut saya atau ikut agamamu yg baru itu.

bila bro gak dapat mengajarkan kasih, kasih yg lembut dan penuh pengertian....tanpa marah maupun ancaman...
bagaimana lagi bro bisa mengajarkan Buddhisme ? Pernahkan Buddha Gautama mengancam ?

bukan soal agama saja bro... orang yg lagi kesusahan, gak ada jalan...
tiba2 ada sekelompok orang yg mau membantu, mendengar, dst, dst... maka sebagian orang akan pindah perahu...

kalau memang Tuhan yg itu sanggup membayar uang rumah sakit dan si mertua tambah sehat... gw rasa sihhh itu ada sisi baiknya juga tohhh.................cuma apakah itu berbuahnya karma atau ada turun tangan dari TUHAN ?....

tua, sakit dan mati....

semua orang akan mengalaminnya.... laluilah dgn bijak, laluilah dgn penuh kegembiraan....  _/\_

semoga bro diberi keteguhan, kesabaran dan kebijiksanaan utk menjalanin hidup ini.....


ngomong2 kapan ya gw mau di CABUT ?....
wuihh.. mantep euy si saceng...
setelah ngobrol2 sama tuhan, katanya.. masih agak lama..
Samma Vayama

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.118
  • Reputasi: 128
Re: Pedih hatiku karena istriku diajak masuk ke agama lain
« Reply #14 on: 03 October 2010, 11:01:05 PM »
salam damai sejahtera pak ahiong....

begini pak ahiong, saya dapat merasakan bagaimana perasaan pak ahiong, oleh karena pak ahiong mencintai istri dan keluarga anda.

saran saya, bagaimana kalau pak ahiong berpikir  positif, mengetahui bahwa hal ini adalah bukan sesuatu yang membahayakan atau jahat,

sebagai kepala keluarga yang mau melindungi istri dan keluarga anda dan juga sebagai kepala keluarga yang sudah seharusnya bertindak bijaksana, bagaimana kalau pak ahiong coba menyelidiki
menelusuri dengan mengikuti kegiatan rohani istri anda
, , <<< berharap-harap semoga pak ahion, juga terjerumus ke karesten... sehingga upah die (coecoed) makin besar di surga....
sehingga pak ahiong dapat menilai apakah itu suatu praktek kegiatan yang membahayakan atau yang mengajarkan kejahatan atau praktek kegiatan sesat, sehingga setelah mengetahui nya paling tidak pak ahiong dapat mengambil keputusan yang bijaksana dan bisa menjelaskan (melarang) jika ada kesalahan/peyimpangan/praktek jahat/sesat atau menjadi tenang/damai sejahtera setelah mengetahui (membuktikan) tidak ada hal-hal yang tidak baik dalam kegiatan rohani istri anda, sehingga anda tidak terombang-ambing oleh pandangan-pandangan pemikiran sendiri yang terus bergerak salah yang terbentuk oleh karena masukan kesaksian dari luar, sedangkan anda sendiri tidak atau belum mengetahui keadaan yang sebenar-benarnya.

semoga nasehat ini membawa kerukunan dan perubahan, memberi jalan keluar, dan membawa kekuatan dan damai sejahtera bagi seluruh keluarga anda setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
coeda, the believer

mana ttd
kasih karestus...
halallujah
Samma Vayama