//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.  (Read 5455 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.403
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Subject: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
Dear All,

Berikut ini disampaikan suatu kajian yang cukup menarik dari milis
tetangga untuk direnungkan. Memang agak panjang tapi penting untuk dibaca
dan disebarkan kepada yg lainnya..... Untuk meluruskan salah kaprah yang
terjadi...
================================================== ========

1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.

Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir
tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan
limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak
ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara
langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal.
Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya
menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang
bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram,
sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan,
teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara
menunjukkan
acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g. Usaha maksimum yang
dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang
mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 1/10
kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau
dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.

SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.
Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal ini
kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur di
Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, pihak Dir. Metrologi-pun
telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram. Mereka
justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem
Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk ukuran
berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan Ons bukanlah bagian
dari sistem metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan
ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak
timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound".
Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1 pound =
500 gram,ternyata tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal atau
pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100
gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional,
tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus Indonesia. Jadi, hal ini
adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau
dipertahankan ?

BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?
Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku
sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan
salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan
menyesatkan. Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana
penyadaran akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas
dalam
materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita)
menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua sekolah
mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan anak-anak
kita pun menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. "Racun" ini sudah
tertanam didalam otak anak kita sejak usia dini.
Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan yang
diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia
mengajarkan seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk
melakukan koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberi-kan
petunjuk resmi.

TANGGUNG JAWAB SIAPA ?
Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita
jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada
para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar tidak
menjadi beban psikologis bagi mereka ; "acuan sistem timbang legal yang
mana yang pernah diakui / diberlakukan secara internasional, yang
menyatakan bahwa :
1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?

Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini
diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ? Pernahkan Dep.
Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain Indonesia berlaku
konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram ? Patut dipertanyakan
pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku pegangan sekolah yng
melestarikan kesalahan ini ?

Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan ons yang keliru ini,
sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang
pemakaian satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah
harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas). Sistem
baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum
diajarkan kepada anak-anak. Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia
yang konversinya adalah 1 ons (Depdiknas) = 100 gram dan 1 pound
(Depdiknas) = 500 gram. ? Bagaimana "Ons dan Pound (Depdiknas)" ini
dimasukkan dalam sistem metrik yang sudah baku diseluruh dunia ? Siapa
yang mau pakai ?.

HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI.
Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang
merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih banyak
kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu
contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue
dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya.
Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan masalah
nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan.
Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai
hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki kesalahan.
Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal Takar-Timbang-Ukur,
Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap Direktorat
Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia. Mari kita
ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi.
Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak kita
harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya, prosesnya,
materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal
kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang sangat
berat. Janganlah malah diperberat dengan pelajaran sampah yang justru
bakal menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti
aturan dan standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan
hanya yang rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan
yang salah. Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri
yang berarti harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.
Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar
sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan penuh
dengantantangan berat.

ACUAN MANA YANG BENAR ?
Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan
juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. (maaf, ini bukan
promosi) menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan lagi.
Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat
dijumpai dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya
diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.

Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara
internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).

1 ounce/ons/onza = 28,35 gram (bukan 100 g.)

1 pound = 453 gram (bukan 500 g.)

1 pound = 16 ounce (bukan 5 ons)

Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep
obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. Apakah
kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek ?
Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!!
Jadi, kalau malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan.
(ini hanya gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan,
bukan kejadian sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)

KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN - LALU SIAPA ?.
Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua kalangan, baik kalangan
pemerintah, akademis, profesi, bisnis / pedagang, sekolah dan orang tua
dan juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung penghapusan satuan "ons
dan pound yang keliru" dari kegiatan kita sehari-hari. Pengajaran system
timbang dgn. satuan Ounce dan Pound seharusnya diberikan sebagai
pengetahuan disertai kejelasan asal-usul serta rumus konversi yang benar.
Hal ini untuk membuang kebiasaan salah yang telah melekat dalam kebiasaan
kita, yang bisa mencelakakan / menyesatkan anak-anak kita, generasi
penerus bangsa ini.
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.577
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
  • not mine - not me - not myself
Re: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
« Reply #1 on: 01 May 2008, 08:02:45 AM »
Wew.. Thanks 4 info..
Saya SD juga diajarkan demikian..
Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku
6 kelompok 6 - Chachakka Sutta MN 148

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.403
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
« Reply #2 on: 01 May 2008, 08:15:40 AM »
Bener gak nih?
Kalo yang mau bikin kue, liat timbangan kue khan 1 ons = 100gram.

ternyata di cek di google bener 1 ounce=28,4 gr
« Last Edit: 01 May 2008, 08:23:44 AM by ryu »
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.577
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
  • not mine - not me - not myself
Re: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
« Reply #3 on: 01 May 2008, 08:45:32 AM »
Saya baru google.. dan ini bisa dijadikan alasannya :

http://ivanlanin.wordpress.com/2007/07/25/ons/

Ons senilai 100 gram berasal dari sistem metrik Belanda yang dibuat pada tahun 1820. Dengan diadopsinya sistem metrik internasional oleh Belanda pada tahun 1937, konversi 1 ons = 100 gram resmi dinyatakan tidak berlaku lagi walaupun kadang masih ditemukan secara informal.

Indonesia menyerap ini. Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa ons adalah “satuan berat senilai 100 gram.” Di sekolah-sekolah pun murid diajarkan demikian. Kesulitan yang timbul kemudian, ada satuan massa lain yang disebut “ounce” (oz) yang menurut sistem avoirdupois setara dengan sekitar 28 gram. Tentunya, dengan model penyerapan pelafalan Indonesia, satuan ini pun disebut “ons”.

Perbedaan antara 100 gram dan 28 gram sangat jauh. Akan besar sekali akibatnya jika salah menerjemahkan “ons” misalnya dalam meracik obat atau membuat adonan makanan. “Jadi mana yang benar?” Pertanyaan itu saya ajukan ke milis Bahtera. Ternyata itu sudah pernah dibahas dan kesimpulannya tampaknya adalah bahwa pengertian “ons” yang dipakai adalah yang menurut sistem Belanda yaitu setara dengan 100 gram. Kesimpulan yang lain yang harus dicamkan adalah bahwa “jangan hanya menggunakan bahasa Inggris untuk menelusuri akar suatu kata. Ingat bahwa Indonesia pernah dijajah Belanda hingga banyak kata-kata Indonesia yang diserap dari Belanda.”

Masuk akal. Tapi, untuk kasus “ons”, kenapa ya kita bersikukuh mengikuti sistem Belanda, padahal Belandanya sendiri sudah meninggalkan sistem itu? Aneh.
Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku
6 kelompok 6 - Chachakka Sutta MN 148

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.577
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
  • not mine - not me - not myself
Re: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
« Reply #4 on: 01 May 2008, 08:48:25 AM »
Jadi intinya 1 ons tidak sama dengan 1 ounce.
Ons itu istilah dari Belanda dan benar juga 100 g tetapi berbeda dengan 1 ounce
Dan mungkin akibat kata serapan indonesia, 1 ounce di-indonesiakan menjadi 1 ons dan menjadi simpang siur.
Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku
6 kelompok 6 - Chachakka Sutta MN 148

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.437
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
Re: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
« Reply #5 on: 01 May 2008, 06:35:32 PM »
iya nih.. makanya mulai sekarang istilah ons sudah mulai dihindari..
itu yang aye tau pas dulu kerja di institusi pendidikan matematika..
cuma repotnya banyak pendidik senior yang belum aware.. :(
jadinya ke-bawa2 terus sampe sekarang..
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.344
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Re: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
« Reply #6 on: 01 May 2008, 08:13:28 PM »
Thanks atas Infonya  _/\_
Smile Forever :)

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.806
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
« Reply #7 on: 02 May 2008, 09:53:19 AM »
Makanya apa-apa itu pakai metrik, biar jelas.

Yang bikin rusak satuan dunia itu Amerika, masih pakai satuan imperial, inchi, feet, ounce, pound. Kasusnya sama kayak Indonesia, sudah resmi pakai metrik tapi masih buanyak yang pakai imperial.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.437
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
Re: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
« Reply #8 on: 02 May 2008, 11:42:54 AM »
Makanya apa-apa itu pakai metrik, biar jelas.

Yang bikin rusak satuan dunia itu Amerika, masih pakai satuan imperial, inchi, feet, ounce, pound. Kasusnya sama kayak Indonesia, sudah resmi pakai metrik tapi masih buanyak yang pakai imperial.

Pake imperial boleh aja, asalkan ada keterangan konversinya ke metrik.. 8)
Jadi lebih banyak orang yang ngerti..
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.229
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
« Reply #9 on: 11 May 2008, 03:28:19 PM »
Waw....
Selalu gitu...
Ada penjelasaan yg udah amet logis...
Tp gk ada tindakan apa2...
Cuma bisa ngo sana ngo sini tp gk ada 1orgpun yg bertindak langsung....:):):):)
_/\_
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.577
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
  • not mine - not me - not myself
Re: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
« Reply #10 on: 11 May 2008, 05:06:20 PM »
Waw....
Selalu gitu...
Ada penjelasaan yg udah amet logis...
Tp gk ada tindakan apa2...
Cuma bisa ngo sana ngo sini tp gk ada 1orgpun yg bertindak langsung....:):):):)
_/\_
Hm.. ini kah perubahanmu wahai Riky Dave ?

Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku
6 kelompok 6 - Chachakka Sutta MN 148

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.229
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
« Reply #11 on: 11 May 2008, 07:09:49 PM »
Waw....
Selalu gitu...
Ada penjelasaan yg udah amet logis...
Tp gk ada tindakan apa2...
Cuma bisa ngo sana ngo sini tp gk ada 1orgpun yg bertindak langsung....:):):):)
_/\_
Hm.. ini kah perubahanmu wahai Riky Dave ?


Ampunilah aku.... ^:)^ ^:)^ ^:)^ ^:)^ ^:)^
Cm kesal aja td...
Semuanya sudah jelas tp kok gk ada penanganan ya???kecewa banget deh gw.... :'( :'( :'( :'( :'( :'(

 _/\_
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.577
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
  • not mine - not me - not myself
Re: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
« Reply #12 on: 11 May 2008, 07:23:03 PM »
Kalau penanganan agak kurang pas di sini bro Riky.
Kasarnya soalnya di sini kayaknya tidak ada yang menjadi menteri pendidikan / kerja di depdiknas.

Langkah yang bisa diambil ya paling jika ada yang bertanya baru dijelasin.. atau ada member yang berprofesi menjadi guru

Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku
6 kelompok 6 - Chachakka Sutta MN 148

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.437
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
Re: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
« Reply #13 on: 11 May 2008, 08:40:06 PM »
Yup.. if you think you can do something, then do something.. :)
Don't ask other people, unless you are their boss.. OK, boss? ^:)^

Tenang aja, berita terakhir yang aye tahu sih istilah "1 ons = 100 gram" memang sedang diusahakan untuk dihindari.. Mudah2an usaha itu konsisten..
Jangan sampai menteri pendidikan yang akan terpilih tahun depan (2009) tiba2 banting stir lagi..
Biasanya kan gitu.. Menteri pendidikan suka main2 sama kurikulum pendidikan.. :hammer:
Akibatnya guru dan murid sama2 stres.. ~X(

Misalnya, topik A dipindah dari kelas 4 ke kelas 5 dan topik B dipindah dari kelas 5 ke kelas 4.
Akibatnya, murid kelas 4 yang naik ke kelas 5 belajar topik A dua kali, tetapi tidak belajar topik B.. :(
« Last Edit: 11 May 2008, 08:51:18 PM by Lex Chan »
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.229
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: 1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
« Reply #14 on: 13 May 2008, 08:37:01 PM »
Give up...
I just can comment...
May be i'm wrong....
_/\_
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...