//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - Mas Tidar

Pages: 1 ... 3 4 5 6 7 8 9 [10] 11 12 13 14 15 16 17 ... 216
136
yah saya terus ndak setuju, orang2 itu tinggal di Indonesia.
kalau bangga dengan ke-Ar4b'an dengan segala tradisi padang pasir, pulang saja ke Ar4b. Jangan tinggal di Indonesia.
Di Indonesia hanya menerima perbedaan sebagai persatuan.




KOMPAS, 6 Agustus 2014, hlm. 12

137
saya pikir benar juga tulisan seperti itu kan budaya dari sana memang padang pasir
360 derajat memandang hanya pasir jadi bisa dimaklumi kaum padang pasir tersebut tidak mampu menghargai seni.

Tapi pertanyaan yang selalu menghantui saya bahkan mereka, yaitu:
apakah mereka tahu bahwa nenek moyang orang Indonesia bukan dari daerah padang pasir ?
atau saya sedang berhalusinasi di padang pasir ?


138
Spoiler: ShowHide

139
Diskusi Umum / Dari manakah energi berasal ...
« on: 29 July 2014, 11:38:29 AM »
Dari manakah energi berasal ?
energi yang ada di dalam tubuh kita dan bagaimanakah prosesnya menurut ajaran Hyang Buddha ?

(Diharapkan penjelasan berasal dr kitab tipitaka, kitab komentar, sub komentar ataupun sub sub komentar.
Diluar referensi tipitaka mohon tidak dijadikan argumen)  _/\_

140
baru saja selesai mengurus Form A.5 di Panitia Pemungutan Suara (PPS)
yang diperlukan hanya tempat TPS yang ditunjuk.
waktu tunggu: +/- 10 menit (antri 2 orang)

damage cost:
- copy Form A.5 & KTP, 2x (Rp. 300)
- Parkir Rp. 1.000

_____
Kesimpulan sementara: biaya hidup lebih besar dari pada biaya berdemokrasi.
salam  :>-

141
Partisipasi Rakyat Meningkat
Nurani Jangan Kalah oleh Intimidasi dan Uang








Para pemilih dalam Pemilihan Presiden yang menggunakan hak di KBRI Singapura,
Minggu (6/7) antre menuju tempat pemungutan suara.
Animo WNI mengikuti Pilpres lebih tinggi dibandingkan saat pemilu legislatif.


Pemilih pemula Pemilihan Presiden yang menggunakan hak di KBRI Singapura, Minggu (6/7).
Animo WNI mengikuti Pilpres lebih tinggi dibandingkan saat pemilu legislatif.


ARSIP KBRI DAMSKUS
Pilpres 2014 di DamaskusArsip KBRI


JAKARTA, KOMPAS — Partisipasi rakyat dalam Pemilu Presiden 2014 sangat tinggi. Hal itu terlihat dalam pemilu presiden di luar negeri yang digelar lebih awal, 4-6 Juli 2014. Jumlah pemilih meningkat hingga dua kali lipat. Tingginya partisipasi rakyat ini jangan sampai dinodai cara-cara tidak demokratis.
Antusiasme serupa diperkirakan bakal terjadi pada hari pencoblosan di dalam negeri yang akan dilaksanakan 9 Juli 2014. Penyelenggara pemilu diminta benar-benar memfasilitasi warga agar bisa menyalurkan aspirasinya dengan baik dan mencegah kemungkinan berbagai kecurangan.

Masyarakat pun diminta tidak menyerah kepada intimidasi dan politik uang. Masyarakat bahkan perlu mewaspadai dan berani melaporkan apabila menemukan ada pihak-pihak yang melakukan kecurangan itu.

”Berani melaporkan adalah satu-satunya cara melawan kecurangan. Kalau rakyat tidak berani melawan, rakyat akan kembali ditindas,” ujar Profesor Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Mochtar Pabottingi, di Jakarta, Minggu (6/7).

Peneliti Indonesian Legal Roundtable, Erwin Natosmal Oemar, juga mengingatkan, Pilpres 2014 adalah kesempatan emas yang dimiliki masyarakat Indonesia untuk mengoreksi kebijakan dan memperbaiki taraf kesejahteraan.

”Jadi jangan disia-siakan. Menyerah kepada politik uang dan intimidasi adalah bagian dari penyia-nyiaan,” kata Erwin.

Antusiasme di luar negeri
Antusiasme warga negara Indonesia di luar negeri mengikuti pemilu presiden terutama terlihat di Hongkong.

Animo warga negara Indonesia di Hongkong, yang kebanyakan buruh migran, juga sangat tinggi. Bahkan, hingga usai waktu pencoblosan pukul 17.00 waktu setempat, ratusan buruh migran Indonesia masih belum mendapat giliran.

”Kalau dibandingkan dengan mereka yang datang pada pileg lalu, jumlah yang datang sekarang melonjak hingga lima kali lipat,” ujar Fera Nuraini, pegiat buruh migran Indonesia di Hongkong sekaligus blogger aktif.

Saat tempat pemungutan suara (TPS) resmi ditutup, menurut Fera, masih ada sekitar 800 orang yang belum mendapat giliran.

”Mereka masih terus memaksa agar diizinkan untuk tetap mencoblos walau TPS sudah ditutup. Banyak dari mereka memang baru bisa datang lantaran izin dari majikan masing-masing baru diperbolehkan sore hari keluar rumah,” ujarnya.

Saking bersemangatnya untuk mencoblos, tambah Fera, para buruh migran yang belum mendapat kesempatan itu nekat membuka paksa pintu masuk menuju TPS. Mereka juga berupaya bernegosiasi agar tetap bisa mencoblos.

”Exit poll” digelar
Gairah memilih yang sangat besar juga diutarakan Agus (49), yang menunaikan hak demokrasinya di KJRI Houston, Amerika Serikat.

”Suasananya sangat semarak dan hebatnya tetap berlangsung tertib. Good-lah, always proud to be Indonesian,” kata Agus.

Menurut Agus, ada sekitar 1.500 WNI di Houston yang terdaftar punya hak pilih. Namun, ada pula yang tidak terdaftar dan ingin mencoblos di KJRI Houston. Mereka harus menunggu hingga sore karena panitia takut kehabisan kertas suara.

Di KJRI Houston, sejumlah sukarelawan melakukan exit poll terhadap pemilih. Menurut Agus, sampai pukul 11 siang pada Sabtu, hasil exit poll menunjukkan, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla memperoleh 89 persen suara, sementara pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapat 11 persen suara.

Pemungutan suara pemilu presiden di New York, Amerika Serikat, yang dilaksanakan pada Sabtu berlangsung lancar.

Dari Washington DC dilaporkan, pelaksanaan pencoblosan yang digelar di gedung serbaguna Wisma Indonesia di Tilden Street berjalan lancar. Sebanyak 805 WNI terdaftar dan mencoblos.

Menurut Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Qatar Muhammad Kamaluddin, jumlah pemilih pada pilpres meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah pemilih pada pemilu legislatif. Jika pada pemilu legislatif jumlah pemilih 1.520 orang, pada saat pilpres 3.209 orang memberikan suara.

Peningkatan partisipasi pemilih juga terjadi di Jeddah. Menurut Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Jeddah Syarif Shahabudin, 7.746 pemilih memberikan suara pada 4 Juli, naik dari jumlah pemilih pada pemilu legislatif, 6.427 orang.

Pelaksanaan pilpres Indonesia di Mesir yang dilaksanakan di kompleks gedung KBRI di Kairo, Sabtu malam, juga berjalan aman dan lancar.

Sebagaimana dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, dari Kairo, daftar pemilih tetap luar negeri di Mesir sebanyak 3.308 orang. Menurut Ketua PPLN Mesir Muhammad Saifuddin, pemilih yang telah memberikan hak suaranya mencapai 77 persen atau 2.578 orang. Jumlah pemilih pada pemilu legislatif hanya 2.311 orang.

Suasana pemungutan suara di KJRI Adelaide, Australia, hari Minggu kemarin juga berlangsung sangat semarak. Antrean pemilih panjang mengular dan butuh waktu sekitar 45 menit, mulai dari mengantre sampai masuk ke bilik suara.

Ratna Derina (48), WNI asal Jakarta yang menggunakan hak pilihnya, mengatakan, pemilih yang datang agak siang bahkan harus antre lebih dari dua jam karena antrean sangat panjang.

”Yang hebat dari pemilu kali ini, pemilih yang disable juga sangat bersemangat datang ke KJRI, padahal mereka bisa mengirimkan suaranya melalui pos. Di depan antrean saya ada dua penyandang tunanetra. Saya terharu melihatnya,” papar Ratna.

Menurut Duta Besar RI untuk Australia Nadjib Riphat, puluhan juta warga Australia juga tertarik dan antusias mengikuti jalannya pemilu di Indonesia,

Lonjakan pemilih terjadi pula di TPS luar negeri Bangkok, Thailand. Menurut anggota PPLN Bangkok, Ghofar Ismail, jumlah pemilih pada pilpres 927 orang, naik hampir dua kali lipat dari pemilih pada pemilu legislatif yang hanya 485 orang.

Gunakan hati
Sofjan Wanandi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, dalam siaran persnya mengingatkan warga minoritas jangan takut menggunakan hak pilih sesuai nurani. Dia menduga, iklim ketakutan memang ditiupkan oknum-oknum tertentu untuk penggembosan suara.

”Ini saatnya menunjukkan tanggung jawab kita sebagai warga negara Indonesia,” kata Sofjan.

Safitri (39), ibu rumah tangga yang tinggal di Depok, menegaskan, dirinya tidak akan menggadaikan suaranya hanya karena uang.

”Politik uang mengindikasikan bahwa pihak yang mempraktikkannya telah menghalalkan segala cara untuk menang. Padahal, seharusnya pemimpin tidak memiliki nafsu berkuasa,” katanya.

(FAJ/NTA/LOK/CAL/JOS/SAM/MTH/DWA/IDR/JOY/DHF/A14)
_____________


Modal CoPas - Salam  :>-
Share, please...  _/\_

142
Spoiler: ShowHide




143
menurut koran KOMPAS 1 Juli 2014.

Spoiler: ShowHide


Perantau Kebingungan Mencari Formulir A5

JAKARTA, KOMPAS — Perantau di sejumlah daerah kebingungan mencari formulir model A5 agar dapat pindah tempat memilih pada Pemilu Presiden 2014. Terbatasnya sosialisasi dan kesiapan penyelenggara pemilu jadi masalah utama.
Hingga Senin (30/6), KPU Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, masih melayani perantau yang hendak mengurus formulir A5. ”Meskipun pengurusan formulir A5 paling lambat 29 Juni, hari ini (Senin kemarin) kami masih melayani pengurusan formulir itu karena antusiasme warga untuk memperolehnya masih cukup besar,” tutur Kepala Subbagian Program dan Data KPU Kota Banjarmasin M Zar’an.

Menurut dia, jumlah perantau yang mengurus formulir A5 untuk pemilu presiden meningkat dua kali lipat dibandingkan pemilu legislatif. Pada pemilu legislatif lalu, perantau yang mengurus formulir A5 di KPU Kota Banjarmasin sekitar 100 orang.

Namun, sejumlah perantau yang kemarin mendatangi kantor KPU Kota Surabaya untuk mendapat formulir A5 harus kecewa karena kantor KPU tersebut hanya memberikan formulir itu sampai Minggu (29/6) atau 10 hari sebelum pemilihan (H-10).

”Saya merasa sosialisasi pengurusan A5 ini kurang, tetapi saya tidak mau hak pilih saya hilang,” kata Diah Ayu Hartarini, warga Bandung, Jawa Barat. Bersama empat pemohon formulir A5 lainnya, ia lalu bertolak dari kantor KPU Kota Surabaya ke kantor KPU Jawa Timur. Namun, mereka kecewa karena tak bertemu dengan komisioner KPU Jatim untuk mendapat penjelasan.

”KPU ingin masyarakat menggunakan hak pilih. Seharusnya ada toleransi bagi kami untuk pengurusan formulir A5,” kata Ike Widowati, warga Kediri, Jatim, yang sedang bekerja di Surabaya dan tidak mungkin pulang ke Kediri untuk mendapatkan formulir itu.

Anggota KPU Kota Surabaya, Nur Syamsi, mengatakan, perantau yang belum mendapatkan formulir A5 di KPU kabupaten/ kota yang dituju dapat memperoleh formulir itu di Panitia Pemungutan Suara (PPS) di daerah asal hingga H-3 pemilihan. Formulir A5 itu lalu diserahkan ke PPS di kota yang dituju.

Namun, Febriana, warga Kalisat, Jember, Jatim, yang tinggal di Jakarta, mengatakan, petugas PPS di tempat asalnya tak bisa memberinya formulir A5 dengan alasan belum menerima tembusan daftar pemilih tetap (DPT) terbaru. ”Sampai sekarang, status saya, apakah bisa mencoblos atau tidak, belum jelas, padahal sudah semangat mengurus,” ujarnya.

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat M Afifudin mengatakan mendapat banyak laporan bahwa ada PPS yang tak bisa mengeluarkan formulir tersebut.

”KPU pusat sering kali terlalu optimistis dengan apa yang sudah diatur dan akan dijalankan di jajaran tingkat bawah,” kata Afifudin. Dia berharap, KPU segera memberikan instruksi kepada jajarannya untuk melayani pemilih yang mengurus formulir A5 daripada nanti terjadi masalah pada hari-H.


Keleluasaan
Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, mengatakan, KPU sudah memberikan keleluasaan untuk mengurus pindah memilih. Dari yang sebelumnya hanya boleh diurus di tempat asal, kemudian bisa diurus di tempat tujuan hingga H-14.

KPU juga memberikan kemudahan dengan memberikan keringanan pengurusan di KPU kabupaten/kota di tempat tujuan hingga H-10. Perantau yang belum mengurus formulir A5 hingga H-10 kemarin masih punya kesempatan untuk mengurus A5 di tempat asal.

”Intinya, untuk mengurus A5 dari PPS asal ke PPS tujuan, dibatasi waktunya hingga H-3,” kata Ferry.

Tiga hari sebelum pemungutan suara, formulir A5 yang didapatkan harus diberikan atau dilaporkan kepada PPS tujuan tempat pemilih akan menggunakan haknya.

Tiga hari tersebut adalah waktu yang diberikan kepada PPS untuk mengonsolidasikan pemilih tambahan yang ada dengan menyesuaikan dengan jumlah ketersediaan surat suara di TPS. Pemilih tambahan yang menggunakan A5, atau disebut DPT Tambahan, diusahakan bisa memilih di TPS terdekat.

Terkait kemungkinan ada kemudahan atau kebijakan baru menyangkut pengurusan formulir A5 untuk perantau, komisioner KPU, Ida Budhiati, mengatakan, hal itu perlu dibahas terlebih dahulu dalam forum rapat pleno KPU. KPU tak bisa langsung memutuskan karena terkait peraturan KPU yang telah dibuat.

”Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan KPU, antara lain waktu bagi penyelenggara untuk menindaklanjuti administrasi pemilu,” kata Ida.

Menurut dia, KPU bisa saja memberikan waktu pendaftaran pindah memilih hingga mepet pelaksanaan pemilu. Namun, dikhawatirkan ketersediaan logistik tak bisa dipenuhi sebab di tiap TPS hanya ada kelebihan 2 persen surat suara dari total DPT. (den/jum/wer/wie/sie/ays/amr/cok/esa/sir/bay)

___
oh yah, waktu ke KPU saya bawa koran KOMPAS tanggal 1 Juli buat nunjukin ke petugas KPU-nya
saya sendiri tidak yakin 100%, itu kertas A5 "laku" buat nge-Vote :>-

144
saya ngurus pindah tempat pake Form A-5, (beda yah ?)
sbenarnya ndak lama, cman yg ngurusin baru ada tamu yah saya tunggu sambil baca2 koran di kantor kelurahan.

kronologis:
1. ketemu petugas kelurahan di kantor KPU Magelang (si doi pas ada rapat), tunggu'in bentar. ndak sampai 5 menit lgsg keluar.
2. dicari'in data, apakah sdh terdaftar oleh petugas KPU (kota/kabupaten, kelurahan, kecamatan dll)
3. KTP lgsg di photocopy oleh petugas KPU
4. petugas kelurahan telp ke kantor kelurahan untuk bantu saya dapat A-5
5. dari kantor KPU ke kantor kelurahan, eksekusi. Finish.  :)

145
Buddhisme untuk Pemula / Re: dosa
« on: 29 May 2014, 11:38:19 PM »
Namobuddhaya.salam knal smua..m0h0n bantuanny atas pertanyaan saya berikut yg berisi pertanyaan pemula..
 
1.Dosa = kebencian,..boleh gk minta c0ntoh yg scara luas dan mendalam dr kebencian dlm khdpan shari2..
==>> jawabannya sebenarnya masing2 individu yang paling tau ...
paling mudah: genocide, S4R4 dll etc

2.rapb itu isiny mmg asli dr isi Buddhavamsa ato merupakan kitab k0mentator dr Buddhavamsa?

Anum0dana

146
tulisan cumpol buat saya kurang bisa dipahami karena saya ndak punya kamera kecuali
kamera di iPod keluaran lama. itu photo hanya copas dr FB.

Mohon Maklum. Selanjutnya comment tidak akan dibalas demi menjaga privacy om MK di topik "jalan2".


1 tentu pertukangan akan memilih alat yg terbaik
2 klo foto macro, tentu warna baju ikut menyumbang pantulan cahaya pada benda tsb... (walaupun sedikit)
3 bukan suhu tubuh, tapi suhu lapangan...klo suhunya rendah tentu embun lebih banyak...dan sebaliknya
   bisa ditambahkan kecepatan angin, dan kebersihan udara.....

utk camera biasanya disebutkan setting sewaktu mengambil foto tsb, dan jenis lensa yg dipakai.. ^:)^

147
om, satu saja yg perlu diperhatikan dengan jarak yg +/- 3km dr brobudur, yaitu:
itu jarak tempuh adalah jalan desa yang sepi walaupun hanya satu jalur.
Mohon jangan dibandingkan dengan kemacetan untuk jarak tempuh 3km seperti kota2 langganan macet.

Di Menoreh?  mesti bangun jam 3 pagi untuk mengejar matahari terbit.

148
apa perlu juga keterangan tentang camera, warna pakaian dan suhu tubuh ?

juga harus sebutan tgl, jam kapan foto tsb diambil !

149
ga sampai menoreh sih,
sebenarnya letaknya tidak begitu jauh dr manohara. kesana-nya juga pasti lewat manohara.
naik motor dr manohara ke TKP paling 10 menit'an.

waktu terbaik untuk sunrise yah nunggu sekitar jam 4 am lebih, asal langit cerah & nasib baik.
belakangan ini di YK langit selalu cerah ... masih bisa liat bintang.

150
next, mampir ke sini om: 7°36'25.81"S 110°10'39.06"E
pas di belakang Brobudur hanya +/- 3km, max.


Pages: 1 ... 3 4 5 6 7 8 9 [10] 11 12 13 14 15 16 17 ... 216