//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Secuil Memori  (Read 90986 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline CintaViolet

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 536
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #240 on: 07 July 2013, 08:20:22 PM »
barusan iseng pindah2 channel...

n nyampe di metro tv, ada mario teguh golden ways...
segmennya lagi menarik...
diambil dari youtube tentang pelukis sketsa wajah...
dia melukis wajah para perempuan berdasarkan gambaran perempuan yang wajahnya dilukis..
lukisan kedua berdasarkan orang2 yang sudah ketemu dengan perempuan yg dilukis..
jadi si pelukis sama sekali ngga liat wajah perempuan yg dilukis...

dan hasilnya???

sketsa berdasarkan gambaran si pemilik wajah lebih muram daripada yg berdasarkan gambaran orang lain..

"You're more beautiful than you think." (mario teguh)

saya penasaran, itu video youtube judulnya apa ya..?? *udah ketemuuuuu*
ini link nya : http://www.adweek.com/adfreak/dove-hires-criminal-sketch-artist-draw-women-they-see-themselves-and-others-see-them-148613
ada yg udah pernah lihat?
pengen search..
« Last Edit: 07 July 2013, 08:34:01 PM by CintaViolet »

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Secuil Memori
« Reply #241 on: 07 July 2013, 09:14:36 PM »
itu kan iklannya sabun d*ve.. ;D
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline CintaViolet

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 536
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #242 on: 07 July 2013, 09:21:25 PM »
itu kan iklannya sabun d*ve.. ;D

tapi beneran kan bikin sketch nya?? tanpa lihat yg dilukis..
kereeennn soalnya...

*kenapa ya iklan di luar keren2..?*  ;D

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Secuil Memori
« Reply #243 on: 07 July 2013, 09:27:42 PM »
kalo soal bener ato gak, kurang tahu yah...
tapi ya kita ambil maknanya aja dari iklan itu. ;D

orang Indonesia kurang imajinasi sih... :P
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline CintaViolet

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 536
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #244 on: 07 July 2013, 10:01:24 PM »
kalo soal bener ato gak, kurang tahu yah...
tapi ya kita ambil maknanya aja dari iklan itu. ;D

orang Indonesia kurang imajinasi sih... :P

iya bener sih...

tapi keren banget kalo emang beneran...  ;D

Offline CintaViolet

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 536
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #245 on: 09 July 2013, 03:28:25 AM »
pernahkah anda merasa gagal karena anda merasa depresi, putus asa, gak mau ngapa2in????

gagal sebagai nama-rupa yg sudah sedikit belajar n sdikit mngerti ajaran buddha??
gagal menjadi manusia yg sharusnya hidup dengan sbaik2nya bekerja keras demi sebuah hidup??

n what did u do?

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #246 on: 09 July 2013, 09:13:52 AM »
pernahkah anda merasa gagal karena anda merasa depresi, putus asa, gak mau ngapa2in? ???

gagal sebagai nama-rupa yg sudah sedikit belajar n sdikit mngerti ajaran buddha??
gagal menjadi manusia yg sharusnya hidup dengan sbaik2nya bekerja keras demi sebuah hidup??

n what did u do?
Saya mengalami juga sis Cinta_Violet, no one is perfect in the world, also without any mistaken.
Tiada seorangpun yang sempurna di dunia ini, bahkan tiada seorangpun yang sama sekali tidak pernah melakukan kesalahan.
 
Sayapun mengalaminya, untuk beberapa saat kita tidak mampu menolong diri kita, bila ada pepatah yang mengatakan bahwa hanya diri kita sendiri yang mampu menolong kita, karena hanya kitalah yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita ini SANGAT SULIT dipraktekkan, kerena dikala kita sedang depresi berat kita TIDAK MAMPU berpikir jernih, yang hanya bisa kita lakukan adalah segera pergi relaksasi beberapa hari ke suatu tempat, atau bila sis memiliki hobby mendengarkan lagu, dengarkanlah lagu2 favorite anda akan lebih baik menggunakan headset shg anda bisa menyetel besar kecilnya volume tanpa mengganggu orang lain, apabila anda mendengar lagu favorite anda yang ternyata hanya akan menimbulkan kesedihan anda, ga apa2 lakukan aja ga masalah, anda dapat menangis sepuasnya, karena setelah itu rasa plong yang anda rasakan, mampu menyalurkan kegundahan hati, tapi bila anda lebih memilih lagu bahagia ini juga sangat baik untuk dilakukan, ini salah satu terapi bathin yang sedang menderita. Selain itu ada beberapa cara lain, berenang, bersepeda, jogging dll akan membuat tubuh anda merasa segar sehingga depresi anda dapat step by step menurun. Ada cerita2 motivasi di DC yang banyak sekali dulu sering diposting oleh bro CHANGE, sayang beliau sudah tidak pernah muncul lagi, silahkan sis main2 ke thread beliau. Semoga sharing ini bisa bermanfaat, karena sayapun melakukan hal2 ini, dan lumayan dapat mengatasi depresi  saya yang bagi saya teramat berat.
 
 
I'm an ordinary human only

Offline suli

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 715
  • Reputasi: 32
  • Gender: Female
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitattha
Re: Secuil Memori
« Reply #247 on: 09 July 2013, 09:51:15 AM »
pernahkah anda merasa gagal karena anda merasa depresi, putus asa, gak mau ngapa2in? ???

gagal sebagai nama-rupa yg sudah sedikit belajar n sdikit mngerti ajaran buddha??
gagal menjadi manusia yg sharusnya hidup dengan sbaik2nya bekerja keras demi sebuah hidup??

n what did u do?


Smua pasti pernah mengalami & pasti punya masa2 terpuruk, down, putus asa bahkan menangis pun rasanya sudah ga sanggup.........tp saat saya mengalami smua itu saya hanya mampu berpikir 'ini tidak selamanya & besok pasti akan lbh baik karena tidak ada yg kekal di muka bumi ini, jd saya hanya harus bertahan disana sambil menunggu smuanya berlalu dgn sendirinya, just let it flow' (sambil terus menangis sih hehehe.......lumayan menangis membuat hati saya lbh plong).
'ming dian hui ken hao'....
🙏

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #248 on: 10 July 2013, 04:45:28 AM »
Sis ini salah satu tulisan beliau, ternyata beliau masih aktif, saya yang kurang memperhatikan, maaf ya sis salah info kemarin. Tulisan2 beliau sangat memotivasi siapapun yang membacanya, kisah2 nya mampu mengena di hati.

Ada cerita2 motivasi di DC yang banyak sekali dulu sering diposting oleh bro CHANGE

Perenungan Ketiga

3 PINTU KEBIJAKSANAAN
Oleh: Tidak Diketahui

Seorang Raja, mempunyai anak tunggal yg pemberani, trampil dan pintar. Untuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada seorang pertapa bijaksana.

"Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan Hidupku" Sang Pangeran meminta.

"Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu di atas pasir", ujar Pertapa.

"Saya akan berikan petunjuk padamu, di Jalan Hidupmu engkau akan menemui 3 pintu.

Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata hatimu.

Sekarang pergilah sang Pertapa menghilang dan Pangeran melanjutkan perjalanannya. Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di atasnya tertulis kata "UBAHLAH DUNIA"

"Ini memang yang kuinginkan" pikir sang Pangeran. "Karena di dunia ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula hal-hal yang tak kusukai. Aku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku"

Maka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama, yaitu mengubah dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak kesenangan dalam usahanya tetapi hatinya tidak merasa damai. Walau sebagian berhasil diubahnya tetapi sebagian lainnya menentangnya.

Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang Pertapa kembali.

"Apa yang engkau pelajari dari Jalanmu ?" Tanya sang Pertapa

"Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat klakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku" jawab Pangeran

"Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu. Lupakan apa yang diluar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup mengubahnya" dan sang Pertapa menghilang.

Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua yang bertuliskan "UBAHLAH SESAMAMU"

"Ini memang keinginanku" pikirnya. "Orang-orang di sekitarku adalah sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka juga yang mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi"

Dan kemudian ia mencoba mengubah semua orang yang tak disukainya. Ia mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan mereka. Ini menjadi pertarungannya yang kedua.

Tahun-tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa.

"Apa yang engkau pelajari kali ini?"

"Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan kesempatan agar hal-hal tersebut dapat muncul. Sebenarnya di dalam dirikulah segala hal tersebut berakar"

"Engkau benar" Kata sang Pertapa. "Apa yang mereka bangkitkan dari dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri.

Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang & bahagia dan bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan frustrasi.

Karena melalui mereka lah, Kehidupan mengajarkanmu apa yang perlu engkau kuasai dan jalan apa yang harus kau tempuh"

Kembali sang Pertapa menghilang.

Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga "UBAHLAH DIRIMU"

"Jika memang diriku sendiri lah sumber dari segala problemku, memang disanalah aku harus mengubahnya". Ia berkata pada dirinya sendiri.

Dan ia memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba mengubah karakternya sendiri, melawan ketidak sempurnaannya, menghilangkan kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang tak sesuai dengan gambaran ideal.

Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia berhasil dan sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang Pertapa kembali.

"Kini apa yang engkau pelajari ?"

"Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah"

"Itu bagus" ujar sang pertapa. "Ya" lanjut Pangeran, "tapi saya mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan melawan diri sendiri. Tidakkah ada akhir dari semuai ini ? Kapan saya bisa tenang ? Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah, ingin meninggalkan semua ini !"

"Itu adalah pelajaranmu berikutnya" ujar Pertapa. Tapi sebelum itu, balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah engkau tempuh". Dan ia pun menghilang.

Ketika melihat ke belakang, ia memandang Pintu Ketiga dari kejauhan dan melihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi "TERIMALAH DIRIMU".

Pangeran terkejut karena tidak melihat tulisan ini ketika melalui pintu tsb.

"Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai menjadi buta" katanya pada dirinya sendiri.

Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan, kekurangannya, bayangannya, ketakutannya. Ia mulai menyadari bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya.

Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca dirinya sendiri.

Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata "Aku belajar, bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat."

"Bagus, itu adalah Pintu Pertama Kebijaksanaan" , ujar Pertapa. "Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu Kedua"

Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi belakangnya "TERIMALAH SESAMAMU"

Ia bisa melihat orang-orang di sekitarnya, mereka yang ia suka dan cintai, serta mereka yang ia benci. Mereka yang mendukungnya, juga mereka yang melawannya.

Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya membuat ia malu dan berusaha mengubahnya.

Ia bertemu sang Pertapa kembali, "Aku belajar" ujarnya "Bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari merela. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya.

"Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa,

"Sekarang pergilah ke Pintu Pertama"

Dan di belakang Pintu Pertama, ia melihat tulisan "TERIMALAH DUNIA"

"Sungguh aneh" ujarnya pada dirinya sendiri "Mengapa saya tidak melihatnya sebelumnya". Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia yang sebelumnya berusaha ia taklukan dan ia ubah.

Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan kesempurnaannya.

Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah atau cara pandangnya?

Kembali ia bertemu dengan sang Pertapa : "Apa yang engkau pelajari sekarang ?"

"Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa Jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat yang menyenangkan. Ketika jiwaku muram, maka dunia pun kelihatannya muram.

Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau muram. Ia ADA, itu saja.

Bukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi, menerima seutuhnya, tanpa syarat.

"Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa. "Sekarang engkau berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia" Sang pertapa pun menghilang.

Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari kedamaian, ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan damai.

 _/\_
I'm an ordinary human only

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #249 on: 10 July 2013, 04:51:27 AM »
Silahkan sis membuka2 thread beliau ya, banyak sekali disana yang tidak mungkin saya posting kembali disini karena saking banyaknya.  ;D
MInta izin sharing mengenai kisah inspiratif mengenai MAAF

BERJIWA BESAR

Seorang anak mendatangi Ayahnya dan bertanya, bagaimana Ayahnya bisa bersikap tenang dan selalu tersenyum padahal begitu banyak orang yang sering membuatnya kecewa.

Sang Ayah pun tersenyum dan menunjukkan sebuah batu seukuran kepalan tangan. “Kantongi sebuah batu sebesar ini setiap kali kamu bertemu dengan orang yang mengecewakanmu. Kembali lagi ke Ayah dalam beberapa hari” pinta sang Ayah.

Kemudian, baru setengah hari si anak berjalan ia sudah mengantongi beberapa batu. Satu hari terlalui, semakin banyak batu yang membebani anak tersebut dan memberatkan langkahnya. Dengan tertatih ia mendatangi Ayahnya dan berkata, “berat sekali Ayah, saya tak sanggup melakukannya. Ini pun baru satu hari, bagaimana dengan esok dan hari-hari selanjutnya?”

Lagi-lagi Ayahnya tersenyum dan membasuh peluh di kening anaknya. “Begitulah yang kita rasakan jika setiap hari harus menanam sakit hati, iri, dengki, kebencian dan berbagai perasaan menderita lainnya di dalam hati. Berat nak, berat rasanya. Apalagi jika harus terus menerus membawa beban berat itu sepanjang hidup kita…”

Kini, giliran sang anak yang tersenyum. Tentu setelah ia membuang semua batu yang seharian membebani pundaknya.

-------

Ada orang yang betah bertahun-tahun bermusuhan, ada lagi yang mengaku sulit memaafkan orang yang telah pernah menyakitinya. Selain itu, ada orang-orang yang tak pernah dalam sehari tak iri, tak dengki terhadap tetangga, sahabat, atau bahkan saudaranya sendiri.

Sulitkah memaafkan? bukankah hidup akan lebih ringan hanya jika tak banyak yang membebani ruang KEDAMAIAN ini?

Kebencian selalu lebih melukai anda daripada yang anda benci. Sementara orang yang menyakiti anda mungkin telah melupakan perbuatan mereka dan melanjutkan hidup. Hanya orang bodoh yang mau tinggal selamanya dalam kubangan lumpur, demikian pula orang bodoh yang hidup dalam kebencian.

Kesimpulan Kebesaran Jiwa:

Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

Beberapa Kutipan Kata kata Bijak :

Bila menyalahkan diri sendiri seperti menyalahkan orang lain, maka kesalahan kita sedikit.

Bila memaafkan orang lain ( red: sangat sulit ) seperti memaafkan diri sendiri ( red : sangat enteng ) maka tiada kesulitan yang timbul dalam berhubungan dengan orang lain

Dan harus ingat :

Anda tidak akan dihukum dan dipenjara KARENA kemarahan anda, anda akan dihukum dan dipenjara OLEH kemarahan anda.

Memaafkan adalah membebaskan tahanan dari penjara, dan kemudian didapati tahanan itu adalah anda sendiri.

Memaafkan tidak merubah masa lalu, tetapi mencerahkan Saat Ini dan melapangkan Masa Depan
I'm an ordinary human only

Offline CintaViolet

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 536
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #250 on: 12 August 2013, 09:34:10 AM »
pada satu masalah, kita bisa mengendalikan diri dan menjadi bijaksana..
tapi kemudian saat bertemu masalah lain, lenyaplah pengendalian diri dan emosi, serta kebijaksanaan kita..
 ???

Offline CintaViolet

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 536
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #251 on: 12 August 2013, 09:50:34 AM »
Saya mengalami juga sis Cinta_Violet, no one is perfect in the world, also without any mistaken.
Tiada seorangpun yang sempurna di dunia ini, bahkan tiada seorangpun yang sama sekali tidak pernah melakukan kesalahan.
 
Sayapun mengalaminya, untuk beberapa saat kita tidak mampu menolong diri kita, bila ada pepatah yang mengatakan bahwa hanya diri kita sendiri yang mampu menolong kita, karena hanya kitalah yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita ini SANGAT SULIT dipraktekkan, kerena dikala kita sedang depresi berat kita TIDAK MAMPU berpikir jernih, yang hanya bisa kita lakukan adalah segera pergi relaksasi beberapa hari ke suatu tempat, atau bila sis memiliki hobby mendengarkan lagu, dengarkanlah lagu2 favorite anda akan lebih baik menggunakan headset shg anda bisa menyetel besar kecilnya volume tanpa mengganggu orang lain, apabila anda mendengar lagu favorite anda yang ternyata hanya akan menimbulkan kesedihan anda, ga apa2 lakukan aja ga masalah, anda dapat menangis sepuasnya, karena setelah itu rasa plong yang anda rasakan, mampu menyalurkan kegundahan hati, tapi bila anda lebih memilih lagu bahagia ini juga sangat baik untuk dilakukan, ini salah satu terapi bathin yang sedang menderita. Selain itu ada beberapa cara lain, berenang, bersepeda, jogging dll akan membuat tubuh anda merasa segar sehingga depresi anda dapat step by step menurun. Ada cerita2 motivasi di DC yang banyak sekali dulu sering diposting oleh bro CHANGE, sayang beliau sudah tidak pernah muncul lagi, silahkan sis main2 ke thread beliau. Semoga sharing ini bisa bermanfaat, karena sayapun melakukan hal2 ini, dan lumayan dapat mengatasi depresi  saya yang bagi saya teramat berat.


Smua pasti pernah mengalami & pasti punya masa2 terpuruk, down, putus asa bahkan menangis pun rasanya sudah ga sanggup.........tp saat saya mengalami smua itu saya hanya mampu berpikir 'ini tidak selamanya & besok pasti akan lbh baik karena tidak ada yg kekal di muka bumi ini, jd saya hanya harus bertahan disana sambil menunggu smuanya berlalu dgn sendirinya, just let it flow' (sambil terus menangis sih hehehe.......lumayan menangis membuat hati saya lbh plong).
'ming dian hui ken hao'....

makasih yaa, sista2.. :D

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #252 on: 12 August 2013, 04:53:28 PM »
Hai sis kemana aja, lama tidak nongol ?  ;D
Kalo baca postingan sis yang terakhir nampaknya sis juga sedang menghadapi masalah ya?
Sering2 aja main ke DC untuk refreshing, main ke kafe jongkok jika sedang stress, suntuk, dolan aja ke thread gambar2 lucu di "Ketawa akhir minggu" bener2 kocak lho sis.... ;D

Dengan sis berbagi ke kita siapa tahu sis menemukan pemecahannya, paling tidak sedikit lega dengan udah mengeluarkan uneg2 ato himpitan perasaan yang disimpan dlm hati.... >:)<
I'm an ordinary human only

Offline CintaViolet

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 536
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #253 on: 14 August 2013, 08:09:48 PM »
Hai sis kemana aja, lama tidak nongol ?  ;D
Kalo baca postingan sis yang terakhir nampaknya sis juga sedang menghadapi masalah ya?
Sering2 aja main ke DC untuk refreshing, main ke kafe jongkok jika sedang stress, suntuk, dolan aja ke thread gambar2 lucu di "Ketawa akhir minggu" bener2 kocak lho sis.... ;D

Dengan sis berbagi ke kita siapa tahu sis menemukan pemecahannya, paling tidak sedikit lega dengan udah mengeluarkan uneg2 ato himpitan perasaan yang disimpan dlm hati.... >:)<

hai sis..  :)
iya nih..
akhirnya malah bikin masalah sendiri..
untungnya sudah sedikit kenal dhamma, jadi efeknya gak terlalu parah..  :-[

thx ya link2 nya.. iya, moga2 selalu terus bisa inget dhamma n Buddha, belajar n menjalaninya..  _/\_

Offline CintaViolet

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 536
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #254 on: 14 August 2013, 08:12:09 PM »
kalau manusia lahir itu kan karena karma di hidup sebelumnya..

misalnya ada yang lahir dengan kekurangan ini-itu..

nah, tapi begitu dia lahir kan dia ngga tau apa-apa.. bahkan sampai dia jadi dewasa, dia ngga ngerti kan kenapa dia lahir cacat, sakit atau apa gituu..

kasian donk..

*tiba2 kepikiran pas lihat anak2 kecil yang kurang sempurna fisiknya*