//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Bertuhan bukan berarti bermoral  (Read 19662 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Bertuhan bukan berarti bermoral
« on: 17 July 2007, 09:23:15 AM »
dalam berdialog dengan kaum theis sering sekali dikemukakan bahwa kalo gak percaya tuhan itu berarti gak bermoral, atheis itu kriminal, tuhan sumber segala moral, moral yg baek2 dari tuhan, dan sebangsanya...

berikut adalah jurnal ilmiah dari sebuah universitas dan artikel majalah times yg menunjukkan fakta yg sebaliknya:
http://moses.creighton.edu/JRS/2005/2005-11.html
http://www.timesonline.co.uk/article/0,,2-1798944,00.html

di dalam kedua link itu disimpulkan bahwa ada korelasi antara sekularisme dan kemakmuran. semakin religius, semakin gak makmur. semakin sekular, semakin makmur.

semakin religius, masyarakatnya semakin bejad, angka2 pembunuhan, kenakalan remaja, kehamilan remaja, aborsi, bunuh diri dan penderita penyakit kelamin justru tinggi dinegara2 religius...

sekarang mari kita pikirkan hasil penelitian di atas dan mempertanyakan... kenapa?

berikutnya adalah apakah religiusitas buddhis bisa meningkatkan moral?
kenyataannya negara yg paling mayoritas buddhisnya, thailand (lebih dari 90% buddhis) identik dengan prostitusi, show sexual dan black magic. kenapa?

ayo dikupas dikupas  ;D ;D ;D
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline Sukma Kemenyan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.840
  • Reputasi: 109
Re: Bertuhan bukan berarti bermoral
« Reply #1 on: 17 July 2007, 09:34:32 AM »
Quote
semakin religius, masyarakatnya semakin bejad, angka2 pembunuhan, kenakalan remaja, kehamilan remaja, aborsi, bunuh diri dan penderita penyakit kelamin justru tinggi dinegara2 religius...
Manusia semakin dilarang, semakin ngotot tuk ngelanggar...

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.404
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Bertuhan bukan berarti bermoral
« Reply #2 on: 17 July 2007, 10:02:28 AM »
Katanya, pake adrenaline lebih seruh
There is no place like 127.0.0.1

Offline dipasena

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Sudah Meninggal
Re: Bertuhan bukan berarti bermoral
« Reply #3 on: 17 July 2007, 10:05:50 AM »
dalam berdialog dengan kaum theis sering sekali dikemukakan bahwa kalo gak percaya tuhan itu berarti gak bermoral, atheis itu kriminal, tuhan sumber segala moral, moral yg baek2 dari tuhan, dan sebangsanya...

berikut adalah jurnal ilmiah dari sebuah universitas dan artikel majalah times yg menunjukkan fakta yg sebaliknya:
http://moses.creighton.edu/JRS/2005/2005-11.html
http://www.timesonline.co.uk/article/0,,2-1798944,00.html

di dalam kedua link itu disimpulkan bahwa ada korelasi antara sekularisme dan kemakmuran. semakin religius, semakin gak makmur. semakin sekular, semakin makmur.

semakin religius, masyarakatnya semakin bejad, angka2 pembunuhan, kenakalan remaja, kehamilan remaja, aborsi, bunuh diri dan penderita penyakit kelamin justru tinggi dinegara2 religius...

sekarang mari kita pikirkan hasil penelitian di atas dan mempertanyakan... kenapa?

berikutnya adalah apakah religiusitas buddhis bisa meningkatkan moral?
kenyataannya negara yg paling mayoritas buddhisnya, thailand (lebih dari 90% buddhis) identik dengan prostitusi, show sexual dan black magic. kenapa?


hahaha... betul tuh, krn itu lah manusia selama masih ada kebijakan dan pembenaran pribadi, tidak ada yg pasti.

semakin kita mengerti ajaran agama (ini bagi mereka yg kesadaran nya lemah dan pengendalian diri kurang), semakin kita mengerti cela untuk melakukan suatu perbuatan buruk bukan berarti perbuatan buruk itu ada di dalam suatu agama, tapi cela yg dimaksudkan adalah kebijakan dan pembenaran pribadi terhadap suatu perbuatan karena terlalu pinter ajaran agama...

contoh : sila ke-5 : bertekad melatih untuk menghindari minuman-minuman keras yg dapat menyebabkan lemahnya kesadaran

nah itu ada beberapa jawab yg saya peroleh :
1. berarti obat-obatan boleh donk (ineks, ekstasi, ganja, mariyuana dll) toh tidak disebutkan
2. rokok it's ok, toh tidak memabukkan
3. toh itu kan tekat untuk latihan, kalo saya tidak bertekad kan tidak ape2
4. kalo minum dikit trus ga mabok kan gpp, toh disebutkan kalo sampai lemah kesadaran
5. kalo minum dengan tujuan menghangatkan badan, kan gpp, kan sehat, yg terpenting tidak mabok dan apa niatnya
6. kalo untuk bisnis, kalo ditawari rekan bisnis minuman keras, trus ga diminum traksaksi bisnis bs gagal atau nti rekan bisnis tersinggung
7. kalo minum untuk kesehatan kan gpp, itu bisa menyegarkan
8. dan  sebagainya...  :whistle:

byk alasan yg bisa dicari toh ? itulah yg td saya sebutkan sebagai kebijakan dan pembenaran pribadi. termasuk didalamnya pelangaran sila ke-3. kalo black magic itu efek sensasi mencari ilmu/kemampuan lebih dengan tujuan tertentu misalkan agar di pandang orang hebat, bs menghasil kan duit dan lainnya... (jangan kan di thailand, di negara lain pun byk, contoh suku-suku diindonesia, suku gypsi)

hal itu jg terjadi di agama lain, byk alasan dan pengecualian yg mereka cari2 (kebijakan dan pembenaran pribadi dalam hal ini, lebih asik kalo di ceritakan dan mengajak orang lain) demi memberikan keuntungan bagi mereka...

pertanyaannya : berikutnya adalah apakah religiusitas buddhis bisa meningkatkan moral?
jawabannya : bisa, tergantung pribadi yg mempelajari dan mempratekan Dhamma, jangan ada pengecualian yg dibuat2...

 _/\_


Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Bertuhan bukan berarti bermoral
« Reply #4 on: 17 July 2007, 11:06:05 AM »
 [at] Sdr. Morpheus..
Mengapa mengambil Thailand ?
Tidak mengambil Jepang ?
Bukankah Jepang juga mayoritas Buddhism..
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Bertuhan bukan berarti bermoral
« Reply #5 on: 17 July 2007, 11:43:25 AM »
pertama, negara yg paling kental buddhisnya adalah thailand (lebih dari 90% buddhis). tidak ada negara lain di dunia yg sebanyak ini persentase buddhisnya.
kedua, jepang bukan negara yg religius buddhisme. kalo anda banyak nonton pelem jepang, pengaruh tradisi mereka lebih kuat, bukan buddhisnya. apalagi kalo nonton pelem bokepnya  =P~

dan kalopun anda pengen memasukkan jepang. apa yg membedakan thailand dan jepang. ayo kita bahas...  ;D
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Bertuhan bukan berarti bermoral
« Reply #6 on: 17 July 2007, 11:44:13 AM »
jawaban dari forum lain:
Karena dalam masyarakat sekuler maka daya kritis (critical thinking) menjadi sangat penting, oleh karena itu maka demokrasi bisa berjalan. Demokrasi akan menghasilkan iklim kompetisi sehat dalam keterbukaan sehingga memunculkan the best / the most optimal solusion thd issue2 yg ada.

Sedangkan dalam masyarakat yang religious, daya kritis justru dimatikan. Bagi masyarakat itu, yang penting adalah percaya. Sedangkan 'percaya' itu dijadikan komoditas bagi pemimpin2 / tokoh2 agama untuk memanipulasi masyarakat demi kepentingan individunya maupun golongannya. Tentu saja hal ini menghasilkan ketidakharmonisan dan ketimpangan dalam masyarakat.

Disamping itu, issue2 tidak mendapatkan solusi yang pas dan membumi, melainkan dengan teori2 (dogma2) yang sudah tidak sesuai dengan iklim / kondisi pada saat ini.

Seorang sekular akan melihat masalah2 dunia dari rangkaian logika yang berkaitan dengan mempelajari rangkaian sebab-akibat kebermenjadiannya. Hal ini memungkinkan mereka untuk mencari solusi yang langsung merujuk pd akar permasalahannya. Sedangkan masyarakat religius, hanya terbiasa membebek, dan mati buta pada 'resep-resep' yang sifatnya idealistik, non-pragmatis, dan seringkali sudah tidak relevan.

Masyarakat sekuler menunjang dan mengembangkan keberdayaan masyarakat yg madani serta menggunakan common-sense utk mengatur masyarakat. Sedangkan masyarakat religius cenderung untuk membodohi masyarakat dengan slogan-slogan dan janji2 indah, dan dengan menakut-nakuti untuk mengontrol masyarakat. Yang satu menyongsong masa depan, yang terakhir ini bermimpi kembali ke masa silam.
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline Kokuzo

  • Sebelumnya 7th
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.090
  • Reputasi: 30
  • Gender: Male
  • ... running in karma ...
Re: Bertuhan bukan berarti bermoral
« Reply #7 on: 17 July 2007, 12:57:03 PM »
bagus morpheus....

tolonglah bawa keluar umat manusia non-sekuler itu dari matrix dan bawa mereka ke zion...  :P

Offline senasana

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 17
  • Reputasi: 0
Re: Bertuhan bukan berarti bermoral
« Reply #8 on: 17 July 2007, 01:01:10 PM »
Quote
berikutnya adalah apakah religiusitas buddhis bisa meningkatkan moral?
kenyataannya negara yg paling mayoritas buddhisnya, thailand (lebih dari 90% buddhis) identik dengan prostitusi, show sexual dan black magic. kenapa?

menurut sy kita perlu meluruskan dulu pengertian religiusitas, apakah itu berarti seorang yang religius adalah orang yg benar2 mengerti Dhamma, atau orang2 yang selain mengerti juga mempraktekkannya di dalam kehidupan pribadinya. Banyak orang yg mengaku religius, namun sebenarnya mereka terjebak hanya dalam hal2 ritual belaka. dan kadang mereka malah berpandangan sempit bahwa ajaran yang ia pahamilah yang paling benar.
Lalu kenapa Thailand (yg +/- 90% adalah buddhis) notabene identik dg prostitusi dll., sy pikir itu jg berhubungan dengan sifat "religiusitas" yang menonjolkan ritual belaka.

Apakah buddhistm bisa meningkatkan moral? :-?
Jangankan buddhistm, jika kita meyakini semua agama yg ada di dunia ini mengajarkan kebaikan, maka seharusnya bukan hanya orang buddhis yg bisa meningkatkan ke-moral-an nya.  [-X

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Bertuhan bukan berarti bermoral
« Reply #9 on: 17 July 2007, 01:20:01 PM »
pertama, negara yg paling kental buddhisnya adalah thailand (lebih dari 90% buddhis). tidak ada negara lain di dunia yg sebanyak ini persentase buddhisnya.
kedua, jepang bukan negara yg religius buddhisme. kalo anda banyak nonton pelem jepang, pengaruh tradisi mereka lebih kuat, bukan buddhisnya. apalagi kalo nonton pelem bokepnya  =P~

dan kalopun anda pengen memasukkan jepang. apa yg membedakan thailand dan jepang. ayo kita bahas...  ;D
Source :
http://en.wikipedia.org/wiki/Buddhism_by_country

RankCountryBuddhist Population% of Buddhists
1China1,057,481,510.0080
2Japan122,369,253.0096
3Vietnam74,268,750.0085
4Thailand61,814,742.00 95
5Myanmar43,918,200.0090
6South Korea23,531,874.0048
7Taiwan   22,131,451.00 96
8Sri Lanka16,050,484.0077
9North Korea15,106,650.0064
10Cambodia13,938,460.0097
11India12,274,668.001
12Hong Kong6,701,580.0093
13Laos6,195,898.0095
14Nepal   6,069,376.0021
15United States6,039,800.002
16Malaysia5,970,800.0022
17Indonesia5,397,962.002
18Mongolia2,816,644.0098
19Singapore2,777,335.0061
20Philippines2,276,932.003

Sorry jika tidak rapi..
 [at] Guru Sumedho.. Bagaimana sih cara bikin tabel ?
Bikin donk Tips dan Trik penggunaannya..
Thanks
« Last Edit: 17 July 2007, 01:42:31 PM by Sumedho »
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Kokuzo

  • Sebelumnya 7th
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.090
  • Reputasi: 30
  • Gender: Male
  • ... running in karma ...
Re: Bertuhan bukan berarti bermoral
« Reply #10 on: 17 July 2007, 01:45:20 PM »
senasana

 _/\_

mungkin benar mereka hanya 'mengandalkan' ritual belaka...

belum lama ini ada temen orang Singapur datang... pas makan bareng, dia ngeliat saya makan baso... dia nanya itu daging sapi ya... iya saya bilang... terus dia nanya, "Buddhist can eat beef meh?"...
padahal dia juga Buddhis...  #-o

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.404
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Bertuhan bukan berarti bermoral
« Reply #11 on: 17 July 2007, 01:48:32 PM »
Sudah diperbaiki, coba saja intip kedalamnya.

Kan waktu mau posting ada
Code: [Select]
[table]
[tr]  [td] kolom 1 row 1 [/td] [td] kolom 2 row 1 [/td] [/tr]
[tr]  [td] kolom 1 row 2 [/td] [td] kolom 2 row 2 [/td] [/tr]
[/table]

mirip sama code html
There is no place like 127.0.0.1

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Bertuhan bukan berarti bermoral
« Reply #12 on: 17 July 2007, 01:48:56 PM »
http://www.adherents.com/largecom/com_buddhist.html

Country   Percent
Thailand, 95%
Cambodia, 90
Myanmar, 88
Bhutan, 75
Sri Lanka, 70
Tibet, 65
Laos, 60
Vietnam, 55
Japan, 50
...
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Bertuhan bukan berarti bermoral
« Reply #13 on: 17 July 2007, 02:02:44 PM »
Thanks 4 Guru Sumedho..  ^:)^ ^:)^

 [at]  Sdr. Morpheus
Jika Anda bertanya negara yang paling religius Buddhismnya menurut saya China dengan wilayah seperti Tibet.
Tapi mengapa Anda berpatokan pada Thailand ?

Menurut pendapat saya, Sdr. Morpheus.
Mungkin Anda terlalu fokus pada Theravada sehingga memilih Thailand
Padahal Buddhism tidak hanya Theravada saja, tapi juga ada Tantrayana (Tibet), dan Mahayana.

Dan dari Web yang Anda sarankan juga..
Silakan lihat di bawahnya..

Country   Number of Buddhists
China102,000,000
Japan89,650,000
Thailand55,480,000
Vietnam49,690,000
Myanmar41,610,000
Sri Lanka12,540,000
South Korea10,920,000
Taiwan9,150,000
Cambodia9,130,000
India7,000,000

Anda berpatokan pada persentase atau populasi ?
Dan mengapa Anda menggunakan literatur tahun 1997.
Source: Ash, Russell. The Top 10 of Everything, DK Publishing, Inc.: New York (1997), pg. 160-161.
Web yang Anda rujuk itu diupdate : Last updated 30 September 2005.

Up to date kah ?

Literatur yang saya pakai :
dari Wikipedia
The percentage of Buddhist population of each country was taken from the US State Department's International Religious Freedom Report 2004 [1]. Other sources used were CIA Factbook [2] and adherents.com [3]. The total population of each country was taken from census.gov [4] with United Nation's census (2007 estimates). Some adherents give much higher figures: [5]

This page was last modified 03:32, 17 July 2007.


« Last Edit: 17 July 2007, 02:08:25 PM by Hedi Kasmanto »
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Sukma Kemenyan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.840
  • Reputasi: 109
Re: Bertuhan bukan berarti bermoral
« Reply #14 on: 17 July 2007, 02:41:26 PM »
Code: [Select]
China   1321851888 [Population]
         102000000 [Buddhist.Population]

Thailand  62828706 [Population]
          55480000 [Buddhist.Population]

 

anything