//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Topics - seniya

Pages: 1 2 3 [4] 5 6 7 8 9 10
46
Seremonial / Sabbe Sankhara Anicca Papa Om Ryu
« on: 21 March 2015, 07:49:28 PM »
Turut berduka cita atas meninggalnya papa om Ryu, semoga beliau terlahir di alam bahagia

_/\_

47
Perkenalan / MOVED: Hanya Sebuah Puisi
« on: 07 January 2015, 07:10:54 PM »

48
Perkenalan / MOVED: Jual Kitchen Set Murah
« on: 21 November 2014, 12:00:36 PM »

51
Kesehatan / Sendiri Tapi Tidak Kesepian
« on: 05 September 2014, 10:01:00 PM »
Apa Makna Kesepian?

Definisi umum dari kesepian adalah ‘sendirian’, tidak ada yang menemani (alone). Sebenarnya, kesepian bukan sekedar kondisi ‘sendiri’, tapi lebih condong ke ‘rasa’. Perasaan kosong, sendiri, tidak diinginkan. Orang yang kesepian merasa ‘rindu’ untuk berinteraksi dengan orang lain. Jadi kesepian (loneliness) itu berbeda dengan kesendirian (being alone). Seseorang bisa saja memilih untuk (hidup) sendiri tanpa banyak kontak dengan orang lain dan bahagia dengan kondisi kesendiriannya itu. Atau ada juga orang yang punya banyak teman, punya pasangan, punya keluarga, namun tetap merasa kesepian.

Apa Yang Menyebabkan Kesepian?

Menurut riset yang dilakukan John Cacioppo, psikolog dari University of Chicago, kesepian berhubungan erat dengan genetik. Suatu survei tentang kesepian pada anak kembar, menunjukkan bahwa anak kembar cenderung kurang merasa kesepian dari yang tidak memiliki saudara kembar. Selain itu, kondisi lingkungan dan perubahan situasi seperti pindah ke kota lain, kematian pasangan hidup, perceraian, anak-anak yang telah dewasa dan meninggalkan rumah, dapat menjadi dasar timbulnya kesepian.

Orang yang kurang percaya diri sering menganggap dirinya tidak layak untuk mendapat perhatian orang lain dan cenderung menjadi minder. Situasi ini akan menjadikannya terisolasi dari pergaulan dan lama kelamaan menjadi (kesepian) kronis.

Tingkat kesepian yang tinggi diasosiasikan dengan kondisi fisik seseorang: tinggal sendiri, jejaring pergaulan yang terbatas dan kualitas relasi kuang baik. Kelompok individu yang memiliki penghasilan serta tingkat pendidikan yang lebih tinggi, yang menikah atau memiliki pasangan, cenderung jauh dari kesepian. Bukan banyak atau tidaknya jumlah teman yang dapat menghalau kesepian, tapi kualitas relasi dengan orang lain. Jadi meskipun teman hanya segelintir, namun akrab dan solid, kita cenderung jauh dari kesepian karena selalu ada teman yang dapat diajak ngobrol atau melakukan aktivitas bersama.

Dampak Kesepian

Beberapa studi menunjukkan adanya kaitan antara kesepian dan isolasi dari kehidupan sosial dengan beragam macam penyakit fisik, dari kanker, penyakit jantung, peradangan hingga gangguan daya tahan tubuh. Kesepian membuat level cortisol dan tekanan darah menjadi kacau dan memicu reaksi berlebihan yang menimbulkan stres.

John Cacioppo juga mengatakan bahwa orang dewasa yang kesepian cenderung mengkonsumsi alkohol lebih banyak, kurang berolahraga, kualitas tidur kurang baik, mudah merasa lelah, lebih sering makan makanan tinggi lemak serta mengalami penuaan dini (premature aging).

Dampak negatif kesepian akan lebih besar pada anak-anak remaja dibandingkan dengan yang paruh baya. Itu sebabnya mengapa sering kita jumpai remaja yang merasa down dan bahkan depresi ketika mereka tersisihkan dari kelompoknya, karena tidak ada yang mau satu grup dengannya jika ada tugas kelompok dari guru, tidak diajak hang out di mal atau tidak diundang ke acara-acara tertentu. Seorang ibu muda yang harus bed rest beberapa minggu karena kehamilannya yang rentan, bisa juga dilanda kesepian, terlebih jika sebelumnya ia adalah wanita karir yang super sibuk. Jika kesepian tidak ditangani, tentu akan mengganggu kondisi fisik dan psikologis sang ibu.

Ada banyak situasi yang dapat menimbulkan kesepian dan dampaknya berbeda bagi tiap orang.

Tips Mengatasi Kesepian

Tidak ada orang yang ingin merasakan kesepian atau dengan sengaja mengisolasi diri dari lingkungan . Namun kadang tanpa disadari, kita tenggelam dalam kesepian. Apa yang bisa kita lakukan untuk menangkal kesepian?

1. Tingkatkan rasa percaya diri . Setiap orang pernah merasakan kesepian, jadi bukan hanya anda. Tidak ada yang salah dengan diri anda jika suatu saat anda merasa kesepian, jadi tidak perlu merasa minder.

2. Bergabung dengan beberapa kegiatan dalam komunitas, seperti berolahraga di klub kebugaran, menjadi relawan dalam kegiatan sosial, ikut kelas menari, melukis dan sebagainya.

3. Berteman dengan orang yang punya sikap dan menganut nilai yang sejalan dengan anda. Hal ini akan mengurangi friksi dan lebih cepat terjalin chemistry. Teman yang punya hobi sama dengan anda akan lebih menyenangkan karena banyak hal yang bisa dibahas bersama.

4. Belajar untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Jika anda hanya sibuk berbicara tentang kehebatan diri sendiri, lawan bicara akan merasa kurang nyaman karena tidak ada kesempatan untuk bertukar cerita. Hubungan interpersonal akan terjalin dengan baik jika ada in dan out yang seimbang.

5. Keluarlah dari kamar dan lakukan kegiatan di ruang publik meskipun tidak ada teman yang bisa menemani saat itu. Pergi menonton di bioskop, menghadiri pameran, ke gym, nonton konser musik, naik sepeda mengitari kompleks tempat tinggal anda, ke toko buku, atau sekedar window shopping di mal. Meskipun dilakukan sendiri, hal ini akan lebih baik daripada mengurung diri seharian di kamar dan hanya memandang tembok kosong kamar anda. Pasti lebih bête, kan. Kegiatan di ruang publik membuka peluang anda untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang lain.

6. Kadang kala kita merasa rindu bukan dengan orangnya saja tapi juga dengan kegiatan yang dilakukan bersama orang tersebut. Contohnya: ada restoran yang dulu sering anda kunjungi bersama seseorang, atau setiap makan makanan tertentu, mengingatkan anda pada X, ada lagu yang menjadi favorit si Y, buku karangan penulis Z punya kesan yang dalam karena anda punya memori di dalamnya. Jadi ketika mulai merasa kesepian, lakukanlah hal-hal yang mengingatkan anda pada seseorang (meskipun tanpa kehadiran orang tersebut) atau pada suatu situasi. Awalnya mungkin terasa aneh, tapi setelah itu anda akan terhibur oleh kenangan yang menempel pada objek atau kegiatan tersebut.

7. Miliki binatang peliharaan. Sepupu saya kuliah di tempat yang jauh dari tanah air, memutuskan untuk memelihara anjing di apartemennya, meskipun itu berarti dia menjadi lebih sibuk karena harus mengurus makan, memandikan, membawa jalan keluar rumah setiap pagi dan sore atau mencarikan tempat penitipan anjing setiap kali dia pulang berlibur. Katanya, mendengar suara si Oki melompat kegirangan ketika diberi makanan atau sekedar menuntun anjingnya di taman sekitar apartemen, sudah sangat menghibur.

8. Sediakan waktu untuk keluarga, apakah itu dengan pasangan, anak, orang tua, kakak, adik, keponakan atau anggota keluarga besar lainnya. Selalu ada kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan bersama.

9. Bergabung dengan komunitas di dunia maya (online). Memiliki teman baru atau ikut dalam forum diskusi di dunia maya, kadang dapat membantu menghilangkan kesepian karena ada aktivitas yang mengisi waktu.

10. Pergunakan waktu luang anda untuk mempelajari keahlian baru, seperti: memainkan alat musik, melukis, menjahit, kursus masak, menari ataupun belajar bahasa asing.


Tidak ada yang bisa menjamin anda terhindar dari jeratan kesepian, karena semua tergantung pada bagaimana anda mengelola pikiran dan emosi anda sendiri.

Sumber: http://patahtumbuh.me/2014/04/05/sendiri-tapi-tidak-kesepian/

52
Namo Buddhaya,
 
Seperti yang telah kita ketahui dari thread sebelah, istri om Mokau Kaucu, salah satu member forum kita, yang bernama ibu Murni (62 tahun) mengalami penyakit komplikasi (diabetes, darah tinggi, dan gangguan ginjal). Sekitar tanggal 12 Juli 2014 kemarin jatuh di ruang tamu hingga tulang benggol paha retak dan memicu serangan jantung. Walaupun berhasil dioperasi untuk pergantian tulang, namun hal ini kemudian mempengaruhi jantung (obat biusnya melemahkan jantung) dan terus merembet ke paru paru yang melemah sehingga harus pasang alat bantu pernapasan dan ditambah lagi terjadi pendarahan lambung dan usus. Hingga saat ini beliau masih dirawat di Ruang ICU Rumah Sakit Gading Pluit, Kelapa Gading Permai dan masih dibantu dengan ventilator (alat bantu napas).

Karena berbagai komplikasi ini, biaya yang harus dikeluarkan sangat besar dan tidak semuanya tercover oleh asuransi, maka melalui ini kami bermaksud mengetuk hati para member DC dan para dermawan untuk mengulurkan tangan memberikan bantuan untuk pengobatan ibu Murni.

Transfer dana dapat dilakukan ke rekening DhammaCitta, yaitu :

Bank           : Bank Central Asia cabang Kebon Jeruk Raya, Jakarta
No Rek        : 6560 70 80 91
  (IDR)
Atas Nama   : BENNY
Swift Code & Alamat Bank: ShowHide
Swift Code    : CENAIDJA
Alamat         : KCP Kebon Jeruk Raya
                     Rukan Business Park Blok B 1-2
                     Jl. Meruya Ilir No. 88 Jakarta - Indonesia


tambahkan akhiran nominal transfer dengan angka 5. Contoh: Rp 100.005,-

Konfirmasi dana ke :
dana [at] dhammacitta.org­ atau
PM Elin, atau 0812 - 1000 7882 (SMS / Whatsapp)

Dengan format:
DCPeduli NamaDonatur JumlahDana NamaRekPengirim/­SetoranTunai
Contoh:
DCPeduli Andy & Keluarga 20.000 Andy Lau (Setoran Tunai)
DCPeduli Hendra 50.005 Hendra Susanto

Penggalangan dana ini akan ditutup pada tanggal 14 September 2014.

Semoga dengan adanya bantuan donasi ini dapat meringankan beban keluarga om Mokau Kaocu dan semoga ibu Murni dapat menjadi lebih baik kondisi kesehatannya. Semoga jasa kebajikan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
 
Anumodana

_/\_

54
Studi Sutta/Sutra / "Orang sesat" dalam MN 22 Alagaddupama Sutta
« on: 10 August 2014, 04:13:30 PM »
MN 22 Alagaddupama Sutta mengisahkan tentang seorang bhikkhu bernama Ariṭṭha memunculkan suatu pandangan sesat bahwa perilaku yang dilarang oleh Sang Buddha tidak benar-benar merupakan rintangan. Sang Buddha menegurnya dan, dengan serangkaian perumpamaan yang mengesankan, menekankan bahaya dalam kesalahan memahami Dhamma.

Di sini Sang Buddha menegur Bhikkhu Arittha dengan menyebutnya sebagai "orang sesat" (dalam versi terjemahan DC yang diambil dari Bhikkhu Bodhi):

6. “Orang sesat, dari siapakah engkau mendengar bahwa Aku mengajarkan Dhamma seperti itu? Orang sesat, dalam banyak khotbah bukankah Aku telah menyebutkan bagaimana hal-hal yang merintangi adalah rintangan, dan bagaimana hal-hal itu mampu merintangi seseorang yang menekuninya? Aku telah mengatakan bagaimana kenikmatan indria memberikan sedikit kepuasan, banyak penderitaan, dan banyak keputus-asaan, dan bahwa bahaya di dalamnya bahkan lebih banyak lagi...”

Tampaknya di sini Sang Buddha berkata agak kasar dan berkonotasi tidak menyenangkan walaupun tujuannya untuk menyadarkan sang bhikkhu yang berpandangan salah tsb. Di sini timbul pertanyaan: kenapa kok Buddha bisa berkata demikian kasar dan tidak mengenakkan bagi orang lain? Apakah sutta ini benar-benar mencerminkan sikap Sang Buddha terhadap pandangan salah yang kemudian dicap sebagai "sesat"?

Fyi, definisi kata "sesat" menurut KKBI:

Quote
sesat /se·sat/ a 1 tidak melalui jalan yg benar; salah jalan: malu bertanya -- di jalan; mati --; 2 ki salah (keliru) benar; berbuat yg tidak senonoh; menyimpang dr kebenaran (tt agama dsb): ajaran yg --;-- surut, terlangkah kembali, pb memperbaiki kesalahan yg telah dibuat;

55
Seremonial / Happy birthday Dhammacitta
« on: 27 July 2014, 08:48:55 AM »
Hari ini adalah hari penciptaan forum DC yang memasuki tahun ke-8 (Sejarah DC: http://dhammacitta.org/sejarah/).  <:-P

Terima kasih kepada Tuhan Sumedho dan para senior DC yang telah mengembangkan forum ini. Semoga DC semakin berkembang, semakin rame, dan dapat bermanfaat bagi umat Buddha dan para membernya.

 _/\_

56
Theravada / MOVED: mudra
« on: 11 June 2014, 07:36:51 PM »

57
Dari blog Bhikkhu S. Dhammika tentang sebuah organisasi Buddhis yang menyediakan makanan vegetarian gratis kepada sekitar 900 orang setiap harinya, mengingatkan kita pada kisah Anathapindika sang hartawan pada masa Sang Buddha yang memberi makan orang-orang yang datang ke rumahnya setiap hari:

The Gift Of Food

The other day I went to one of Singapore’s largest and most active Buddhist organizations, the Buddhist Lodge. Founded in 1943 and now consisting of several large buildings, it has an excellent library, lecture halls, shrine and in particular a large dining room and kitchen. Several religions or religious and charitable organizations, for example Sikh temples, provide free food on a regular basis, but the Buddhist Loge really does it on a big scale and has been doing so for many years.

Every day the Lodge provides nutritious vegetarian meals for on average 900 people. It is interesting to see who comes for the food – most seem to be poor Chinese Singaporeans, young and old, but there are temple devotees, foreign workers, and I suspect not a few visa overstayers too. You will see a few well dressed locals as well who have come just for a change, the types who tend to make donations for the food. One of the really nice things about the place is the volunteers who do the preparation and cooking – cheerful elderly women and men, mostly retirees, wanting to be of service to others and to socialize at the same time. They sit peeling vegetables and washing cabbages as they chat, laugh, shout instructions and go about their various tasks.

Both before and after the meal there is a puja at the main shrine, and during my visit the devotees were having a break from a marathon chanting of the Avatamsaka Sutra (Huayan jing). There is a busy stall selling flowers and a very large free book section. I was the at the Buddhist Lodge to use the library, and I was only one of three people there, counting the librarian. In front of the main building and on the perimeter wall of the Lodge are a series of carvings in stone depicting scenes from Chinese legend and from the life of the Buddha. If you are even in Singapore drop in to the Buddhist Lodge for a free meal and to see something of traditional Chinese Buddhism. It’s on Kim Yam Rd just off River Valley Rd.

http://sdhammika.blogspot.com/2014/05/the-gift-of-food.html

58
Berikut saya akan mempost berbagai ajaran-ajaran Mahayana umum yang diambil dari kutipan sutra-sutra Mahayana. Semoga bisa menambah pengetahuan dan pemahaman kita semua akan ajaran Mahayana dan bermanfaat bagi kita semua..

_/\_

59
Sebulan Penghayatan Dhamma (SPD) Vihara Jaya Manggala, Jambi.
 
Menjelang peringatan hari raya Waisak 2558 TB/2014, Vihara Jaya Manggala kembali mengadakan SPD, yakni kegiatan puja bakti, latihan meditasi, dhammassavana (mendengarkan Dhamma) dan dhammasākacchā (membahas Dhamma) selama 1 (satu) bulan penuh dengan menghadirkan pembicara dan praktisi dari Bhikkhu Sangha dan para Pandita.

Senin 14 April s/d Selasa 13 Mei 2014 (Setiap hari)
Untuk Senin s/d Sabtu, Pukul 19.00-21.00 WIB
Khusus hari Minggu, Pukul 16.30-18.30 WIB
Bertempat di Dhammasala lantai III Vihara Jaya Manggala,
Kegiatan terbuka untuk umum dan tidak memerlukan undangan
 
Para Pembicara :
- Bhikkhu Atimedho Mahathera
- Bhikkhu Maha Jutaliko Mahathera
- Bhikkhu Dhammakaro Thera
- Bhikkhu Cittagutto Thera
- Bhikkhu Tejapunno Thera
- Bhikkhu Guttadhammo Thera
- Bhikkhu Abhayanando Thera
- Bhikkhu Dhammiko Thera
- Bhikkhu Hemadhammo
- Bhikkhu Indaguno
- Bhikkhu Jayaratano
- Bhikkhu Vipulasilo
- PMd. dr. Erdiyanto
- PMd Yetti Saman, SH

Anumodana karena telah turut menyebarluaskan informasi ini.

Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.

60
Lingkungan / Earth Hour 2014
« on: 29 March 2014, 07:54:39 PM »
Mari dukung gerakan Earth Hour dari WWF untuk menghemat energi dan menyelamatkan bumi (save the earth). Tahun ini Earth Hour jatuh pada hari ini tanggal 29 Maret 2014. Anda dapat mendukung gerakan ini dengan memadamkan listrik selama 1 jam dari pukul 20.30 s/d 21.30.

http://www.earthhour.org/about-us

Pages: 1 2 3 [4] 5 6 7 8 9 10