//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???  (Read 8482 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.467
  • Reputasi: 169
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???
« on: 07 February 2011, 10:32:20 PM »
Dalam Dhammacakkapavattana Sutta dikatakan bahwa "kemelekatan pada lima kelompok kehidupan (pancupadanakkhanda) adalah dukkha", namun dalam Dhammapada dikatakan "semua fenomena yang berkondisi adalah dukkha (sabbe sankhara dukkha)". Seperti yang kita ketahui, fenomena berkondisi (sankhara) meliputi rupa, citta, dan cetasika, yang merupakan kelima kelompok kehidupan (pancakkhanda) itu sendiri. Jika kelemekatan pada lima khanda adalah dukkha, apakah berarti lima khanda itu sendiri dukkha?

Logikanya, jika kemelekatan pada lima khanda menimbulkan dukkha, seharusnya kelima khanda itu sendiri bukan sumber dukkha. Jika lima khanda itu dukkha, berarti Sang Buddha dan para Arahat yang telah mencapai Nibbana dengan sisa pancakkhanda masih memiliki dukkha, donk? Tetapi jika kelemekatan itu sendiri yang disebut dukkha, bukan objek yg dilekatinya (yaitu pancakkhanda), maka benar bahwa Sang Buddha dan para Arahat sudah bebas dari dukkha, karena mereka telah melenyapkan kemelekatan pada pancakkhanda. Agaknya pernyataan dalam Dhammacakkapavattana Sutta dengan syair Dhammapada tersebut bertentangan maknanya.

Apakah pemikiran saya ini benar? Mohon penjelasan dari para sesepuh di sini tentang makna kedua pernyataan ini. Thx _/\_
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline rooney

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.750
  • Reputasi: 47
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia...
Re: Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???
« Reply #1 on: 07 February 2011, 10:38:39 PM »
Fenomena berkondisi = panca khanda ?

Offline kuswanto

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 399
  • Reputasi: 16
  • kematian bisa saja menghampiriku hari ini..
Re: Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???
« Reply #2 on: 07 February 2011, 11:32:46 PM »
menurut saya secara pribadi, bukan hanya kemelekatan terhadap lima khanda yg merupakan dukkha, namun lima khanda itu sendiri adalah dukkha.. khanda pertama contoh nya, bagaimanapun juga ketika tubuh jasmani kita sakit [ex: di cubit teman] meski kita sudah sangat mantap batin nya, kita tidak goyah batin nya [tidak merasa marah atau sakit hati sedikitpun] namun rasa sakit fisik tetap saja dirasakan. hanya beda nya batin kita sudah tidak merasakan "sakit" lagi.
tapi kalau soal buddha atau arahat merasakan sakit fisik tersebut atau tidak?, yah saya gk pantas comment  heheheh piss ^:)^ ^:)^ ^:)^
meskipun dalam cerita kehidupan sang buddha, ada di kisahkan pada tahun2 akhir sang buddha menderita sakit jasmani bukan? tapi pengalaman sendiri tentulah paling penting...

kalau tentang dhammacakkapavatana sutta dan syair dhammapada, seperti nya itu malah sejalan dalam arti.. lima khanda kan juga merupakan suatu fenomena, yang terlahir atau terkondisi.. ya dukkha juga  deh jadi nya hehehehhe ;D ;D

just my opinion.. belum tentu benar  ^:)^ ^:)^

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.404
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???
« Reply #3 on: 08 February 2011, 05:27:27 AM »
Quote from: SN 56.11
Samyutta Nikaya - Mahavagga (SN Buku 5) - http://dhct.org/p2469
...
“Sekarang ini, para bhikkhu, adalah kebenaran mulia penderitaan: kelahiran adalah penderitaan, penuaan adalah penderitaan, sakit ada- lah penderitaan, kematian adalah penderitaan;381 berkumpul dengan apa yang tidak menyenangkan adalah penderitaan; berpisah dengan apa yang menyenangkan adalah penderitaan; tidak mendapatkan apa yang diinginkan adalah penderitaan; singkatnya, kelima kelompok un- sur kehidupan yang tunduk pada kemelekatan adalah penderitaan.
...
There is no place like 127.0.0.1

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???
« Reply #4 on: 08 February 2011, 06:02:31 AM »
tidak bertentangan, harus dari baca dari awal.
para Suciwan yang masih hidup, rupa(fisik) tentunya masih mengalami dukkha, tapi batin sudah bebas dari Dukkha
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???
« Reply #5 on: 08 February 2011, 06:50:17 AM »
Quote
singkatnya, kelima kelompok un- sur kehidupan yang tunduk pada kemelekatan adalah penderitaan.

lho jadi yg merupakan penderitaan adalah ke5-kelompok nya?
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.404
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???
« Reply #6 on: 08 February 2011, 06:57:08 AM »
sabbe sankhara dukkha

if X is sankhara then X is dukkha
There is no place like 127.0.0.1

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???
« Reply #7 on: 08 February 2011, 07:28:25 AM »
sabbe sankhara dukkha

if X is sankhara then X is dukkha

rrrr... susah utk disampaikan, tapi personal opinion aja... sabbe sankhara dukkha, sabbe sankhara anicca & sabbe dhamma anatta ada hubnya dg "kemelekatan" jg walau tidak disebut secara eksplisit. maksudnya ketika mengatakan pada seseorang ini dukkha, ini anicca, ini anatta --- itu dalam kondisi orang itu sedang melekati ini (panca kandha).

mungkin harus dibandingkan dg sutta2 lain...
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline hendrako

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.244
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
Re: Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???
« Reply #8 on: 08 February 2011, 07:47:37 AM »
rrrr... susah utk disampaikan, tapi personal opinion aja... sabbe sankhara dukkha, sabbe sankhara anicca & sabbe dhamma anatta ada hubnya dg "kemelekatan" jg walau tidak disebut secara eksplisit. maksudnya ketika mengatakan pada seseorang ini dukkha, ini anicca, ini anatta --- itu dalam kondisi orang itu sedang melekati ini (panca kandha).

mungkin harus dibandingkan dg sutta2 lain...

Dilekati ato tidak, sankhara tetap bersifat dukkha.
yaa... gitu deh

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???
« Reply #9 on: 08 February 2011, 08:03:40 AM »
walau mungkin sudah terlambat, saya mo saran
translate
panca-upadana-khandha  = kelima kelompok un- sur kehidupan yang tunduk pada kemelekatan

bagaimana kalau ditranslate se-plain mungkin saja tanpa ada kata "tunduk"?

rakyat tunduk pada raja
bawahan tunduk pada atasan
panca khanda tunduk pada kemelekatan?
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???
« Reply #10 on: 08 February 2011, 08:07:09 AM »
Dilekati ato tidak, sankhara tetap bersifat dukkha.

setuju kalau dikatakan "bersifat".
dg menambah kata "bersifat" saja konteksnya sudah jadi lebih sempit.
dalam translate
sabbe sankhara dukka, disini bukan kata sifat
semua yg berkondisi adalah dukkha

dukkha itu sendiri bisa berarti "penderitaan", bisa pula berarti "tidak memuaskan". kalau dilihat hanya dalam konteks sifat, berarti hanya mencangkup aspek "tidak memuaskan". sementara "penderitaan" adalah kata benda, bukan kata sifat. jadi sankhara itu bukan hanya bersifat, namun penderitaan itu sendiri.

_/\_
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline hendrako

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.244
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
Re: Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???
« Reply #11 on: 08 February 2011, 08:20:26 AM »
setuju kalau dikatakan "bersifat".
dg menambah kata "bersifat" saja konteksnya sudah jadi lebih sempit.
dalam translate
sabbe sankhara dukka, disini bukan kata sifat
semua yg berkondisi adalah dukkha

dukkha itu sendiri bisa berarti "penderitaan", bisa pula berarti "tidak memuaskan". kalau dilihat hanya dalam konteks sifat, berarti hanya mencangkup aspek "tidak memuaskan". sementara "penderitaan" adalah kata benda, bukan kata sifat. jadi sankhara itu bukan hanya bersifat, namun penderitaan itu sendiri.

_/\_

Kalo gitu, saya ralat dikit posting saya:

Dilekati ato tidak, sankhara adalah dukkha.

tidak memuaskan = penderitaan.

Sankhara adalah dukkha karena ketidakkekalannya.

yaa... gitu deh

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???
« Reply #12 on: 08 February 2011, 08:23:26 AM »
setuju kalau dikatakan "bersifat".
dg menambah kata "bersifat" saja konteksnya sudah jadi lebih sempit.
dalam translate
sabbe sankhara dukka, disini bukan kata sifat
semua yg berkondisi adalah dukkha

dukkha itu sendiri bisa berarti "penderitaan", bisa pula berarti "tidak memuaskan". kalau dilihat hanya dalam konteks sifat, berarti hanya mencangkup aspek "tidak memuaskan". sementara "penderitaan" adalah kata benda, bukan kata sifat. jadi sankhara itu bukan hanya bersifat, namun penderitaan itu sendiri.

_/\_

mari kita lihat bagaimana Sang Buddha menjelaskan tentang dukkha ini dalam anattalakkhana Sutta.

"Para bhikkhu, apakah jasmani ini kekal atau tidak kekal?"

"Tidak kekal, Bhagava"

"Apakah yg tidak kekal ini adalah penderitaan atau kebahagiaan?"

"Pederitaan, Bhagava"

...
...
dst.
------------

kalau kita lihat urutannya adalah anicca dulu baru dukkha, dengan kata lain, anicca mengakibatkan dukkha

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???
« Reply #13 on: 08 February 2011, 08:49:15 AM »
Pengertian dukkha sangat luas dan bisa berbeda penerapan tergantung konteksnya.

Mungkin kita semua sudah tau bahwa sulit dicari padanan kata dukkha ini baik dalam bahasa Inggris maupun dalam Bahasa Indonesia.

Pun, dukkha dalam Tilakhana (Sabbe Sankhara Dukkha) dan dukkha dalam Ariya Sacca/4KM mempunyai arti yg sedikit berbeda.

Dalam Ariya-sacca, dukkha diartikan sebagai ketidakpuasan, penderitaan krn kemelekatan batin. Dalam pengertian ini, Sang Buddha sudah terbebas dari dari dukkha ini.

Dalam Tilakhana, dukkha diartikan sebagai kenyataan alami. Sebab Akibat. Segala sesuatu yg berkondisi pasti mengalami perubahan dan oleh krn itu adalah dukkha. Dalam pengertian ini, Sang Buddha masih mengalami sisa-sisa Sankhara-dukkha ini. Beliau masih mengalami perubahan fisik menjadi tua, rapuh dan masih mengalami rasa sakit fisik (sakit perut, sakit ditimpa batu).

::
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline Dhamma Sukkha

  • Sebelumnya: Citta Devi
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.607
  • Reputasi: 115
  • kilesaa... .... T__T""" :) _/\_
Re: Semua fenomena berkondisi adalah dukkha???
« Reply #14 on: 08 February 2011, 09:43:44 AM »
Dalam Dhammacakkapavattana Sutta dikatakan bahwa "kemelekatan pada lima kelompok kehidupan (pancupadanakkhanda) adalah dukkha", namun dalam Dhammapada dikatakan "semua fenomena yang berkondisi adalah dukkha (sabbe sankhara dukkha)". Seperti yang kita ketahui, fenomena berkondisi (sankhara) meliputi rupa, citta, dan cetasika, yang merupakan kelima kelompok kehidupan (pancakkhanda) itu sendiri. Jika kelemekatan pada lima khanda adalah dukkha, apakah berarti lima khanda itu sendiri dukkha?

Logikanya, jika kemelekatan pada lima khanda menimbulkan dukkha, seharusnya kelima khanda itu sendiri bukan sumber dukkha. Jika lima khanda itu dukkha, berarti Sang Buddha dan para Arahat yang telah mencapai Nibbana dengan sisa pancakkhanda masih memiliki dukkha, donk? Tetapi jika kelemekatan itu sendiri yang disebut dukkha, bukan objek yg dilekatinya (yaitu pancakkhanda), maka benar bahwa Sang Buddha dan para Arahat sudah bebas dari dukkha, karena mereka telah melenyapkan kemelekatan pada pancakkhanda. Agaknya pernyataan dalam Dhammacakkapavattana Sutta dengan syair Dhammapada tersebut bertentangan maknanya.

Apakah pemikiran saya ini benar? Mohon penjelasan dari para sesepuh di sini tentang makna kedua pernyataan ini. Thx _/\_

adittapariyaya sutta... \;D/\;D/\;D/
mata terbakar, wujud terbakar, kesadaran indriya mata terbakar, kontak mata terbakar ,  demikian juga apapun yang dirasakan sebagai sesuatu yg menyenangkan, sebagai sesuatu yg tdk menyenangkan, atau bukan yg menyenangkan dan bukan yg tdk menyenangkan, yg ditimbulkan oleh kontak mata bersama syarat2nya, juga terbakar,


telinga terbakar, suara terbakar....
hidung terbakar, bebauan terbakar...
lidah terbakar, rasa terbakar...
badan terbakar, yg dpt disentuh terbakar...
pikiran(mano not citta) terbakar, obyek pikiran(Dhamma) terbakar , indriya pikiran terbakar, kontak pikiran terbakar, demikian juga apapun yg dirasakan/dipikirkan, sebagai sesuatu yg menyenangkan, sbg sesuatu yg tdk menyenangkan, atau bukan yg menyenangkan dan bukan yg tdk menyenangkan...  yg ditimbulkan oleh kontak-pikiran bersama syarat2nya juga terbakar...

terbakar oleh apaa?

dibakar oleh api keserakahan( LOBHA ), dibakar oleh api kebencian (DOSA), dibakar oleh api kegelapan(MOHA),
Saya katakan terbakar oleh kelahiran, usia tua, kematian, kesedihan, ratap tangis, penderitaan, yg tdk menyenangkan, putus asaa...

O para bhikkhu, apabila siswa ariya yg telah mendengar dhamma dan telah memahaminya, dia menjauhkan diri dari kegemaran mata dkk, dia menjauhkan diri dari kegemaran wujud, dia menjauhkan diri dari kegemaran kesadaran-indria mata, dia menjauhkan diri dari kegemaran kontak mata, dan apapun yg dirasakan sebagai sesuatu yg menyenangkan, sebagai sesuatu yg tdk menyenangkan, atau bukan yg menyenangkan dan bukan yg tdk menyenangkan, yg ditimbulkan oleh kontak-mata bersama syarat2nya, maka dia tlh menjauhkan diri dari kegemaran...

apabila dia telah menjauhkan diri, hawa-nafsu menjadi lenyap, dgn lenyapnya hawa nafsu dia terbebas (vimutti), apabila dia bebas, timbullah pengetahuan bahwa dia telah bebas, dia memahami :

tumimbal lahir telah lenyap
telah tercapai hidup suci,
tidak ada lagi yg harus dikerjakan, tdk kembali lagi ke dunia ini.


Demikianlah sabda Sang Bhagava. Keseribu org bhikkhu merasa puas dan mengerti sabda Sang Bhagava.
Sewaktu khotbah ini disampaikan, batin keseribu bhikkhu tsb tdk lagi dikotori oleh kemelekatan...

metta cittena,
Citto >:)< :P _/\_
May All being Happy in the Dhamma ^^ _/\_

Karena Metta merupakan kebahagiaan akan org lain yg tulus \;D/

"Vinayo ayusasanam"
sasana/ajaran Buddha akan bertahan lama karena vinaya yg terjaga... _/\_ \;D/