//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: AbhiDhamma Class  (Read 108545 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #240 on: 28 September 2009, 04:17:45 PM »
Begini loh bro..... mari dilihat dalam peta citta untuk putthujhana yang kembali hanya terdiri dari 3 yaitu Akusala, Kusala dan Vipaka

Karena sifat dari Vipaka adalah pasif, berarti dalam keseharian kita, hanya ada 2 opsi yaitu kusala dan akusala

mengenai menolak : kalau saya boleh koreksi, bukan diikuti oleh dosa mula citta namun menolak itu sendiri adalah dosa mula citta

mengenai makanan yg bro bond sebut : bro bond sendiri ada menyebut bhw arahat yg bicara kasar itu adalah kasus khusus.
Kenapa khusus? ini pernah saya sebut bhw kondisi batin arahat adalah Kiriya (bukan kusala, pun bukan akusala). Jadi perkataan kasar yg diucapkan hanya semata berdasar trend batin dari persepsi yg sudah ada dalam banyak kehidupan, bukan karena adanya cetana utk akusala
-> singkatnya, citta pada putthujhana itu didominasi oleh cetana (makanya ada kusala dan akusala), sedangkan citta pada arahat didominasi oleh Panna (makanya bisa jadi Kiriya krn dengan panna, udah bisa melihat sebagaimana apa adanya)

Kita ambil kasus sakit perutnya Buddha sebelum maha parinibbana.
Secara fisik, buddha mendapat akusala vipaka.
Namun secara batin, apakah dia menderita? ternyata tidak bro karena dia sudah bisa melihat bhw sakit itu hanyalah fenomena timbul, berlangsung dan padam.

Mengenai menangis : mari kita lihat kembali kasus per kasus agar tidak kejadian seperti "berbicara kasar" dimana walau sudah jelas tapi ternyata oleh sebagian pihak, tetap dianggap sebagai anomali buddhism  ^-^

Pengetahuan saya juga masih sangat rendah jika dibanding dengan para senior, mari kita sama2 berusaha meningkatkan panna kita dengan diskusi, bro  _/\_

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #241 on: 28 September 2009, 04:25:14 PM »
"Kesadaran yg muncul secara spontan, disertai perasaan netral dan bersekutu dengan keinginan baik"-->masuk kategori mana?
 

bagaimana pertanyaan saya yg ini bro?



Untuk masalah menolak =dosamula citta/selalu akusala--> sementara saya tetap tidak sependapat .

Karena menolak melanggar vinaya atau sila dengan perasaan sukacita/pengertian benar/asas manfaat bagi perkembangan batin  maka akan menghasilkan kusala vipaka. artinya kusala menghasilkan kusala dan akusala menghasilkan akusala. Jika penolakan dipukul rata tetap tidak selaras akusala menjadi kusala. Jika penolakan melanggar vinaya seperti kategori saya diatas adalah akusala, maka apakah agar menjadi kusala saya harus menerima untuk melanggar? diam untuk tidak melakukan pelanggaran pun adalah bentuk penolakan. Nah inilah yg sangat kontradiktif.

Tetapi tidak mengapa jika saya masih belum bisa menerima hal ini. Karena demikianlah Dhamma untuk di ehipasiko lebih lanjut  _/\_

« Last Edit: 28 September 2009, 04:43:23 PM by bond »
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #242 on: 28 September 2009, 04:47:17 PM »
"Kesadaran yg muncul secara spontan, disertai perasaan netral dan bersekutu dengan keinginan baik"-->masuk kategori mana?
 

bagaimana pertanyaan saya yg ini bro?


Kayanya anda ada salah info, bro...... soalnya ga ada jenis citta yg cocok dengan yg anda sebut (keinginan baik)
Seharusnya yg berhubungan dengan upekkhasahagatam adalah :
- dengan/tanpa kebijaksanaan (pannasampayuttam/vipayuttam)
- dengan/tanpa ditthi (ditthisampayuttam/vipayuttam)
- dengan vicikiccha (vicikicchasampayuttam)
- dengan uddhacca (uddhaccasampayuttam)

berikut detail dari kusala citta :


1. Disertai perasaan Menyenangkan, Dengan kebijaksanaan, Spontan
2. Disertai perasaan Menyenangkan, Dengan kebijaksanaan, Tidak Spontan
3. Disertai perasaan Menyenangkan, Tanpa kebijaksanaan, Spontan
4. Disertai perasaan Menyenangkan, Tanpa kebijaksanaan, Tidak Spontan
5. Disertai perasaan Netral, Dengan kebijaksanaan, Spontan
6. Disertai perasaan Netral, Dengan kebijaksanaan, Tidak Spontan
7. Disertai perasaan Netral, Tanpa kebijaksanaan, Spontan
8. Disertai perasaan Netral, Tanpa kebijaksanaan, Tidak Spontan

mengenai kusala citta, bisa liat ke : http://www.buddhistonline.com/dsgb/ad06.shtml


Lobha mula citta :
1. Disertai perasaan (vedana) Senang, Dengan pandangan keliru, Spontan
2. Disertai perasaan (vedana) Senang, Dengan pandangan keliru, Dengan ajakan
3. Disertai perasaan (vedana) Senang, Tanpa pandangan keliru, Spontan
4. Disertai perasaan (vedana) Senang, Tanpa pandangan keliru, Dengan ajakan
5. Disertai perasaan (vedana) Netral, Dengan pandangan keliru, Spontan
6. Disertai perasaan(vedana) Netral, Dengan pandangan keliru, Dengan ajakan
7. Disertai perasaan (vedana) Netral, Tanpa pandangan keliru, Spontan
8. Disertai perasaan (vedana) Netral, Tanpa pandangan keliru, Dengan ajakan


Moha mula citta :
1. Dengan perasaan netral, Disertai keraguan skeptis, Spontan
2. Dengan perasaan netral, Disertai kegelisahan batin, Spontan
 


nah silahkan dilihat dulu mana yg paling cocok, bro  ;)

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #243 on: 28 September 2009, 04:55:49 PM »
Untuk masalah menolak =dosamula citta/selalu akusala--> sementara saya tetap tidak sependapat .

Karena menolak melanggar vinaya atau sila dengan perasaan sukacita/pengertian benar/asas manfaat bagi perkembangan batin  maka akan menghasilkan kusala vipaka. artinya kusala menghasilkan kusala dan akusala menghasilkan akusala. Jika penolakan dipukul rata tetap tidak selaras akusala menjadi kusala. Jika penolakan melanggar vinaya seperti kategori saya diatas adalah akusala, maka apakah agar menjadi kusala saya harus menerima untuk melanggar? diam untuk tidak melakukan pelanggaran pun adalah bentuk penolakan. Nah inilah yg sangat kontradiktif.

Tetapi tidak mengapa jika saya masih belum bisa menerima hal ini. Karena demikianlah Dhamma untuk di ehipasiko lebih lanjut  _/\_



gpp kalo ga sependapat kok bro.... khan demikian proses panna yg gradual/bertahap

menolak melakukan hal yg melanggar sila : seperti yg saya udah bahas di depan, sesungguhnya ga semata terdiri dari dosa saja, namun pada momen itu muncul banyak citta misal
- menolaknya itu sendiri dosa mula citta
- menolak krn apa? bisa karena melekat pada sila. Bisa juga karena ada panna yg benar.

Jadi sesungguhnya 1 hal yg simpel : menolak karena tidak ingin melanggar sila, seusngguhnya terdiri dari amat sangat banyak citta yg berganti2
menolak : dosa mula citta
ingin menjalankan sila : kusala citta, bisa panna, 3 virati cetasika (cetasika pencegahan), atau macem2 kusala citta
melekat : lobha mula citta karena melekat pada "ingin" melakukan sila yg baik

yg lebih rumit lagi sesungguhnya kenapa bisa muncul suatu situasi yg membuat kita "menolak", adalah sesungguhnya karena ada keselarasan, bro........ sesuai konsep Law of Attraction bhw akusala akan mengundang akusala berbuah, demikian juga kusala akan mengundang berbuahnya kusala  ;D

Kalo saya bilang, justru hal2 seperti diatas itu, sangat sesuai dengan mengurangi akusala dan memperbanyak kusala bro.
- Gimana kalo muncul kondisi akusala misal mendapat hal yg menyakitkan fisik, kita bisa mengendalikan batin agar tidak makin terperosok dengan menyadari bhw sakit adalah proses yg timbul, berlangsung dan padam
- Gimana mengendalikan batin kalau muncul kusala vipaka, agar tidak membuat jadi melekat.
- Gimana memperbanyak kusala citta saat memungkinkan, misal saat memberikan dana ke bhante

Memang tidak mudah utk bisa mempraktekkan hal2 mengenai batin seperti ini, bro (kalo mudah, semua udah masuk nibbana  :)) ) tapi kalau hal2 dalam keseharian seperti ini aja kita "loss", kita akan makin jauh dari dhamma

 _/\_
« Last Edit: 28 September 2009, 05:01:00 PM by markosprawira »

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #244 on: 28 September 2009, 04:59:24 PM »
Quote
5. Disertai perasaan Netral, Dengan kebijaksanaan, Spontan 

Cocok yg ini bro ,kalau memang pilihannya harus sesuai teks  ;D


Jadinya :

Kesadaran yg muncul secara spontan, disertai perasaan netral, dengan kebijaksanaan spontan. Menolak--> yg sesuai point 5. bukan yg dosamula citta. Karena batin ini kompleks sekali. Mungkin bisa kita jadikan bahan renungan dan praktek bersama.


 _/\_

Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #245 on: 28 September 2009, 05:09:31 PM »
kalau boleh saya bilang, sangat sulit utk bisa bilang bhw satu peristiwa itu hanya terdiri dari 1 citta saja bro karena utk mengenali 1 objek saja, sudah berjalan cukup banyak citta sekaligus

makanya kita seyogyanya melihatnya momen per momen, bukan dari 1 peristiwa secara keseluruhan

dan kalau saya boleh revisi bro.... bukan :
Quote
Kesadaran yg muncul secara spontan, disertai perasaan netral, dengan kebijaksanaan spontan

namun :
Quote
Kesadaran yg muncul secara spontan, disertai perasaan netral, dengan kebijaksanaan

ini adalah salah satu kusala citta yg muncul seperti yg saya sebut diatas
Quote
ingin menjalankan sila : kusala citta, bisa panna, 3 virati cetasika (cetasika pencegahan), atau macem2 kusala citta

namun momen saat "menolak", itu mo ga mo adalah dosa mula citta, bro.....

memang cukup rumit namun jika kita membiasakan diri utk coba melongok implementasi ke batin, ternyata hasilnya lumayan bro....

misal saat saya ga senang liat istri nganggur, langsung muncul dosa mula citta. Begitu terasa, langsung dinetralisir dan switching ke citta lain.
Dari sini sesungguhnya kita bisa melihat logika bhw dari akusala, tidak bisa langsung muncul kusala namun dijembatani oleh netral di tadarammana-nya yg notabene merupakan vipaka (makanya bisa netral)
Tapi bukan netral di javana loh bro karena di javana hanya ada kusala dan akusala

moga ga makin pusing yah bro  ;)

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #246 on: 28 September 2009, 05:26:48 PM »
Quote
gpp kalo ga sependapat kok bro.... khan demikian proses panna yg gradual/bertahap

menolak melakukan hal yg melanggar sila : seperti yg saya udah bahas di depan, sesungguhnya ga semata terdiri dari dosa saja, namun pada momen itu muncul banyak citta misal
- menolaknya itu sendiri dosa mula citta
- menolak krn apa? bisa karena melekat pada sila. Bisa juga karena ada panna yg benar.

Berarti dengan menolaknya itu sendiri kita telah melakukan akusala dan akan berakibat akusala, bukankah begitu. Jadi bagaimana agar ketika kita dihadapkan masalah itu agar menolak yg akusala tidak berbuah akusala lagi?

Quote
yg lebih rumit lagi sesungguhnya kenapa bisa muncul suatu situasi yg membuat kita "menolak", adalah sesungguhnya karena ada keselarasan, bro........ sesuai konsep Law of Attraction bhw akusala akan mengundang akusala berbuah, demikian juga kusala akan mengundang berbuahnya kusala  Grin.

Saya setuju jika kita dikondisikan untuk menolak hal2 yg melanggar sila adalah suatu akusala vipaka tetapi jika menolak =akusala citta artinya akusala vipaka direspon dengan akusala citta yaitu dosamula citta. Dengan demikian bukankah ini malah mempertebal akusala jika konsepnya menolak adalah selalu dosamula citta atau akusala.

Saya lebih melihat ketika kita menolak dengan panna. Disana tidak muncul akusala citta. Artinya akusala vipaka direspon dengan kusala citta. agar kondisi akusala berikutnya tidak muncul dan menjadi kusala.

Penolakan disini saya lebih melihat sebagai suatu ekspresi tindakan. nah tinggal apa yg melatar belakangi tindakan itu yaitu kondisi batin kita.

Jadi bagaimana sikap batin bro ketika bro diajak untuk melanggar sila dan tindakan yg dilakukan, menolak atau tidak menolak? ;D




 _/\_
« Last Edit: 28 September 2009, 05:57:13 PM by bond »
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #247 on: 28 September 2009, 06:06:48 PM »

Quote
misal saat saya ga senang liat istri nganggur, langsung muncul dosa mula citta. Begitu terasa, langsung dinetralisir dan switching ke citta lain.
Dari sini sesungguhnya kita bisa melihat logika bhw dari akusala, tidak bisa langsung muncul kusala namun dijembatani oleh netral di tadarammana-nya yg notabene merupakan vipaka (makanya bisa netral)
Tapi bukan netral di javana loh bro karena di javana hanya ada kusala dan akusala

Kalau contoh yg bro ambil ini adalah contoh tentang menolak yg = dosamula citta.  :). Karena muncul ketidaksenangan dari awal saat terjadi kontak dengan objek yaitu istri yg nganggur.

dengan komposisi( dengan cara bodoh ya)  akusala-netral-kusala

Tetapi ada kasus menolak :

Kusala-netral/kusala-kusala

 ;D  _/\_
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #248 on: 28 September 2009, 10:50:54 PM »
imo, tidak selamanya menolak itu menimbulkan akusala[dosa] alias kebencian,,bisa juga menolak karena kebijaksanaan...

maklum saya berpendapat begini, karena apa yg bro markos katakan tidak sesuai dengan apa yg terjadi kenyataan terutama apa yang saya rasakan sendiri.


Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #249 on: 29 September 2009, 08:09:48 AM »
Apakah ada di dalam kitab abhidhamma tertulis bahwa "menolak"  itu selalu dosamula citta dan disertai contohnya..
Jika tidak ada, kalimat yg tertulis mana yg ada didalam abhidhamma yg dijadikan acuan sehingga muncul kesimpulan 'menolak' selalu=dosamulacitta.



Jika ada bisa saya minta referensinya beserta isinya?...sehingga bisa menjadi bahan ehipasiko saya lebih lanjut .. _/\_

Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #250 on: 29 September 2009, 08:11:39 AM »
Quote
gpp kalo ga sependapat kok bro.... khan demikian proses panna yg gradual/bertahap

menolak melakukan hal yg melanggar sila : seperti yg saya udah bahas di depan, sesungguhnya ga semata terdiri dari dosa saja, namun pada momen itu muncul banyak citta misal
- menolaknya itu sendiri dosa mula citta
- menolak krn apa? bisa karena melekat pada sila. Bisa juga karena ada panna yg benar.

Berarti dengan menolaknya itu sendiri kita telah melakukan akusala dan akan berakibat akusala, bukankah begitu. Jadi bagaimana agar ketika kita dihadapkan masalah itu agar menolak yg akusala tidak berbuah akusala lagi?

selama kita masih putthujhana, kita belum bisa membuat 1 perbuatan tidak membuahkan akibat bro..... itu hanya ada di arahat karena batinnya sudah kiriya

berbeda dengan batin putthujhana yang masih kusala - akusala, itu kenapa masih terus ada kusala dan akusala vipaka juga

Quote
yg lebih rumit lagi sesungguhnya kenapa bisa muncul suatu situasi yg membuat kita "menolak", adalah sesungguhnya karena ada keselarasan, bro........ sesuai konsep Law of Attraction bhw akusala akan mengundang akusala berbuah, demikian juga kusala akan mengundang berbuahnya kusala  Grin.

Saya setuju jika kita dikondisikan untuk menolak hal2 yg melanggar sila adalah suatu akusala vipaka tetapi jika menolak =akusala citta artinya akusala vipaka direspon dengan akusala citta yaitu dosamula citta. Dengan demikian bukankah ini malah mempertebal akusala jika konsepnya menolak adalah selalu dosamula citta atau akusala.

Saya lebih melihat ketika kita menolak dengan panna. Disana tidak muncul akusala citta. Artinya akusala vipaka direspon dengan kusala citta. agar kondisi akusala berikutnya tidak muncul dan menjadi kusala.

Penolakan disini saya lebih melihat sebagai suatu ekspresi tindakan. nah tinggal apa yg melatar belakangi tindakan itu yaitu kondisi batin kita.

Jadi bagaimana sikap batin bro ketika bro diajak untuk melanggar sila dan tindakan yg dilakukan, menolak atau tidak menolak? ;D

 _/\_

kembali pada konsep LOA diatas bro.... kenapa bisa muncul akusala vipaka? krn kondisi kita akusala juga.... simpel khan?

nah ketimbang melakukan reaktif, bukankah lebih baik jika kita melakukan yg preventif, yaitu mengusahakan agar kondisi akusala tidak muncul?  _/\_

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #251 on: 29 September 2009, 08:19:32 AM »
Apakah ada di dalam kitab abhidhamma tertulis bahwa "menolak"  itu selalu dosamula citta dan disertai contohnya..
Jika tidak ada, kalimat yg tertulis mana yg ada didalam abhidhamma yg dijadikan acuan sehingga muncul kesimpulan 'menolak' selalu=dosamulacitta.



Jika ada bisa saya minta referensinya beserta isinya?...sehingga bisa menjadi bahan ehipasiko saya lebih lanjut .. _/\_



Akusala citta adalah kesadaran / pikiran yang mengandung akusala hetu.

Di dalam Buddha Dhamma dikenal ada 6 hetu (akar), yaitu:

Kusala hetu 3: Alobha, Adosa, dan Amoha.
Akusala hetu 3: Lobha, Dosa, dan Moha.
 

Pengertian masing-masing hetu di dalam Paramattha Dhamma:

1. Alobha adalah sikap batin yang tidak melekat terhadap objek.
Catatan: sikap batin tidak melekat terhadap objek bukan berarti menolak objek.

2. Adosa adalah sikap batin yang tidak menolak terhadap objek.
Catatan: sikap batin tidak menolak terhadap objek bukan berarti melekat terhadap objek.

3. Amoha adalah sikap batin bijaksana / panna.

4. Lobha adalah sikap batin yang melekat terhadap objek.

5. Dosa adalah sikap batin yang menolak terhadap objek.

6. Moha adalah sikap batin yang tidak bijaksana, tak dapat membedakan kusala dan akusala, tak dapat berpegang teguh pada objek serta tak dapat menetapkan hati atas kebenaran.


mengenai dosa mula citta secara ringkas, silahkan baca di :
http://www.buddhistonline.com/dsgb/ad10.shtml

silahkan dibaca2 dulu karena rekan2 sepertinya masih belum bisamembedakan antara 1 perbuatan yg dianggap hanya 1 citta saja seperti menolak tapi dengan panna dengan yg seharusnya dilihat momen per momen

contoh lainnya yg sering dibahas di kelas adalah "mercy killing" -> membunuh dengan cinta kasih  :))
atau kisah robin hood : mencuri tapi utk didanakan

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #252 on: 29 September 2009, 08:38:05 AM »
imo, tidak selamanya menolak itu menimbulkan akusala[dosa] alias kebencian,,bisa juga menolak karena kebijaksanaan...

maklum saya berpendapat begini, karena apa yg bro markos katakan tidak sesuai dengan apa yg terjadi kenyataan terutama apa yang saya rasakan sendiri.




bro marcedes coba dilihat lagi tulisannya yah karena ada 2 hal yg bertolak belakang:

Quote
tidak selamanya menolak itu menimbulkan akusala[dosa] alias kebencian

tapi dilanjutkan

Quote
bisa juga menolak karena kebijaksanaan

pernyataan diatas menolak menimbulkan tapi di bawah menyiratkan disebabkan oleh, mungkin bisa diklarifikasi mana yg benar?  _/\_


Mengenai apa yg anda rasakan : saya tidak akan berargumen tentang pengalaman seseorang karena semua tergantung pada kondisi batin setiap orang

Tapi tolong dilihat kembali postingan2 sebelumnya bhw ada perbedaan antara "perasaan/vedana" dengan citta
- perasaan anda mungkin merasa netral, tapi citta di javana ga mungkin netral
- perasaan anda mungkin menyenangkan, tapi citta anda bisa aja akusala (moha + lobha)
- tapi saat anda muncul dosa mula citta, perasaan anda PASTI tidak menyenangkan

berikut sedikit ringkasan mengenai dosa mula citta dari http://www.buddhistonline.com/dsgb/ad10.shtml

- Perasaan yang muncul dalam dosa mula citta adalah domanassa vedana (perasaan yang tidak menyenangkan).
- Patigha merupakan padanan kata dari dosa / kebencian / faktor batin yang menolak terhadap objek.
- Di dalam dosa mula citta tidak mungkin muncul miccha ditthi, karena sifat miccha ditthi adalah berpegang / erat terhadap pandangan keliru, sedangkan dosa mula citta sifatnya menolak.

jadi sesungguhnya sangat simpel sekali citta kita dalam keseharian yaitu :
- jika melekat -> lobha
- menolak -> dosa
- ragu2 -> vicikiccha (moha mula citta)
- gelisah, tidak bisa diam pada 1 objek -> uddhacca

Seperti kasus yg saya sebut diatas :

- Mercy Killing -> sering disebut euthanasia.
Orang sering berargumen bhw hal ini dilakukan karena kasihan/karuna terhadap si pasien. Tapi utk dapat melakukan pembunuhan (walau secara tidak langsung), mari dilihat secara batin :
Akusala kamma patha : Membunuh
Akusala citta yang mungkin terlibat :Dosa mula citta

- Robin Hood :
Sering muncul juga argumen bhw itu adalah Mencuri yang baik karena hasilnya didanakan. Tapi mari kita lihat kembali kondisi batin yg membuat org mencuri :
Akusala kamma patha : Mencuri
Akusala citta yang mungkin terlibat : Lobha mula citta 8, dosa mula citta 2
Lobha utk kepentingan diri sendiri, sedangkan dosa adalah menolak obyek.

2 contoh diatas bukan berarti bhw yg dilakukan itu 100% akusala loh namun sebagai gambaran bhw dalam 1 perbuatan yg "dilematis" seperti itu, kita harus jujur bhw telah terjadi akusala, pun sekaligus berganti2 dengan kusala citta juga karena hanya 2 jenis citta ini yg ada dalam putthujhana

Detail diatas adalah sebagai gambaran teoritis kondisi batin yg karena sedemikian halus sehingga kita belum bisa melihatnya secara seksama  _/\_

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #253 on: 29 September 2009, 01:21:11 PM »
Kalo baca dari linknya saya berkesimpulan dosa memiliki sifat menolak objek. Tetapi menolak objek belum tentu dosa.

Malah saya melihat menolak objek ada 4 hal yg melatar belakangi/pemicu karena dosa, moha, lobha atau panna.

Dan perlu diketahui pula bahwa citta ataupun vedana yg muncul tiap moment selalu ada pemicunya. Dan bila pemicunya ini akusala maka hasil yg muncul dari pemicu itu juga akusala tetapi bisa tidak berkembang akusala dan menjadi langsung menjadi kusala jika ada sati dan panna yg memotong akusala tadi sehingga bisa dikatakan pemicu yang kusala menghasilkan kusala juga.

Maaf saya memang tidak tahu bahasa abhidhamma jadi menggunakan bahasa keseharian saja. Saya kira jika tidak mencapai titik temu maka biarlah ini tetap menjadi suatu perbedaan dan hal ini dijadikan bahan spiritual research di batin kita masing2.

Thanks bor Markos dan Marcedes untuk diskusi yg menarik .


 _/\_



« Last Edit: 29 September 2009, 01:24:45 PM by bond »
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AbhiDhamma Class
« Reply #254 on: 29 September 2009, 01:34:02 PM »
jika berkenan, mungkin bro bond bisa berhubungan dengan guru abhidhamma yg lebih berkompeten seperti pak pandit j kaharudin atau pak selamat rodjali karena saya memang sulit untuk bisa menerangkan lebih lanjut

 _/\_