//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Nianfo lahir di Tanah Murni - Oleh Master Chan - Shengyen (pendiri Dharma Drum)  (Read 7680 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline chingik

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 924
  • Reputasi: 44
Kata Pengantar

Saya kerap melafal nama Buddha (Nianfo), dan sering mengajari orang Nianfo, serta menasihati orang untuk Nianfo.

Sudah sejak awal sekitar 30 tahun yang lalu, saya memenuhi undangan Vihara Dongshan di kota Pingdong, wilayah selatan Taiwan untuk memimpin retret Nianfo. Mulai tahun 1980, setiap tahun sekali saya menyelenggarakan dan memimpin retret Nianfo untuk perayaan hari Cengbeng sebagai wujud balas budi jasa di Vihara Beitou Nongchan, kota Taipei. Di vihara Nongchan ini juga diselenggarakan praktik Nianfo bersama setiap minggu. Oleh karena itu, saya telah sering memberi ceramah kepada banyak orang tentang hal-hal yang berkaitan dengan tradisi Pureland. Di Pusat Penelitian Zhonghua kita ini, saya juga memegang jabatan bidang studi ajaran tradisi Pureland selama bertahun-tahun. Akan tetapi, saya hanya satu kali membuat karya tulis menyangkut tradisi ini, yakni dalam artikel "Kajian tentang doktrin Pureland" di buletin "Huagang Buddhist Study", dan sama sekali belum pernah menerbitkan karya yang memperkenalkan tradisi Pureland seperti dalam artikel di atas. Semua ini dikarenakan, baik di wilayah timur maupun barat, kebanyakan orang meminta saya memberikan ceramah ataupun karya tulis yang menyangkut tradisi Chan. Malahan belum mendapat kesempatan sekalipun saya diundang untuk memberi ceramah yang berkaitan dengan ajaran Nianfo.   

HIngga pada tahun ini (1993), dalam sesi retret Nianfo 7 hari dalam rangka balas budi jasa di hari Cengbeng, dari tanggal 27 Maret sampai tanggal 4 april, setiap harinya saya memberi ceramah tentang metode ajaran Nianfo untuk terlahir di Tanah Murni. Di sini dijelaskan bahwa ajaran Buddha sangat menekankan pentingnya membalas budi jasa. 


bersambung...
     

Offline chingik

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 924
  • Reputasi: 44
Setiap orang sepatutnya menerima kenyataan hidup ini dengan sikap bersyukur, lalu dengan memiliki jiwa berbalas budi memberi kontribusi kepada semua makhluk hidup. Dengan cara bagaimana baru dapat mewujudkan rasa syukur dan berbalas budi secara benar? Sebaiknya kita mempraktikkan metode ajaran Nianfo. Karena metode ini dapat diterima- baik oleh orang awam maupun praktisi senior, baik pada aspek prinsipil maupun aspek fenomena adalah sempurna. Baik bagi kehidupan duniawi maupun bagi tujuan di atas duniawi, demi pahala kebajikan kehidupan sekarang ini maupun demi kehidupan mendatang, tidak ada satupun yang tidak tercakup di dalam metode ini.

Mengenai bagaimana cara mempraktikkan metode ajaran Nianfo, saya akan memperkenalkannya dalam 7 poin:
1. Berbakti dan membalas budi orang tua, sepatutnya mempraktikkan Nianfo.
2. Nianfo harus memenuhi 4 sikap batin: Keyakinan, Ketulusan, Intens, Penyaluran jasa.
3. Terdapat 4 jenis Tanah murni: Tanah Murni Kehidupan manusia, Tanah murni surga, Tanah murni Buddha, dan Tanah murni dalam batin sendiri.
4. Terdapat 2 jenis Chaodu (ritual doa menyebarangkan makhluk di alam derita ke alam lebih baik): Chaodu kepada orang yang telah meninggal, dan Chaodu kepada orang yang masih hidup di dunia ini.
5. Menjadikan praktik pertobatan atas karma buruk sebagai praktik sehari-hari yang terus berkelanjutan.
6. Baik yang masih memiliki sisa karma maupun yang telah mengikisnya sama-sama dapat terlahir di Tanah murni.
7. Membangun tanah murni di kehidupan manusia adalah praktik fondasi dari tujuan terlahir di tanah murni Sukhavati.   

Saat ceramah-ceramah ini tersebar melalui rekaman kaset, banyak orang yang merasa senang. Beberapa siswa yang sangat antusias dengan ceramah ini lalu menyusunnya kembali dalam bentuk tulisan dan menyerahkan kepada saya untuk diperiksa ulang. Lalu saya membawa naskah ini ke Amerika. Hingga pada tanggal 22 September di tahun ini, saya meluangkan waktu untuk membacanya dan menemukan bahwa ternyata masih terdapat kekurangan, dan tidak tahu dimana letak nilai baik dari naskah ini, karena tulisan dan gaya penuturannya menjadi seperti bukan karya saya. Maka saya  pun menghabiskan waktu selama belasan hari untuk merevisi dan menulis ulang. Melalui proses sebab akibat dari kegiatan ini pula telah membuka kesempatan kepada saya untuk membaca ulang 3 kitab Sutra dari tradisi Pureland dan menyelami karya para sesepuh tradisi ini yang berjumlah lebih dari 30 judul dengan total 70 jilid lebih. 
Setelah selesai menulis naskah ini, saya merasa masih terdapat makna yang belum sempurna dijelaskan, maka saya pun menambahkan dua topik baru, yakni "Asal usul Retret Nianfo 7 hari" dan "Cara Nianfo". Dengan demikian, buku yang memilki volume sebanyak 40.000 aksara lebih ini selain bermanfaat secara terapan, juga bermanfaat bagi orang yang melakukan pengkajian. 


Pengantar ini ditulis pada tanggal 2 Desember 1993 di Vihara DongChu, kota New York.

Shi - Shengyen
« Last Edit: 08 March 2009, 05:28:43 PM by chingik »

Offline Nondi

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 5
  • Reputasi: -1
  • Gender: Female
Namo Buddhaya,
semua kakak & senior, salam kenal & saya mo nanya:
1. Apakah aliran (semua)ajaran Mahayana termasuk ajaran Sang Buddha?
2. Bukankah tidak ada sedikitpun kitab Mahayana yang tertulis di Tri Pitaka?
3. Apakah Buddha Amitabha dan "Pure land"Nya di "perkenalkan" oleh Buddha Gautama sendiri? Kalau iya, kepada siapa pertama kali di babarkan Dhamma tersebut?

Mohon bimbingannya.

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
chao du bukankah tradisi dari agama Tao?
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

 

anything