//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur  (Read 31660 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #105 on: 18 May 2011, 11:46:24 AM »
gak pake format:

"[someone].....[/someone]" ?
Gak pake, karena memang bukan ciri khas 'someone/something'. ;D


Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #106 on: 18 May 2011, 11:52:54 AM »
sengaja saya angkat topik ini karena saya ingin jika ada yang tidak puas terhadap pelacur atau ex pelacur silahkan berbicara.

dan saya pun ingin mengetahui cara pandang umat buddhis yang lebih mengenal welas asih , menghargai , dan bijaksana ,terhadap pelacur dan ex pelacur  _/\_

Daripada anda angkat topik dan hanya berbicara dan ujung - ujungnya hanya berdebat tanpa hasil, Mungkin ada baiknya anda memberi ceramah dharma ke pelacur jika memang anda berniat untuk membantu.

Jika tidak sebaiknya lain kali anda jangan membawa topik yang tidak berguna


Daripada postingan disini hanya untuk menaikkan popularitas anda saja

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #107 on: 18 May 2011, 12:12:53 PM »
Daripada anda angkat topik dan hanya berbicara dan ujung - ujungnya hanya berdebat tanpa hasil, Mungkin ada baiknya anda memberi ceramah dharma ke pelacur jika memang anda berniat untuk membantu.

Jika tidak sebaiknya lain kali anda jangan membawa topik yang tidak berguna


Daripada postingan disini hanya untuk menaikkan popularitas anda saja

biarkan moderator yg memutuskan apakah suatu topik adalah berguna atau tidak berguna. saya pibadi menganggap topik ini bisa berguna, yah minimal bisa berguna buat TS yg mengajukan pertanyaan ini. dan anda tidak seharusnya membatasi hak2 seorang member

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #108 on: 18 May 2011, 12:15:50 PM »
biarkan moderator yg memutuskan apakah suatu topik adalah berguna atau tidak berguna. saya pibadi menganggap topik ini bisa berguna, yah minimal bisa berguna buat TS yg mengajukan pertanyaan ini. dan anda tidak seharusnya membatasi hak2 seorang member

Ada baiknya topik yang diangkat bagaimana caranya membantu para pelacur itu melihat dan menjalankan hidup secara benar, ketimbang mengexploitasi pelacur sebagai topik hanya untuk kepentingan pribadi

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #109 on: 18 May 2011, 12:18:29 PM »
Ada baiknya topik yang diangkat bagaimana caranya membantu para pelacur itu melihat dan menjalankan hidup secara benar, ketimbang mengexploitasi pelacur sebagai topik hanya untuk kepentingan pribadi

justru kita sedang mendiskusikan apakah pelacur menjalani hidup yg benar atau tidak benar. apakah sekarang anda jadi terjebak pada benar dan tidak benar seperti kami di sini? apakah anda kira anda menjalani hidup yg lebih benar daripada seorang pelacur?

mengexploitasi pelacur sebagai topik hanya untuk kepentingan pribadi. bisakah anda menjelaskan tuduhan anda ini?

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #110 on: 18 May 2011, 12:52:17 PM »
Daripada anda angkat topik dan hanya berbicara dan ujung - ujungnya hanya berdebat tanpa hasil, Mungkin ada baiknya anda memberi ceramah dharma ke pelacur jika memang anda berniat untuk membantu.

Jika tidak sebaiknya lain kali anda jangan membawa topik yang tidak berguna


Daripada postingan disini hanya untuk menaikkan popularitas anda saja
maaf bro djoe, tidak ada niat buat cari popularitas di sini, tidak ada niat cari reputasi di sini, anda tidak tahu kenapa saya angkat topik ini kembali, yang padahal sudah ada di tread sebelumnya, dari pada orang selalu OOT dalam membahas diskusi yang ujung2 nya nyerempet ke PELACUR apa saya salah buka tread ini? sehingga apa pembahasan diskusi lain tidak selalu melenceng ke penilaian terhadap pelacur. jika anda tidak suka tread ini ya tidak usah komentar, tinggal duduk diam, tonton aja ... gitu aja kok repot 

Ada baiknya topik yang diangkat bagaimana caranya membantu para pelacur itu melihat dan menjalankan hidup secara benar, ketimbang mengexploitasi pelacur sebagai topik hanya untuk kepentingan pribadi
saya ingin tahu, darimana anda menilai saya mengexploitasi pelacur untuk kepentingan pribadi saya?, apa kepentingan pribadi itu, bisa sebutkan?

« Last Edit: 18 May 2011, 12:55:51 PM by wang ai lie »
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #111 on: 18 May 2011, 05:49:40 PM »
ya saya banggakan bukanlan tempatnya. tapi kebiasaan saya bermeditasi dan hidup dalam ketenangan, membuat saya secara otomatis menjauhi hal-hal yang tidak menenangkan hati.

saya menjadi tidak mampu berbuat zina dengan pelacur itu, karena hati saya tidak tenang mengingat hal itu adalah perbuatan tercela. dan ternyata, saya lebih kecanduan meditasi dari pada sex. berkali-kali saya ngebuking pelacur, kekuatan meditasi itu membuat saya tidak mampu menyentuh para pelacur itu, kendatipun saya sangat menginginkannya.

waktu saya bermeditasi, pelacur itu diam saja, tidak meminta cepat-cepat. dia tampak heran dengan apa yang saya lakukan.

kira-kira 15 menit

maksudnya gimana?


Quote
maksudnya gimana?

dari pada meditasi di tempat hitam dan UDAH PASTI BAYAR,
lebih baik gw sarankan bro donasikan duit tsb pada dhammacitta...

ada sesuatu yg salah dgn latihan meditasi bro.....

1. sampai sering memboking pelacur
2. sampai membayar pelacur tsb (walaupun bro bilang gak pakai)
3. kenapa tidak didonasikan pada dhamamcitta ?
4. tempat pelacur bukan tempat yg cocok utk bermeditasi...
    mana ada di sutta kalau murid Buddha melakukan hal tsb...
5. kelihatannya bro sering ke tempat pelacuran ya....(ketahuan dehhh)

 ^:)^ ^:)^
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #112 on: 18 May 2011, 07:54:49 PM »

dari pada meditasi di tempat hitam dan UDAH PASTI BAYAR,
lebih baik gw sarankan bro donasikan duit tsb pada dhammacitta...


jadi malu nih :) sy lom pernah donasi ke DC. tapi niat udah ada sih. (niat mlulu dari dulu ) he.. he..

emank bro JOhan betul. Menurut saya juga, donasi ke DC lebih baik dari pada uang itu saya gunakan yang tidak-tidak.

tapi nafsu saya berkata lain, bro!

Quote
ada sesuatu yg salah dgn latihan meditasi bro.....

mungkin aja. kalau bisa bro JOhan ngasih tau ke saya, apa kesalahan dalam meditasi saya supaya saya bisa memperbaiki diri. sementara ini, saya tidak mrasa ada yang salah dalam meditasi saya. yang salah bukan dala meditasinya, tapi dalam batin saya sendiri, yakni adanya keserakahan. justru saya bermeditasi untuk meperbaiki hal yang salah tersebut.

Quote
1. sampai sering memboking pelacur

jangan cuma melihat dari sisi "sering boking" nya, tapi juga lihat sisi anehnya, kenapa gak ada satupun yang bisa gol (kayak mane bola aja)?

Quote
2. sampai membayar pelacur tsb (walaupun bro bilang gak pakai)

pelacurnya minta dibayar duluan. niatnya sih mo pakai, tapi selalu terjadi hal-hal tertentu yang membuat saya tidak bisa pake. setelah berkali-kali gagal, saya tidak ada hasrat lagi ma yang begituan. habislah rasa penasaran saya.

Quote
3. kenapa tidak didonasikan pada dhamamcitta ?

karena saya pelit

Quote
4. tempat pelacur bukan tempat yg cocok utk bermeditasi...


ya. itu bukan tmpat yang cocok dan bukan pula tempat yang pantas. tapi pada suatu kondisi tertentu, kapan dan dimanapuan meditasi cocok dan pantas untuk dilakukan. bila meditasi untuk ketenangan batin, maka dimana dan kapanpun kita berhak menenangkan batin, ditempat pelacur sekalipun. seandainya waktu itu saya tidak bermeditasi, mungkin saya tidak akan merasa ngantuk, dan saya akan berbuat nista dan berzina dengan pelacur tersebut, dan mungkin saya bisa terkena penyakit.

Quote
    mana ada di sutta kalau murid Buddha melakukan hal tsb...

mungkin saja ada, tapi bro tidak mengetahuinya.

atau mungkin saja memang tidak ada, tapi apa yang tidak dilakukan oleh murid sang Buddha tidak berarti tidak boleh kita lakukan.

Quote
5. kelihatannya bro sering ke tempat pelacuran ya....(ketahuan dehhh)

 ^:)^ ^:)^


tidak udah menebak-nebak, kan dah saya bilang kurang lebih 5 kali. sering atau jarang, tergantung dari bagaimana tolak ukurnya.


Offline PIKOCHAN RAPTOR

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 261
  • Reputasi: -2
  • Gender: Male
  • SSBS
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #113 on: 18 May 2011, 08:05:33 PM »
Permisi Bro Satria(maaf sebelumnnya), apakah Saudara sdh berhenti melakukan aktivitas tersebut?

 _/\_ SSBS
 [at]  Perjalanan seribu mil diawali dengan sebuah langkah.
 [at]  Sebuah batu permata tak bisa dipoles tanpa gesekan, seperti halnnya seorang manusia disempurnakaan dengan cobaan hidup.

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #114 on: 18 May 2011, 08:07:31 PM »
btw bro Satria, jadi pengen tanya..

awal anda bilang anda tidak ada nafsu lagi

pertama, saya sudah tidak berhasrat ngeseks
kedua, jikapun ada hasrat gak ada penyalurannya, bro!

karena ini ya :

pelacurnya minta dibayar duluan. niatnya sih mo pakai, tapi selalu terjadi hal-hal tertentu yang membuat saya tidak bisa pake. setelah berkali-kali gagal, saya tidak ada hasrat lagi ma yang begituan. habislah rasa penasaran saya.


bisa dishare apa yang menyebabkan gagal, dan mengapa penasaran anda bisa habis, padahal anda belum mencoba ?
dan mengapa anda tidak capai kepuasan dari pasangan resmi anda ?
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #115 on: 18 May 2011, 08:38:45 PM »
Permisi Bro Satria(maaf sebelumnnya), apakah Saudara sdh berhenti melakukan aktivitas tersebut?

 _/\_ SSBS

ya. saya sudah berhenti.

skarang saya tau, di zaman skarang, di kota manapun "membeli pelacur" itu mudah dan murah. bahkan suatu hari, ketika saya berjalan di sebuah pasar, seorang perempuan setengah baya menarik tangan saya, dia menawarkan dirinya seharga Rp. 2.500 saja. sungguh mengherankan dan kasihan. katanya karena tak punya beras. saya memberinya uang Rp. 10.000 rupiah. lalu meninggalkannya.

lain waktu, saya diajak teman saya untuk menghadiri undangan makan. eh tak tahunya saya dijaka ke tempat karaoke malam. di tempat itu, orang-orang memilih gadis-gadis untuk diajak bercinta pada akhir acara. saya diatawari ma temen, "ayo pilih! ntar saya yang bayarin" katanya. gadis-gadis itu dibayar sekiar 700 ribu rupiah hinga 1 jt rupiah.  tapi saya tidak tertarik untuk memilih. kendatipun itu gadis-gadis karaoke manis-manis dan bahenol. selama hiruk pikuk orang-orang berjoget-joget ria, sambil minum-minuman keras, tertawa-tawa, saya duduk di kursi diantara kerumunan orang. dan saya bermeditasi sendiri, gak mempedulikan suasana yang gaduh. Demikianlah saya tidak lagi tertarik lagi untuk melakukan suatu hubungan sex.

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #116 on: 18 May 2011, 08:48:18 PM »
btw bro Satria, jadi pengen tanya..

awal anda bilang anda tidak ada nafsu lagi

karena ini ya :

pelacurnya minta dibayar duluan. niatnya sih mo pakai, tapi selalu terjadi hal-hal tertentu yang membuat saya tidak bisa pake. setelah berkali-kali gagal, saya tidak ada hasrat lagi ma yang begituan. habislah rasa penasaran saya.


bisa dishare apa yang menyebabkan gagal, dan mengapa penasaran anda bisa habis, padahal anda belum mencoba ?
dan mengapa anda tidak capai kepuasan dari pasangan resmi anda ?


sebenarnya telah saya jelaskan. tapi tak mengapa saya jelaskan kembali.

satu-satunya penyebab saya selalu gagal untuk menggunakan pelacur tersebut adalah karena "rasa kecanduan saya terhadap meditasi".

saya terbiasa menenangkan diri dengan cara bermeditasi. saya tidak pernah membiarkan hal-hal tertentu mengusik kedamaian batin saya. ketika terasa ada sesuatu yang menggelisahkan di dalam hati, maka saya tidak bisa menahan diri, segera pergi untuk bermeditasi sampai saya menjadi tenanng kembali.

pada saat saya hendak melakukan perbuatan tercela, saya berpikir "aduh, kali ini aku akan melakukan perbuatan tercela, padahal aku tau, apa akibat yang sangat buruk dari perbuatan ini, aku tahu apa akibatnya di dunia ini dan bagaimana pula akibatnya setelah aku mati nanti." akibat adanya pemikiran ini, maka hati menjadi gelisah. dan seperti telah saya katakan, setiap kali hati gelisah, saya tidak pernah membiarkannya, selalu dengan segera pergi untuk bermeditasi dan tidak berhenti sampai hati menjadi tenang. saya berpikir, "seandainya saya hendak menikmati tubuh si pelacur, tentu harus dalam keadaan hati yang tenang. sebab, tanpa ketenangan tidak ada kenikmatan duniawi yang benar-benar bisa dinikmati."

tetapi, akhirnya meditasi membuat saya ngantuk berat. bila tidak, saya akan masuk ke dalam konsentrasi yang dalam. setelah keluar dari konsentrasi itu, gairah sex saya menjadi hilang. saya tidak lagi bisa melihat tubuh pelacur itu sebagai hal yang menggarahkan, melainkan hanya melihat "mayat hidup" atau "tulang terbungkus daging", dan bila saya memandang ke arah perut si pelacur, terbayang pula kira-kira apa isi yang ada di dalam perut itu, hal-hal yang menjijikan. dan bila saya memandang ke arah vaginanya, tidak bisa lagi terangsang, karena selalu saja terbayang hal-hal yang lain, seperti misalnya terbayang bahwa tak lama lagi perempuan tersebut akan menjadi tua dan keriput, dan vagina itu akan menjadi "dower". akhirnya, saya seolah hanya melihat vagina yang dower itu saja, menjijikan, serta tidak melihat lagi hal-hal yang menggairahkan.

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #117 on: 18 May 2011, 08:52:50 PM »
ic.. mungkin kalau bro tertarik.. bisa coba ikut pabbaja / samanera.. di sana, bro bisa puas meditasi seh..
kalau mau yang level lebih ringan, bisa ikut retreat meditasi dulu, coba aja lirik2 yasati.com

saran gw seh yang lain, daripada bro berencana pake wts, lalu gak jadi, coba dari awal urungkan niat itu, toh juga gak bakal terjadi peristiwa2 yang bro ceritakan di thread sebelah.. cobalah manfaatkan waktu bro untuk hal2 yang lebih berguna juga
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #118 on: 18 May 2011, 09:00:17 PM »
ic.. mungkin kalau bro tertarik.. bisa coba ikut pabbaja / samanera.. di sana, bro bisa puas meditasi seh..
kalau mau yang level lebih ringan, bisa ikut retreat meditasi dulu, coba aja lirik2 yasati.com

saran gw seh yang lain, daripada bro berencana pake wts, lalu gak jadi, coba dari awal urungkan niat itu, toh juga gak bakal terjadi peristiwa2 yang bro ceritakan di thread sebelah.. cobalah manfaatkan waktu bro untuk hal2 yang lebih berguna juga

terima kasih atas sarannya, bro Forte.

saya hanya berpikir bahwa seharusnya saya mengasah diri dalam kehidupan ini secara langsung.

bila saya berhimpun di tengah para meditator atau di bawah bimbingan para bikhhu di biara, tentu saya bisa lebih terhindar dari hal-hal tercela. karena di situ, lebih sedikit penggoda. Tapi dengan cara seperti itu saya tidak akan yakin diri bahwa saya telah memiliki keteguhan hati untuk mencapai pencerahan yang lebih tinggi. Bila wanita telanjang telah sedemikian rupa menggoda diri saya, tapi saya sanggup untuk tidak terpikat sedikitpun, maka saya bisa yakin bahwa diri ini telah berteguh hati untuk mencapai pencerahan. "alat uji" seperti itu tampaknya tidak bisa saya dapatkan di vihara, bro Forte.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #119 on: 18 May 2011, 09:09:51 PM »
sebenarnya telah saya jelaskan. tapi tak mengapa saya jelaskan kembali.

satu-satunya penyebab saya selalu gagal untuk menggunakan pelacur tersebut adalah karena "rasa kecanduan saya terhadap meditasi".

saya terbiasa menenangkan diri dengan cara bermeditasi. saya tidak pernah membiarkan hal-hal tertentu mengusik kedamaian batin saya. ketika terasa ada sesuatu yang menggelisahkan di dalam hati, maka saya tidak bisa menahan diri, segera pergi untuk bermeditasi sampai saya menjadi tenanng kembali.

pada saat saya hendak melakukan perbuatan tercela, saya berpikir "aduh, kali ini aku akan melakukan perbuatan tercela, padahal aku tau, apa akibat yang sangat buruk dari perbuatan ini, aku tahu apa akibatnya di dunia ini dan bagaimana pula akibatnya setelah aku mati nanti." akibat adanya pemikiran ini, maka hati menjadi gelisah. dan seperti telah saya katakan, setiap kali hati gelisah, saya tidak pernah membiarkannya, selalu dengan segera pergi untuk bermeditasi dan tidak berhenti sampai hati menjadi tenang. saya berpikir, "seandainya saya hendak menikmati tubuh si pelacur, tentu harus dalam keadaan hati yang tenang. sebab, tanpa ketenangan tidak ada kenikmatan duniawi yang benar-benar bisa dinikmati."

tetapi, akhirnya meditasi membuat saya ngantuk berat. bila tidak, saya akan masuk ke dalam konsentrasi yang dalam. setelah keluar dari konsentrasi itu, gairah sex saya menjadi hilang. saya tidak lagi bisa melihat tubuh pelacur itu sebagai hal yang menggarahkan, melainkan hanya melihat "mayat hidup" atau "tulang terbungkus daging", dan bila saya memandang ke arah perut si pelacur, terbayang pula kira-kira apa isi yang ada di dalam perut itu, hal-hal yang menjijikan. dan bila saya memandang ke arah vaginanya, tidak bisa lagi terangsang, karena selalu saja terbayang hal-hal yang lain, seperti misalnya terbayang bahwa tak lama lagi perempuan tersebut akan menjadi tua dan keriput, dan vagina itu akan menjadi "dower". akhirnya, saya seolah hanya melihat vagina yang dower itu saja, menjijikan, serta tidak melihat lagi hal-hal yang menggairahkan.

Bro, boleh tau obyek apa yg anda gunakan pada saat meditasi itu?

 

anything