//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur  (Read 31680 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
sengaja saya angkat topik ini karena saya ingin jika ada yang tidak puas terhadap pelacur atau ex pelacur silahkan berbicara.

dan saya pun ingin mengetahui cara pandang umat buddhis yang lebih mengenal welas asih , menghargai , dan bijaksana ,terhadap pelacur dan ex pelacur  _/\_
« Last Edit: 14 May 2011, 06:04:14 PM by Sumedho »
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #1 on: 13 May 2011, 02:25:45 PM »
sengaja saya angkat topik ini karena saya ingin jika ada yang tidak puas terhadap pelacur atau ex pelacur silahkan berbicara.

dan saya pun ingin mengetahui cara pandang umat buddhis yang lebih mengenal welas asih , menghargai , dan bijaksana ,terhadap pelacur dan ex pelacur  _/\_

Mungkin dimulai dari pengalaman anda , kapan anda puas dan kapan anda tidak puas  dengan pelacur?

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #2 on: 13 May 2011, 02:30:20 PM »
Pandangan terhadap pelacur? Sama2 manusia, cuma beda profesi. Selama kerjaannya tidak meresahkan, tidak memaksa dan merugikan orang lain, buat saya semua sama saja.

Tambahan: judulnya ada salah (pelacut), mungkin masih bisa diganti?
« Last Edit: 13 May 2011, 02:34:20 PM by Kainyn_Kutho »

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #3 on: 13 May 2011, 02:30:35 PM »
apakah thread ini membahas pandangan kita terhadap pelacur ataukah dari lembaga lokalisasi yg sedang melakukan survey kepuasan pelanggan?

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #4 on: 13 May 2011, 02:31:04 PM »
Mungkin dimulai dari pengalaman anda , kapan anda puas dan kapan anda tidak puas  dengan pelacur?

coba anda baca di tread sebelah , untuk apa mengulang apa yang sudah saya ceritakan . disini saya bertanya kepada anda, apa pandangan anda sebagai umat buddhis terhadap pelacur dan mantan pelacur , seberapa rendahkah pelacur dan mantan pelacur .
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #5 on: 13 May 2011, 02:34:37 PM »
apakah thread ini membahas pandangan kita terhadap pelacur ataukah dari lembaga lokalisasi yg sedang melakukan survey kepuasan pelanggan?

ini sengaja saya angkat bro untuk yang tidak puas terhadap pembahasan di tread sebelah , pandangan kita terhadap pelacur bukan tentang lembaga.
di tread sebelah , sempat saya lihat ada yang tidak puas dan merasa jawaban yang memihak pelacur itu tidak hina seakan mencari pembenaran . dan saya ingin tau apa yang ingin mereka katakan soal ini .
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #6 on: 13 May 2011, 02:46:27 PM »
ini sengaja saya angkat bro untuk yang tidak puas terhadap pembahasan di tread sebelah , pandangan kita terhadap pelacur bukan tentang lembaga.
di tread sebelah , sempat saya lihat ada yang tidak puas dan merasa jawaban yang memihak pelacur itu tidak hina seakan mencari pembenaran . dan saya ingin tau apa yang ingin mereka katakan soal ini .

awalnya memang itu yg saya pahami, sampai munculnya postingan ini yg bikin saya jadi ragu dgn tujuan thread ini

Mungkin dimulai dari pengalaman anda , kapan anda puas dan kapan anda tidak puas  dengan pelacur?

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #7 on: 13 May 2011, 02:59:29 PM »
awalnya memang itu yg saya pahami, sampai munculnya postingan ini yg bikin saya jadi ragu dgn tujuan thread ini

bisa jadi seperti itu bro, karena yang saya tangkap ada beberapa member (mungkin) yang agak kurang berkenan jika di dc ada pelacur atau ex pelacur , sedang diskusi di tread sebelah saja menjadi berkepanjangan yang akhirnya mampir ke tread yang bukan seharusnya. dalam hati saya bertanya, apakah seorang pelacur/ ex pelacur tidak boleh mempelajari dhamma karena mereka begitu hina bagi kalangan executive dan yang sangat suci? karena di setiap postingan jawaban yang tersirat di iringi oleh kebencian . itu yang saya tangkap . mohon maaf jika salah  _/\_
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline kakao

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.197
  • Reputasi: 15
  • Gender: Male
  • life is never sure, but die is certain
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #8 on: 13 May 2011, 03:13:31 PM »
semua orang nggak ingin nasibnya menjadi pelacur, mereka juga manusia bukan alien, kakao yakin kalau mereka mau cari jalan lain tdk dengan melacur pasti akan nemu jalan dan sesuatu untuk makan, dan kalau yg sdh terjerumus kemudian sadar diri dan tdk mau lagi kembali,..kakao harap mereka bisa menjaga kehormatannya sebagai manusia,dan tak kembali lagi. sejak dulu sampai sekarang masalah ini terus akan muncul sejak jaman buddhapun  pelacuran sdh ada dg kisah Sirima seorang bhikkhu yang tergila2 dengan kecantikan sirima dan akhirnya menjadi tercerahkan setelah melihat kematian sirima yang makin lama mayatnya semakin membusuk...bhikkhu itu menyadari proses kelapukan dan ketidak kekalan.ekonomi bukan alasan utk menjadikan seseorang melacur, karena ketika semuanya gelap, yakinlah akan ada setitik cahaya yang akan muncul..
kalau dalam buddhis, pelacuran kurang tepat dengan sila ke 3, yaitu asusila, walaupun tidak ada larangan dalam agama buddha, setidaknya menghindari sedapat mungkin.dalam buddhis simple yaitu penekanan diri sendiri, melacur perbuatan yang kurang baik kalau dilakukan baik dg alasan apapun bukanlah sesuatu yang baik, siapa menabur benih kelak akan menerima hasilnya.itu aj. ;D _/\_
"jika kau senang hati pegang jari, jika kau senang hati pegang jari dan masukan kehidungmu !!"
[img]http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/c/c3/Sailor_moon_ani.gif[img]

Offline Mr.Jhonz

  • Sebelumnya: Chikennn
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.164
  • Reputasi: 148
  • Gender: Male
  • simple life
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #9 on: 13 May 2011, 07:04:34 PM »
Tanya; jika pelacur nya buddhis,apakah profesinya melanggar sila ke 3?
buddha; "berjuanglah dengan tekun dan perhatian murni"

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #10 on: 13 May 2011, 08:36:09 PM »
Tanya; jika pelacur nya buddhis,apakah profesinya melanggar sila ke 3?

pelacur laki/wanita baik buddhis/non buddhis tetap melanggar sila, jika memang memenuhi syarat2 pelanggaran sila, itulah kebenaran  _/\_
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline Mr.Jhonz

  • Sebelumnya: Chikennn
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.164
  • Reputasi: 148
  • Gender: Male
  • simple life
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #11 on: 13 May 2011, 09:18:25 PM »
Apa saja syarat2 pelangaran sila?

Thank
buddha; "berjuanglah dengan tekun dan perhatian murni"

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #12 on: 14 May 2011, 08:50:41 AM »
Daripada membicarakan sila yang dilanggar dan tanpa membicarakan sila atau etika yang dilanggar, semua orang tahu profesi tersebut tidak benar.

Harusnya kita melihat sebagai orang yang perlu dibantu dengan menunjukkan jalan yang benar misalnya.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #13 on: 14 May 2011, 09:09:42 AM »
Daripada membicarakan sila yang dilanggar dan tanpa membicarakan sila atau etika yang dilanggar, semua orang tahu profesi tersebut tidak benar.

Harusnya kita melihat sebagai orang yang perlu dibantu dengan menunjukkan jalan yang benar misalnya.

profesi tidak benar hanya dari sudut pandang pihak tertentu dan bahkan sudut pandang mayoritas pun bukan berarti benar. bagaimana pandangan anda terhadap pelacur2 masa lampau yg jadi orang suci, spt Sirima dan Ambapali misalnya?

sebenarnya hal ini sudah banyak dibahas di forum ini, baca diskusi antara Bro Kainyn dengan Sis Sriyeklina dan Bro Williamhalim di thread lain

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #14 on: 14 May 2011, 09:15:44 AM »
Daripada membicarakan sila yang dilanggar dan tanpa membicarakan sila atau etika yang dilanggar, semua orang tahu profesi tersebut tidak benar.

Harusnya kita melihat sebagai orang yang perlu dibantu dengan menunjukkan jalan yang benar misalnya.

bagaimana dengan profesi sebagai dokter yang suka melayani pengguguran kandungan, pejabat koruptor, perampok, maling , etc...etc
apakah lebih terhormat dan lebih benar?
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #15 on: 14 May 2011, 09:26:05 AM »
Untuk bahas dari sisi sila dan sebagainya, mungkin bisa di thread sebelah. Kalau di sini, mungkin bisa diberikan pendapat pribadi masing-masing terhadap pelacur secara profesi atau personal.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #16 on: 14 May 2011, 09:41:59 AM »
bagaimana kalau biku bergitar? =))
« Last Edit: 14 May 2011, 09:44:11 AM by ryu »
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #17 on: 14 May 2011, 12:24:29 PM »
profesi tidak benar hanya dari sudut pandang pihak tertentu dan bahkan sudut pandang mayoritas pun bukan berarti benar. bagaimana pandangan anda terhadap pelacur2 masa lampau yg jadi orang suci, spt Sirima dan Ambapali misalnya?

sebenarnya hal ini sudah banyak dibahas di forum ini, baca diskusi antara Bro Kainyn dengan Sis Sriyeklina dan Bro Williamhalim di thread lain

contoh real seperti yang dikatakan bro Wang

semua orang pasti memahami, tidak ada jawaban yang terbaik , bagi saya mungkin bagi member lain semua jawaban adalah baik , namun alangkah lebih baiknya , jika kita memang tidak tau jawaban itu kita lebih memilih diam .
dalam arti tidak asal memberikan jawaban yang  OOT dan dapat di salah artikan oleh orang lain.
mari kita belajar bersama walau kita tidak bisa memberikan masukan atau apapun , tapi setidaknya akan lebih mudah bagi kita untuk memahami.  _/\_


Benar dan tidak benar bukan berarti hina atau mulia. Bukan pandangan mayoritas atau minoritas. Lihat segala sesuatu apa adanya, benar dan tidak benar , hina dan mulia itu hanya pandangan dualitas manusia.

Benar dan tidak benar disini dalam pengertian Gimana mau mencapai pencerahan, kalau  tidak bertobat

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #18 on: 14 May 2011, 12:41:16 PM »
contoh real seperti yang dikatakan bro Wang


Benar dan tidak benar bukan berarti hina atau mulia. Bukan pandangan mayoritas atau minoritas. Lihat segala sesuatu apa adanya, benar dan tidak benar , hina dan mulia itu hanya pandangan dualitas manusia.

Benar dan tidak benar disini dalam pengertian Gimana mau mencapai pencerahan, kalau  tidak bertobat

wow.. ambil dari tread sebelah ya bro, dalam hal ini pun berkaitan. kenapa saya sampai mengangkat kembali topik ini , dikarenakan ada yang tidak suka jika pekerjaan sebagai pelacur itu tidak hina, apakah pelacur patut di salahkan? walau di tread sebelah di buktikan tidak melanggar sila, tapi tetap ada yang tidak puas.
jika kata anda seperti diatas mengapa pelacur di sebut hina dan tercela? dan bagi yang setuju bahwa menjadi pelacur tidak melanggar sila dianggap sebagai pembenaran?

jika semua orang mau memahami, tidak ada jawaban yang tidak baik , bagi saya mungkin bagi member lain semua jawaban adalah baik , namun alangkah lebih baiknya , jika kita memang tidak tau jawaban itu, kita lebih baik berpikir bijak jangan hanya berpatokan karena unsur kebencian.
dan menurut saya apa yang diutarakan member yang di sini tidak ada yang OOT
« Last Edit: 14 May 2011, 12:44:46 PM by wang ai lie »
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #19 on: 14 May 2011, 12:50:19 PM »
wow.. ambil dari tread sebelah ya bro, dalam hal ini pun berkaitan. kenapa saya sampai mengangkat kembali topik ini , dikarenakan ada yang tidak suka jika pekerjaan sebagai pelacur itu tidak hina, apakah pelacur patut di salahkan? walau di tread sebelah di buktikan tidak melanggar sila, tapi tetap ada yang tidak puas.
jika kata anda seperti diatas mengapa pelacur di sebut hina dan tercela? dan bagi yang setuju bahwa menjadi pelacur tidak melanggar sila dianggap sebagai pembenaran?

jika semua orang mau memahami, tidak ada jawaban yang tidak baik , bagi saya mungkin bagi member lain semua jawaban adalah baik , namun alangkah lebih baiknya , jika kita memang tidak tau jawaban itu, kita lebih baik berpikir bijak jangan hanya berpatokan karena unsur kebencian.
dan menurut saya apa yang diutarakan member yang di sini tidak ada yang OOT

Menurut saya semuanya kembali ke pelacur tsbt, apakah mau cari uang gampang?ada niat untuk bertobat gak?
Tidak sedikit yang ingin hidup mewah dan cari uang gampang.
Walaupun begitu jika seperti itu, ingin cari uang gampang, saya tidak melihatnya sebagai hina atau tidak hina, Saya hanya bisa mengambil kesimpulan karena pandangan keliru orang tentang duniawi dan mengikuti kesenangan duniawi ini maka menjadi seperti itu. Mereka perlu diberi bimbingan dan pengarahan.

Itu yang saya maksud tidak benar, pelacur tersebut berpandangan tidak benar. Bahkan bukan pelacur, semua orang punya pandangan keliru tentang hidup ini, makanya kita tidak bisa melepaskan dari lingkaran hidup dan mati ini.

Jika seorang pelacur dikatakan hina karena berpandangan tidak benar, maka semua manusia juga menjadi pelacur

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #20 on: 14 May 2011, 12:57:33 PM »
Menurut saya semuanya kembali ke pelacur tsbt, apakah mau cari uang gampang?ada niat untuk bertobat gak?
Tidak sedikit yang ingin hidup mewah dan cari uang gampang.
Walaupun begitu jika seperti itu, ingin cari uang gampang, saya tidak melihatnya sebagai hina atau tidak hina, Saya hanya bisa mengambil kesimpulan karena pandangan keliru orang tentang duniawi dan mengikuti kesenangan duniawi ini maka menjadi seperti itu. Mereka perlu diberi bimbingan dan pengarahan.

Itu yang saya maksud tidak benar, pelacur tersebut berpandangan tidak benar. Bahkan bukan pelacur, semua orang punya pandangan keliru tentang hidup ini, makanya kita tidak bisa melepaskan dari lingkaran hidup dan mati ini.

Jika seorang pelacur dikatakan hina karena berpandangan tidak benar, maka semua manusia juga menjadi pelacur
ibarat koin .. jangan lihat satu sisi, coba lihat sisi yang lain. begitu juga terhadap pelacur,jangan hanya karena sebagian perek bispak yang dianggap pelacur hanya karena rakus materi , maka yang memang benar2 terpaksa bahkan ada yang dipaksa ikut kena imbas mendapatkan predikat tercela atau hina.
bagi saya semua orang pasti ingin mendapatkan uang dengan mudah tapi semua tergantung karma dia. bagi yang tidak pernah pada posisi pelacur itu mungkin dengan mudah mengatakan hal yang negatif, coba kita berpikir jika kita ada pada posisi pelacur itu bagaimana.
apakah anda pernah mendengar seorang pelacur menangis , memohon kita untuk membantu dia agar dapat keluar dari lokalisasi / membantu dia agar dia dapat lepas dari cengkraman para germo?
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #21 on: 14 May 2011, 01:04:26 PM »
ibarat koin .. jangan lihat satu sisi, coba lihat sisi yang lain. begitu juga terhadap pelacur,jangan hanya karena sebagian perek bispak yang dianggap pelacur hanya karena rakus materi , maka yang memang benar2 terpaksa bahkan ada yang dipaksa ikut kena imbas mendapatkan predikat tercela atau hina.
bagi saya semua orang pasti ingin mendapatkan uang dengan mudah tapi semua tergantung karma dia. bagi yang tidak pernah pada posisi pelacur itu mungkin dengan mudah mengatakan hal yang negatif, coba kita berpikir jika kita ada pada posisi pelacur itu bagaimana.
apakah anda pernah mendengar seorang pelacur menangis , memohon kita untuk membantu dia agar dapat keluar dari lokalisasi / membantu dia agar dia dapat lepas dari cengkraman para germo?


Mereka perlu dibantu, walaupun mereka katakanlah suka dengan profesi ini. Itu hanya karena pandangan keliru manusia tentang kehidiupan ini. Harus ada yang membantu merubah cara pandang mereka seperti cara Buddha merubah cara pandang umat manusia untuk menghapus duka dan penderitaan. Tetapi semua kembali ke individunya lagi, jika dia tidak mau sadar dan tetap melakukan profesi tersebut maka dia sendiri memilih jalan penderitaan tersebut.

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #22 on: 14 May 2011, 01:15:44 PM »

Mereka perlu dibantu, walaupun mereka katakanlah suka dengan profesi ini. Itu hanya karena pandangan keliru manusia tentang kehidiupan ini. Harus ada yang membantu merubah cara pandang mereka seperti cara Buddha merubah cara pandang umat manusia untuk menghapus duka dan penderitaan. Tetapi semua kembali ke individunya lagi, jika dia tidak mau sadar dan tetap melakukan profesi tersebut maka dia sendiri memilih jalan penderitaan tersebut.

maaf bro djoe, memang ada yang suka terhadap profesi itu tetapi yang saya berikan adalah para pelacur yang tidak pernah menginginkan profesi seperti itu, yang selalu dipaksa dan terpaksa karena tidak ada peluang untuk mereka.
IMO bukan hanya si pelacur yang perlu di rubah cara pandangnya, kita pun perlu di rubah cara pandangnya terhadap mereka seperti cara pandang buddha terhadap mereka, apakah kita mau memberikan pekerjaan yang layak kepada mereka? apakah ada yang berpikir untuk seperti itu?
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #23 on: 14 May 2011, 01:28:38 PM »
Judul ini masih bisa di edit ga?  Pelacut diperbaiki menjadi Pelacur...

::
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline OBAMA

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 110
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Glory for Truth
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #24 on: 14 May 2011, 01:38:18 PM »
walau seorang pelacur pekerjaannya hina tetapi patut dikasihani
My Greatest Teacher is Buddha

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #25 on: 14 May 2011, 03:10:47 PM »
bro djoe, pernah punya keinginan untuk membentuk group lawak? anda tambah lucu deh

contoh real seperti yang dikatakan bro Wang


Benar dan tidak benar bukan berarti hina atau mulia. Bukan pandangan mayoritas atau minoritas. Lihat segala sesuatu apa adanya, benar dan tidak benar , hina dan mulia itu hanya pandangan dualitas manusia.

Benar dan tidak benar disini dalam pengertian Gimana mau mencapai pencerahan, kalau  tidak bertobat


pada postingan anda di bawah ini,

Daripada membicarakan sila yang dilanggar dan tanpa membicarakan sila atau etika yang dilanggar, semua orang tahu profesi tersebut tidak benar.

Harusnya kita melihat sebagai orang yang perlu dibantu dengan menunjukkan jalan yang benar misalnya.

bukankah anda sendiri yg mengatakan "profesi itu tidak benar"? jadi anda juga penganut dualitas?

« Last Edit: 14 May 2011, 03:12:26 PM by Indra »

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #26 on: 14 May 2011, 03:29:25 PM »
Judul ini masih bisa di edit ga?  Pelacut diperbaiki menjadi Pelacur...

::
waduh editnya gimana ya.  :-?
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #27 on: 16 May 2011, 10:44:53 AM »
bro djoe, pernah punya keinginan untuk membentuk group lawak? anda tambah lucu deh

pada postingan anda di bawah ini,

bukankah anda sendiri yg mengatakan "profesi itu tidak benar"? jadi anda juga penganut dualitas?

Capek dehhh

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #28 on: 16 May 2011, 10:49:19 AM »
Kalau ada anak perempuan-ku mau jadi PSK atau anak laki-laki-ku mau jadi gigolo, pasti saya tentang dan tidak saya izin-kan...
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #29 on: 16 May 2011, 10:53:25 AM »
Capek dehhh

jawaban anda tambah lucu dan menarik. jadi bagaimana tanggapan anda tentang komentar anda sendiri, yaitu

------------------------------------
1. Daripada membicarakan sila yang dilanggar dan tanpa membicarakan sila atau etika yang dilanggar, semua orang tahu profesi tersebut tidak benar.

dan,

2. Benar dan tidak benar bukan berarti hina atau mulia. Bukan pandangan mayoritas atau minoritas. Lihat segala sesuatu apa adanya, benar dan tidak benar , hina dan mulia itu hanya pandangan dualitas manusia.

----------------------------------

saya melihat ada kontradiksi antara statement 1 dan 2, mohon penjelasan anda




Offline kuswanto

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 399
  • Reputasi: 16
  • kematian bisa saja menghampiriku hari ini..
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #30 on: 16 May 2011, 11:56:22 AM »
Capek dehhh

mksdnya capek sudah gak bisa berkelit lg mungkin bro indra..


Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacut
« Reply #31 on: 16 May 2011, 12:07:17 PM »
mksdnya capek sudah gak bisa berkelit lg mungkin bro indra..

muncul kakus. ups sorry kuskus

Offline waliagung

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 417
  • Reputasi: 3
  • Gender: Male
  • SEMOGA SEMUA MAHLUK HIDUP BERBAHAGIA
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #32 on: 16 May 2011, 08:14:11 PM »
lebih rendah harga diri anda di bandingkan mereka.............
lebih rendah hak anda sebagai manusia..........
lebih rendah kewajiban anda di bandingkan mereka.........
lebih rendah dan hinanya anda di bandingkan mereka....

mereka hanya mencari nafkah untuk hidup dirinya dan keluarganya,tidak ada pemaksaan dalam berkerja sama-sama mau.........
jadi masalahnya apa sampai anda post tentang mereka..............

lebih hina mereka yg berjubah kuning tapi selalu memelihara keinginnan pribadi
lebih hina mereka yg bicara dhammma tapi selalu melanggar sila
lebih hina mereka yg berdasi tapi selalu di layani...........
lebih hina mereka yg mengatakan mereka ternyata anda sendiri yg terbelenggu oleh avija

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #33 on: 16 May 2011, 08:47:41 PM »
lebih rendah harga diri anda di bandingkan mereka.............
lebih rendah hak anda sebagai manusia..........
lebih rendah kewajiban anda di bandingkan mereka.........
lebih rendah dan hinanya anda di bandingkan mereka....

mereka hanya mencari nafkah untuk hidup dirinya dan keluarganya,tidak ada pemaksaan dalam berkerja sama-sama mau.........
jadi masalahnya apa sampai anda post tentang mereka..............

lebih hina mereka yg berjubah kuning tapi selalu memelihara keinginnan pribadi
lebih hina mereka yg bicara dhammma tapi selalu melanggar sila
lebih hina mereka yg berdasi tapi selalu di layani...........
lebih hina mereka yg mengatakan mereka ternyata anda sendiri yg terbelenggu oleh avija

apakah ada yg salah dengan postingan saya? apakah anda tau maksud dari yang saya posting?apakah anda mengerti yang ingin di sampaikan di diskusi ini?

tolong anda baca dari awal baru kasih komentar. dan apa itu avija? apa anda dewa atau buddha sehingga bisa melihat saya terbelenggu avija?

benar belum tentu mengatakan benar..
salah belum tentu mengatakan salah..

benar bagi anda belum tentu benar bagi saya...
salah bagi anda belum tentu salah bagi saya ..
 _/\_
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline dipasena

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Sudah Meninggal
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #34 on: 16 May 2011, 08:54:09 PM »
^
tidak ada yg lebih rendah ato lebih hina... rendah ato hina, jika sepanjang hidup nya ia melakukan hal yg salah/tidak terpuji... ;D

easy going aja...

back to topic
pandangan aa tentang pelacur, ya nyang pasti, nyang nama nya pelacur pasti cewe/perempuan... n tubuhnya bs dinikmati oleh pria apa pun asalkan berani memberikan sesuatu kepada cewe/perempuan itu... bs uang/rumah/perhiasan/hp/bb/baju n lainnya... :D

nyang terpikirkan oleh aa, kenapa ada pelacur didunia ? aa mkir usilnya sih, karena hukum ekonomi tu, mk muncul pelacur... "karena ada permintaan, maka ada penjualan", bayangi aja klo tiep pria ga haus sex, masa pelacur laku ? lama kelamaan, pasti pelacur pensiun semua, dunia bebas dr pelacur... tp apa mungkin kondisi "perfect" demikian ? tanya deh ke rumput nyang bergoyang... ;D

faktor ekonomi sperti kaga ada duit, tuk idup/tuk kuliah/tuk sekolah/karena miskin/karena orang tua sakit tu cm alasan pendukung, tp masa iya hanya karena hal itu seseorang lebih rela merusak hidup ?

harus di pikirkan pula, keputusan menjadi seorang pelacur adalah pilihan, nyata nya dilapangan seorang pelacur enjoy aja menjalankan profesinya walau awalnya mungkin menderita, jd jgn selalu mengkambing hitamkan alasan pendukung, tp ya karena pilihan pribadi dr si cewe/perempuan... toh masih banyak koq cewe/perempuan yg memilih untuk tidak menjadi pelacur... ;D


Offline waliagung

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 417
  • Reputasi: 3
  • Gender: Male
  • SEMOGA SEMUA MAHLUK HIDUP BERBAHAGIA
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #35 on: 16 May 2011, 08:58:10 PM »
nah itu tahu........ kenapa bertanya..........kenapa ...........di panasi..........
kenapa .....kenapa....kenapa..........

bila anda tahu benar belum tentu benar salah belum tentu salah

apa ada yg salah sm pelacur...........

Offline waliagung

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 417
  • Reputasi: 3
  • Gender: Male
  • SEMOGA SEMUA MAHLUK HIDUP BERBAHAGIA
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #36 on: 16 May 2011, 08:58:21 PM »
nah itu tahu........ kenapa bertanya..........kenapa ...........di panasi..........
kenapa .....kenapa....kenapa..........

bila anda tahu benar belum tentu benar salah belum tentu salah

apa ada yg salah sm pelacur...........

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #37 on: 16 May 2011, 08:58:36 PM »
^
tidak ada yg lebih rendah ato lebih hina... rendah ato hina, jika sepanjang hidup nya ia melakukan hal yg salah/tidak terpuji... ;D

easy going aja...

back to topic
pandangan aa tentang pelacur, ya nyang pasti, nyang nama nya pelacur pasti cewe/perempuan... n tubuhnya bs dinikmati oleh pria apa pun asalkan berani memberikan sesuatu kepada cewe/perempuan itu... bs uang/rumah/perhiasan/hp/bb/baju n lainnya... :D

nyang terpikirkan oleh aa, kenapa ada pelacur didunia ? aa mkir usilnya sih, karena hukum ekonomi tu, mk muncul pelacur... "karena ada permintaan, maka ada penjualan", bayangi aja klo tiep pria ga haus sex, masa pelacur laku ? lama kelamaan, pasti pelacur pensiun semua, dunia bebas dr pelacur... tp apa mungkin kondisi "perfect" demikian ? tanya deh ke rumput nyang bergoyang... ;D

faktor ekonomi sperti kaga ada duit, tuk idup/tuk kuliah/tuk sekolah/karena miskin/karena orang tua sakit tu cm alasan pendukung, tp masa iya hanya karena hal itu seseorang lebih rela merusak hidup ?

harus di pikirkan pula, keputusan menjadi seorang pelacur adalah pilihan, nyata nya dilapangan seorang pelacur enjoy aja menjalankan profesinya walau awalnya mungkin menderita, jd jgn selalu mengkambing hitamkan alasan pendukung, tp ya karena pilihan pribadi dr si cewe/perempuan... toh masih banyak koq cewe/perempuan yg memilih untuk tidak menjadi pelacur... ;D
setubuhhh dah aa..  ;D
terutama untuk yang saya bold, kebanyakan orang selalu mengatakan hina , rendah , tercela melihat kondisi pekerjaan seseorang yang secara tidak langsung sudah dihukum oleh masyarakat.

Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #38 on: 16 May 2011, 09:01:23 PM »
nah itu tahu........ kenapa bertanya..........kenapa ...........di panasi..........
kenapa .....kenapa....kenapa..........

bila anda tahu benar belum tentu benar salah belum tentu salah

apa ada yg salah sm pelacur...........

apakah saya mengatakan salah tentang pelacur?? apakah saya memanasi persoalan pelacur?
apakah anda tau sebenarnya persoalan di tread ini?
jangan asal menunjuk seseorang salah , jika anda tidak tau persoalan sebenarnya  _/\_
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline waliagung

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 417
  • Reputasi: 3
  • Gender: Male
  • SEMOGA SEMUA MAHLUK HIDUP BERBAHAGIA
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #39 on: 16 May 2011, 09:08:22 PM »
sebenarnya persoalannya apa dong mohon pencerahannya....

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #40 on: 16 May 2011, 09:14:41 PM »
sengaja saya angkat topik ini karena saya ingin jika ada yang tidak puas terhadap pelacur atau ex pelacur silahkan berbicara.

dan saya pun ingin mengetahui cara pandang umat buddhis yang lebih mengenal welas asih , menghargai , dan bijaksana ,terhadap pelacur dan ex pelacur
  _/\_

dan coba anda baca di sini juga http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=1042.375

setidaknya anda bisa lebih bijak dalam menilai seseorang  _/\_
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline waliagung

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 417
  • Reputasi: 3
  • Gender: Male
  • SEMOGA SEMUA MAHLUK HIDUP BERBAHAGIA
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #41 on: 16 May 2011, 09:18:47 PM »
silakan anda baca sendiri tapi pelan-pelan ya.........................
kata demi kata........

pasti anda tahu maksud sy.....

sepertnya umat buddha tidak ada yg tidak puas terhadap pelacur

wong kita tidak pernah memikirkan pelacur....

gimana dong...... ;D ;D ;D ;D ;D
« Last Edit: 16 May 2011, 09:20:48 PM by waliagung »

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #42 on: 16 May 2011, 09:21:43 PM »
silakan anda baca sendiri tapi pelan-pelan ya.........................
kata demi kata........

pasti anda tahu maksud sy.....

 :) saya sudah baca berkali2 dan berulang2 sebelum saya memberikan comment ke anda, jika di sebelah saya sadari kesalahan saya . tapi pernyataan anda di sini sangat berbeda, coba anda lihat dan teliti kembali. jika saya memang salah pasti saya akan mengakui salah.  _/\_
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline waliagung

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 417
  • Reputasi: 3
  • Gender: Male
  • SEMOGA SEMUA MAHLUK HIDUP BERBAHAGIA
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #43 on: 16 May 2011, 09:29:02 PM »
 _/\_menurut sy anda benar....... kenapa harus mengaku salah.........

kalau sy salah kenapa sy harus mengaku benar............. _/\_

Offline kuo cung

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 2
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #44 on: 16 May 2011, 09:53:46 PM »
 Sebelum nya sy mengucapkan "Selamat Hari Waisak" & Semoga Semua Mahluk Berbahagia...
   
              Dalam pandangan umat buddhis terhadap pelacur kita harus lebih melihat alasan yang membuat seseorang menjadi pelacur.Karena tidak
ada orang yang bercita-cita jadi pelacur.Kita harus lebih bijak dalam menyikapi masalah pelacuran,karena kadang2 pelacur punya masalah ekonomi dalam keluarga yg sangat memprihatinkan.Kadang melacurkan diri hanya untuk kelangsungan hidup anak2 mereka.Kadang mereka lebih byk berkorban
utk keluarga daripada kita.Makanya kita sebagai umat buddhis harus lebih mengasihin mereka daripada menvonis mereka......

Offline waliagung

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 417
  • Reputasi: 3
  • Gender: Male
  • SEMOGA SEMUA MAHLUK HIDUP BERBAHAGIA
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #45 on: 16 May 2011, 10:04:08 PM »
kasih tak perlu diungkapkan  itu kasih sesungguhnya

cinta harus di katakan itu baru cinta sebenarnya

benci harus di hilangkan secepatnya dengan cinta

ketidaktahuan harus di renungkan dengan hati penuh kasih

itu baru kebenaran

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #46 on: 16 May 2011, 10:15:10 PM »
kasih tak perlu diungkapkan  itu kasih sesungguhnya

cinta harus di katakan itu baru cinta sebenarnya

benci harus di hilangkan secepatnya dengan cinta

ketidaktahuan harus di renungkan dengan hati penuh kasih

itu baru kebenaran

Tuan Kain, help ...

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #47 on: 16 May 2011, 10:19:14 PM »
sengaja saya angkat topik ini karena saya ingin jika ada yang tidak puas terhadap pelacur atau ex pelacur silahkan berbicara.

dan saya pun ingin mengetahui cara pandang umat buddhis yang lebih mengenal welas asih , menghargai , dan bijaksana ,terhadap pelacur dan ex pelacur  _/\_

pelacur itu menyebalkan.

sex tanpa didasari cinta, itu juga hampa, seperti makan tanpa garam.

sex sebagai ungkapan cinta kasih, itulah yang berarti, bukan sebagai ungkapan nafsu belaka.

sex bersama pelacur, berari "aku membeli, jadi puaskan aku"

sex bersama istri, "aku mencintaimu, maka biarlah lenyap gundah gulana mu dengan pelukan hangatku ini" dengan kata lain, demi mengurangi penderitaan kekasihnya, maka dihiburkan sang kekasih dengan sentuhan lembut yang menggairahkan. Demikianlah jalan kebahagiaan bagi umat awam.

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #48 on: 16 May 2011, 10:24:59 PM »
kasih tak perlu diungkapkan  itu kasih sesungguhnya

coba tanya pada istri bro apakah hal tsb perlu diunkapkan periode tertentu ?

cinta harus di katakan itu baru cinta sebenarnya
maksudnya ngombal gitu ? cuma cuap2

benci harus di hilangkan secepatnya dengan cinta

ketidaktahuan harus di renungkan dengan hati penuh kasih
apa itu yg kita pelajarin di ilmu pengetahuan ?


itu baru kebenaran
kebenaran versi waliagung  :))

gimana menurut member lainnya ?  :P
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #49 on: 16 May 2011, 10:28:25 PM »
apakah bro satria masih kerap berhubungan dengan istri dengan tujuan mengurangi penderitaan kekasihnya ?
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #50 on: 16 May 2011, 10:29:03 PM »
pelacur itu menyebalkan.
kalau udah kw4...kw5... mungkin menyebalkan....

sex tanpa didasari cinta, itu juga hampa, seperti makan tanpa garam.
sex tanpa cinta bagiakan pingin berak trus langsung ke toilet ngebom..., cuma banyarnya pasti gak boleh seribu

sex sebagai ungkapan cinta kasih, itulah yang berarti, bukan sebagai ungkapan nafsu belaka.
supply and demand

sex bersama pelacur, berari "aku membeli, jadi puaskan aku"
berarti kantong masih ada duit...

sex bersama istri, "aku mencintaimu, maka biarlah lenyap gundah gulana mu dengan pelukan hangatku ini" dengan kata lain, demi mengurangi penderitaan kekasihnya, maka dihiburkan sang kekasih dengan sentuhan lembut yang menggairahkan. Demikianlah jalan kebahagiaan bagi umat awam.

sex bersama isteri : no comment... hahahhaaaa
:))
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #51 on: 16 May 2011, 10:31:37 PM »
apakah bro satria masih kerap berhubungan dengan istri dengan tujuan mengurangi penderitaan kekasihnya ?

setoran mingguan, bulanan
atau tabungan harian
tinggal pilih...

asal jangan sampai gak setor... =))

maka akan diperiksa (oleh dokter)
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #52 on: 16 May 2011, 10:35:30 PM »
setoran mingguan, bulanan
atau tabungan harian
tinggal pilih...

asal jangan sampai gak setor... =))

maka akan diperiksa (oleh dokter)
yeah.. mungkin bro satria bisa share.. saat ini apakah masih "rutin", dan frekuensi yang baik menurut bro satria berapa kali / bulan ?
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #53 on: 16 May 2011, 11:03:04 PM »
pelacur itu menyebalkan.

sex tanpa didasari cinta, itu juga hampa, seperti makan tanpa garam.

sex sebagai ungkapan cinta kasih, itulah yang berarti, bukan sebagai ungkapan nafsu belaka.

sex bersama pelacur, berari "aku membeli, jadi puaskan aku"

sex bersama istri, "aku mencintaimu, maka biarlah lenyap gundah gulana mu dengan pelukan hangatku ini" dengan kata lain, demi mengurangi penderitaan kekasihnya, maka dihiburkan sang kekasih dengan sentuhan lembut yang menggairahkan. Demikianlah jalan kebahagiaan bagi umat awam.

 :)) :)) :)) :)) :)) :)) :))
pernah masalah ama pelacur ini keliatannya..

yg di bold teorinya mantap bro, prakteknya gimana ya, bakal selingkuh enggak tuh  ;D

apakah bro satria masih kerap berhubungan dengan istri dengan tujuan mengurangi penderitaan kekasihnya ?

 :o selingkuh itu dong bro... wah.. :)) :)) :))
« Last Edit: 16 May 2011, 11:05:03 PM by wang ai lie »
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline waliagung

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 417
  • Reputasi: 3
  • Gender: Male
  • SEMOGA SEMUA MAHLUK HIDUP BERBAHAGIA
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #54 on: 16 May 2011, 11:15:08 PM »
lebih enak sekalin dengerin lagu titk puspa yg judulnya kupu-kupu malam smbil comen pasti ketemu inti masahnya

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #55 on: 16 May 2011, 11:20:31 PM »
apakah bro satria masih kerap berhubungan dengan istri dengan tujuan mengurangi penderitaan kekasihnya ?

sekarang saya sudah tidak lagi.

dulu sih iya.

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #56 on: 16 May 2011, 11:27:01 PM »
:)) :)) :)) :)) :)) :)) :))
pernah masalah ama pelacur ini keliatannya..



itu benar sekali bro

saya dah pernah curhat di forum ini

mulanya sih sekedar chating di MIRC, iseng ngobrol-ngobrol ma cewek SMU. eh, itu cewek ngajakin ML.

jantungku berdebar-debar, karena bergairah ditawarin ML ma gadis SMU, baru kelas 2.

hatiku jadi galau.

untuk menenangkan hati, saya bermeditasi bro. akhirnya saya jadi tenang.

saat sedang tenang, itu cewek nelpon, "Om, jadi enggak om?" katanya.

wadah, saya bingung bro ... supaya tidak bingung, saya meditasi lagi bro. sayapun tidak bingung lagi bro.

pas itu cewek nelpon lagi, saya gak bingung-bingung saya langsung lari sekencang-kencangnya ke rumah buat mandi ganti baju dan segera bertemu itu cewek bwat ML. dalam hati saya berpikir, "ah, aku memang kepengen ML. kata guru ku juga, kalo mo ML gpp, asal baca bismillah dulu". makanya sebelum berangkat nemuin itu gadis smu saya baca bismillah. bismillahirrahmaanirahim.

bersambung ......

eh... sori bro, ni thread paan kok saya maen curhat aja????

Offline waliagung

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 417
  • Reputasi: 3
  • Gender: Male
  • SEMOGA SEMUA MAHLUK HIDUP BERBAHAGIA
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #57 on: 16 May 2011, 11:32:03 PM »
itu benar sekali bro

saya dah pernah curhat di forum ini

mulanya sih sekedar chating di MIRC, iseng ngobrol-ngobrol ma cewek SMU. eh, itu cewek ngajakin ML.

jantungku berdebar-debar, karena bergairah ditawarin ML ma gadis SMU, baru kelas 2.

hatiku jadi galau.

untuk menenangkan hati, saya bermeditasi bro. akhirnya saya jadi tenang.

saat sedang tenang, itu cewek nelpon, "Om, jadi enggak om?" katanya.

wadah, saya bingung bro ... supaya tidak bingung, saya meditasi lagi bro. sayapun tidak bingung lagi bro.

pas itu cewek nelpon lagi, saya gak bingung-bingung saya langsung lari sekencang-kencangnya ke rumah buat mandi ganti baju dan segera bertemu itu cewek bwat ML. dalam hati saya berpikir, "ah, aku memang kepengen ML. kata guru ku juga, kalo mo ML gpp, asal baca bismillah dulu". makanya sebelum berangkat nemuin itu gadis smu saya baca bismillah. bismillahirrahmaanirahim.

bersambung ......

eh... sori bro, ni thread paan kok saya maen curhat aja????
:)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :))

lari terus jgn sampaii keluyar kg ada wadahnya acak-acakan deh ;D ;D ;D ;D

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #58 on: 16 May 2011, 11:59:56 PM »
manusia bijak tau malapetaka apa yg akan terjadi
manusia bijak tau tempat mana layak dikunjungin atau tidak...

koq thread ini berubah jadi cerita PANAS ya ?  lapor lapor lapor...RT

bagaima dgn yg ada pd film pretty woman ?
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #59 on: 17 May 2011, 12:04:50 AM »
manusia bijak tau malapetaka apa yg akan terjadi
manusia bijak tau tempat mana layak dikunjungin atau tidak...

koq thread ini berubah jadi cerita PANAS ya ?  lapor lapor lapor...RT

bagaima dgn yg ada pd film pretty woman ?

manusia bijak juga tidak akan membenci pelacur

dan manusia yang jahat, dimanapun ditemukan.

orang yang lebih hina, bisa saja ditemukan diantara tempat ibadah yang dikeramatkan umat.

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #60 on: 17 May 2011, 12:09:08 AM »
dan aku tidak akan berbuat so suci dengan hanya berkunjung ke tempat ibadah yang dianggap suci saja.

karena di sana, ditempat di mana para pelacur berada, dibutuhkan setitik cahaya bagi para hati yang berada dalam kegelapan.

seperti orang yang dahaga, butuh setitik embun, sekedar melepas dahaga.

lalu, mengapa kita membeda-bedakan manusia, padahal tak seorangpun yang menginginkan dirinya untuk menjadi hina dan jahat?

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #61 on: 17 May 2011, 12:09:39 AM »
manusia bijak juga tidak akan membenci pelacur

dan manusia yang jahat, dimanapun ditemukan.

orang yang lebih hina, bisa saja ditemukan diantara tempat ibadah yang dikeramatkan umat.

bukannya anda yang membenci pelacur? kenapa jadi berbalik ?
iya bener juga ya bro johan, kok cadi cerita sex di tread ini? aneh, ceritanya juga aneh  :-?

pelacur itu menyebalkan.

sex tanpa didasari cinta, itu juga hampa, seperti makan tanpa garam.

sex sebagai ungkapan cinta kasih, itulah yang berarti, bukan sebagai ungkapan nafsu belaka.

sex bersama pelacur, berari "aku membeli, jadi puaskan aku"

sex bersama istri, "aku mencintaimu, maka biarlah lenyap gundah gulana mu dengan pelukan hangatku ini" dengan kata lain, demi mengurangi penderitaan kekasihnya, maka dihiburkan sang kekasih dengan sentuhan lembut yang menggairahkan. Demikianlah jalan kebahagiaan bagi umat awam.
« Last Edit: 17 May 2011, 12:14:25 AM by wang ai lie »
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #62 on: 17 May 2011, 12:15:42 AM »
bukannya anda yang membenci pelacur? kenapa jadi berbalik ?
iya bener juga ya bro johan, kok cadi cerita sex di tread ini? aneh, ceritanya juga aneh  :-?

kapan saya mengatakan "saya membenci pelacur".

inilah contoh mudahnya umat menafsirkan perkataan orang lain secara salah. maka apalagi terhadap ajaran buddha yang luhur. seringkali sang Buddha berkata begini, tapi disebut berkata begitu.

saya katakan "pelacur itu tidak ada yang tidak menyebalkan" hal itu tidak berarti "saya membenci pelacur". bila saya katakan, "brengsek pelacur itu!" tidak berarti saya membenci pelacur itu. persoalan sederhana ini, sangat mungkin anda sulit memahaminya.
« Last Edit: 17 May 2011, 12:17:57 AM by Satria »

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #63 on: 17 May 2011, 12:18:32 AM »
pelacur itu menyebalkan.   <<<---- ???????????????????? ???

sex tanpa didasari cinta, itu juga hampa, seperti makan tanpa garam.

sex sebagai ungkapan cinta kasih, itulah yang berarti, bukan sebagai ungkapan nafsu belaka.

sex bersama pelacur, berari "aku membeli, jadi puaskan aku"

sex bersama istri, "aku mencintaimu, maka biarlah lenyap gundah gulana mu dengan pelukan hangatku ini" dengan kata lain, demi mengurangi penderitaan kekasihnya, maka dihiburkan sang kekasih dengan sentuhan lembut yang menggairahkan. Demikianlah jalan kebahagiaan bagi umat awam.
:|
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #64 on: 17 May 2011, 12:22:31 AM »
he..he...

saya tau, buat sdr. wang ai lie apa yang saya sampaikan adalah "pelajaran yang terlalu sulit". semestinya saya menurunkan "level materi diskusi".  saya harus mengingat apa yang dikatakan sang Buddha agar mengajarkan dhamma secara bertahap.

oke! mari kita turunkan "levelnya" sedikit.

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #65 on: 17 May 2011, 12:27:42 AM »
Ini soal pilihan ganda.

soal no. xxx

1. Pelacur itu menyebalkan
2. Satria membenci pelacur

Arti dari kedua kalimat itu adalah .....
a. sama
b. beda
c. tidak beda
d. tidak sama

Soal Isian!
kesimpulan dari kalimat ke satu dan kedua adalah .....
.....

silahkan dipikirkan matang-matang. santai saja! saya beri waktu untuk memikirkan jawabannya yang benar selama 90 tahun.

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #66 on: 17 May 2011, 12:31:27 AM »
 _/\_ saya orang bodoh maaf, dan saya rasa tidak perlu menjawab karena anda pintar silahkan jawab sendiri  _/\_
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline M14ka

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.821
  • Reputasi: 94
  • Gender: Female
  • Live your best life!! ^^
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #67 on: 17 May 2011, 12:32:14 AM »
 [at] satria
Apakah beda=tidak sama?

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #68 on: 17 May 2011, 12:34:51 AM »
[at] satria
Apakah beda=tidak sama?

tenang ya! harus agak santai dikit! apakah anda percaya bahwa dhamma harus diajarkan secara bertahap?

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #69 on: 17 May 2011, 12:35:15 AM »
[at] satria
Apakah beda=tidak sama?
^-^
dd, jgn gitu kasih pertanyaannya, kita kan yang paling gak bisa ilmu logika dan level kita masih rendah lho berbeda dengan bro satria yang sudah master logic ;D
kita lagi ketemu arahat ini  :))
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #70 on: 17 May 2011, 12:36:07 AM »
_/\_ saya orang bodoh maaf, dan saya rasa tidak perlu menjawab karena anda pintar silahkan jawab sendiri  _/\_

ternyata anda cukup pintar. buktinya jawaban anda sangat tepat :)

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #71 on: 17 May 2011, 12:37:06 AM »
^-^
dd, jgn gitu kasih pertanyaannya, kita kan yang paling gak bisa ilmu logika dan level kita masih rendah lho berbeda dengan bro satria yang sudah master logic ;D
kita lagi ketemu arahat ini  :))

nah, ini kata-kata yang bijaksana.

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #72 on: 17 May 2011, 06:56:11 AM »
manusia bijak juga tidak akan membenci pelacur

dan manusia yang jahat, dimanapun ditemukan.

orang yang lebih hina, bisa saja ditemukan diantara tempat ibadah yang dikeramatkan umat.

manusia bijak tempat mainnya bukan di lembah hitam, pasar hitam (bandung), zona hitam
manusia bijak tidak memliki kesempatan utk kesasar sampai tempat hitam2....

kenapa bro ke tempat begituan ? disana juga sarang penyakit lhoooo

udah sampai di HOT ZONE nya bro ber MEDITASI,
bukankah lebih baik bro ber MEDITASI lebih keras
supaya tdk sampai ke p.HITAM ?


=))

bro udah pernah nyoba berapa pelacur yg berbeda ? share dikit dungg!
apakah selama ini begitu sial, gak pernah dapat "barang bagus" ?  :P :P
« Last Edit: 17 May 2011, 07:05:35 AM by johan3000 »
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Mr.Jhonz

  • Sebelumnya: Chikennn
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.164
  • Reputasi: 148
  • Gender: Male
  • simple life
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #73 on: 17 May 2011, 11:46:41 AM »
kapan saya mengatakan "saya membenci pelacur".

inilah contoh mudahnya umat menafsirkan perkataan orang lain secara salah. maka apalagi terhadap ajaran buddha yang luhur. seringkali sang Buddha berkata begini, tapi disebut berkata begitu.

saya katakan "pelacur itu tidak ada yang tidak menyebalkan" hal itu tidak berarti "saya membenci pelacur". bila saya katakan, "brengsek pelacur itu!" tidak berarti saya membenci pelacur itu. persoalan sederhana ini, sangat mungkin anda sulit memahaminya.
Menurut sy kata "menyebalkan" tetap mengandung unsur kebencian=dosa(dalam sudut pandang buddhism),walaupun tingkat kebenciannya mungkin bisa berbeda..
Mengenai kata "brengsek" atau "menyebalkan" itu cuma masalah kosa-kata/bahasa efeknya relatif..
Contoh, bicara pada atasan; bapak itu menyebalkan..."
Bicara pada teman akrab; brengsek loe.."
Sy yakin efek yg timbulkan akan berbeda
buddha; "berjuanglah dengan tekun dan perhatian murni"

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #74 on: 17 May 2011, 12:04:46 PM »
Menurut sy kata "menyebalkan" tetap mengandung unsur kebencian=dosa(dalam sudut pandang buddhism),walaupun tingkat kebenciannya mungkin bisa berbeda..
Mengenai kata "brengsek" atau "menyebalkan" itu cuma masalah kosa-kata/bahasa efeknya relatif..
Contoh, bicara pada atasan; bapak itu menyebalkan..."
Bicara pada teman akrab; brengsek loe.."
Sy yakin efek yg timbulkan akan berbeda

kalau sebel ngapain dekat2 ?

dan kalau ada teman yg suka ngomong kata2 "jorok" spt brengsek akan gw jahuin....
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #75 on: 17 May 2011, 01:33:42 PM »
he..he...

saya tau, buat sdr. wang ai lie apa yang saya sampaikan adalah "pelajaran yang terlalu sulit". semestinya saya menurunkan "level materi diskusi".  saya harus mengingat apa yang dikatakan sang Buddha agar mengajarkan dhamma secara bertahap.

oke! mari kita turunkan "levelnya" sedikit.

level? kaya main game aja  :))
silahkan anda tinggikan levelnya tingkat diskusinya sampai ke level arahat anda saja,suatu kebanggaan bisa diskusi sama arahat  :))
tapi saya pikir2 justru saya yang seharusnya menurunkan level anda dari arahat menjadi umat awan ... wah malah itu mungkin masih tinggi... bagaimana levelnya saya turunkan menjadi level  :o)
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #76 on: 17 May 2011, 07:11:45 PM »
level? kaya main game aja  :))
silahkan anda tinggikan levelnya tingkat diskusinya sampai ke level arahat anda saja,suatu kebanggaan bisa diskusi sama arahat  :))
tapi saya pikir2 justru saya yang seharusnya menurunkan level anda dari arahat menjadi umat awan ... wah malah itu mungkin masih tinggi... bagaimana levelnya saya turunkan menjadi level  :o)

, jadi, silahkan turunkan levelnya. mari diskusikan persoalan yang mudah difahami!

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #77 on: 17 May 2011, 07:13:57 PM »
, jadi, silahkan turunkan levelnya. mari diskusikan persoalan yang mudah difahami!
silahkan .. tidak ada yang melarang untuk membuka topik diskusi
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #78 on: 17 May 2011, 07:20:42 PM »
silahkan .. tidak ada yang melarang untuk membuka topik diskusi

ini pertanyaan yang sangat mudah untuk anda jawab, apa anda hafal 19 rumus logika?

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.117
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #79 on: 17 May 2011, 07:22:08 PM »
kenapa ada pelacur? itu dulu dah kalau tidak ada yang nyari pelacur apa ada tuh pelacur? karena selama masih ada yang mencari pelacur untuk memuaskan nafsu indria nya maka pelacur itu tetap akan ada.

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #80 on: 17 May 2011, 07:24:56 PM »
kenapa ada pelacur? itu dulu dah kalau tidak ada yang nyari pelacur apa ada tuh pelacur? karena selama masih ada yang mencari pelacur untuk memuaskan nafsu indria nya maka pelacur itu tetap akan ada.

mana yang lebih dulu, yang nyari dulu atau pelacur dulu?

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.117
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #81 on: 17 May 2011, 07:26:35 PM »
itu namanya lingkaran setan?, mau gini kek, mau gitu kek kenyataan nya seperti itu sampai sekarang belum ada cara untuk memecahkan masalah ini secara permanen.

ini adalah profesi tertua di dunia yang sampai sekarang masih ada dan bertahan, sementara banyak profesi lain nya mungkin telah hilang dan musnah, bahkan profesi diri ku sebagai kasir terancam punah.
« Last Edit: 17 May 2011, 07:32:29 PM by daimond »

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #82 on: 17 May 2011, 07:28:25 PM »
ini pertanyaan yang sangat mudah untuk anda jawab, apa anda hafal 19 rumus logika?

selama ini yang menggunakan rumus adalah matematika dan fisika, logika tidak menggunakan rumus, tapi logika adalah cara berpikir yang merupakan cara seseorang menerima suatu masukan dari orang lain
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #83 on: 17 May 2011, 07:30:50 PM »
sekarang saya sudah tidak lagi.

dulu sih iya.
kenapa sekarang sudah tidak lagi ? ada alasannya ?
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #84 on: 17 May 2011, 07:32:13 PM »
selama ini yang menggunakan rumus adalah matematika dan fisika, logika tidak menggunakan rumus, tapi logika adalah cara berpikir yang merupakan cara seseorang menerima suatu masukan dari orang lain

oh, jadi anda menggunakan logika tanpa rumus?

mengapa anda tidak pergi ke toko buku dan membeli buku logika?

anda kelas berapa dik? yang saya tau, cuma di smp aja yang tidak ada pelajaran logika.

di SMU, pelajaran Logika diselipkan ke dalam pelajaran bahasa Indonesia.

di perguruan tinggi, pelajaran logika sudah merupakan disiplin ilmu tersendiri pada jurusan filsafat.

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #85 on: 17 May 2011, 07:33:34 PM »
kenapa sekarang sudah tidak lagi ? ada alasannya ?


pertama, saya sudah tidak berhasrat ngeseks
kedua, jikapun ada hasrat gak ada penyalurannya, bro!

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #86 on: 17 May 2011, 07:34:52 PM »
itu namanya lingkaran setan?, mau gini kek, mau gitu kek kenyataan nya seperti itu sampai sekarang belum ada cara untuk memecahkan masalah ini secara permanen.

ini adalah profesi tertua di dunia yang sampai sekarang masih ada dan bertahan, sementara banyak profesi lain nya mungkin telah hilang dan musnah, bahkan profesi diri ku sebagai kasir terancam punah.

tidak usah khawatir, kalo posisi kasir terancam, anda bisa menduduki posisi kusir. he.. he..  :)

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #87 on: 17 May 2011, 07:36:20 PM »
oh, jadi anda menggunakan logika tanpa rumus?

mengapa anda tidak pergi ke toko buku dan membeli buku logika?

anda kelas berapa dik? yang saya tau, cuma di smp aja yang tidak ada pelajaran logika.

di SMU, pelajaran Logika diselipkan ke dalam pelajaran bahasa Indonesia.

di perguruan tinggi, pelajaran logika sudah merupakan disiplin ilmu tersendiri pada jurusan filsafat.
logika adalah dasar dari pemikiran seseorang, tanpa orang belajar semua orang mempunyai logika, karena logika adalah pemikiran / pikiran seseorang. jadi untuk apa saya mendalami logika? karena saya sudah punya. haruskah orang belajar logika baru dia mempunyai logika? tentu tidak
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #88 on: 17 May 2011, 07:39:12 PM »
logika adalah dasar dari pemikiran seseorang, tanpa orang belajar semua orang mempunyai logika, karena logika adalah pemikiran / pikiran seseorang. jadi untuk apa saya mendalami logika? karena saya sudah punya. haruskah orang belajar logika baru dia mempunyai logika? tentu tidak

tanpa belajar logika, semua orang sudah punya logika.

tanpa belajar agama, semua orang sudah beragama.

tapi untuk apa kita belajar agama?

menemukan jawaban ini sama dengan menemukan jawaban dari pertanyaan  anda sendiri.

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #89 on: 17 May 2011, 07:42:26 PM »
tanpa belajar logika, semua orang sudah punya logika.

tanpa belajar agama, semua orang sudah beragama.

tapi untuk apa kita belajar agama?

menemukan jawaban ini sama dengan menemukan jawaban dari pertanyaan  anda sendiri.

 :) sepertinya saya sudah dilarang anda untuk memberikan komentar,  _/\_
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #90 on: 17 May 2011, 07:51:11 PM »
bisakah kita berdiskusi sesuai dengan topik tanpa dibawa ke arah pembahasan logika?

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #91 on: 17 May 2011, 08:39:55 PM »
baik bro, sudah selesai pembahasan logika dan tidak akan di perpanjang lagi ,   ^:)^ :backtotopic:
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #92 on: 17 May 2011, 09:38:43 PM »
bisakah kita berdiskusi sesuai dengan topik tanpa dibawa ke arah pembahasan logika?

LOGIKA apa yg menyebabkan orang bermeditasi di kamar pelacur ?

per menitnya (fee nya) cukup mahal lho, dan gangguannya juga sangat tinggi!

trus ceweknya pun nyeletuk.... "pak CEPETAN, jangan lama2,..
   time is money, pelanggan gw masih banyak!  action pak,.. tancap gas pak"
« Last Edit: 17 May 2011, 09:56:57 PM by johan3000 »
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #93 on: 17 May 2011, 09:41:21 PM »
kenapa sekarang sudah tidak lagi ? ada alasannya ?


obat GENERIK aja gak gratis, harus bayar................

Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #94 on: 17 May 2011, 09:43:44 PM »
 =))
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #95 on: 18 May 2011, 12:13:21 AM »
bisakah kita berdiskusi sesuai dengan topik tanpa dibawa ke arah pembahasan logika?

gak bisa bro. segala sesuatu berhubungan dengan logika.

thread ini membahas, bagaimana pandangan umat budhis terhadap pelacur. dan saya tanya, apakah pandangan umat budhis terhadap pelacur tersebut logic atau tidak logic. jadi nyambung kan bro Indra?

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #96 on: 18 May 2011, 12:14:50 AM »
LOGIKA apa yg menyebabkan orang bermeditasi di kamar pelacur ?

per menitnya (fee nya) cukup mahal lho, dan gangguannya juga sangat tinggi!

trus ceweknya pun nyeletuk.... "pak CEPETAN, jangan lama2,..
   time is money, pelanggan gw masih banyak!  action pak,.. tancap gas pak"

LOGIKA apa yang menyebabkan orang berpikir "meditasi tidak boleh dilakukan di kamar pelacur"?

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #97 on: 18 May 2011, 12:37:28 AM »
Mungkin orang banyak gak sepintar anda, jadi baiknya logika-logika, kesaktian serta para pelacur anda dijadikan 1 thread saja.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #98 on: 18 May 2011, 04:50:45 AM »
LOGIKA apa yang menyebabkan orang berpikir "meditasi tidak boleh dilakukan di kamar pelacur"?

maaf, kalau seumpamanya isterinya PELACUR,
   apakah member forum ini masih berpikir LOGIC "meditasi tidak boleh dilakukan di kamar pelacur" ?

ada meditasi di hutan, gunung, goa, dst....

mungkin bro mau mengadakan retreat utk "meditasi di kamar pelacur" dan gw mau lihat LOGIC yg begini ini
apakah dpt diterima masyarakat luas dan orang tua ?
..... sebaiknya bro konsultasi sp bp. HUT, mana tau dpt dukungan =))

LOGIKA perlu pembuktian, nah sebaiknya bro BUKTIKAN hal tsb... :)) :)) :))


1. apakah bro merasa bangga atau malu bermeditasi di kamar pelacur ? kenapa ?
2. apakah pelacur tsb meminta bro utk CEPAT ?
3. berapakah lamanya meditasi tsb selesai ?
4. berapa besar COST yg bro habiskan utk satu sesi meditasi tsb ?
« Last Edit: 18 May 2011, 05:16:13 AM by johan3000 »
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #99 on: 18 May 2011, 06:57:34 AM »
maaf, kalau seumpamanya isterinya PELACUR,
   apakah member forum ini masih berpikir LOGIC "meditasi tidak boleh dilakukan di kamar pelacur" ?

ada meditasi di hutan, gunung, goa, dst....

mungkin bro mau mengadakan retreat utk "meditasi di kamar pelacur" dan gw mau lihat LOGIC yg begini ini
apakah dpt diterima masyarakat luas dan orang tua ?
..... sebaiknya bro konsultasi sp bp. HUT, mana tau dpt dukungan =))

LOGIKA perlu pembuktian, nah sebaiknya bro BUKTIKAN hal tsb... :)) :)) :))


1. apakah bro merasa bangga atau malu bermeditasi di kamar pelacur ? kenapa ?
2. apakah pelacur tsb meminta bro utk CEPAT ?
3. berapakah lamanya meditasi tsb selesai ?
4. berapa besar COST yg bro habiskan utk satu sesi meditasi tsb ?
bisa loh om, tantra sex =))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #100 on: 18 May 2011, 10:40:58 AM »
Tuan Kain, help ...
"kasih tak perlu diungkapkan  itu kasih sesungguhnya
cinta harus di katakan itu baru cinta sebenarnya
benci harus di hilangkan secepatnya dengan cinta
ketidaktahuan harus di renungkan dengan hati penuh kasih
itu baru kebenaran"

Makna:
Kalau kasih tidak diungkapkan, berarti sungguh-sungguh.
Kalau kasih dikatakan, berarti sebenarnya.
Karena tidak mungkin mengatakan namun tidak mengungkap, atawa mengungkap tanpa mengatakan, maka tidak ada kasih yang sungguhan sekaligus sebenarnya atawa sebaliknya. Yang ada kasih sungguhan tapi bohong, atawa kasih sebenarnya tapi tidak sungguh-sungguh.

Benci harus dihilangkan dengan kasih yang tidak diungkapkan alias kasih tidak benar, tapi ketidaktahuan harus direnungkan dengan hati yang sebenarnya alias tidak sungguh-sungguh. Karena benar adalah betul dan betul adalah benar, maka semua itu namanya kebetulan, seperti saya tadi kebetulan ketemu wanita cantik. 

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #101 on: 18 May 2011, 11:07:25 AM »
"kasih tak perlu diungkapkan  itu kasih sesungguhnya
cinta harus di katakan itu baru cinta sebenarnya
benci harus di hilangkan secepatnya dengan cinta
ketidaktahuan harus di renungkan dengan hati penuh kasih
itu baru kebenaran"

Makna:
Kalau kasih tidak diungkapkan, berarti sungguh-sungguh.
Kalau kasih dikatakan, berarti sebenarnya.
Karena tidak mungkin mengatakan namun tidak mengungkap, atawa mengungkap tanpa mengatakan, maka tidak ada kasih yang sungguhan sekaligus sebenarnya atawa sebaliknya. Yang ada kasih sungguhan tapi bohong, atawa kasih sebenarnya tapi tidak sungguh-sungguh.

Benci harus dihilangkan dengan kasih yang tidak diungkapkan alias kasih tidak benar, tapi ketidaktahuan harus direnungkan dengan hati yang sebenarnya alias tidak sungguh-sungguh. Karena benar adalah betul dan betul adalah benar, maka semua itu namanya kebetulan, seperti saya tadi kebetulan ketemu wanita cantik. 


jadi Empat Kebenaran Mulia = Empat Kebetulan Mulia? :hammer:

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #102 on: 18 May 2011, 11:11:09 AM »
jadi Empat Kebenaran Mulia = Empat Kebetulan Mulia? :hammer:
Betul. Ada juga kebetulan relatif yaitu yang kadang-kadang hoki, kadang-kadang memang dikondisikan begitu; ada juga kebetulan mutlak, yaitu yang memang selalu terjadinya karena kebetulan.

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #103 on: 18 May 2011, 11:18:32 AM »
maaf, kalau seumpamanya isterinya PELACUR,
   apakah member forum ini masih berpikir LOGIC "meditasi tidak boleh dilakukan di kamar pelacur" ?

ada meditasi di hutan, gunung, goa, dst....

mungkin bro mau mengadakan retreat utk "meditasi di kamar pelacur" dan gw mau lihat LOGIC yg begini ini
apakah dpt diterima masyarakat luas dan orang tua ?
..... sebaiknya bro konsultasi sp bp. HUT, mana tau dpt dukungan =))

LOGIKA perlu pembuktian, nah sebaiknya bro BUKTIKAN hal tsb... :)) :)) :))


1. apakah bro merasa bangga atau malu bermeditasi di kamar pelacur ? kenapa ?

ya saya banggakan bukanlan tempatnya. tapi kebiasaan saya bermeditasi dan hidup dalam ketenangan, membuat saya secara otomatis menjauhi hal-hal yang tidak menenangkan hati.

saya menjadi tidak mampu berbuat zina dengan pelacur itu, karena hati saya tidak tenang mengingat hal itu adalah perbuatan tercela. dan ternyata, saya lebih kecanduan meditasi dari pada sex. berkali-kali saya ngebuking pelacur, kekuatan meditasi itu membuat saya tidak mampu menyentuh para pelacur itu, kendatipun saya sangat menginginkannya.

Quote
2. apakah pelacur tsb meminta bro utk CEPAT ?

waktu saya bermeditasi, pelacur itu diam saja, tidak meminta cepat-cepat. dia tampak heran dengan apa yang saya lakukan.

Quote
3. berapakah lamanya meditasi tsb selesai ?

kira-kira 15 menit

Quote
4. berapa besar COST yg bro habiskan utk satu sesi meditasi tsb ?

maksudnya gimana?

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #104 on: 18 May 2011, 11:37:26 AM »
Betul. Ada juga kebetulan relatif yaitu yang kadang-kadang hoki, kadang-kadang memang dikondisikan begitu; ada juga kebetulan mutlak, yaitu yang memang selalu terjadinya karena kebetulan.

gak pake format:

"[someone].....[/someone]" ?

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #105 on: 18 May 2011, 11:46:24 AM »
gak pake format:

"[someone].....[/someone]" ?
Gak pake, karena memang bukan ciri khas 'someone/something'. ;D


Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #106 on: 18 May 2011, 11:52:54 AM »
sengaja saya angkat topik ini karena saya ingin jika ada yang tidak puas terhadap pelacur atau ex pelacur silahkan berbicara.

dan saya pun ingin mengetahui cara pandang umat buddhis yang lebih mengenal welas asih , menghargai , dan bijaksana ,terhadap pelacur dan ex pelacur  _/\_

Daripada anda angkat topik dan hanya berbicara dan ujung - ujungnya hanya berdebat tanpa hasil, Mungkin ada baiknya anda memberi ceramah dharma ke pelacur jika memang anda berniat untuk membantu.

Jika tidak sebaiknya lain kali anda jangan membawa topik yang tidak berguna


Daripada postingan disini hanya untuk menaikkan popularitas anda saja

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #107 on: 18 May 2011, 12:12:53 PM »
Daripada anda angkat topik dan hanya berbicara dan ujung - ujungnya hanya berdebat tanpa hasil, Mungkin ada baiknya anda memberi ceramah dharma ke pelacur jika memang anda berniat untuk membantu.

Jika tidak sebaiknya lain kali anda jangan membawa topik yang tidak berguna


Daripada postingan disini hanya untuk menaikkan popularitas anda saja

biarkan moderator yg memutuskan apakah suatu topik adalah berguna atau tidak berguna. saya pibadi menganggap topik ini bisa berguna, yah minimal bisa berguna buat TS yg mengajukan pertanyaan ini. dan anda tidak seharusnya membatasi hak2 seorang member

Offline djoe

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 892
  • Reputasi: -13
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #108 on: 18 May 2011, 12:15:50 PM »
biarkan moderator yg memutuskan apakah suatu topik adalah berguna atau tidak berguna. saya pibadi menganggap topik ini bisa berguna, yah minimal bisa berguna buat TS yg mengajukan pertanyaan ini. dan anda tidak seharusnya membatasi hak2 seorang member

Ada baiknya topik yang diangkat bagaimana caranya membantu para pelacur itu melihat dan menjalankan hidup secara benar, ketimbang mengexploitasi pelacur sebagai topik hanya untuk kepentingan pribadi

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #109 on: 18 May 2011, 12:18:29 PM »
Ada baiknya topik yang diangkat bagaimana caranya membantu para pelacur itu melihat dan menjalankan hidup secara benar, ketimbang mengexploitasi pelacur sebagai topik hanya untuk kepentingan pribadi

justru kita sedang mendiskusikan apakah pelacur menjalani hidup yg benar atau tidak benar. apakah sekarang anda jadi terjebak pada benar dan tidak benar seperti kami di sini? apakah anda kira anda menjalani hidup yg lebih benar daripada seorang pelacur?

mengexploitasi pelacur sebagai topik hanya untuk kepentingan pribadi. bisakah anda menjelaskan tuduhan anda ini?

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #110 on: 18 May 2011, 12:52:17 PM »
Daripada anda angkat topik dan hanya berbicara dan ujung - ujungnya hanya berdebat tanpa hasil, Mungkin ada baiknya anda memberi ceramah dharma ke pelacur jika memang anda berniat untuk membantu.

Jika tidak sebaiknya lain kali anda jangan membawa topik yang tidak berguna


Daripada postingan disini hanya untuk menaikkan popularitas anda saja
maaf bro djoe, tidak ada niat buat cari popularitas di sini, tidak ada niat cari reputasi di sini, anda tidak tahu kenapa saya angkat topik ini kembali, yang padahal sudah ada di tread sebelumnya, dari pada orang selalu OOT dalam membahas diskusi yang ujung2 nya nyerempet ke PELACUR apa saya salah buka tread ini? sehingga apa pembahasan diskusi lain tidak selalu melenceng ke penilaian terhadap pelacur. jika anda tidak suka tread ini ya tidak usah komentar, tinggal duduk diam, tonton aja ... gitu aja kok repot 

Ada baiknya topik yang diangkat bagaimana caranya membantu para pelacur itu melihat dan menjalankan hidup secara benar, ketimbang mengexploitasi pelacur sebagai topik hanya untuk kepentingan pribadi
saya ingin tahu, darimana anda menilai saya mengexploitasi pelacur untuk kepentingan pribadi saya?, apa kepentingan pribadi itu, bisa sebutkan?

« Last Edit: 18 May 2011, 12:55:51 PM by wang ai lie »
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #111 on: 18 May 2011, 05:49:40 PM »
ya saya banggakan bukanlan tempatnya. tapi kebiasaan saya bermeditasi dan hidup dalam ketenangan, membuat saya secara otomatis menjauhi hal-hal yang tidak menenangkan hati.

saya menjadi tidak mampu berbuat zina dengan pelacur itu, karena hati saya tidak tenang mengingat hal itu adalah perbuatan tercela. dan ternyata, saya lebih kecanduan meditasi dari pada sex. berkali-kali saya ngebuking pelacur, kekuatan meditasi itu membuat saya tidak mampu menyentuh para pelacur itu, kendatipun saya sangat menginginkannya.

waktu saya bermeditasi, pelacur itu diam saja, tidak meminta cepat-cepat. dia tampak heran dengan apa yang saya lakukan.

kira-kira 15 menit

maksudnya gimana?


Quote
maksudnya gimana?

dari pada meditasi di tempat hitam dan UDAH PASTI BAYAR,
lebih baik gw sarankan bro donasikan duit tsb pada dhammacitta...

ada sesuatu yg salah dgn latihan meditasi bro.....

1. sampai sering memboking pelacur
2. sampai membayar pelacur tsb (walaupun bro bilang gak pakai)
3. kenapa tidak didonasikan pada dhamamcitta ?
4. tempat pelacur bukan tempat yg cocok utk bermeditasi...
    mana ada di sutta kalau murid Buddha melakukan hal tsb...
5. kelihatannya bro sering ke tempat pelacuran ya....(ketahuan dehhh)

 ^:)^ ^:)^
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #112 on: 18 May 2011, 07:54:49 PM »

dari pada meditasi di tempat hitam dan UDAH PASTI BAYAR,
lebih baik gw sarankan bro donasikan duit tsb pada dhammacitta...


jadi malu nih :) sy lom pernah donasi ke DC. tapi niat udah ada sih. (niat mlulu dari dulu ) he.. he..

emank bro JOhan betul. Menurut saya juga, donasi ke DC lebih baik dari pada uang itu saya gunakan yang tidak-tidak.

tapi nafsu saya berkata lain, bro!

Quote
ada sesuatu yg salah dgn latihan meditasi bro.....

mungkin aja. kalau bisa bro JOhan ngasih tau ke saya, apa kesalahan dalam meditasi saya supaya saya bisa memperbaiki diri. sementara ini, saya tidak mrasa ada yang salah dalam meditasi saya. yang salah bukan dala meditasinya, tapi dalam batin saya sendiri, yakni adanya keserakahan. justru saya bermeditasi untuk meperbaiki hal yang salah tersebut.

Quote
1. sampai sering memboking pelacur

jangan cuma melihat dari sisi "sering boking" nya, tapi juga lihat sisi anehnya, kenapa gak ada satupun yang bisa gol (kayak mane bola aja)?

Quote
2. sampai membayar pelacur tsb (walaupun bro bilang gak pakai)

pelacurnya minta dibayar duluan. niatnya sih mo pakai, tapi selalu terjadi hal-hal tertentu yang membuat saya tidak bisa pake. setelah berkali-kali gagal, saya tidak ada hasrat lagi ma yang begituan. habislah rasa penasaran saya.

Quote
3. kenapa tidak didonasikan pada dhamamcitta ?

karena saya pelit

Quote
4. tempat pelacur bukan tempat yg cocok utk bermeditasi...


ya. itu bukan tmpat yang cocok dan bukan pula tempat yang pantas. tapi pada suatu kondisi tertentu, kapan dan dimanapuan meditasi cocok dan pantas untuk dilakukan. bila meditasi untuk ketenangan batin, maka dimana dan kapanpun kita berhak menenangkan batin, ditempat pelacur sekalipun. seandainya waktu itu saya tidak bermeditasi, mungkin saya tidak akan merasa ngantuk, dan saya akan berbuat nista dan berzina dengan pelacur tersebut, dan mungkin saya bisa terkena penyakit.

Quote
    mana ada di sutta kalau murid Buddha melakukan hal tsb...

mungkin saja ada, tapi bro tidak mengetahuinya.

atau mungkin saja memang tidak ada, tapi apa yang tidak dilakukan oleh murid sang Buddha tidak berarti tidak boleh kita lakukan.

Quote
5. kelihatannya bro sering ke tempat pelacuran ya....(ketahuan dehhh)

 ^:)^ ^:)^


tidak udah menebak-nebak, kan dah saya bilang kurang lebih 5 kali. sering atau jarang, tergantung dari bagaimana tolak ukurnya.


Offline PIKOCHAN RAPTOR

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 261
  • Reputasi: -2
  • Gender: Male
  • SSBS
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #113 on: 18 May 2011, 08:05:33 PM »
Permisi Bro Satria(maaf sebelumnnya), apakah Saudara sdh berhenti melakukan aktivitas tersebut?

 _/\_ SSBS
 [at]  Perjalanan seribu mil diawali dengan sebuah langkah.
 [at]  Sebuah batu permata tak bisa dipoles tanpa gesekan, seperti halnnya seorang manusia disempurnakaan dengan cobaan hidup.

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #114 on: 18 May 2011, 08:07:31 PM »
btw bro Satria, jadi pengen tanya..

awal anda bilang anda tidak ada nafsu lagi

pertama, saya sudah tidak berhasrat ngeseks
kedua, jikapun ada hasrat gak ada penyalurannya, bro!

karena ini ya :

pelacurnya minta dibayar duluan. niatnya sih mo pakai, tapi selalu terjadi hal-hal tertentu yang membuat saya tidak bisa pake. setelah berkali-kali gagal, saya tidak ada hasrat lagi ma yang begituan. habislah rasa penasaran saya.


bisa dishare apa yang menyebabkan gagal, dan mengapa penasaran anda bisa habis, padahal anda belum mencoba ?
dan mengapa anda tidak capai kepuasan dari pasangan resmi anda ?
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #115 on: 18 May 2011, 08:38:45 PM »
Permisi Bro Satria(maaf sebelumnnya), apakah Saudara sdh berhenti melakukan aktivitas tersebut?

 _/\_ SSBS

ya. saya sudah berhenti.

skarang saya tau, di zaman skarang, di kota manapun "membeli pelacur" itu mudah dan murah. bahkan suatu hari, ketika saya berjalan di sebuah pasar, seorang perempuan setengah baya menarik tangan saya, dia menawarkan dirinya seharga Rp. 2.500 saja. sungguh mengherankan dan kasihan. katanya karena tak punya beras. saya memberinya uang Rp. 10.000 rupiah. lalu meninggalkannya.

lain waktu, saya diajak teman saya untuk menghadiri undangan makan. eh tak tahunya saya dijaka ke tempat karaoke malam. di tempat itu, orang-orang memilih gadis-gadis untuk diajak bercinta pada akhir acara. saya diatawari ma temen, "ayo pilih! ntar saya yang bayarin" katanya. gadis-gadis itu dibayar sekiar 700 ribu rupiah hinga 1 jt rupiah.  tapi saya tidak tertarik untuk memilih. kendatipun itu gadis-gadis karaoke manis-manis dan bahenol. selama hiruk pikuk orang-orang berjoget-joget ria, sambil minum-minuman keras, tertawa-tawa, saya duduk di kursi diantara kerumunan orang. dan saya bermeditasi sendiri, gak mempedulikan suasana yang gaduh. Demikianlah saya tidak lagi tertarik lagi untuk melakukan suatu hubungan sex.

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #116 on: 18 May 2011, 08:48:18 PM »
btw bro Satria, jadi pengen tanya..

awal anda bilang anda tidak ada nafsu lagi

karena ini ya :

pelacurnya minta dibayar duluan. niatnya sih mo pakai, tapi selalu terjadi hal-hal tertentu yang membuat saya tidak bisa pake. setelah berkali-kali gagal, saya tidak ada hasrat lagi ma yang begituan. habislah rasa penasaran saya.


bisa dishare apa yang menyebabkan gagal, dan mengapa penasaran anda bisa habis, padahal anda belum mencoba ?
dan mengapa anda tidak capai kepuasan dari pasangan resmi anda ?


sebenarnya telah saya jelaskan. tapi tak mengapa saya jelaskan kembali.

satu-satunya penyebab saya selalu gagal untuk menggunakan pelacur tersebut adalah karena "rasa kecanduan saya terhadap meditasi".

saya terbiasa menenangkan diri dengan cara bermeditasi. saya tidak pernah membiarkan hal-hal tertentu mengusik kedamaian batin saya. ketika terasa ada sesuatu yang menggelisahkan di dalam hati, maka saya tidak bisa menahan diri, segera pergi untuk bermeditasi sampai saya menjadi tenanng kembali.

pada saat saya hendak melakukan perbuatan tercela, saya berpikir "aduh, kali ini aku akan melakukan perbuatan tercela, padahal aku tau, apa akibat yang sangat buruk dari perbuatan ini, aku tahu apa akibatnya di dunia ini dan bagaimana pula akibatnya setelah aku mati nanti." akibat adanya pemikiran ini, maka hati menjadi gelisah. dan seperti telah saya katakan, setiap kali hati gelisah, saya tidak pernah membiarkannya, selalu dengan segera pergi untuk bermeditasi dan tidak berhenti sampai hati menjadi tenang. saya berpikir, "seandainya saya hendak menikmati tubuh si pelacur, tentu harus dalam keadaan hati yang tenang. sebab, tanpa ketenangan tidak ada kenikmatan duniawi yang benar-benar bisa dinikmati."

tetapi, akhirnya meditasi membuat saya ngantuk berat. bila tidak, saya akan masuk ke dalam konsentrasi yang dalam. setelah keluar dari konsentrasi itu, gairah sex saya menjadi hilang. saya tidak lagi bisa melihat tubuh pelacur itu sebagai hal yang menggarahkan, melainkan hanya melihat "mayat hidup" atau "tulang terbungkus daging", dan bila saya memandang ke arah perut si pelacur, terbayang pula kira-kira apa isi yang ada di dalam perut itu, hal-hal yang menjijikan. dan bila saya memandang ke arah vaginanya, tidak bisa lagi terangsang, karena selalu saja terbayang hal-hal yang lain, seperti misalnya terbayang bahwa tak lama lagi perempuan tersebut akan menjadi tua dan keriput, dan vagina itu akan menjadi "dower". akhirnya, saya seolah hanya melihat vagina yang dower itu saja, menjijikan, serta tidak melihat lagi hal-hal yang menggairahkan.

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #117 on: 18 May 2011, 08:52:50 PM »
ic.. mungkin kalau bro tertarik.. bisa coba ikut pabbaja / samanera.. di sana, bro bisa puas meditasi seh..
kalau mau yang level lebih ringan, bisa ikut retreat meditasi dulu, coba aja lirik2 yasati.com

saran gw seh yang lain, daripada bro berencana pake wts, lalu gak jadi, coba dari awal urungkan niat itu, toh juga gak bakal terjadi peristiwa2 yang bro ceritakan di thread sebelah.. cobalah manfaatkan waktu bro untuk hal2 yang lebih berguna juga
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #118 on: 18 May 2011, 09:00:17 PM »
ic.. mungkin kalau bro tertarik.. bisa coba ikut pabbaja / samanera.. di sana, bro bisa puas meditasi seh..
kalau mau yang level lebih ringan, bisa ikut retreat meditasi dulu, coba aja lirik2 yasati.com

saran gw seh yang lain, daripada bro berencana pake wts, lalu gak jadi, coba dari awal urungkan niat itu, toh juga gak bakal terjadi peristiwa2 yang bro ceritakan di thread sebelah.. cobalah manfaatkan waktu bro untuk hal2 yang lebih berguna juga

terima kasih atas sarannya, bro Forte.

saya hanya berpikir bahwa seharusnya saya mengasah diri dalam kehidupan ini secara langsung.

bila saya berhimpun di tengah para meditator atau di bawah bimbingan para bikhhu di biara, tentu saya bisa lebih terhindar dari hal-hal tercela. karena di situ, lebih sedikit penggoda. Tapi dengan cara seperti itu saya tidak akan yakin diri bahwa saya telah memiliki keteguhan hati untuk mencapai pencerahan yang lebih tinggi. Bila wanita telanjang telah sedemikian rupa menggoda diri saya, tapi saya sanggup untuk tidak terpikat sedikitpun, maka saya bisa yakin bahwa diri ini telah berteguh hati untuk mencapai pencerahan. "alat uji" seperti itu tampaknya tidak bisa saya dapatkan di vihara, bro Forte.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #119 on: 18 May 2011, 09:09:51 PM »
sebenarnya telah saya jelaskan. tapi tak mengapa saya jelaskan kembali.

satu-satunya penyebab saya selalu gagal untuk menggunakan pelacur tersebut adalah karena "rasa kecanduan saya terhadap meditasi".

saya terbiasa menenangkan diri dengan cara bermeditasi. saya tidak pernah membiarkan hal-hal tertentu mengusik kedamaian batin saya. ketika terasa ada sesuatu yang menggelisahkan di dalam hati, maka saya tidak bisa menahan diri, segera pergi untuk bermeditasi sampai saya menjadi tenanng kembali.

pada saat saya hendak melakukan perbuatan tercela, saya berpikir "aduh, kali ini aku akan melakukan perbuatan tercela, padahal aku tau, apa akibat yang sangat buruk dari perbuatan ini, aku tahu apa akibatnya di dunia ini dan bagaimana pula akibatnya setelah aku mati nanti." akibat adanya pemikiran ini, maka hati menjadi gelisah. dan seperti telah saya katakan, setiap kali hati gelisah, saya tidak pernah membiarkannya, selalu dengan segera pergi untuk bermeditasi dan tidak berhenti sampai hati menjadi tenang. saya berpikir, "seandainya saya hendak menikmati tubuh si pelacur, tentu harus dalam keadaan hati yang tenang. sebab, tanpa ketenangan tidak ada kenikmatan duniawi yang benar-benar bisa dinikmati."

tetapi, akhirnya meditasi membuat saya ngantuk berat. bila tidak, saya akan masuk ke dalam konsentrasi yang dalam. setelah keluar dari konsentrasi itu, gairah sex saya menjadi hilang. saya tidak lagi bisa melihat tubuh pelacur itu sebagai hal yang menggarahkan, melainkan hanya melihat "mayat hidup" atau "tulang terbungkus daging", dan bila saya memandang ke arah perut si pelacur, terbayang pula kira-kira apa isi yang ada di dalam perut itu, hal-hal yang menjijikan. dan bila saya memandang ke arah vaginanya, tidak bisa lagi terangsang, karena selalu saja terbayang hal-hal yang lain, seperti misalnya terbayang bahwa tak lama lagi perempuan tersebut akan menjadi tua dan keriput, dan vagina itu akan menjadi "dower". akhirnya, saya seolah hanya melihat vagina yang dower itu saja, menjijikan, serta tidak melihat lagi hal-hal yang menggairahkan.

Bro, boleh tau obyek apa yg anda gunakan pada saat meditasi itu?

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #120 on: 18 May 2011, 09:11:23 PM »
mungkin ilustrasinya begini ya bro.. kita bawa ke game aja.. biar lebih gampang ilustrasinya..

bro kalau terbiasa main game PS3 yang gambarnya wah dan tajam, mungkin kalau disodorin game sekelas nintendo yang kualitas 8 bit, bro bakal bosan dan nolak..

nah anggaplah bro sekarang berlatih dengan tekun di vihara, ibaratnya bro mendapatkan suatu kebahagiaan yang lebih.. bahkan lebih dari memainkan game ps3, nah apakah ketika bro ditawarin level pelacur yang bisa dianggap kebahagiaannya lebih rendah dari itu, bro bisa tergoyahkan ? saya rasa tidak.. yang penting dan awal dari memulai kebahagiaan adalah berlatih untuk menggapai kebahagiaan itu..

sekedar ilustrasi lain dari kisah Sang Buddha. saya ceritakan versi simpelnya tanpa pake nama ini itu biar gampang, di mana Sang Buddha pernah "membaptis" seseorang menjadi bhikkhu. Namun si bhikkhu tersebut masih terikat ama istrinya yang cantik jelita, dan menyesal menjadi bhikku. Sang Buddha pun tahu akan hal itu, dan memintanya agar rajin berlatih.. ketika dia rajin berlatih dan mencapai tataran pencerahan.. maka dia tidak lagi tertarik akan hal2 duniawi termasuk istrinya yang cantik dan jelita itu.. karena kebahagiaan dari pencapaian pencerahan adalah tertinggi..

Dan tempat berlatih bagi nubitol ya idealnya terlepas dari pengaruh duniawi dulu, jadi idealnya bro cobalah dulu berlatih di tempat yang terlepas dari duniawi, setelah mencapai pencerahan.. cobalah kembali mencari pelacur.. bisa jadi bro pun tidak berpikiran lagi untuk itu ;D

Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #121 on: 18 May 2011, 09:14:59 PM »
Bro, boleh tau obyek apa yg anda gunakan pada saat meditasi itu?

pada kasus yang saya ceritakan tersebut, saya menggunakan objek perut. kemudian setelah kurang lebih 5 menit, saya menggatinya dengan objek nafas. umumnya saya seringkali seperti itu, kolaborasi antara objek perut dan nafas. ada kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan saya terdorong untuk menggunakan objek perut. dan ada kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan saya terdorong untuk menggunakan objek nafas.

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #122 on: 18 May 2011, 09:55:09 PM »
mungkin ilustrasinya begini ya bro.. kita bawa ke game aja.. biar lebih gampang ilustrasinya..

bro kalau terbiasa main game PS3 yang gambarnya wah dan tajam, mungkin kalau disodorin game sekelas nintendo yang kualitas 8 bit, bro bakal bosan dan nolak..

nah anggaplah bro sekarang berlatih dengan tekun di vihara, ibaratnya bro mendapatkan suatu kebahagiaan yang lebih.. bahkan lebih dari memainkan game ps3, nah apakah ketika bro ditawarin level pelacur yang bisa dianggap kebahagiaannya lebih rendah dari itu, bro bisa tergoyahkan ? saya rasa tidak.. yang penting dan awal dari memulai kebahagiaan adalah berlatih untuk menggapai kebahagiaan itu..

sekedar ilustrasi lain dari kisah Sang Buddha. saya ceritakan versi simpelnya tanpa pake nama ini itu biar gampang, di mana Sang Buddha pernah "membaptis" seseorang menjadi bhikkhu. Namun si bhikkhu tersebut masih terikat ama istrinya yang cantik jelita, dan menyesal menjadi bhikku. Sang Buddha pun tahu akan hal itu, dan memintanya agar rajin berlatih.. ketika dia rajin berlatih dan mencapai tataran pencerahan.. maka dia tidak lagi tertarik akan hal2 duniawi termasuk istrinya yang cantik dan jelita itu.. karena kebahagiaan dari pencapaian pencerahan adalah tertinggi..

Dan tempat berlatih bagi nubitol ya idealnya terlepas dari pengaruh duniawi dulu, jadi idealnya bro cobalah dulu berlatih di tempat yang terlepas dari duniawi, setelah mencapai pencerahan.. cobalah kembali mencari pelacur.. bisa jadi bro pun tidak berpikiran lagi untuk itu ;D



saya mengerti maksud anda.

apa yang telah saya jalani, bukanlah suatu kemestian, melainkan memang itulah "jalan yang telah saya lalui".

apa yang telah pernah saya lakukan, telah berlalu dan tak dapat diulangi lagi. mendatangi pelacur dan tempat pelacur, bukanlah hal yang baik. itu adalah kesalahan saya. tapi, ditengah perbuatan salah yang belum bisa saya tahan tersebut, saya mencoba melakukan hal terbaik yang bisa saya lakukan.

mungkin ilustrasinya begini bro ...

dulu, ada seorang pemuda yang stress. karena diputuskan oleh kekasih yang dicintainya. setiap hari dia mabuk-mabukan dan tak mau mandi. ibunya sering menangis, karena di rumah pemuda ini sering mengamuk. ke mana-mana ia menenteng samurai, bermaksud ingin membacok seorang lelaki yang dianggap merebut pacarnya.  semua orang sudah menasihatinya. bahkan pada ahli agama juga sudah banyak menasihatinya, agar tidak insyaf. tapi pemuda itu tidak mau menerima nasihat-nasihat itu. padahal tentunya semua nasihat itu adalah nasihat yang baik.

suatu hari, pemuda yang bernama Parman itu datang kepada saya, dalam keadaan muram, dan tubuh yang dekil,  sambil berkeluh-kesah, "uh... hidupku sudah tidak berarti kini, dari pada aku hidup menderita begini, lebih baik aku mati bunuh diri saja."

tidak seperti orang tuanya dan para pemuka agamanya itu, saya malah berkata, "Bagus itu, bunuh dirilah dengan cara terbaik!"

"maksudnya bagaimana, bunuh diri dengan cara terbaik?" tanya Parman.

"Makan racun, gantung diri, menusuk diri, menceburkan diri ke sumur, menenggelamkan diri ke laut, mana yang menurut mu lebih baik?" tanya saya.

"Ah sama saja." Jawa Parman.

"maukah kamu aku tunjukan cara bunuh diri yang terbaik?" tanya saya.

dia terdiam. beberapa saat kemudian menjawab dengan lemas, "ya, saya mau."

sejak pertama hingga ke akhir, saya selalu mengamati dan mengarahkan mental pemuda ini. sampai pada tahap ini, saya telah berhasil menjadi "driver" mental pemuda tersebut. tinggal beberapa langkah saja.

"saya bisa menunjukan dua hal, pertama cara bunuh diri terbaik, yang kedua cara keluar dari masalah ini dengan cara terbaik. mana yang kamu pilih?" tanya saya.

"Jalan keluar bagaimana?" Parman balik nanya.

"kekasih mu itu. kau sangat sakit hati dengan kekasih mu itu kan. saya bisa tawarkan 2 jalan, pertama bagaimana agar kekasihmu itu kembali kepada pelukanmu, jalan kedua adalah bagaimana cara membalas dendam sakit hati mu itu." Demikian kata saya.

"Saya ingin kekasih saya itu kembali kepada saya." sorot pandang Parman mulai bersinar. "Bagaimana caranya?"

"aku akan mengajarkan sebuah mantra kepadamu. saya jamin 100 persen, bila mantra ini kamu bacakan, kekasihmu itu akan segera mencari dan kembali kepadamu. tapi ingatlah, bila ia kembali kepadamu, janganlah kau menyakitinya seperti dia menyakitimu" kata saya. "Apa kamu sanggup dengan persayratannya?"

"saya sanggup, apapun persyaratannya. bahkan nyawa saya pertaruhkan!"

"Bacalah mantra yang aku ajarkan ini sebanyak seribu kali setiap malam. lakukan dalam 7 malam. selama membaca mantra, tubuhmu tidak boleh bergerak sedikitpun!"

Pemuda itu semakin bersemangat. ia komat-kamit menghapal mantra yang saya ajarkan. lama sekali hapalnya, maklum mantra yang saya ajarkan agak panjang. lagi pula, daya hapal si pemuda itu rendah, mungkin pengaruh dari minuman keras yang dia konsumsi.

"jangan lupa, " kata saya, "kau tidak boleh membaca mantra ini dalam keadaan badan yang kotor. kau harus membersihkan badanmu, dan tempat untuk baca mantra pun harus bersih! setelah 7 malam, temuilah saya lagi!"

Pemuda itu dengan bersemangat menyatakan siap melaksanakan semua perintah saya. saya teringat, bahwa para meditator yang berlatih meditasi di bawah bimbingan saya, banyak merasa malas dan bosan bermeditasi. tapi pemuda ini tampak bersemangat meditasi dengan melafal mantra. kenapa? karena ia terdorong untuk memenuhi suatu hasrat keduniawiannya, dan sudah tidak tahan dengan stress yang dia alami.

tiga hari kemudian saya bertemu dengan Parman. wajahnya tampak bercahaya, badan dan bajunya bersih dan harum. sangat berbeda dengan kondisinya pada 3 hari yang lalu. "Bagaimana, apa kamu sudah melaksanakan semuanya dengan baik?" tanya saya.

dengan malu dia menjawab, "sudah, tapi saya belum sanggup sampai ke seribu, baru sampai hingga 300 kali baca mantra, sayapun tertidur. pada malam kedua hanya sampai 500. dan tadi malam, hanya sampai 700. ngantuk berat."

"ketahuilah, kematian itu lebih berat dari pada beratnya rasa ngantuk yang kau hadapi! pertahankan dirimu, kalau perlu sampai mati, bukannya kau ingin mati?" tanya saya.

Parman tersenyum, "Tidak, saya tidak akan melanjutkan membaca mantra lagi."

"lha kenapa?" tanya saya.

"sekarang hati saya telah tenang dan damai. saya tidak marah, tidak dendam dan tidk stress. saya rela dengan apa yang terjadi. rela, dia bersama laki-laki lain." tampak dia menyatakannya dengan tenang dan tulus.

Sejak saat itu, pemuda tersebut insyaf, kembali kepada kehidupan yang sehat secara jasmani dan batin.

panjang lebar telah saya ceritakan, sekedar untuk menggambarkan tentang bagaimana saya melakukan "Politik Mental". apa yang saya lakukan terhadap pemuda tersebut saya sebut sebagai Politik Mental. Bagaimana seandannya waktu itu saya berkata, "jadilah anak baik, agar kau masuk sorga! iklaskan saja pacarmu itu?" maka ia tidak akan menerima nasihat itu. atau saya berkata, "maukah kau ku ajarkan meditasi, agar kamu dapat merealisasi nibbana?" saya harus memperhatikan "kekuata mental apa" yang bisa mendorong orang untuk bermeditasi. karena untuk mencapai konsentrasi tercerap itu dibutuhkan impuls batin. impuls batin ini tidak hanya bentuk-bentuk mental positif, tapi bisa jadi dari bentuk-bentuk mental negatif seperti misalnya rasa dendam, marah dan benci. Demikian pula saya melakuan politik mental terhadap diri saya sendiri.


Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #123 on: 18 May 2011, 10:02:46 PM »
sebenarnya telah saya jelaskan. tapi tak mengapa saya jelaskan kembali.

satu-satunya penyebab saya selalu gagal untuk menggunakan pelacur tersebut adalah karena "rasa kecanduan saya terhadap meditasi".

saya terbiasa menenangkan diri dengan cara bermeditasi. saya tidak pernah membiarkan hal-hal tertentu mengusik kedamaian batin saya. ketika terasa ada sesuatu yang menggelisahkan di dalam hati, maka saya tidak bisa menahan diri, segera pergi untuk bermeditasi sampai saya menjadi tenanng kembali.

pada saat saya hendak melakukan perbuatan tercela, saya berpikir "aduh, kali ini aku akan melakukan perbuatan tercela, padahal aku tau, apa akibat yang sangat buruk dari perbuatan ini, aku tahu apa akibatnya di dunia ini dan bagaimana pula akibatnya setelah aku mati nanti." akibat adanya pemikiran ini, maka hati menjadi gelisah. dan seperti telah saya katakan, setiap kali hati gelisah, saya tidak pernah membiarkannya, selalu dengan segera pergi untuk bermeditasi dan tidak berhenti sampai hati menjadi tenang. saya berpikir, "seandainya saya hendak menikmati tubuh si pelacur, tentu harus dalam keadaan hati yang tenang. sebab, tanpa ketenangan tidak ada kenikmatan duniawi yang benar-benar bisa dinikmati."

tetapi, akhirnya meditasi membuat saya ngantuk berat. bila tidak, saya akan masuk ke dalam konsentrasi yang dalam. setelah keluar dari konsentrasi itu, gairah sex saya menjadi hilang. saya tidak lagi bisa melihat tubuh pelacur itu sebagai hal yang menggarahkan, melainkan hanya melihat "mayat hidup" atau "tulang terbungkus daging", dan bila saya memandang ke arah perut si pelacur, terbayang pula kira-kira apa isi yang ada di dalam perut itu, hal-hal yang menjijikan. dan bila saya memandang ke arah vaginanya, tidak bisa lagi terangsang, karena selalu saja terbayang hal-hal yang lain, seperti misalnya terbayang bahwa tak lama lagi perempuan tersebut akan menjadi tua dan keriput, dan vagina itu akan menjadi "dower". akhirnya, saya seolah hanya melihat vagina yang dower itu saja, menjijikan, serta tidak melihat lagi hal-hal yang menggairahkan.

pada kasus yang saya ceritakan tersebut, saya menggunakan objek perut. kemudian setelah kurang lebih 5 menit, saya menggatinya dengan objek nafas. umumnya saya seringkali seperti itu, kolaborasi antara objek perut dan nafas. ada kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan saya terdorong untuk menggunakan objek perut. dan ada kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan saya terdorong untuk menggunakan objek nafas.


kalau begitu, dari penjelasan anda, maaf jika saya berterus terang bahwa saya tidak percaya pada kisah anda terlebih bagian hasil meditasi anda. menurut pengalaman dan juga menurut literatur, meditasi dengan obyek nafas (perut juga termasuk obyek nafas) tidak akan memberikan efek spt yg anda alami, efek spt yg anda alami seharusnya terjadi jika anda menggunakan obyek asubha.

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #124 on: 18 May 2011, 10:16:04 PM »

kalau begitu, dari penjelasan anda, maaf jika saya berterus terang bahwa saya tidak percaya pada kisah anda terlebih bagian hasil meditasi anda. menurut pengalaman dan juga menurut literatur, meditasi dengan obyek nafas (perut juga termasuk obyek nafas) tidak akan memberikan efek spt yg anda alami, efek spt yg anda alami seharusnya terjadi jika anda menggunakan obyek asubha.

saya tidak keberatan dengan ketidak percayaan anda. kepercayaan adalah hak masing-masing.

saya memahami bahwa di dalam budhisme adalah Meditasi Asubha, yaitu meditasi yang efeknya bisa mengurangi keserakahan terhadap hal-hal duniawi.

tapi apakah anda belum pernah membaca sabda sang Buddha yang berkata, "Apa manfaatnya bila konsentrasi berkembang? Semua nafsu ditinggalkan."

ketika Jhana tercapai, maka semua nafsu ditinggalkan (mengendap). dan dengan pikiran yang mendalam itu, yang tanpa nafsu, maka orang akan melihat seorang wanita itu tak lain hanyalah "tulang terbungkus daging" dengan pandangan yang tenang, bukan dengan pandangan yang jijik.

tetapi, batin itu berproses dengan cepat. setelah mencapai upekha (ketenangan batin), kualitas batin menurun secara cepat atau lambat, dan pemikiran-pemikiran terjadi. ketika pemikiran-pemikiran ini terjadi, maka saya merenungkan hal-hal tadi, seperti "singkatnya kehidupan", atau hal-hal yang menjijikan dari "selera rendahan".  perenungan tersebut sama saja dengan meditasi Asubha. dan apabila dilakukan stelah Jhana, efek perenungan tersebut akan menjadi sangat luar biasa.

saya menjelaskan sebisa mungkin, sesuai yang saya alami. percaya atau tidak percaya, saya tidak keberatan. silahkan!

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #125 on: 18 May 2011, 10:38:21 PM »
saya tidak keberatan dengan ketidak percayaan anda. kepercayaan adalah hak masing-masing.

saya memahami bahwa di dalam budhisme adalah Meditasi Asubha, yaitu meditasi yang efeknya bisa mengurangi keserakahan terhadap hal-hal duniawi.

tapi apakah anda belum pernah membaca sabda sang Buddha yang berkata, "Apa manfaatnya bila konsentrasi berkembang? Semua nafsu ditinggalkan."

ketika Jhana tercapai, maka semua nafsu ditinggalkan (mengendap). dan dengan pikiran yang mendalam itu, yang tanpa nafsu, maka orang akan melihat seorang wanita itu tak lain hanyalah "tulang terbungkus daging" dengan pandangan yang tenang, bukan dengan pandangan yang jijik.

tetapi, batin itu berproses dengan cepat. setelah mencapai upekha (ketenangan batin), kualitas batin menurun secara cepat atau lambat, dan pemikiran-pemikiran terjadi. ketika pemikiran-pemikiran ini terjadi, maka saya merenungkan hal-hal tadi, seperti "singkatnya kehidupan", atau hal-hal yang menjijikan dari "selera rendahan".  perenungan tersebut sama saja dengan meditasi Asubha. dan apabila dilakukan stelah Jhana, efek perenungan tersebut akan menjadi sangat luar biasa.

saya menjelaskan sebisa mungkin, sesuai yang saya alami. percaya atau tidak percaya, saya tidak keberatan. silahkan!

memang sulit dipercaya kalau mengendap sampai di pasar hitam =))

rata2 bro bayar berapa ? paling mahal bayar berapa ? trus diapain aja?
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #126 on: 18 May 2011, 10:41:22 PM »
memang sulit dipercaya kalau mengendap sampai di pasar hitam =))

rata2 bro bayar berapa ? paling mahal bayar berapa ? trus diapain aja?

emank bro JOhan mau nyoba?

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #127 on: 18 May 2011, 10:47:03 PM »
emank bro JOhan mau nyoba?

nah kalau yg gratis dan barangnya bagus ada gak ?
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #128 on: 18 May 2011, 10:57:56 PM »
nah kalau yg gratis dan barangnya bagus ada gak ?

tidak tahu

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #129 on: 18 May 2011, 11:00:07 PM »
tidak tahu

secara logika ada,

tinggal bro yg pesan/bayar dan meditasi....mata tutup rapet2

gw ikut dari belakang.... =))  (itupun kalau top quality...) gimana ?
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #130 on: 18 May 2011, 11:09:46 PM »
cum kalo saya renungkan, umat budhis itu kan terkenal dengan konsep "ehipashiko" nya, dimana kebenaran harus dibuktikan oleh diri sendiri, atau dengan slogan "datang dan lihat sendiri". tapi anehnya, selama diskusi di forum ini terkesan kental dengan statment "percaya" dan "tidak percaya".

saya sendiri dalam menilai statement-statement orang lain, tidak pernah atau hampir tidak pernah dengan ungkapan "percaya" atau "tidak percaya". Dari sekian ajaran sang Buddha, maka saya hanya memilih kebenaran yang pasti-pasti saja.  dan bukan kebenaran yang saya percayai. tetapi, sebagian ajarannya bukan berarti "tidak pasti" dan bukan berarti "saya tidak percaya padanya". Bila ada ajaran sang Buddha yang belum saya fahami kebenarannya, saya tidak memposisikan diri dalam status mental "percaya" atau "tidak percaya", tapi memposisikan diri dalam status mental "menghormati" serta berpikir "mungkin saya belum dapat memahami kebenaran maknanya".

demikian pula saya terhadap statement kawan-kawan di DC, saya tidak pernah memposisikan diri pada posisi "percaya" atau "tidak percaya" tapi pada posisi "membenarkan" atau "menyalahkan", bila sudah diketui pasti kebenaran atau kesalahannya. bila belum saya ketahui kebenarannya, maka saya memposisikan diri dalam usaha "menguji kebenaran". dari awal hingga akhir, tidak berhubungan dengan masalah "percaya" atau "tidak percaya".
« Last Edit: 18 May 2011, 11:18:10 PM by Satria »

Offline waliagung

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 417
  • Reputasi: 3
  • Gender: Male
  • SEMOGA SEMUA MAHLUK HIDUP BERBAHAGIA
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #131 on: 19 May 2011, 12:10:31 AM »
ya gitu kebanyakan ilusi yg di tonjolkan akhirnya jadi kenyataan

yg jelas-jelas yata malah di anggap ilusi..........

semua yg ada di dunia apapun benda atau bagian benda punya fungsi

tidak ada yg fungsinya hanya pajangan alam sudah memproses semua itu untuk keseimbangan

seluruh tatanan kehidupan yg hidup maupun yg mati....

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #132 on: 19 May 2011, 04:54:43 AM »
pelacur termasuk katagori mahluk hidup
Buddha menginginkan semua mahluk hidup berbahagia
umat Buddhist sedapat mungkin mengikutin ajaran Buddha

dari 3 point diatas, maka dari itu

LOGIKAnya umat Buddhist juga menginginkan pelacur hidup berbahagia
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline PIKOCHAN RAPTOR

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 261
  • Reputasi: -2
  • Gender: Male
  • SSBS
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #133 on: 19 May 2011, 07:03:04 AM »
Selamat pagi semuaanya  :)
Ternyata setelah sy tidur td malam, diskusi di topik ini sdh berkembang sejauh ini   :P

Harapan sy hr ini:

 _/\_ Semoga semua makhluk yg masih single segera memperoleh pasangan hidup resmi yg saling mencintai lahir batin utk saling melengkapi kehidupanNya

 _/\_ SSBS
 [at]  Perjalanan seribu mil diawali dengan sebuah langkah.
 [at]  Sebuah batu permata tak bisa dipoles tanpa gesekan, seperti halnnya seorang manusia disempurnakaan dengan cobaan hidup.

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #134 on: 19 May 2011, 07:37:13 PM »
Apakah pelacur mengurangin kasus perkosaan ?
bagaimana pula usaha yg ikut berkembang dgn adanya pelacuran ?
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline lobsangchandra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 181
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk mencapai Pencerahan
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #135 on: 19 May 2011, 08:12:42 PM »
pelacur juga manusia... i luv pelacur  :)) :)) :))

Offline PIKOCHAN RAPTOR

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 261
  • Reputasi: -2
  • Gender: Male
  • SSBS
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #136 on: 19 May 2011, 08:22:20 PM »
pelacur juga manusia... i luv pelacur  :)) :)) :))

Permisi Bro lobsangchandra, konsep cinta Bro terhadap (maaf) Wts termasuk konsep cinta yg mn: eros/philia/agape? (bertanya mode on) :)

 _/\_ SSBS
 [at]  Perjalanan seribu mil diawali dengan sebuah langkah.
 [at]  Sebuah batu permata tak bisa dipoles tanpa gesekan, seperti halnnya seorang manusia disempurnakaan dengan cobaan hidup.

Offline lobsangchandra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 181
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk mencapai Pencerahan
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #137 on: 20 May 2011, 12:37:47 AM »
Permisi Bro lobsangchandra, konsep cinta Bro terhadap (maaf) Wts termasuk konsep cinta yg mn: eros/philia/agape? (bertanya mode on) :)

 _/\_ SSBS

wah owe gak ngerti tuh yg mana bro hehehe..pokoke sayang, suka, seneng, cinta dan welas asih deh ama pelacur  :)) :)) :))

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: apa pandangan kita sebagai umat buddhis terhadap pelacur
« Reply #138 on: 20 May 2011, 07:48:00 AM »
Permisi Bro lobsangchandra, konsep cinta Bro terhadap (maaf) Wts termasuk konsep cinta yg mn: eros/philia/agape? (bertanya mode on) :)

 _/\_ SSBS

waduh, koq pake penggolongan dari tetangga? pakai penggolongan lobha, dosa, moha, alobha, adosa, atau amoha dong.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days