//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Buddha berkata membaca kitab suci  (Read 5077 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
Buddha berkata membaca kitab suci
« on: 09 July 2010, 11:42:24 AM »
Dalam syair Dhammapada, kalau tdk salah Buddha pernah bersabda bhw mereka yg sedikit membaca kitab suci tapi mempraktekkan Dhamma  lebih berarti daripada mrk yg menguasai dan bnyk membaca kitab suci...kisah ini terjadi ketika ada seorang bhikkhu yg terpelajar hndak mremehkan bhikkhu tdk trpelajar..cmiw.
Pertnyaan sy, kitab suci apa yg dimaksd Sang Buddha?
Mgapa pakai istilah membaca kitab padahl dulu tipitaka blm ditulis?
CMIIW.FMIIW.

Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
Buddha berkata membaca kitab suci
« Reply #1 on: 09 July 2010, 11:43:06 AM »
Dalam syair Dhammapada, kalau tdk salah Buddha pernah bersabda bhw mereka yg sedikit membaca kitab suci tapi mempraktekkan Dhamma  lebih berarti daripada mrk yg menguasai dan bnyk membaca kitab suci...kisah ini terjadi ketika ada seorang bhikkhu yg terpelajar hndak mremehkan bhikkhu tdk trpelajar..cmiw.
Pertnyaan sy, kitab suci apa yg dimaksd Sang Buddha?
Mgapa pakai istilah membaca kitab padahl dulu tipitaka blm ditulis?
CMIIW.FMIIW.

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.404
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Buddha berkata membaca kitab suci
« Reply #2 on: 09 July 2010, 11:57:51 AM »
double topic, merged
There is no place like 127.0.0.1

Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
Re: Buddha berkata membaca kitab suci
« Reply #3 on: 09 July 2010, 11:59:16 AM »
iya thank medho, bkan sengaja..
CMIIW.FMIIW.

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.404
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Buddha berkata membaca kitab suci
« Reply #4 on: 09 July 2010, 12:04:27 PM »
sumber pernyataan itu dari mana bro? bisa dikasih?
There is no place like 127.0.0.1

Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
Re: Buddha berkata membaca kitab suci
« Reply #5 on: 09 July 2010, 12:08:34 PM »
ntar gw search di gugle
CMIIW.FMIIW.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Buddha berkata membaca kitab suci
« Reply #6 on: 09 July 2010, 12:21:31 PM »
Kisah Dua Orang Sahabat
 
 
 DHAMMAPADA I, 19-20
 

        Suatu ketika terdapat dua orang sahabat yang berasal dari keluarga terpelajar, dua bhikkhu dari Savatthi. Salah satu dari mereka mempelajari Dhamma yang pernah dikhotbahkan oleh Sang Buddha, dan sangat ahli/pandai dalam menguraikan dan mengkhotbahkan Dhamma tersebut. Dia mengajar lima ratus bhikkhu dan menjadi pembimbing bagi delapan belas group daripada bhikkhu tersebut.

        Bhikkhu lainnya berusaha keras, tekun, dan sangat rajin dalam meditasi sehingga ia mencapai tingkat kesucian arahat dengan pandangan terang analitis.

        Pada suatu kesempatan, ketika bhikkhu kedua datang untuk memberi hormat kepada Sang Buddha di Vihara Jetavana, kedua bhikkhu tersebut bertemu. Bhikkhu ahli Dhamma tidak mengetahui bahwa bhikhhu sahabatnya telah menjadi seorang arahat. Dia memandang rendah bhikkhu kedua itu, dia berpikir bahwa bhikkhu tua ini hanya mengetahui sedikit Dhamma. Maka dia berpikir akan mengajukan pertanyaan kepada sahabatnya, bahkan ingin membuat malu.

        Sang Buddha mengetahui tentang maksud tidak baik itu, Sang Buddha juga mengetahui bahwa hasilnya akan membuat kesulitan bagi pengikut luhur seperti bhikkhu terpelajar itu. Dia akan terlahir kembali di alam kehidupan yang lebih rendah.

        Dengan dilandasi kasih sayang, Sang Buddha mengunjungi kedua bhikkhu tersebut untuk mencegah sang terpelajar bertanya kepada bhikkhu sahabatnya. Sang Buddha sendiri bertanya perihal "Penunggalan Kesadaran" (jhana) dan "Jalan Kesucian" (magga) kepada guru Dhamma; tetapi dia tidak dapat menjawab karena dia tidak mempraktekkan apa yang telah diajarkan.

        Bhikkhu sahabatnya telah mempraktekkan Dhamma dan telah mencapai tingkat kesucian arahat, dapat menjawab semua pertanyaan. Sang Buddha memuji bhikkhu yang telah mempraktekkan Dhamma (vipassaka), tetapi tidak satu kata pujianpun yang diucapkan Beliau untuk orang yang terpelajar (ganthika).

        Murid-murid yang berada di tempat itu tidak mengerti, mengapa Sang Buddha memuji bhikkhu tua dan tidak memuji kepada guru yang telah mengajari mereka. Karena itu, Sang Buddha menjelaskan permasalahannya kepada mereka.

        Pelajar yang banyak belajar tetapi tidak mempraktekkannya sesuai Dhamma adalah seperti penggembala sapi, yang menjaga sapi-sapi untuk memperoleh upah, sedangkan seseorang yang mempraktekkan sesuai Dhamma adalah seperti pemilik yang menikmati lima manfaat dari hasil pemeliharaan sapi-sapi tersebut. Jadi orang terpelajar hanya menikmati pelayanan yang diberikan oleh murid-muridnya, bukan manfaat dari "Jalan" dan "Hasil Kesucian" (magga-phala).

        Bhikkhu lainnya, berpikir dia mengetahui sedikit dan hanya bisa sedikit dalam menguraikan Dhamma, telah memahami dengan jelas inti dari Dhamma dan telah mempraktekkannya dengan tekun dan penuh semangat; adalah seseorang yang berkelakuan sesuai Dhamma (anudhammacari). Yang telah menghancurkan nafsu indria, kebencian, dan ketidak-tahuan, pikirannya telah bebas dari kekotoran batin, dan dari semua ikatan terhadap dunia ini maupun pada yang selanjutnya, ia benar-benar memperoleh manfaat dari "Jalan" dan "Hasil Kesucian" (magga-phala).

        Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 19 dan 20 berikut ini:

Biarpun seseorang banyak membaca kitab suci, tetapi tidak berbuat sesuai dengan ajaran, maka orang lengah itu sama seperti gembala sapi yang menghitung sapi milik orang lain; ia tak akan memperoleh manfaat kehidupan suci.

Biarpun seseorang sedikit membaca kitab suci, tetapi berbuat sesuai dengan ajaran, menyingkirkan nafsu indria, kebencian dan ketidak-tahuan, memiliki pengetahuan benar dan batin yang bebas dari nafsu, tidak melekat pada apapun baik di sini maupun di sana; maka ia akan memperoleh manfaat kehidupan suci.

***
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
Re: Buddha berkata membaca kitab suci
« Reply #7 on: 09 July 2010, 12:24:00 PM »
thx ryu dah keduluan...hehe
CMIIW.FMIIW.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Buddha berkata membaca kitab suci
« Reply #8 on: 09 July 2010, 12:30:46 PM »
mungkin harus melihat ke original Pali source juga, saya menduga kata "Kitab suci" adalah interpretasi penerjemah saja

Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
Re: Buddha berkata membaca kitab suci
« Reply #9 on: 09 July 2010, 12:34:32 PM »
Kalau "membaca" yg jadi point utama
CMIIW.FMIIW.

Offline tuwino gunawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 272
  • Reputasi: 8
  • Gender: Male
Re: Buddha berkata membaca kitab suci
« Reply #10 on: 09 July 2010, 12:50:18 PM »
mungkin harus melihat ke original Pali source juga, saya menduga kata "Kitab suci" adalah interpretasi penerjemah saja

 :jempol:

"kitab suci" belon tentu tipitaka, harus dilihat konteks pada saat itu.
mungkin yang di maksud adalah ajaran di luar dhamma.

 _/\_

Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
Re: Buddha berkata membaca kitab suci
« Reply #11 on: 09 July 2010, 12:58:16 PM »
mungkin harus melihat ke original Pali source juga, saya menduga kata "Kitab suci" adalah interpretasi penerjemah saja

 :jempol:

"kitab suci" belon tentu tipitaka, harus dilihat konteks pada saat itu.
mungkin yang di maksud adalah ajaran di luar dhamma.

 _/\_
ajaran di luar dhamma ?? Jd kitab suci apa yg dimaksd sang Buddha?
CMIIW.FMIIW.

Offline Peacemind

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 970
  • Reputasi: 74
Re: Buddha berkata membaca kitab suci
« Reply #12 on: 09 July 2010, 01:01:48 PM »
Kata yang tertulis dalam Dhammapada adalah Bahumpi ce saṃhita bhāsamāno atau bahuṃ api ce saṃhita bhāsamāno. Bahuṃ adalah banyak; api ce = meskipun; saṃhita secara harfiah berarti 'tertata, terkumpul'; bhāsamāno = membicarakan. Sekarang yang menjadi problem adalah dua kata yakni saṃhita dan juga bhāsamāno. Memang dalam kitab komentar, Buddhaghosa menyebutkan bahwa kata saṃhita mengacu kepada kata2 Sang Buddha yang ada dalam Tipitaka. Namun karena saat itu belum ada Tipitaka maka tidak bisa dikatakan sebagai 'membaca Tipitaka'. Sementara itu, bhāsamāno jelas2 berarti 'membicarakan'. Karena pada jaman Sang Buddha belum ada Tipitaka tertulis, maka kata bhāsamāno tidak bisa diterjemahkan sebagai 'membaca', dan saṃhita sendiri bisa cukup dimengerti sebagai 'kata2 sang Buddha'. Daripada diterjemahkan sebagai 'membaca', kata bhāsamāno, selain bisa diterjemahkan sebagai 'membicarakan' juga lebih baik diterjemahkan ke 'melafalkan'.

Mungkin kita harus mengambil salah satu cerita yang ada dalam Soṇasutta dalam Udana. Suatu saat Bhikkhu Soṇa tidur satu kuti dengan Sang BUddha. Sang Buddha meminta bhikkhu ini untuk melafalkan (bhāsituṃ) Dhamma. Kemudian bhikkhu ini melafalkan (abhāni) aṭṭhakavagga. Ketika Sang BUddha meminta bhikkhu ini untuk melafalkan Dhamma, tidak mungkin bhikkhu ini harus membuka Tipitaka dan membacanya. Namun ia hanya melafalkan Dhamma yang ia dapat dari mulut ke mulut. Demikian pula, syair Dhammapada di atas lebih menekankan pada 'pelafalan' ajaran Buddha, karena saat itu Dhamma belum tertulis. Tentu dalam konteks zaman sekarang, membaca terlalu banyak kitab bisa dikategorikan di dalamnya.

Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
Re: Buddha berkata membaca kitab suci
« Reply #13 on: 09 July 2010, 01:15:36 PM »
Kata yang tertulis dalam Dhammapada adalah Bahumpi ce saṃhita bhāsamāno atau bahuṃ api ce saṃhita bhāsamāno. Bahuṃ adalah banyak; api ce = meskipun; saṃhita secara harfiah berarti 'tertata, terkumpul'; bhāsamāno = membicarakan. Sekarang yang menjadi problem adalah dua kata yakni saṃhita dan juga bhāsamāno. Memang dalam kitab komentar, Buddhaghosa menyebutkan bahwa kata saṃhita mengacu kepada kata2 Sang Buddha yang ada dalam Tipitaka. Namun karena saat itu belum ada Tipitaka maka tidak bisa dikatakan sebagai 'membaca Tipitaka'. Sementara itu, bhāsamāno jelas2 berarti 'membicarakan'. Karena pada jaman Sang Buddha belum ada Tipitaka tertulis, maka kata bhāsamāno tidak bisa diterjemahkan sebagai 'membaca', dan saṃhita sendiri bisa cukup dimengerti sebagai 'kata2 sang Buddha'. Daripada diterjemahkan sebagai 'membaca', kata bhāsamāno, selain bisa diterjemahkan sebagai 'membicarakan' juga lebih baik diterjemahkan ke 'melafalkan'.

Mungkin kita harus mengambil salah satu cerita yang ada dalam Soṇasutta dalam Udana. Suatu saat Bhikkhu Soṇa tidur satu kuti dengan Sang BUddha. Sang Buddha meminta bhikkhu ini untuk melafalkan (bhāsituṃ) Dhamma. Kemudian bhikkhu ini melafalkan (abhāni) aṭṭhakavagga. Ketika Sang BUddha meminta bhikkhu ini untuk melafalkan Dhamma, tidak mungkin bhikkhu ini harus membuka Tipitaka dan membacanya. Namun ia hanya melafalkan Dhamma yang ia dapat dari mulut ke mulut. Demikian pula, syair Dhammapada di atas lebih menekankan pada 'pelafalan' ajaran Buddha, karena saat itu Dhamma belum tertulis. Tentu dalam konteks zaman sekarang, membaca terlalu banyak kitab bisa dikategorikan di dalamnya.
thx u peacemind, mengapa tidak diterjemahkan kata yg sebenarnya sj, nanti umat agama lain bilang kalian suka edit2 kitab suci...
CMIIW.FMIIW.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Buddha berkata membaca kitab suci
« Reply #14 on: 09 July 2010, 01:58:37 PM »
Kata yang tertulis dalam Dhammapada adalah Bahumpi ce saṃhita bhāsamāno atau bahuṃ api ce saṃhita bhāsamāno. Bahuṃ adalah banyak; api ce = meskipun; saṃhita secara harfiah berarti 'tertata, terkumpul'; bhāsamāno = membicarakan. Sekarang yang menjadi problem adalah dua kata yakni saṃhita dan juga bhāsamāno. Memang dalam kitab komentar, Buddhaghosa menyebutkan bahwa kata saṃhita mengacu kepada kata2 Sang Buddha yang ada dalam Tipitaka. Namun karena saat itu belum ada Tipitaka maka tidak bisa dikatakan sebagai 'membaca Tipitaka'. Sementara itu, bhāsamāno jelas2 berarti 'membicarakan'. Karena pada jaman Sang Buddha belum ada Tipitaka tertulis, maka kata bhāsamāno tidak bisa diterjemahkan sebagai 'membaca', dan saṃhita sendiri bisa cukup dimengerti sebagai 'kata2 sang Buddha'. Daripada diterjemahkan sebagai 'membaca', kata bhāsamāno, selain bisa diterjemahkan sebagai 'membicarakan' juga lebih baik diterjemahkan ke 'melafalkan'.

Mungkin kita harus mengambil salah satu cerita yang ada dalam Soṇasutta dalam Udana. Suatu saat Bhikkhu Soṇa tidur satu kuti dengan Sang BUddha. Sang Buddha meminta bhikkhu ini untuk melafalkan (bhāsituṃ) Dhamma. Kemudian bhikkhu ini melafalkan (abhāni) aṭṭhakavagga. Ketika Sang BUddha meminta bhikkhu ini untuk melafalkan Dhamma, tidak mungkin bhikkhu ini harus membuka Tipitaka dan membacanya. Namun ia hanya melafalkan Dhamma yang ia dapat dari mulut ke mulut. Demikian pula, syair Dhammapada di atas lebih menekankan pada 'pelafalan' ajaran Buddha, karena saat itu Dhamma belum tertulis. Tentu dalam konteks zaman sekarang, membaca terlalu banyak kitab bisa dikategorikan di dalamnya.
thx u peacemind, mengapa tidak diterjemahkan kata yg sebenarnya sj, nanti umat agama lain bilang kalian suka edit2 kitab suci...

mungkin anda seharusnya mengajukan pertanyaan ini kepada si penerjemah Dhammapada.